cover
Contact Name
Yurni Suasti
Contact Email
Yurni Suasti
Phone
-
Journal Mail Official
geografi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Geografi
ISSN : 20867042     EISSN : 26146525     DOI : -
Journal of Geography adalah jurnal yang dikelola oleh Jurusan Geografi Fakuktas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang. Journal of Geography menerbitkan artikel-artikel ilmiah yang membahas tentang keilmuan keilmuan Geografi, Kependidikan Geografi serta hasil penelitian Ilmiah para Geografer di Jurusan Geografi FIS UNP. Semua artikel diterbitkan setelah melalui proses peer-review dari pakar di bidang masing-masing. Journal of Geography terbit dua kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 186 Documents
Karakteristik Tanah Gambut di Delta Barito, Kalimantan Deasy Arisanty
JURNAL GEOGRAFI Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.703 KB)

Abstract

Abstrak Delta Barito merupakan delta yang berkembang di bagian pesisir selatan Pulau Kalimantan. Delta ini merupakan bagian dari cekungan Barito, sehingga tanah gambut berkembang dengan baik pada delta ini. Aktivitas manusia seperti pertanian telah membuat ketebalan tanah gambut di Delta Barito < 2 meter. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan bentuklahan sebagai dasar pengambilan sampel. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 51 sampel. Sampel tersebut kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi nilai Bulk Density (BD). Selain itu, dilakukan pengukuran warna tanah di lapangan dengan menggunakan munsell soil book. Nilai BD dan warna tanah digunakan untuk mengidentifikasi jenis atau tipe gambut yang berkembang di Delta Barito. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah gambut berkembang dibagian tengah Delta Barito karena bagian tengah dari Delta Barito adalah berupa cekungan. Gambut yang berkembang di Delta Barito adalah tipe saprik dengan nilai bulk density >0.25 gram/cc dan warna tanah abu-abu sangat gelap. Pertanian yang dilakukan secara intensif di Delta Barito telah membuat tanah gambut di Delta Barito mempunyai ketebalan < 2 meter.
PERTIMBANGAN FISIOGRAFIS DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH KUBAH GAMBUT (STUDI KASUS: KAWASAN STRATEGIS LUNANG SILAUT SUMATERA BARAT) hamdi nur; Ahyuni ahyuni
JURNAL GEOGRAFI Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1298.778 KB)

Abstract

ABSTRACT Regional development needs to consider the region as a physiographic unit. Development of peat swamp region especially in peat dome physiographic group for agricultural activities and settlement has various limitations and vulnerabilities with the consequences that should be considered in development planning. This study examines the case of development of Lunang Silaut region that have the characteristics of peat dome physiography. This region is one of economic strategic region of West Sumatra Province and as a location of “Kota Terpadu Mandiri” (KTM) which is a program of the Ministry of Manpower and Transmigration to promote backward region development. From the case, subsequently various considerations concluded for the development planning of peatdome region
PERANAN GURU DALAM MENGOPTIMALKAN POTENSI SISWA DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI Mohd. Nasir. B
JURNAL GEOGRAFI Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.761 KB)

Abstract

Potensi anak dalam pembelajaran, idealnya di dorong sampai pada tingkat yang optimal. Dalam hal ini, guru memiliki peranan penting antara lain: 1) mengenal konsep diri yang baik, 2) guru memiliki keahlian yang maksimal, 3) guru mampu menampilkan sosok diri yang menarik, 4) guru mampu memberikan kemampuan anak. Pendekatan pembelajaran yang perlu dilakukan guru antara lain: 1) pembelajaran yang berorientasi pada anak, 2) pembelajaran yang kreatif dan inovatif, 3) pembelajaran yang mempertimbangkan lingkungan yang kondusif, 4) pembelajaran terpadu, 5) pembelajaran yang mampu mengembangkan keterampilan hidup.
KEHIDUPAN SOSIAL PENAMBANG EMAS DI KELURAHAN PASAR HILIR KECAMATAN PANYABUNGAN KABUPATEN MANDAILING NATAL Helfia Edial; Deded Chandra
JURNAL GEOGRAFI Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.761 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol6-iss1/177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data, mengolah, menganalisis dan membahas tentang Kehidupan Sosial Masyarakat Penambang Emas Kelurahan Pasar Hilir Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal ditinjau dari: 1) hubungan kekerabatan masyarakat penambang emas, 2) cara pandang penambang emas terhadap pergaulan masyarakat, 3) cara pandang penambang emas terhadap budaya gotong royong masyarakat, 4) kehidupan rumah tangga masyarakat penambang emas. Jenis penelitian ini tergolong pada penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang memiliki profesi sebagai penambang emas di Kelurahan Pasar Hilir Kecamatan Panyabungan. Sampel penelitian diambil dengan teknik Proportional Random Sampling yakni pengambilan sampel dari anggota populasi dengan menggunakan acak tanpa memperhatikan strata dalam populasi. Pengumpulan data menggunakan angket terbimbing, Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode Likerts Summated Rating (LSR), dengan menggunakan 5 (lima) kategori jawaban setiap jawaban responden menggunakan interval 1 sampai dengan 5.Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa Kehidupan Sosial Masyarakat Penambang Emas Kelurahan Pasar Hilir Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal sebagai berikut: 1) Hubungan kekerabatan masyarakat penambang emasdalam kategori baik dengan skor 1890, 2) Cara pandang penambang emas terhadap pergaulan masyarakat dikategorikan cukup baik dengan skor rata-rata 1442, 3) Cara pandang penambang emas terhadap budaya gotong royong masyarakat dikategorikan cukup baik dengan skor rata-rata 1434, 4) Kehidupan rumah tangga masyarakat penambang emas dikategorikan baik dengan skor rata-rata 841.
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA KABUPATEN LAHAT SUMATERA SELATAN (Study Objek Wisata TWA Bukit Serelo Kecamatan Merapi Selatan) Mirna Yunita; Dedi Hermon; Paus Iskarni
JURNAL GEOGRAFI Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1467.29 KB)

Abstract

Abstrak Dilatar belakangi kurang optimalnya pengelolaan pariwisata yang ada di Kabupaten Lahat khususnya Objek Wisata Taman Wisata Alam Bukit Serelo sehingga berdampak belum adanya sumbangsih PAD dari kegiatan Pariwisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan alternatif-alternatif strategi dan menyusun arah kebijakan Pengembangan Objek Wisata Taman Wisata Alam Bukit Serelo Kabupaten Lahat. Jenis penelitian ini adalah Mixed Methods yang dilakukan pada Dinas Priwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, Kecamatan Merapi Selatan, Masyarakat, dan wisatawan. Penentuan informan dilakukan secara Purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, FGD dan pengisian angket analisis hirarki proses. Pengolahan Data dilakukan dengan analisis SWOT dan AHP. Hasil penelitian dapat dirumuskan sebelas strategi dan kebijakan pengembangan yang harus dilakukan pemerintah, yang menjadi prioritas utama kebijakan pengembangan objek wisata TWA Bukit Serelo adalah peningkatan sumber daya manusia birokrasi di lingkungan dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lahat.
PENINGKATAN EFIKASI DIRI (SELF EFFICACY) MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN nofrion nofrion
JURNAL GEOGRAFI Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.332 KB)

Abstract

Abstrak Artikel ini ditulis untuk menjelaskan upaya-upaya yang bisa dilakukan oleh seorang pendidik terutama guru dan dosen dalam meningkatkan efikasi diri mahasiswa dalam pembelajaran. Tulisan ini adalah hasil gagasan penulis yang didasari oleh berbagai sumber bacaan/studi pustaka. Terkait dengan peningkatan efikasi diri mahasiswa dalam pembelajaran, upaya yang bisa dilakukan diantara melalui; tugas terstruktur dan terjadwal, penyajian model tugas acuan, penetapan target, multi level task, pengelolaan emosi serta persuasi verbal.
STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT DUSUN BOMPON DALAM MENGHADAPI KEMARAU Atanasius Bima Yudhana
JURNAL GEOGRAFI Vol 7 No 2 (2018): Penelitian DAS Bompon
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/geografi/vol7-iss2/376

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk 1) mengetahui pemanfaatan lahan masyarakat Dusun Bompon di musim kemarau. 2) mengidentifikasi pola tanam masyarakat Dusun Bompon saat musim kemarau. 3) menganalisis strategi pemanfaatan lahan masyarakat Dusun Bompon di musim kemarau. Jenis penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat campuran kuntitatif dan kualitatif menggunakan pendekatan kompleks wilayah yang mana pendekatan ini merupakan integrasi dari pendekatan keruangan dan pendekatan ekologis. Pendekatan keruangan digunakan dalam penentuan lokasi penelitian, yang mana lokasi penelitian dipilih berdasarkan batas administrasi yaitu di Dusun Bompon, Desa Wonogiri, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pendekatan ekologis digunakan dalam mengkaji interaksi antara manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungan saat terjadinya kemarau. Pendekatan kuantitatif dipakai untuk menentukan gambaran tentang jenis penggunaan lahan. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menentukan variabel tentang pola tanam dan strategi adaptasi masyarakat terhadap kekeringan masyarakat saat terjadinya kemarau. Berdasarkan hasil dari penelitian didapatkan 1) Pemanfaatan lahan di Dusun Bompon terdiri atas kawasan permukiman, kawasan pertanian, kawasan perkebunan dan kawasan peternakan. 2) pola tanam masyarakat Dusun Bompon terditri atas pola tanam monokultur, rotasi tanam dan polikultur. Adapun persentase dari masing-masing pola yaitu 27% monokultur, 20% rotasi tanam dan 53% polikultur yang tergolong kedalam jenis tanaman bersisipan. 3) Startegi pemanfaatan lahan masyarakat Dusun Bompon saat musim kemarau dapat di dilakukan dengan memperhatikan syarat perlu (necessary condition) dan syarat cukup (sufficient condotion) bagi setiap komoditi.
KORELASI ANTARA EKOSISTEM MANGROVE Rhizophora stylosa. TERHADAP BIOTA AQUATIK DI PULAU PRAMUKA KEPULAUAN SERIBU Muzani Jalaludin; Dianti Lestari; Marisa Andriani; Miftahul Ulum; Sri Nurviana Mellenia
JURNAL GEOGRAFI Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.737 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol9-iss1/944

Abstract

Pramuka Island is one of many islands in Kepulauan Seribu, which is the central government of Kepulauan Seribu Regency and part of DKI Jakarta Province. Aside as government center, Pramuka Island is also as rehabilitation center for mangrove ecosystems located in Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKpS). Mangrove ecosystems become a transition zone between terrestrial ecosystems and marine ecosystems in maintaining biological balance in coastal ecosystems. As a biological function, mangroves have a role as a chain in a waters that can support the life of various types of aquatic biota. Not only that, mangroves can also create a good life for aquatic biota and also contribute greatly to balancing the biological cycle in a waters. As in biological functions, mangrove ecosystems have a role as "aquatic biota habitat" and feeding grounds, nursery and spouning ground for various types of aquatic biota. Rhizophora stylosa is species of endemic mangrove in Pramuka Island. Mangrove forest ecosystem is a habitat for marine organisms which are mostly dominated by mollusks and crustaceans. Mollusks consist of Gastropods are dominated by Potamidae and Ellobiidae species, as well crustaceans which mainly consist of Brachyura spesies, also there are another aquatic biota seems like shrimps, cendro fish and juvenile fish spesies. A research of the correlation between Rhizophora stylosa mangrove ecosystems with aquatic biota in Pramuka Island, Kepulauan Seribu was carried out on 6-7th December 2019. The research used descriptive analysis method. Data which is used in addition to data obtained in the field also includes supporting articles.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR SISWA LINTAS MINAT GEOGRAFI TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X MIA SMA NEGERI 3 TELADAN KOTA BUKITTINGGI Anggun dwi utami; ernawati erna; nofrion dion
JURNAL GEOGRAFI Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.703 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol5-iss2/29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) pengaruh motivasi intrinsik siswa lintas minat geografi terhadap hasil belajar geografi, (2) pengaruh motivasi ekstrinsik siswa lintas minat geografi terhadap hasil belajar geografi, dan (3) pengaruh motivasi belajar siswa lintas minat geografi terhadap hasil belajar geografi kelas X MIA tahun pelajaran 2015/2016 SMA Negeri 3 Teladan Kota Bukittinggi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa lintas minat geografi kelas X MIA SMA Negeri 3 Teladan Kota Bukittinggi sebanyak 104 orang. Sampel penelitian ini diambil menggunakan metode random sampling dan menggunakan rumus Slovin dalam Siregar, sehingga sampel penelitian berjumlah 82 orang. Instrumen yang digunakan berupa angket. Sebelum melakukan penelitian terlebih dahulu dilakukan uji coba angket untuk menentukan validitas dan realibilitas instrumen penelitian. Teknik analisis data adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi intrinsik siswa lintas minat geografi terhadap hasil belajar geografi dengan kontribusi 19,8%, (2) terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi ekstrinsik siswa lintas minat geografi terhadap hasil belajar geografi dengan kontribusi 15,9%, (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar siswa lintas minat geografi terhadap hasil belajar geografi kelas X MIA tahun pelajaran 2015/2016 SMA Negeri 3 Teladan Kota Bukittinggi dengan kontribusi 26,3%.
TRANSPORTASI SEDIMEN PANTAI PULAU KARAM DI KECAMATAN KOTO XI TARUSAN, KABUPATEN PESISIR SELATAN SUMATERA BARAT Sutarman Karim; Surtani Surtani; Triyatno Triyatno; Febriandi febriandi
JURNAL GEOGRAFI Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1466.898 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian transportasi sedimen pantai daerah Pulau Karam dilakukan di Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan dengan tujuan mengetahui karakteristik gelombang dan transportasi sedimen pantai pada daerah penelitian. Metode yang digunakan adalah metode survei pada setiap veriabel yang mempengaruhi transportasi sedimen pantai. Metode survei dilakukan untuk pengamatan langsung di lapangan serta melakukan pengukuran terhadap karakteristik gelombang dan pengambilan sampel sedimen untuk dianalisis di laboratoium. Hasil analisis data lapangan dan data laboratorium ditabulasikan untuk menentukan transportasi sedimen pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karateristik gelombang pada daerah penelitian berupa tinggi gelombang, panjang gelombang, periode gelombang, kecepatan gelombang, energi gelombang, dan tinggi hempasan gelombang. Tinggi gelombang pada daerah penelitian berkisar antara 0,13 – 0,92 m, periode gelombang berkisar antara 5 dt– 15 dt, panjang gelombang berkisar antaa 39 m - 156 m, kecepatan gelombang berkisar antara 7,80 m/dt – 23,40 m/dt, energi gelombang antara 0,038 kg/s2 – 1,6 kg/s2, dan tinggi hempasan gelombang ke pantai antara 0,03 m – 1, 86 m. Transportasi sedimen pantai pada daerah penelitian menunjukkan penyebaran yang tidak merata, umumnya sedimen pantai yang memiliki ukuran lebih besar akan diendapkan dekat muara sungai dan material sedimenyang berukuran halus akan diendapkan lebih jauh dari muara sungai. Material sedimen pantai pada daerah penelitan mulai dai pasir halus, pasir kasar dan kerikil. Transportasi sedimen pantai daerah penelitian dapat dilihat dari nilai d50 sedimen pantai yaitu0,222 mm – 0,753 mm, dan transportasi sedimen pantai berkisar 0,1 m3/hr – 603,98 m3/hr. Transportasi sedimen pantai dipengaruhi oleh arus sejajar pantai (longshore current) aitu 0,02 m/dt – 6,79 m/dt.

Page 9 of 19 | Total Record : 186