cover
Contact Name
Teguh Sarry Hartono
Contact Email
bagas.afyad@gmail.com
Phone
+6285956755747
Journal Mail Official
jurnal.rspiss@gmail.com
Editorial Address
https://www.ijid-rspisuliantisaroso.co.id/index.php/ijid/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
The Indonesian Journal of Infectious Diseases
ISSN : 23546077     EISSN : 25991698     DOI : https://doi.org/10.32667/ijid.v10i1
Core Subject : Health, Science,
The Indonesian Journal of Infectious Diseases aims to disseminate and facilitate discussions on scientific papers related to health, particularly focusing on infectious diseases including emerging diseases, new emerging disease issues, and tropical medicine. The journal serves as a communication medium for various stakeholders interested in health research, including researchers, educators, students, healthcare practitioners, the Department of Health, Public Health Service, and the general public with an interest in this field. It endeavors to address the increasing demand for studying infectious diseases.
Articles 167 Documents
Hubungan Pengetahuan Perawat tentang COVID-19 dengan Tingkat Stres dalam Merawat Pasien COVID-19 Hendro W Sihombing; zahra Maulidia Septimar
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 6 No. 1 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v6i1.97

Abstract

Latar belakang: Pandemi COVID-19 telah menjadi ancaman besar bagi kesehatan masyarakat khususnya perawat. Perawat sebagai garda terdepan rentan mengalami gangguan psikologis seperti stres dan depresi. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat tentang COVID-19 dengan tingkat stress perawat dalam merawat pasien COVID-19. Metode: Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan oleh peneliti adalah perawat yang bekerja di Rumah Sakit yang berada di wilayah Provinsi Banten dan DKI Jakarta dengan jumlah sampel sebanyak 396 orang. Pengambilan sampel secara non-probability sampling dengan teknik accidental sampling dengan menggunakan lembar kuesioner analisa secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian: Mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup tentang Covid-19 yaitu 230 (58,1%) dan  mengalami tingkat stres sedang dalam merawatpasien Covid-19 yaitu 245 (61,9%). Analisis hubungan pengetahuan dengan tingkat stress perawat diperoleh p Value= 0,004. Kesimpulan: ada hubungan antara pengetahuan perawat dengan tingkat stres dalam merawat pasien Covid-19.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Infeksi Oportunistik Tuberkulosis pada Pasien HIV di RSPI Sulianti Saroso Tahun 2015-2019 Amelia Pradipta; Mondastri Korib Sudaryo; Adria Rusli
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 6 No. 2 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v6i2.104

Abstract

Latar belakang: Human Immunodeficiency Virus (HIV) menjadi masalah utama kesehatan global yang sedang dihadapi oleh berbagai negara, termasuk Indonesia. Penderita HIV lebih rentan untuk terkena infeksi oportunistik, salah satunya tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan infeksi oportunistik tuberkulosis pada pasien HIV di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso tahun 2015-2019. Metode: Studi case control dilakukan dengan menggunakan data register pra-ART dan rekam medis. Jumlah sampel sebanyak 465 responden, yang terdiri dari 155 kasus dan 310 kontrol. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat, bivariat menggunakan chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil: Hasil uji regresi logistik menunjukkan ada hubungan yang bermakna secara statistik antara stadium HIV dengan infeksi oportunistik tuberkulosis (OR=33,03; 95% CI : 14,96 – 72,89) dengan nilai p <0,001, tetapi tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara usia, jenis kelamin, jumlah CD4, jumlah viral load, pendidikan, status bekerja, perilaku seks berisiko, transfusi darah, dan penggunaan napza suntik dengan infeksi oportunistik tuberkulosis. Kesimpulan: Stadium HIV merupakan faktor determinan infeksi oportunistik tuberkulosis pada pasien HIV. Saran: Diperlukan skrining awal mendeteksi TB pada setiap stadium HIV khususnya pada stadium lanjut (III-IV) yang melakukan kunjungan di klinik Pokja.
Kepatuhan Minum ARV pada Anak dengan HIV Nuraidah Nuraidah; Farida Murtiani
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 6 No. 2 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v6i2.107

Abstract

Latar Belakang: Anak dengan HIV menjalani terapi ARV jangka panjang yang berpengaruh terhadap pengobatan dan status kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efek samping dengan kepatuhan minum obat Antiretroviral (ARV) dan menganalisis kepatuhan minum obat dengan status tumbuh kembang anak dan penyakit penyerta. Metode: Desain penelitian crossectional. Sampel dalam penelitian ini adalah anak dengan HIV yang menjalani terapi ARV di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta. Pengambilan sampel dengan total sampling dengan total 56 anak. Hasil: Analisis efek samping dengan kepatuhan diperoleh nilai P-value 1,000 > 0,05. Analisis Kepatuhan dengan status tumbuh kembang diperoleh nilai P-value 1,000 > 0,05. Analisis kepatuhan minum ARV dengan penyakit penyerta diperoleh nilai P-value 0,004 < 0,05. Kesimpulan: kepatuhan minum ARV berhubungan dengan penyakit penyerta selama pengobatan.
Optimasi Ekstraksi DNA dari Spesimen Feses Pasien Kanker Kolorektal Eustachius Hagni Wardoyo; Yunita Sabrina; Dewi Suryani; Ramses Indriawan
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 6 No. 1 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v6i1.108

Abstract

Latar Belakang: Pasien kanker kolorektal sering mengalami diare, baik itu karena konsekuensi langsung akibat penyakit, efek samping kemoterapi/radioterapi, atau karena adanya infeksi. Perubahan konsistensi feses pasien kolorektal dalam kemoterapi menyebabkan perubahan komposisi feses (jumlah sel bakteri, komposisi inhibitor) yang berbeda pada feses manusia normal. Konsekuensinya ekstraksi DNA bakterial dari feses pasien kanker kolorektal dalam kemoterapi perlu dilakukan optimasi. Tujuan penelitian untuk mendapatkan protokol DNA optimal dari feses cair pasien kolorektal. Metode: Ekstraksi DNA menggunakan Quick-DNA™ Fecal/Soil Microbe Miniprep Kit (Zymoresearch). Terdapat 3 pilihan protokol yang dilakukan, yang mana 2 protokol lainnya yang merupakan modifikasi dari protokol standar yang mengikuti prinsip: 1. Disrupsi mekanis untuk memisahkan sel bakteri dari materi feses dengan modifikasi lama sentrifugasi, 2. Proses binding DNA dengan modifikasi kecepatan sentrifugasi, 3. Proses mendapatkan DNA elusi dengan modifikasi gradien volume buffer DNA. Protokol standar diaplikasikan pada feses kontrol berpasangan usia dan jenis kelamin dan feses sampel, sedang 2 protokol lainnya diaplikasikan hanya pada feses sampel. Rasio absorbansi A260/280 ≥ 1.8 menggunakan Nanodrop™ di aplikasikan pada konsentrasi DNA yang dinyatakan sebagai DNA murni. Pemeriksaan dilakukan sebanyak 3 kali dan reratanya dilaporkan dalam penelitian ini. Hasil: Rasio absorbansi sebesar A260/280 ≥1.8 didapatkan pada protocol ketiga yakni dengan rerata rasio absorbansi A260/280 1.81, sedangkan pada protokol 2 dan 3 feses sampel menunjukkan rerata rasio absorbansi A260/280 1.79 dan 1.81. Kesimpulan: Protokol ketiga dalam penelitian ini merupakan protokol optimal untuk ekstraksi DNA pada sampel feses pasien pasien kanker kolorektal paska keoterapi
Analysis of the Restriction of Vancomycin Use in Hospitals Before, During and After the Implementation of the Antimicrobial Resistance Control Program (ARCP) Eustachius Hagni Wardoyo; Didit Yudhanto; I Gede Yasa Asmara; Claresta Salsabila; Ajeng Retno
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 6 No. 2 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v6i2.109

Abstract

Background: A policy restricting the use of vancomycin was a pilot project for the implementation of the Antimicrobial Resistance Control Program (ARCP) in RSUD Nusa Tenggara Barat in 2018. There were three phases of the ARCP in hospitals, namely preparation, execution, and monitoring. This research aimed to evaluate the quality of vancomycin prescribing before, during, and after the implementation of ARCP in 2017–2019. Method: Descriptive analysis was conducted of all the vancomycin prescriptions before, during, and after the implementation of ARCP in 2018. All medical records of cases requiring vancomycin prescriptions during the research period was evaluated: patient characteristics, culture test results, and clinical diagnoses. The quality of vancomycin prescriptions, which was expressed as follows: “Vancomycin prescriptions are intended only for infections caused by Gram-positive pathogens, particularly Staphylococcus aureus, that are resistant to methicillin (MRSA), Enterococcus sp (Vancomycin-sensitive enterococci)” was evaluated. Results: There were sixty-one cases of vancomycin prescribing; 21 female and 40 male patients, with a mean age of 23 years (0–82 years). Overall, there were 41 positive cultures, 5 negative cultures, and 15 no-cultures. The diagnoses were moderate to severe infections: sepsis, pneumonia, post-surgery infections, CNS infections, low birth weight, septic shocks, and chronic obstructive lung diseases. The urinary tract infection was present as a mild infection. The prescription quality indicators ‘vancomycin is prescribed only for moderate to severe infections’ and ‘prescribed only for Gram-positive pathogens’ altogether increased. Conclusion: There was improvement in the vancomycin prescription quality after the implementation of the vancomycin restriction policy.
Asuhan Keperawatan pada Anak Tersangka Miokarditis Difteri di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Tahun 2017- 2018 Widia Astuti AW; Herlina Herlina; Bambang Setiaji
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 6 No. 2 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v6i2.110

Abstract

Latar belakang: Banyaknya kasus difteri pada anak yang dirawat dibutuhkan asuhan keperawatan yang professional. Mutu asuhan keperawatan dapat tergambar dari dokumentasi proses asuhan keperawatan yang telah dilakukan. Metode: Kajian ini dilakukan untuk mengetahui proses asuhan keperawatan yang telah diberikan pada anak tersangka Miokarditis Difteri di RSPI Sulianti Saroso pada tahun 2017-2018. Sebanyak 10 responden dalam studi ini dan penelitian ini menggunakan analisis deskriptif analitik dengan metode pengumpulan data dengan cara retrospektif dengan mengumpulkan data sekunder dari catatan rekam medis pasien dengan kasus tersangka miokarditis difteri pada tahun 2017-2018. Hasil: 90% usia penderita tersangka Miokarditis Difteri dalam rentang usia 4-10 tahun, 70% jenis kelamin laki-laki, sebagian besar responden berasal di wilayah Provinsi Jawa Barat, 90% memiliki gejala klinis selama 2 hari sampai 1 minggu, 100% menderita demam, nyeri menelan, dan terdapat pseudomembran yang luas pada dinding faring, uvula, tonsil maupun pallatum dan mengalami gangguan irama jantung, 70% responden memiliki riwayat imunisasi dasar yang tidak lengkap, dan 80% responden tersangka miokarditis difteri meninggal dunia. Kesimpulan: Proses asuhan keperawatan sudah sesuai dengan pedoman standar asuhan keperawatan pada anak dengan difteri, hanya perlu perbaikan formulir-formulir dokumentasi asuhan keperawatan agar mutu pelayanan keperawatan semakin baik.
Surveilans Mers Under Investigated Case Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso Tahun 2014-2019 Anita Puspitasari Dyah Nugroho; Pompini Agustina Sitompul; Kunti Wijiarti; Herlina Herlina; Bambang Setiaji; Vivi Lisdawati; Rita Rogayah
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 6 No. 1 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v6i1.111

Abstract

Latar Belakang: Middle East Respiratory Syndrome (MERS) adalah suatu strain baru dari virus corona. Surveilans kasus MERS terdiri atas surveilans di pintu masuk negara dan surveilans wilayah. Laporan surveilans MERS pada kasus MERS Under Investigated Case yang dirawat di Sulianti Saroso bertujuan untuk memberikan gambaran secara menyeluruh tentang pelaksanaan surveilans MERS dalam rangka kewaspadaan dini pada periode tahun 2014-2019. Metode: deskriptif, data sekunder, berjumlah 93. Hasil: Kecenderungan kasus MERS Under Investigated Case menurun. Jumlah kasus rawat inap MERS mayoritas pada usia diatas 45 tahun (82%), dan berdasarkan jenis kelamin lebih besar pada laki-laki (52%). Asal wilayah kasus sebesar 33% berasal dari luar wilayah Jabodetabek. onfirmasi  jika hasil pemeriksaan laboratorium positif dan sepanjang tahun 2014-2019, hasil pemeriksaan laboratorium kasus MERS Under Investigated Case yang dirawat RSPI SS adalah negatif. Kesimpulan dan saran: Tidak ada kasus positif MERS, surveilans berkelanjutan disarankan sebagai upaya kewaspadaan dini penyakit new emerging dan re-emerging.
Evaluasi Surveilans Penyakit Tuberkulosis (TB) di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Tahun 2017 Anita Puspitasari Dyah Nugroho; Rosamarlina Rosamarlina; Adria Rusli; Kunti Wijiarti; Bambang Setiaji
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 6 No. 2 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v6i2.112

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan M.tuberkulosis, menyerang semua usia melalui droplet orang yang telah terinfeksi. Di RSPI Sulianti Saroso terdapat tantangan berupa perbedaan output surveilans TB yaitu data akhir karena surveilans TB dilaksanakan di beberapa unit kerja. Tujuan: Mendapatkan gambaran pelaksanaan surveilans TB melalui evaluasi input, proses dan output sistem surveilans. Metode: Kualitatif desain studi evaluasi. Hasil: Surveilans TB tahun 2017 dilaksanakan Bidang Pengkajian Epidemiologi dan Pokja TB/MDR-TB. Hasil evaluasi input ada perbedaan definisi kasus pada tiap unit. Hasil evaluasi proses tidak ada diseminasi informasi. Hasil evaluasi output terdapat perbedaan pemenuhan indikator dan perbedaan cara perolehan data. Kesimpulan dan Saran: Terdapat dua unit yang melaksanakan surveilans TB yaitu Bidang Pengkajian Epidemiologi dan Pokja TB/MDR-TB, diperlukan peningkatan kapasitas SDM dan peningkatan kualitas data TB untuk pemenuhan indikator pelaporan
Karakteristik Pasien Osteomielitis di Rumah Sakit Pusat Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso M Rifaldi Nabiu; Adinta Anandani; Nico Perdana Hardiansyah
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 7 No. 1 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v7i1.115

Abstract

Latar Belakang: Osteomielitis merupakan suatu proses inflamasi yang terjadi pada tulang dan strukturnya, proses inflamasi yang terjadi digolongkan berdasarkan durasi waktu mulai dari akut, subakut sampai dengan kronis. Bakteri penyebab infeksi osteomielitis yang paling sering adalah Staphylococcus aureus. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung bahwa laki-laki memiliki risiko lebih tinggi mengalami osteomielitis dibandingkan dengan perempuan yaitu 4:1. Faktor risiko yang paling sering menyebabkan terjadinya osteomielitis adalah trauma dan diabetes melitus. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik pada pasien osteomielitis di RSPI. Prof. Dr. Sulianti Saroso sunter periode 2018 sampai 2019.Metode: Penelitian ini dengan desain deskriptif observasional dengan mengambil sampel rekam medik pada pasien pasien penderita osteomielitis periode 2018 sampai 2019.Hasil: Dari 22 kasus osteomyelitis, rentang usia terbanyak adalah 50-59 tahun (31,8%) dan jenis kelamin laki-laki 54,5%. Sebagian besar pasien menjalani perawatan lebih dari 7 hari (54,5%). Manifestasi klinis yang tampak adalah nyeri (100%), nyeri tekan (77.3%), ulkus (36.4%), gangguan mobilitas fisik (40.9%). Faktor risiko terbanyak adalah DM (54.5%) diikuiti oleh trauma (54.5%). Gambaran radiologis menunjukkan (59,1%) kesan osteomyelitis. Hasil laboratorium memperlihatkan lekositosis (40.9%), peningkatan LED (90.9%) dan peningkatan CRP (36.4%). Dari 22 kasus ostemielitis tersebut hanya 8 yang dilakukan pemeriksaan kultur dan terdapat pertumbuhan bakteri pada empat kasus yaitu (Staphylococcus aureus). Sebagian besar terapi empirik menggunakan metronidazole (20.6%). Terapi definitif sesuai hasil kultur. Semua kasus memperlihatkan prognosis yang baik. Rata-rata lama rawat di rumah sakit adalah >7 hari (54.5%).Kesimpulan: Osteomielitis terjadi pada rentang usia terbanyak 50-59 tahun dengan karakteristik klinis dominan nyeri dan peningkatan LED.
Biomarker T Cell dalam Diagnosis COVID-19 : Literatur Review Upik Rahmi; Septian Andriyani
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 7 No. 1 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v7i1.116

Abstract

Latar Belakang : COVID-19 menjadi masalah kesehatan didunia. Penanda inflamasi yang dapat digunakan sebagai predictor prognosis COVID-19. Tujuan untuk melihat peran biomarker sel T pada penyakit COVID-19.  Metode: Pencarian literatur utama PubMed  dan Cinahl  untuk artikel yang diterbitkan antara Tahun 2015  hingga 2021 dan telah memenuhi syarat, artikel dipilih setelah evaluasi judul, abstrak, dan referensi. Sebanyak 7 artikel termasuk dalam ulasan ini. Hasil:  Analisis artikel ini ditemukan faktor sel T limfosit yang berperan dalam biomarker dalam diagnosis COVID-19 adalah CD4+, CD8+ dan CD3+ dan hasil yang meningkat secara signifikant adalah CD8+. Kesimpulan: Analisis artikel menunjukkan bahwa ada bukti yang jelas bahwa biomarker Limfosit T  dapat berubah sesuai dengan tingkat keparahan Infeksi COVID-19. Ini dapat digunakan sebagai tambahan dalam praktik klinis.  

Page 11 of 17 | Total Record : 167


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2025): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 11 No. 1 (2025): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 2 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 1 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 9 No. 2 (2023): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 9 No. 1 (2023): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 8 No. 2 (2022): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 8 No. 1 (2022): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 7 No. 2 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 7, No 2 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 7, No 1 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 7 No. 1 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 6 No. 2 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 6, No 2 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 6, No 1 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 6 No. 1 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 5 No. 2 (2019): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 5, No 2 (2019): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 5 No. 1 (2019): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 5, No 1 (2019): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 4 No. 2 (2018): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 4, No 2 (2018): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 4 No. 1 (2018): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 4, No 1 (2018): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 3 No. 2 (2016): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 3, No 2 (2016): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 3, No 1 (2016): THE INDONESIAN JOURNAL OF INFECTIOUS DISEASES Vol. 3 No. 1 (2016): THE INDONESIAN JOURNAL OF INFECTIOUS DISEASES Vol 2, No 2 (2015): THE INDONESIAN JOURNAL OF INFECTIOUS DISEASES Vol 2, No 1 (2015): THE INDONESIAN JOURNAL OF INFECTIOUS DISEASES Vol 1, No 01 (2013): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 1, No 3 (2013): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 1, No 2 (2013): The Indonesian Journal of Infectious Diseases More Issue