cover
Contact Name
arif mahya fanny
Contact Email
arifmahyafanny@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pgsd@unipasby.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Inventa
ISSN : 2622819X     EISSN : 25986244     DOI : -
Jurnal Inventa telah terbit online maupun cetak yang memuat artikel ilmiah dari hasil penelitian, studi pustaka, pengamatan atau gagasan atas suatu masalah yang timbul dalam kaitannya dengan perkembangan bidang pendidikan sekolah dasar.
Arjuna Subject : -
Articles 251 Documents
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PEMBELAJARAN BERASIS OLAH PIKIR DI SEKOLAH DASAR Anugraheni, Indri; Kristin, Firosalia; Airlanda, Gamaliel Septian
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Inventa Maret 2018
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/inventa.2.1.a1623

Abstract

The purpose of this research is to develop teaching materials based on thought. The teaching materials that are developed are mathematics teaching materials and teaching materials of Social Sciences (IPS). This type of research is development research. Data analysis techniques used in this study by validation of the instrument in accordance with the validation criteria of instructional instruments and then describe the results of data analysis. The product resulting from this development research is the Character Based Mathematics Instruction Tool in Grade 4 which is in the Good category and the Mathematics Teaching Material product is in the good category and the Science-Based Social Science (IPS) materials based on Thinking in grade 4 are in the category Good.
PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 2 TATAARAN Sumilat, Juliana Margareta
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Inventa Maret 2018
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/inventa.2.1.a1624

Abstract

This study aims to determine whether the use of interactive math learning media can improve student learning outcomes in SD Negeri 2 Tataaran. This research was conducted using PTK design model of Kemmis Taggart research. The study was conducted in SD Negeri 2 Tataaran for 6 Months, from April to September 2017. Learning result data were obtained from the test result score. Data learning outcomes are analyzed by looking at the completeness of learning outcomes. Learning is said to have been completed if at least 75% of students have experienced completeness, and each student is said to be complete if it has a minimum learning value of 70. The results of research have shown that the use of interactive learning media can increase the math and motivation of learners, resulting in increased results student learning. This can be seen from the achievement of the research in the cycle 1 classical completeness of 70.83% increased in the second cycle of 100%, while the achievement of learning achievement in cycle 1 was 71.7% increased in the second cycle to 77.7%, thus concluded the use of interactive math learning media can improve student learning outcomes in SD Negeri 2 Tataaaran. The implications of this study indicate that when teachers use technology in learning in SD that is interactive learning media can improve the spirit and motivation learners learn that leads to increased achievement of learning outcomes.
PELAKSANAAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE MAKE A MATCH DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR IPA DI KELAS V SD NEGERI 2 RIDGE I BIAK PAPUA TAHUN AJARAN 2016/2017 Rosdianah, Rosdianah; Tuasikal, Patma
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Inventa Maret 2018
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/inventa.2.1.a1626

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan di SD Negeri 2 Biak pelaksanaan model pembelajaran Tipe Make A Match mampu meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), namun kenyataan dilapangan menunjukan bahwa peserta didik cenderung diam jika diberi pertanyaan. Karena model pembelajaran yang dilaksanakan selama ini kurang variatif, hanya bersifat konvensional pada setiap pembelajaran, serta kurang penguasaan guru terhadap model-model pembelajaran yang inovatif, sehingga model yang digunakan guru mata pelajaran IPA berorientasi pada model ekspositori, yaitu hanya mendengar, mencatat dan mengerjakan latihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pelaksanaan Model pembelajaran Cooperatif Tipe Make A Match dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas V SD Negeri 2 Biak tahun pelajaran 2016/2017 di Kecamatan Samofa, Kabupaten Biak_Numfor .Jenis penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif. Populasi dan Sampel penelitian ini adalah guru mata pelajaran IPA dengan teknik random sampling yang berjumlah 3 guru Mata Pelajaran IPA dan 27 Responden siswa Kelas V SD Negeri 2 di tambah 1 orang wali kelas. Data penelitian dikumpulkan melalui metode teknik observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan deskriptif kualitatif dengan yaitu. Display data, analisa data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan model Cooperative Learning Tipe Make A Match minat belajar siswa cukup baik yang dilihat berdasarkan Jawaban Responden 27 Siswa yang menunjukan bahwa Pelaksanakan Model Cooperative Learning Tipe Make A Match meningkatkan minat belajara siswa pada Mata pelajaran IPA, yang dilihat berdasarkan kerjasama antara kelompok dan terciptanya kemandirian. Adapun faktor pendorong dan penghambat dalam pelaksanaan model Cooperative Learning Tipe Make A Match bersifat faktor ekternal dan internal, ekternal berkaitan dengan Kompetensi guru, penggunaan model yang tepat sesuai materi pembelajaran sedangkan internal berkaitan dengan kematangan siswa yaitu mentalnya, selalu melakukan latihan serta motivasi dari dalam diri serta lingkungan dan keluarga.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENUMBUHKEMBANGKAN HIGHER ORDER THINKING SKILL SISWA SEKOLAH DASAR Rosidah, Cholifah Tur
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Inventa Maret 2018
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/inventa.2.1.a1627

Abstract

Study about implementation of Problem Based Learning (PBL) model to develop Higher Order Thinking Skill (HOTS) in elementary school’s student. This article was written through study literature. Problem Based Learning is a model with teaching approach at authentic issue, so the students are able to compose their knowledge own. Characterized of Problem Based Learning is using the real life problem as something to be learned students to train and improved the skills of think critically and problem solving in order to obtain concepts knowledge. HOTS or the capacity to think a high degree is one of components must be maintained in any process learning did as teachers on the application of 2013 Curriculum. Learning activities must be designed that students have skills think high level. Through a Problem Based Learning model, higher order thinking skill of students will be trained and developing, and they can gain experience directly and change mannerisms (knowledge, skills, attitude) both in terms of quality and quantity
PENGARUH PEMBERIAN TUGAS DAN PERILAKU BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DI SDN 2 LIMBOTO KECAMATAN LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO Harun, Dewi
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Inventa Maret 2018
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/inventa.2.1.a1628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tugas dan perilaku belajar siswa terhadap hasil belajar IPA di SDN 2 Limboto Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksperimen. Tehnik pengumpulan data menggunakan tes dan non tes. Hasil penelitian menujukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang diajarkan dengan metode pemberian tugas secara individu dan secara kelompok, 2)Terdapat interaksi antara metode pemberian tugas dengan perilaku belajar siswa yang memberikan pengaruh berbeda terhadap hasil belajar IPA. 3) Terdapat perbedaan hasil belajar IPA bagi siswa yang memiliki perilaku belajar introvert yang diajarkan dengan pemberian tugas secara individu dan secara kelompok. 4) Menunjukkan bahwa siswa yang memiliki perilaku belajar ekstrovert yang diajarkan dengan metode pemberian tugas secara kelompok memberikan hasil yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan pemberian tugas secara individu
REPRESENTASI PEMECAHAN MASALAH DESIMAL SISWA SD DITINJAU DARI GENDER Rusminati, Susi Hermin
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Inventa Maret 2018
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/inventa.2.1.a1629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa SD laki-laki dan perempuan saat mengerjakan soal desimal. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SD kelas V yang bertempat di SD Kemala Bhayangkari 9 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan kata lain peneliti menggali dan mengetahui informasi secara detail dengan mengumpulkan data melalui pemberian tes dan wawancara. Tes yang diberikan ada 3 tahap dengan waktu yang berbeda. Tes yang diberikan kepada siswa adalah sama. Dari hasil tes yang diberikan, menunjukkan bahwa siswa laki-laki saat mengerjakan operasi hitung desimal, siswa tersebut masih terlihat bingung dan mengerjakan dengan beberapa coretan yang ada dikertasnya. Dengan kata lain siswa laki-laki menggunakan representasi visual untuk menyelesaikan masalah, sedangkan siswa perempuan saat menyelesaikan masalah terlebih dahulu membaca kemudian menuangkan rencananya pada lembar jawaban, siswa tersebut langsung menuliskan rencananya tanpa menggunakan gambar. Hal ini dilakukan siswa tersebut karena dalam menyelesaikan soal tidak memerlukan gambar. Siswa langsung mengerjakan dan menghitung pecahan desimal tanpa menggunakan bantuan dengan menyamakan penyebutnya, kemudian menyelesaikan sesuai dengan permintaan pada soal
DAMPAK PERILAKU BULLYYING TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN DRIYOREJO KABUPATEN GRESIK Setiawan, Fajar
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Inventa Maret 2018
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/inventa.2.1.a1630

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui dampak kehidupan sosial yang diakibatkan dari perilaku bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan jika korban bullying memiliki kecenderungan tidak dapat bersosialisasi dengan baik. Mereka menginginkan suasana yang tenang, untuk bertindak pun mereka kurang bersemangat dan percaya diri, dan tidak adanya teman sebaya yang mampu memahami kondisi dirinya. Lebih dari itu, kesadaran dan komitmen dari stakeholder atau pihak-pihak terkait, yakni kepala sekolah, wali murid, dan peserta didik, sangat diperlukan sebagai bentuk upaya mencegah tindakan bullying. Selain itu, pemerintah sebagai pembuat kebijakan harus membuat program-program, bias melalui pemberian reward dan punishment, agar mampu menekan atau membatasi agar tindakan bullying dapat diminimalisir. Sehingga dengan begitu, apa yang diinginkan pemerintah dalam memerangi tindakan bullying dapat sejalan dengan kondisi di lapangan.
STUDI INQUIRY LEARNING PADA MATAPELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR Andriani, Miranti Widi
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Inventa Septrmber 2018
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/inventa.2.2.a1643

Abstract

Metode pembelajaran adalah cara atau teknik yang dipakai guru untuk mengelola pembelajaran sehingga sehingga tujuan belajar yaitu kemampuan akhir yang diharapkan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Inquiry learning (pembelajaran inkuiri/menemukan) adalah salah satu metode yang dapat digunakan oleh guru. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tindak pembelajaran inkuiri pada matapelajaran IPA kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian studi kasus untuk menjawab pertanyaan penelitian. Peneliti sebagai alat pengumpul data utama. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam (in-depth interview), observasi tidak terstruktur dan dokumen. Beberapa temuan penelitian menunjukkan inquiry learning yang dilakukan oleh guru pada matapelajaran IPA antara lain: guru memulai pembelajaran dengan pertanyaan; guru mengarahkan siswa pada pemahaman yang mendalam; guru memberikan umpan balik; guru memberikan tugas proyek; guru membentuk kelompok dalam pembelajaran.
PENGEMBANGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP MAHASISWA PGSD PADA MATAKULIAH PENDIDIKAN SAINS SD Laili, Alik Mustafidal; Yusmita, Eries Norma
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Inventa Septrmber 2018
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/inventa.2.2.a1644

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan konsep mahasiswa pada matakuliah SAINS yang disebabkan adanya kelemahan pada sintak Problem Based Leaerning yang mengakibatkan proses pembelajaran pada matakuliah Pendidikan Sains SD kurang optimal. Cara untuk mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut salah satunya dengan memasukkan unsur scaffolding ke dalam sintaks PBL. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan model Problem Based Leaerning berbasis procedural scaffolding. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan dengan model 4-D yang terdiri dari tiga tahap yaitu tahap mengembangkan model Problem Based Learning, tahap validasi dan revisi, dan tahap uji coba dengan menggunakan rancangan one group pretest-posttest design. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, validasi, pengamatan, dan tes. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kelayakan perangkat pembelajaran yaitu RPS, RPP, dan LKS berscaffold, masing-masing diperoleh hasil 4,89; 4,72; dan 4,79 dengan kriteria valid, (2) Respons mahasiswa terhadap LKS berscaffold yaitu tampilan LKS dan isi LKS 82% menarik; penjelasan LKS 73% mudah dipahami; sedangkan gambar LKS 77% mudah dipahami dan (3) Respon positif mahasiswa terhadap pembelajaran Sains berbasis Procedural Scaffolding dengan model Problem Based Learning dengan nilai rata-rata 3,3. Kesimpulnnya model Problem Based Leaerning berbasis procedural scaffolding layak untuk digunakan.
PROFIL PENDIDIKAN KARAKTER SD CREATIVE KECAMATAN KARANGAN KABUPATEN TRENGGALEK Yusmita, Eries Norma; Ratri, Asri Kusumaning
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Inventa Septrmber 2018
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/inventa.2.2.a1645

Abstract

Pendidikan karakter sejak lama dilaksanakan di SD Creative dan SD Creative menjadi salah satu sekolah favorit di Kecamatan Karangan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan persiapan pelaksanaan pendidikan karakter di SD Creative (2) mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan karakter di SD Creative (3) mendeskripsikan evaluasi pendidikan karakter di SD Creative (4) mendeskripsikan hambatan yang dialami SD Creative dalam penanaman karakter siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data, yaitu guru kelas II dan IV, kepala sekolah, pembina ekstrakurikuler, siswa kelas II dan IV. Penelitian dilakukan pada tahun ajaran 2017/2018. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, analisis dokumen. Intrumen yang digunakan yaitu panduan observasi, panduan dokumentasi, dan lembar wawancara. Pengecekan keabsahan data menggunakan ketekunan pengamatan, perpanjangan kehadiran peneliti, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) perencanaan pelaksanaan pendidikan karakter dirancang melalui program kegiatan sekolah dan RPP (2) kegiatan di SD Creative sudah tercermin penanaman karakter, namun 18 nilai karakter belum tentu ada pada setiap kegiatan. Pelaksanaan pendidikan karakter dilaksanakan melalui pelaksanaan pembelajaran, kegiatan spontan, kegiatan rutin, ekstrakurikuler (3) evaluasi pendidikan karakter melalui pertemuan beberapa dilakukan satu bulan sekali oleh pihak yang bersangkutan (4) ada beberapa hambatan di dalam maupun di luar kelas pada pelaksanaan kegiatan pendidikan karakter.

Page 7 of 26 | Total Record : 251