cover
Contact Name
Febri Desman M.Hum
Contact Email
febri.desman54@gmail.com
Phone
+628116624777
Journal Mail Official
red.jurnallagalaga@gmail.com
Editorial Address
red.jurnallagalaga@gmail.com
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
ISSN : 24609900     EISSN : 25979000     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/lg
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Sinopsis : terbit dalam dua kali setahun. Jurnal Laga-Laga merupakan Jurnal Ilmiah Berkala tentang Seni Pertunjukan pengelolaan Jurnal Laga-Laga berada di dalam lingkup Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni padangpanjang
Articles 158 Documents
"MAROHA SIAN HARU” INTERPRETASI DARI DAMPAK KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA TERHADAP ANAK Pulungan, Nopita Sari; Wahyuni, Wahida; Ernawita, Ernawita
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 10, No 1 (2024): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v10i1.4428

Abstract

Karya ini terinspirasi dari fenomena sosial yaitu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kekerasan dalam rumah tangga merupakan perilaku menyakiti yang dapat mengakibatkan secara fisik dan psikis. Hal ini juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Kekerasan yang dilakukan secara berulang-ulang dapat mengakibatkan kerusakan mental hingga depresi berat bagi anak, ia akan menjadi seorang yang penakut, kurang percaya diri dan cemas berlebihan. Namun, bagi anak yang memiliki resiliensi yang kuat tidak akan mudah terpengaruh dengan hal itu, ia akan mencari cara bagaimana mengalihkan dirinya ke hal yang lebih positif untuk keluar dari zona yang tidak nyaman tersebut. Misalnya mediasi, melakukan interaksi yang baik dilingkungan sekitar, mencari kegiatan yang bermanfaat. Pengkarya ingin mewujudkannya kedalam bentuk sebuah karya tari yang memfokuskannya pada usaha seorang anak yang ingin keluar dari dampak kekerasan dalam rumah tangga. Karya ini ditampilkan di Gedung Pertunjukan Huriah Adam dengan penari yang berjumlah tiga orang penari Perempuan. Rias yang digunakan ialah rias karakter, sedangkan busana yang digunakan untuk penari ialah baju berwana abu-abu kaos oversize, dan celana hitam. Metode yang digunakan pada karya ini yaitu riset, alat perwujudan karya, kerja studio, dan  konsep pertunjukan.
TARI PIRING DALAM PERTUNJUKAN RANDAI DI SANGGAR PALITO NYALO KOTO PANJANG KECAMATAN PAUH PADANG SUMATERA BARAT Sapitri, Dwi Ranti; Risnawati, Risnawati; Gusti, Adriana
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 9, No 2 (2023): Laga-laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v9i2.4013

Abstract

The purpose of this study was to determine the form of the Plate Dance in the Randai Performance at the Palito Nyalo Studio, Koto Panjang District, Pauh District, Padang City, West Sumatra. This study uses a descriptive qualitative method, which is to describe and describe the data that is seen in the real field. How to get data by literature study and field study. Theories and opinions used in studying the Forms of the Plate Dance in the Randai performance consist of form theory by Y. Sumandiyo Hadi. Performance theory by Sal Murgianto. The form of the Piring Dance in the Randai performance at the Palito Nyalo Studio is related to dance elements, namely motion, music, costumes, props, and the venue. Furthermore, the Plate Dance in the Randai show has a unique way of breaking plates using four ways, namely: Forehead, elbows, knees, and soles of the feet which are located at the end of the show. This Piring dance performance prioritizes a form of entertainment which essentially eliminates boredom or changes the atmosphere in a randai show.
Penerapan Teknik Komposisi Musik CONCRETE pada Karya Musik OUR SONG dengan Konsep Soundscape hadi putra, riko eka
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 10, No 1 (2024): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v10i1.3049

Abstract

Tujuan penggarapan karya musik ini adalah untuk menerapkan teknik komposisi musik concrete pada karya musik multimedia Our Song (Musik Concrete dengan Konsep Soundscape). Selama penggarapan pengkarya menggunakan metode yang dikemukakan oleh Alma M. Haukins, yaitu terdapat tiga metode di yaitu; (1) Exploration{eksplorasi}, (2) Improvisation{percobaan}, dan (3) Forming{pemvbentukan}(Gustami, 2004: 13-15).Karya ini menceritakan tentang kehidupan sehari-hari para pasien yang mengidap depresi antara pasien yang sudah melewati masa terapi dengan pasien yang memasuki wilayah RSJ dengan tingkat emosi yang masih belum stabil, terbagi dari 3 bagian dan introduction yang masing masingnya menginterpretasikan emosi dan suasana dari karya tersebut. Pada bagian pertama berisikan suasana keseharian yang tentram dan damai dari para pasien yang sudah melewati masa terapi dengan alunan musik yang berasal dari sound samples para pasien untuk mendukung suasana dari bagian pertama tersebut. Pada bagian kedua berisikan suasana para pasien yang baru memasuki wilayah RSJ dengan perasaan diiringi track audio para pasien yang mengeluarkan suara-suara yang menggambarkan depresi mereka. Pada bagian ketiga berisikan suasana para pasien yang sudah tidak kuat denga napa yang mereka alami dengan iringan musik yang mendukung suasana, lalu di akhiri dengan track audio pasien yang mengatakan bahwa hidup cukup dijalani saja. Pengkarya mengolah ekspresi musik melalui proses kreatif pada penggunaan teknologi yaitu dengan software Digital Audio Workstation yang melibatkan pemakaian VST, dan Plugin bawaan dari software tersebut. Sebagai hasil output diperdengarkan dengan pengaplikasian dari teknik stereo sound. Kata Kunci : Concrete, Soundscape, Depresi.
RANCANGAN DRAMATURGI NASKAH LAKON SAYANG ADA ORANG LAIN KARYA UTUY TATANG SONTANI Liana, Dona; Birowo, Pandu; Yuniarni, Yuniarni
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 10, No 1 (2024): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v10i1.4505

Abstract

Rancangan dramaturgi naskah Sayang Ada Orang Lain karya Utuy Tatang Sontani merupakan reinterpretasi terhadap naskah realisme untuk mewujudkan nilai-nilai emosional dan pendalaman karakter dalam mewujudkan dramatik dalam naskah. Upaya yang dilakukan untuk mencapai intensitas dramatik naskah adalah melakukan tafsir terhadap struktur dan tekstur naskah yang dikemukakan oleh Kernodle. Tafsir dikaitkan dengan aspek sosiologis dalam naskah sebagai kontribusi pemahaman lebih terhadap kehidupan politik, sosial dan ekonomi masyarakat Jawa Barat. Perancangan diimplementasikan melalui rancangan plot sebagai acuan memperkuat dramatik plot pada naskah yang terbagi atas rancangan adegan. Perancangan penokohan yang terdiri dari rancangan kostum dan rias, dan perancangan artistik yang terbagi atas rancangan setting, lighting dan musik yang realistik disesuaikan dengan penafsiran penulis terhadap naskah aliran realisme.
Seni dan Keindahan Musik Gordang Sambilan di Nagari Sungai Tanang, Pasaman Barat Utama, Wahyu Dia; Yurnalis, Yurnalis
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 10, No 2 (2024): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v10i2.5037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis aspek estetika musik dalam pertunjukan Gordang Sambilan yang berkembang di Nagari Sungai Tanang, Kecamatan Sungai Aur, Pasaman Barat. Gordang sambilan merupakan kesenian tradisional yang berasal dari Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang tetap eksis dan berkembang di luar daerah asalnya, termasuk di Pasaman Barat. Kesenian ini merupakan perpaduan antara musik dan gerakan tari, yang dimainkan menggunakan berbagai instrumen seperti gordang (gendang), gong, suling, seleot, cenang, dan jagat. Meskipun sudah memasuki era modern dengan kemajuan teknologi, kesenian ini tetap mempertahankan keberadaannya sebagai sarana hiburan dan upacara adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara mendalam terhadap para pemain dan masyarakat setempat. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi nilai estetika dalam permainan musik gordang sambilan, yang diukur melalui teori estetika musik, khususnya melalui prinsip kesatuan (organic unity) dan variasi menurut tema (theme variation) dari DeWitt H. Parker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estetika dalam Gordang Sambilan dapat dinikmati melalui pengamatan melodi, ritme, harmoni, serta gerakan tubuh pemain. Pengolahan variasi tema dalam ritme dan melodi, seperti yang terlihat pada instrumen jagat, memberikan dinamika yang membuat pertunjukan ini tidak monoton. Selain itu, gerakan tubuh pemain, terutama jagat, memberikan dimensi visual yang memperkaya estetika keseluruhan. Keberadaan Gordang Sambilan di Nagari Sungai Tanang menunjukkan peran pentingnya dalam melestarikan tradisi budaya dan sebagai wadah ekspresi seni yang mencerminkan nilai keindahan melalui integrasi berbagai unsur musik dan gerakan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman lebih dalam mengenai estetika musik dalam kesenian tradisional di masyarakat Minangkabau.
KARYA TARI HORJA HALAK HITA PENGEMBANGAN TIGA RAGAM GERAK TOR-TOR Siregar, Zulfadli; Emri, Emri; Stevenson, Yan; Riyanti, Eva
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 10, No 2 (2024): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v10i2.5068

Abstract

Karya tari Horja Halak Hita lahir berdasarkan pengembangan tiga ragam gerak tari tor-tor di daerah Suku Batak Toba diantaranya gerak pangurdot, gerak marhembas, gerak sigale-gale. Ragam gerak pada tarian tersebut memiliki ciri khas dan keunikan masing masing, hal ini dikembangkan sesuai dengan gaya dan kemampuan yang di miliki. Karya tari ini dibuat dalam bentuk penyajian karya tari bentuk dan type murni, dengan penari berjumlah dua puluh orang diantaranya, enam penari utama dan empat belas penari kelompok. Penari kelompok muncul pada pertengahan dan akhir pertunjukan. Musik pada karya ini, adalah kolaborasi antara musik tradisional Batak dengan musik modern yang diaransemen sehingga menjadi musik baru dalam media musik komputer. Dalam penggarapan karya ini, penata menggunakan Metode konstruksi menurut Jacqueline Smith dalam B. Suharto (1985), merupakan petunjuk dalam penyusunan karya tari. Jacqueline Smith menuturkan ada lima metode kontruksi yang diseskripsikan. Karya tari ini juga diperkuat dengan dua kostum yang berbeda pada bagian awal dan akhir pertunjukan sebagai konsep hiburan bagi mata penonton.
Perancangan Buku Ilustrasi Tradisi Peusijuk Pada Masyarakat Aceh Sebagai Media Informasi Bagi Kalangan Remaja Isman, Soeryadarma; Muliati, Roza; Juned, Sulaiman
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 11, No 1 (2025): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v11i1.6001

Abstract

The Peusijuk tradition is one of the cultural heritages of the Acehnese people that contains religious, social, and symbolic values. However, technological developments and the influence of globalization have caused the younger generation to increasingly know and understand less of the meaning of this tradition. Therefore, media that is interesting and in accordance with the character of teenagers is needed to reintroduce the Peusijuk tradition in an educational and visual way. This study aims to design an illustrated book that packages information about the Peusijuk tradition in a communicative, interesting, and easy-to-understand way for teenagers. The methods used include observation, interviews, literature studies, and distributing questionnaires. The result is an illustrated book that tells stories of Acehnese children engaging in Peusijuk traditions with supporting media like posters, pins, keychains, and digital content. The book is expected to serve as an effective cultural education tool and promote the preservation of local traditions.
METODE PEMBELAJARAN TARI UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI PADA ANAK USIA DINI DI SANGGAR PUTI JUNJUNG Wardhini, Sisca Angelia; Surherni, Surherni; Hardi, Hardi
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 10, No 2 (2024): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v10i2.5294

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan Meningkatkan Rasa Percaya Diri Pada Anak Usia Dini Melalui Seni Tari Di sanggar Puti Junjung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kualitatif yang bersifat deskriptif analisis yaitu menjelaskan serta menganalisis hal-hal yang terkait dengan meningkatkan rasa percaya diri anak usia dini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori percaya diri yang dikemukakan oleh Novi Mulayani, selanjutnya teori kreativitas yang dikemukakan oleh Munandar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada dua metode pembelajaran tari yang diterapkan oleh pelatih sanggar Puti Junjung dalam meningkatkan rasa percaya diri anak usia dini yaitu metode imitatif dan metode kreatif. Metode imitatif merupakan pelaksaan atau peniruan gerak sudah dibakukan sedangkan metode kreatif adalah pelaksanaan gerak berdasarkan eksplorasi dan penemuan gerak individu.
Makna Simbolik Pada Tari Piring: Kajian Semiotika Dalam Tari Tradisional Minangkabau Erlinda, Erlinda
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 11, No 1 (2025): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v11i1.5614

Abstract

Tari Piring (Plate Dance) is one of the intangible cultural heritages of the Minangkabau people that holds strong aesthetic and symbolic values. As a form of traditional artistic expression, every element in Tari Piring—from movement, plate props, costumes, to accompanying music—contains cultural signs that can be analyzed through the semiotic approach of Charles Sanders Peirce, which includes three main elements: icon, index, and symbol. This study aims to uncover the symbolic meanings embedded in Tari Piring using a descriptive qualitative method, with data collected through performance observation, interviews with Minangkabau dance artists, and literature review. The results show that the circular plate movement, for example, is not merely a performance technique but represents the values of caution and diligence in the agrarian life of Minangkabau society. The sound of the plates touching the dancer’s fingers or body acts as an index of the collective rhythm of labor. Meanwhile, the brightly colored costumes with traditional motifs symbolize pride in cultural identity. This study concludes that Tari Piring is not just an aesthetic performance, but a medium of cultural communication that reflects the social, spiritual, and historical values of the Minangkabau community. Understanding these symbolic meanings allows for a more comprehensive and meaningful preservation of Tari Piring across generations.
Kontribusi Koreografer Dalam Kreativitas Penciptaan Tari Piring Bagi Perkembangan Seni Pertunjukan Di Minangkabau Sumatera Barat Wahyuni, Sri Putri; Kadir, Ernida
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 10, No 2 (2024): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v10i2.5337

Abstract

Jurnal ini mengkaji tentang, kontribusi koreografer dalam kreativitas penciptaan tari piring bagi  seni pertunjukan di Minangkabau Sumatera Barat. dimana tari piring merupakan salah satu kesenian yang tumbuh dan berkembang ditengah masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat. tari piring juga merupakan tari tradisi yang sekarang sudah menjadi Icon/identitas Minangkabau, Sumatera Barat. Keberadaan tari piring dapat dilihat karena munculnya inspirasi para koreografer dalam mengembangkan budaya kedalam bentuk garapan baru. kontribusi yang diberikan oleh para koreografer tentunya melalui kreativitas koreografer dalam memberikan ide dan imajinasi. Lahirnya karya seni unggulan tentunya dengan ide-ide baru yang merupakan hasil dari proses berfikir kreatif dan inovatif nya dalam mengembangkan tari piring.Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbentuk deskripsi analisis. Dimana pendekatakn ini menunjang keakuratan dalam mengumpulkan data. Tujuan penelitian ini untuk menjawab berbagai permasalahan tentang kontribusi koreografer dalam kreativitas penciptaan tari piring seni pertunjukan di Minangkabau Sumatera barat.