cover
Contact Name
Ratna Puji Priyanti
Contact Email
jikep.stikespemkab@gmail.com
Phone
+6281232900100
Journal Mail Official
jikep.stikespemkab@gmail.com
Editorial Address
LPPM - STIKES Pemkab Jombang Jl. Dr. Soetomo No. 75-77 Jombang Jawa Timur, Indonesia 61418 Telp./Fax. 0321-870214
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing)
Published by STIKES Pemkab Jombang
ISSN : 24774391     EISSN : 25283022     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientifics Journal of Nursing) is a place of publication for researchers in the field of nursing and health care. Jurnal Ilmiah Keperwatan are peer-reviewer journals published semi-annually twice in a year. Jurnal Ilmiah Keperawatan published by STIKES Pemkab Jombang. The Journal particullary for studies that aims to understanding and evaluating the nursing care and implication on its practice, in which consist of rigourus design and methods that answer the research questions. Jurnal Ilmiah Keperawatan offer benefits for the author : Highly recomended peer-review journal in nursing field Offer the plagiarsm check include in all in publications fee Good quality journal with low pubication fee Indexed in all major database
Articles 573 Documents
EFEKTIVITAS PELATIHAN DOKUMENTASI KEPERAWATAN MENGGUNAKAN PANDUAN TEKNIS TERHADAP KETERAMPILAN DOKUMENTASI KEPERAWATAN PADA MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS TIMOR: The Effectiveness of Nursing Documentation Training Using Technical Guideline on Nursing Documentation skills in Nursing Students at Universitas Timor Maria Paula Marla Nahak
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 1 (2023): JIKep | Februari 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i1.1388

Abstract

Pendahuluan: Kualitas dokumentasi asuhan keperawatan merupakan salah satu indikator mutu pelayanan keperawatan. Dokumentasi keperawatan yang kurang lengkap akan menyebabkan ketidaklengkapan informasi kesehatan yang pada akhirnya akan berdampak buruk terhadap pasien, sehingga pelatihan dokumentasi asuhan keperawatan harus dimulai sejak seseorang menjadi mahasiswa. Tujuan: Menganalisis efektivitas pelatihan dengan menggunakan panduan teknis dokumentasi keperawatan terhadap kemampuan dokumentasi keperawatan menggunakan buku SDKI SLKI dan SIKI pada Mahasiswa Keperawatan. Metode: Menggunakan rancangan one grup pretest-posttest design, responden diambil menggunakan total sampling pada seluruh mahasiswa aktif semester I, program studi Diploma III Keperawatan, Universitas Timor, Indonesia, sejumlah 65 orang. Hasil: Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan adanya perbedaan nilai mean sebelum (4,92) dan sesudah (7,74) pelatihan dengan menggunakan panduan teknis dokumentasi keperawatan yang disusun oleh peneliti. Nilai p value= 0,000 menunjukkan terdapat perbedaan keterampilan sebelum dan sesudah diberikan pelatihan dengan menggunakan panduan teknis dokumentasi keperawatan. Kesimpulan: Pelatihan dengan menggunakan panduan teknis secara efektif meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam dokumentasi asuhan keperawatan. Dosen diharapkan memperbanyak metode pembelajaran studi kasus untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam melakukan dokumentasi keperawatan
KAJIAN KESEDIAAN MASYARAKAT TERHADAP VAKSINASI COVID-19 DI INDONESIA: Analysis of Community Willingness to Get Covid-19 Vaccination in Indonesia Nofri Rahmadika; Ratna Puspita; Azzahra Brenda Tam; Elmiraz Takbirani
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 1 (2023): JIKep | Februari 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i1.1389

Abstract

Pendahuluan: Data epidemiologis menunjukkan bahwa sebagian besar populasi harus divaksinasi untuk mencapai kekebalan komunitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan kesediaan masyarakat Indonesia menerima vaksinasi COVID-19. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional pada Warga Negara Indonesia (WNI) usia 18-60 tahun. Sampel diambil dengan metode convenience sampling. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan kuesioner anonim yang didistribusikan secara online dari tanggal 3 hingga 12 Maret 2021. Hasil: Hasil Penelitian menunjukkan dari total sample sebanyak 483 orang, mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (71,9%), berusia 18-25 tahun (57%), tamat S1 (52%), tenaga kesahatan (59,3%), belum menikah (66,2%), berdomisili di jawa (82,7%), dan telah vaksinasi covid tahap 1 (83,5%). Hasil uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p = 0,015), domisili (p = 0,000), Tingkat Pendidikan (p = 0,000), pekerjaan (p = 0,000), kepemilikan asuransi (p = 0,000), riwayat vaksinasi sebelumnya (p = 0,004) dan kesediaan vaksinasi COVID-19. Sedangkan usia dan riwayat penyakit penyerta (comorbid) tidak berhubungan dengan kesediaan vaksinasi COVID-19. Kesimpulan: Adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, domisili, tenaga kesehatan, kepemilikan asuransi kesehatan, dan riwayat vaksin sebelumnya dengan kesediaan menerima vaksin COVID-19 (p <0.05) di Indonesia.
STUDI KASUS: PERAWATAN PALIATIF KARSINOMA PAYUDARA STADIUM LANJUT MELALUI PENDEKATAN MODEL ADAPTASI ROY: Case Study: Palliative Treatment of Advanced Stage Of Breast Carcinoma Through The Roy Adaptation Model Approach Tuti Suhertini; Dewi Irawati; Riri Maria
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 1 (2023): JIKep | Februari 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i1.1390

Abstract

Breast cancer patients with advanced stages who have undergone previous cancer treatment require palliative care support in an effort to fulfill their health needs. Mrs. N, a 60 year old woman, with metastatic breast carcinoma of the lung and (suspected) skin, was initially admitted to the ward with further chemotherapy plans. The patient and family decided to move treatment at the Jakarta Hospital from the previous hospital with high hopes of recovery. The patient has extensive breast wounds on the chest to the right abdomen and back. The patient complains of fatigue and pain all over the body with a pain scale of NRS=5. With the current state of the advanced stage, the Doctor in Charge of the Patient (DPJP) decides that the patient will switch treatment goals to palliative care. Researchers use this adaptation model with the aim of helping patients and families recognize health problems faced by looking at humans as a whole (bio-psycho-social) and helping to use positive coping to be able to adapt. The nursing assessment was carried out using Roy's Adaptation Model theory so that the main problems were obtained, namely nutritional deficits and knowledge deficits about palliative management. Nutritional management interventions by maintaining nutritional intake by administering a liquid diet 6x250 cc/day and extra egg whites 2-3 eggs/day through a Naso Gastric Tube (NGT) tube and health education about palliative care provided in collaboration with DPJP, a specialist in internal medicine with a subspecialty of hematology -medical oncology. Implementation is carried out by nurses for 6 days of treatment with evaluation assessments every day. The results showed that the patient's nutritional status improved by maintaining nutritional intake through the provision of food and drink per NGT and patient and family knowledge regarding palliative care increased. Result from this case study, nursing care using Roy's Adaptation Model theory can be applied to the condition of advanced cancer patients with palliative care so that the patient's nursing problems can be resolved properly. .
HUBUNGAN BEBAN KELUARGA DENGAN KEMAMPUAN KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN HALUSINASI: The Relationship Between Family Burden and The Ability of Family in Treating Patients of Hallucinations Ayu Pratiwi; Yunike Edmaningsih
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 1 (2023): JIKep | Februari 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i1.1394

Abstract

Pendahuluan: Halusinasi atau gangguan jiwa mengakibatkan penderita stres dan keluarga yang merawat penderita halusinasi merasa terbebani, baik beban subyektif (kecemasan, kesedihan, kekecewaan, rasa bersalah, jenuh), maupun beban objektif (beban keuangan dalam pengobatan atau perawatan, tempat tinggal, makanan, maupun transportasi). Kemampuan keluarga merawat yang baik dapat menciptakan kondisi lingkungan yang kondusif dan suportif, mampu menghargai pasien secara pribadi dan membantu pemecahan masalah yang dialami pasien halusinasi. Tujuan: mengetahui hubungan antara beban keluarga dengan kemampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga pasien halusinasi di Puskesmas Kunciran. Metode: desain penelitian kuantitatif deskriptif korelasi menggunakan Total sampling dengan sampel 42 responden, menggunakan analisa Uji Chi Square. Hasil: Dari 42 responden didapatkan beban keluarga yang bernilai sedang terdapat 27 responden (64,3%), dan kemampuan merawat yang bernilai kurang terdapat 30 responden (71,4%). Berdasarkan Uji Chi-Square diperoleh hasil p-value= (0,202>0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan antara beban keluarga dengan kemampuan merawat pasien halusinasi di Puskesmas Kunciran. Kesimpulan: Faktor-Faktor yang menyebabkan tidak terdapat adanya hubungan antara beban keluarga dengan kemampuan keluarga dalam merawat pasien halusinasi yaitu dukungan sosial, strategi koping, kualitas hidup, status kesehatan, tingkat pengetahuan, pelayanan kesehatan. Diharapkan keluarga selalu memperhatikan dan mendukung dalam upaya merawat anggota keluarga dengan pasien halusinasi.
PREVALENSI RESIKO ERGONOMI PADA KEJADIAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) DI SEKTOR PERKANTORAN INDONESIA: Ergonomic Risk Prevalence in Musculoskeletal Disorders (MSDs) in the Indonesian Office Sector Fadma Putri; Fidyatul Nazhira; Miftahul Nur ‘Amaliyah; Ichlasul Amalia Romadona
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 1 (2023): JIKep | Februari 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i1.1395

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan teknologi industri kian hari kian berkembang. Digitalisasi yang terjadi pada sektor perkantoran dapat dilihat dari cepatnya penyebaran dan penerimaan informasi. Kemudahan digitalisasi dan kebutuhan digitalisasi yang semakin kompleks tentunya juga berpengaruh pada peningkatan interaksi manusia-mesin di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Prevalensi Resiko Ergonomi Pada Kejadian Musculoskeletal Disorders (MSDs) di Sektor Perkantoran Indonesia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan melibatkan 405 responden. Data diperoleh dari data kuesioner untuk mencatat data demografi maupun karakteristik pekerja dan kuisioner Nordic Body Maps (NBM) untuk mengetahui tingkat keluhan pada regio tubuh. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif (persentase) dan disajikan dalam bentuk tabel, diagram dan narasi. Hasil: Penelitian menunjukkan prevalensi resiko ergonomi pada Kejadian Musculoskeletal Disorders (MSDs) kategori “tidak sakit” 0%, “agak sakit” 49%, “sakit” 43% dan “sangat sakit” 8%. Kesimpulan: Terkait dengan status resiko Ergonomi pada kejadian Musculoskeletal Disorders (MSDs) dihitung menggunakan Nordic Body Map (NBM), tidak ada responden yang berada pada kategori rendah artinya seluruh responden mengalami resiko kejadian Musculoskeletal Disorders (MSDs), dengan tingkat resiko yang variatif.
LITERATUR REVIEW: DIABETES MELLITUS TIPE 2 DAN OSTEOARTHRITIS IMPLIKASI UNTUK MANAJEMEN FISIOTERAPI: A Literature Review: Type 2 Diabetes Mellitus and Osteoarthritis Implications for management of Physiotherapy Ken Siwi; Hamzah Sameeh Abu Hilail; Mutiara Firdaus Arafiq
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 1 (2023): JIKep | Februari 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i1.1396

Abstract

Pendahuluan : Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mengancam kesehatan dan kualitas hidup secara global. Diabetes melitus memiliki hubungan dengan patofisiologi Osteoarthritis dan terkadang muncul bersamaan secara tidak sengaja karena prevalensinya yang tinggi dan risiko yang sama. Tujuan: Literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara diabetes melitus tipe 2 (T2DM), Osteoarthritis (OA) dan aktivitas fisik seperti apa yang dapat diberikan oleh fisioterapi. Metode: Penelitian ini adalah literatur review dengan metode PICO menganalisis artikel dari PubMed dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci Diabetes Mellitus, T2DM, Osteoarthritis, Fisioterapi, dan Aktivitas Fisik. Hasil: Review dari 20 artikel menyebutkan bahwa diabetes, kartilago/kondrosit tulang, resistensi insulin, dan T2DM merupakan konsekuensi dari obesitas visceral, yang bersumber dari tingginya sitokin pro-inflamasi, menyebabkan inflamasi metabolik kronis yang dapat menyebabkan kerusakan struktural sendi. Kesimpulan: Efek yang mungkin dari diabetes menyebabkan berbagai perubahan pada struktur tulang, hal ini kemungkinan besar akan meningkatkan risiko OA. Peran Fisioterapis dalam penatalaksanaan osteoarthritis disertai T2DM adalah memberikan pengarahan tentang aktivitas fisik yang aman untuk mencapai kapasitas fisik dan fungsional yang optimal
STUDI DESKRIPTIF MOTORIK KASAR ANAK CEREBRAL PALSY : Descriptive Study of Gross Motor Ability in Children with Cerebral Palsy Khabib Abdullah; Al Um Aniswatun Khasanah; Khairunnisa
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 1 (2023): JIKep | Februari 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i1.1397

Abstract

Pendahuluan : Cerebral palsy merupakan permasalahan perkembangan otak pada masa tumbuh kembang. Kelainan ini akan mengakibatkan keterlambatan perkembangan motorik kasar. Motorik kasar adalah kemampuan anak untuk bergerak melawan gravitasi seperti posisi kelurusan kepada dan badan, gerakan berguling, duduk, merangkak hingga berdiri dan berjalan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan gerak motorik kasar anak cerebral palsy yang tergabung pada komunitas WA Grup cerebral palsy di beberapa kota di Indonesia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif. Penelitian dilakukan di beberapa komunitas WA Grup di Indonesia (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara). Hasil: Dari 136 responden orang tua anak cerebral palsy, didapatkan data rerata usia anak CP adalah 5.4 tahun, jenis kelamin laki-laki (53%) dan perempuan (47%), tipe CP terbanyak adalah spastic quadriplegia (26%), 76% mengalami asimetri kepala dan badan, 43% belum bisa tengkurap-terlentang, 53% belum bisa duduk, 68% belum bisa merangkak, 65% belum bisa berdiri, 76% belum bisa berjalan. Kesimpulan: Sebagian besar anak pada penelitian ini mengalami CP tipe berat/quadriplegia dengan asimetri kepala sehingga mengakibatkan perkembangan motorik kasar tidak sesuai dengan fase dan usianya. Untuk langkah selanjutnya perlu diberikan edukasi fisioterapi berupa latihan orientasi tengah tubuh dan kepala, berguling, duduk, merangkak hingga berjalan untuk mengejar ketertinggalan motorik kasar pada subyek
TERAPI LATIHAN PADA WANITA MENOPAUSE DI RUMAH SAKIT HAJI SURABAYA: Exercise Therapy in Menopause Women at Haji Hospital Surabaya Nurul Romadhona; Anita Fardilla Rahim; Imma Nuriya; Khairunnisa
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 1 (2023): JIKep | Februari 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i1.1398

Abstract

Pendahuluan : Menopause adalah fase di mana organ reproduksi menurun, terutama fungsi ovarium, yang mengakibatkan penurunan hormon reproduksi seperti estrogen, progesteron, dan testosteron. Keadaan ini menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang pada akhirnya akan berdampak pada kualitas hidup. Untuk mengatasi hal ini, intervensi seperti terapi latihan fisik direkomendasikan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kualitas hidup wanita menopause yang secara teratur melakukan terapi latihan fisik di Rumah Sakit Haji Surabaya. Metode: Dengan studi cross-sectional, observasional analitik menggunakan kuesioner standar WHO, WHOQOL-BREF, untuk mengumpulkan data penelitian (World Health Organization-Quality of Life). Hasil: Berdasarkan hasil t test sampel (? = 0,05%), terdapat hubungan yang signifikan antara terapi latihan fisik dan kualitas hidup wanita menopause, dengan koefisien jalur 0,941 dan nilai p 0,007. Kesimpulan: Wanita menopause yang latihan fisik lebih dari enam kali setiap pekan memiliki kualitas hidup tertinggi, dibandingkan dengan wanita menopause yang berolahraga antara 1-3 kali setiap pekan dan antara 4-6 kali setiap pekan. Atas dasar ini, perlu adanya terapi latihan fisik secara teratur, terutama bagi wanita menopause, karena semakin rutin dan konsisten dilakukan, maka akan semakin baik hasil dari segi kualitas hidup wanita menopause
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM DESA INISIASI TANGGAP HIPERTENSI (DISTANSI): Empowerment of Health Cadre in Implementing the Village Initiating Hypertension Response (DISTANSI) Program Desy Siswi Anjar Sari; Siswati; Fitri Firranda Nurmalinsyah
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 1 (2023): JIKep | Februari 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i1.1400

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dan telah di akui sebagai contributor utama terhadap beban penyakit kardiovaskular juga penyumbang utama kematian. Hampir di semua negara, hipertensi menduduki peringkat pertama sebagai penyakit yang sering di jumpai di seluruh dunia. Tujuan: untuk mengidentifikasi peningkatan kemampuan kognitif serta psikomotor para kader kesehatan dalam tanggap terhadap penyakit hipertensi pada lansia. Metode: Penelitian kuantitatif analitik korelasional dengan pendekaatan cross sectional. Populasi adalah para kader kesehatan sebanyak 31 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Pengukuran kemampuan pengetahuan psikomotor kader kesehatan dengan menggunakan lembar checklis observasi. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Kegiatan pemberdayaan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader kesehatan tentang Program DISTANSI. Namun, terkait kemampuan psikomotor kader kesehatan dalam melakukan Program DISTANSI masih perlu dilakukan upaya-upaya yang dapat mendukung peningkatan kemampuan psikomotor para kader tersebut selain dengan peningkatan pengetahuan melalui pelatihan. Kesimpulan: Meningkatnya pengetahuan para kader  kesehatan Desa Bandung tentang pola hidup sehat untuk menghindari hipertensi serta mengetahui cara penanganan dan pencegahan komplikasi kasus hipertensi dan mampu menjelaskan ke masyarakat.
STUDI KASUS: PROGRAM FISIOTERAPI PADA ASMA BRONKIALE : Case Study : Physiotherapy Programs in Asthma Bronkial Ifa Gerhanawati; Anik Murwani Darajatun; Afifah Nuraini
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 1 (2023): JIKep | Februari 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i1.1401

Abstract

Pendahuluan : Asma bronkial adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh keadaan napas yang sangat peka terhadap berbagai rangsangan. Akibat dari kepekaan yang berlebihan itu terjadilah  penyempitan saluran napas secara menyeluruh. Hasil Riset Kesehatan Dasar  (Riskesdas) tahun 2009 terdapat 4% prevalensi asma. Dari 240  juta penduduk Indonesia, terdapat sekitar 10 juta penderita asma, dimana sebagian besar adalah  anak-anak. Asma bronkial disebabkan oleh penyempitan pada saluran napas secara menyeluruh dengan gejala sesak napas, mukus yang kental dan sulit dikeluarkan, pola napas cepat dan pendek, serta adanya mengi. Salah satu  upaya penanganan asma bronkial adalah dengan fisioterapi. Tujuan: Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui efektivitas program fisioterapi dengan mengunakan Nebulizer dan Chest Physiotherapy untuk memperbaiki fungsi respirasi, penurunan sesak nafas dan peningkatan aktivitas fungsional, diukur dengan menggunakan skala New York Heart Association (NYHA). Metode: Berikut adalah beberapa cara atau metode pencegahan maupun pengobatan seperti menggunakan Microwave Dhiathermy, Infra Red, terapi inhalasi dengan nebulizer, terapi latihan chest physiotherapy (postural drainase, clapping, vibrasi, batuk efektif, latihan napas).