cover
Contact Name
Taopik Rahman
Contact Email
opik@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalagapedia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PAUD AGAPEDIA
ISSN : 25812823     EISSN : 25809679     DOI : https://doi.org/10.17509/jpa
Core Subject : Education,
Jurnal PAUD Agapedia adalah jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil kajian dan penelitian terkait pendidikan anak usia dini dari perspektif mutidisipliner. Jurnal ini bertujuan untuk memperluas dan menciptakan inovasi konsep, teori, paradigma, perspektif dan metodologi dalam mengembangkan pendidikan anak usia dini.
Arjuna Subject : -
Articles 164 Documents
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MEMBATIK DI KELOMPOK B TAMAN KANAK KANAK MUSLIMAT N.U KOTA TASIKMALAYA Sukaeti, Ai Teti
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v5i2.40925

Abstract

Success or failure of learning is highly dependent on the ability of teachers or educators in managing learning. The teacher is the main spearhead in realizing the success of the implementation of learning and education. One of them is the teacher's ability in batik activities in improving children's fine motor skills. This research is motivated by the importance of optimizing children's fine motor skills. The type of research used is Classroom Action Research which is carried out collaboratively between researchers and classroom teachers. This research consists of 3 cycles and each cycle is carried out 3 times. The subject of the students who will be involved are early childhood children at Tk Muslimat NU. in each cycle carried out through the stages of planning, implementation, observation and reflection. Data was collected by means of observation and documentation. The results of this study indicate that batik activities can improve fine motor skills in group B Muslimat NU Kindergarten children. The fine motor skills intended in this study include the ability to use fingers, hand eye coordination and be able to control emotions in fine motor activities. Batik activities are proven to improve the fine motor skills of children in group B TK Muslimat NU Tasikmalaya City, this is proven by an increase in children's learning outcomes in children's fine motor skills in each cycle.Berhasil tidaknya pembelajaran sangat tergantung kepada kemampuan guru atau pendidik dalam mengelola pembelajaran . Guru merupakan ujung tombak paling utama dalam mewujudkan keberhasilan penyelenggaraan pembelajaran dan pendidikan. Salah satunya adalah kemampuan guru dalam kegiatan membatik dalam meningkatkan kemmapuan motorik halus anak . Penelitian ini di latar belakangi oleh pentingnya mengoptimalkan kemampuan motorik halus anak.Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang di lakukan secara kolaboratif antar peneliti dengan guru kelas. Penelitian ini terdiri dari 3 siklus dan setiap siklusnya di laksanakan 3 kali pertemuan,Subjek siswa yang akan di libatkan adalah anak anak usia dini di Tk Muslimat N.U. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dengan melakukan 3 ( tiga ) siklus tindakan, yang pada setiap siklus dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan membatik dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak anak kelompok B TK Muslimat N.U.kemampuan motorik halus yang di maksud dalam penelitian ini adalah meliputi kemampuan menggunakan jari jemari tangan,koordinasi mata dengan tangan dan mampu mengendalikan emosi dalam kegiatan motorik halus. Kegiatan membatik terbukti dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak anak kelompok B TK Muslimat N.U Kota Tasikmalaya, hal ini terbukti dengan adanya peningkatan hasil belajar anak pada kemampuan motorik halus anak pada setiap siklusnya.
KETERAMPILAN SIKAP TOLERANSI ANAK USIA 5-6 TAHUN Lestari, Shinta; Muslihin, Heri Yusuf; Elan, Elan
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v4i2.30452

Abstract

Tolerance in early childhood is clearly stated in STPPA (Standard for the Level of Achievement of ChildDevelopment). STPPA refers to the child's development in relation to the process of knowing and learning abouttolerance contained in the aspect score Religion and Morals (NAM) and Social-Emotional. In the 5-6 years agegroup or kindergarten, children have started to recognize the religion that is embraced, do worship , behavehonestly and are helpful, polite, respect, sportsmanship, etc., maintain personal hygiene and the environment,know the religious holidays, and respect (tolerance) of other people's religions. This study aims to describe howhabituation in the implementation of religious tolerance, describing the role of classroom teachers in carryingout religious tolerance development. This research is a descriptive qualitative approach and uses the method ofliterature study. The source of the data obtained is the study of literature that is from books, journals orscientific articles, dictionaries, and reports of research results without researchers going into the field directly.The results of this study are categorized into 2 (two) components, namely (1) habituation patterns, and (2)teacher roles.Toleransi pada anak usia dini dinyatakan secara jelas dalam STPPA (Standar Tingkat Pencapaian PerkembanganAnak). Mengacu pada STPPA tersebut, perkembangan anak dalam kaitannya dengan proses mengenal danbelajar tentang toleransi terdapat dalam aspek Nilai Agama dan Moral (NAM) dan Sosial-Emosional. Padakelompok usia 5-6 tahun atau TK Besar, anak sudah mulai mengenal agama yang dianut, mengerjakan ibadah,berperilaku jujur dan penolong, sopan, hormat, sportif, dan sebagainya, menjaga kebersihan diri danlingkungan, mengetahui hari besar agama, dan menghormati (toleransi) terhadap agama orang lain. Penelitianini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pembiasaan dalam implementasi toleransi beragama,mendeskripsikan peran guru kelas dalam melaksanaan pembinaan toleransi beragama. Penelitian ini merupakanpenelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan menggunakan metode studi literatur. Sumber data yangdiperoleh merupakan studi kepustakaan yakni dari buku, jurnal atau artikel ilmiah, kamus, dan laporan hasilpenelitian tanpa peneliti terjun ke lapangan secara langsung. Hasil dari penelitian ini dikategorikan ke dalam 2(dua) komponen yaitu (1) pola pembiasaan, dan (2) peran guru.
PERMAINAN BOLA TERHADAP PERKEMBANGAN GERAK MANIPULATIF ANAK USIA 4-5 TAHUN Imani, Rifa Auliya; Muslihin, Heri Yusuf; Elan, Elan
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v4i2.30446

Abstract

This journal is entitled "Ball Games Against Manipulative Motion Development of Children 4-5 Years Old". Themethod used in this study uses a descriptive method with a qualitative research approach through literature studytechniques as a technique used to study research that has been done by previous researchers that are considered tobe relevant and in accordance with the problem to be studied. The purpose of this study was to look at the effect ofgames using balls for the manipulative basic skills of children aged 4-5 years. The findings in this study concerningprevious researchers who examined the game of football in various forms of game rules and different researchfocus. The results of the descriptive analysis of the journals studied show that ball games are very influential on thebasic manipulative ability of children aged 4-5 years, it should be noted that each journal reviewed presentsdifferent objectives in playing games using balls but falls into the category of manipulative aspects children aged 4-5 years. From all journals examined on this issue, it shows significant results that games for children using ballmedia can improve the manipulative basic movement skills of children aged 4-5 years.Jurnal ini berjudul “Permainan Bola Terhadap Perkembangan Gerak Manipulatif Anak Usia 4-5 Tahun”. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatifmelalui teknik studi literatur sebagai suatu teknik yang digunakan untuk mempelajari penelitian-penelitian yangsudah dilakukan oleh peneliti terdahulu yang dianggap sudah relevan dan sesuai dengan masalah yang akan dikaji.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh permainan menggunakan bola untuk kemampuanketerampilan gerak dasar manipulatif anak usia 4-5 tahun. Temuan dalam penelitian ini mengenai peneliti terdahuluyang mengkaji permainan bola dalam berbagai bentuk aturan permainan dan fokus penelitian yang berbeda-beda.Hasil analisis deskriptif mengenai jurnal yang dikaji menunjukan bahwa permainan bola sangat berpengaruhterhadap kemampuan gerak dasar manipulatif anak usia 4-5 tahun, perlu diketahui bahwa setiap jurnal yang dikajimengemukakan tujuan yang berbeda-beda dalam melakukan permainan menggunakan bola akan tetapi masuk dalamkategori aspek manipulatif anak usia 4-5 tahun. Dari seluruh jurnal yang dikaji mengenai masalah ini, menunjukanhasil yang signifikan bahwa permainan-permainan untuk anak dengan menggunakan media bola dapatmeningkatkan keterampilan gerak dasar manipulatif anak usia 4-5 tahun
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL ANAK USIA DINI Pradipta, Ditya; Mulyadi, Sima; Rahman, Taopik
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v5i2.40744

Abstract

Family is the first place for children to socialize and learn, parents are the first figure and have an important role in providing care that will affect children's emotional intelligence. Authoritarian parenting, democratic parenting, ignoring and obeying parenting are some of the parenting methods used by each parent. The goal of this study was to see how theoretical knowledge, research techniques, and research findings from journals published between 2016 and 2020 influenced each other. This study uses the SLR method or systematic literature review. The journals that became the research material were journals that had met the research criteria as many as 10 journals and continued with conducting analysis to answer research questions in research, namely regarding theoretical information, methods, and research results contained in research journals. The results showed that the theoretical information contained parenting patterns, various parenting styles, emotional intelligence of early childhood, factors that influence children's emotional intelligence.Keluarga merupakan tempat pertama anak untuk berosialisasi dan belajar, orang tua adalah sosok pertama dan memiliki peran yang penting dalam memberikan pengasuhan yang akan mempengaruhi kecerdasan emosional anak. Setiap orang tua menerapkan Pola asuh yang berbeda-beda, diantaranya: Pola asuh otoriter, Pola asuh demoktratis, Pola asuh mengabaikan dan menuruti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana informasi teoritis, metodologis penelitian, dan hasil penelitian dari jurnal yanng dipublish dari tahun 2016-2020. Penelitian ini menggunakan metode SLR atau sytematic literatur review. Jurnal yang menjadi bahan penelitian adalah jurnal yang sudah memenuhi kriteria penelitian sebanyak 10 jurnal dan dilanjutkan dengan melakukan analisis untuk menjawab research question dalam penelitian, yaitu mengenai informasi teoritis, metode, dan hasil penelitian yang terdapat dalam jurnal penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi teoritis berisi mengenai pola asuh orang tua, perbedaan pola asuh, kesadaran kecerdasan emosional anak usia dini, dan variabel yang mempengaruhi kecerdasan emosional anak usia dini.
DESAIN MEDIA PASIR KINETIK UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN ANAK USIA DINI Muthiah, Muthiah; Sumardi, Sumardi; Rahman, Taopik
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.644 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v4i2.30440

Abstract

Learning media is one of the important components n the implementation of the learning at school. By usingmedia, the learning process at school will run effectively and efficiently. The purpose of this study is todescribe the design of kinetic sand media to facilitate the ability to write early childhood.. This study uses theReeves Model Design Basic Research (DBR) method, because at this stage of the model, which is identifyingproblems, developing products, testing product feasibility and reflection to overcome problems in thelearning process. Retrieval of data in this study only by interviews and expert validation, because of theimpact of the Corona Virus Disease pandemic (COVID-19), this researcher cannot conduct trials on the fieldor school products. Preliminary studies and interviews were conducted with RA teacher Miftahul Jannah.Validation test conducted in this study involved three experts, namely experts in the media of learning,experts in the theory and experts in the field of pedagogy. The product design was declared feasible by theexpert validator, then revised according to the comments and suggestions of the expert validator. Kineticsand media to facilitate the ability to write early childhood is declared appropriate for use in the learningprocess.Media pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam pelaksanaan pembelajaraan disekolah.Dengan menggunakan media, proses pembelajaran disekolah akan berjalan dengan efektif dan efisien.Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan desain media pasir kinetik untuk memfasilitasikemampuan menulis permulaan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode Design Basic Research(DBR) model Reeves, karena pada tahap model ini, yaitu mengidentifikasi masalah, mengembangkanproduk, menguji kelayakan produk dan refleksi untuk mengatasi masalah dalam proses pembelajaran.Pengambilan data pada penelitian ini hanya dengan wawancara dan validasi ahli, karena adanya dampakpandemi Corona Virus Disease (COVID- 19) ini peneliti tidak dapat melakukan uji coba produk kelapanganatau kesekolah. Studi pendahuluan dan wawancara dilakukan dengan guru RA Miftahul Jannah. Uji validasiyang dilakukan pada penelitian ini melibatkan tiga ahli, yaitu ahli bidang dalam media pembelajaran, ahlibidang teori dan ahli dalam bidang pedagogik. Rancangan produk dinyatakan layak oleh validator ahli,kemudian dilakukan revisi sesuai dengan komentar dan saran dari validator ahli. Media pasir kinetik untukmemfasilitasi kemampuan menulis permulaan anak usia dini dinyatakan layak untuk digunakan dalam prosespembelajaran.
ANALISIS PADA BUKU DONGENG KARAKTER UTAMA ANAK USIA DINI SETIA DAN JUJUR Karyani, Runi; Respati, Resa; Sumardi, Sumardi
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v5i2.40689

Abstract

This research is based on the importance of planting character values for early childhood. One that can instill character education for early childhood is through fairy tales. Fairy tales have many character values contained in them. Character education needs to be taught from an early age both formally and informally. The object of this research study is a fairy tale book entitled "Tales of the Main Character of Early Childhood Faithful and Honest" published by Bhuana Ilmu Popular in 2019. The purpose of this study is to describe in depth the values of loyal and honest early childhood character values by Heru Kurrniawan and Endah Kusumaningrum. There is a reason why the importance of character education is instilled from an early age through the fairy tale method, namely first, early childhood will be enthusiastic about listening to fairy tales. Second, the learning atmosphere will be fun. Third, with fairy tales with characters, children can know values Popular in 2019. The purpose of this study is to describe in depth the values of loyal and honest early childhood character values by Heru Kurrniawan and Endah Kusumaningrum. There is a reason why the importance of character education is instilled from an early age through the fairy tale method, namely first, early childhood will be enthusiastic about listening to fairy tales. Second, the learning atmosphere will be fun. Third, with fairy tales with characters, children can know valuesv character.Penelitian ini didasari karena pentingnya penanaman nilai-nilai karakter untuk anak usia dini. Salah satu yang dapat menanamkan pendidikan karakter untuk anak usia dini yaitu melalui dongeng. Dongeng memiliki banyak nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya. Pendidikan karakter perlu diajarkan sejak dini baik secara formal maupun informal. Objek kajian penelitian ini yaitu buku dongeng yang berjudul “Dongeng Karakter Utama Anak Usia Dini Setia dan Jujur” yang diterbitkan oleh Bhuana Ilmu Populer pada tahun 2019. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan secara mendalam tentang nilai-nilai karakter anak usia dini setia dan jujur karya Heru Kurrniawan dan Endah Kusumaningrum. Terdapat alasan mengapa pentingnya pendidikan karakter ditanamkan sejak dini melalui metode dongeng, yakni pertama, anak usia dini akan antusias mendengarkan dongeng. Kedua, suasana belajar akan menyenangkan. Ketiga, dengan adanya dongeng yang berkarakter anak dapat mengetahui nilai-nilai karakter.
KONSEP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAM KELUARGA DALAM PERSPEKTIF ISLAM DITENGAH-TENGAH PANDEMI COVID-19 Rizqi, Anggi Maulana; Riyadi, Agus
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v5i2.40926

Abstract

This study will discuss early childhood education in the family during the Covid-19 pandemic. Where family education is recognized as the heart of the educational trilogy in Islamic education. In addition to school education and community education, family education has a very important urgency as an effort to improve the quality of education to carry out. Aimed at forming a generation that has high intellectual and emotional as well as high morality and spirituality. In accordance with its concept, the integrated curriculum balances the thinking process, remembrance process, sports, and the sense of students so as to form a generation that is virtuous, able-bodied, knowledgeable, and free-thinking along with its applied educational methods as direction, training, assignment, habituation, escort, and exemplary of all family members at home. That is the essence of the concept of early childhood education in the family.Penelitian ini akan membahas tentang Pendidikan Anak usia dini dalam Keluarga ditengah-tengah pandemic covid-19. Yang mana pendidikan keluarga merupakan jantung dari trilogi pendidikan yang ada dalam pendidikan islam. Selain pendidikan sekolah dan pendidikan masyarakat, pendidikan keluarga mempunyai urgensi yang sangat penting sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan yang dijalankan. Bertujuan membentuk generasi yang mempunyai intelektualitas dan emosional tinggi juga moralitas dan spiritualitas tinggi. Dalam konsepnya, kurikulum terpadu menyeimbangkan antara olah fikir, olah dzikir, olah raga dan olah rasa peserta didik sehingga terbentuk generasi yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas dan berfikiran bebas dengan metode pendidikan yang diterapkannya yaitu pengarahan, pelatihan, penugasan, pembiasaan, pengawalan dan keteladan dari semua anggota keluarga yang ada di rumah. Itulah hakikat dari konsep pendidikan anak usia dini dalam keluarga.
NALISIS PERILAKU DISIPLIN ANAK USIA 5-6 TAHUN Faujiah, Sonia; Mulyadi, Sima; Sumardi, Sumar
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v4i2.30453

Abstract

The family has a very significant role in implementing the discipline behavior of children at home. Theapplication of children's disciplinary behavior at home should be done in the child's daily activities.This research was conducted in Mangkubumi Village, Mangkubumi District, Tasikmalaya City which aimsto describe the discipline behavior of children aged 5-6 years at home. The subjects in this study were 31parents who had children aged 5-6 years and had taught children to be disciplined at home. This researchuses a quantitative approach with descriptive research methods. Data collection techniques used werequestionnaires and documentation. The results of research findings and data analysis show that disciplinarybehavior of children aged 5-6 years includes sleep discipline behavior, prayer discipline behavior, Al-Quranreading discipline behavior, bathing discipline behavior, eating discipline behavior, learning disciplinebehavior. the result is that there are no children who have excellent discipline behavior (0%),13 children have good disciplinary behavior (41.94%), 8 children have moderate disciplinary behavior(25.81%), 9 children have poor disciplinary behavior (29.03%), and 1 child has very poor disciplinarybehavior (3,23%). The average result of disciplinary behavior of children aged 5-6 years is 75.00, meaningthat the average age of children 5-6 years in Mangkubumi Village, Mangkubumi District, Tasikmalaya Cityhas good discipline behavior.Keluarga memiliki peran yang sangat signifikan dalam menerapkan perilaku disiplin anak di rumah.Penerapan perilaku disiplin anak di rumah seyogiyanya dilakukan dalam kegiatan sehari-hari anak.Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Mangkubumi, Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya yangbertujuan untuk mendeskripsikan perilaku disiplin anak usia 5-6 tahun di rumah. Subjek dalam penelitian iniadalah 31 orang tua yang memiliki anak usia 5-6 tahun dan telah mengajarkan anak untuk disiplin di rumah.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif. Teknikpengumpulan data yang digunakan adalah angket dan dokumentasi. Hasil dari temuan penelitian dan analisisdata menunjukan bahwa perilaku disiplin anak usia 5-6 tahun meliputi perilaku disiplin tidur, perilakudisiplin sholat, perilaku disiplin membaca Al-Quran, perilaku disiplin mandi, perilaku disiplin makan,perilaku disiplin belajar. Hasilnya adalah belum terdapat anak yang memiliki perilaku disiplin yang sangatbaik (0%), 13 anak memiliki perilaku disiplin baik (41,94%), 8 anak memiliki perilaku disiplin sedang(25,81%), 9 anak memiliki perilaku disiplin kurang (29,03%), dan 1 anak memiliki perilaku disiplin sangatkurang (3,23%). Hasil rata-rata perilaku disiplin anak usia 5-6 tahun adalah 75,00, artinya rata-rata anak usia5-6 tahun di Kelurahan Mangkubumi, Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya memiliki perilaku disiplinbaik.
PENGEMBANGAN MEDIA KOTAK SIANG MALAM (KOSIMA) UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN Martina, Alis; Mulyana, Edi Hendri; Rahman, Taopik
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v5i2.40745

Abstract

This research is motivated by the problem of low cognitive abilities and limited learning media in the field, especially for delivering material day and night. The purpose of this research is to develop learning media to deliver material day and night according to the needs in the field. Based on the findings of the problem in the field, the researchers compiled and designed the Day and Night Box media to facilitate the cognitive abilities of children aged 5-6 years. The research method used is the development of the Educational Design Research (EDR) design by McKenney and Reeves. The EDR research procedure has 3 main stages, namely, the Analysis and Exploration stage; stage of Design and Construction (Design and Construction); and the Evaluation and Reflection stage. Based on the results of the analysis of product trial data, the Box Day and Night media to facilitate the cognitive abilities of children aged 5-6 years has been successfully developed and is suitable for use in learning in Early Childhood Education (PAUD).Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan mengenai rendahnya kemampuan kognitif dan terbatasnya media pembelajaran dilapangan khususnya untuk menyampaikan materi siang malam. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengembangkan media pembelajaran untuk menyampaikan materi siang malam yang sesuai dengan kebutuhan dilapangan. Berdasarkan temuan masalah dilapangan peneliti menyusun dan merancang media Kotak Siang Malam untuk memfasilitasi kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian yang digunakan yaitu pengembangan dengan desain Educational Desain Research (EDR) karya McKenney dan Reeves. Prosedur penelitian EDR terdapat 3 tahap utama yaitu, tahap Analisis dan Eksplorasi (Analysis and Exploration); tahap Desain dan Konstruksi (Design and Construction); dan tahap Evaluasi dan Refleksi (Evaluation and Reflection). Berdasarkan hasil analisis dari data uji coba produk, media Kotak Siang Malam untuk memfasilitasi kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun ini telah berhasil dikembangkan dan layak digunakan dalam pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
ANALISIS KEMAMPUAN EMPATI ANAK USIA 5-6 TAHUN (LITERATURE REVIEW) Nurfazrina, Syifa Aulia; Muslihin, Heri Yusuf; Sumardi, Sumardi
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v4i2.30447

Abstract

This research was motivated by the problem of the ability of child empathy after 5-6 years. Thereare children who still have not been able to develop their army attitudes, because there is still alack of appastation of habituation carried out by parents or teachers in schools and children'splaying environments. This study aims to analyze the ability of children's empathy aged 5-6 yearsand efforts to improve their two capabilities that have been studied by previous studies. Theresearch method used is a qualitative-descriptive approach with the literature review method. Thetechnique of collecting data carried out by researchers is in the form of previous research resultsin the form of journals that are relevant to the topic of research. Data analysis techniques used arecontent analysis. The findings of the data analysis obtained that the empathy attitude of a girl ishigher than boys in the cognitive and affective aspects of their emotional pressure. But with theinteraction of sex, the ability of martial empathy will be the same as the ability of empathy for girlswho interact same sex as well. The ability of children's empathy can increase with a given positivehabituation and stimulus properly through the Motede method or the learning model at the school.Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya permasalahan mengenai kemampuan empati anakusai 5-6 tahun. Terdapat anak yang masih belum mampu mengembangkan sikap empatinya,disebabkan masih kurangnya penerapan pembiasaan yang dilakukan oleh orang tua ataupun gurudi sekolah dan lingkungan bermain anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuanempati anak usia 5-6 tahun dan upaya meningkatkan kemampuan empatinya yang sudah ditelitioleh penelitian sebelumnya. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatifdeskriptif dengan metode studi literatur. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh penelitiyaitu berupa hasil penelitian yang terdahulu berupa jurnal-jurnal yang relevan dengan topikpenelitian. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis isi (content analysis). Hasil temuandari analisis data yang diperoleh bahwa sikap empati anak perempuan lebih tinggi dibandingkandengan anak laki-laki pada aspek kognitif dan afektif dari tekanan emosionalnya. Namun denganadanya interaksi sesama jenis kelamin, kemampuan empati anak laki-laki akan sama dengankemampuan empati anak perempuan yang melakukan interaksi sesama jenis kelamin juga.Kemampuan empati anak dapat meningkat dengan diberikan berupa pembiasaan-pembiasaan yangpositif dan stimulus yang tepat melalui metode ataupun model pembelajaran di sekolah.

Page 10 of 17 | Total Record : 164