cover
Contact Name
Teguh Sarry Hartono
Contact Email
bagas.afyad@gmail.com
Phone
+6285956755747
Journal Mail Official
jurnal.rspiss@gmail.com
Editorial Address
https://www.ijid-rspisuliantisaroso.co.id/index.php/ijid/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
The Indonesian Journal of Infectious Diseases
ISSN : 23546077     EISSN : 25991698     DOI : https://doi.org/10.32667/ijid.v10i1
Core Subject : Health, Science,
The Indonesian Journal of Infectious Diseases aims to disseminate and facilitate discussions on scientific papers related to health, particularly focusing on infectious diseases including emerging diseases, new emerging disease issues, and tropical medicine. The journal serves as a communication medium for various stakeholders interested in health research, including researchers, educators, students, healthcare practitioners, the Department of Health, Public Health Service, and the general public with an interest in this field. It endeavors to address the increasing demand for studying infectious diseases.
Articles 167 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua Dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Anak widiyanti, fransisca; Widianti , Ch. Ririn; Lusiana, Deni
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 1 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v10i1.182

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang menyerang pada semua umur terutama pada anak Pengetahuan orang tua memiliki peran yang sangat signifikan dan menjadi landasan untuk mendorong atau menghambat perilaku yang mendukung ketaatan dalam mengkonsumsi obat pada anak. Semakin baik pengetahuan orang tua maka akan semakin patuh dalam menjalani pengobatan tuberkulosis pada anak. Tujuan: mengetahui hubungan pengetahuan orang tua dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis anak di Puskesmas Wilayah Kabupaten Sleman. Metode: penelitian menggunakan deskripsi korelasi dengan desain cross sectional. Penelitian adalah semua orang tua yang memiliki anak dengan usia 0 tahun-17 tahun yang saat ini masih aktif menjalani pengobatan tuberkulosis pada tahap awal/lanjutan sebanyak 42 responden. Uji statistik menggunakan korelasi   gamma. Hasil: penelitian didapatkan lebih dari setengah responden memiliki tingkat pengetahuan baik 31 (73,8%) kurang dari setengah responden memiliki pengetahuan cukup 11 (26,2%), setengah dari responden memiliki kepatuhan cukup 21 (50%) dan sebagian kecil responden memiliki kepatuhan rendah 5 (11,9%) terdapat hubungan yang sangat kuat antara pengetahuan orang tua dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis anak di Puskesmas Wilayah Kabupaten Sleman dengan nilai p value=0.000 (α<0,05) dan nilai korelasi yang didapat sebesar 1.0. Tenaga kesehatan diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang penyakit dan pengobatan tuberkulosis agar orang tua lebih patuh dalam memberikan obat anti tuberkulosis kepada anak mereka sehingga dapat mendukung proses penyembuhan anak. Kesimpulan: penelitian ini adalah terdapat hubungan yang sangat kuat antara pengetahuan orang tua dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis anak di Puskesmas Wilayah Kabupaten Sleman.
Efektifitas Mikropartikel Daun Afrika sebagai Profilaksis Malaria terhadap Penurunan Parasitemia Malaria Djamanmona, Rolyn Frisca; Anggreini, Yogik Setia
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 9 No. 2 (2023): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v9i2.184

Abstract

Latar belakang: Ekstrak daun afrika memiliki efek antiplasmodial dan isolat yang memiliki kandungan seskuiterpen lakton yang berfungsi menghambat pertumbuhan dan penyebaran Plasmodium penyebab malaria. Tujuan: untuk mengetahui efektifitas mikropartikel daun afrika sebagai profilaksis malaria terhadap penurunan parasitemia malaria. Metode: penelitian eksperimental dengan rancangan One grup pretest and posttest design. Sampel dalam penelitian 16 pasien positif malaria diwilayah kota sorong. Pemberian intervensi akan dilakukan 2x2 sehari selama 4 hari, dengan dosis konsumsi 6.4 gram pada berat badan 40 kg, 8 gram pada berat badan 50 kg dan 9.6 gram pada berat badan 60 kg. Malaria akan diperiksa dengan menggunakan Rapid Test Diagnostik (RDT) pre dan post intervensi. Hasil: ada perbedaan sebelum dan sesudah pemberian intervensi dengan kapsul mikropartikel daun afrika, dimana setelah diberikan intervensi kapsul mikropartikel daun afrika dengan dosis konsumsi sesuai dengan berat badan, terjadi perubahan hasil diagnostik malaria dari 16 responden yang positif menjadi 9 responden yang positif. Kesimpulan: Mikropartikel daun afrika efektif menurunkan parasitemia malaria yang dibuktikan dengan RDT negatif.
Potensi Antimikroba Pada Teh Kombucha Bunga Kecombrang (Etlangia elatior) Fadhilah, Fitri Rahmi; Pakpahan, Suyarta; Rezaldi, Firman; Kusmiran, Eny; Cantika, Erika; Julinda, Olvia; Muhammad, Riszal
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 1 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v10i1.186

Abstract

Latar Belakang: Salah satu minuman probiotik yang terbuat dari bunga kecombrang yang difermentasi bersama scoby (biang kombucha), dan substrat gula disebut kombucha teh bunga kecombrang. Peningkatan konsentrasi gula dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur patogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombucha bunga kecombrang terhadap aktivitas pertumbuhan bakteri patogen gram positif dan gram negatif serta jamur patogen berdasarkan variasi konsentrasi gula. Perlakuan konsentrasi gula yang digunakan adalah 20%, 30%, dan 40%. Metode: Penelitian menggunakan metode difusi cakram dengan menggunakan bakteri uji Escherichia coli dan Staphylococcus aureus serta jamur uji Candida albicans untuk mengetahui diameter zona bening yang terbentuk berdasarkan  sifat anti mikroba kombucha. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 40% merupakan konsentrasi gula pada fermentasi kombucha bunga kecombrang yang paling baik dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans dengan diameter masing-masing 14 mm, 10,3 mm dan 12 mm. Setelah data digabungkan dengan zona hambat terhadap C. albicans, diperoleh hasil yang berbeda nyata pada konsentrasi gula 40% dengan p-value (0,000). Kesimpulan: Fermentasi kombucha teh bunga kecombrang mempunyai spektrum yang luas dan berpotensi sebagai minuman probiotik dalam meningkatkan imunitas dengan menghambat laju pertumbuhan bakteri patogen dan ragi.
Pengaruh Suplementasi Ekstrak Kulit Manggis Terhadap Kadar IL-8 dan Limfosit Pada Pasien COVID-19 dengan Cedera Hati Akut Muhammad Zuhdan Fannani; Triyanta Yuli Pramana; Robert Satriyo Budhi Susilo; Susanto, Agung
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 1 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v10i1.187

Abstract

Latar belakang: Hati merupakan organ utama detoksifikasi dan metabolisme tubuh sehingga penting dalam pengobatan COVID-19. Salah satu pengobatan tradisional yang memiliki sifat hepatoprotektif adalah kulit manggis (Garcinia mangostana L.). Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kulit manggis terhadap kadar IL-8 dan limfosit pada pasien COVID-19. Metode: Penelitian eksperimental ini dilakukan pada pasien positif COVID-19 di RS. Dr. Moewardi Surakarta. Sebanyak 40 pasien COVID-19 dibagi menjadi 2 kelompok: kelompok kontrol (tanpa terapi adjuvant) dan kelompok perlakuan (dengan suplementasi dry powder kapsul ekstrak kulit manggis dosis 3x1200 mg. Setelah 14 hari, pasien diperiksa kadar sitokin proinflamasi (IL-8) dan limfositnya. Data dianalisis menggunakan program SPSS 25.0 dan hasil dianggap bermakna bila nilai p <0,05. Hasil: Penurunan (selisih post-pre) kadar IL-8 kelompok kontrol (76.4 +234.6, 45.3%) lebih rendah secara bermakna daripada kelompok perlakuan (155.2+408.5, 54.3%) dengan p=0.048. Sedangkan peningkatan (selisih pre-post) kadar limfosit kelompok kontrol (2.2± 4.7, 13.9%) lebih rendah secara bermakna dari kelompok perlakuan (8.1±5.8, 50.9%) dengan p=0.001. Kesimpulan: pemberian ekstrak kulit manggis efektif menurunkan kadar IL-8 dan meningkatkan kadar limfosit pada pasien COVID-19 dengan cedera hati akut. Pemberian suplementasi dry kapsul ekstrak kulit manggis dapat menurunkan kadar IL-8 dan meningkatkan kadar limfosit secara bermakna pada pasien COVID-19 dengan cedera hati akut.  
Studi Invitro dan Insilico Efektivitas Antibakteri Kunyit Putih Terhadap Hambatan Pertumbuhan Escherichia Coli Tania, Putu Oky Ari; Listyawati, Agusniar Furkani; Soekanto, Ayly; Simamora, Dorta; Purbowati, Rini
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 1 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v10i1.188

Abstract

Latar Belakang: Escherichia coli telah diamati sebagai salah satu bakteri penyebab resistensi antibiotik. Pasien ISK di India Selatan dilaporkan menunjukkan peningkatan resistensi terhadap ciprofloxacin. Senyawa bioaktif diperlukan sebagai kandidat antibiotik untuk mengendalikan infeksi bakteri. Curcuma zedoaria atau kunyit putih sebagai antimikroba terutama terhadap E. coli. Aktivitas antibakteri pada dinding sel paling sering digunakan sebagai agen bakterisida. Enzim penting untuk biosintesis peptidoglikan pada dinding sel bakteri adalah protein muramyl ligase E (MurE) (entri PDB: 7B9E) dan Gyrase B (entri PDB: 4ZVI), berpotensi sebagai target pengikatan dengan metabolit sekunder curcumenol dan germacrone dengan in silico (molecular docking). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas ekstrak etanol kunyit putih dibandingkan antibiotik dalam menghambat pertumbuhan E. coli secara in vitro dan in silico. Metode: 5 kelompok yang digunakan, yaitu ekstrak kunyit putih konsentrasi 15%, 20% dan 25%, kelompok kontrol positif dengan pemberian ciprofloxacin dan negatif yang diberikan aquades. Metode yang digunakan adalah mengukur diameter zona hambat dan daya bunuh (jumlah koloni) E. coli dan uji in silico yang dilakukan pada software PyRx. Hasil : penelitian menunjukkan ekstrak kunyit putih konsentrasi 25% mempunyai zona hambat yang sangat kuat dengan diameter hambatan 36,2 mm, sedangkan kunyit putih tidak mempunyai daya membunuh pada konsentrasi 10, 15 dan 25%. Afinitas pengikatan terendah untuk protein MurE adalah germacrone, sedangkan untuk pengikatan DNA girase B adalah curcumenol. Kesimpulan: Kunyit putih mempunyai potensi sebagai antibakteri dan diduga ligan curcumenol dan germacrone dapat menghambat aktivitas protein MurE dan DNA Gyrase B.
Korelasi Nilai Laju Endap Darah dengan Gambaran Luas Lesi Radiologi Toraks Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Rumah Sakit Atma Jaya Regina Pebriana; Steffanus, Mario; Budiman, Yanto
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 2 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v10i2.189

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di dunia, sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi kuman TB. Dalam upaya menanggulangi penyakit TB, dibutuhkan diagnosis yang dapat ditegakkan melalui pemeriksaan bakteriologi, radiologi, dan pemeriksaan penunjang lain, seperti pemeriksaan nilai laju endap darah (LED). Infeksi TB berpengaruh terhadap peningkatan nilai LED dan pembentukan lesi radiologi pada TB Paru. Tujuan: untuk mengetahui korelasi nilai LED dengan gambaran luas lesi radiologi toraks pada pasien TB Paru di RS Atma Jaya Jakarta. Metode: Desain dalam penelitian ini adalah korelatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini yaitu pasien TB paru dewasa baru aktif yang melakukan pengobatan di RS Atma Jaya sebanyak 68 pasien yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Pengolahan data menggunakan metode korelasi Pearson dengan interval kepercayaan 95%, dilanjutkan dengan metode analisis regresi linear. Hasil: Penelitian menunjukan hubungan yang bermakna antara nilai laju endap darah (LED) dengan luas lesi radiologi toraks dengan koefisien korelasi 0,452  (p = 0,0001), artinya mempunyai kekuatan korelasi sedang. Hasil dari faktor perancu usia (p=0,906), jenis kelamin (p=0,887), dan gula darah sewaktu (p=0,056) tidak bermakna terhadap hubungan nilai LED dengan luas lesi radiologi toraks. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan bermakna antara nilai LED dengan luas lesi radiologi toraks pada pasien TB paru di RS Atma Jaya.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Terapi Antiretroviral Pada Orang Dengan HIV Khamid, Abdul; Azzam, Rohman; Yunitri, Ninik; Rayasari, Fitrian; Astuti, Widya; Rusli, Adria; Maemun, S.KM, M.Epid, Siti
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 2 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v10i2.201

Abstract

Latar belakang: Laju kasus HIV/AIDS di Indonesia dari laporan 34 provinsi di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Kumulatif kasus HIV sampai dengan Maret 2023 sebanyak 377.650 orang, sedangkan kasus AIDS sebanyak 145.037 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan terapi ARV. Metode: Penelitian observasional dengan desain potong lintang dengan jumlah sampel sebesar 37 partisipan yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah dukungan keluarga dimensi informasional, instrumental, emosional, dan penghargaan. Variable dependentnya kepatuhan terapi ARV. Hasil: Rata-rata usia responden 42,8 tahun, sebagian besar laki-laki (81,1%), berpendidikan SMA (68,5%), menikah (70,3%), memiliki komorbid (67,6%), dan berada pada stadium dua (56,8%) dengan cara penularan Non IDU (83,8%). Analisis lanjut membuktikan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara dimensi dukungan keluarga dan kepatuhan pasien HIV (p>0,05). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan pasien HIV. Kepatuhan terhadap terapi ARV juga dipengaruhi oleh sosial demografi, fasilitas kesehatan, karakteristik pengobatan, penyakit, teman, dan Kelompok Dukungan Sebaya, serta faktor internal dalam diri Orang Dengan HIV AIDS (ODHIV), yaitu motivasi diri untuk tetap hidup dan melakukan aktifitas yang baik.
Identifikasi Spesies Candida Pada Pasien Kandidiasis Vulvovaginalis dan Faktor Risikonya masfufatun, masfufatun; Tri Ratnasari, Diana; Narotama, Harya; Purbowati, Rini; Indahsari, Noer Kumala; Tjandra, Lusiani
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 2 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v10i2.278

Abstract

Latar belakang: Candidiasis Vulvovaginalis (KVV) merupakan infeksi pada vulva dan/atau vagina akibat pertumbuhan berlebih dari Candida sp, terutama pada wanita usia reproduksi. Penyakit ini dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental penderita. Berbagai laporan menyatakan bahwa Candida albicans merupakan agen aktif etiologi utama pada infeksi ini. Namun, spesies non-Candida albicans baru-baru ini muncul. Jadi tampaknya ada perubahan pola spesies Candida pada KVV. Tujuan: menganalisis faktor risiko dan mengidentifikasi spesies Candida pada pasien KVV di Surabaya.  Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross-sectional yang melibatkan 67 subjek penelitian dari pasien Klinik Ibu dan Anak Surabaya dengan keluhan keputihan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode anamnesis, pengisian kuesioner, pemeriksaan fisik dan klinis, serta pemeriksaan laboratorium. Sampel sekresi/keputihan vagina pasien diambil menggunakan usapan steril dan diperiksa secara mikrobiologis dengan menumbuhkannya pada media Sabraoud Dextrose Agar (SDA). Isolat yang tumbuh pada media SDA diidentifikasi sebagai spesies Candida melalui produksi Chlamydoconidia pada media Corn Meal Agar, pembentukan tabung germinal dan kultur pada CHROMAgar. Analisis data faktor risiko dilakukan dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Sebanyak 26 (38,84%) sampel dari 67 pasien dinyatakan positif KVV. Frekuensi tertinggi berada pada rentang usia 25 hingga 45 tahun, menggunakan kontrasepsi dan douches vagina. Gejala yang paling umum di antara pasien adalah keputihan abnormal dan iritasi vagina yang berhubungan dengan keputihan abnormal. Ada hubungan antara usia, penggunaan kontrasepsi, dan douches vagina dengan kejadian KVV (p<0,05). Hasil identifikasi Candida spp menunjukkan bahwa Candida albicans (44,5%) dan Candida glabrata (42,4%) lebih dominan pada pasien KVV dibandingkan spesies Candida lainnya. Kesimpulan: Usia, pemakaian alat kontrasepsi dan obat pembersih vagina merupakan faktor resiko KVV. Spesies C. albicans dan C. glabrata mendominasi spesies candida hasil isolasi dari pasien KVV. Oleh karena itu hasil klinis dan laboratorium perlu diperhatikan dan dipertimbangkan  dalam memberikan pengobatan terbaik.
Studi di DKI Jakarta: Peran Karakteristik Pasien Dewasa dengan Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis Paru Salsabila, Atikah; Sudarto Ronoatmodjo
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 2 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v10i2.289

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan capaian tahun 2022 angka keberhasilan pengobatan kasus Tb di Provinsi DKI Jakarta tahun 2022 sebesar 81%, yang mana angka ini belum memenuhi sasaran nasional sebesar 90% maupun capaian nasional sebesar 85.9%.Tujuan: untuk mengetahui faktor paling dominan yang berhubungan dengan keberhasilan pengobatan Tb di Provinsi DKI Jakarta tahun 2022. Metode: penelitian ini menggunakan desain studi Cross-sectional. Permintaan data SITB tahun 2022 kepada Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dilakukan pada bulan Mei tahun 2024, sedangkan penelitian ini dilakukan  pada  bulan  Juni-September  2024. Sampel diambil secara total sampling dari populasi eligible yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi adalah pasien Tb paru dewasa berusia 19-59 tahun yang memiliki hasil akhir pengobatan sedangkan kriteria eksklusi adalah data hilang atau tidak lengkap, sehingga  total pasien yang diteliti yaitu  29.723 kasus. Hasil: keberhasilan pengobatan Tb di Provinsi Jakarta tahun 2022 adalah sebesar 80.5%.Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin perempuan (aPR;   1.305,   95%   CI; 1.16-1.47), kelompok usia dewasa (aPR; 1.29, 95% CI; 1.151-1.46), terdiagnosis klinis (aPR; 1.51, 95% CI; 1.38-1.69), dan sumber obat (aPR; 2.16, 95% CI; 1.32-3.54) dengan keberhasilan pengobatan Tb di Provinsi DKI Jakarta tahun 2022. Kesimpulan: sumber obat menjadi faktor yang memiliki nilai prevalens ratio (PR) paling besar terhadap keberhasilan pengobatan
Pengaruh Probiotik Dan Metabolit Lactiplantibacillus plantarum Dad-13 Terhadap Pertumbuhan dan Pembentukan Biofilm E. coli ATCC 8739 dan S. aureus ATCC 33591 Purbowati, Rini; Listyawati, Agusniar Furkani; Masfufatun, Masfufatun; Tjandra, Lusiani; Indahsari, Noer Kumala
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 2 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v10i2.291

Abstract

Latar belakang: Infeksi bakteri banyak terjadi di negara-negara berkembang, dengan angka kesakitan dan kematian yang meningkat. E. coli dan S. aureus merupakan bakteri penyebab infeksi serius pada berbagai penyakit yang terdapat di masyarakat serta di rumah sakit. Penggunaan antimikroba yang tidak tepat untuk mengobati infeksi bakteri telah menjadi penyebab utama timbulnya resistensi antibiotik pada banyak pathogen. Probiotik dan juga postbiotik dapat digunakan sebagai alternatif pengganti antibiotik. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh probiotik dan postbiotic Lactiplantibacillus plantarum Dad-13 terhadap pertumbuhan dan pembentukan biofilm E. coli ATCC 8739 dan S. aureus ATCC 33591. Metode: penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratories. Uji aktivitas antibakteri dan antibiofilm dari probiotik dan postbiotik L. plantarum subsp. plantarum Dad-13 terhadap E. coli ATCC 8739 dan S. aureus ATCC 33591 dilakukan dengan konsentrasi 25, 50, 75 dan 100 %.  Analisis terhadap perubahan pertumbuhan dan biofilm yang terbentuk diukur melalui serapan OD pada panjang gelombang 490 nm menggunakan microplates reader Hasil: Uji aktivitas antibakteri probiotik L. plantarum subsp. plantarum Dad-13 hanya sedikit menunjukkan penurunan pertumbuhan atau OD, kecuali pada konsentrasi 25 %  terhadap E. coli ATCC 8739. Uji aktivitas antibiofilm probiotik L. plantarum subsp. plantarum Dad-13 menunjukkan penurunan biofilm yang nyata baik terhadap E. coli ATCC 8739 maupun S. aureus ATCC 33591. Uji aktivitas antibakteri postbiotik L. plantarum subsp. plantarum Dad-13 menunjukkan hanya sedikit penurunan pertumbuhan atau OD, terhadap E. coli ATCC 8739 maupun S. aureus ATCC 33591. Uji aktivitas antibiofilm postbiotik L. plantarum subsp. plantarum Dad-13 juga hanya sedikit menunjukkan penurunan biofilm baik terhadap E. coli ATCC 8739 maupun S. aureus ATCC 33591 Kesimpulan: Probiotik L. plantarum subsp. plantarum Dad-13 menunjukkan pengaruh sebagai antibakteri yang lemah, namun menunjukkan antibiofilm yang kuat terhadap terhadap E. coli ATCC 8739 dan S. aureus ATCC 33591. Postbiotik L. plantarum subsp. plantarum Dad-13 menunjukkan pengaruh sebagai antibakteri yang lemah dan juga antibiofilm terhadap E. coli ATCC 8739 dan S. aureus ATCC 33591.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2025): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 11 No. 1 (2025): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 2 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 1 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 9 No. 2 (2023): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 9 No. 1 (2023): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 8 No. 2 (2022): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 8 No. 1 (2022): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 7, No 2 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 7 No. 2 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 7 No. 1 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 7, No 1 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 6 No. 2 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 6, No 2 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 6 No. 1 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 6, No 1 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 5 No. 2 (2019): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 5, No 2 (2019): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 5, No 1 (2019): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 5 No. 1 (2019): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 4 No. 2 (2018): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 4, No 2 (2018): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 4 No. 1 (2018): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 4, No 1 (2018): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 3, No 2 (2016): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 3 No. 2 (2016): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 3 No. 1 (2016): THE INDONESIAN JOURNAL OF INFECTIOUS DISEASES Vol 3, No 1 (2016): THE INDONESIAN JOURNAL OF INFECTIOUS DISEASES Vol 2, No 2 (2015): THE INDONESIAN JOURNAL OF INFECTIOUS DISEASES Vol 2, No 1 (2015): THE INDONESIAN JOURNAL OF INFECTIOUS DISEASES Vol 1, No 01 (2013): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 1, No 3 (2013): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 1, No 2 (2013): The Indonesian Journal of Infectious Diseases More Issue