SYARI'AH : Jurnal Ekonomi Syari'ah
Jurnal Syari’ah merupakan jurnal Ekonomi Syari’ah dengan kajian multidisipliner, terbit dua kali dalam satu tahun (April dan Oktober), dikelola oleh Program Studi Ekonomi Syari’ah Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri Tembilahan. Redaksi menerima tulisan yang relevan selama mengikuti petunjuk penulisan yang ditetapkan.
Articles
83 Documents
Al-Mashlahah Dalam Pandangan Najmuddin Al-Thufi
Qusthoniah, Qusthoniah
Syari'ah Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Indragiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2054.955 KB)
|
DOI: 10.32520/.v1i2.16
Seluruh hukum yang ditetapkan Allah SWT terhadap hamba-Nya, dalam bentuk suruhan atau larangan yang mengandung mashlahah. Tidak ada hukum syara’ yang sepi dari mashlahah. Semua ulama sepakat tentang adanya kemashlahatandalam hukum yang ditetapkan Allah SWT. Karenanya mashlahahsangat diperhitungkan oleh mujtahid dalam berijtihad untuk menetapkan hukum suatu masalah yang tidak ditemukan hukumnya baik dalam al-Qur’an, Sunnah Nabi, maupun dalam ijma’. Dalam hal ini, mujtahid menggunakan metode mashlahahdalam menggali dan menetapkan hukum, termasuk Najmuddin Al-Thufi yang beraliran mazhab Hanbali. Mashlahahyang digunakannya bersebarangan dengan Jumhur Ulama, terutama dalam hal jika terdapat pertentangan antara nash dengan mashlahah. Menurut jumhur apabila terjadi pertentangan antara nash dengan mashlahah, maka nash harus didahulukan. Berbeda dengan Najmuddin Al-Thufi yang berpendapat bahwa bila nash dan ijma’ bertentangan, maka harus didahulukan mashlahahdaripada nash dan ijma’, terutama hukum yang berkaitan dengan muamalahdan siayasahduniawi
POLA BISNIS RASULULLAH SPIRIT BAGI PERKEMBANGAN BANK SYARIAH
Trimulato, Trimulato
Syari'ah Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Indragiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (561.465 KB)
|
DOI: 10.32520/.v5i1.136
Perbankan syariah saat ini terus mengalami pertumbuhan dan semakin diminati oleh masyarakat. Dapat dilihat dari aset perbankan syariah saat ini sudah mencapai 356.504.000.000 kemudian pangsa pasar menembus 5 persen. Diusia bank syariah yang masih baru jika dibandingkan bank konvensional, bisnis ini perlu selalu dorongan dan dukungan dari semua pihak. Pola bisnis yang dijalankan oleh rasulullah semasa hidupnya dapat dijadikan spirit bagi perkembangan bank syariah saat ini. Spirit tersebut dapat dijadikan sebagai motiva meningkatkan produk yang dimiliki oleh bank syariah. Tujuan penelitian untuk mengetahui perkembangan produk penghimpunan dana dan produk pembiayaan di bank syariah dan riwayat pola bisnis yang dijalankan oleh Rasulullah. Hasil dari tulisan ini menunjukkan adanya perkembangan produk funding di bank syariah terbesar pada produk giro yang tumbuh sebesar 31,985 persen. Kemudian pertumbuhan produk pembiayaan tersebsar pada produk musyarakah yang tumbuh sebesar 29,601 persen. Pola bisnis yang dijalankan rasulullah ada tiga yaitu lama, besar, dan jauh. Pola ini menjadi sangat relevan untuk menjadi spirit bagi bank syariah agar da
LEGALISTAS SYAR’I ZAKAT PROFESI
Sulaiman, Sofyan
Syari'ah Vol 5 No 1 (2016): bisnis Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Indragiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (812.437 KB)
|
DOI: 10.32520/.v5i1.52
Zakat meruapakan ibadah māliyah yang mempunyai pengaruh yang signifikan dalam pengentasan kemiskinan. Selain itu zakat juga berfungsi memperluas volume kepemilikan sehingga daya beli orang-orang miskin semakin meningkat. Dalam perkembangan zaman modern ini, objek zakat semakin berkembang, salah satunya adalah penghasilan profesi. Namun yang menjadi masalah adalah tidak adanya naṣ yang menjelaskan secara terperinci zakat profesi sehingga timbul ikhtilaf dikalangan ulama. Karena tidak terdapat naṣ yang menjelaskan secara terperinci, maka pendekatan yang dilakukan adalah pendeketan qiyās. Paling tidak ada lima pendekatan qiyās untuk menemukan hukum zakat profesi, (1) pendekatan qiyas zakat perdagangan, (2) pendekatan qiyas zakat pertanian, (3) pendekatan qiyas zakat barang tambang dan temuan, (4) pendekatan qiyas dengan menggabungkan dua ‘illat, yaitu zakat pertanian dan zakat emas dan perak, (5) pendekatan zakat dinar dan dirham. Dari lima pendekatan tersebut maka pendekatan dinar-dirham lah yang paling kuat, karena ‘illat dinar-dirham serta uang kertas – sebagai objek dari penghasilan profesi – adalah al-aṡmān (alat pembayaran). Maka sebagai kesimpulan, zakat profesi harus mengikuti zakat aturan zakat dinar dan dirham.
WAKAF TUNAI (Konsep, Perkembangan, Potensi serta Optimalisasinya)
Qusthoniah, Qusthoniah
Syari'ah Vol 1 No 3 (2015): Syari'ah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Indragiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2345.682 KB)
|
DOI: 10.32520/.v1i3.39
Waqaf merupakan ajaran Islam yang telah dikenal dan dilaksanakan sejak lama. Wacana waqaf produktif dengan harta waqaf berupa uang tunai beserta aplikasinya baru satu dekade terakhir ini berkembang khususnya Negara Indonesia. Terutama setelah dikeluarkannya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tanggal 11 Mei 2002 tentang diperbolehkannya waqaf menggunakan uang tunai, maka waqaf tunai sudah bisa dilaksanakan di Indonesia. Prospek waqaf tunai di Indonesia sangatlah besar, hal ini didukung dari jumlah penduduk Indonesia yang mayoritas adalah muslim. Peran serta waqaf tunai bisa menjadi salah satu alternatif solusi pengentasan masalah kemiskinan di Indonesia.Hasil karya ilmiah ini berguna untuk memantau perkembangan waqaf tunai khususnya dalam aspek optimalisasi potensi waqaf tunai untuk kesejahteraan dan pemberdayaan umat.
Membangun Kekuatan Ekonomi Masjid (Studi Kasus Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang)
Aisyah, Siti
Syari'ah Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Indragiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2029.699 KB)
|
DOI: 10.32520/.v1i2.12
Masjid dalam membangun kekuatan ekonomi Masjid seharusnya menjamin komitmen umat Islam sebagai peluang mengatasi masalah rendahnya tingkat kesejahteraan umat, namun tidak menggeser fungsi Masjid yang sebenarnya. Pada Masjid Taqwa Muhammadiyah sudah mulai menggerakan perekonomian Masjid namun belum sepenuhnya Masjid yang mengelola karna ada unsur organisasi yang lebih menonjol, dilihat dari satu sisi Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang dapat membantu meningkatkan ekonomi umat dan Masjid namum ketergantungan terhadap organisasi besar yang ada di Sumatera Barat menjadikan Masjid tidak mampu menunjukkan eksistensinya dalam membangun kekuatan ekonomi Masjid.
اهتاقيبطتو ةرصاعملا ةيلاملا تلاماعملا يف يليومتلا ريجأتلا
Najamuddin, Najamuddin
Syari'ah Vol 1 No 3 (2015): Syari'ah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Indragiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2196.745 KB)
|
DOI: 10.32520/.v1i3.41
نم فلأتيو ، ةصاخ ةيتاذب عتمتي ، بكرم ديدج دقعك يليومتلا ريجأتلا دقعةقتوب يف ترهصناو تجمدنا ىتلا ةفورعملا ةيدقاعتلا رصانعلا نم ةعومجميف ءاهقفلا ىمادق ىدل اًـفورعم سيل ، ديرفلا دقعلا اذه انل ةجتنم ، ةدحاوفيرعت عضو يف نورصاعملا ةعيرشلا ءاهقف دهتجا اذلو ،يملاسلإا هقفلاً لاصأ امهدحأ هيف رجؤي نيفرط نيب دقع ، هنأب هفيرعت ترتخا دقو ، هلنوكي ةنيعم ةدمل ةددحم ةرجأ لباقم ، رخلآل ةصاخ ةعيبط اذ ، هل اًـكولممريجأت ةداعإب وأ ، لصلأا اذه عيبب دعو ىلع ءانب – اهتياهن يف رجأتسملللصلأا ءارش يف قحلا – هدحو رجؤملل مزلمو ، راجيلإا دقعل بحاصمةداعإ يف وأ دقعلا ةدم لاوط ةرجأ نم هعفدام ديدحت يف ىعاري نمثب رجؤملاهرابتعاب رجؤملا ىلإ لصلأا اذه يف وأ لقأ ةرجأب ىرخأ ةدمل هراجئتساةيملاسلإا نادلبلا نم ريثك يف يليومتلا ريجأتلا قيبطت أدب و . هل اًـكولمملوبقمو فورعم لماعتلا عاونأ نم عونلا اذه نأو ، ةيملاسلإا اهفراصم يفوماكحأو قفتت تاددحمو طباوض نمض ةيملاسلإا فراصملا يف هب لماعتلا
PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT DENGAN AKAD WADI’AH DAN PENERAPANNYA PADA PERBANKAN SYARIAH
Aisyah, Siti
Syari'ah Vol 5 No 1 (2016): bisnis Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Indragiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (665.03 KB)
|
DOI: 10.32520/.v5i1.56
Wadi’ah pada prinsipnya adalah membantu pihak penitip, dan pihak yang dititipi posisinya sebagai pihak penolong. Karena itulah, sifat dari wadi’ah adalah amanah. Dalam kitab I’anatut Thalibin karya Ad Dimyathy dijelaskan bahwa wadi’ah adalah: “Suatu akad yang betujuan menjaga suatu harta.” Dalam menjalankan praktek wadi’ah, dana nasabah yang dititipkan di bank syariah mendapat jaminan aman, dan perbankan syari’ah wajib menanggung segala resiko yang terjadi pada dana nasabah. Selanjutnya bukan hanya menjamin, namun lebih jauh lagi, perbankan syari’ah memberi keuntungan yang kemudian disebut dengan ‘bagi hasil’. Tulisan ini mencoba memaparkan bagaimana penerapan produk perbankan syariah yang menggunakan akad wadi’ah dihubungkan dengan fiqih muamalah? Wadi’ah yang ada di perbankan syariah bukanlah wadiah yang dijelaskan dalam kitabkitab fiqih. Wadi’ah perbankan syariah yang saat ini dipraktekkan, lebih relevan dengan hukum piutang, karena pihak bank memanfaatkan uang nasabah dalam berbagai proyeknya. Adanya kewenangan untuk memanfaatkan barang, memiliki hasilnya dan menanggung kerusakan atau kerugian adalah perbedaan utama antara wadi’ah dan dain (hutang-piutang). Dengan demikian, bila ketiga karakter ini telah disematkan pada akad wadi’ah, maka secara fakta dan hukum akad ini berubah menjadi akad hutang piutang dan bukan wadi’ah.
Tas’ir al-Jabari (Penetapan Harga oleh Negara) Dalam Koridor Fiqh Dengan Mempertimbangkan Realitas Ekonomi
Qusthoniah, Qusthoniah
Syari'ah Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Indragiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (397.863 KB)
|
DOI: 10.32520/.v2i2.26
The market is an economic indicator of a country. In the concept of a modern economic, market mechanism is largely determined by supply and demand. But long time ago the classical moslem scholars such as Abu Yusuf, Yahya ibn Umar, Al-Ghazali, Ibn Taymiyya and Ibn Khaldun had voiced several factors that help forming a market mechanism, and also about the government policy in order to market intervention and price regulation. In the normal economic circumstances, the government is not justified to interfere to determine prices and affect the market mechanism. But when the monopoly practices (ihtikar), hoarding (iktinaz), political dum – ping (siyasah alighraq), and various fraud committed by marketeer, the government is proposed to control the prices in order to achieve the benefit of the people. This article compara-tively tries to observe the past opinions of Moslem economists about market behavior in accordance with the sharia and the creation of price stability
AKAD-AKAD PERBANKAN SYARIAH; PERTUKARAN DAN PERCAMPURAN
Ningsih, Putri Apria
Syari'ah Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Indragiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (308.452 KB)
|
DOI: 10.32520/.v2i1.17
Akad merupakan hal sangat urgen dalam transaksi syariah, apalagi di bank syariah yang digadang-gadangkan sebagai pilar perkembangan investasi syariah. Berdasarkan tingkat kepastian dari hasil yang diharapkan akad terbagi kedalam dua kelompok besar. Pertama natural certainty contracts yang memberikan kepastian pembayaran baik dari segi jumlah maupun waktu yang dapat diterangkan dalam sebuah teori umum yang diberi nama teori pertukaran. Sedangkan yang kedua natural uncertainty contracts memberikan kepastian pendapatan (return) baik dari segi jumlah maupun waktu, yang dapat diterangkan dengan teori percampuran.
TRANSAKSI VALUTA ASING MENURUT HUKUM ISLAM
Qusthoniah, Qusthoniah
Syari'ah Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Indragiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.242 KB)
|
DOI: 10.32520/.v2i1.21
Tulisan ini secara khusus membahas tentang transaksi valuta asing dalam pandangan Islam. Ditemui bahwa tidak semua jenis transaksi valuta asing dapat dibenarkan secara hukum Islam. Valuta asing jenisnya ada tiga (spot, forward dan swap). Nah, valuta asing yang hanya bisa diterima dalam praktek muamalah Islam adalah transaksi valuta asing jenis spot. Transaksi forwarddan swaphanya dibenarkan dalam kondisi darurat mengingat hukum asalnya adalah haram dan indikasi darurat ini tidak akan terjadi. Persoalan ini disebabkan oleh pentingnya transaksi valuta asing dalam kaitannya dengan hubungan Internasional sudah bisa dipenuhi oleh transaksi spot. Justru itu, tidak ada alasan yang kuat untuk membenarkan transaksi forwarddan swapini.