cover
Contact Name
Teguh Sarry Hartono
Contact Email
bagas.afyad@gmail.com
Phone
+6285956755747
Journal Mail Official
jurnal.rspiss@gmail.com
Editorial Address
https://www.ijid-rspisuliantisaroso.co.id/index.php/ijid/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
The Indonesian Journal of Infectious Diseases
ISSN : 23546077     EISSN : 25991698     DOI : https://doi.org/10.32667/ijid.v10i1
Core Subject : Health, Science,
The Indonesian Journal of Infectious Diseases aims to disseminate and facilitate discussions on scientific papers related to health, particularly focusing on infectious diseases including emerging diseases, new emerging disease issues, and tropical medicine. The journal serves as a communication medium for various stakeholders interested in health research, including researchers, educators, students, healthcare practitioners, the Department of Health, Public Health Service, and the general public with an interest in this field. It endeavors to address the increasing demand for studying infectious diseases.
Articles 159 Documents
Hubungan Antara Kadar Vitamin D dengan Derajat Keparahan COVID-19 Handoko Handoko; Angki Purwanti; Dian Wahyu Tanjungsari; Intan Pertiwi; Farida Murtiani
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 8 No. 1 (2022): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v8i1.130

Abstract

Latar belakang: Vitamin D merupakan salah satu vitamin yang dapat melalui penghambatan respons sel T helper tipe 1 dan merangsang induksi sel T. Hal ini menunjukkan efek perlindungan vitamin D terhadap status infeksi virus pernapasan pada pasien COVID-19. Tujuan: mengetahui hubungan antara kadar Vitamin D dengan derajat penyakit COVID-19. Metode: rancangan penelitian deskriptif korelasional dengan metode analitik melalui pendekatan cross sectional. Total sampel 547 sampel pasien COVID-19 RSPI Sulianti Saroso periode Maret-Desember Tahun 2020. Hasil: Jumlah pasien rawat inap tahun 2020 sebanyak 547 pasien COVID-19, rata-rata usia 47,74 tahun, jenis kelamin laki-laki (55%), dengan komorbid (penyakit penyerta) (58,7%), rata-rata vitamin D 17.94 ng/ml dalam kategori defisiensi < 20 ng/ml (64,2%), derajat keparahan sedang (81,9%). Hasil uji chi square diperoleh nilai p value 0,518 (> 0,05) dengan menggunakan alpha 5% (0,05) berarti tidak ada hubungan antara Vitamin D dengan derajat keparahan pada pasien COVID-19 Kesimpulan: Kadar Vitamin D tidak berhubungan dengan derajat keparahan COVID-19
Hubungan Kadar Interleukin-6 (IL-6) Dengan Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) Pada Pasien COVID- 19 Sriyanto Sriyato; Lyana Setiawan; Rizana Fajrunni’mah; Farida Murtiani
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 8 No. 1 (2022): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v8i1.132

Abstract

Latar belakang: COVID-19 menjadi masalah kesehatan di dunia. Penanda inflamasi yang dapat digunakan sebagai predictor prognosis COVID-19 salah satunya Interlukin-6 (IL-6) dan Neutrofil Lymphocyte Ratio (NLR). Tujuan penelitian: mengetahui hubungan kadar IL-6 dengan NLR pada pasien COVID-19. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Data yang dikumpulkan dari rekam medik pasien COVID-19 di RS Kanker Dharmais periode Januari-Juli 2021. Jumlah sampel sebanyak 70 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan korelasi spearman. Hasil: Dari 70 pasien COVID-19 sebagian besar berusia dalam kategori lansia akhir (56-65 Tahun) 17 (24,3%) dan jenis kelamin sebagian besar laki-laki yaitu 42 (60%). Rata-rata kadar IL-6 43,34 pg/ml dan rata-rata NLR 12,73. Ada korelasi antara kadar IL-6 dengan NLR pada pasien COVID-19 (P Value=0,000; nilai r 0.563). Kesimpulan:  Adanya korelasi positif IL-6 dengan NLR. IL-6 adalah salah satu biomarker yang digunakan untuk memprediksi prognosis COVID-19 karena pemeriksaannya yg kompleks, tidak dapat memprosesnya di lab yg sederhana. Sebagai gantinya, kami menyimpulkan pemeriksaan NLR dapat menjadi biomarker alternatif. 
Penerapan Posisi Pronasi Terhadap Peningkatan Oksigenasi Pada Pasien COVID-19 Dengan Pneumonia Dian Noviati Kurniasih; Fitri Rayasari; Ahmad Zubairi Zubairi; Suryati Suryati; Kunti Wijiarti; Farida Murtiani
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 8 No. 1 (2022): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v8i1.133

Abstract

Latar Belakang: Penurunan saturasi pada pasien COVID-19 dengan pneumonia dapat dicegah dengan program pemberian posisi salah satunya posisi pronasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh posisi pronasi terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien COVID-19 dengan pneumonia. Metode: Quasi eksperimen pretest tanpa kelompok kontrol. Penelitian dilakukan di 2 RS yaitu RSPI Prof Dr Sulianti Saroso dan RSUD Tarakan pada tanggal 8 Maret- 29 April 2021. Jumlah responden sebanyak 24 orang (RSPI SSS: 8 responden dan RS Tarakan: 16 responden). Hasil: Rata-rata pasien adalah laki-laki (19 orang) berusia 55,54 tahun, tidak ada riwayat DM (14 orang) dan memiliki riwayat hipertensi (17 orang). Sebelum intervensi rata-rata SpO2 96.53% dan RR 25.60 x/menit. Sesudah Intervensi rata – rata SpO2 97.36% dan RR 24.59 x/menit. Ada peningkatan nilai SpO2 sebesar 0.83% (Pvalue=0,000), dan ada penurunan RR 1.01 x/menit (Pvalue-0,000). Kesimpulan: ada pengaruh dari penerapan posisi pronasi terhadap peningkatan oksigenasi pada pasien COVID-19 dengan pneumonia.
Profil Tuberkulosis Paru Pada Anak di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Agatha Nagrintya Ginting; Kriston Silitonga; Suliati Suliati; Farida Murtiani
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 8 No. 1 (2022): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v8i1.134

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (MTB) dan salah satu dari 10 penyebab kematian di dunia, 11% kasus diantaranya adalah anak-anak. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, manifestasi klinis, gambaran riwayat kesehatan pasien, pengobatan, dan efek samping obat tuberculosis anak.  Metode: Penelitian deskriptif. Data bersumber dari rekam medik dan form TB 01 periode Januari-Desember 2018. Hasil: Mayoritas pasien adalah anak laki-laki berusia 1-4 tahun. Manifestasi klinis batuk ditemukan sebanyak 71,8%; demam 53,8%; pembesaran KGB 43,6%; dan penurunan berat badan 33,3%. Sebagian besar (84,6%) tidak ada riwayat kontak dengan penderita TB dan 30.8% sudah mendapatkan imunisasi BCG. Sebanyak 46.2% memiliki hasil uji tuberculin positif dan hasil foto gambaran khas TB pada foto thorax. Berdasarkan riwayat kesehatan, 46.2% di antaranya bergizi baik, 89.7% merupakan pasien baru dan hanya 15 anak dengan penyakit penyerta. Pada studi ini, sebagian besar (82,1%) mendapatkan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) anak, dengan kombinasi obat HRZ pada tahap intensif 61,5% dengan lama pengobatan 6 bulan sebanyak 48,7%. Kesimpulan: Terdapat variasi spektrum klinis yang luas pada TB anak dengan pengobatan OAT.
Kematian pada Pasien COVID-19 Berdasarkan Komorbid dan Tingkat Keparahan Herlina Herlina; Anita Puspitasari Dyah Nugroho; Siti Maemun; Intan Pertiwi; Andi Dala Intan Sapta Nanda; Farida Murtiani
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 8 No. 1 (2022): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v8i1.135

Abstract

Latar Belakang:. Penyakit Coronavirus 2019 merupakan penyakit sistem pernapasan yang baru saja muncul dan menjadi pandemi. Indonesia mengalami peningkatan jumlah kasus yang cukup drastis.  Derajat keparahan yang dialami oleh pasien COVID-19 dapat dipengaruhi oleh berbagai hal seperti usia, penyakit komorbid, defisiensi vitamin D, dan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jumlah komorbid dan derajat keparahan terhadap kematian pada pasien COVID-19. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Total sampel 1240 pasien COVID-19 RSPI Sulianti Saroso Tahun 2020 2021. Hasil: Komorbid terbanyak adalah hipertensi dan diabetes melitus, derajat keparahan kategori sedang dan outcome hidup. Hasil analisis ada hubungan antara jumlah komorbid dengan status kematian (OR=1,585). Ada hubungan diabetes melitus dengan status kematian pasien pada pasien COVID-19 (OR=1,927). Ada hubungan antara derajat keparahan dengan status kematian pada pasien COVID-19 (OR=12,699). Kesimpulan: Derajat keparahan, jumlah komorbid dan komorbid diabetes mellitus berhubungan merupakan faktor risiko kematian pada pasien COVID-19.
Infeksi COVID-19 pada Tenaga Kesehatan Rumah Sakit Anita Puspitasari Dyah Nugroho; Herlina Herlina; Farida Murtiani; Intan Pertiwi; Nunung Hendrawati; Siti Maemun; Andi Dala Intan Sapta Nanda; Christine Ernita Banggai
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 8 No. 2 (2022): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v8i2.136

Abstract

Latar Belakang: Infeksi COVID-19 petugas kesehatan dapat menyebabkan krisis eksistensi pada tenaga kesehatan itu sendiri dan infrastruktur kesehatan, baik lokal maupun nasional. Oleh karena itu, surveilans berkualitas tinggi pada petugas kesehatan menjadi langkah mendasar untuk perlindungan dan penanggulangan yang tepat dilakukan. Tujuan: memberikan gambaran infeksi COVID-19 tenaga kesehatan berdasarkan data surveilans. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso pada bulan Maret 2022. Data sekunder bersumber dari data surveilans epidemiologi pada petugas terkonfirmasi COVID-19 periode Januari – Februari 2022 sebanyak 233 subjek. Analisa data secara univariat. Hasil: Gambaran epidemiologi pegawai terkonfirmasi COVID-19 yaitu puncak kasus minggu ke-7, kasus terbesar pada umur 30-39 tahun (34,8%), berjenis kelamin perempuan (61%), domisili Jakarta Utara (34%), tenaga kesehatan lainnya (55%), isolasi mandiri (96%) dan luaran hidup (100%). Faktor risiko yaitu tidak memiliki riwayat perjalanan (89%), bukan pengguna transportasi umum (77%), kontak dengan rekan kerja (54%), tidak memiliki komorbid (83%), infeksi pertama (49%), vaksin primer 2x dan booster 1x (58%). Terjadi klaster unit kerja. Kesimpulan: Infeksi COVID-19 pada tenaga kesehatan menggambarkan karakteristik epidemiologi (orang, tempat dan waktu) serta faktor risiko.
Studi Mixed Method: Gambaran Epidemiologi dan Analisis Sistem Surveilans Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kota Bandung Agung Sutriyawan; Suherdin Suherdin
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 8 No. 2 (2022): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v8i2.144

Abstract

Latar Belakang: Terjadi peningkatan kasus DBD di Kota Bandung pada tahun 2021 diikuti dengan angka kematian. Upaya dalam menekan angka insiden DBD dengan nenentukan program pencegahan yang tepat. Tujuan: Menganalisis gambaran epidemiologi dan sistem surveilans DBD di Kota Bandung. Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan fenomena dan indepth interview. Sampel yaitu seluruh kasus DBD di Kota Bandung pada 6 tahun terakhir. Subjek penelitian kualitatif dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Gambaran epidemiologi berdasarkan orang, jumlah kasus DBD banyak terjadi pada laki-laki, golongan umur anak-anak. Berdasarkan tempat jumlah kasus tertinggi di Kecamatan Antapani. Berdasarkan waktu, dalam 3 tahun terakhir kasus DBD mengalami meningkatan pada akhir tahun. Kasus demam berdarah dengue cenderung menurun dalam tiga tahun terakhir. Kemungkinan telah terjadi KLB di beberapa Puskesmas yang ada di Kota Bandung pada tahun 2021. Kesimpulan: Hasil penilaian sistem surveilens yang dikategorikan sangat baik adalah tujuan sistem surveilans, pengolahan dan analisis data, kelengkapan data, dan akses ke pelayanan kesehatan, yang dikategorikan baik adalah ketepatan diagnosis, partisifasi fasilitas kesehatan dan konsistensi data, yang dikategorikan kurang baik adalah ketepatan data.
Ekstrak Moringa oleifera Sebagai Antiseptik Terhadap Escherichia coli dan Streptococcus pyogenes Menggunakan Metode Percentage Kill Conny Riana Tjampakasari; Ariyani Kiranasari; Alfia Chairunnisa; Fatindhiya Mahira Hilmy
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 8 No. 2 (2022): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v8i2.145

Abstract

Latar belakang: Kandungan kimia daun kelor (M.oleifera) menunjukan sifat antibakteri terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif dengan menghambat sintesis dan metabolisme DNA serta menghancurkan dinding sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi kemampuan ekstrak daun M.oleifera sebagai antiseptik terhadap E. coli dan S. pyogenes. Metode: Uji percentage kill dilakukan untuk mengetahui persentase kematian bakteri setelah kontak dengan M. oleifera pada menit ke 1, 2 dan 5. Variabel yang digunakan yaitu kontrol dan perlakuan yang dilakukan secara bersamaan. Uji dinyatakan memenuhi standar bila memberikan hasil ≥90% untuk setiap waktu kontak. Hasil: Uji terhadap E. coli pada menit ke 1, 2 dan 5 menunjukkan hasil masing-masing 93.41%, 94.14%, dan 96.87%, sedangkan terhadap S. pyogenes masing-masing 73.27%, 83.15% dan 94.19%. Terhadap S. pyogenes pada menit ke-5 memenuhi standar. Kesimpulan: M. oleifera efektif mengeliminasi E. coli karena nilai percentage kill untuk semua waktu kontak ≥90% dengan nilai tertinggi pada menit ke-5 (96.87%), sedangkan terhadap S. pyogenes ekstrak daun M. oleifera menunjukkan aktifitas mikroba yang baik pada waktu kontak 5 menit (94.19%).
Pengaruh Penggunaan Antikoagulan Terhadap Penurunan Nilai D-Dimer pada Pasien COVID-19 Feri Setiadi; Dealya Adira Panjaitan; Memy Aviatin
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 8 No. 2 (2022): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v8i2.149

Abstract

Latar Belakang : COVID-19 diidentifikasi sebagai penyakit sistem pernapasan namun diketahui juga berperan dalam gangguan koagulasi darah. Peningkatan nilai D-dimer secara signifikan merupakan parameter koagulasi yang menandakan adanya hiperinflamasi dan menyebabkan terjadinya hiperkoagulasi. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh penggunaan antikoagulan berdasarkan jenis antikoagulan, rute, dan lama pemberian terhadap penurunan nilai D-dimer. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif secara retrospektif dengan desain cross sectional dan menggunakan metode total sampling. Subjek penelitian sebanyak 246 pasien rawat inap COVID-19 di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso periode Januari-Desember 2021. Hasil: Pemeriksaan D-dimer sebelum dan sesudah pemberian menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05) dimana rata-rata sebelum 1,477 mg/L dan sesudah 0,6806 mg/L dengan penurunan sebesar 0,778 mg/L. Hasil pengujian menunjukkan terdapat pengaruh dari variabel independen (penggunaan antikoagulan) terhadap variabel dependen (penurunan nilai D-dimer) (p<0,05) dimana variabel yang berpengaruh signifikan adalah jenis antikoagulan dan rute pemberian (p<0,05) serta diketahui bahwa jenis antikoagulan enoxaparin dan rute subkutan adalah yang paling baik dalam menurunkan nilai D-dimer. Kesimpulan: Dalam upaya mengatasi hiperkoagulasi pada pasien COVID-19, penggunaan antikoagulan dengan mempertimbangkan jenis dan rute pemberian akan memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan nilai D-dimer.
Korelasi Antara Kadar Ferritin Serum dengan Procalcitonin Pada Pasien COVID-19 Mita Puspita Sari; Rizana Fajrunni’mah; Dewi Astuti; Kunti Wijiarti; Farida Murtiani
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 8 No. 2 (2022): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v8i2.151

Abstract

Latar Belakang: Wabah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome-Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Temuan laboratorium pada pasien COVID-19 yang parah melibatkan penanda inflamasi yang meningkat, termasuk feritin. Feritin adalah mediator kunci dari disregulasi imun, terutama di bawah hiperferitinemia ekstrim. Pasien COVID-19 dengan hiperferitinemia memiliki tingkat penanda inflamasi yang jauh lebih tinggi, salah satunya adalah prokalsitonin (PCT). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar feritin serum dengan PCT pada pasien COVID-19. Metode: Metode penelitian ini adalah analitik korelatif. Sampel adalah data rekam medik sebanyak 463 pasien COVID-19 di RS Persahabatan periode Januari – Desember 2021. Hubungan antara kadar feritin serum dengan kadar PCT dianalisis secara statistik menggunakan uji Spearman. Hasil: Hasil penelitian ini diperoleh 240 (51,8%) pasien laki-laki dengan kelompok umur tertinggi 46-59 tahun sebanyak 160 (34,6%) pasien dan 60 tahun sebanyak 163 (35,0%) pasien. Rerata kadar feritin serum adalah 995.218 µg/L dengan kadar minimum 11,3 µg/L dan kadar maksimum 22.612,7 µg/L, sedangkan rerata kadar PCT adalah 0,3892 ng/mL dengan kadar minimum 0 ,00 ng/mL dan kadar maksimum 50,73 ng/mL. Hasil uji korelasi Spearman diperoleh nilai p 0,000 dan rho 0,573. Kesimpulan: Rumah sakit atau institusi pelayanan dapat menerapkan hasil penelitian ini dengan melakukan salah satu pemeriksaan kadar feritin serum atau PCT sambil memantau co-diagnosis pasien.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 1 (2025): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 2 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 1 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 9 No. 2 (2023): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 9 No. 1 (2023): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 8 No. 2 (2022): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 8 No. 1 (2022): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 7 No. 2 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 7, No 2 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 7, No 1 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 7 No. 1 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 6 No. 2 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 6, No 2 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 6 No. 1 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 6, No 1 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 5 No. 2 (2019): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 5, No 2 (2019): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 5 No. 1 (2019): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 5, No 1 (2019): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 4 No. 2 (2018): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 4, No 2 (2018): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 4, No 1 (2018): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 4 No. 1 (2018): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 3 No. 2 (2016): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 3, No 2 (2016): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 3, No 1 (2016): THE INDONESIAN JOURNAL OF INFECTIOUS DISEASES Vol. 3 No. 1 (2016): THE INDONESIAN JOURNAL OF INFECTIOUS DISEASES Vol 2, No 2 (2015): THE INDONESIAN JOURNAL OF INFECTIOUS DISEASES Vol 2, No 1 (2015): THE INDONESIAN JOURNAL OF INFECTIOUS DISEASES Vol 1, No 01 (2013): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 1, No 3 (2013): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 1, No 2 (2013): The Indonesian Journal of Infectious Diseases More Issue