cover
Contact Name
Rudy Hartono
Contact Email
dinomks70@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rudyhartono@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar
ISSN : 19078153     EISSN : 25490567     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar adalah jurnal ilmiah yang dipublikasi oleh Unit Penelitian Poltekkes Kemenkes Makassar. Jurnal Media Kesehatan merupakan Jurnal Nasional yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan telah teregister dengan e-ISSN: 2549-0567. Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar fokus pada hasil-hasil penelitian asli dan terbaru dalam lingkup ilmu kesehatan mencakup ilmu keperawatan, kebidanan, kesehatan lingkungan, ilmu farmasi, analis kesehatan atau laboratorium medis, ilmu gizi, fisioterapi, kesehatan gigi, ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu kesehatan lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
GAMBARAN KARAKTERISTIK LANSIA DENGAN RISIKO OSTEOARTHRITIS LUTUT DI DESA POLEHAN KOTA MALANG Fadhail, Maulana Ahsan; Yulianti, Atika
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17, No 2 (2022): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v17i2.2818

Abstract

Latar Belakang : Osteoarthritis (OA) didefinisikan sebagi suatu bentuk perubahan sendi lutut akibat dari peradangan dan penipisan kartilago karena faktor degenerasi seringkali terjadi pada sendi lutut akibat yang mengakibatkan keluhan seperti nyeri, kaku sendi, hingga gangguan fungsi, dari 100.000 orang terdapat 240 kasus OA lutut yang telah dilaporkan dalam kurun waktu satu tahun. Tujuan : memberikan gambaran berupa karakteristik lansia  dengan risiko OA lutut berupa usia, jenis kelamin, IMT, dan distribusi kasus. Metode : Desain penelitian menggunakan deskriptif cross sectional dengan mengamati data-data karakteristik dari sampel risiko OA lutut, populasi masyarakat desa polehan dengan total sampel 33 responden dengan metode consecutive sampling. Hasil : Gambaran karakteristik lansia dengan risiko OA terbanyak yakni lansia dengan usia diatas 61 tahun (58%), jenis kelamin perempuan (91%) lalu dengan IMT overweight (42%)  disertai letak distribusi OA lutut bilateral (58%). Kesimpulan : Prevalensi OA pada usia memang terlihat diatas 50 tahun karena faktor degenerasi. Wanita juga sering ditemui pada masa menopause. Beban mekanik akibat berat badan berlebih juga menjadi faktor pencetus OA semakin parah, serta distribusi OA bisa terjadi pada semua lutut baik kanan dan kiri, namun pada kedua lutut telah banyak dilaporkan.Kata Kunci : Lansia, Osteoarthritis Lutut, Sendi
PENERAPAN INTEGRASI HASIL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR Haerani, Haerani; Tandjungbulu, Yaumil Fachni; Andini, Mira
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17, No 2 (2022): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v17i2.3130

Abstract

   ABSTRACT Integration of research activities and community service into learning is one of the indicators stipulated in BAN-PT Regulation Number 59 of 2018 In accordance with higher education quality standards based on the higher education accreditation instrument (IAPT) and the Study Program accreditation instrument (IAPS) 9 criteria, in particular clearly stated in point C.6.4.c. This type of research is a descriptive observational research with a quantitative descriptive survey method. This study aims to determine the application of the integrity of research results and community service in learning at the Makassar Ministry of Health Polytechnic. The results of the research are the application of integration of research results into learning as many as 105 respondents (91.3%), relevant to the subjects being taught as many as 108 respondents (93.9%) and those who do not integrate as many as 10 respondents (8.7%), do not 7 respondents (6.1%) were relevant to the subjects taught, while 99 respondents (88.09%) applied the integration of community service results, 105 respondents (91.30%) were relevant to the subjects taught and 16 respondents (13.91%) did not integrate, 10 respondents (8.7%) were not relevant to the subjects being taught. It is hoped that all lecturers can integrate the results of research and community service into learning which can improve the quality of learning outcomes. Keywords : Integration, Research, Community Service, Learning ABSTRAK Integrasi kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat kedalam pembelajaran manjadi salah satu indikator yang ditetapkan dalam Peraturan BAN-PT Nomor 59 tahun 2018 Sesuai dengan Standar mutu pendidikan tinggi berdasarkan instrument akreditasi perguruan tinggi (IAPT) dan Instrumen akreditasi Program Studi (IAPS) 9 kriteria, khususnya disebutkan secara jelas pada poin C.6.4.c. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan metode survei deskriptif kuantitatif,. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan integritas hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam pembelajaran di Poltekkes Kemenkes Makassar. Adapun hasil penelitian yaiyu penerapan integrasi hasil penelitian kedalam pembelajaran sebanyak 105 responden (91,3 %), relevan dengan mata kuliah yang diajarkan sebanyak 108 responden (93,9 %) dan yang tidak mengintegrasikan sebanyak 10 responden (8,7 %), tidak relevan dengan mata kuliah yang diajarkan sebanyak 7 responden (6,1 %) sedangan untuk penerapan integrasi hasil pengabdian kepada masyarakat kedalam pembelajaran sebanyak 99 responden (88,09 %), relevan dengan mata kuliah yang diajarkan sebanyak 105 responden (91,30 %) dan yang tidak mengintegrasikan sebanyak 16 responden (13,91 %), tidak relevan dengan mata kuliah yang diajarkan sebanyak 10 responden (8,7 %). Diharapkan semua dosen dapat mengintegrasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat kedalam pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas capaian pembelajaran. Kata Kunci : Integrasi, Penelitian, Pengabdian kepada masyarakat, pembelajaran.
Faktor Risiko Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas di SMA Negeri 2 Kabupaten Sidrap Hafid, Reza Ratna Sari; Hengky, Henni Kumaladewi; Arfan, Arfianty; Muin, Herlina
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17, No 2 (2022): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v17i2.2959

Abstract

Kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab utama kematian dan cedera dan masalah kesehatan masyarakat yang berkembang di seluruh dunia, menyebabkan lebih dari 1,2 juta kematian di seluruh dunia setiap tahun. Dengan kemajuan modernisasi dan meningkatnya kepadatan sistem transportasi, jumlah kecelakaan l alu lintas meningkat, terutama di kalangan siswa sekolah menengah atas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kecelakaan lalu lintas pada siswa SMAN 2 Kabupaten Sidrap Tahun 2022. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juni 2022 di SMA Negeri 2 Kabupaten Sidrap. Metode yang digunakan adalah metode analitik dengan pendekatan kuantitatif  desain cross sectional. Besar sampel adalah 91 siswa dan metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat (uji chi-square). Hasil penelitian ini, faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan lalu lintas pada siswa SMAN 2 Sidrap adalah perilaku berkendara (p=0,000) dan kondisi hujan (p=0,000). Sedangkan faktor yang tidak ada hubungan dengan kejadian kecelakaan pada siswa SMAN 2 Sidrap adalah pengetahuan (p=0,619), kelelahan (p=0,264), dan kondisi kendaraan (p=0,374). Disarankan kepada pelajar untuk memaksimalkan perilaku berkendara yang aman dengan membaca, menghadiri seminar, dan pelatihan.
PEMBERIAN PRODUK READY TO USE THERAPEUTIC FOOD (RUTF) BERBAHAN TEPUNG IKAN LELE DAN KACANG HIJAU TERHADAP BERAT BADAN BALITA WASTING Wulandari, Dian; Yulianto, Yulianto; Terati, Terati
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17, No 2 (2022): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v17i2.2917

Abstract

ABSTRAK Wasting yang terjadi pada balita di Indonesia menjadi masalah kesehatan yang serius, prevalensinya di atas 10%. Kekurangan asupan zat gizi makro dan mikro merupakan penyebab utama kekurangan gizi kronis. intervensi gizi dengan Formula Ready to Use Therapeutic Food (RUTF) yang dapat menurunkan kejadian balita kurus secara bermakna. RUTF adalah makanan padat berbentuk pasta. Kacang hijau dan ikan lele memiliki kandungan asam amino esensial yang tinggi dan berperan dalam pertumbuhan, pemeliharaan sel, mengganti jaringan rusak dan deposit jaringan otot. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian produk RUTF berbahan dasar tepung ikan lele dan tepung kacang hijau terhadap peningkatan berat badan balita wasting. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan rancangan One Group Pretest-Posttest. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai dengan bulan April tahun 2022 di Puskesmas Kertapati Palembang. Sampel pada penelitian ini dipilih secara Systematic Random Sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Analisis data menggunakan paired sample t-test dengan selisih nilai rata-rata 0,35 kg (pvalue = 0,000).Hasil independent sample t-test didapatkan p-value = 0,000 yang menunjukkan bahwa artinya ada pengaruh pemberian RUTF Ready To Use Therapeutic Food (RUTF) Berbahan Dasar Tepung Ikan Lele Dan Tepung Kacang Hijau Terhadap Berat Badan dalam meningkatkan Berat badan Balita Wasting.Kata kunci : berat badan, ikan lele, kacang hijau, RUTF, wasting
Hubungan Antara Penggunaan Alat Pelindung Diri APD Dengan Kejadian Keracunan Pestisida Pada Petani Bawang Merah di Desa Tampo Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang Zaenab, Zaenab; Mulyadi, Mulyadi; Sulastri, Sulastri
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17, No 2 (2022): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v17i2.3053

Abstract

Penyemprotan pestisida yang tidak memenuhi aturan atau tidak dikelola dengan baik dan diperparah dengan ketidakpedulian petani bawang merah tentang bahaya pestisida, menyebabkan resiko paparan pestisida, jika penyemprotan tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk adalah Untuk mengetahui hubungan antara penggunaan alat pelindung diri (APD) masker, sarung tangan, penutup kepala, baju kerja, dan sepatu boot dengan kejadian keracunan pada petani penyemprot hama di Desa Tampo, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Jenis penelitian yang di gunakann adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, dan sampel 120 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Cluster Sampling yang diperoleh melalui lembar kuesioner. Hasil penelitian di Desa Tampo Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang menunjukan distribusi responden berdasarkan penggunaan masker dengan menggunakan uji Pearson Korelasi diperoleh nilai P= 0,001 (p<0,05), penggunaan sarung tangan dengan menggunakan uji Pearson Korelasi diperoleh nilai P= 0,130 (p>0,05), penggunaan penutup kepala dengan menggunakan uji Pearson Korelasi diperoleh nilai P= 0,010 (p<0,05), penggunaan baju kerja dengan menggunakan uji Pearson Korelasi diperoleh nilai P= 0,003 (p<0,05), dan penggunaan sepatu boot dengan menggunakan uji Pearson Korelasi diperoleh nilai P= 0,001 (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara alat peindung diri, masker, penutup kepala, baju kerja dan sepatu boot dengan kejadian keracunan, dan tidak ada hubungan sarung tangan dengan kejadian keracunan di Desa Tampo Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang.Kata Kunci: Alat Pelindung Diri (APD), Keracunan, Pestisida
KONSELING GIZI UNTUK MENINGKATKAN ASUPAN GIZI DAN BERAT BADAN IBU HAMIL KEKURANGAN ENERGI KRONIS DI KELURAHAN ADATONGENG KABUPATEN MAROS Yadlin, Hilda; Nadimin, Nadimin
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17, No 2 (2022): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v17i2.2961

Abstract

Belakang . Kekurangan Energi Kronis (KEK) yang terjadi pada ibu hamil disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dan pengetahuan gizi sehingga perlu mendapatkan penyuluhan gizi.Objektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan gizi terhadap asupan gizi dan berat badan ibu hamil KEK. Metode. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan gizi selama dua minggu pada ibu hamil KEK. Sebelum dan sebelum intervensi dilakukan pengukuran asupan gizi, energi, protein, lemak, karbohidrat, dan berat badan. Metode recall 24 jam menentukan asupan nutrisi, timbangan digital menentukan berat badan, dan analisis data menggunakan uji-t dua sampel berpasangan.Hasil. Asupan zat gizi meningkat sebelum dan sebelum penyuluhan gizi yaitu energi 116 kkal, protein 10 gram, karbohidrat 24 gram, dan lemak 8 gram. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan asupan gizi ibu hamil sebelum dan sebelum penyuluhan gizi, baik energi (p=0,514), protein (p=0,611), karbohidrat (p=0,098), dan lemak (p=0,611). 0,327). Ada perbedaan berat badan ibu hamil sebelum dan sebelum penyuluhan gizi. Kesimpulan. Pelaksanaan penyuluhan gizi selama dua minggu belum mampu meningkatkan asupan gizi sampai kebutuhan gizi terpenuhi, namun dapat meningkatkan berat badan ibu hamil KEK. 
EFEKTIVITAS LATIHAN LARI ZIG-ZAG DENGAN SHUTTEL RUN TERHADAP KELINCAHAN PADA PEMAIN SEPAKBOLA DI SMAN KEBERBAKATAN OLAHRAGA MAKASSAR Nur Hasani, Abdul Bashir; Ardiansah, Ardiansah
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17, No 2 (2022): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v17i2.2822

Abstract

 Latar Belakang: Kelincahan didefinisikan sebagai gerakan seluruh tubuh yang cepat dengan perubahan kecepatan atau arah sebagai respons terhadap stimulus. Ini adalah kemampuan motorik penting dalam olahraga yang melibatkan perubahan multi arah. Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan desain quasi eksperimen menggunakan metode pre test-post test two group design. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas latihan lari zig-zag dengan latihan shuttel run terhadap kelincahan pada pemain sepak bola.Penelitian ini dilaksanakan di SMAN Keberbakatan Olahraga Makassar, dengan sampel adalah pemain sepakbola. Jumlah sampel adalah 24 orang dengan menggunakan total sampling yang dibagi secara acak kedalam 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan 1 yang diberikan latihan lari zig-zag, sebanyak 12 orang dan kelompok perlakuan 2 yang diberikan latihan shuttel run sebanyak 12 orang dengan menggunakan pengukuran illinois agility run test. Hasil: Berdasarkan analisis Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa latihan lari zig-zag dapat menghasilkan perubahan kelincahan yang bermakna dengan rata-rata peningkatan sebesar 1,14 detik dan nilai p = 0,002 (p < 0,05), sedangkan latihan shuttel run juga menghasilkan perubahan kelincahan yang bermakna dengan rata-rata peningkatan sebesar 0,50 detik dan nilai p = 0,002 (p < 0,05). Berdasarkan analisis Uji Mann-Whitney, diperoleh ada perbedaan efektivitas yang bermakna antara latihan lari zig-zag dengan shuttel run dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05), dilihat dari nilai rerata menunjukkan bahwa latihan lari zig-zag lebih efektif dibandingkan dengan latihan shuttel run. Kesimpulan: Latihan lari zig-zag lebih efektif dibandingkan latihan shuttel run terhadap kelincahan pada pemain sepakbola di SMAN Keberbakatan Olahraga Makasar. Kata kunci : Lari Zig-zag, Shuttel run, illinois agility run test, Kelincahan.
PENGARUH PEMBERIAN SMOOTHIES PISANG AMBON, NAGA MERAH, DAN MELON TERHADAP TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS SOSIAL PALEMBANG Prilistawaty, Heny; Sartono, Sartono; Eliza, Eliza
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17, No 2 (2022): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v17i2.2925

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan terjadinya peningkatan  tekanan darah sistolik ≥140 mmHg atau dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Smoothies pisang ambon, naga merah, dan melon adalah terapi minuman tinggi kalium dan serat yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian yaitu untuk melihat adanya pengaruh pemberian smoothies pisang ambon, naga merah, dan melon terhadap tekanan darah penderita hipertensi di Puskesmas Sosial Palembang. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan pre-test and pos-test with control group. Jumlah populasi penelitian ini sebanyak 1072 orang didapat sampel sebanyak 68 orang. Hasil uji t- dependen bahwa rata-rata tekanan darah rata- rata tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum perlakuan pada kelompok perlakuan yaitu 153,47 mmHg dan 99,32 mmHg, pada kelompok pembanding 156,55 mmHg dan 97,44 mmHg. Rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik setelah perlakuan pada kelompok perlakuan sebesar 131,63 mmHg dan 87,20 mmHg, pada kelompok pembanding sebesar 145,20 mmHg dan 90,50 mmHg dengan nilai p-value 0,000. Smoothies pisang ambon, naga merah, dan melon mempunyai pengaruh terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik dengan selisih pada kelompok perlakuan yaitu 21,50 mmHg dan 12,11mmHg sedangkan kelompok kontrol 11,35 mmHg dan 6,94 mmHg.
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI PUBLIC SAFETY CENTER (PSC) 119 DI INDONESIA : LITERATUR REVIEW Prihanti, Rheni; Widjanarko, Bagoes; Budiyono, Budiyono
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17, No 2 (2022): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v17i2.3049

Abstract

Penyelenggaraan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) merupakan kewajiban setiap pemerintah Kabupaten/Kota dalam penanganan kegawatdaruratan di Indonesia. Salah satu upaya penyelenggaraan Sistem Penanggulangan Gawat darurat terpadu (SPGDT) adalah pembentukan Public Safety Center (PSC). Jumlah Kabupaten/Kota yang telah membentuk Public Safety Center (PSC) sebanyak 276 dari 514 Kabupaten/Kota di Indonesia.  Namun dalam pelaksanaan Public Safety Center (PSC) pada masing-masing kabupaten/kota di Indonesia menghadapi banyak kendala dan hambatan. Tujuan dari literatur review ini adalah untuk menggambarkan faktor-faktor yang mendukung pelaksanaan Public Safety Center (PSC) di Indonesia dalam rangka mengatasi kendala dan hambatan yang dihadapi dalam memberikan pelayanan kegawatdaruratan di masyarakat.  Metode literatur ini dilakukan dengan pendekatan narrative review. Pencarian database yang digunakan melalui ScienceDirect, ProQuest, Cambridge Core, Portal Garuda, Springer Link dan Google Cendikia dengan kata kunci serta kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditetapkan. Hasil dari penelitian ini adalah faktor yang mendukung implementasi Public Safety Center (PSC) di Indonesia adalah adanya kebijakan pemerintah daerah, sumber daya ( sumber daya manusia dan sarana prasarana), anggaran, pedoman pelaksanaan (SOP), peran lintas sektor dan peran serta masyarakat melalui kegiatan sosialisasi. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa implementasi Public Safety Center (PSC) di beberapa kabupaten/kota di Indonesia masih belum berjalan dengan baik karena belum menerapkan faktor-faktor pendukung  dalam pelaksanaannya yaitu faktor sumber daya manusia (SDM) , infrastruktur- sarana prasarana, pengetahuan dan respon masyarakat, teknologi-informasi, komunikasi tim, sosialisasi, lintas sektor, anggaran, ketersediaan SOP
EFEKTIVITAS PEMBERIAN BISKUIT TEPUNG KEDELAI DAN TEPUNG UBI KUNING TERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN BALITA GIZI KURANG DI PUSKESMAS SEKIP PALEMBANG Yulianto, Yulianto; Dhanti, Intan Rahma; Muzakar, Muzakar
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17, No 2 (2022): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v17i2.2828

Abstract

Gizi kurang merupakan permasalahan gizi terbanyak di Indonesia. Anak balita adalah salah satu kelompok masyarakat yang sering mengalami gizi kurang atau termasuk dalam kelompok yang rawan gizi. Dampak gizi kurang pada anak cukup beragam antara lain pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi terhambat, mengalami gangguan kesehatan pada saat remaja dan dewasa, berisiko terkena penyakit infeksi, bahkan bisa meningkatkan risiko kematian. Tujuan penelitian adalah Diketahui Pengaruh Pemberian Biskuit Tepung Kedelai dan Tepung Ubi Jalar Kuning sebagai PMT terhadap perubahan berat badan balita gizi kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Sekip Palembang. Jenis penelitian ini yaitu quasi eksperiment dengan desain penelitian pre-test and post-test with control group design. Uji statistik yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar sampel berusia 34-40 bulan (26,7%). Rerata berat badan balita sebelum dilakukan intervensi pada kelompok perlakuan adalah 10,530 kg dan setelah dilakukan intervensi menjadi 10,840 kg dengan selisih 0,310 kg. Sedangkan rerata b­erat badan balita sebelum dilakukan intervensi pada kelompok pembanding adalah 10,580 kg dan setelah dilakukan intervensi menjadi 10,683 kg dengan selisih 0,103 kg. Hasil analisis statistik (t-independent) diperoleh p-value 0,000, sehingga mendapat kesimpulan ada pengaruh pemberian Biskuit Tepung Kedelai dan Tepung Ubi Jalar Kuning terhadap perubahan berat badan balita gizi kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Sekip Palembang.Malnutrition is the most common nutritional problem in Indonesia. Toddlers are the age group that most often suffers from malnutrition or is one of the groups of people who has a nutritional vulnerability. The impact of malnutrition on toddlers is inhibiting the growth of children, causing health problems during adolescence and adulthood, increasing the risk of infectious diseases, and even it can increase the risk of death. The purpose of this research was to know the effect of giving biscuits with soy flour and yellow sweet potato flour on changing the weight of undernourished toddlers in the working area of Sekip Community Health Center Palembang. This type of research was a quasi-experiment with research design pre-test and post-test with control group design. The statistical test used was univariate analysis and bivariate analysis. The results described that most of the samples were aged 34-40 months (26.7%). The average body weight in the treatment group before the intervention was 10.530 kg and after the intervention it became 10.840 kg with a difference of 0.310 kg. While the average ­body weight in the comparison group before the intervention was 10.580 kg and after the intervention it became 10.683 kg with a difference of 0.103 kg. The results of statistical tests ( t-independent) obtained that p-value of 0.000, so it could be concluded that there was an effect of giving Soy Flour and Yellow Sweet Potato Flour Biscuits to changes in body weight of undernourished toddlers in the working area of Sekip Community Health Center Palembang.