cover
Contact Name
Muhammad Syahrir
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ma.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sungai Musi Km. 09 Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone, Sulawesi
Location
Kab. bone,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Akuakultur
ISSN : 19076762     EISSN : 25029460     DOI : 10.15578/ma
Media Akuakultur as source of information in the form of the results of research and scientific review (review) in the field of applied aquaculture including genetics and reproduction, biotechnology, nutrition and feed, fish health and the environment, and land resources in aquaculture.
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
BEBERAPA JENIS IKAN LOKAL YANG POTENSIAL UNTUK BUDIDAYA: Domestikasi, Teknologi Pembenihan, dan Pengelolaan Kesehatan Lingkungan Budidaya Estu Nugroho; Mochammad Fatuchri Sukadi; Gleni Hasan Huwoyon
Media Akuakultur Vol 7, No 1 (2012): (Juni 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.636 KB) | DOI: 10.15578/ma.7.1.2012.52-57

Abstract

Biodiversitas ikan-ikan air tawar lokal asli Indonesia sangat berlimpah namun belum banyak dimanfaatkan dalam budidaya. Pemanfaatan secara langsung masih dalam taraf penangkapan di alam yang dikhawatirkan dapat membahayakan populasinya di alam. Salah satu alternatif untuk pencegahannya adalah dengan upaya meningkatkan budidaya dan mengurangi penangkapan yang berlebihan. Langkah pertama yang dibutuhkan adalah melakukan domestikasi untuk mendapatkan teknologi pembenihannya dan upaya pengelolaan lingkungan yang dibutuhkannya. Sekitar 20 jenis ikan lokal asli Indonesia telah dimanfaatkan dalam budidaya ikan konsumsi, sedangkan teknologi yang telah berhasil dikembangkan tercatat pada 7 jenis ikan air tawar seperti ikan baung, jelawat, nilem, kancra, tawes, belida, dan betutu.
PEMIJAHAN DAN PEMELIHARAAN LARVA IKAN BERONANG (Siganus guttatus) Samuel Lante; Rachmansyah Rachmansyah
Media Akuakultur Vol 2, No 2 (2007): (Desember 2007)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8193.177 KB) | DOI: 10.15578/ma.2.2.2007.57-61

Abstract

Untuk menghasilkan benih ikan beronang Siganus guttatus yang baik, maka penanganan induk yang meliputi: pemeliharaan, pematangan gonad dengan implan pelet hormon LHRH-a, dan penambahan vitamin C dalam pakan serta pemeriksaan siap pijah sangat penting. Pengamatan perkembangan embrio dalam telur dan larva pada tahap awal, penyediaan pakan alami serta pemeliharaan larva merupakan tahap lanjutan dari pemeliharaan larva yang baik, maka benih-benih ikan Siganus guttatus yang dihasilkan juga akan baik.
BERBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKU LOKAL UNTUK PAKAN IKAN Sukarman Sukarman
Media Akuakultur Vol 6, No 1 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.04 KB) | DOI: 10.15578/ma.6.1.2011.36-42

Abstract

Sebagian besar bahan baku pakan ikan merupakan barang impor, sehingga harga pakan yang dihasilkan menjadi mahal. Perlu dicari alternatif bahan baku lokal yang bisa dipakai untuk pakan ikan dan udang. Tujuan makalah ini adalah membahas beberapa bahan baku alternatif lokal, nilai nutrisi dan rekomendasi penggunaannya dalam pakan ikan dan udang. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa limbah industri mie instan, tepung daun singkong, homini, limbah roti, tepung rebon, dan MBM bisa dimanfaatkan sebagai bahan pakan alternatif untuk ikan dan udang. Bahan lainnya juga memungkinkan dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ikan asal diketahui aspek-aspek nutrisi baik proksimat, asam amino, vitamin, mineral, kecernaan dan anti nutrisinya, serta telah dilakukan uji coba pada ikan.
PENGGELONDONGAN BANDENG DENGAN BENIH HASIL SELEKSI DI KABUPATEN GRESIK, JAWA TIMUR Bambang Priono; Purnomo Indra Basuki; Endhay Kusnendar
Media Akuakultur Vol 9, No 1 (2014): (Juni 2014)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1509.491 KB) | DOI: 10.15578/ma.9.1.2014.29-35

Abstract

Abstrak lengkap dapat dilihat pada Full PDF Bandeng (Chanos chanos Forskall) merupakan salah satu jenis ikan yang bernilai tinggi, terutama di pasar Asia.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN DIAGNOSA ELISA DAN HPLC UNTUK DETEKSI TOKSIN DIARRHETIC SHELLFISH POISONING PADA KEKERANGAN Angela Mariana Lusiastuti; Rosmawaty Peranginangin
Media Akuakultur Vol 3, No 1 (2008): (Juni 2008)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.908 KB) | DOI: 10.15578/ma.3.1.2008.45-48

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan diagnosa dari ELISA dan HPLC dalam mendeteksi toksin Diarrhetic Shellfish Poisoning pada kekerangan. Asam okadaik dideteksi menggunakan DSP Quick Check Test Kit ELISA sedangkan HPLC menggunakan 2 metode yang berbeda pada proses ekstraksi dan kondisi HPLC yang digunakan. ELISA yang digunakan adalah ELISA kompetitif menggunakan mikroplat 96 lubang, 8 x 12 strip yang dilapisi dengan antibodi monoklonal dan antiserum antimouse murni dengan konjugat peroksidase untuk mendeteksi antibodi. Metode HPLC yang digunakan meliputi metode ekstraksi sampel, proses clean up dan derivatisasi sebelum masuk ke injektor sampel otomatis. Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa ELISA dapat sebagai pilihan untuk monitoring toksin (uji tapis) sedangkan HPLC dapat digunakan untuk mengkonfirmasi sampel positif dalam membantu penegakan diagnosa. HPLC membutuhkan proses clean up dan derivatisasi supaya dapat memberikan hasil yang terbaik.
AMANKAH MENGONSUMSI IKAN TRANSGENIK? Raden Roro Sri Pudji Sinarni Dewi
Media Akuakultur Vol 7, No 1 (2012): (Juni 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.717 KB) | DOI: 10.15578/ma.7.1.2012.1-4

Abstract

Produk rekayasa genetik atau organisme hasil modifikasi adalah organisme hidup, bagianbagiannya, dan/atau hasil olahannya yang mempunyai susunan genetik baru dari hasil penerapan bioteknologi modern. Saat ini, di masyarakat Indonesia masih terdapat kekhawatiran mengenai aman tidaknya mengonsumsi produk-produk hasil rekayasa genetika termasuk ikan. Oleh karena itu, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar mengenai tingkat keamanan mengonsumsi produk-produk hasil rekayasa genetik. Pada tulisan ini akan disampaikan beberapa hasil penelitian mengenai efek mengonsumsi ikan transgenik pada hewan uji dan manusia, komersialisasi ikan transgenik, peraturan internasional mengenai produk-produk transgenik dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 21 Tahun 2005 mengenai keamanan hayati produk rekayasa genetik.
PEMULIAAN IKAN MAS: PELAJARAN BERHARGA DARI HONGARIA Estu Nugroho
Media Akuakultur Vol 2, No 1 (2007): (Juni 2007)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8330.122 KB) | DOI: 10.15578/ma.2.1.2007.151-155

Abstract

Ikan mas sebagai salah satu komoditas ikan air tawar andalan telah mengalami masa kritis dalam pengembangannya sebagai akibat serangan koi herpes virus. Upaya penyelamatannya antara lain dengan menghasilkan ras-ras ikan mas yang unggul melalui kegiatan pemuliaan. Salah satu negara yang telah berhasil dalam pelaksanaan kegiatan pemuliaan ikan mas adalah Hongaria yang telah memproduksi sedikitnya tiga ras ikan mas unggulan yaitu SZ P31, SZ P34, dan SZ P36. Dengan mempelajari keberhasilan negara ini diharapkan dapat mendorong pencapaian kegiatan serupa di Indonesia.
EVALUASI PRODUKSI LARVA BEBERAPA VARIETAS INDUK IKAN NILA UNGGUL Estu Nugroho
Media Akuakultur Vol 8, No 2 (2013): (Desember 2013)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.727 KB) | DOI: 10.15578/ma.8.2.2013.115-117

Abstract

Berbagai varietas induk ikan nila unggul telah dihasilkan oleh anggota Jejaring Pemuliaan Ikan di antaranya adalah Nirwana, BEST, Selfam (Selabintana), dan Central Pertiwi (CP). Kualitas dari benih yang dihasilkan telah menunjukkan tren yang positif dalam pertumbuhan. Peningkatan kualitas ini perlu diimbangi dengan jumlah larva yang dihasilkan sehingga perpaduan antara keduanya dapat menaikkan efisiensi produksi yang merupakan salah satu pilar dalam prinsip “blue economy” yang sekarang sedang dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Evaluasi dilakukan untuk melengkapi informasi tentang ikan nila unggul yang telah dihasilkan. Pasangan NC (jantan Nirwana x betina CP) dan NN (jantan Nirwana dan betina Nirwana) menghasilkan jumlah larva yang paling banyak yaitu 132 ribu dan 104,467 ekor.
PENGARUH LOGAM FeCl3 TERHADAP AKTIVITAS ENZIM PROTEASE IKAN KERAPU MACAN Muhamad Yamin; Neltje Nobertine Palinggi; Rachman Syah
Media Akuakultur Vol 3, No 2 (2008): (Desember 2008)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.287 KB) | DOI: 10.15578/ma.3.2.2008.157-160

Abstract

Tepung darah (blood meal) yang mengandung protein 84,3%; berpotensi menjadi bahan pengganti tepung ikan yang semakin jarang dan mahal. Sayangnya tingkat kecernaan tepung darah sangat rendah yaitu 55,2%. Diduga hal ini disebabkan oleh tingginya konsentrasi Fe yang mencapai 0,2%--0,3%. Untuk melihat pengaruh Fe maka dilakukan pengujian in vitro terhadap aktivitas enzim pada usus ikan kerapu macan. Enzim protease usus diperoleh dari ikan kerapu macan yang dipelihara pada KJA Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau (BRPBAP) di Teluk Awerange Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Aktivitas protease diukur secara kuantitatif dengan modifikasi metode Bergmeyer et al. (1983) dan untuk mengukur pengaruh logam Fe dilakukan penambahan FeCl3. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada konsentrasi FeCl3 20--50 mM enzim kehilangan aktivitasnya sampai 76,54% dan 83,08%. Namun pada konsentrasi FeCl3 rendah (1 mM) aktivitas enzim protease meningkat 2%. Ini menunjukkan bahwa rendahnya tingkat kecernaan tepung darah disebabkan tingginya kadar besi (Fe) yang mencapai 0,2%--0,3%.
POTENSI PENGEMBANGAN BUDIDAYA LAUT DI TELUK KAPONTORI, KABUPATEN BAUBAU, SULAWESI TENGGARA Adang Saputra; Bambang Priono
Media Akuakultur Vol 1, No 3 (2006): (Desember 2006)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1523.554 KB) | DOI: 10.15578/ma.1.3.2006.131-136

Abstract

Abstrak selengkapnya lihat di file PDF