cover
Contact Name
Teguh Sarry Hartono
Contact Email
bagas.afyad@gmail.com
Phone
+6285956755747
Journal Mail Official
jurnal.rspiss@gmail.com
Editorial Address
https://www.ijid-rspisuliantisaroso.co.id/index.php/ijid/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
The Indonesian Journal of Infectious Diseases
ISSN : 23546077     EISSN : 25991698     DOI : https://doi.org/10.32667/ijid.v10i1
Core Subject : Health, Science,
The Indonesian Journal of Infectious Diseases aims to disseminate and facilitate discussions on scientific papers related to health, particularly focusing on infectious diseases including emerging diseases, new emerging disease issues, and tropical medicine. The journal serves as a communication medium for various stakeholders interested in health research, including researchers, educators, students, healthcare practitioners, the Department of Health, Public Health Service, and the general public with an interest in this field. It endeavors to address the increasing demand for studying infectious diseases.
Articles 159 Documents
Peranan Fibrinogen terhadap Kejadian Abortus pada Wanita Hamil Penderita Toksoplasmosis Levina, Jessica; Wahdini, Sri
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 9 No. 1 (2023): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v9i1.159

Abstract

Toxoplasma gondii merupakan penyebab penyakit toksoplasmosis. Lebih dari 60%  populasi di dunia sudah terinfeksi T. gondii. Prevalensi toksoplasmosis akut pada perempuan hamil adalah 4,8 per 1000 perempuan. Risiko infeksi janin hingga 13 minggu kehamilan sekitar 15% dan setelah itu risiko infeksi meningkat serta mencapai 72% pada minggu ke 36 kehamilan. Fibrinogen merupakan salah satu protein fase akut terpenting wanita hamil. Secara fisiologis terjadi peningkatan kadar prokoagulan darah (termasuk fibrinogen), namun kadar antikoagulan dalam darah berkurang selama kehamilan serta kinerja sistem fibrinolitik melemah. Di kondisi ini, jika wanita terinfeksi toksoplasmosis selama kehamilan, peningkatan faktor koagulatif berlebihan dapat meningkatkan risiko tromboemboli. Infeksi T.gondii diketahui meningkatkan sekresi IFN- γ pada hewan coba domba dan tikus kemudian mensekresi fibrinogen-like protein 2 (fgl2) yang berperan dalam deposisi fibrin dan trombosis. Fgl2 sebuah protrombinase transmembran yang secara langsung membelah protrombin menjadi trombin. Aktivitas protrombinase dari Fgl2 diobservasi pada kejadian abortus. Secara keseluruhan, sistem koagulasi makin kuat pada wanita hamil. Namun proses inflamasi akibat toksoplasmosis mengakibatkan terjadinya situasi prothrombic state yang berhubungan dengan peningkatan kadar fibrinogen. Peningkatan fibrinogen meningkatkan lagi inflamasi.  Peningkatan fibrinogen yang berlebihan meningkatakan risiko tromboemboli yang menyebabkan infark pada plasenta dan menyebabkan abortus.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang HIV di Sekolah dalam Eliminasi Stigma Pada Orang Dengan HIV/AIDS Ismail, Rita; Syafdewiyani, Syafdewiyani; Yona, Sri
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 9 No. 1 (2023): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v9i1.167

Abstract

dengan angka 70.509 sejak 1987 hingga Desember 2020. Kemenkes melaporkan terdapat 31% kasus AIDS usia 21-29 tahun yang mengindikasikan mereka terinfeksi sejak usia muda/remaja, 5 – 10 tahun sebelumnya. Orang hidup dengan HIV (ODHA) tidak hanya berjuang dengan masalah kesehatan tetapi juga stigma dari lingkungannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan mengenai HIV dalam eliminasi stigma terhadap ODHA pada siswa SMPN di Jakarta Timur. Metode: Penelitian kuasi eksperimen berupa pemutaran video, pemberian mengenai HIV dan stigma pada ODHA, pembagian booklet, dan penjelasan video serta booklet. Data dianalisis menggunakan T-test. Hasil: Terdapat 71 respoden dalam penelitian. Terjadi peningkatan pengetahuan mengenai HIV dan penurunan yang signifikan pada stigma pada ODHA setelah dilakukan intervensi (p value <0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stigma pada ODHA dengan jenis kelamin, kelas, pendidikan ayah, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, dan info mengenai HIV. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara stigma pada ODHA dengan pengetahuan mengenai (p value = 0,002 dengan korelasi -0,36). Kesimpulan: Semakin tinggi pengetahuan mengenai HIV maka semakin rendah stigma pada ODHA. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan dalam mengembangkan program untuk dalam upaya eliminasi stigma pada ODHA pada siswa SMP dengan menggunakan media berupa video dan booklet.  
Hubungan Lingkungan Fisik Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Mahawati, Eni; Surjati, Endang; Saputra, M. Khalid Fredy; Sudasman, Fuad Hilmi; Pertiwi, Intan
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 9 No. 1 (2023): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v9i1.169

Abstract

Latar Belakang: Terdapat 11.959 kasus tuberculosis (TB) paru di Bandung. Gaya hidup, daerah perkotaan dan kumuh yang padat, dan kesehatan lingkungan yang buruk semuanya berkontribusi terhadap tingginya kasus TB paru perkotaan. Peningkatan ini diduga disebabkan oleh lingkungan fisik rumah yang banyak belum memenuhi syarat. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk melihat hubungan lingkungan fisik rumah dengan kejadian TB paru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah terduga TB. Sampel penelitian sebanyak 98 responden diambil menggunakan simple random sampling. Kriteria inklusi sampel penelitian adalah pasien suspek TB paru, dan berusia 18–65 tahun. Instrumen yang digunakan adalah termo higrometer dan lux meter. Analisis data menggunakan Uji Chi Square. Hasil: Variabel yang berhubungan adalah suhu (p=0,004, dan POR=4.667), kelembapan (p=0,031, dan POR=2.733), dan pencahayaan (p=0,012, dan POR=3.385). Kesimpulan: Faktor-faktor yang meningkatkan angka kejadian TB paru antara lain kondisi fisik rumah yang tidak memenuhi syarat seperti suhu ruangan diatas 30%, ruangan terlalu lembap (dibawah 40%) dan kurangnya pencahayaan diruangan (<60 lux). Lingkungan fisik rumah yang berhubungan dengan kejadian TB paru adalah suhu, kelembapan dan pencahayaan.
Hubungan Faktor Pelayanan Pertama Masyarakat Pada Warga Yang Terpapar Covid Dengan Kesiapan Beradaptasi Pada COVID-19 Supendi, Kiana Alif Fatwa; Desmawati, Desmawati
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 9 No. 1 (2023): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v9i1.170

Abstract

Latar Belakang: Seluruh dunia saat ini menghadapi tantangan yang luar biasa dalam sistem pelayanan pertama yang terpapar COVID-19 dalam lingkungan masyarakat. Penularan virus COVID-19 yang begitu cepat menjadikan masyarakat tidak mempersiapkan adanya pertolongan pertama. Untuk dapat memperkuat dan mempersiapkan berbagai macam strategi kesiapan menghadapi berbagai macam virus yang mulai berkembang. Dibutuhkan kesiapan pelayanan pertolongan pertama dalam warga terpapar COVID-19. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah adanya hubungan faktor pelayanan pertama yang dilakukan oleh masyarakat pada warga yang terpapar COVID dengan kesiapan beradaptasi pada COVID-19. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat di RW X, Pamulang Timur, Tangerang Selatan yang pernah positif COVID-19. Total sampel yang memenuhi kritria inklusi adalah 231 orang. Pengumpulan data dilakukan secara luring dengan cara datang langsung kerumah warga yang pernah terpapar COVID-19 pada bulan Desember 2021 hingga Maret 2022. Analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil: Mayoritas responden menyatakan pelayanan pertama dalam kategori baik sebanyak 118 (51%) dan kesiapan adaptasi kategori siap sebanyak 181 (78,4%). Hasil uji chi square diperoleh Pvalue= 0,000 (< 0,05). Kesimpulan: ada hubungan yang signifikan antara faktor pelayanan pertama dengan kesiapan beradaptasi pada COVID-19.
Pengaruh Infeksi Oportunistik, Kepatuhan ARV dan Dukungan Keluarga Terhadap Kualitas Hidup ODHA Saputra, Mohamad Hendra; Mochartini, Tri; Pertiwi, Intan; Rusli, Adria; Murtiani, Farida
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 9 No. 1 (2023): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v9i1.173

Abstract

Latar Belakang : Penderita HIV/AIDS dalam kehidupan sehari-hari dituntut untuk mampu menghadapi masalah yang kompleks, baik fisik, psikis, maupun spiritual. Beratnya permasalahan ODHA akan mempengaruhi aspek psikologis, sosial dan spiritual yang berdampak pada kualitas hidup yang buruk. Tujuan : mengetahui pengaruh infeksi oportunistik, kepatuhan pengobatan dan dukungan keluarga terhadap kualitas hidup ODHA di Pokja HIV RSPI Prof Dr. Sulianti Saroso. Metode : rancangan penelitian deskriptif korelasional dengan metode analitik melalui pendekatan cross sectional. Total sampel 98 sampel pasien HIV/AIDS di Pokja HIV RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Hasil : Sebagian besar pasien berusia dewasa akhir (36-45 tahun) (49%), jenis kelamin laki-laki (71,4%), dengan menyatakan pernah mengalami infeksi oportunistik (IO) (66,3%),patuh pada pengobatan (91,8%), mendapat dukungan keluarga (86,7%) dan kualitas hidup baik (85,7%). Terdapat hubungan infeksi oportunistik dengan kualitas hidup d(p value 0,030 < 0,05). Ada hubungan antara  kepatuhan pengobatan ARV dengan kualitas hidup ODHA (p value 0,001 < 0,05). Ada Hubungan keluarga dengan kualitas hidup ODHA ( p value 0,019 < 0,05). Kesimpulan : Kualitas hidup ODHA dipengaruhi oleh infeksi oportunistik, kepatuhan pengobatan ARV dan dukungan dari keluarga.
Kadar Thyroid Stimulating Hormones (TSH) dan Kadar Ureum Pada Penderita Tuberkulosis Paru Wardani, Dita Pratiwi Kusuma; Sudarsono, Tantri Analisawati; Aprianto, Aprianto; Qo’imah, Alamanda Nurul
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 9 No. 2 (2023): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v9i2.163

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis (TBC) termasuk dalam sepuluh penyakit teratas yang menyebabkan kematian. Pemberian obat anti tuberkulosis (OAT) bertujuan untuk memberikan pengobatan dan memastikan bahwa pasien mendapat dukungan dan perawatan yang memadai. Pemberian OAT juga diketahui memiliki efek samping seperti disfungsi hati, disfungsi ginjal, neuropati perifer, arthromyalgia, ruam kulit, disfungsi vestibular. Tujuan: mengetahui hubungan kadar Thyroid Stimulating Hormones (TSH) dan kadar ureum pada penderita tuberkulosis paru. Metode: Penelitian berjenis cross-sectional dan sampel sebanyak 42 orang pasien TB paru dengan fase pengobatan 0 dan 6 bulan di BKPM Purwokerto. Data dianalisis dengan korelasi Spearman. Hasil: Rerata kadar TSH pasien TB paru dengan fase pengobatan 0 bulan adalah 2.219 ± 0.810 µIU/mL. Sebanyak 20 orang pasien (95.24%) memiliki kadar TSH normal dan 1 orang pasien (4,76%) memiliki kadar TSH tidak normal. Rerata kadar ureum pasien TB paru dengan fase pengobatan 0 bulan adalah 9.905 ± 5.907 mg/dL. Tidak terdapat korelasi antara kadar TSH dengan kadar ureum (p = 0.150, r= -0.229). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara kadar TSH dan kadar ureum pada pasien TB paru di BKPM Purwokerto.
Pencegahan Phlebitis dengan Tindakan Flushing: Literature Review Nuraidah, Nuraidah; Rahmawani, Atika; Dilda, Dilda
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 9 No. 2 (2023): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v9i2.166

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan kateter intravena perifer (PIVC) adalah praktik invasif yang umum dalam pengaturan perawatan kesehatan. Diperkirakan sekitar 70% orang dengan PIVC akan mengalami komplikasi seperti infeksi. Infeksi pada area kateter intravena yang sering terjadi adalah phlebitis, dimana terjadinya peradangan pada tunika intima vena, yang dapat terjadi akibat kateterisasi vena. Untuk mengurangi adanya oklusi pada kateter instravena yang menyebabkan phlebitis adalah dengan dilakukannya flushing. Tujuan: meninjau bukti ilmiah (evidence base) tindakan flushing. Metode: Artikel ini dibuat berdasarkan telaah  jurnal yang berkaitan dengan flushing yaitu 2017-2022 dengan strategi pencarian melibatkan basis data Science Direct, ProQuest, Springer link. Kriteria inklusi dalam penelusuran literatur ini adalah artikel yang terkait dengan flushin, artikel penelitian kuantitatif, artikel fulltext dan berbahasa Inggris yang publish tahun 2015-2022. Sementara kriteria eksklusi dalam penelusuran literatur adalah jenis artikel literature review atau sistematik review. Hasil: Flushing  dengan menggunakan NaCl 0,9% terbukti dapat mempertahankan kepatenan kateter intravena perifer. Kesimpulan: Flushing dapat mencegah terjadinya phlebitis pada pasien yang dipasang infus perifer.
Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Pengalaman Keluarga Sakit Demam Berdarah Dengue dengan Pencegahannya Tuba, Syahrul; Mariani, Ria; Faizah, Ana; Sutriyawan, Agung; Ramadhan, Afif
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 9 No. 2 (2023): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v9i2.168

Abstract

Latar Belakang: Jumlah kasus demam berdarah dengue di kota Bandung masih tinggi yaitu 2.790 kasus. Upaya untuk mengatasi jumlah kasus dan kematian yang terus meningkat, salah satu program pencegahan adalah memutus rantai penularan dengan pemberantasan sarang nyamuk. Tujuan: Penelitian ini untuk menganalisis hubungan pengalaman sakit demam berdarah dengue, pengetahuan dan sikap dengan praktik pemberantasan sarang nyamuk. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga di wilayah kerja Puskesmas Ujung Berung Indah. Sampel diambil secara simple random sampling sebanyak 116 ibu rumah tangga. Subjek penelitian ini adalah ibu rumah tangga. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi square. Hasil: Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden ada pengalaman sakit demam berdarah dengue (61,2%) dan memiliki sikap kurang mendukung terhadap pencegahan demam berdarah (73,3%). Lebih dari setengah responden melakukan praktik pemberantasan sarang nyamuk kurang baik (56%) dan berpengetahuan rendah (54,3%). Variabel yang berhubungan dengan praktik pemberantasan sarang nyamuk adalah pengalaman sakit demam berdarah dengue (p=0,003, POR=3,4), pengetahuan (p=0,007, POR=3,0), dan sikap (p=0,013, POR=3,1). Kesimpulan: Pencegahan demam berdarah dengue dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu rumah tangga, serta pengalaman sakit dapat mengubah perilaku ibu rumah tangga untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk.
Gambaran Infeksi Soil Transmitted Helminth pada Petani Penyitas Erupsi Gunung Semeru Rohmayani, Vella Rohmayani,; Arimurti, Anindita Riesti Retno; Sari, Yeti eka Sispita; Romadhon, Nur Hidayatullah; Lihabi, Libahi
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 9 No. 2 (2023): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v9i2.172

Abstract

Latar belakang: Soil Transmitted Helminth (STH) adalah cacing golongan Nematoda usus yang siklus penularannya membutuhkan tanah. Tujuan: untuk mengetahui gambaran infeksi parasit STH pada kuku tangan petani penyintas erupsi gunung Semeru di desa Sumbermujur kecamatan Candipuro kabupaten Lumajang. Metode: Desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian adalah petani penyintas erupsi semeru sebanyak 25 orang. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan pemeriksaan potongan kuku tangan di laboratorium untuk mengidentifikasi keberadaan telur parasit STH pada petani penyintas erupsi gunung Semeru. Sampel yang digunakan adalah kuku tangan petani penyintas erupsi Gunung Semeru. Pemeriksaan sampel di laboratorium menggunakan metode sedimentasi. Hasil: dari 25 sampel yang diperiksa ditemukan sebanyak 4 sampel atau sebesar 16% yang dinyatakan positif terinfeksi STH dan 4 sampel yang dinyatakan positif ditemukan 1 jenis parasit STH yaitu spesies Ascaris lumbricoides. Berdasarkan hasil uji Chi Square diperoleh Pvalue=0,03. Kesimpulan: ada hubungan antara kebersihan diri dengan keberadaan telur STH pada sampel kuku tangan petani.
Faktor Penerimaan Vaksin Covid-19 dan Kekhawatiran Di Masyarakat Kota Tangerang Latipah, Siti; Wibisanan, Elang; Hidayat, Rahmat
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 1 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v10i1.179

Abstract

Latar Belakang: Virus Severe Acute Respiratory Syndrom Coronavirus 2 (SARS-COV-2) umumnya dikenal sebagai penyakit Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) berawal dari sebuah daerah di Wuhan Tiongkok. Virus ini merupakan wabah yang serius yang menyerang sistem pernafasan manusia. Beberapa upaya telah dilakukan untuk mencegah penularan virus ini termasuk pemberian vaksinasi. Namun dalam hal ini masih banyak masyarakat yang bingung dan ragu akan hadirnya vaksinasi COVID-19. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi seseorang dalam penerimaan vaksinasi COVID-19 dikalangan masyarakat kota Tangerang. Metode: Desain penelitian ini menggunakan analisis survey deskriptif data dengan metode menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 418 responden di 13 kecamatan yang ada di kota Tangerang. Hasil : Mayoritas usia remaja akhir (17-25 tahun) (36,4%), berjenis kelamin laki-laki (54,1%), status menikah (58,4%), berpendidikan rendah (SD,SMP,SMA) (54%), berstatus sebagai karyawan swasta (44,7%), mendapatkan sumber informasi dari orang lain (54,8%), tidak memiliki riwayat penyakit (93,5%), sudah menerima vaksinasi (100%), merasa kurang informasi mengenai vaksinasi (75,6%). Kesimpulan: Tingginya keraguan dan kekhawatiran masyarakat Tangerang terkait vaksin COVID-19 sehingga diperlukan adanya intervensi salah satunya adalah edukasi atau penyuluhan kesehatan tentang vaksin, sehingga penerimaaan masyarakat tersebut menjadi meningkat.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 1 (2025): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 2 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 1 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 9 No. 2 (2023): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 9 No. 1 (2023): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 8 No. 2 (2022): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 8 No. 1 (2022): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 7 No. 2 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 7, No 2 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 7, No 1 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 7 No. 1 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 6 No. 2 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 6, No 2 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 6 No. 1 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 6, No 1 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 5 No. 2 (2019): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 5, No 2 (2019): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 5 No. 1 (2019): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 5, No 1 (2019): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 4 No. 2 (2018): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 4, No 2 (2018): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 4, No 1 (2018): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 4 No. 1 (2018): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 3 No. 2 (2016): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 3, No 2 (2016): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 3, No 1 (2016): THE INDONESIAN JOURNAL OF INFECTIOUS DISEASES Vol. 3 No. 1 (2016): THE INDONESIAN JOURNAL OF INFECTIOUS DISEASES Vol 2, No 2 (2015): THE INDONESIAN JOURNAL OF INFECTIOUS DISEASES Vol 2, No 1 (2015): THE INDONESIAN JOURNAL OF INFECTIOUS DISEASES Vol 1, No 01 (2013): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 1, No 3 (2013): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 1, No 2 (2013): The Indonesian Journal of Infectious Diseases More Issue