cover
Contact Name
Muhammad Syafar
Contact Email
m.syafar@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alqolam.journal@uinbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
ALQALAM
ISSN : 14103222     EISSN : 2620598X     DOI : -
ALQALAM (e-ISSN: 2620-598X; p-ISSN: 1410-3222) is a journal published by the Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-INDONESIA. ALQALAM is an academic journal published twice a year (every six months). ALQALAM had been accreditated by Ministry of Education and Culture No. 80/DIKTI/Kep./2012, 13 Desember 2012. This journal focuses on specific themes of Islamic Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 578 Documents
SISTEM EKONOMI KAPITALIS, SOSIAL DAN ISLAM Masykuroh, Nihayatul
ALQALAM Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.029 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v22i1.1446

Abstract

Sampai tahun 50-an, dunia hanya dipengaruhi oleh pertentangan idiologi antara Kapitalisme di satu pihak dan komunisme di pihak lain. Kedua kubu, dengan pertentangan mati-matian berpangkal pada satu falsafah hidup yang dinamakan materialisme (falsafah kebendaan). Seolah-olah manusia melupakan bahwa di balik materi yang diperjuangkannya, masih ada kekuatan gaibyang harus diyakini dan ditakuti yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Islam membawa falsafah tentang harta dunia yang menguasai sebagian faham manusia di dunia, yaitu falsafah ketuhanan. Falsafah ini berbeda sekali dari paham universalisme dari gereja pada abad pertengahan yang lalu dan juga faham idealisme yang bisa diartikan orang. Salah satu sumbangan terbesar Islam kepada umat manusia adalah prinsip keadilan dan pelaksanaannya dalam setiap aspek kehidupan manusia, dimana setiap anggota masyarakat didorong untuk memperbaiki kehidupan material masyarakat, disamping berusaha untuk memperbaiki kehidupan rohani dan mengingatkan setiap benda di dunia untuk diambil manfaatnya, tetapi secara bersamaan ·Islam mendidik mereka bertanggung jawab, bukan saja kepada istri dan keluarganya, tetapi juga terhadap saudara-saudaranya, yang miskin dan melarat, negara dan akhirnya seluruh makhluk. seluruh aspek kehidupan, walaupun prinsip keadilan ini menyentuh setiap individu, namun yang paling penting adalah akibat yang ditimbulkannya terhadap kehidupan sosial persoalan keadilan ini akan lebih jelas lagi bila ia dikaitkan dengan aspek ekonomi. Ketiga aspek dimaksud yaitu: aspek kepemilikan, aspek konsumsi dan aspek distribusi pendapatan. Dari ketiga aspek ini, nanti dapat terlihat persamaan maupun perbedaan pandangan dari ketiga sistem ekonomi dalam memandang ketiga aspek kehidupan di bidang ekonomi. Kata Kunci : Sistem Ekonomi Kapitalis, Sistem Ekonomi Sosialis, Sistem ekonomi Islam, Falsafah Matenalisme.
ENGLISH FOR ISLAMIC STUDIES (EIS) Ilzamudin Ma'mur
Al Qalam Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1140.924 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v22i2.1382

Abstract

English jor Islamic Studies (from now on, EIS) is a kind of English for Academic Purposes that should be taken by all the students, mostly with multilingual backgrounds, at the Islamic higher educational institutions either run by the government or by private education faundations in Indonesia. One of the main of objective of EIS is to help the students improve their reading skill so as to be able to handle a variety of English written texts on "Islamic related studies. To enable both lecturers and students to achieve this objective, therefore, an appropriate syllabus and material development should be searched, for and designed comprehensively.Key Words: Curriculum, Syllabus design, Material design.
KRITIK ISLAM TERHADAP SISTEM EKONOMI KONTEMPORER Nasution, Darlaini R; Syihabudin, Syihabudin
ALQALAM Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.004 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v21i100.1651

Abstract

Masalah ekonomi adalah masalah yang tidah bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk sosial senantiasa tidak pernah puas dengan apa yang telah dimilikinya, sedangkan disisi lain alat yang dapat memuaskan kebutuhan manusia tersebut tersedia dalam jumlah yang terbatas. Karena adanya keterbatasan ketersediaan sumber daya menyebabkan timbulnya dominasi atau penguasaan dari negara satu, yang dalam hal ini negara yang lebih kuat kepada negara yang lebih lemah.Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Suatu sistem ekonomi tidaklah berdiri sendiri. Ia berkaitan dengan falsafah, pandangan dan pola hidup maryarakat tempatnya berpijak. Sebuah sistem ekonomi sesungguhnya merupakan salah satu unsur saja dalam suprasistem kehidupan masyarakat. Ia merupakan bagian dari kesatuan ideologi kehidupan masyarakat di suatu negara. Oleh karenanya, bukanlah hal yang mengherankan apabila dalam perjalanan atau penerapan suatu sistem ekonomi tertentu di sebuah negara terjadi benturan, konflik atau bahkan tentangan. Pelaksanaan suatu sistem ekonomi tertentu di sebuah negara akan berjalan mulus jika lingkungan kelembagaan masyarakat mendukung.Terdapat dua sistem ekonomi yang menguasai dunia yaitu sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis. Sistem ekonomi kapitalis mengakui pemilikan individual atas sumber daya-sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi. Setidak-tidaknya, terdapat keleluasaan yang sangat longgar bagi orang perorangan dalam atau untuk memiliki sumber daya. Kompetisi antar individu dalam memenuhi kebutuhan hidup, persaingan antar badan usaha dalam mengejar keuntungan sangat dihargai. Prinsip keadilan yang dianut oleh sistem ekonomi kapitalis ialah setiap orang menerima imbalan berdasarkan prestasi kerjanya. Sistem ekonomi sosialis adalah sebaliknya. Sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi diklaim sebagai milik negara. Sistem ini lebih menekankan pada kebersamaan masyarakat dalam menjalankan dan memajukan perekonomian. Imbalan yang diterimakan pada orang perorangan didasarkan pada kebutuhannya, bukan berdasarkan jasa yang dicurahkan. Prinsip keadilan yang dianut oleh sistem ekonomi sosialis ialah setiap orang menerima imbalan yang sama.Sistem ekonomi Islam sebagai salah satu sistem ekonomi yang ada, berlainan dengan sistem ekonomi kapitalis yang sangat memuja kebutuhan individu dan berbeda pula dengan sistem ekonomi sosialis komunis yang tidak mengakui hak individu. Islam merupakan jalan tengah yang mengajarkan manusia untuk saling mengasihi, menghargai dan menghormati, akan tetapi tidak melupakan kepentingan pribadi untuk hidup dihargai dan dihormati.
ANALISA WACANA DAN PENGEMBANGAN KETERAMPILAN MEMBACA Supandi, Supani
ALQALAM Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1135.122 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v23i3.1507

Abstract

Tulisan ini bertujuan membahas analisa wacana dan bagaimana penerapannya dalam pengembangan keterampilan membaca. Analisa wacana adalah kajian organisasi bahasa di atas kalimat atau klausa, baik lisan maupun tulisan dengan kohesi dan koherensi yang berkesinambungan.Penerapan analisa wacana dalam pengembangan keterampilan membaca bahasa Indonesia haruslah mempertimbangkan beberapa faktor, di antaranya (1) tingkat kemahiran membaca, (2) maksud dan tujuan membaca, (3) kebutuhan pengetahuan dasar dan (4) panjang dan intensitas pelajaran.Beberapa keterampilan yang dapat dikembangkan dalam pengajaran membaca bahasa Indonesia pada tingkat pemahaman wacana adalah (1) keterampilan memanfaatkan pengetahuan dasar, (2) keterampilan mengatur ide-ide dalam topik menurut hierarki, (3) keterampilan menghasilkan ikhtisar yang menggambarkan struktur teks, (4) keterampilan meramalkan isi dari ikhtisar, (5) keterampilan memahami kosa kata melalui informasi kontekstual, (6) keterampilan memahami hubungan yang bermarkah, (7) keterampilan mengenali hubungan yang tak bermarkah, (8) keterampilan menghasilkan kesimpulan yang tepat berdasarkan pengetahuan dasar, (9) keterampilan membedakan antara informasi pokok dan informasi penunjang, dan (10) keterampilan menunjukkan penguasaan isi teks melalui pengalihan bagan atau retorik.
TRANSMISI ETIKA KE TATANAN POLITIK PERSPEKTIF MUHAMMAD ABID AL-JABIRI Burhanuddin, Nunu
ALQALAM Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.428 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v26i1.1549

Abstract

Several political issues are presumed having a relationship with the ethical values such as the problems of authority and its distribution, the application of laws, human rights, women emancipation, social justice, the distribution of national wealth, economics justice, and etc. These problems show us the importance of ethical reference to polish the political countenance as well as to straighten up the political manoeuvres that are often full of intrigues, arrogance, and tyranny. The transmission concept from ethics to the political order that has ever been stated by Aristotle (384-322 B.C.) in his book “Politea” on political matters, and his “Nicomachean” on moral issues is presumed inspiring the philosophers both in the West and in the East. This article elaborates Muhammad 'Abid Al Jabiri's thought (1936-…), a Muslim thinker from Morocco who classifies ethical values that are transmitted into political order in the Muslim World consisting of four main variants; (1) subservience ethics, an ethical system that is inherited by Persian sultanate; (2) happiness ethics, an ethical system of Greece; (3) transitory ethics, an ethical system developed by Sufi order; and (4) Muru'ah ethics, an ethical system developed in the Arabian World. According to al-Jabiri, these all four systems still left the important matters dealing with the claim of progressive and futuristic -oriented human dynamics. Therefore, al-Jabiri proposed a recommendation for Arabian and Islamic world in order to exceed such ethical systems and to side with the pious deed ethics and profit that became their tendency.
Guidelines for Ijtihad in Responding to The Contemporary Problems Fauzi Fauzi
Al Qalam Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1743.548 KB)

Abstract

Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana prinsip-prinsip ijtihad dalam merespon persoalan kontemporer sekarang ini. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya dokumentasi dan deskriptif analisis sebagai teknik analisisnya. Hasil penelitian ini adalah bahwa pintu ijtihad selalu terbuka guna merespon persoalan yang ada dalam kehidupan masyarakat sejalan dengan perkembangan zaman dan waktu diikuti oleh perkembangan pengetahuan dan teknologi. Ijtihad memiliki beberapa prinsip; bersifat substantif dan teknis. Prinsip-prinsip substantif adalah pertama, memiliki keilmuan tentang Alquran, sunnah dan ijmak, kedua, memiliki keilmuan bahasa dan ketiga, memiliki keilmuan metodologi Hukum Islam. Adapun prinsip teknis adalah kemampuan, kapasitas serta wawasan yang dimiliki oleh seorang mujtahid dalam memahami persoalan kekinian dan kemampuan analisis kaidah-kaidah ijtihad itu sendiri. AbstractThis article aims to explain how the principles of ijtihad in responding to contemporary problems today. This research is qualitative in nature with the data collection techniques documentation and descriptive analysis as the analysis technique. The results of this study are that the door to ijtihad is always open to respond to problems that exist in people's lives in line with the times and times followed by developments in knowledge and technology. Ijtihad has several principles; substantive and technical in nature. The substantive principles are first, having knowledge about the Qur’an, sunnah, and ijma’. Second, having knowledge of the language, and third, having scientific methodology of Islamic law. The technical principle is the ability, capacity, and insight possessed by a mujtahid in understanding contemporary problems and the ability to analyze the principles of ijtihad itself.
HAKEKAT ILMU DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT ILMU ISLAMI Anwar, Saeful
Al Qalam Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1920.446 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v21i102.1639

Abstract

Meski teori-teori ilmu (pengetahuan) para pemikir muslim abad pertengahan pada umumnya tercecer dalam berbagai kitab dan subyek dan mereka tidak menamainya dengan “teori ilmu (pengetahuan)”, 'filsafat ilmu" atau lainnya sebagai sebuah disiplin ilmu yang berdiri sendiri, tetapi teori-teori dan konsep­konsep mereka tentang ilmu secara keseluruhan membentuk sebuah Filsafat Ilmu Islami yang sistematik, solid dan komprehensif mencakup aspek hakekat ilmu, ontologi, epistemologi dan aksiologinya. Meski mereka berbeda redaksi dalam mendefinisikan hakekat ilmu, tetapi kesamaan dalam postulat being qua being membuat mereka sepakat bahwa ilmu secara mutlak berada dalam diri (akal) subyek yang harus pasti dan sesuai dengan realitas obyek berdasarkan metode ilmiah tertentu, dan bahwa obyek ilmu mencakup semua yang diketahui (ma'lum) baik ada dari sudut fakta dan nilai praksisnya, maupun tiada dari sudut ketiadaannya. Kumpulan ilmu yang dituangkan dalam bahasa lisan atau tulisan, disusun secara sistematik dan diklasifikasikan ke dalam bidang-bidang menurut persyaratan tertentu disebut fann, sina 'ah dan ilmu dalam arti disiplin.
MALIK BIN ANAS ULAMA AHLI HADITS MADINAH Ranuwijaya, Utang
Al Qalam Vol 10 No 53 (1995): March - April 1995
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.153 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v10i53.1522

Abstract

Malik bin Anas Ulama Ahli Hadits Madinah
DARI PURITAN KE REKONSTRUKSIONIS Hudaeri, Mohamad
Al Qalam Vol 30 No 2 (2013): May - August 2013
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1651.57 KB)

Abstract

This article tries to understand Islamic reformation movements in the modern era based on two points of views: internal and external aspects. On the one hand, based on the internal aspect, Muslims need to reform their social structure and mental attitudes in arranging their socio-political lift by reforming their religious understanding which is accordance with their developing logics and imagination. In the other hand, based on the external aspect, it is because of the development of 'the economic-political authorities' in this modern era, i.e. a system of nation state, democartion, human ghts and modem capitalism. The changes force Muslims to reform their ways of thinking toward their religious orthodoxy, traditions, and intellectual treasury. To understand reformation movements could not be separated from their historical contexts because the reformation movements are not monolitic. They have various forms and different purposes. However, the religious understanding could not also be separated from the intellectual development and the challenges of life faced by Muslim societies. KeyWords: Islamic Thought Reformation, Islamic Orthodoxy, Islamic Movements
KAJIAN FILOLOGIS TERHADAP NASKAH WAWACAN SAJARAH HAJI MANGSUR EVA SYARIFAH WARDAH
Al Qalam Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.573 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v28i2.1058

Abstract

Wawacan Sajarah Haji Mangsur (WSHM) is one of historical literature works telling about the stories of Banten in the sultanate period in which Haji Mangsur becomes the main actor in this Wawacan. There are three manuscripts of WSHM which can be inventarized; two of them are collected in Bibliotthek Library of Leiden University, the Netherlands, indicated by the code LOr. 7420 dan LOr.7419, and another one is placed in National Libary of Jakarta indicated by the code BG.183. All of these three manuscripts are generally hand-writing by using Arab-Pegon text in Javanese Banten language. After identifying and analyzing the text, it seems that these three manuscripts derives from one source. Based on the result of comparing the texts, all of them are used in the text edition. After criticizing the text, there are several writing error on the WHSM text,i.e. in the form of substitution, addition, and lacuna. Such errors are ,then, corrected in the text edition. Reading materials on the base manuscript which is corrected by substituting, rediuing, or adding are noted in critical apparatus. The method of text edition used in this study is the basis method. It is used because among all these three manuscripts is a manuscript, indicated by the code LOr. 7420, which takes the shine of from the other ones. Key Words: The Manuscript of Wawacan Haji Mangsur, Philology, Text Edition

Filter by Year

1988 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 42 No. 2 (2025): December Vol. 42 No. 1 (2025): June Vol. 40 No. 2 (2023): July-December 2023 Vol. 40 No. 1 (2023): January-June 2023 Vol. 39 No. 2 (2022): July-December 2022 Vol. 39 No. 1 (2022): January-June 2022 Vol. 38 No. 2 (2021): July-December 2021 Vol 38 No 1 (2021): January - June 2021 Vol 37 No 2 (2020): July - December 2020 Vol 37 No 1 (2020): January - June 2020 Vol 36 No 2 (2019): July - December 2019 Vol 36 No 1 (2019): Januari - Juni 2019 Vol 35 No 2 (2018): July - December 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 31 No 2 (2014): July - December 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 2 (2013): May - August 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 1 (2012): January - April 2012 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 2 (2010): May - August 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 26 No 3 (2009): September - December 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 24 No 3 (2007): September - December 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006 Vol 22 No 3 (2005): September - December 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 20 No 98-99 (2003): July - December 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 93 (2002): April - June 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 85 (2000): April - June 2000 Vol 14 No 74 (1998): September - October 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 68 (1997): November - Desember 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 11 No 63 (1997): Maret - April 1997 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 58 (1996): Januari - Februari 1996 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 55 (1995): July - August 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 53 (1995): March - April 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 51 (1994): November - Desember 1994 Vol 10 No 51 (1994): November - December 1994 Vol 10 No 50 (1994): September - October 1994 Vol 4 No 15 (1988): September - October 1988 More Issue