cover
Contact Name
Muhammad Syafar
Contact Email
m.syafar@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alqolam.journal@uinbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
ALQALAM
ISSN : 14103222     EISSN : 2620598X     DOI : -
ALQALAM (e-ISSN: 2620-598X; p-ISSN: 1410-3222) is a journal published by the Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-INDONESIA. ALQALAM is an academic journal published twice a year (every six months). ALQALAM had been accreditated by Ministry of Education and Culture No. 80/DIKTI/Kep./2012, 13 Desember 2012. This journal focuses on specific themes of Islamic Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 578 Documents
ENGLISH REDUPLICATION IN THE MALAYSIAN CONTEXT Mariam Mohamed Nor; Mohammad Hadi Bin Hamzah; Rahmad Sukor Ab. Somad
Al Qalam Vol 26 No 3 (2009): September - December 2009
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.63 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v26i3.1564

Abstract

Reduplication is playful in certain languages while informative in others. The recent emergence of the form together-gather, single-mingle, calling-calling and later­later brings forth the need to examine where and how the form emerged. The social contact Malaysians achieve is a vocabulary enriching mechanism just as how English has some 900,000 words. Also the catchy-ness of reduplicated words, for businesses' branding holds a key to an economically successful country. Also, this paper studies the feasibility of reduplicating rules, in particular of the English language and Bahasa.
PERSPEKTIF QUR'AN TENTANG KEHIDUPAN Suadi Saad
Al Qalam Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2009.829 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v23i1.1449

Abstract

Sikap manusia terhadap hidup di dunia ini ada dua: ada yang berpandangan optimis dan ada yang berpandangan pesimis. Kaum optimis, yang beragama maupun yang anti agama, sama-sama berpendapat bahwa hidup ini cukup berharga karena mengandung makna dan tujuan. Inilah pandangan manusia pada umumnya. Tetapi berkesimpulan bahwa hidup ini bermakna dan bertujuan belum berarti banyak, jika tidak diteruskan dengan upaya menjawab pertanyaan, makna yang mana dan tujuan yang mana, bernilai positi (baik) atau negatif (jahat)?Di dalam artikel ini dijelaskan tentang hidup di dalam perspektif ayat-ayat Qur'an menurut pemahaman saya dengan, tentusaja, ditunjang oleh hadis-hadis Nabi maupun pandangan beberapa mufasir. Upaya ini terasa penting agar kita dapat memahami apa sebenarnya hakikat, arti, dan tujuan hidup yang kita jalani ini, menurut Qur'an.
PIETY ON CONTESTATION Muhammad Ansor; Yaser Amri; Ismail Fahami Arrauf
Al Qalam Vol 31 No 2 (2014): July - December 2014
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2034.528 KB)

Abstract

This article studied the phenomenon of contestation between orang Sunnah and orang Yasin in Sidodadi, Aceh Tamiang, to gain the recognition of being the most pious Muslim adherent. The research zoomed in on exploring the shape of the contestation and the socio-religious changes that may occur due to the existence of the mentioned contest. The researchers interviewed a dozens of informant, observed their religious practices and the strategy that they launch to propagate their belief and recruit new members. The study showed that the contestation between the two community take place in almost all religious practices. Some of the worth mentions are ritual practices, broadening and enhancing the religiosity of respective community members, or the approach they used in approaching Islam. Apart from that, the contestation between these two groups also triggered the negotiation and reconciliation of Islamic practices of both groups. The reconciliation of religious practice is in accordance with the "culture in between " theory as proposed by Homi K Bhabha in which he believes that truly there are always no clear boundaries between two groups of different credentials. In Sidodadi, the credentials difference of each group to actualize the ideal of Islam in managing the house of God for instance, triggers the struggle of both groups for the control of the mosques and mushollas in one hand, and in other hand it brings out the empathy of each community to revive the religious activities in worship places, though adapted with the credential feature of their respective groups. Keywords: Piety, Orang Sunnah, Orang Yasin, Aceh Tamiang
PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA TERORISME DI INDONESIA Nurdin, Nurdin
Al Qalam Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1178.735 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v25i1.1671

Abstract

Pemberantasan tindak pidana terorisme di Indonesia merupakan implementasi dari pembukaan UUD 1945, alinea ke-4 yaitu, kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memsjukan kes􀀡jahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan ". Salah satu wujud nyata kewsjiban pemerintah dalam melindungi masyarakat atau warga negaranya dari ancaman terorisme, maka kehadiran alau keberadaan UU No.15 dan 16 tahun 2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme, merupakan kebutuhan masyarakat Indonesia sebab terorisme merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradab serta salah satu ancaman serius terhadap kedaulatan setiap Negara.Sebagai latar belakang filosofis dilakukannya pemberantasan tindak pidana terorisme di Indonesia yang merupakan kebjjakan dan langkah antisipatif yang bersifat proaktif, yang dilandaskan kepada azas kehati-hatian dan bersifat jangka panjang. Kata Kunci: teroris, tindak pidana terorisme, dan UU No. 15 dan No. 16 tahun 2003.
TENTANG QURBAN SUHAERI SUHAERI
Al Qalam Vol 10 No 55 (1995): July - August 1995
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.669 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v10i55.1538

Abstract

Tentang Qurban Studi Riwayat dan Hikmahnya
LEMBAGA "AL-KHIAR" DALAM BISNIS ISLAM Syafuri, B.
ALQALAM Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.36 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v19i92.1444

Abstract

Perbuatan hukum misalnya jual beli bukanlah suatu perbuatan hukum yang sudah final pada saat terjadi suatu "akad" atau ''perjanjian" dianggap kesepakatan awal sesuai dengan asas konsesualisme menurut hukum perdata barat, akan tetapi dalam hukum Islam, akad atau perjanjian akan menjadikan syarat penyerahan atau "levering" sebagai suatu patokan telah selesainya perbuatan hukum jual-beli. Dalam hukum bisnis Islam bisa saja "penyerahan barang yang dibeli" sudah dilakukan pada saat akad ditutup atau ditanda tangani. Akan tetapi masing-masing pihak baik pembeli atau penjual tetap mempunyai opsi (pilihan) untuk membatalkan atau melangsungkan perbuatan hukum jual beli.
PERAN PUSAT SUMBER BELAJAR DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Hidayatullah Hidayatullah
Al Qalam Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.88 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v22i2.1377

Abstract

Sumber Belajar adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mendapatkan informasi dan kemudahan dalam belajar. Sumber belajar tersebut dapat berupa manusia (people), lingkungan (setting), teknik (technique), alat (device), dan pesan-pesan (messages). Guru adalah salah satu sumber belajar yang memiliki peran strategis dalam mendorong terjadinya kegiatan belajar pada peserta didik. Pusat Sumber Belajar adalah suatu bangunan dan lembaga yang terdiri kepala dan staf yang dirancang dan diatur secara khusus dengan tujuan untuk menyimpan, merawat, mengembangkan dan memanfaatkan koleksi sumber belajar dalam berbagai bentuknya secara individual maupun kelompok untuk memberikan layanan informasi dan pengetahuan kepada peserta didik.Kelengkapan berbagai layanan informasi dan pengetahuan (sumber belajar) kepada peserta didik dipastikan akan memberikan nilai positif terhadap peningkatan mutu pendidikan pada suatu lembaga pendidikan tertentu. Mutu merupakan suatu kumpulan pemikiran, tetapi tidak hanya pemikiran seseorang tetapi merupakan pemikiran yang kolektif. Artinya setiap orang yang terlibat, dilibatkan dalam menghasilkan sesuatu yang terbaik. Dan mutu sebagai kualitas, didefinisikan sebagai konsistensi dalam menghasilkan produk atau jasa. Dalam kaitannya dengan kondisi peserta didik, maka peserta didik pun berhak untuk mendapatkan pelayanan yang memadai dan sesuai dengan apa yang pernah ditawarkan oleh pihak sekolah.Dengan demikian, bahwa suatu lembaga pendidikan akan bermutu apabila ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai. Sarana dan prasarana tersebut seperti gedung, staf, perlengkapan, media cetak dan non cetak. Jenis-jenis sarana tersebut dapat dikelola oleh satu lembaga yang disebut dengan Pusat Sumber Belajar. Peran pusat sumber belajar dalam memfasilitasi keberhasilan belajar sangat besar. Dan dengan perannya yang besar itu pulalah PSB diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan.Kata Kunci: Sumber Belajar, Pusat Sumber Belajar, Mutu Pendidikan
IJTIHAD DAN MUJTAHID Iman, Fauzul
ALQALAM Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1707.592 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v21i100.1645

Abstract

Ijtihad dan Mujtahid adalah dua kategori konsekwensi ilmiah yang tidak dapat dipisahkan. Ijtihad yang lahir mengatasnamakan metode ketrampilan menggali suatu peristiwa hukum yang terjadi, kehadirannya menuntut varian lain yaitu dimensi keahlian. Dimensi keahlian tidak terwujud tanpa seseorang yang dipandang cakap menggali peristiwa hukum tadi dengan kualifikasi-kualifikasi yang telah tersedia.Dalam konteks ini, maka varian mujtahid perlu dihadirkan dengan penjelasan-penjelasan berdasarkan tingkatan-tingkatan atau derajat yang kemudian disebut mujtahid dengan berbagai dimensinya. Seperti dikemukakan dalam tulisan ini, antara lain, tentang kualifikasi mujtahid mutlak, mujtahid fatwa dan mujtahid madzhab.Kata Kunci: ijtihad, mujtahid, kualifikasi mujtahid
ANTI-KALAM MOVEMENT AMONG THE SHI'ITES Ali, Mufti
ALQALAM Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1696.008 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v23i2.1493

Abstract

Oposisi terhadap kalam dan Mutakallimun diklaim oleh sebagian besar peneliti sejarah teologi sebagai monopoli kaum Sunni (ahl al-sunna wa 'l-jama'a), terutama pengikut Ahmad b. Hanbal. Oposisi tersebut diklaim tidak pernah dilakukan oleh kelompok Shi'ah. Penelitian terhadap dua karya ulama Shi'ah abad ke-15, Ibn al-Wazir al-san'ani, memberikan antitesis (tentatif) yang bisa mengakhiri klaim akan monopoli tersebut. Penelitian terhadap isi, sumber, dan otoritas yang dirujuk Ibn al-Wazir dalam kedua karyanya tersebut membeberkan data baru bahwa kalam dan Mutakallimun mendapat cercaan dari sebagian anggota mazhab Shi'ah.
KARYA DAN PERAN K.H. HALIMY DALAM KADERISASI ULAMA BANTEN Ayatullah Humaeni
Al Qalam Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935.319 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v29i3.1408

Abstract

This article tries to discuss the biograpfhy of KH.Halimy, his role in farming of cadres of Ulama in Ciomas Banten, and his work. This article is a result of field research using descriptive qualitative method based on hisoticaf and anthropological approaches. Literature study, obseroation, interview and documentation are used to collect the data of the research. The data was, then, analyzed by using biographical analysis. As an ulama who was born among the society whose coarse image and was well-k nown as the center of the jawara (local strongman) of Banten, KH. Halimy emerged as a local ulama who had well behaved attitude, but hard hitting and high discipline who taught his society to be brave not only phisically, but also intellectually and morally. As a result, from his pesantren, it has been born many kyai who were not only able to transfer as well as to teach what had been taught by KH. Halimy, but also able to establish a pesantren in their origin villages. KH.Halimy was a charismatic kyai who had important role in farming religious values through religious teaching in the pesantren Al-Halimy and to Ciomas Banten society.Religious traditions that was inherited to Ciomas society such as reciting Sura yaa-sin, marhaban, dalail, and reading the book of dardir conducted regularly was still maintained by the Ciomas society up to the present day, and it becomes a religious activity that functions not only as a farm of religious service to the God, but also as a symbol of equality and social solidarty of Ciomas society. Key Words: Ulama, KH. Halimy, Ciomas, Banten

Filter by Year

1988 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 42 No. 2 (2025): December Vol. 42 No. 1 (2025): June Vol. 40 No. 2 (2023): July-December 2023 Vol. 40 No. 1 (2023): January-June 2023 Vol. 39 No. 2 (2022): July-December 2022 Vol. 39 No. 1 (2022): January-June 2022 Vol. 38 No. 2 (2021): July-December 2021 Vol 38 No 1 (2021): January - June 2021 Vol 37 No 2 (2020): July - December 2020 Vol 37 No 1 (2020): January - June 2020 Vol 36 No 2 (2019): July - December 2019 Vol 36 No 1 (2019): Januari - Juni 2019 Vol 35 No 2 (2018): July - December 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 31 No 2 (2014): July - December 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 2 (2013): May - August 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 1 (2012): January - April 2012 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 2 (2010): May - August 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 26 No 3 (2009): September - December 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 24 No 3 (2007): September - December 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006 Vol 22 No 3 (2005): September - December 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 20 No 98-99 (2003): July - December 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 93 (2002): April - June 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 85 (2000): April - June 2000 Vol 14 No 74 (1998): September - October 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 68 (1997): November - Desember 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 11 No 63 (1997): Maret - April 1997 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 58 (1996): Januari - Februari 1996 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 55 (1995): July - August 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 53 (1995): March - April 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 51 (1994): November - December 1994 Vol 10 No 51 (1994): November - Desember 1994 Vol 10 No 50 (1994): September - October 1994 Vol 4 No 15 (1988): September - October 1988 More Issue