cover
Contact Name
Ratna Puji Priyanti
Contact Email
jikep.stikespemkab@gmail.com
Phone
+6281232900100
Journal Mail Official
jikep.stikespemkab@gmail.com
Editorial Address
LPPM - STIKES Pemkab Jombang Jl. Dr. Soetomo No. 75-77 Jombang Jawa Timur, Indonesia 61418 Telp./Fax. 0321-870214
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing)
Published by STIKES Pemkab Jombang
ISSN : 24774391     EISSN : 25283022     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientifics Journal of Nursing) is a place of publication for researchers in the field of nursing and health care. Jurnal Ilmiah Keperwatan are peer-reviewer journals published semi-annually twice in a year. Jurnal Ilmiah Keperawatan published by STIKES Pemkab Jombang. The Journal particullary for studies that aims to understanding and evaluating the nursing care and implication on its practice, in which consist of rigourus design and methods that answer the research questions. Jurnal Ilmiah Keperawatan offer benefits for the author : Highly recomended peer-review journal in nursing field Offer the plagiarsm check include in all in publications fee Good quality journal with low pubication fee Indexed in all major database
Articles 573 Documents
PENGARUH PSIKOEDUKASI AUDIOVISUAL TERHADAP BELIEF REMAJA DALAM PENCEGAHAN DRUG ABUSE DI KABUPATEN TUBAN: The Effect of Audiovisual Psychoeducation on Adolescent Belief in Drug Abuse Prevention in Tuban District Roudlotul Jannah; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 8 No. 4 (2022): JIKep | Oktober 2022
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.962 KB) | DOI: 10.33023/jikep.v8i4.1230

Abstract

Pendahuluan : Survey United Nations Office on Drug and Crime (2018), menyebutkan sebanyak 275 juta penduduk di dunia atau 5,6% penduduk dunia (usia 15-64 tahun) pernah mengonsumsi narkoba. Kabupaten Tuban mengalami peningkatan signifikan terkait kasus narkoba. Data Polres Tuban, mencatat peningkatan kasus hingga 173,68% jika dibandingkan dengan kasus serupa pada tahun 2017. Tercatat tahun 2018, jumlah kasus narkoba yang ditangani oleh Sat Resnarkoba Polres Tuban ada sebanyak 52 kasus. Metode : Penelitian kuantitatif yang menggunakan desain quasy experiment dengan pre-post control group design. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan sebab akibat dengan pemberian intervensi psikoedukasi audiovisual. Populasi penelitian adalah seluruh siswa di SMPN 2 Tuban sebanyak 761 siswa, sampel yang digunakan masing-masing kelompok 20 orang dengan tehnik simple random sampling. Kelompok intervensi diberikan psikoedukasi audiovisual dan kelompok kontrol dengan leaflet. Data dikumpulkan dengan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon Sign Rank Test dan uji Mann Whitney. Hasil : menunjukkan bahwa rata-rata nilai post test untuk belief remaja kelompok intervensi (91,95) lebih besar daripada kelompok kontrol (87,10) dengan selisih 4,82, ini menunjukkan metode psikoedukasi audiovisual mempunyai hasil yang lebih baik dalam meningkatkan belief remaja dalam upaya pencegahan drug abuse. Kesimpulan : Pemberian edukasi dengan multi media seperti audiovisual penting dilakukan untuk peningkatan belief remaja dalam pembentukan sikap yang positif untuk pencegahan drug abuse.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM PENGENDALIAN FAKTOR RISIKO HIPERTENSI DI DESA REJOAGUNG KECAMATAN PLOSO KABUPATEN JOMBANG: Empowerment of Health Careers in Control Hypertension Risk Factors in Rejoagung Village Ploso District, Jombang Regency Siswati; Heni Maryati; Supriliyah Praningsih
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 8 No. 4 (2022): JIKep | Oktober 2022
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.663 KB) | DOI: 10.33023/jikep.v8i4.1280

Abstract

Pendahuluan: Kader merupakan bagian penting pelaksanaan upaya promotif bagi tenaga kesehatan. Pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengendalikan faktor risiko masih rendah, sehingga memerlukan pelatihan untuk dapat menjalankan peran sebagai bagian dari upaya promotif berbasis masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan kader dalam mengendalikan faktor risiko hipertensi. Metode: Jenis penelitian adalah quasi eksperimen, pre test-post test.,Populasi penelitian yaitu kader kesehatan, dengan teknik total sampling didapatkan sampel sebanyak 30 kader. Variabel independen adalah pemberdayaan kader, sedangkan variabel dependen adalah pengendalian faktor risiko hipertensi. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi lalu dianalisis dengan uji mann whitney (?:0,05). Hasil: Hasil uji statistik didapatkan p>0,0000 artinya ada pengaruh yang signifikan pemberdayaan terhadap kegiatan pengendalian faktor risiko hipertensi. Perubahan setelah dilakukan pemberdayaan adalah peningkatan keterampilan mengukur lingkar perut, menghitung IMT, kemampuan berkomunikasi efektif dengan peserta posyandu. Diskusi: Peningkatan pengetahuan dan keterampilan responden membuktikan bahwa upaya promotif melalui pemberdayaan masih sangat relevan saat ini. Pelatihan secara intensif mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader. Pengetahuan dan keterampilan yang didapatkan menjadikan kader lebih percaya diri dalam melakukan pengukuran faktor risiko hipertensi. Setelah mampu menentukan faktor risiko hipertensi, kader dapat dengan mudah mengajak para penderita hipertensi untuk melakukan pengendalian faktor risiko melalui kegiatan senam hipertensi dan memberikan nasihat pencegahan hipertensi.
KORELASI PEMBELAJARAN DARING (ONLINE) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR REMAJA DI MASA PANDEMI COVID-19: The Correlation Between Online Learning and Student’s Motivation During Covid-19 Pandemic Siti Haryani; Joyo Minardo; Ana Puji Astuti
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 8 No. 4 (2022): JIKep | Oktober 2022
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.991 KB) | DOI: 10.33023/jikep.v8i4.1281

Abstract

Belajar merupakan proses interaksi mahasiswa dengan dosen dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar. Sistem pembelajaran dalam jaringan (onine) adalah sistem pembelajaran tanpa tatap muka langsung antara dosen dan mahasiswa tetapi dilakukan secara online dengan menggunakan jaringan internet. Guru harus memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meskipun siswa berada di rumah. Sehingga guru dituntut untuk mampu merancang media pembelajaran sebagai suatu inovasi dengan memanfaatkan media online. Pembelajaran ini dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pembelajaran online dengan motivasi belajar siswa. Metode Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan validitas r >0,444 dan reliabilitas 0,885. Analisis data menggunakan Produt Moment Pearson's. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 152 siswa dengan teknik total sampling. Hasil Dari penelitian diketahui bahwa pembelajaran online dalam kategori baik 79,6%, motivasi siswa dalam motivasi tinggi 49,1%. Analisis bivariat memiliki hubungan antara pembelajaran online dengan motivasi belajar siswa dengan taraf signifikansi p=0,000.Kesimpulan dan Saran. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara pembelajaran online dengan motivasi belajar siswa. Saran dari penelitian ini adalah memelihara sistem pembelajaran dan motivasi belajar siswa.
GAMBARAN FUNGSI KOGNITIF BERDASARKAN KARAKTERISTIK LANSIA YANG TINGGAL DI KOMUNITAS : Cognitive Functions Based on the Characteristics of Elderly Indwelling-Community Kamilia Mardiana; Sugiharto
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 8 No. 4 (2022): JIKep | Oktober 2022
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.064 KB) | DOI: 10.33023/jikep.v8i4.1283

Abstract

Latar Belakang: Aging Process atau proses menua dapat berdampak terhadap terjadinya penurunan kemampuan biologis, psikologis dan sosiologis. secara bilogis, lansia dapat mengalami penurunan sistem saraf pusat berupa melemahnya kemampuan persepsi sensori dan motorik. Sebagai akibatnya, penurunan fungsi kognitif dapat terjadi pada lansia. Penurunan fungsi kognitif tersebut dapat dipengaruhi beberapa faktor diantaranya usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan, status tinggal dan aktivitas sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran fungsi kognitif berdasarkan karakteristik lansia yang tinggal di komunitas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Untuk pengumpulan data menggunakan teknik total sampling. Sampel pada penelitian ini terdapat 185 lansia yang tinggal di Desa Bugangan. Fungsi kognitif responden diukur menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE). Hasil: Berdasakan kriteria inklusi dan eksklusi, sebanyak 151 lansia memenuhi syarat dan berkenan menjadi responden pada penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata responden berusia 69 tahun (SD = 5.54). Lebih dari separuh responden (57%) berjenis kelamin perempuan. Sebagian besar responden tidak sekolah (65%). Sebanyak 83 responden masih aktif bekerja dengan pendapatan dibawah UMR. Mayoritas responden (90%) tinggal bersama keluarga besar dan 126 responden masih aktif mengikuti kegiatan sosial. 97 responden mengalami penurunan fungsi kognitif yaitu 69 responden ringan, dan 28 berat. Simpulan: Penurunan fungsi kognitif pada lansia dapat terjadi seiring dengan bertambahnya usia, dari penurunan kognitif ringan sampai berat. Perawat komunitas diharapkan dapat memberikan intervensi seperti cognitive stimulation therapy agar dapat meminimalisir terjadinya gangguan fungsi kognitif lansia. Abstract Background: Aging process affects the decrease of biological, psychological and sociological aspects. Biologically, the elderly can experience a decrease in the central nervous system that influences of weakened sensory and motor perception abilities. As a result, cognitive decline can occur in the elderly. The decline in cognitive function can be influenced by several factors including age, gender, education level, occupation, income, residence status and social activities. The study aims to determine the description of cognitive function based on the characteristics of the elderly indwelling-community. Methods: The study applied descriptive study with a cross-sectional approach. Total 185 elder people were recruited to be respondents. Mini Mental State Examination (MMSE) was used to assess respondents’ cognitive functions. Results: 151 elder people met the inclusion and exclusion criteria, and willing to become respondents in this study. The results showed that the mean of age was 69 years old (SD = 5.54). More than half of the respondents (57%) are female. Most of the respondents were uneducated (65%). There were 83 respondents are still actively working with income below the minimum wage. The majority of respondents (90%) live with extended family and 126 respondents are still actively participating in social activities. 97 respondents experienced a decline in cognitive function, which classified into mild cognitive disfunction (69 respondents) and severe cognitive disfunction (28 respondents). Conclusion: The decline in cognitive function in the elderly can occur in line with age, from mild to severe cognitive decline. Community nurses are strongly recommended to provide cognitive stimulation therapy for elderly to prevent cognitive disorder among them.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI: Progressive Muscle Therapy to reduce blood pressure in Hypertension Patients Yunita Galih Yudanari; Odilia puspitasari
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 8 No. 4 (2022): JIKep | Oktober 2022
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.315 KB) | DOI: 10.33023/jikep.v8i4.1286

Abstract

APendahuluan : Hipertensi menjadi penyakit yang paling mematikan di Negara maju maupun berkembang selama lebih dari delapan dekade terakhir. Hipertensi di Negara Indonesia menjadi penyebab kematian ketiga selain stroke dan tuberculosis. Penanganan hipertensi dilakukan dengan upaya penurunan tekanan darah dengan perangsangan aktivitas saraf simpatis dan parasimpatis dengan teknik relaksasi otot progresif.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi di desa Asinan Kelurahan Bawen Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang.Metode: Metode dalam penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan desain twogroup pre-post test. Teknik pengambilan data dengan purposive sampling dan Analisis data menggunakan uji dependent dan independent T Test.Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebelum dan setelah diberikan terapi relaksasi otot progresif dari 161.06 mmHg menjadi  138,35 mmHg dan rata-rata tekanan diastolic dari 94.35 mmHg menjadi 85.76 mmHg, hasil  uji beda pengaruh menggunakan Independent T Test diperoleh tekanan darah sistolik p=0,001<?=0,05 dan tekanan darah diastolik p = 0,009 <?=0,05. Hal ini dapat disimpulkan ada pengaruh terapi otot progresif terhadap tekanan darah lansia penderita hipertensi di desa asinan kelurahan bawen kecamatan bawen kabupaten semarang
AKTIVITAS FISIK DAN KORELASINYA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN HIPERTENSI: Physical Activity and Its Correlation with Quality of Life among Patients with Hypertension Ferdy Lainsamputty; Denny Maurits Ruku; Ni Made Dewi Susanti; Yuliyanti Amir
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 8 No. 4 (2022): JIKep | Oktober 2022
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.97 KB) | DOI: 10.33023/jikep.v8i4.1290

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit yang berkontribusi terhadap mortalitas tinggi setiap tahun. Di Indonesia, hipertensi termasuk dalam penyakit yang dominan diderita. Kurangnya aktivitas fisik beresiko meningkatkan terjadinya hipertensi. Faktor ini juga sangat berpotensi mengganggu kualitas hidup penderitanya. Penelitan ini bertujuan untuk mengidentifikasi korelasi antara aktivitas fisik dan kualitas hidup, serta domain keduanya pada pasien hipertensi Metode: Penelitian ini berjenis deskriptif korelasi dengan pendekatan potong lintang menggunakan 146 sampel yang direkrut dengan teknik purposive sampling dari dua rumah sakit umum di Sulawesi Tengah. Kuesioner yang digunakan yaitu International Physical Activity Questionnaeire (IPAQ) dan World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF). Statistik deskriptif (frekuensi, presentasi, rata-rata, standar deviasi, range) dan analisa bivariat (Mann-Whitney, Kruskal-Wallis, Spearman Rank) digunakan mencari hubungan antarvariabel. Statistik deskriptif dan analisa bivariat difungsikan dalam mendeskripsikan dan mengidentifikasi hubungan antar variabel. Hasil: Aktivitas fisik berkorelasi signifikan dengan domain kualitas hidup fisik, psikologis, dan sosial (r = 0,26 - 0,34; p < 0,01). Kesimpulan: Pasien hipertensi yang beraktivitas fisik secara optimal, juga mempunyai persepsi yang baik terhadap status kesehatan fisik, psikologis, dan sosialnya. Introduction: Hypertension contributes to a high mortality anually. In Indonesia, hypertension is common among the population. Lack of physical activity may increase the risk of hypertension. This factor is also very influential on patient’s quality of life.. This study aimed to determine the correlation between physical activity and quality of life (QoL), as well as their domains among hypertensive patients. Methods: This was a descriptive correlational study with cross-sectional approach using 146 samples recruited by purposive sampling technique from two general hospitals in Central Sulawesi. The questionnaires were the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) and the World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF). Descriptive statistics (frequency, presentation, mean, standard deviation, range) and bivariate analysis (Mann-Whitney, Kruskal-Wallis, Spearman Rank) were used to investigate the relationships between variables. Results: Physical activity had a significant correlation with QoL domains of physical, psychological, and social (r = 0,26 - 0,34; p < 0,01). Conclusions: Hypertensive patients who have optimal physical activity also have a good perception of their physical, psychological, and social status.
UPAYA PENCEGAHAN STUNTING BERBASIS APLIKASI PERAN PENTING (PERAWAT DAN BIDAN PEDULI STUNTING) DI KABUPATEN JOMBANG : Stunting Prevention Based on Applications Peran Penting (Nurses and Midwife Care Stunting) in Jombang District Sestu Retno Dwi Andayani; Fadilatul Karomah Maulidiyah; Agustin Nur Imaningsih; Nova Wilujeng Fitria
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 8 No. 4 (2022): JIKep | Oktober 2022
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v8i4.1294

Abstract

Latar Belakang: Pemerintah menargetkan penurunan stunting menjadi 14 % ditahun 2020-2024. Penurunan Stunting menjadi prioritas pemerintah karena sangat mempengaruhi kualitas generasi muda. Diperlukan adanya kepedulian masyarakat untuk mendukung program pemerintah, melalui kader posyandu diharapkan bisa menurunkan stunting dengan bantuan perawat dan bidan dengan memanfaatkan android yang praktis dan mudah diakses oleh para kader posyandu. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi PERAN PENTING terhadap pengetahuan kader dalam memantau pertumbuhan dan gizi ibu maupun bayi. Metode: Jenis penelitian ini adalah pre-experiment dengan rancangan One Group Pretest Posttest Design. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan (variabel independent) dan aplikasi PERAN PENTING (variabel intervening). Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan Jumlah populasi sebanyak 19 jiwa. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian didapatkan nilai p=0,000 a (0,05), dengan 18 responden mengalami peningkatan. Kesimpulan: Dari data hasil tersebut dapat dikatakan bahwa Penggunaan Aplikasi PERAN PENTING berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan  kader. Diskusi: Aplikasi PERAN PENTING memudahkan kader dalam mengakses informasi tentang stunting. Diperlukan adanya berbagai cara untuk memudahkan masyarakat dalam mencari informasi khususnya tentang Stunting.
PERAN FISIOTERAPIS PADA PENANGGULANGAN BENCANA DI INDONESIA DALAM MENDUKUNG KEAMANAN NASIONAL: The Role of Physical Therapist in Disaster Management in Indonesia to Support National Security Nurul Mutmainnah Jamil; Fauzi Bahar; Yuli Subiakto
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 8 No. 4 (2022): JIKep | Oktober 2022
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v8i4.1188

Abstract

Pendahuluan: Indonesia menghadapi tantangan frekuensi kejadian bencana yang cukup sering sebagai salah satu yang dapat mengganggu keamanan nasional. Data BNPB menyebutkan sepanjang tahun 2021 terjadi 3.093 angka kejadian bencana. Keterlibatan seluruh pihak sangat diperlukan dalam manajemen bencana di Indonesia, termasuk fisioterapis. Sayangnya, peran fisioterapis dalam kebencanaan di Indonesia masih belum dikenal, sehingga tulisan ini bertujuan untuk menganalisis peran fisioterapis pada kondisi kebencanaan di Indonesia berdasarkan dokumen kebencanaan internasional dan nasional. Metode: Penelitian ini merupakan review artikel yang diterbitkan pada jurnal online dari tahun 2017-2022, serta dokumen dari konferensi kebencanaan. Analisis deskriptif digunakan dalam review artikel ini. Hasil: Fisioterapis pada manajemen bencana secara ideal berperan dalam keempat fase penanggulangan bencana, diantaranya fase pencegahan dan mitigasi, fase kesiapsiagaan, fase tanggap darurat, dan fase pemulihan. Berdasarkan historis pelaksanaan kebencanaan di Indonesia dengan merujuk pada jurnal dan berita terdahulu, saat ini fisioterapi tidak begitu berperan nyata pada setiap fase kebencanaan, berbeda dengan dokumen-dokumen internasional yang mendukung peran fisioterapi dalam kebencanaan. Simpulan: perlu adanya kolaborasi dan integrasi utamanya antar tenaga medis sehingga membuka ruang implementasi peran fisioterapi sesuai dokumen kebencanaan internasional dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan medis dalam kebencanaan di Indonesia.
SISTEM TRIASE ONLINE DALAM PERAWATAN LUKA SELAMA PANDEMI COVID-19: LITERATUR REVIEW: Online Triage System in Wound Care During The Covid-19 Pandemic: A Literature Review Lya Fitriyani; Saldy Yusuf; Kusrini S Kadar
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 8 No. 4 (2022): JIKep | Oktober 2022
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v8i4.1210

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Perawatan luka adalah aspek penting yang harus terus dilakukan selama COVID-19. Solusi yang bisa dilakukan adalah Triage. Triase dalam perawatan luka bertujuan menentukan tingkat kedaruratan luka sebagai langkah awal pengambilan keputusan klinis. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengkaji penerapan sistem triase online dalam perawatan luka selama COVID-19. Metode: Tinjauan Literatur ini dilakukan dengan mencari artikel di database PubMed, ProQuest, Cochrane Library. Hasil: Sembilan penelitian termasuk kriteria inklusi. Sebuah studi menunjukkan bahwa triase online memiliki dampak positif pada penyembuhan luka 78,4% jika dibandingkan dengan kunjungan langsung 76,0% (p = 0,318). Penggunaan triase berdasarkan jenis luka dan penyakit penyerta pada Ulkus Kaki Diabetik menunjukkan hasil yang positif bahwa 41 (31,8%) pasien sembuh, 3 (1,9%) mengalami amputasi berat, 3 (1,9%) meninggal, 1 (0,7%) positif COVID-19. Indikator yang digunakan sebagai acuan dalam triase adalah pemeriksaan suhu tubuh, CT-Scan dada, pemeriksaan darah, usap nasofaring, penyakit penyerta, dan gambaran luka. Selain itu, empat penelitian menunjukkan beberapa penggunaan media online yang dapat memfasilitasi triase antara lain WhatsApp, mHealth, telehealth. Diskusi: Sistem triase online dapat diterapkan melalui berbagai cara antara lain mengirim foto atau video, melalui pesan teks, video call. penerapan triase luka dapat meminimalkan risiko kontaminasi dengan area berisiko tinggi COVID-19. Kata kunci: COVID-19, Perawatan Luka, Triase Online, ABSTRACT Background: Wound care is important aspect that must be continue during COVID-19. One solution that can be done is Triage. This literature review aims to examine the application of online triage systems in wound care during COVID-19. Method: Current Literature review was conducted by searching for articles in the PubMed, ProQuest, and Cochrane Library databases. Result: Nine studies including of inclusion criteria. One study confirmed that online triage had a positive impact on wound healing 78.4% when compared to in-person visits 76.0% (p = 0.318). Use of triage based on the type of wound and comorbidities on Diabetic Foot Ulcer showed a positive result, 41 (31.8%) patients recovered, 3 (1.9%) had major amputations, 3 (1.9%) died, 1 (0.7%) positive for COVID-19. Indicators used as a reference in triage are body temperature checks, chest CT-Scan, blood tests, nasopharyngeal swabs, comorbid diseases, and wound features. In addition, four studies report various platform, including; WhatsApp, mHealth, and Telehealth. Discussion: the online triage system can be applied through various methods including sending photos or videos, via text messages, video calls. The application of wound triage can minimize the risk of contamination with highrisk areas COVID-19. Keyword: COVID-19, Online Triage, Wound Care
PENGARUH EDUKASI MANAJEMEN LAKTASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN MOTIVASI IBU HAMIL DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF: The Effect of Lactation Management Education on Knowledge and Motivation of Pregnant Mothers in Give Exclusive Breast Milk Mariani Mariani; Yulia Rahmawati Hasanah
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 8 No. 4 (2022): JIKep | Oktober 2022
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v8i4.1287

Abstract

endahuluan : Gerakan nasional peningkatan pemberian ASI merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Upaya ini sangat penting untuk meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif, sehingga perlu dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Ibu sebagai pelopor peningkatan kualitas sumber daya manusia indonesia, patut untuk meningkatkan pengetahuan dan menyadari pentingnya pemberian ASI eksklusif. Meskipun pada dasarnya, setiap ibu melahirkan secara naluri mampu menjalankan tugasnya untuk menyusui bayinya. Namun demikian, untuk mempraktikkan bagaimana menyusui yang baik dan benar setiap ibu perlu mempelajarinya. Karena setiap bayi lahir merupakan individu tersendiri, yang mempunyai variasi dan spesifikasi sendiri. Oleh sebab itu, perlu adanya edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi ibu dalam pemberian ASI Eksklusif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh edukasi manajemen laktasi terhadap pengetahuan dan motivasi ibu hamil dalam memberikan ASI Eksklusif. Penelitian ini menggunakan pre eksperimental design yang berbentuk one group pre-post test. Sampel yang digunakan total sampling, sejumlah 30 responden, dengan menggunakan uji pairet sample t-test. Hasil menunjukan bahwa pengetahuan dan motivasi ibu hamil dalam pemberian ASI Eksklusif sebelum dan sesudah diberikan edukasi manajemen laktasi menunjukkan adanya pengaruh yang bermakna, dimana P= 0,000 lebih kecil dari ? = 0.005. Sehingga edukasi manajemen laktasi perlu ditingkatkan agar capaian pemberian ASI Eksklusif meningkat.