Articles
923 Documents
DISRUPSI PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA PADA ERA DIGITAL
Emawati, Emawati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2020: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 10 JANUARI 2020
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (251.624 KB)
Abstract— Disruption is a breakthrough or innovation that occurs in a system to replace the entire old system with a new system. The purpose of this article was to describe in depth the disruption in Indonesian Language and Literature learning in the digital era. In the digital era disruption is occurring in all lines of life including the education sector. There is a disruption of Indonesian language and literature learning in the digital era as the development of 4.0 the disruption era and 5.0 society era. Generally the disruption included (1) life and career skills (life and career skills), (2) learning and innovation skills (learning and innovation skills), and (3) Information media and technology skills (technology and information media skills). In the Indonesian language and literature learning, the disruption that occurred resulted in the development of learning patterns. Mixed learning patterns are learning patterns that can be chosen in order to take advantage of developments in technology and information. In addition, there is also disruption of thinking patterns, namely critical thinking patterns that critical thinking students can have extensive knowledge and insight as well as adequate literacy skills. The literacy capabilities include digital literacy, information literacy and media literacy.Keywords— Disruption, literacy, digitalAbstrak— Disrupsi merupakan suatu terobosan atau inovasi yang terjadi pada sebuah sistem dengan tujuan untuk menggantikan seluruh sistem lama dengan sistem yang baru. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam disrupsi pada pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia pada era digital. Pada era digital terjadi disrupsi pada semua lini kehidupan tidak terkecuali pada bidang pendidikan. Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia pada era digital mengalami juga disrupsi seiring perkembangan era disrupsi 4.0. dan era society 5.0. Secara umum disrupsi meliputi (1) life and career skills (keterampilan hidup dan berkarier), (2) learning and innovation skills (keterampilan belajar dan berinovasi) dan (3) Information media and technology skills (keterampilan teknologi dan media informasi). Pada pembelajaran Bahasa dan sastra Indonesia, disrupsi yang terjadi itu menghasilkan pengembangan pola pembelajaran. Pola pembelajaran campuran (blended learning) merupakan pola pembelajaran yang dapat dipilih dalam rangka memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi. Selain, pola pembelajaran, pada era digital juga terjadi disrupsi pada pola berpikir yaitu pola berpikir kritis, Dengan berpikir kritis mahasiswa dapat memiliki pengetahuan dan wawasan luas serta kemampuan literasi yang memadai. Kemampuan literasi tersebut meliputi literasi digital, literasi informasi dan literasi media.Kata Kunci— Disrupsi, literasi, digital
BAHASA MELAYU DALAM SUDUT PANDANG REMAJA SUKU MELAYU DI BATAM
Mubarak, Zia Hisni;
Aldriani, Yessie
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2020: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 10 JANUARI 2020
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (177.795 KB)
Abstract— The objective of this study aimed at knowing the perspective of Malay’s teenagers towards their own language in Batam. Malay language is a unique language where mostly Bahasa Indonesia is taken from it. This study is important to be conducted since the preservation issue of local culture, including its language, arrises as the main concern. The study used qualitative method where to collect the data some informants were needed to provide the information about their own perspective toward their language. Those informants are the teenagers of Malay who are living in Batam, Riau Islands Province. The researcher collected the data by using interview and record it by using video camera or voice note. Some questions were asked during the session to some Malay’s teenagers. There were four questions answered by the informants and they showed a good point of view from Malay’s teenagers towards their own language and culture. The study revealed that the teenagers were proud of their local identity including language and culture. Keywords— Malay language, teenagers’ perspective, Batam’s Malay.  Abstrak— Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif remaja Melayu terhadap bahasa mereka sendiri di Batam. Bahasa Melayu adalah bahasa yang unik di mana sebagian besar orang Indonesia diambil darinya. Studi ini penting dilakukan karena masalah pelestarian budaya lokal, termasuk bahasanya, muncul sebagai perhatian utama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif di mana untuk mengumpulkan data beberapa informasi diperlukan untuk memberikan informasi tentang perspektif mereka sendiri terhadap bahasa mereka. Informan tersebut adalah remaja Melayu yang tinggal di Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan wawancara dan merekamnya dengan menggunakan kamera video atau catatan suara. Beberapa pertanyaan diajukan selama sesi kepada beberapa remaja Melayu. Ada empat pertanyaan yang dijawab oleh informan dan mereka menunjukkan sudut pandang yang baik dari remaja Melayu terhadap bahasa dan budaya mereka sendiri. Studi ini mengungkapkan bahwa para remaja bangga dengan identitas lokal mereka, termasuk bahasa dan budaya.. Kata Kunci— Bahasa Melayu, perspektif remaja, Bahasa Melayu Batam.
MENGAPA MAHASISWA PUTUS KULIAH SEBELUM LULUS?
Moesarofah Moesarofah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2021: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 15-16 JANUARI 2021
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Fenomena berkurangnya jumlah mahasiswa baru yang mendaftar ulang di tahun kedua perlu mendapat perhatian serius dari mahasiswa dan instansi terkait. Putus kuliah merupakan masalah penting dalam pendidikan tinggi yang dapat menurunkan kinerja perguruan tinggi. Putus kuliah diartikan sebagai perilaku meninggalkan perguruan tinggi sebelum lulus. Penelitian ini bertujuan untuk menggali permasalahan putus kuliah di perguruan tinggi, dengan mengidentifikasi karakteristik mahasiswa yang berpotensi putus kuliah. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif melalui studi pustaka dari perspektif sosiologis terkait integrasi akademik dan sosial, serta dari perspektif psikologis terkait pola pikir dalam pendidikan, motivasi diri (atribusi), dan ciri-ciri kepribadian yang mengarah pada perbedaan individu. Analisis data dilakukan secara tematik. Bukti empiris mendukung karakteristik individual tertentu dari mahasiswa yang berniat untuk bertahan atau meninggalkan perguruan tinggi. Implementasi studi menunjukkan perlunya penguatan motivasi diri dan psikologi positif. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya perlunya desain penelitian terkait dengan validasi temuan. Kata kunci: putus kuliah, atrisi mahasiswa, perguruan tinggi Abstract The phenomenon of the reduced number of new students re-registering in the second year need serious attention from students and institutions. Drop-out of college is an important issue in higher education that can reduces the performance of college. Drop-out of college is defined as the behavior of leaving college prematurely before graduation. This study aims to explore the issues of drop-out of college, by identifying the characteristics of students who have the potential to drop-out of college. The research method is carried out qualitatively through literature review from sociological perspective related to academic and social integration, as well as from psychological perspective related to mindset in education, self-motivation (attribution), and personality traits that lead to individual differences. Data analysis was carried out thematically. Empirical evidence supports certain individual characteristics of students who intend to stay or leave college. The implementation of the study shows the need to strengthen self-motivation and positive psychology. Recommendations for future research on the need for research design are related to the validation of the findings. Keywords: drop-out of college, attrition, in college
PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN SEMANGAT BELAJAR KELAS 6 SD PARAMOUNT PALEMBANG DI MASA PANDEMI COVID-19
Olivia Nova Khoiriah;
Haryono Haryono
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2021: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 15-16 JANUARI 2021
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Latar belakang penelitian ini berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman penulis sebagai guru yang terlibat langsung dalam pembelajaran jarak jauh atau PJJ di masa Pandemi COVID-19. Makalah ini melibatkan orang tua dan anak yang merupakan siswa kelas 6 SD Paramount Palembang sebagai subjek penelitian. Observasi dan wawancara merupakan metode yang digunakan dalam mengumpulkan data tersebut. Hasil penelitian menunjukkan peran orang tua dalam meningkatkan semangat belajar anak di masa pandemi covid-19, yakni adanya siswa yang kurang mendapatkan perhatian dari orang tua pada saat PJJ berlangsung, tetapi ada juga siswa yang mendapatkan perhatian dari orang tuanya pada saat PJJ berlangsung. Kesimpulan dari penelitian ini adalah siswa yang mendapatkan perhatian yang cukup dari orang tua memiliki semangat belajar yang tinggi, dan siswa yang kurang mendapatkan perhatian dari orang tua selama PJJ, kurang bersemangat dalam belajar terlebih lagi di masa pandemi covid-19 saat ini, peran orang tua memang sangat dibutuhkan dalam meningkatkan semagat belajar anak Kata kunci: Peran Orang tua, PJJ, Semangat Belajar Abstract The background of this research was based on the researcher’s observation and experience as a teacher online teaching during COVID-19 pandemic. This paper involved parents and Paramount primary six students as the subjects of the research. The methods used in collecting data are observation and interview. The result of the research showed the parents’ role in improving students learning spirit or motivation, there are few students who got less attention and motivation from their parents but there are also students who got enough attention and motivation from their parents during online learning. The conclusions from this research are: students who got enough attention and motivation from their parents will have a high learning spirit and motivation and those who got less attention and motivation from their parents tended to have low motivation in learning especially in online learning. Hence, parents’ role is very needed. Keywords: Parents’ role, Online learning, Learning spirit or motivation.
PENDIDIKAN KARAKTER PADA PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID-19 CHARACTER EDUCATION IN NETWORK LEARNING IN THE COVID-19 PANDEMIC
Rusnaini Rusnaini;
Yanti Yosipita
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2021: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 15-16 JANUARI 2021
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Pendidikanxkarakterxmerupakanxbentuk kegiatanxmanusia yangxdi dalamnyaxterdapat suatu tindakan yangxmendidik diperuntukkanxbagixgenerasi selanjutnya. Tujuan pendidikan karakter adalah untuklmembentuk penyempurnaan dirixindividu secaraxterus-menerus danxmelatih kemampuanxdiri demixmenuju kearahxhidup yangxlebihxbaik. Pembelajaran daring tidakldilakukan denganltatap muka,vsehingga menjadixltantangan guruxldalam prosesxlpendidikanxlkarakter tersebut, darixsisi lainxakan memberikanxkesempatan bagixpeserta didikxdalam mengaktualisasikanxnilai karakter yang adaxpada dirinyaxdi mataxmasyarakat dalamlupaya keikutsertaanlpencegahan dan penanggulangan Covid-19. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dimana untuk mengmbanrakan mengenai pendidikanxkarakterxvyang dilakukanxlketika pembelajaran masih berlangsung denganxmetode daringxpada SMPxdengan menerapkanxstrategixpendidikan karakter multiplle intelligences berbasis portofolio. Kata kunci: Pendidikan Karakter, Pembelajaran Daring, Pandemi Covid-19 Abstract Character education is a form of human activity in which there is an educational action intended for the next generation. The purpose of character education is to shape individual self-improvement continuously and train one's abilities towards a better life. Dominant learning is not carried out face-to-face, so it becomes a challenge for teachers in the character education process, on the other hand it will provide opportunities for students to actualize character values in society in an effort to participate in the prevention and control of Covid-19. This research is a qualitative descriptive study with literature that attempts to provide a solution to how character education is carried out when learning is still ongoing using the online method in junior high schools. The strategy offered in this study is a portfolio-based multiple intelligences character education strategy Keywords: Character Education, Online Learning
PEMBELAJARAN DARING MENGGUNAKAN MEDIA ONLINE SELAMA PANDEMI COVID-19 PADA SISWA SD NEGERI 103 PALEMBANG
Andiani, Weni;
Fitria, Happy
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2021: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 15-16 JANUARI 2021
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Pandemi Covid-19 telah membuat Indonesia dan seluruh dunia beralih dari sistem pembelajaran tatap muka ke sistem pembelajaran online . Artikel ini ditulis bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembelajaran daring (dalam jaringan) dengan media online   selama pandemi Covid-19 pada siswa SD Negeri 103 Palembang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dilakukan melalui wawancara terhadap satu guru dan satu siswa SD Negeri 103 Palembang. Hasil penelitian menemukan bahwa media online   yang digunakan pada siswa tempat penelitian diantaranya Whatsapp group,  Youtube, dan Quizziz. Penggunaan media online   ini dinilai cukup efektif dalam pembelajaran pada siswa SD Negeri 103 Palembang. Kelemahan pembelajaran daring, guru lebih banyak memberikan penugasan kepada siswa. Penjelasan yang diberikan oleh guru sangat kurang. Sehingga siswa merasa berat dan sulit memahami materi dalam mengikuti proses pembelajaran karena didominasi oleh pengerjaan tugas. Kata kunci: daring, media online  , pembelajaran  Abstract The Covid-19 pandemic has made the learning system in Indonesia and even the world change from a face-to-face system to an online   system. This article was written to determine how online   learning (online  ) by using online   media during the Covid-19 pandemic on students of SD Negeri 103 Palembang. This research was a qualitative research conducted through interview to one teacher and one student at SD Negeri 103 Palembang. The results of the study found that the online   media used by students in the research location included Whatsapp group, youtube, and quizziz. The use of online   media was considered quite effective in learning for students of SD Negeri 103 Palembang. Drawbacks of online   learning was that the teacher gave more assignments to students. The explanation given by the teacher was lacking. So that students felt it was hard and difficult to understand the material in following the learning process because it was dominated by task work. Keywords: online , online   media, learning
KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN DALAM TEORI DAN PRAKTEK PADA LEMBAGA PENDIDIKAN SWASTA
Suryawahyuni Latief;
Yulfi Alfikri Noer;
Samsuddin Samsuddin;
Santi Hendrayani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2021: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 15-16 JANUARI 2021
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Kepemimpinan pendidikan merupakan cara yang melekat pada diri seorang pimpinan dalam menjalankan tugasnya melalui orang-orang yang dipimpinnya pada lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan di Indonesia terdiri atas lembaga pendidikan negeri dan lembaga pendidikan swasta. Kepemimpinan pada lembaga pendidikan swasta baik sekolah maupun perguruan tinggi pada hakekatnya diperoleh melalui tahapan yang telah ditetapkan oleh peraturan pemerintah dan disesuaikan dengan kebijakan atau peraturan lembaga swasta tanpa mengurangi apa yang telah ditetapkan dalam peraturan pemerintah untuk dijadikan sebagai pedoman. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepemimpinan kependidikan pada lembaga pendidikan swasta berkenaan dengan cara perolehannya dan tanggungjawabnya dalam memimpin. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan menggali informasi melalui literatur berkenaan dengan kepemimpinan dan pendidikan untuk menjawab fokus kajian pada penelitian ini.Hasil dari penelitian menunjukkan, bahwa pada lembaga pendidikan swasta berkenaan dengan asal usul perolehan kepemimpinan pada umumnya menyimpang dari teori-teori asal usul kepemimpinan yang dikemukakan para ahli, karenaperoleh kepemimpinan lebih banyak berdasarkan faktor kedekatan dengan pemilik lembaga pendidikan swasta dan peran utama yang dijalankan pada umumnya didominasi oleh tuntutan dan keinginan pemilik lembaga pendidikan swasta sehingga kaangkala berbenturan dengan peraturan pemerintah yang dijadikan sebagai tolok ukur dalam menjalankan kepemimpinannya.Hal ini berdampak pada budaya organisasi yang tidak sehat serta kualitas lembaga yang rendah.Oleh karena itu, pemimpin lembaga pendidikan swasta yang memperoleh kekuasaan dan kewenanga berdasarkan faktor kedekatan perlu meningkatkan diri dan menjalin hubungan kerja yang baik dengan tenaga pendidik. Kata kunci: Lembaga Pendidikan Swasta, Kepemimpinan Pendidikan, Teori dan Praktek Abstract Educational leadership is a way that is inherent in a leader in carrying out his duties through the people he leads in educational institutions. Consists of educational institutions in Indonesia and private educational institutions. Leadership in private educational institutions, both schools and universities, is essentially determined by government regulations and adjusted to the policies or regulations of private institutions without reducing what has been stipulated in government regulations to be made new. This study aims to provide an overview of educational leadership in private educational institutions by means of their acquisition and responsibilities in leadership. The research method used is literature review (library research) by studying information through the literature regarding leadership and education to answer the focus of the study in this study. The results of the study show that in private educational institutions regarding the origin of leadership generally deviates from theory - the theory of the origin of leadership put forward by experts, because leadership is more based on the factor of proximity to private educational institutions and the main role that is carried out is generally dominated by the desire of the owners of private educational institutions so that sometimes it collides with regulations that are used as measuring guidelines in carrying out their leadership. This has an impact on an unhealthy organizational culture and low quality of institutions. Therefore, leaders of private educational institutions who obtain power and authority based on proximity factors need to improve themselves and establish working relationships. a good number of educators. Keywords: Private Educational Institutions, Educational Leadership, Theory and Practice
ARAH BARU PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI ERA PANDEMI DAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Maman Suryaman
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2021: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 15-16 JANUARI 2021
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstrakMakalah ini berisi gambaran mengenai arah pembelajaran Bahasa Indonesia pascapandemi covid-19 dan hubunganya dengan Revolusi Industri 4.0. Asumsi yang mendasarinya adalah adanya paradigma baru pembelajaran dari tatap muka konvensional ke tatap muka secara daring maupun luring (pembelajaran campuran) berbasis teknologi. Pertanyaannya adalah isu-isu utama apa yang harus menjadi basis arah pembelajaran bahasa Indonesia? Bagaimana posisi media dan teknologi di dalam mengembangkan pembelajaran Bahasa Indonesia? Bagaimana arah baru pembelajaran Bahasa Indonesia pascapandemi dan di era teknologi digital? Dari berbagai kajian diperoleh gambaran bahwa isu-isu utama basis pembelajaran Bahasa Indonesia adalah visi Indonesia 2045, kecerdasan artifisial, dunia kerja, literasi, pandemi covid-19; arah pembelajaran bahasa Indonesia pascapandemi dan era Revolusi Industri 4.0 adalah media dan teknologi; serta implementasi pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis pembelajaran elektronik dengan beragam media digital. Kata kunci: Arah baru pembelajaran, Bahasa Indonesia, Revolusi Industri.AbstractThis paper discusses the direction of Bahasa Indonesia teaching and learning during pandemic Covid-19 and its relationship with industrial revolution 4.0. The assumption behind this paper is the new teaching and learning paradigm which moved from conventional face to face learning to online/offline learning with the support of technology. The questions being asked were what what are the main issues become the bases for the direction of Bahasa Indonesia learning and teaching? What is the position of media and technology in developing Bahasa Indonesia learning and teaching?What is the direction of Bahasa Indonesia learning and teaching during pandemic and digital era? From several review it can be inferred that the main issues of the bases of Bahasa Indonesia teaching an learning was Indonesian vision 2045, artificial intelligence, work, literacy, and pandemic Covid-19; the direction of Bahasa Indonesia teaching and learning during pandemic, and industrial revolution 4.0 were media and technology; as well as the implementation of Bahasa Indonesia teaching and learning with various digital media. Keywords: New direction of teaching and learning, Bahasa Indonesia, Industrial revolution
STRATEGI GURU MEMBENTUK KARAKTER POSITIF PADA SISWA DI TK PARAMOUNT SCHOOL
Ike Aprillina;
Arie Fridayanti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2021: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 15-16 JANUARI 2021
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Penelitian ini untuk mendeskripsikan karakter siswa di sekolah dan strategi guru dalam membentuk karakter positif pada siswa di TK Paramount School. Kualitatif adalah metode yang digunakan pada penelitian ini, data diperoleh dengan teknik triangulasi yaitu: dokumentasi (foto-foto), wawancara, dan observasi (pengamatan). Hasil penelitian ini mengungkap dua temuan: (1) Bagaimana bentuk karakter siswa, dan (2) Strategi apa yang digunakan guru untuk membentuk karakter positif di sekolah. Dapat disimpulkan bahwa terdapat bermacam-macam karakter siswa dan kegiatan belajar dengan cara mendongeng serta metode ceramah oleh guru lebih sering diterapkan oleh guru di sekolah sebagai salah satu strategi pembentukan karakter positif pada siswa. Semua elemen baik keluarga maupun sekolah harus bekerja sama dan selalu konsisten memberikan teladan bagi siswa sehingga siswa memiliki karakter yang positif. Kata kunci: Strategi, Karakter Positif, Siswa Taman Kanak-kanak Abstract This study describes about the character of students in school and teachers’ the strategies in forming positive characters in students at Paramount School Kindergarten. This research used qualitative method, and the data collection obtained by triangulation techniques with the techniques: documentation (photos), interviews, and observations. This study reveals two findings: (1) What are the forms of student character, and (2) What strategies do teachers use to form positive characters in school. This study can be concluded that there are various kinds of student characters and storytelling activities and lecture methods are more often applied by teachers in schools as a strategy to form positive characters in students. All elements, both family and school must work together and always consistently provide role models for students so that students have a positive character. Keywords: Strategy, Positive Character, Kindergarten Students
PROFESIONALISME GURU DALAM MENTRANSFORMASI PENDIDIKAN YANG BERMUTU MELALUI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) PADA MASA PANDEMI COVID-19: STUDI KASUS DI SMP NEGERI 13 OKU
Marzuan Marzuan;
Lilian Herlina
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2021: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 15-16 JANUARI 2021
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Perkembangan dunia pendidikan Indonesia dihadapkan pada pandemi covid-19 yang berdampak pada proses pembelajaran peserta didik yang selama ini dilaksanakan secara tatap muka langsung tetapi karena wabah ini pembelajaran harus dilaksanakan tidak bertatap muka secara langsung secara fisik. Kenyataan ini berimplikasi terhadap efektifitas pembelajaran peserta didik dan suasana mengajar guru. Hal ini merupakan tantangan sekaligus hambatan bagi guru dalam mencapai pendidikan yang bermutu. Oleh karena itu, diperlukan profesionalisme guru dalam pemenuhan sistem penjaminan mutu internal. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan teknik studi kepustakaandan observasi. Penelitian di SMP Negeri 13 OKU menunjukkan guru telah berusaha menjadi profesional terhadap tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan layanan pendidikan sehingga memenuhi sistem penjaminan mutu internal. Kategori hasil profesionalisme guru dalam katgeori baik melalui penilaian kinerja. Hasil transformasi pendidikan bermutu sebagai pemenuhan SPMI menggambarkan pencapaian berupa peningkatan penguasaan teknologi, peningkatan kolaborasi elemen dan kompnen sekolah dan rapor mutu yang signifikan. Berdasarkan hal itu diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi lembaga pendidikan dalam meningkakan profesionalisme guru, pemenuhan SPMI dan transpormasi pendidikan bermutu walaupun pada pandemik covid-19. Kata kunci: profesionalisme, transformasi, pendidikan bermutu, sistem penjaminan mutu internal covid-19Abstract The development of the Indonesian education world is faced with the Covid-19 pandemic which has an impact on the learning process of students which has been carried out face-to-face but because of this epidemic learning must be carried out not face to face directly physically. This fact has implications for the effectiveness of student learning and the teaching atmosphere of teachers. This is both a challenge and a barrier for teachers to achieve quality education. Therefore, it requires teacher professionalism in fulfilling the internal quality assurance system. This writing uses descriptive analytical methods with literature study techniques and observations. Research at SMP Negeri 13 OKU shows that teachers have tried to be professional in their duties and responsibilities in providing educational services so that they meet the internal quality assurance system. The categories of teacher professionalism result in good categories through performance appraisal. The results of quality education transportation as fulfillment of SPMI illustrate the achievements in the form of increased mastery of technology, increased collaboration of school elements and components and significant quality report cards. Based on this, it is hoped that the results of this study can be used as input for educational institutions in improving teacher professionalism, fulfillment of SPMI and quality education information even in the Covid-19 pandemic. Keywords: professionalism, transformation, quality education, covid-19 internal quality assurance system