cover
Contact Name
Febri Desman M.Hum
Contact Email
febri.desman54@gmail.com
Phone
+628116624777
Journal Mail Official
red.jurnallagalaga@gmail.com
Editorial Address
red.jurnallagalaga@gmail.com
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
ISSN : 24609900     EISSN : 25979000     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/lg
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Sinopsis : terbit dalam dua kali setahun. Jurnal Laga-Laga merupakan Jurnal Ilmiah Berkala tentang Seni Pertunjukan pengelolaan Jurnal Laga-Laga berada di dalam lingkup Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni padangpanjang
Articles 158 Documents
‘Tatogun-togun’ Kesenian Talempong Unggan Di Nagari Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumatera Barat MHD Rhomario Adiaksa
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 9, No 1 (2023): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v9i1.3796

Abstract

Musik tradisi Talempong Unggan hidup dan berkembang dikenagarian Unggan, kecamatan  Sumpur Kudus, kabupaten Sijunjung. Talempong unggan dapat ditemukan  dalam acara perhelatan nagari, atau acara adat lainnya. Talempong unggan memiliki beberapa lagu, masing-masing lagu memiliki susunan nada talempong yang berbeda. Lagu Batang Tarunjam  menjadi ide/gagasan untuk dijadikan sebuah karya komposisi musik, karena dalam permainannya lagu Batang Tarunjam mempunyai karakter yang berbeda dari lagu lainnya, masyarakat setempat  menyebutnya dengan istilah Tabonti-bonti/Tatogun-togun yang berarti teknik sajian melodi yang terhenti. Dari analisis tersebut dapat didasari atas satu rumususan penciptaan,  (1). Bagaimana mewujudkan karya komposisi musik bentuk baru yang bersumber dari musik tradisi talempong unggan khususnya repertoar lagu batang tarunjam. Penciptaan karya komposisi karawitan ini dibuat melalui pendekatan tradisi dengan beberapa metode garap. Data yang digunakan untuk mewujudkan ide/gagasan didasarkan pada hasil studi lapangan berupa hasil observasi, diskusi, sintesis, realisasi, dan penyelesaian. Data laiinya didapat dari dokumentasi berupan rekaman audio, pustaka berupa buku penelitian terdahulu,dan  arsip-arsip dari kenagarian setempat.
Interpretasi dan Penerapan Teknik Vokal Pada Repertoar Ach Ich Fühl’s, Regnava Nel Silenzio, Selayang Pandang, dan Stand Up For Love Angelica Febrianti Br Haloho; Nora Anggraini; Della Rosa Panggabean
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 9, No 1 (2023): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v9i1.3800

Abstract

Artikel ini memuat tulisan tentang pertunjukan solis vokal dalam membawakan repertoar dan interpretasi terhadap repertoar yang disajikan. Repertoar yang disajikan dalam pertunjukan diantaranya Ach Ich Fühl’s, Regnava Nel Silenzio, Selayang Pandang, dan Stand Up For Love. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang penerapan teknik dan interpretasi solis vokal dalam setiap repertoar yang dibawakan. Adapun teknik-teknik yang digunakan seperti; headvoice, chest voice, falsetto, vibrato, staccato, coloratura, riff and runs, phrasering, dan cengkok melayu. Setiap repertoar memiliki zaman, genre, teknik, dan tingkat kesulitan yang berbeda-beda, sehingga penting untuk melakukan tinjauan terhadap repertoar sebelum melakukan pertunjukan.
Pemeranan Tokoh Paulina Salas Dalam Naskah “Maut Dan Sang Dara” Karya Ariel Dorfman Dengan Metode Akting Stanilavski Assafa Salsabilla; Saaduddin Saaduddin; Leni Efendi
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 9, No 1 (2023): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v9i1.3538

Abstract

Pemeranan tokoh Paulina Salas dalam naskah Maut dan Sang Dara merupakan penciptaan karya seni peran sesuai dengan penafsiran pemeran terhadap tokoh yang telah dibuat. Penciptaan pemeranan tersebut diawali dengan analisis struktur tokoh Paulina, dimana Paulina merupakan Protagonis dan merupakan penggerak alur. Tokoh Paulina merupakan seorang wanita yang menjadi tahanan politik selama bertahun-tahun, hingga ia mengalami trauma dengan masa lalunya. Hasil dari analisis akan menjadi pedoman bagi pemeran untuk mewujudkan tokoh Paulina Salas, dari apa yang telah dikemukakan oleh Stanilavsky tentang magicif untuk memproyeksikan bentuk keaktoran dan menyatukan karakter pemeran dengan karakter tokoh dengan observasi, imajinasi dan menubuhkan tokoh. Penciptaan tokoh Paulina Salas pada pertunjukan teater merupakan suatu upaya untuk memahami kembali tentang keadaan sosial yang terjadi yang direalisasikan berdasarkan perwujudan tokoh yang menunjukkan keadaan pemerintahan di suatu negara dengan rezim yang otoriter dan lakon ini merupakan lakon realisme psikologis karena mengedepankan kondisi psikologis yang dialami tokoh Paulina.
KARYA TARI MANYESO TERINSPIRASI DARI RITUAL MANDAGHAI DI DESA LUMINDAI KECAMATAN BARANGIN KOTA SAWAHLUNTO Andriani, Auliya May; Erman, Syaiful; Ernawita, Ernawita
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 9, No 2 (2023): Laga-laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v9i2.4016

Abstract

The Maarak tambun process aims to gather from the family and niniak mamak to find an agreement in the implementation of the batagak house. Maarak Tambun has two kinds of rituals, namely, Mandaghai (bloody), and mamujo (worshipping). The methods that were born in the concept of this manyeso dance work include observation, data processing, literature study, selection of dance supporters, exploration, movement arrangement, improvisation, and evaluation. The form in the manyeso dance has three parts, the first part describes the pain experienced by all family members and does not go away, the second part is a problem experienced by a person so that he becomes limping when carrying it. In this section, the property of the fabric is described as a problem that binds the dancer's body parts. The conflict in this work is the struggle for cloth with the intention that the problems that occur are like a tug of war that is being felt by someone. The third part of the problem can be solved if we draw closer to Allah.
KARYA TARI “ KECIK DI SAYANG BESAK ELOK LAKU” TERINSPIRASI DARI PERISTIWA BUDAYA BASALE TURUN MANDI DI KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI Utami, Arisma Vika
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 10, No 1 (2024): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v10i1.3067

Abstract

Karya tari “Kecik Di Sayang Besak Elok Laku” terinspirasi dari ritual basale turun mandi. Pengkarya tertarik kepada pagar yang terbuat dari kain panjang dan ditafsirkan kepada kehidupan pengkarya sendiri dimana pengkarya sendiri merasakan adanya perbedaan kasih sayang dari orang tua untuk anaknya, sehingga menimbulkan rasa kekecewaan, kekesalan yang dirasakan oleh pengkarya tersebut yang dikembangkan dengan teknik-teknik gerak baru yang disesuaikan dengan konsep garapan, divisualisasikan dengan tujuh orang penari dan diperkuat dengan musik techno live serta elemen komposisi lainnya. Metode penggarapan dalam karya ini adalah metode eksplorasi, improvisasi dan pembentukan, baik secara konsep maupun aplikasi penggarapan koreografinya. Karya ini digarap dengan tema sosial dan tipe murni terdiri dari tiga alur garap suasana dan telah ditampilkan dipentas arena gedung Boestanoel Arifin Adam Institut Seni Indonesia Padangpanjang pada tanggal 14 Juli 2022.  
MAMBALEH NAN TALIPEK TERINSPIRASI DARI KEGIATAN MANGANYAM KAMPIA DI MATUA KABUPATEN AGAM Putri, Wulan Indah; Emri, Emri; Stevenson, Yan
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 9, No 2 (2023): Laga-laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v9i2.4017

Abstract

The Mambaleh Nan Talipek dance work departs from manganyam kampia activities in Matur, Agam Regency. The creators chose to transform the woven techniques such as the lipek technique and the twisting technique onto the dancer's body, so that in making the work they are more focused on developing the woven technique into the structure of the dance work by Mambaleh Nan Talipek which is divided into three parts. In the first part, the artist transforms the lipek technique using his hands, feet and body. The second part transforms the weaving technique by using the properties of the cloth and in this part the dancers perform complementary movements. In the third part, the artist shows the woven Kampia into dance. In this section, Kampia is used to show how the results of the two techniques are formed. This work is strengthened by live music and other compositional elements, the methods used in composing this work are methods of exploration, improvisation, observation, and formation. This work is supported by seven female dancers, with cultural themes and non-dramatic types.
KARYA TARI MAACAK-ACAK LACAK INTERPRETASI DARI PROSES PEMBUATAN BALANGO DI GALOGANDANG TANAH DATAR. Saputra, Hendro
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 10, No 1 (2024): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v10i1.3072

Abstract

ABSTRAKKarya tari Macak – acak Lacak terinspirasi dari proses pembuatan balango yang ada di nagari Galogandang Tanah Datar. Dalam pembuatan balango adanya beberapa proses mulai dari proses mairiek , marameh, pembentukan,pencetakan penjemuran serta pembakaran. Dalam karya Macak-acak Lacak pengkarya tertarik pada proses mairiek , marameh,  dengan kekuatan pada kaki,tangan dan pundak. Fenomena ini diinterpretasikan menjadi sebuah karya tari yang diekspresikan lewat medium gerak berdasarkan pada pola pikiran,perasaan dan imajinasi yang di komunikasikan melalui tubuh. Pengembangan gerak berpijak pada gerak mairiek , marameh yang dikembangkan melalui metode Alma M Hawkins yaitu observasi, eksplorasi, improvisasi, pembentukan dan evaluasi sesuai dengan konsep garapan. Gerakan yang dilahirkan dalam karya tari  Macak – acak Lacak . Fokus pada kekuatan kaki dan tangan saat melakukan proses mairiek. Marameh. Karya ini ditarikan oleh Sembilan orang penari yang terdiri dari empat penari laki-laki dan lima penari perempuan. Karya ini menggunakan properti balango yang dimainkan dengan atraktif oleh penari. Karya ini digarap dengan tema budaya dan tipe murni.
TARI KANCAH DI NAGARI CUBADAK, TANAH DATAR, SUMATERA BARAT: ANALISIS PERUBAHAN TEKSTUAL DAN SIGNIFIKANSINYA DALAM BUDAYA Maghfira, Miftahul; Hardi, Hardi; Yarlis, Yarlis
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 9, No 2 (2023): Laga-laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v9i2.4083

Abstract

The research titled "Kancah Dance in the Life of the Nagari Cubadak Lima Kaum Community, Tanah Datar Regency, West Sumatra Province: A Study of Textual Changes" aims to explore the forms of Kancah Dance in the life of the community in Nagari Cubadak Lima Kaum, Tanah Datar Regency, West Sumatra Province, with a focus on textual change analysis. The research method employed is qualitative and analytical descriptive. Data were obtained through literature reviews and field studies, involving observation and in-depth interviews with five informants. The study applies the theories of change and textual proposed by Sjafri Sairin and Y. Sumandiyo Hadi. The expected results will provide a deeper understanding of the evolution of Kancah Dance and changes in the textual context within the community. This research contributes to the performing arts literature and enriches the understanding of how traditional arts continue to evolve and adapt to changing times.
Karya Tari Kilek Basuluak Interpretasi dari Dampak Tradisi Basuluak di Nagari Ladang Panjang, Kabupaten Pasaman Hendri, Nazifa; Rovylendes, Adjuoktoza; Erman, Syaiful
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 10, No 1 (2024): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v10i1.4427

Abstract

Karya tari Kilek Basuluak ini terinspirasi dari sebuah fenomena budaya yang ada di daerah Tigo Nagari, Pasaman yaitu tradisi Basuluak. Tradisi Basuluak merupakan ritual berdiam diri di Mushalla untuk beribadah dengan khusyuk yang bertujuan untuk mencari ilmu Ketuhanan agar dapat lebih dekat dengan Allah Subhanahu wa ta’ala. Dari proses Basuluak ini akan muncul efek yang akan berdampak terhadap perilaku seseorang yang ditimbulkan dari tradsi Basuluak. Dampak ini menjadi ketertarikan pengkarya ingin menciptakan karya tari baru yang berjudul Kilek Basuluak, yang mana Kilek artinya cahaya sehingga pengertiannya yaitu cahaya dalam suluak yang mengacu pada dampak yang ditimbulkan dari tradisi Basuluak tentang perubahan perilaku manusia yang tidak baik kepada yang lebih baik. Karya ini ditarikan oleh lima orang penari perempuan yang diiringi dengan musik live serta menggunakan properti tikar dan juga didukung oleh elemen komposisi lainnya. Metode dalam penggarapan karya ini adalah metode eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Karya ini digarap dengan tema spiritual dan tipe dramatik yang terdiri dari tiga alur garap suasana serta karya ini ditampilkan dipanggung Gedung Pertunjukan Hoeridjah Adam, Institut Seni Indonesia Padangpanjang.
Tari Sikambang Dalam Konteks Seni Pertunjukan: Gender Dan Semiotika Nurhidayati, Nurhidayati
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 10, No 1 (2024): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v10i1.2301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tari Sikambangdalam konteks Seni Pertunjukan pada masyarakat Kambang Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan dalam kajian Analisis Gender dan Semiotika. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analisis yaitu seluruh data yang didapat baik data tertulis, maupun data dilapangan, di deskripsikan kemudian dianalisis sesuai permasalahan peneliti yang diajukan. Teori yang digunakan adalah teori Gender yang dikemukakan Gayle Rubin danteori Semiotika oleh Ferdinand De Sausure. Gender dalam tari Sikambangyaitu penari laki-laki yang berperan sebagai perempuan dalam pertunjukan tari Sikambangdalam pesta  perkawinan dari sudut pandang Gayle Rubin. Hal ini terlihat dari busana yang digunakan oleh penari. Tari Sikambang  ditarikan oleh dua orang penari laki-laki yang berperan sebagai ayah dan ibu. Busana yang digunakan oleh penari yang berperan sebagai ibu adalah baju kebaya, rok dari kain panjang, dan tutup kepala (jilbab), sedangkan penari yang berperan sebagai ayah adalah baju koko, celana panjang dan peci hitam, walaupun demikian karakter gerak yang dihasilkan oleh penari yang berperan sebagai perempuan tetap terlihat Maskulin, sebagaimana Kodratnya sebagai laki-laki. Begitu juga dengan struktur gerak yang terdapat dalam tari Sikambang yang memiliki makna dalam kehidupan.