cover
Contact Name
Ratna Puji Priyanti
Contact Email
jikep.stikespemkab@gmail.com
Phone
+6281232900100
Journal Mail Official
jikep.stikespemkab@gmail.com
Editorial Address
LPPM - STIKES Pemkab Jombang Jl. Dr. Soetomo No. 75-77 Jombang Jawa Timur, Indonesia 61418 Telp./Fax. 0321-870214
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing)
Published by STIKES Pemkab Jombang
ISSN : 24774391     EISSN : 25283022     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientifics Journal of Nursing) is a place of publication for researchers in the field of nursing and health care. Jurnal Ilmiah Keperwatan are peer-reviewer journals published semi-annually twice in a year. Jurnal Ilmiah Keperawatan published by STIKES Pemkab Jombang. The Journal particullary for studies that aims to understanding and evaluating the nursing care and implication on its practice, in which consist of rigourus design and methods that answer the research questions. Jurnal Ilmiah Keperawatan offer benefits for the author : Highly recomended peer-review journal in nursing field Offer the plagiarsm check include in all in publications fee Good quality journal with low pubication fee Indexed in all major database
Articles 573 Documents
DETEKSI DINI RISIKO HIPERTENSI DAN EDUKASI KESEHATAN PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN STIKES PEMKAB JOMBANG: Early Detection of Hypertension Risk and Health Education in Diploma of Nursing Students at STIKES Pemkab Jombang Dwiningtyas, Mumpuni
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 3 (2023): JIKep | Oktober 2023
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i5.1794

Abstract

Pendahuluan: Penelitian menunjukkan anak-anak atau remaja memiliki potensi hipertensi esensial di masa yang akan datang. Jenis kelamin, genetik (faktor keluarga), obesitas, konsumsi garam, gaya hidup dan kebiasaan, aktivitas fisik, merokok, dan konsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko hipertensi pada remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor resiko terjadinya hipertensi pada mahasiswa D3 Keperawatan STIKES Pemkab Jombang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan populasi dan sampel yang merupakan seluruh mahasiswa D3 Keperawatan STIKES Pemkab Jombang sebanyak 61 responden. Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil: Hasil analisis univariat didapatkan sebagian besar mahasiswa memiliki tekanan darah normal sebanyak 95,1%, berusia lebih dari 20 tahun sebanyak 75,4%, berjenis kelamin perempuan sebanyak 80,3%, tidak memiliki anggota keluarga hipertensi sebanyak 77,0%, memiliki indeks masssa tubuh (IMT) normal sebanyak 50,8%, dan menerapkan gaya hidup sehat 55,7%. Hasil analisis bivariat diketahui ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p value = 0,000), indeks massa tubuh (p value = 0,011), dan gaya hidup (p value = 0,046) dengan kenaikan tekanan darah. Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, indeks massa tubuh, dan gaya hidup dengan kenaikan tekanan darah pada mahasiswa D3 Keperawatan STIKES Pemkab Jombang.
PEMBERDAYAAN PERAN KADER UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN LANSIA PENDERITA HIPERTENSI: Empowering the Role of Cadres to Reduce the Anxiety of Elderly People Suffering from Hypertension Nurmalisyah, Fitri Firranda; Siswati; Desy Siswi Anjar Sari; Hyan Oktodia Basuki
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 3 (2023): JIKep | Oktober 2023
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i5.1795

Abstract

Pendahuluan: Seiring meningkat jumlah lansia permasalahan kesehatan juga semakin meningkat, salah satunya masalah penyakit hipertensi yang menjadi urutan pertama penyakit pada lansia. Hipertensi seringkali tanpa gejala (asimptomatik), sehingga banyak diabaikan dan merasa tidak ada masalah, sehingga dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak dalam penatalaksanaannya, salah satunya keterlibatan kader kesehatan kesehatan lansia. Kader kesehatan lansia memiliki peran penting dalam pengelolaan hipertensi di masyarakat, meliputi pendataan, pengawasan atau monitoring, dan pendidikan kesehatan terkait hipertensi.Tujuan: Kegiatan ini bertujuan menguatkan peran dan fungsi kader pada lansia sehingga upaya kesehatan masyarakat dalam bentuk promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dapat berjalan lebih optimal. Metode: Penelitian ini adalah quasi experiment dengan design non randomized control group pretest posttest design dengan populasi 32 Kader. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling didapatkan sample 32 Kader. Pada penelitian ini kelompok perlakuan diberikan suatu perlakuan berupa pelatihan peningkatan keterampilan untuk kader aktif sedangkan pada kelompok kontrol tidak dilakukan perlakuan. Hasil: Penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kecemasan lansia yang signifikan akibat pelatihan peningkatan keterampilan untuk kader dalam pendampingan lansia dengan hasil uji t test independent pada kecemasan lansia didapatkan nilai  t 25,055 (p = 0,000), sedangkan pada kecemasan lansia  nilai t adalah 25,790 (p = 0,000).
DETERMINAN PEMANFAATAN APLIKASI STUNTING PADA IBU DENGAN BALITA DI WILAYAH KEPULAUAN BELITUNG: Determinant of The Stunting Application Utilization Among Mothers with Toddler In The Belitung Islands Region Aini, Septy Nur; Amiruddin
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1798

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan masalah nasional di Indonesia. Indonesia sebagai negara kepulauan dengan berbagai wilayah kepulauan yang masih menghadapi masalah Stunting memiliki tantangan sendiri dalam menangani Stunting. Perkembangan teknologi dapat membantu peran seorang tenaga ahli dibidang kesehatan dan sangat memungkinkan untuk dijadikan media sosialisasi pendeteksian dini Stunting dan memantau status gizi anak. Faktor utama yang mempengaruhi intensi memanfaatkan aplikasi kesehatan adalah waktu, biaya, kepercayaan, persepsi kegunaan, persepsi kemudahan dan Electronic Word of Mouth. Tujuan: untuk mengidentifikasi determinan pemanfaatan aplikasi Stunting pada Ibu dengan Balita di Wilayah Kepulauan Belitung. Metode: Penelitian merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Ibu dengan anak Balita baik Stunting maupun tidak stunting di Wilayah Kepulauan Belitung Tehnik pengambilan sampel adalah purposive random sampling dengan jumlah sampel 324 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian didapatkan determinan yang signifikan meliputi tingkat pendidikan (p = 0,005), pendapatan (p = 0,014), waktu (p = 0,000) dan biaya (p = 0,000). Tingkat pendidikan Diploma atau sarjana memiliki 0,27 pemanfaatan aplikasi stunting dibandingkan tingkat pendidikan lainnya. Pendapatan lebih dari Rp 5.000.000 memiliki pemanfaatan aplikasi terkait stunting 16.098 kali lebih tinggi dibandingkan tingkat pendapatan lainnya. Waktu dan biaya berasosiasi dengan peningkatan pemanfaatan aplikasi terkait stunting. Kesimpulan: Determinan pemanfaatan aplikasi terkait stunting meliputi tingkat pendidikan, pendapatan, waktu dan biaya. Pengembangan aplikasi terkait stunting diharapkan mempertimbangkan aspek-aspek terkait keterbatasan di wilayah kepulauan.
MODEL FOCUS GROUP DISCUSSION TERHADAP ADAPTASI MASYARAKAT PADA ERA NEW NORMAL PASCA PANDEMI COVID-19 PUSKESMAS GARUDA BANDUNG: Focus Group Discussion Model On Community Adaptation In The New Normal Era Post Covid-19 Pandemic At Garuda Community Health Centre Bandung Karsani, Istianah
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1800

Abstract

Pendahuluan: Ketidakpastian berakhirnya pandemi Covid-19, mengharuskan kita untuk mampu beradaptasi dengan kondisi baru, prasyarat baru (social and physical distancing), tatanan baru (fisik, sosial dan kesehatan), dengan mempersiapkan protokol new normal order.  Permasalahan ini menjadi permasalahan prioritas dalam masalah kesehatan masyarakat. Lonjakan angka kesakitan dan kematian merupakan ancaman nyata bagi masyarakat. Berbagai upaya untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19, diantaranya adalah dengan menerapkan kehidupan normal yang baru, protokol kesehatan serta vaksinasi. Tujuan: Mengetahui adaptasi masyarakat pada era new normal pasca pandemi Covid-19 di Puskesmas Garuda Bandung. Metode: Penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen dengan one grup pre and post test. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh masyarakat Maleber yang berusia 17 tahun berjumlah 158 orang dan penghitungan sampel yang akan dihitung berdasarkan G Power minimal 100 orang yang akan dibagi menjadi 10 kelompok dalam FGD. Pengambilan sampel dengan Teknik probability sampling.Alat pengumpul data menggunakan kuesioner dan checklist. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan persentase dari tingkat adaptasi baik sebelum maupun sesudah FGD, serta analisis pengaruh menggunakan Chi-square. Hasil: Berdasarkan analisis bivariat terdapat hubungan antara FGD dengan tingkat adaptasi yang baik.P-valus (0,000).Variabel yang berhubungan dengan FGD yaitu tingkat adaptasi yang baik. Kesimpulan: Metode Focus Grup Discusion (FGD) memberikan pengalaman yang dengan berbagai stimulus, diantaranya dengan melihat, mendengar, serta berfikir diharapkan dapat meningkatkan adaptasi masyarakat terhadap era new normal pasca pandemi covid-19
TINJAUAN PERMASALAHAN INSTALASI REKAM MEDIS BERDASARKAN UNSUR 5M+1T DI RUMAH SAKIT X SURABAYA : Review of Medical Record Installation Problems Based on 5M + 1T Elements at Hospital X Surabaya Rahmawati, Andini Yunita; Lembayun, Dita Aulia Putri; Sutha, Diah Wijayanti
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 2 (2024): JIKep | Juni 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i2.1802

Abstract

Pendahuluan: Retensi atau penyusutan dan kelengkapan berkas rekam medis merupakan masalah penting yang harus diperhatikan dalam rumah sakit karena berpengaruh terhadap kualitas rekam medis. Tujuan: Penelitian ini digunakan untuk menggambarkan penghambat di instalasi rekam medis di Rumah Sakit X Surabaya. Metode: Menggunakan elemen 4M + 1T, penelitan ini menggunakan penyajian secara deskriptif dengan memaparkan hasil dari observasi dan wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti, selanjutnya peneliti menganalisis prioritas masalah dengan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth). Hasil: Peneliti menemukan permasalahan di Rumah sakit X Surabaya dengan melakukan observasi dan wawancara bahwa hasil variabel man ada 4 yaitu kurangnya SDM pada setiap unit, variabel machine yang kami temukan tidak adanya alat pencetak gelang bayi laki-laki dan perempuan, variabel material yang kami temukan yaitu Sistem pada komputer sering mengalami delay dan finger print tidak terbaca, variabel methode yang kami temukan adalah kurang lengkapnya pengisian dokumen rekam medis. Untuk perhitungan prioritas masalah dengan metode USG peneliti meminta responden berjumlah sembilan orang yang berasal dari instalasi rekam medis. Dan didapatkan dua prioritas masalah yaitu belum diadakan reteni berkas rekam medis dan kurang lengkapnya pengisian berkam medis.Kesimpulan:  Dapat dikemukakan bahwa perlu diadaknya pembuatan aplikasi khusus retensi berkas rekam medis. Dan perlu diadakan tenaga monitoring di unit pelayanan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN DIAGNOSA KEPERAWATAN KONFUSI AKUT DENGAN PENERAPAN STIMULASI AUDITORI TERHADAP PERUBAHAN NILAI GLASGOW COMA SCALE (GCS) PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK DENGAN PENURUNAN KESADARAN DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSUD ABDOEL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA: Nursing Care with Nursing Diagnosis of Acute Confusion Using the Application of Auditory Stimulation on Changes in Glasgow Coma Scale (GCS) Values in Hemorrhagic Stroke Patients with Decreased Consciousness in the Intensive Syifa, Zahrotusy; Dwiyana, Ana; Hadi Fauzi, Muhammad
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1814

Abstract

Pendahuluan : Stroke dapat menyebabkan penurunan kesadaran. Pada kasus stroke dengan penurunan kesadaran dapat mengakibatkan pasien mengalami kematian, defisit neurologi, semakin lamanya waktu perawatan, dan akan meningkatkan biaya perawatan. Pasien stroke yang mengalami penurunan kesadaran memerlukan terapi non farmakologi sebagai terapi tambahan penunjang proses penyembuhan, salah satu intervensi non farmakologi yakni stimulasi sensori auditori. Stimulasi sensori auditori merupakan suatu intervensi dimana pasien yang menerima intervensi mendengarkan suara yang direkam secara digital, rekaman tersebut merupakan rekaman suara orang yang dikenal dekat dengannya, rekaman berisi suatu kisah yang berkesan dengan pasien. Tujuan : untuk mengetahui perubahan nilai Glasgow Coma Scale (GCS) sebelum dan sesudah dilakukan penerapan Stimulasi Auditori. Metode : Metode analisis yang digunakan dimulai dari pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan.. Hasil : Kasus kelolaan pada Tn. S (55 tahun) dengan diagnosa medis Stroke Hemoragik intracerebral Hemmorhage Post EVD hari pertama sebelum dilakukan tindakan Stimulasi auditori rekaman suara Istrinya, GCS = 5, setelah dilakukan tindakan GCS =  6. Hari kedua sebelum dilakukan tindakan GCS = 6, setelah dilakukan tindakan GCS = 5. Hari ketiga sebelum dilakukan tindakan GCS = 5, setelah dilakukan tindakan GCS = 5. Kasus Resume pada Tn.E (36 tahun), dengan diagnosa medis Stroke Hemoragik Intracerebral Hemmorhage HT Emergency hari pertama sebelum dilakukan tindakan Stimulasi auditori rekaman suara Orang Tuanya, GCS = 4, setelah dilakukan tindakan GCS = 5. Hari kedua sebelum dilakukan tindakan GCS =  4, setelah dilakukan tindakan GCS = 5. Hari ketiga sebelum dilakukan tindakan GCS = 4, setelah dilakukan tindakan GCS = 4. Kasus Resume Ny.N (59 tahun), dengan diagnosa Stroke Hemoragik Intracerebral Hemmorhage HT Emergency hari pertama sebelum dilakukan tindakan Stimulasi auditori rekaman suara Anaknya, GCS = 5, setelah dilakukan tindakan GCS = 6. Hari kedua sebelum dilakukan tindakan GCS =  5, setelah dilakukan tindakan GCS = 6. Hari ketiga sebelum dilakukan tindakan GCS = 6, setelah dilakukan tindakan GCS = 7. Kesimpulan : Hasil yang didapatkan dari ke tiga pasien tersebut dapat dilihat bahwa setelah dilakukan Intervensi Stimulasi Auditori tidak terjadi perubahan Glasgow Coma Scale (GCS) yang signifikan
TINGKAT KECEMASAN DALAM MENGHADAPI OBJECTIVE STRUCTURED CLINICAL EXAMINATION (OSCE) DENGAN KELULUSAN OSCE : Level of Anxiety In Facing The Objective Structured Clinical Examination (OSCE) With OSCE Pass Zuliani; Ulfa, Ana Farida
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1816

Abstract

Pendahuluan: Kecemasan merupakan hal yang normal terjadi dalam kehidupan, namun kecemasan dapat menjadi abnormal apabila respons terhadap stimulus berlebihan. Pada mahasiswa, kecemasan berpengaruh terhadap proses pendidikan. Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan salah satu bagian dari ujian komprehensif yang menguji keterampilan mahasiswa yang akan memasuki praktik klinik. Ujian ini hampir sama dengan ujian praktikum laboratorium, tetapi materi ujian lebih banyak dan pengaturan ujian juga berbeda sehingga situasi tersebut menimbulkan kecemasan pada mahasiswa menjelang OSCE. Tujuan: mengetahui hubungan tingkat kecemasan dalam menghadapi OSCE dengan kelulusan OSCE pada mahasiwa D3 Keperawatan FIK Unipdu Jombang. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan sampel sebanyak 31 orang. Data diperoleh menggunakan kuesioner Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A) selanjutnya dianalisis melalui uji korelasi Spearmen Rank. Hasil: Didapatkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,253 dan nilai signifikansi p<0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan dalam menghadapi OSCE dengan kelulusan OSCE pada mahasiwa prosdi D3 Keperawatan.
DETERMINAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH: Determinants of the Quality of Nursing Services on Patient Satisfaction at the Jakarta Cempaka Putih Islamic Hospital Widiastuti, Eni; Zuryati, Masmun; Sunandar, Mas Asep; Ernirita; Awaliah; Idriani; Setiyono, Erwan
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1827

Abstract

Pendahuluan: Tingginya tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan perlu diimbangi dengan peningkatan mutu pelayanan keperawatan, dimana pelayanan keperawatan merupakan bagian integral dari pelayanan Kesehatan. Rumah sakit harus berupaya untuk memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas tinggi untuk meningkatkan kepuasan pasien, karena berbagai aspek dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Metode: Penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sample sebanyak 128 pasien rawat inap, pengambilan sample dengan teknik stratified random sampling. Analisis menggunakan distribusi frekwensi, chisquare dan regresi logistik. Hasil: menggambarkan usia responden rata-rata 46,7 tahun, jenis kelamin perempuan (72%), pendidikan SMA (53,9%), pasien tidak bekerja (60,9%). Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional baik (54,7%), mutu pelayanan keperawatan kurang baik (51,6%) dan pasien kurang puas terhadap pelayanan keperawatan  50,8%.   Tidak terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan dengan kepuasan pasien (p > 0,05). Terdapat hubungan antara pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional dengan kepuasan pasien (p=0,000), terdapat hubungan antara mutu pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien (p=0,000). Variabel dominan yang berhubungan dengan kepuasan pasien yaitu mutu pelayanan keperawatan. Mutu pelayanan keperawatan yang baik berpeluang 8,3 kali memberikan kepuasan pada pasien dibandingkan mutu pelayanan keperawatan yang kurang baik. Kesimpulan:  Rumah Sakit senantiasa meningkatkan mutu pelayanan dan asuhan keperawatan melalui pelatihan asuhan keperawatan berfokus kebutuhan pasien, dengan harapan kebutuhan dasar dan keselamatan pasien dapat terpenuhi melebihi ekspektasi pasien, sehingga  kepuasan pasien meningkat.  
HUBUNGAN GAYA HIDUP (LIFE STYLE) DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMINTING KOTA MANADOHubungan Gaya Hidup (Life Style) Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Tuminting Kota Manado: The Relationship Between Life Style with Blood Pressure at Hypertension Patient in the Working Area of Tuminting Public Health Center Manado Al Rasyid, Mitha Fadhilah; Hutauruk, Minar; Katuuk, Helly Monica
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1828

Abstract

Pendahuluan: Tekanan darah pada penderita hipertensi adalah ketika tekanan darah berada diatas normal. Dideskripsikan apabila systolic blood pressure ?140 mmHg dan diastolic blood pressure ?90 mmHg. Hipertensi terbagi dua yaitu hipertensi esensial atau dikenal dengan hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi dapat disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya gaya hidup. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan gaya hidup (life style) dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tuminting, Kota Manado.         Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil berdasarkan jumlah responden sebanyak 37 orang dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menggunakan kuisioner dan rekam medis serta pengukuran tekanan darah. Selanjutnya data yang telah terkumpul diolah dengan menggunakan komputer program SPSS versi 16.0 untuk di analisa dengan uji statistik Chi-square dengan tingkat kemaknaan (a) 0,05. Hasil:  Penelitian menunjukan bahwa didapatkan nilai p-value = 0,026 dengan signifikansi <0.05 yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan: Dari penelitian ini adalah terdapat hubungan gaya hidup (life style) dengan tekanan darah di wilayah kerja Puskesmas Tuminting Kota Manado. Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan serta pengetahuan untuk selalu menjaga kesehatan mulai dari gaya
PERBEDAAN PENGARUH STRETCHING HAMSTRING DAN ISOMETRIC QUADRICEPS EXERCISE TERHADAP KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA PENDERITA OSTEOARTHRITIS GENU: Differences in The Effects of Hamstring Stretching and Isometric Quadricepts Exercise on Functional Ability in Patients with Osteoarthritis Genu Deo Fau, Yohanes; Hargiani, Fransica Xaveria; Wahyuningrum, Esti Karini; Endaryanto, Agung Hadi
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1846

Abstract

Pendahuluan: Osteoarthritis merupakan penyakit kronis jangka panjang dan dapat ditandai oleh adanya kemunduran atau degradasi pada kartilago atau tulang rawan sendi, sehingga dapat menyebabkan terjadinya gesekan antar tulang, menimbulkan bengkak, nyeri, kaku serta gerak sendi menjadi terbatas. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya keterbatasan dalam melakukan aktivitas hidup sehari-hari. Pada penderita osteoarthritis cenderung mengalami masalah pada fleksibititas hamstring karena durasi arthritis atau pola berjalan pasien yang dapat menyebabkan terjadinya pemendekan otot hamstring sehingga memerlukan tindakan stretching hamstring exercise yang fungsinya untuk untuk meregang atau mengulur otot hamstring, selain itu pada penderita osteoarthritis juga mengalami kelemahan otot paha depan atau otot quadriceps sehingga diperlukan tindakan isometric quadriceps exercise. Tujuan: untuk menguji secara empiris perbedaan antara pemberian stretching hamstring exercise dan isometric quadriceps exercise pada penderita osteoarthritis genu primer yang mengalami keterbatasan kemampuan fungsional. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimental dengan menerapkan rancangan two group pretest dan posttest dengan 40 partisipan (20 stretching hamstrinng dan 20 isometric quadriceps) yang merupakan pasien osteoarthritis genu primer grade 2 dan grade 3 dan telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, Instrumen penelitian menggunakan Inform consent dan kuesioner WOMAC index. Hasil: menggunakan uji normalitas dengan shaphiro wilk test  untuk kelompok I dengan hasil pretest ( p=0.118 ) dan postest ( p=0.045) untuk kelompok 2 dengan hasil pretest (p= 0.054) da dan posttest (p=0.009), uji hipotesa menggunakan  Wilcoxon signed rank test pada kelompok I dengan hasil p = 0.000 (p < 0.05), kelompok 2 dengan hasil p=0.000 (p<0.05), Uji perbandingan menggunakan Mann-Whitneyy dengan hasil p=0.001 (p<0.05), Uji Efektivitas menggunakan N Gain yang dilakukan untuk mengetahui efektivitas pemberian intervensi dengan hasil untuk stretching hamstring exercise (mean rank =16.55) dan hasil dari isometric quadriceps exercise (mean rank = 24.45). Kesimpulan: Pemberian isometric quadriceps exercise lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan fungsional pada penderita osteoarthritis genu