cover
Contact Name
Ratna Puji Priyanti
Contact Email
jikep.stikespemkab@gmail.com
Phone
+6281232900100
Journal Mail Official
jikep.stikespemkab@gmail.com
Editorial Address
LPPM - STIKES Pemkab Jombang Jl. Dr. Soetomo No. 75-77 Jombang Jawa Timur, Indonesia 61418 Telp./Fax. 0321-870214
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing)
Published by STIKES Pemkab Jombang
ISSN : 24774391     EISSN : 25283022     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientifics Journal of Nursing) is a place of publication for researchers in the field of nursing and health care. Jurnal Ilmiah Keperwatan are peer-reviewer journals published semi-annually twice in a year. Jurnal Ilmiah Keperawatan published by STIKES Pemkab Jombang. The Journal particullary for studies that aims to understanding and evaluating the nursing care and implication on its practice, in which consist of rigourus design and methods that answer the research questions. Jurnal Ilmiah Keperawatan offer benefits for the author : Highly recomended peer-review journal in nursing field Offer the plagiarsm check include in all in publications fee Good quality journal with low pubication fee Indexed in all major database
Articles 573 Documents
GAMBARAN BEBAN (BURDEN OF CARE) CAREGIVER KELUARGA MERAWAT ODGJ: Overview of Family Caregiver Burden of Care Caring for People with Mental Health Disorder Slametiningsih; Septiawardani, Rani; Yunitri, Ninik; Nurjanah, Siti; Kurnati, Nana; Wildan
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1848

Abstract

Pendahuluan: Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) merupakan masalah kesehatan berdampak pada perilaku, perasaan dan kognitif, sehingga akan berpengaruh pada kualitas hidup individu, keluarga, dan masyarakat. Keluarga sebagai care giver utama dalam merawat ODGJ dapat menimbulkan beban yang berdampak pada kesehatan fisik maupun mental keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran beban (burden of care) caregiver keluarga merawat ODGJ. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian jumlahnya secara keseluruhan 3000 adalah caregiver keluarga ODGJ di RS Islam Jiwa Klender, Jakarta Timur. Sampel penelitian berjumlah 100 orang yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Burden of Care Scale. Hasil: Hasil penelitian caregiver dengan beban: minimal 12%, ringan 27%, sedang  35% dan berat 25%. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini, diperlukan upaya untuk mengurangi beban caregiver keluarga merawat ODGJ. Upaya tersebut dapat dilakukan peningkatan pengetahuan, keterampilan dalam merawat ODGJ, dan meningkatkan pelayanan Kesehatan dan dukungan sosial
PENGARUH McKENZIE NECK EXERCISE TERHADAP NILAI NYERI LEHER PADA KARYAWAN DENGAN SPASME UPPER TRAPEZIUS DI RUMAH SAKIT PREMIER SURABAYA: Effect Of Mckenzie Neck Exercise on Neck Pain Value in Employees With Upper Trapezius Spasme At Premier Surabaya Hospitals Sanjoyo, Mas Nugroho Dudi; Fariz, Achmad; Halimah, Nurul; Pradita, Angria
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1851

Abstract

Pendahuluan : Nyeri leher dengan spasme upper trapezius adalah masalah yang sering ditemui terutama pada karyawan dengan beban kerja yang memerlukan konsentrasi kepala ke depan, jika nyeri leher di biarkan dalam waktu yang lama akan mengakibatkan penurunan struktur jarinagan tubuh yang lain. Metodelogi : Mckenzie neck exercise merupakan bentuk latihan untuk mengurangi rasa nyeri leher serta dapat meningkatkan fleksibilitas otot leher, membantu mengurangi spasme pada otot, meningkatkan lingkup gerak sendi yang terbatas, serta mengembalikan postur leher pada posisi anatomisnya. Jenis latihan meliputi Chin Tucks Exercise, Neck Flexion (Suboccipital Stretch) Exercise, Neck Extension Exercise, McKenzie Side Bending Exercise, dan Neck Rotation McKenzie Exercise. Penelitian ini menggunakan one group pretest-postest pada 20 pasien karyawan dengan nyeri leher dengan spasme upper trapezius, yang berusia 25 - 50 tahun yang mendapatkan program latihan 3 x/minggu selama 1 bulan. Hasil : Diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,01) antara skor NRS sebelum dan sesudah diberikan McKenzie neck exercise, terdapat perubahan pada nilai rata-rata (mean) dari intensitas nyeri yang dialami karyawan dengan spasme Upper Trapezius. Nilai Mean dan Std. Deviation pre treatment adalah 5,00 + 0,795. Sedangkan pada hasil post-treatment menunjukkan penurunan menjadi Nilai Mean dan Std. Deviation adalah 2,40 + 0,503. Pembahasan : Terdapat pengaruh McKenzie neck exercise terhadap penurunan nilai nyeri leher dengan spasme uppertrapezius
HUBUNGAN POSISI KERJA, USIA DAN MASA KERJA DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PERAJIN TOMPO DI DESA PURWOKERTO KECAMATAN SRENGAT: Correlations of Working Position, Age and Work Period to Musculoskeletal Disorders of Tompo Crafter in Purwokerto Village Srengat Sub-District Hargiani, Fransisca Xaveria; Margareta, Lorensia Dodin; Fariz, Achmad; Halimah, Nurul
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1859

Abstract

Pendahuluan : Di era modern saat ini tompo sudah jarang sekali digunakan masyarakat namun di desa Purwokerto kecamatan Srengat kabupaten Blitar masih banyak warga baik usia muda maupun tua yang bekerja sebagai perajin tompo dan memproduksi tompo setiap harinya. Selama bertahun-tahun para perajin tompo masih melakukan pekerjaan ini secara manual dengan posisi duduk serta posisi punggung yang sedikit membungkuk serta kepala ke depan sehingga sering menimbulkan keluhan muskuloskeletal. Keluhan muskuloskeletal adalah kondisi patologis yang mempengaruhi fungsi normal jaringan lunak sistem muskuloskeletal, termasuk pendukung seperti saraf, tendon, otot dan cakram intervertebralis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan posisi kerja, usia dan masa kerja dengan keluhan muskuloskeletal. Metodelogi : analitik observasional dengan studi cross-sectional. Subjek yang digunakan adalah perajin tompo di desa Purwokerto kecamatan Srengat yang berjumlah 50 orang. Hasil : Nilai posisi kerja (p=0,000), usia (p=0,001) dan masa kerja (p=0,001) sehingga menunjukan korelasi yang signifikan dengan keluhan muskuloskeletal. Pembahasan : Ada hubungan antara posisi kerja, usia dan masa kerja dengan keluhan muskuloskeletal.
HUBUNGAN POSISI IBU SAAT MENYUSUI DENGAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) DI POSYANDU BALITA DESA TUMPUK KECAMATAN WLINGI BLITAR: The Relationship of Mother's Position During Breastfeeding with Musculoskeletal Disorders (MSDS) in Integrated Healthcare Center for Toddlers in Tumpuk Village District Wlingi Blitar Hargiani, Fransisca Xaveria; Rulyana, Nindi; Fariz, Achmad; Halimah, Nurul
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1861

Abstract

Pendahuluan: Menyusui merupakan salah satu fitrah seorang perempuan hal ini juga tertuang dalam organisasi dunia yang merekomendasikan menyusui selama 2 tahun. Ibu menyusui mengadopsi berbagai posisi menyusui berbeda yang menimbulkan musculoskeletal disoders.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan posisi ibu saat menyusui dengan musculoskeletal disorders.. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan populasi semua ibu menyusui di Posyandu Balita di desa Tumpuk Kecamatan Wlingi Blitar sebanyak 135 orang dengan jumlah sampel 50 orang dengan teknik purposive sampling dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, instrument penelitian menggunakan nordic body map (NBM). Variabel independen musculoskeletal disoders, variabel dependen posisi ibu saat menyusui. Kemudian data tersebut dianalisis menggunakan uji statistik tabulating dan spearman dengan taraf koefisien korelasi. Hasil: Pada penelitian ini menggunakan uji korelasi dengan uji spearman menunjukaan angka koefisien korelasi sebesar 0.216. Kesimpulan: tidak ada hubungan antara posisi ibu menyusui dengan musculoskeletal disorder dan posisi menyusui yang sering dilakukan ibu adalah berbaring dengan tingkat musculoskeletal disoders kategori keluhan ringan di Posyandu Balita Desa Tumpuk Kecamatan Wlingi Blitar.
PENGARUH KOMBINASI TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION DAN LATIHAN WILLIAM FLEKSI TERHADAP NYERI LOW BACK PAIN MYOGENIK: The Effect of the Combination of Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation and William Flexion Exercise on Low Back Pain Myogenic Supatmi, Eny; Fariz, Achmad; Teja Kusuma, Wahyu; Pradita, Angria
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1862

Abstract

Pendahuluan : Low Back Pain Myogenik adalah rasa tidak nyaman di daerah sekitar punggung bawah dikarenakan kelemahan otot dan ketidakseimbangan otot-otot punggung yang ditandai dengan adanya ketegangan otot, kelemahan abdominal dan multifidus. Penanganan fisioterapi menggunakan kombinasi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan latihan William Fleksi untuk mengurangi nyeri pada pasien low back pain myogenik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan latihan William Fleksi terhadap nyeri low back pain myogenik. Metodologi : Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan one grup pretest-posttest design. Populasi penelitian ini sebanyak 50 responden nyeri pinggang bawah dengan sampel 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di RSUI Orpeha Tulungagung pada bulan Juli-Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Nyeri low back pain myogenik diukur menggunakan skala Numerical Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah dilakukan intervensi, yaitu : pemberian Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), kemudian dilanjutkan gerakan latihan William Fleksi berupa pelvic tilting, single knee to chest, double knee to chest, partial sit up, hamstring stretch setiap seminggu 3 kali selama 4 minggu. Penelitian ini menggunakan uji normalitas shapiro-wilk test dan uji hipotesis wilcoxon. Hasil : Pada penelitian ini didapatkan hasil nilai pre treatment 3; nilai post treatment 4; dan nilai p = 0,00 < 0,05. Kesimpulan : Maka dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan latihan William Fleksi efektif menurunkan nyeri pada pasien low back pain myogenik.
ANALISA BEBAN KERJA TERHADAP KEJADIAN NYERI LEHER DAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA FISIOTERAPIS DI RUMAH SAKIT WILAYAH JAWA TIMUR: Analysis of Workload on The Incidence of Neck Pain and Low Back Pain in Physiotherapists in Hospitals in East Java Region Revani, Hilda Dea; Dewi, Prima; Wardani, Ratna; Ellina, Agusta Dian
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1865

Abstract

Pendahuluan: Gangguan sistem muskuloskeletal menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang paling sering terjadi di industri dan di dunia. Sebagian penyakit yang ada bisa jadi merupakan akibat dari kegiatan mekanika atau pergerakan tubuh yang tidak baik. Dalam memberikan tindakan fisioterapi kepada pasien, fisioterapis melakukan kegiatannya dengan menerapkan tindakan manual material handling. Manual material handling (MMH) dalam rentang waktu tertentu yang dapat menimbulkan masalah pada area muskuloskeletal jika tidak dilakukan secara prinsip ergonomis.  Tujuan: menganalisa hubungan antara beban kerja dengan kejadian nyeri pada leher dan punggung bawah pada fisioterapis yang bekerja di rumah sakit di wilayah Jawa Timur. Metode: menggunakan metode deskriptif kuantitatif, yang bertujuan untuk mendapatkan pemahaman umum tentang realitas dari sudut pandang partisipan. Penelitian ini bersifat observasional dimana peneliti hanya melakukan pengamatan dengan menggunakan google form tanpa memberikan intervensi terhadap variabel yang akan diteliti, dan bersifat analitik untuk mengidentifikasi hubungan sebab akibat antara variabel yang berfungsi sebagai penyebab (variabel bebas) dan akibat (variabel terikat). Pendekatan menggunakan cross sectional, dimana proses pengumpulan data baik variabel dependen maupun independen dilakukan secara bersamaan pada suatu waktu tertentu. Hasil: ada hubungan antara beban kerja dengan nyeri leher (p value : 0,001) dan nyeri punggung bawah (p value: 0,02) pada fisioterapis di rumah sakit wilayah Jawa Timur. Kesimpulan: perlu melakukan stretching di saat tidak menangani pasien, agar meminimalisir terjadi nyeri punggung bawah dan nyeri leher yang dapat berakibat kurang baik.
PENGARUH PEMBERIAN NMES DAN ISOMETRIC QUADRICEPS TERHADAP AKTIFITAS FUNGSIONAL PENDERITA OSTEOARTHRITIS LUTUT DI RUMAH SAKIT SILOAM SURABAYA: The Effect of NMES and Isometric Quadriceps Administration on Functional Activities of Patients with Knee Osteoarthritis at Siloam Hospital Surabaya Deo Fau, Yohanes; Putri Kasimbara, Rachma; Pelohy, Riko Ronaldo Patti; Hadi Endaryanto, Agung
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1866

Abstract

Pendahuluan: Osteoarthritis adalah penyakit degeneratif sendi yang ditandai dengan kerusakan kartilago. Persendian lutut merupakan persendian yang paling sering terjadinya osteoarthritis. Osteoarhtirits lutut merupakan penyakit peradangan yang menyerang sendi lutut, hal ini diakibatkan karena pertumbuhan usia dan terjadinya gesekan antar tulang rawan yang mengakibatkan permukaan sendi semakin menipis. Permasalahan yang sering timbul pada penderita osteoartritis lutut yaitu terdapat nyeri lutut, kekakuan sendi, kelemahan pada otot sehingga dapat mengakibatkan terhambatnya aktifitas fungsional pada penderita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian NMES dan isometric quadriceps terhadap aktifitas fungsional pada penderita osteoarthritis lutut. NMES adalah stimulasi listrik kejut yang berfungsi untuk merangsang otot untuk kontraksi, sedangkan isometric quadriceps merupakan latihan penguatan otot quadriceps tanpa melibatkan gerakan sendi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimental one group pretest and posttest dengan 20 partisipan pasien dengan diagnosa osteoarthritis lutut yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, Instrument penelitian menggunakan WOMAC index. Hasil: Terdapat perubahan nilai rata-rata WOMAC index sebelum dan setelah perlakuan, sebelum = 47,90 setelah = 40.40. Hasil uji statistik menggunakan paired T-Test signifikan p<0.000. Kesimpulan:Pemberian NMES dan isometric quadriceps exercise berpengaruh untuk meningkatkan kemampuan fungsional pada penderita osteoarthritis lutut
PERBEDAAN PENGARUH ZIG-ZAG RUN EXERCISE DENGAN SKIPPING ROPE EXERCISE TERHADAP TINGKAT KELINCAHAN: Differences in the Effect of Zig-Zag Run Exercise and Skipping Rope Exercise on Agility Level Putri, Atiatul Maulana Azmi; Deo Fau, Yohanes; Fariz, Achmad; Endaryanto, Agung Hadi
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1874

Abstract

Pendahuluan: Untuk mendukung performa dalam bermain futsal dibutuhkan kelincahan yang tinggi, kelincahan adalah kemampuan seluruh tubuh untuk bergerak cepat dengan perubahan kecepatan ataupun arah sebagai respon terhadap stimulus. Beberapa latihan yang dapat meningkatkan kelincahan diantaranya yaitu zig-zag run exercise dan skipping rope exercise. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh zig-zag run exercise dengan skipping rope exercise terhadap tingkat kelincahan. Metode: desain penelitian ini adalah quasy eksperimental pretest-posttest design with control group, kelompok 1 diberikan latihan zig-zag run, dan kelompok 2 diberikan latihan skipping rope exercise. Populasi penelitian ini 30 responden dengan 15 responden diberikan perlakukan 1, dan 15 responden diberikan perlakuan 2. Penelitian dilakukan di Asosiasi Futsal Kabupaten Bojonegoro pada bulan Juni-Agustus 2023. Tingkat kelincahan responden di ukur dengan Illinois Agility Run Test sebelum dan sesudah diberikan latihan 2 kali seminggu selama 4 minggu. Hasil: Menggunakan uji hipotesis T-Test dengan hasil nilai median pada kelompok zig-zag run exercise; nilai pre 17,66; nilai post 16,41; dan nilai p 0,000. Hasil nilai median pada kelompok skipping rope exercise; nilai pre 17,88; nilai post 17,19; nilai p 0,000. Hasil perbandingan nilai zig-zag run dan skipping rope menggunakan uji hipotesis mann-withney test; nilai mean rank zig-zag run 10,20; nilai mean rank skipping rope 20,80; nilai p 0,001. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang bermakna dalam pemberian zig-zag run exercise terhadap tingkat kelincahan. Terdapat pengaruh yang bermakna dalam pemberian skipping rope exercise terhadap tingkat kelincahan. Ada perbedaan pengaruh yang bermakna dalam pemberian zig-zag run exercise dengan skipping rope exercise terhadap tingkat kelincahan.
STATUS GIZI DAN INFEKSI CACING PADA ANAK DI PERDESAAN INDONESIA: Nutritional Status and Helminthiasis Infection among Children in Rural Area, Indonesia Oktaviana, Dina; Pranata, Gst. Kade Adi Widyas; Sumarmi, Sumarmi; Kamriana, Kamriana
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1876

Abstract

Latar Belakang: Status gizi merupakan salah satu indikator utama kesehatan pada masa kanak-kanak. Di Indonesia, sebagai salah satu negara sub-tropis, kecacingan merupakan salah satu infeksi yang paling banyak terjadi di daerah pedesaan. Namun, perhatian terhadap penyakit menular yang dapat disembuhkan dan dicegah ini masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan infeksi kecacingan dengan status gizi anak. Metode: Desain studi cross-sectional digunakan untuk penelitian ini. Sampel diambil dari 220 anak usia 3-6 tahun di PAUD. Kuesioner digunakan untuk menilai karakteristik dasar partisipan. Pengukuran antropometri diperoleh dengan timbangan dan stadiometer; Z score dihitung berdasarkan hasil antropometri. Infeksi cacing dikonfirmasi oleh laboratorium Puskesmas. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, One-Way ANOVA, Independent T-Test dan regresi multilinier yang dirender menggunakan SPSS Hasil: Sebagian besar dari mereka berasal dari keluarga berpendapatan rendah (71,4%). Prevalensi infeksi kecacingan sebesar 22,3% dan 37,7% anak mengalami gizi buruk. Anak yang terkonfirmasi infeksi helminthiasis menunjukkan status gizi lebih rendah secara signifikan berdasarkan analisis statistik uji t independen (t=19,48 dengan ?=0,000). Anak-anak yang terkonfirmasi terinfeksi secara signifikan lebih tinggi pada anak-anak dari keluarga kurang mampu secara finansial (?=0,028). Dari seluruh variabel yang dimasukkan dalam analisis, hanya infeksi kecacingan yang signifikan terhadap status gizi (?=0.172, t=2.562 dengan p-value=0.049). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa infeksi kecacingan mempunyai hubungan yang bermakna dengan status gizi anak dan status ekonomi keluarga.
LATIHAN NORDIC HAMSTRING CURLS PADA PASIEN ATLET SEPAK BOLA DENGAN GANGGUAN HAMSTRING TIGHTNESS DI POLI REHABILITASI MEDIK RSU UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG : Nordic Hamstring Curls Exercise in Soccer Atlet with Hamstring Tightness at Medical Rehabilitation Outpatient Universitas Muhammadiyah Malang Hospital Wiyanto, Nihla Vadia Haya; Fariz, Achmad; Wardoyo, Puspo; Pradita, Angria
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1884

Abstract

Pendahuluan: Keluhan yang paling sering terjadi pada atlet sepak bola adalah hamstring tightness. Hamstring tightness merupakan suatu kondisi dimana otot Hamstring mengalami penurunan fleksibilitas dan elastisitas sehingga cenderung memendek untuk sementara waktu. Sebenarnya kondisi ini bukanlah penyakit, namun dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Hamstring tightness merupakan suatu sinyal bahwa otot sudah terlalu banyak digunakan. Pada umumnya Hamstring tightness disebabkan oleh olahraga atau aktivitas fisik lainnya yang dilakukan secara intens. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari latihan nordic hamstring curls terhadap fleksibilitas hamstring. Metode: Desain penelitian ini adalah eksperimetal pre dan post test dengan populasi penelitian dari 100 responden yang memiliki keluhan hamstring tightness di RSU Muhammadiyah Malang pada bulan September - oktober 2023, yang memenuhi kriteria inklusi terdapat 30 responden dengan teknik purposive sampling. Fleksibilitas responden dengan keluhan hamstring tightness. Fleksibilitas responden diukur dengan sit reach and test yang dilakukan sebelum dan sesudah treatment fisioterapi. Treatment fisioterapi dilakukan setiap 2 kali semingu selama 4 minggu. Hasil: Menggunakan uji hipotesis wilcoxon dengan hasil nilai median sit reach and test, nilai pre 11.283 cm dan nilai post 12.983 cm dan nilai P 0,000. Kesimpulan: Maka dapat disimpulkan bahwa pemberian latihan nordic hamstring curls efektif dalam meningkatkan fleksibilitas hamstring pada pasien atlet dengan keluhan hamstring tightness.