cover
Contact Name
Taopik Rahman
Contact Email
opik@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalagapedia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PAUD AGAPEDIA
ISSN : 25812823     EISSN : 25809679     DOI : https://doi.org/10.17509/jpa
Core Subject : Education,
Jurnal PAUD Agapedia adalah jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil kajian dan penelitian terkait pendidikan anak usia dini dari perspektif mutidisipliner. Jurnal ini bertujuan untuk memperluas dan menciptakan inovasi konsep, teori, paradigma, perspektif dan metodologi dalam mengembangkan pendidikan anak usia dini.
Arjuna Subject : -
Articles 164 Documents
METODE BERMAIN PERAN MAKRO SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA 4-5 TAHUN : TINJAUAN PUSTAKA Fauziah, Nurul; Elan, Elan; Mulyadi, Sima
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.91 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v4i2.30441

Abstract

Early childhood education is very important for children because early childhood is in the golden age. Atthis time all aspects of child development are very important to be developed, especially children's socialdevelopment. The child's social development will develop when the child has social skills. Children's socialskills are very important because this will become a provision when the child enters a wider social world,where the influence of friends and social environment will affect his life. Children's social skills need to bedeveloped because basically every child will need help from others and will live to be social people, but inreality there are still many children who cannot socialize with others. Therefore children need to be helpedin order to have social skills in themselves. Children's social skills can be developed with fun methods. Oneof them is the method of playing macro roles. Macro role play is one of the fun active play activities, byplaying the role of children given the opportunity to explore what they encounter in the surroundingenvironment. Most children really like to play roles, because basically children are accomplished imitators.The method of playing macro role can be done when learning in early childhood education by designinglearning designs with indicators that are appropriate to the implementation of role playing.Pendidikan anak usia dini sangat penting bagi anak karena anak usia dini berada dalam masa keemasan(Golden Age). Pada masa ini seluruh aspek perkembangan anak sangat penting untuk dikembangkan,terutama perkembangan sosial anak. Perkembangan sosial anak akan berkembang ketika anak memilikiketerampilan sosial. Keterampilan sosial anak sangat penting karena hal ini akan menjadi bekal saat anakmemasuki dunia pergaulan yang lebih luas, dimana pengaruh teman-teman dan lingkungan sosial akanmempengaruhi kehidupannya. Keterampilan sosial anak perlu dikembangkan karena pada dasarnya setiapanak akan memerlukan bantuan orang lain dan akan hidup menjadi manusia sosial, namun dalamkenyataannya masih banyak anak yang tidak dapat bersosialisasi dengan orang lain. Oleh karena itu anakperlu dibantu agar memiliki keterampilan sosial pada dirinya. Keterampilan sosial anak dapat dikembangkandengan metode dan cara yang menyenangkan. Salah satunya metode bermain peran makro. Bermain peranmakro merupakan salah satu kegiatan bermain aktif yang menyenangkan, dengan bermain peran anak diberikesempatan untuk mengeksplorasi apa yang mereka temui di lingkungan sekitarnya. Kebanyakan anaksangat menyukai bermain peran, karena pada dasarnya anak merupakan peniru yang ulung. Metode bermainperan makro bisa dilakukan saat pembelajaran di pendidikan anak usia dini dengan cara menyusunrancangan pembelajaran dengan indikator yang sesuai dengan pelaksanaan bermain peran.
PENGEMBANGAN RENCANA PEMBELAJARAN MODEL PEMBELAJARAN STEM UNTUK KELOMPOK B SUB TEMA BENDA-BENDA ALAM Fauziaturromah, Yuniar; Rahman, Taopik; Mulyana, Edi Hendri
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v5i2.40691

Abstract

The teacher need The Lesson plan for the smooth process of activities in the classroom. The lesson plan must be prepared according to the characteristics of the child. STEM learning is a new breakthrough in learning to face the 21st century and helps develop 4C skills (Communication, Collaborative, Critical Thinking and Creativity). Study is based on the problems that exist in the field related to the STEM learning model learning plan which is still lacking in its application. The STEM learning model learning plan aims to be a reference in the process of implementing learning in the STEM model.Rencana pembelajaran sangat diperlukan oleh guru untuk kelancaran proses kegiatan di kelas. Rencana pembelajaran harus disusun sesuai dengan karakteristik anak. Pembelajaran STEM merupakan terobosan baru dalam pembelajaran untuk menghadapi abad 21 dan membantu mengembangkan keterampilan 4C (Communication, Collaborative,Critical Thingking and Creativity). Latar belakang dalam penelitian ini berdasarkan permasalahan yang ada di lapangan berkaitan dengan rencana pembelajaran model pembelajaran STEM yang masih kurang dalam penerapannya. Rencana pembelajaran model pembelajaran STEM bertujuan untuk menjadi acuan dalam proses pelaksanaan pembelajaran dalam model STEM.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MONTASE PADA ANAK USIA DINI Afifah, Tsalitska Sindi; Sumardi, Sumardi; Mulyadi, Sima
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v4i2.30454

Abstract

This study aims to determine how the effect of montage activities in improving motor skills in early childhood. Forearly childhood education is certainly an effort that must be given to improve the quality of a child's self. ThroughEarly Childhood Education (PAUD) is carried out on children up to the age of six years by helping the growth anddevelopment of children both physically and spiritually to help prepare a child in entering further elementary schooleducation. The development aspects of each child will be different, which is influenced by the readiness or sensitivityof each child including the child's physical abilities. Physical motor in this case fine motor skills are influenced byopportunities to practice and learn. To support motor physical abilities of early childhood can be improved throughmontage activities. This montage activity includes several aspects in the form of cutting, arranging, and sticking. Inthis study using the method of library research and library research / library research is a study conducted onlybased on written works, including the results of research both those that have not been published. The data neededin research can be obtained from library sources or documents. Data collection methods in this study were carriedout by taking data in the library, reading, recording, and processing research materials. Based on the results ofresearch from previous researchers who were used as a source of literature in this study concluded that the finemotor skills of children who were warned through montage activities also increased starting from pre-action, thefirst cycle, and increased again in the second cycle.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari kegiatan montase dalam meningkatkankemampuan motorik pada anak usia dini. Bagi anak usia dini pendidikan tentunya menjadi suatu upaya yang harusdiberikan untuk meningkatkan kualitas diri seorang anak. Melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dilakukanpada anak hingga berusia enam tahun dengan membantu pertumbuhan dan perkembangan anak baik secara jasmanimaupun rohani untuk membantu mempersiapkan seorang anak dalam memasuki pendidikan sekolah dasarselanjutnya. Aspek perkembangan setiap anak akan berbeda, yang dipengaruhi oleh kesiapan atau masa peka masingmasing anak termasuk juga dalam kemampuan fisik anak. Fisik motorik yang dalam hal ini kemampuan motorikhalus dipengaruhi oleh kesempatan berlatih dan belajar. Untuk mendukung kemampuan fisik motorik anak usia dinidapat ditingkatkan melalui kegiatan montase. Kegiatan montase ini meliputi beberapa aspek berupa menggunting,menyusun, dan menempel. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dan studipustaka/riset pustaka yaitu sebuah penelitian yang dilakukan hanya berdasarkan atas karya tertulis, termasuk hasilpenelitian baik yang telah maupun yang belum dipublikasikan. Data-data yang dibutuhkan dalam penelitian dapatdiperoleh dari sumber pustaka atau dokumen. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan denganmengambil data di pustaka, membaca, mencatat, dan mengolah bahan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian daripeneliti terdahulu yang dijadikan sebagai sumber kepustakaan pada penelitian ini menyimpulkan jika kemampuanmotorik halus anak yang ditingatkan melalui kegiatan montase juga mengalami peningkatan mulai dari pratindakan,Siklus pertama, dan meningkat lagi pada Siklus kedua. 
ANALISIS MEDIA MONTASE TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-5 TAHUN Syawalia, Ghina Fairuz Fakhirah; Rahman, Taopik; Giyartini, Rosarina
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v5i2.40919

Abstract

Montage media is a tool used in learning in the form of creating new images from several combinations of existing images and then combining them on a new page to make a new, more imaginative work. This montage media is used because it has many benefits for children aged 4-5 years. So that children can develop properly and optimally. This article is entitled "Analysis of Montage Media on Fine Motor Development of Children Age 4-5 Years". The method used in this article uses a descriptive method with a qualitative research approach through literature study techniques as a technique used to study studies that have been carried out by a previous researcher which is considered appropriate and relevant to the problem to be studied. The purpose of this study is to determine the use of montage media in fine motor development of children aged 4-5 years. The findings in previous studies that examined the montage media in the child's fine motor development. The results of this study are the results of a descriptive analysis of the journals studied suggesting that montage media is very influential on the fine motor development of children, especially children aged 4-5 years, but it is also necessary to know that each journal that is studied and studied shows different goals. different in using montage media. From all the journals studied, it showed significant results, namely that the motase media could increase the potential for fine motor development of children aged 4-5 years.Media montase merupakan alat yang digunakan dalam pembelajaran berupa menciptakan gambar baru dari beberapa gabungan gambar yang sudah ada kemudian digabungkan pada halaman baru menjadikannya karya baru yang lebih imajinatif. Media montase ini digunakan karena memiliki banyak sekali manfaat bagi anak usia 4-5 tahun. Sehingga anak-anak dapat berkembang dengan baik dan optimal. Artikel ini berjudul “Analisis Media Montase Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun”. Metode yang digunakan dalam artikel ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif melalui teknik studi literature sebagaimana suatu teknik yang digunakan untuk mempelajari suatu penelitian-penelitian yang sudah dilakukan oleh seorang peneliti terdahulu yang dianggap sudah sesuai dan relevan dengan masalah yang akan dikaji. Tujuan dari adanya penelitian ini yaitu untuk mengetahui penggunaan media montase dalam perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun. Temuan-temuan dalam penelitian terdahulu yang mengkaji media montase dalam perkembangan motorik halus anak tersebut. Hasil dari penelitian ini yaitu adanya hasil analisi deskriptif mengenai jurnal yang dikaji mengemukakan bahwa media montase sangat berpengaruh terhadap perkembangan motorik halus anak khususnya usia 4-5 tahun, namun perlu di ketahui pula bahwa setiap juranl yang di pelajari serta dikaji ini menunjukkan tujuan yang berbeda-beda dalam menggunakan media montase. Dari seluruh jurnal yang dikaji, menunjukkan hasil yang signifikan yaitu media motase dapat meningkatkan potensi perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun.
ANALISIS KEMAMPUAN MENGELOLA EMOSI ANAK USIA 5-6 TAHUN (LITERATURE RIVIEW) Maulinda, Resti; Muslihin, Heri Yusuf; Sumardi, Sumardi
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v4i2.30448

Abstract

TEarly childhood ability in managing self-emotion is part of the maturation of the child’s emotionaldevelopment during the transition from pre-operation to a period of concrete operations. Early childhoodabilities in managing their own emotions can be seen from the dimensions of children's capabilities inharnessing their emotions positively, emotion-managing ability in accordance with the situation andcondition of themselves, and self-defense capability of the child itself in various forms of children's self-issuepositions properly. In the ability to manage children's emotions, parents have an important role in helpingtheir development. The purpose of the research is to find out to what extent children are able to manageemotions in themselves which certainly can be done with some effort to increase these abilities. In this studyusing a descriptive qualitative approach by using a type of literature review method or literature study. Thedata obtained in this study is from the results of the analysis of several journals that are relevant to the topicof the researcher's problem. The results of research conducted by analyzing several journals can beconcluded that the ability to manage children's emotions is seen from how big the role of parents in helpingdevelop these abilities.Kemampuan anak usia dini mengelola emosi diri merupakan bagian dari pematangan perkembangan emosianak dimasa peralihan dari pra operasional memasuki masa operasional konkret. Kemampuan anak usia dinidalam mengelola emosi dirinya sendiri dapat dilihat dari dimensi kemampuan anak dalam memanfaatkanemosi diri secara positif, kemampuan mengatur emosi sesuai dengan situasi dan kondisi diri, dankemampuan pertahanan diri anak itu sendiri dalam berbagai bentuk posisi persoalan diri anak secara wajar.Dalam kemampuan mengelola emosi anak, orang tua memiliki peranan penting dalam membantuperkembangannya. Banyak hal atau strategi yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam memberikanstimulasi kepada anak agar mereka mampu mengoptimalisasikan kemampuan mengelola emosi dalamdirinya yang tentunya hal tersebut akan berpengaruh terhadap proses sosial anak. Tujuan dari penelitianadalah untuk mengetahui sudah sejauh mana anak mampu mengelola emosi dalam dirinya yang tentunyadapat di lakukan dengan beberapa upaya untuk meningkatnya kemampuan tersebut. Maka dari itu, penelitimengumpulkan beberapa sumber analisis beberapa jurnal yang berasal dari penelitian sebelumnya. Padapenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan jenis metode studiliteratur (literature review) atau studi kepustakaan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu dari hasilanalisis beberapa jurnal yang relevan dengan topik permasalahan peneliti. Hasil penelitian yag dilakukandengan cara menganalisis beberapa jurnal dapat disimpulkan bahwa kemampuan mengelola emosi anak itudilihat dari seberapa besar peran orang tua dalam membantu mengembangkan kemampuannya tersebut.Selain itu, dapat di lakukan juga dengan beberapa metode yang dapat di lakukan baik itu orang tua ataupunguru sebagai orang yang berpera dalam membantu perkembangannya.
PENGEMBANGAN RANCANGAN MEDIA PERMAINAN SAINS LAMPU LAVA BERBASIS SEL (SOCIAL AND EMOTIONAL LEARNING) UNTUK ANAK USIA 5-6 TAHUN Lestari, Sindi Lia; Mulyana, Edi Hendri; Nur, Lutfi
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935.867 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v4i2.30443

Abstract

The problem in this research is limited of game media, specifically media games science for social emotionaldevelopment. The research aims to develop of lava lamp science play media based on SEL for children aged 5-6years. The research method is Educational Design Research model of McKenney Reeves. The research wascarried out up to the design and construction stage. This is based on the existence of the pandemic corona virusdisease-19 (Covid-19). Data collection techniques used observation, interviews, and expert judgment. Theresults of this study found that the science game media used in learning were not optimal, teachers tended to usemedia in the form of images and reality media as they were; SEL-based lava lamp science social media designin the form of development of science game tools and materials tailored to the stages of science games that referto SEL potential, there is a guidebook as a companion of the use of developed media; SEL-based lava lampscience game media are considered suitable for use in learning with some suggestions for improvement fromexperts. After the product has been repaired, the design of the media deserves to be tested for effectivenessthrough the testing phase.Permasalahan dalam penelitian ini yakni keterbatasan penggunaan media permainan sains, khususnya mediapermainan sains yang berfokus pada perkembangan sosial emosional anak. Penelitian ini bertujuan untukmengembangkan mengembangan media permainan sains lampu lava berbasis SEL (Social and EmotionalLearnng) untuk anak usia 5 s.d. 6 tahun sebagai solusi permasalahan di lapangan. Metode penelitian dalampenelitian ini yaitu EDR (Educational Design Research) model McKenney Reeves, terdiri dari tiga tahapanyakni analisis dan eksplorasi; desain dan konstruksi; evaluasi dan refleksi. Pelaksanaan penelitian ini dilakukansampai pada tahap desain dan konstruksi, karena tidak memungkinkan untuk melakukan uji coba akibatpandemi corona virus disease-19 (Covid-19) dan kebijakan belajar di rumah. Teknik pengumpulan data padatahap penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara semiterstruktur, dan validasi ahli (expertjudgment). Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa 1) media permainan sains yang digunakan dalampembelajaran di lapangan belum optimal, guru cenderung menggunakan media berupa gambar dan media realitaseadanya; 2) rancangan media permainan sains lampu lava berbasis SEL (social and emotional learning) berupapengembangan alat dan bahan permainan sains disesuaikan dengan tahapan permainan sains yang mengacu padakompotensi SEL, terdapat buku panduan sebagai pendamping/kelengkapan penggunaan media yangdikembangkan; 3) media permainan sains lampu lava berbasis SEL (social and emotional learning) untuk anakusia dini dinilai layak untuk digunakan dalam pembelajaran dengan beberapa saran perbaikan dari ahli. Setelahproduk selesai diperbaiki, rancangan media layak untuk diuji keefektivitasannya melalui tahap uji coba.
DASAR PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA ANAK MODEL PEMBELAJARAN STEM UNTUK KELOMPOK B SUB TEMA BENDA-BENDA ALAM Widya, Anggi; Rahman, Taopik; Mulyana, Edi Hendri
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v5i2.40741

Abstract

This research is a research on developing children's worksheets for STEM learning models for group B sub-theme of natural objects. This research is a solution to problems regarding the demands of 21st century education which requires students to have 21st century skills, namely 4C skills (communication, collaboration, critical thinking, creative). It is expected that students are able to have comprehensive STEM knowledge and skills through the learning process at school. The purpose of this study was to develop children's worksheets for STEM learning models for group B sub-theme of natural objects. In particular, this research has the objectives of 1) describing the basic learning needs using the STEM learning model children's worksheets for group B sub-theme of natural objects; 2) develop and describe the design for developing children's worksheets for the STEM learning model for group B with the sub-theme of natural objects; 3) describe the trial and final product of the development of the STEM learning model children's worksheet for group B with the sub-theme of natural objects. Researchers developed this product based on the Education Design Research (EDR) steps from Mckenny Reaves (2012). These steps include 1) Analysis and Exploration; 2) Design and Construction; 3) Evaluation and Reflection. Researchers conducted research up to stage 1, namely the analysis and exploration stage. This study involved the teacher as the subject of the study. Data collection techniques used by researchers are interviews and documentation. The results of this study are the STEM learning model is still not widely used, so the use of the STEM learning model children's worksheet for group B sub-theme of natural objects has not been used.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan lembar kerja anak model pembelajaran STEM untuk kelompok B sub tema benda-benda alam. Penelitian ini merupakan solusi terhadap permasalahan mengenai tuntutan pendidikan abad 21 yang mengharuskan siswa memiliki keterampilan abad 21 yaitu keterampilan 4C (communication, collaboration, critical thinking, creative). Diharapkan siswa mampu memiliki pengetahuan dan keterampilan STEM secara menyeluruh melalui proses pembelajaran di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan mengembangkan lembar kerja anak model pembelajaran STEM untuk kelompok B sub tema benda-benda alam. khususnya penelitian ini memiliki tujuan yaitu 1) mendeskripsikan dasar kebutuhan pembelajaran menggunakan lembar kerja anak model pembelajaran STEM untuk kelompok B sub tema benda-benda alam; 2) mengembangkan dan mendeskripsikan rencangan pengembangan lembar kerja anak model pembelajaran STEM untuk kelompok B sub tema benda-benda alam; 3) mendeskripsikan uji coba dan produk akhir rancangan pengembangan lembar kerja anak model pembelajaran STEM untuk kelompok B sub tema benda-benda alam. Peneliti mengembangkan produk ini berpedoman pada langkah langkah Education Design Research (EDR) dari Mckenny Reaves (2012). Langkah-langkah tersebut diantaranya 1) Analysis and Exploration; 2) Design and Construction; 3) Evaluation and Reflection. Peneliti melakukan penelitian sampai pada tahap 1 yaitu tahap analysis and Exploration. Penelitian ini melibatkan guru sebabagi subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah model pembelajaran STEM masih belum banyak digunakan, , sehingga penggunaan lembar kerja anak model pembelajaran STEM untuk kelompok B sub tema benda-benda alam belum digunakan.
KEBUTUHAN DASAR PENGEMBANGAN RANCANGAN LEMBAR KERJA ANAK MODEL LEARNING CYCLE DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK ANAK KELOMPOK B Rohimat, Rizqi Syahida; Mulyana, Edi Hendri; Elan, Elan
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v4i2.30455

Abstract

In the implementation of learning in PAUD, it will be implemented optimally if it starts with structuredplanning. In the learning process it is very important to have a learning device so that it can support theoptimal achievement of children's growth and development. Learning tools consist of learning plans,learning media, child worksheets, and assessments. In this writing takes one part of the learning tool, thechild worksheet (LKA). With the learning tools, another thing to note is the selection of an appropriate andappropriate learning model. So the authors use the learning cycle learning model. This writing aims todevelop a worksheet design of a learning cycle model children with a scientific approach to group Bchildren. The background to this writing is the lack of maximum use of LKA in the field. The LKA that isused only relies on the production of one of the publishers that is considered less than optimal to facilitatechild development. In addition, another thing that underlies this writing is that the learning cycle learningmodel has not been implemented in schools that have previously been observed by the author. This researchis a development research with reference to the opinion of McKenney and Reeves namely the EducationalDesign Research (EDR) method. The product developed is the design of the development worksheet of achild learning cycle model with a scientific approach to group B children. The results of the study indicatethat the basic needs of this study are that in designing the LKA it must be in accordance with the specifiedcomponents and conditions and in selecting the learning model it must be appropriate in accordance withthe circumstances and needs in the field. In line with the 2013 curriculum, using a child-centered scientificapproach, children can actively construct their knowledge through the five stages of the scientific approach.Keywords: Scientific Approach, Early Childhood Education, Lesson PlansABSTRAKDalam pelaksanaan pembelajaran di PAUD akan terlaksana dengan optimal jika diawali dengan perencanaanyang terstruktur. Dalam proses pembelajaran sangat penting adanya suatu perangkat pembelajaran agar dapatmendukung tercapainya pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. Perangkat pembelajaranterdiri dari rencana pembelajaran, media pembelajaran, lembar kerja anak, dan penilaian (assesment). Dalampenulisan ini mengambil salah satu bagian dari perangkat pembelajaran, yaitu lembar kerja anak (LKA).Dengan adanya perangkat pembelajaran, hal lain yang perlu diperhatikan adalah pemilihan modelpembelajaran yang tepat dan sesuai. Maka penulis menggunakan model pembelajaran learning cycle.Penulisan ini bertujuan untuk mengembangkan rancangan lembar kerja anak model learning cycle denganpendekatan saintifik anak kelompok B. Yang melatarbelakangi penulisan ini yaitu kurang maksimalnyapenggunaan LKA di lapangan. LKA yang digunakan hanya mengandalkan produksi dari salah satu penerbityang dirasa kurang maksimal untuk memfasilitasi perkembangan anak. Selain itu, hal lain yangmelatarbelakangi penulisan ini adalah belum diterapkaannya model pembelajaran learning cycle di sekolahyang sebelumnya telah penulis observasi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan denganmengacu pada pendapat McKenney dan Reeves yaitu metode Educational Design Research (EDR). Adapunproduk yang dikembangkan yaitu rancangan pengembangan lembar kerja anak model learning cycle denganpendekatan saintifik anak kelompok B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan dasar dari penelitianini adalah dalam merancang LKA harus sesuai dengan komponen dan syarat yang telah ditentukan dandalam memilih model pembelajaran pun harus tepat yang sesuai dengan keadaan dan kebutuhan di lapangan.Selaras dengan kurikulum 2013, dengan menggunakan pendekatan saintifik yang berpusat pada anak, makaanak dapat aktif mengkonstruk pengetahuannya melalui kelima tahapan pendekatan saintifik.
KURIKULUM KUTTAB UNTUK USIA 5 SAMPAI 6 TAHUN DI KUTTAB AL-FATIH CILEUNYI BANDUNG Aisyah, Nurul; Rahman, Taopik; Lidinillah, Dindin Abdul Muiz
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v5i2.40492

Abstract

Education in Indonesia has not really achieved the expected goals. Both in the affective, cognitive, and psychomotor domains. This paper describes the results of research related to the curriculum for ages 5 to 6 years which is applied in one of the institutions that still preserve Muhammad SAW-based education, namely Kuttab Al-Fatih Cileunyi, Bandung Regency. In historical records, kuttab as an education based on Muhammad SAW has proven successful in producing brilliant and accomplished figures at a young age such as Muhammad Al-Fatih and Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i. This research uses a case study method with a qualitative approach. While the data analysis uses the Miles and Huberman model. Based on the results of the research, the curriculum applied at Kuttab Al-Fatih Cileunyi is the Qur'an curriculum and the faith curriculum which is also known as the first century hijri curriculum or the prophet curriculum. Broadly speaking, the curriculum applies the concepts and stages of faith before the Qur'an and adab before science, with the Qur'an, sunnah and sirah as the main reference and foundation. No major obstacles were found in the implementation of the curriculum. It can even be said that there are very few obstacles.Pendidikan di Indonesia belum benar-benar mencapai tujuan yang diharapkan. Baik dalam ranah afektif, kognitif, maupun psikomotor. Tulisan ini memaparkan hasil penelitian terkait kurikulum untuk usia 5 sampai 6 tahun yang diterapkan di salah satu lembaga yang masih melestarikan pendidikan berbasis Muhammad SAW yakni Kuttab Al-Fatih Cileunyi Kabupaten Bandung. Dalam catatan sejarah, kuttab sebagai pendidikan berbasis Muhammad SAW terbukti berhasil mencetak tokoh-tokoh gemilang dan berprestasi di usia belia seperti Muhammad Al-Fatih dan Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan analisis datanya menggunakan model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian, kurikulum yang diterapkan di Kuttab Al-Fatih Cileunyi adalah kurikulum Qur’an dan kurikulum iman yang disebut juga sebagai kurikulum abad I hijriah atau kurikulum nabi. Secara garis besar, kurikulum tersebut menerapkan konsep dan tahapan iman sebelum Qur’an dan adab sebelum ilmu, dengan Qur’an, sunnah serta sirah sebagai rujukan dan landasan utamanya. Tidak ditemukan ada kendala besar dalam penerapan kurikulum tersebut. Bahkan dapat dikatakan sangat minim hambatan.
ANALISIS MEDIA LOOSE PART UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI Hadiyanti, Siti Maryam; Elan, Elan; Rahman, Taopik
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v5i2.40920

Abstract

This article discusses loose part media learning that needs to be developed to become a media teaching material that can be used by early childhood. This loose part media can develop various aspects, especially in the fine motor aspect. With this loose part -based learning media, it can make it easier for children to achieve their fine motor development. Loose part media is one of the media that can be arranged, assembled , combined, moved and others according to the wishes and needs of children. This study aims to determine the learning of loose part media to improve children's fine motor skills. The research method that can facilitate this analysis is a descriptive method with a qualitative approach. The data collection technique used is by using observation, and interviews. The results of this study indicate that the use of loose part media in classroom learning is optimal already to improve the fine motor skills of early childhood , because this loose part learning media is a fun medium so that children do not get bored easily and can create their own creations. In conclusion, d ith their media-based learning loose this part will increase creativity and fine motor skills of children in the activities of learning in class. Media loose part also because the ingredients easily found in the neighborhood children, then child will learn to appreciate, recycle the materials that exist in around.Artikel ini membahas mengenai pembelajaran media loose part yang perlu dikembangkan untuk menjadi suatu media bahan ajar yang dapat digunakan oleh anak usia dini. Media loose part ini dapat mengembangkan berbagai aspek, terutama dalam aspek motorik halus. Dengan adanya media pembelajaran berbasis loose part ini dapat memudahkan anak dalam pencapaian perkembangan motorik halusnya. Media loose part merupakan salah satu media yang dapat disusun, di rangkai, digabungkan, dipindahkan dan yang lainnya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran media loose part untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Metode penelitian yang bisa memfasilitasi untuk melakukan analisis ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan observasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, penggunaan media loose part dalam pembelajaran di kelas sudah optimal untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini, karena media pembelajaran loose part ini merupakan media yang menyenangkan sehingga anak tidak mudah bosan serta dapat menciptakan sebuah karya hasil dirinya. Kesimpulannya, dengan adanya pembelajaran berbasis media loose part ini akan meningkatkan kreativitas serta motorik halus anak dalam aktifitas pembelajaran di kelas. Media loose part juga karena bahan-bahannya mudah ditemukan di lingkungan sekitar anak, maka anak akan belajar untuk menghargai, mendaur ulang bahan-bahan yang ada di sekelilingnnya.

Page 11 of 17 | Total Record : 164