cover
Contact Name
Ratna Puji Priyanti
Contact Email
jikep.stikespemkab@gmail.com
Phone
+6281232900100
Journal Mail Official
jikep.stikespemkab@gmail.com
Editorial Address
LPPM - STIKES Pemkab Jombang Jl. Dr. Soetomo No. 75-77 Jombang Jawa Timur, Indonesia 61418 Telp./Fax. 0321-870214
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing)
Published by STIKES Pemkab Jombang
ISSN : 24774391     EISSN : 25283022     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientifics Journal of Nursing) is a place of publication for researchers in the field of nursing and health care. Jurnal Ilmiah Keperwatan are peer-reviewer journals published semi-annually twice in a year. Jurnal Ilmiah Keperawatan published by STIKES Pemkab Jombang. The Journal particullary for studies that aims to understanding and evaluating the nursing care and implication on its practice, in which consist of rigourus design and methods that answer the research questions. Jurnal Ilmiah Keperawatan offer benefits for the author : Highly recomended peer-review journal in nursing field Offer the plagiarsm check include in all in publications fee Good quality journal with low pubication fee Indexed in all major database
Articles 573 Documents
EFEK POSITIF LATIHAN PLIOMETRIK TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN PADA ATLET DENGAN RIWAYAT CEDERA KRONIK ANKLE SPRAIN: Positive Effects of Plyometric Exercise on Increasing Agility in Athletes with a History of Chronic Ankle Sprain Injury Cakra Waritsu; Ken Siwi; Nurul Faj’ri Romadhona; Al Vurqon Ramadhani
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 1 (2023): JIKep | Februari 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i1.1402

Abstract

Pendahuluan : Pliometrik merupakan bentuk latihan strength and conditioning yang sangat populer dan telah dipelajari secara ekstensif selama beberapa dekade terakhir. Latihan pliometrik dapat meningkatkan kelincahan, komponen penting dalam permainan sepak bola. Namun, efek latihan pliometrik terhadap peningkatan kelincahan masih menjadi perdebatan. Tujuan: untuk membuktikan efek latihan pliometrik terhadap peningkatan kelincahan pada atlet dengan riwayat cedera kronik ankle sprain. Metode: Penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan rancangan penelitian One Groups Pretest-Posttest Design. Sebanyak 12 remaja laki-laki usia 16 – 19 tahun, indeks masa tubuh (IMT) 18 – 23 kg/m2, tekanan darah normal, denyut jantung istirahat normal dan memiliki riwayat cedera ankle sprain melalui hasil pemeriksaan Chronic Ankle Instability Tools (CAIT), Foot and Ankle Ability Measure (FAAM), Sports Subscale, Single Hop Test and Multiple Hop Test) dengan hasil positif ikut berkontribusi dalam penelitian. Intervensi latihan pliometrik (Mini Hurdle, Z-Drill dan Y-Shaped) dilakukan 4 kali/minggu selama 4 minggu dan dilakukan pada pukul 07.00–09.00 WIB. Pengukuran kelincahan dilakukan sebelum dan setelah 4 minggu latihan pliometrik dengan menggunakan T-Test (satuan detik). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan signifikan kecepatan kelincahan antara pretest vs. posttest (p ? 0,001) Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan latihan pliometrik yang dilakukan 4x/minggu selama 4 minggu efektif dalam meningkatkan kecepatan kelincahan
PENGARUH RELAKSASI BENSON TERHADAP TINGKAT STRES PADA LANSIA DI PSTW JOMBANG : The Effect of Benson's Relaxation to Stress Level of Elderly in Tresna Werdha Social Services Jombang Rodiyah
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 1 (2023): JIKep | Februari 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i1.1407

Abstract

Pendahuluan: Lansia yang tinggal dipanti banyak yang mengalami stres karena mereka tinggal jauh dari lingkungan keluarga. Ada beberapa alasan lansia tinggal dipanti salah satunya karena dibuang oleh keluarganya ada juga alasan karena tidak punya rumah dan keluarga. Kehidupan di panti tentu berbeda dengan kehidupan ketika lansia tersebut bersama-sama dengan keluarganya sehingga bisa menyebabkan stres. Salah satu cara penanganan yang bisa dilakukan yaitu dengan relaksasi Benson. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi Benson terhadap tingkat stres pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimental one group pre-posttest dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang lansia, uji analisis menggunakan uji wilcoxon dengan signifikansi 0,05. Hasil: Hasil uji ststistik dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test pada signifikan (2-tailed) nya sebesar  0,002 yang berarti lebih kecil dari ? (?: tingkat signfikan= 0,05), maka H1 diterima yang artinya ada pengaruh tehnik relaksasi terhadap tingkat stres pada lansia. Hal itu menunjukkan jika ada pengaruh relaksasi Benson terhadap tingkat stres pada lansia. Kesimpulan: Relaksasi Benson terbilang efektif dalam menurunkan stres pada lansia. Relaksasi Benson dapat disarankan menjadi salah satu pilihan terapi non farmakologi untuk mengatasi stres pada lansia.
PENGARUH HEALTH EDUCATION TERHADAP PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA: The Influence of Health Education on Adolescent Reproductive Health Knowledge Helmi Juwita; Surya Prihatini; Andi Adriana Amal; Saldi Yusuf; Sumarmi
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 1 (2023): JIKep | Februari 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i1.1409

Abstract

Pendahuluan : Reproductive health education atau pendidikan kesehatan reproduksi merupakan pendidikan yang sangat penting dilakukan khususnya pada usia remaja termasuk di sekolah. Pendidikan yang diberikan tidak hanya tentang seks, namun penting untuk pendidikan tentang perawatan organ reproduksi remaja maupun pengenalan penyakit-penyakit reproduksi. Namun, tidak semua remaja sudah memiliki pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh health education terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di SMKN 2 Makassar. Metode: Peneitian ini menggunakan desain pre experimental design dengan one group pre-post test design dengan teknik pengambilan sampel nonprobability sampling kemudian dianalisis menggunakan uji paired t tes. Hasil: Terdapat pengaruh health education terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi remaja setelah diberikan health education tentang kesehatan reproduksi yang ditunjukkan dengan nilai P value = 0.001 dengan nilai mean pre test (8.00) dan post test (8.53) Kesimpulan: Health education memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di SMKN 2 Makassar.  
KEMAMPUAN MANAJEMEN DIET PADA PROLANIS DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS JABON-JOMBANG: Diet Management Ability in Prolanis Diabetes Mellitus at Jabon-Jombang Health Center Ahmad Nur Khoiri; Heni Maryati
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 1 (2023): JIKep | Februari 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i1.1413

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang tidak menular dan akan disandang oleh penderita seumur hidupnya (Perkeni, 2015b). Prevalensi diabetes sebagai penyakit tidak menular ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Di Indonesia, jumlah estimasi orang yang menderita diabates sebanyak 10,3 juta orang. Angka tersebut membuat Indonesia peringkat ke-6 di dunia setelah China, India, Amerika Serikat, Brazil, dan Meksiko (IDF, 2017). Pengendalian diabetes terdiri dari empat pilar, yaitu edukasi, aktivitas fisik, terapi diet, dan terapi farmakologi (Perkeni, 2015). Perilaku diet sehat dimungkinkan masih belum dipahami dan diterapkan dengan baik oleh penderita. Tujuan: mendiskripsikan manajemen diet pada prolanis diabetes mellitus di Puskesmas Jabon-Jombang. Metode: Metode kualitatif yaitu meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, subjek penelitian kelompok prolanis diabetes melitus dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data wawancara mendalam (in dept interview). Hasil: prolanis memiliki perilaku diet atau pembatasan asupan makanan selama menderita DM dengan membatasi jumlah porsi makanan dalam sehari, baik jumlah nasi maupun lauk dalam satu porsi. Jenis makanan yang dikonsumsi, jumlah atau volumenya dikurangi dibandingkan sebelum menderita DM. Ukuran jumlah atau volume makanan yang dikonsumsi berdasarkan perkiraan atau insting. Kesimpulan: kelompok prolanis DM memiliki perilaku diet atau pembatasan asupan makanan selama menderita DM dengan cara membatasi jumlah porsi makanan dalam sehari dan jumlah nasi dan lauk dalam satu porsi.
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN AKTIVITAS FISIK PENDERITA DIABETES MELITUS DI RS AIRLANGGA JOMBANG: The Relationship of Self-Efficacy with Physical Activity of People with Diabetes Mellitus at Airlangga Jombang Hospital Alik Septian Mubarrok; Anik Puji Wiyanti
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 1 (2023): JIKep | Februari 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i1.1415

Abstract

Pendahuluan: Aktivitas fisik yang kurang merupakan faktor resiko penyakit kronis (Diabetes). Aktivitas fisik dapat berjalan dengan teratur apabila memiliki kenyakinan diri atau bisa dikenal dengan istilah self-efficacy. Menurut Sample Registration Survey (SRS) tahun 2014 diabetes mellitus penyebab kematian nomor 3 di Indonesia dengan presentase sebesar 6,7%, setelah stroke 21,1% jantung koroner 12,9%. Tujuan: untuk mengetahui hubungan self-efficacy dengan aktivitas fisik pada penderita Diabetes Mellitus. Metode: desain yang digunakan adalah analitik korelasional. Variabel independen dan Dependen Penelitian ini yaitu Self-Efficacy dan Aktivitas Fisik. Populasi sebanyak 85 pasien dan sample sejumlah 70 pasien, teknik sampling menggunakan accidental sampling. Instrumen dengan Kuisoner Baecke et al. Analisa data menggunakan Uji statistic spearman rho. Hasil: analisa data menunjukkan dari 41 responden yang memiliki self-efficacy cukup seluruhnya (100,0%) memiliki aktifitas yang ringan yaitu sejumlah 14 orang dan aktivitas sedang sebanyak 27 orang. Kesimpulan: penderita Diabetes Melitus diharapkan dapat memahami pentingnya self-efficacy dan aktivitas fisik bagi penderita DM terutama yang juga mengalami penyakit degenerative seperti hipertensi dll.
TINGKAT STRES AKADEMIK DAN KUALITAS HIDUP PADA MAHASISWA PENYINTAS COVID-19: Academic Stress Level and Quality of Life on Covid-19 Survivor Students Butsainah Jihan; Chiyar Edison
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 1 (2023): JIKep | Februari 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i1.1416

Abstract

Pendahuluan : Stres akademik merupakan respon yang rentan dialami mahasiswa akibat tuntutan akademik yang tinggi. Timbulnya gejala long covid dinilai dapat mempengaruhi kualitas hidup penyintas covid 19. Tujuan: mengidentifikasi ada tidaknya hubungan stres akademik yang menggunakkan instrumen ASS (Academic Stres Scale) dengan kualitas hidup menggunakkan instrumen WHOQoL-BREF pada mahasiswa keperawatan penyintas covid 19. Metode: Penelitian menggunakkan desain cross sectional dengan melibatkan 106 mahasiswa keperawatan tingkat S1 dan profesi Ners FIK UI. Analisis data menggunakkan analisis univariat serta bivariat (uji chi-square) dengan penggunaan program SPSS dan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil: Uji Chi-square menunjukkan tidak adanya hubungan bermakna antara kedua variabel (p=0,513; 0,381; 0,527; 0,494) pada keempat domain instrumen WHOQoL-BREF. Kesimpulan: Meskipun tidak ada hubungan antara stres akademik dan kualitas hidup, gambaran kualitas hidup pada penyintas Covid-19 perlu menjadi perhatian khususnya domain fisik dan psikologis. Studi ini merekomendasikan perlunya penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi factor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pada penyintas Covid-19.
KEPEMIMPINAN YANG MEMOTIVASI DI ERA PERUBAHAN PARADIGMA PELAYANAN KESEHATAN: Motivating Leadership in An Era of Changing Paradigms of Health Care Yenny Sima; Ariyanti Saleh; Sudirman Nasir
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 1 (2023): JIKep | Februari 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i1.1419

Abstract

Pendahuluan: Pasien sebagai sentra utama dalam perubahan paradigma pelayanan kesehatan membutuhkan kepemimpinan yang memiliki visi dan menginspirasi sehingga dapat meningkatkan motivasi kerja perawat ke tingkat yang lebih tinggi, Beberapa hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti lainnya di bidang keperawatan menunjukkan bahwa tinggi rendahnya motivasi kerja perawat dipengaruhi oleh faktor interpersonal dan faktor dukungan organisasi dalam hal pemberdayaan dan kesiapan sarana yang dibutuhkan. Tujuan: Memperoleh gambaran peran kepemimpinan yang dapat meningkatkan motivasi kerja perawat. Dilakukan di dua rumah sakit yang berbeda dalam hal karakteristiknya, yaitu pada RS. Bhayangkara Tingkat II Mappaodang dan RSUD Kota Makassar. Metode: Menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 141 orang perawat pelaksana yang dipilih secara proportional stratified sampling serta memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Gaya kepemimpinan di RS Bhayangkara Tingkat II Mappaodang memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai p <0,05 terhadap motivasi kerja perawat pelaksana sedangkan di RSUD Kota Makassar tidak berhubungan secara signifikan dengan motivasi kerja perawat di ruang rawat inap dengan nilai p 0,060. Kesimpulan: Peran kepemimpinan perawat dapat lebih direalisasikan melalui transformasi visi organisasi sehingga visi tersebut menjadi visi bersama, memberikan dukungan dan pendampingan dalam setiap penyelesaian masalah melalui peningkatan kompetensi perawat sehingga dapat meningkatkan kepercayaan perawat terhadap seorang pemimpin dan organisasi.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PELAKSANAAN PROTOKOL KESEHATAN PENCEGAHAN COVID-19 PADA SISWA SMP MUHAMMADIYA 3 JAKARTA : Analysis of Factors Associated with Compliance with the Implementation of the Covid-19 Prevention Health Protocol in Muhammadiyah 3 Middle School Students, Jakarta Eni Widiastuti; Erni Rita; Erwan Setiyono; Awaliah; Masmun Zuryati; Idriani
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 1 (2023): JIKep | Februari 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i1.1420

Abstract

Pendahuluan : Pandemi Covid-19 telah merubah seluruh aspek kehidupan termasuk di dunia  pendidikan. Setelah sebelumnya pembelajaran harus dilakukan secara daring untuk mencegah penularan Covid-19, kini tatap muka sudah boleh dilaksanakan namun dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Tujuan: Pada penelitian ini terdapat hubungan sikap dengan kepatuhan pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 pada pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah SMP Muhammadiyah 3 Jakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif  analitik, dengan pendekatan cross-sectional. Tehnik pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 110 siswa. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sikap berhubungan dengan kepatuhan dengan p value 0,013, analisis faktor risiko didapatkan OR 2,28, CI 95%  ( 1,305-6,1300 ),  artinya dari hasil didapatkan bahwa sikap mempunyai   hubungan yang signifikan dengan kepatuhan, dan sikap yang kurang baik berisiko 2,28 kali ketidak patuhan dalam pelaksanaan protokol kesehatan dibandingkan dengan sikap yang baik.  dan untuk variabel pengetahuan siswa terhadap protokol kesehatan Covid-19 didapatkan p value  0,058 artinya pengetahuan tidak hubungan dengan kepatuhan protokol kesehatan, dan tidak menjadikan faktor risiko terhadap ketidak patuhan protokol kesehatan Kesimpulan: Edukasi protokol kesehatan tetap diberikan untuk membentuk sikap yang baik terhadap protokol kesehatan dan perlunya pemantauan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan melalui PHBS di sekolah untuk meningkatkan kepatuhan siswa terhadap pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah SMP Muhammadiyah 3 Jakarta.
PERUBAHAN FISIK DAN PSIKOSOSIAL MEMPENGARUHI KUALITAS HIDUP PASIEN HEMODIALISIS: Physical and Psychosocial Changes Affect the Quality of Life of Hemodialysis Patients Diana Irawati; Slametiningsih; Rizki Nugraha; Dhea Natashia; Asri Narawangsa; Nyimas Heny Purwati; Roswati Handayani
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 1 (2023): JIKep | Februari 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i1.1426

Abstract

Pendahuluan : Hemodialisis (HD) merupakan intervensi yang paling banyak dipilih oleh pasien End Stage Renal Disease (ESRD). Terapi ini dilakukan sepanjang hidup pasien sehingga dapat menyebabkan perubahan fisik dan psikologis. Perubahan yang kompleks dapat menjadi pemicu munculnya kondisi yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan perubahan fisik dan psikososial pasien ESRD yang menjalani HD dengan kualitas hidupnya. Metode: Desain cross-sectional. Sebanyak 117 pasien di unit HD Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih terlibat sebagai partisipan dalam penelitian ini. Hasil: Perubahan fisik berhubungan dengan kualitas hidup (PCS) pasien dengan HD (t = -2.061, p value = 0.042). Perubahan psikologis berhubungan dengan kualitas hidup pasien dengan HD pada komponen PCS dan MCS. Analisis multivariat menunjukan ansietas sebagai prediktor kualitas hidup pada aspek fisik (? = - .252, p = .038), sedangkan lama HD merupakan prediktor kualitas hidup pada aspek psikososial (? = .235, p = .006) Kesimpulan: Perubahan fisik dirasakan oleh pasien dengan frekuensi dan tingkat keparahan yang bervariasi. Berkaitan dengan indikator psikososial, kecemasan merupakan gangguan yang paling banyak dialami oleh pasien yang menjalani HD. Kualitas Hidup Komponen Fisik (PSC) lebih rendah dari Kualitas Hidup Komponen Mental (MCS) sebagai indikator Kualitas Hidup Penyakit Ginjal (KDQOL). Kecemasan dan Durasi HD adalah prediktor potensial Kualitas Hidup Pasien dengan HD
KESIAPAN IBU DALAM MERAWAT ANAK DENGAN PNEUMONIA PASCA HOSPITALISASI: Readiness of Mothers in Treating Children with Pneumonia Post Hospitalization Nyimas Heny Purwati; Dhea Natashia; Anita Apriliawati; Emmy Putri Wahyuni
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 1 (2023): JIKep | Februari 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i1.1427

Abstract

Pendahuluan : Pneumonia merupakan salah satu masalah kesehatan dan penyumbang terbesar penyebab kematian balita di dunia. Upaya perlu dilakukan untuk menyiapkan keluarga dalam asuhan maupun pemberian informasi sebagai persiapan pulang kepada keluarga tentang cara perawatan anak dengan pneuomonia. Hal tersebut menjadi dasar bagi keluarga menindaklanjuti pelaksanaan perawatan dan cara pencegahan pneumonia di rumah secara mandiri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesiapan ibu dalam merawat anak dengan pneumonia pasca hospitalisasi. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan metode cross-sectional, dengan sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita pneumonia usia 2 sampai dengan 59 bulan. Hasil: Hasil analisis uji fisher exact didapatkan p value < 0,05 yang artinya ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, persepsi, dan psikomotor/keterampilan ibu dalam merawat balita dengan pneumonia pasca hospitalisasi. Hasil analisis juga didapatkan nilai OR yang bermakna ibu dengan pengetahuan dan sikap rendah memiliki risiko 88,0 kali lebih besar untuk tidak siap merawat anak dengan pneumonia, dan ibu yang tidak terampil berisiko 16,0 lebih besar untuk tidak siap merawat anak dengan pneumonia pasca hospitalisasi. Kesimpulan: Sehingga penting dilakukannya edukasi kepada orang tua terutama ibu saat berada di rumah sakit untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam rangka kesiapan merawat anak dengan pneumonia pasca hospitalisasi