cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
Keragaman Pohon dan Nilai Ekonomi Potensi Karbon Taman Kehati Kaki Dian, Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara Diah Irawati Dwi Arini; Julianus Kinho; Khaerul Amru; Mario Damanik; Edwin Edwar Tumoka; Desly Rolando Matitaputty; Yermias Kafiar
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 2 (2024): March 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.2.421-430

Abstract

Pembangunan taman kehati merupakan upaya untuk mengatasi semakin meningkatnya kehilangan keanekaragaman hayati akibat aktivitas manusia seperti deforestasi, urbanisasi, maupun eksploitasi sumber daya alam. Taman Kehati Kaki Dian adalah taman keanekaragaman hayati pertama di Pulau Sulawesi, dan berlokasi di Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Pembangunan taman kehati Kaki Dian bertujuan untuk melestarikan flora dan fauna lokal, pemanfaatan jasa lingkungan serta menjaga kelestarian sumber mata air. Untuk mencapai tujuan tersebut maka data keragaman jenis-jenis vegetasi dalam hal ini pohon dan valuasi nilai serapan karbon sebagai salah satu dari dampak kehati dalam bentuk manfaat jasa lingkungan perlu untuk diketahui. Pengumpulan data pohon dilakukan dengan metode sensus pada area seluas 3,6 hektar dengan mendata seluruh pohon yang memiliki diameter diatas 20 cm. Data yang dikumpulkan berupa jenis pohon, titik koordinat pohon, diameter setinggi dada (dbh), tinggi total dan tinggi bebas cabang. Data yang diperoleh kemudian dianalisis nilai kerapatan, indeks keanekaragaman, kekayaan dan kemerataan jenis serta dihitung nilai ekonomi serapan karbon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taman kehati Kaki Dian memiliki 266 individu pohon yang dikelompokkan ke dalam 70 spesies dan 28 famili. Jenis pohon dengan kerapatan tertinggi adalah Bischofia javanica sebesar 5,3 pohon/hektar. Berdasarkan famili, diketahui Moraceae memiliki jumlah spesies terbanyak yaitu sembilan spesies. Nilai indeks keanekaragaman sebesar 5,56 dan indeks kekayaan sebesar 12,36, keduanya dikategorikan tinggi. Nilai indeks kemerataan jenis sebesar 1,31 yang menunjukkan komunitas stabil. Nilai ekonomi potensi karbon yang dihasilkan taman kehati Kaki Dian sebesar USD 152,52 atau 42,4 per ha.
Toxicity Reduction of Antiseptic Triclocarban by a Newly Isolated Strain Sphingobacterium sp. MC43 Merry Krisdawati Sipahutar
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.571-579

Abstract

Triclocarban, an antimicrobial agent used in pharmaceutical and personal care products, is incompletely degraded during wastewater treatment. However, very little information about biodegradation has been published. This study is the first to describe triclocarban biodegradation and toxicity reduction using Sphingobacterium sp. MC43, a recently discovered plant-growth-promoting bacterium. Sphingobacterium sp. MC43 is a newly isolated strain isolated from agricultural soil with a history of pesticide use. The in vitro characterizations showed that Sphingobacterium sp. MC43 could use triclocarban as the only carbon source and at high concentration (30 μM), whereas phytotoxicity assays were used to evaluate the detoxification of triclocarban. Triclocarban at 30 μM concentration was 50% degraded in less than 72 hours. Sphingobacterium sp. MC43 was able to degrade triclocarban more effectively in recognition to additional carbon sources like acetate, carboxymethyl cellulose, and succinic acid as well as nitrogen sources like sodium acetate and urea. Concerned about triclocarban's harmful effects on plants, Vigna radiata was used to study how Sphingobacterium sp. MC43 can reduce toxicity. Triclocarban exposure caused damage to Vigna radiata plant, whereas Sphingobacterium sp. MC43 bioaugmentation significantly reduced this damage. This is likely because the bacteria's biomass and degrading power have grown. These results imply that this strain has a high triclocarban bioremediation efficiency and potentially reducing triclocarban uptake in Vigna radiata.
Tinjauan Efisiensi Pengendalian Debu dengan Dry Fog System di Industri Pengolahan Bijih Mineral Arif Susanto; Saskia Nur Fadhilah Kusnadi; Edi Karyono Putra; Danny Rosalinawati Ma'kdika Santoso; Anthony Andorful Manuel
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.712-719

Abstract

Penelitian ini berfokus pada industri mineral di Indonesia, yang berperan krusial dalam pertumbuhan ekonomi negara. Meskipun kontribusinya signifikan, pertumbuhan ini berdampak pada emisi debu, terutama selama proses penghancuran dan penggilingan bijih mineral. Debu tersebut berpotensi merusak kualitas udara dan mengancam kesehatan pekerja. Oleh karena itu, penelitian ini fokus pada penerapan teknologi dry fog system sebagai solusi untuk mengatasi masalah debu serta memperhatikan kualitas air yang mendukung sistem tersebut. Teknologi dry fog system bekerja dengan mengabutkan partikel air sangat kecil (kurang dari 10 µm), menangkap dan menjatuhkan partikel debu di udara. Penelitian ini menemukan bahwa kualitas air yang digunakan dalam sistem ini baik (PI = 0,348). Hasil efisiensi dry fog system di lingkungan kerja menunjukkan bahwa lima dari tujuh lokasi memiliki efisiensi yang optimal, yaitu di atas 90%, sehingga menandakan keberhasilan implementasi. Namun, dua lokasi memerlukan penyesuaian dan perbaikan untuk meningkatkan efisiensinya. Maka dari itu, saat ini, penerapan dry fog dust suppression system tetap menjadi solusi ramah lingkungan untuk mengurangi dampak debu pada lingkungan dan kesehatan manusia. Dengan terus mengoptimalkan teknologi ini, diharapkan lingkungan kerja di industri mineral dapat menjadi tempat yang lebih aman dan sehat bagi para pekerja.
Analisis Karakteristik Sampah Laut dan Tingkat Kebersihan di Pantai Sendang Biru dan Pelabuhan Perikanan Pondokdadap, Kabupaten Malang, Jawa Timur Nabila Nuralya Az Zahra; Arum Kusuma Dewanti; Defri Yona; Dian Aliviyanti; Citra Satrya Utama Dewi; Ade Yamindago
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 4 (2024): July 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.4.852-860

Abstract

Kenaikan jumlah penduduk akan mengakibatkan naiknya volume sampah yang dihasilkan dari aktivitas antropogenik. Penelitian ini dilakukan di Pantai Sendang Biru dan Pelabuhan Perikanan Pondokdadap, Kabupaten Malang. Minimnya informasi mengenai karakteristik sampah laut juga tingkat kebersihan lingkungan pantai dan pelabuhan menjadi alasan perlunya penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penanganan sampah laut yang lebih tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis sampah laut, menganalisis kelimpahannya, serta menentukan tingkat kebersihan wilayah pesisir berdasarkan indeks kualitas kebersihan Clean-Coast Index (CCI) dan General Index (GI). CCI digunakan untuk menghitung tingkat kebersihan berdasarkan keberadaan sampah plastik saja, sedangkan GI menentukan kebersihan pantai berdasarkan semua kategori sampah. Pengambilan data sampah laut dilakukan dengan menggunakan kuadran transek berukuran 5 x 5 m pada area pantai dan pelabuhan. Identifikasi sampah berdasarkan kategori dilakukan secara langsung di lapang, termasuk penghitungan jumlah dan berat sampah. Sampah plastik merupakan kategori sampah yang mendominasi dengan persentase 73,25 % di Pantai Sendang Biru dan 68 % di Pelabuhan Pondokdadap. Sub-kategori sampah plastik yang mendominasi yaitu plastik sekali pakai dengan persentase 84,28 % di Pantai Sendang Biru dan 90 % di Pelabuhan Pondokdadap. Hasil perhitungan CCI mengkategorikan Pantai Sendang Biru (32.32 ± 17.63) dan Pelabuhan Pondokdadap (48,60±9,50) serta GI Pantai Sendang Biru (44,12 ± 19,52) dan Pelabuhan Pondokdadap (74,3 ± 20,28) termasuk ke dalam kategori sangat kotor, sehingga diperlukan tindakan pemulihan kawasan yang tercemar hingga kembali pada kondisinya semula, dan juga monitoring sampah secara berkelanjutan.
Pengendalian Pencemaran Air dengan API Separator Pada Air Limbah Produksi Kilang Ekstraksi Yuniar Pratiwi; Reni Arisanti; Fajri Hidayat
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 1 (2024): January 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.1.79-84

Abstract

Waste management in oil and gas industry activities must be managed before being discharged into the environment. One effort that can be made is to use an API separator to reduce pollutant levels in wastewater. This research aims to analyze the efficiency of using API separators to manage wastewater production at the PT Perta-Samtan Gas Prabumulih extraction plant to control environmental pollution. The results showed that no parameters exceeded the quality standard at the API Separator outlet before being discharged into the river. The efficiency of the API Separator can be seen from the percentage of pollutant removal levels in wastewater after processing in the API Separator for the % oil and grease removal parameter reaching 92.7%, and the TOC parameter is 47.5% and for the chlorine parameter is 46.4%.
Peran Stakeholder dalam Kajian Lingkungan Hidup Strategis Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan Manokwari Yullyus Kocu; Roni Bawole; Thomas Pattiasina; Francine Hematang
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 1 (2024): January 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.1.228-239

Abstract

Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Manokwari ditujukan untuk mengendalikan aktifitas pembangunan di kawasan perkotaan agar serasi, terpadu, dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Adanya peran serta stakeholder dalam penyusunan KLHS RDTR adalah salah satu hal yang dapat menjadi penentu keberhasilan dalam penegakan aturan mengenai tata ruang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji peran (pengaruh dan kepentingan) stakeholder dalam penyusunan dokumen KLHS RDTR Kawasan Perkotaan Manokwari. Pengumpulan data dilakukan dengan cara Porposive sampling. Analisis yang digunakan adalah stakeholder analysis (SA) mengunakan Matriks Brysson untuk mengidentifikasi dan mengkategorikan stakeholder. Hasil identifikasi menunjukan terdapat 18 pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyusunan KLHS RDTR Kawasan Perkotaan Manokwari dengan perannya masing-masing. Di antara para pemangku kepentingan/stakeholder tersebut yang termasuk dalam stakeholder kunci yang memiliki pengaruh kuat dan peranan penting dalam penyusunan dokumen KLHS RDTR  yaitu terdapat dua dua organisasi perangkat daerah Provinsi Papua Barat yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Papua Barat, serta Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) unit XII, Organisasi perangkat daerah yang berasal dari kabupaten manokwari diantaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan serta Dinas Perumahan dan permukiman masyarakat. Meskipun pemerintah telah mengacu pada peraturan perundang-undangan, namun secara pelaksanaannya penyusunan KLHS RDTR masih belum maksimal dalam melibatkan peran serta Stakeholder. Diperlukan kajian cepat terkait peran stakeholder sebelum dilakukan KLHS sehingga peran semua stakeholder bisa lebih maksimal. Selain itu perlu adanya regulasi atau protap sebagai alur komunikasi sehingga penyusunan dokumen perencanaan dapat terintegrasi dan interaksi antar-pemangku kepentingan menjadi lebih baik.
Implementation of a Comprehensive Eco-Riparian Concept to Landscape Design of Water Source Area in Macari Village, Batu City Angga Perdana
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 2 (2024): March 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.2.375-382

Abstract

The eco-riparian concept application on the riverside is one of the programs of the Ministry of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia. The water source in Macari Village is one of the suppliers of raw water discharge in the Brantas watershed. Residential and industrial areas currently surround Macari Village Water sources, so it decreases the water quality, and pollution is often found due to industrial and household waste contamination. This research aims to find comprehensive eco-riparian concept design solutions to conserve water resources. By using a combined methodology between case studies and literature reviews, comprehensive eco-reparation design criteria were found, such as wetland restoration by using the terraced pond, vegetation management of the water bodies, ground covers, cliff retaining, aesthetic support vegetation, wastewater management, and drainage plans so it will not pollute the water sources. The development to support the area's vision is manifested in architectural design with ecological and historical characteristics. This design criteria is translated into a holistic visualization of the area to produce a coherent, functional, and aesthetic design. With the design result, all regional development visions are expected to be realized at the location.
Short Communication: Aplocheilus panchax Hamilton, 1822 Found at Acidic Waters of Abandoned Ex-tin Mining Ponds as Insectivorous Fish and Its Role for Water Quality Improvement Diah Mustikasari; Andri Kurniawan
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 2 (2024): March 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.2.523-527

Abstract

Kepala timah fish or blue panchax is one of the species found at acidic waters of abandoned ex-tin mining pond. Kepala timah fish belongs to the extremophile fishes which can survive in extreme aquatic environments caused by pressure from environmental factors. This study aimed to confirm the kepala timah fish as a species of Aplocheilus panchax and to analyze its natural food habits. Molecular analysis through DNA barcoding was carried out by analyzing the COI gene and confirming the sequence of kepala timah fish in the gene bank on the NCBI website and constructing a phylogenetic tree for kepala timah fish to other A. panchax populations. Analysis of food habits was carried out by identifying the contents of the digestive tract of kepala timah fish which were observed microscopically. The results showed that kepala timah fish found at acidic waters of abandoned ex-tin mining pond was confirmed as Aplocheilus panchax Hamilton, 1822. Some morphological characters confirmed the similarity between kepala timah fish and A. panchax such as a silvery white spot on its head, terminal type of the mouth position, body shape was sagittiform, small dorsal fin on posterior body, and the shape of the caudal fin was rounded or rhomboid. Analysis of the contents of digestive tract showed the food habits of A. panchax found at acidic waters of ex-tin mining pond was insects. The food habits explained that A. panchax was classified as larvivorous or insectivorous fishes. The presence of A. panchax and its metabolic activity at abandoned ex-tin mining ponds can contributed to increasing organic matter in the waters so that it can be beneficial for improving water quality.
Aplikasi Citra Sentinel-1 SAR untuk Deteksi Banjir di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat Ria Dhanisa; Joko Sampurno; Radhitya Perdhana
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.672-677

Abstract

Kecamatan Sandai di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, merupakan wilayah pedalaman yang sering terkena bencana banjir. Namun, keterbatasan data terkait kejadian banjir di kecamatan tersebut menjadi hambatan dalam memahami dan menganalisis dampak kejadian tersebut. Penelitian ini mencoba memanfaatkan citra Sentinel-1 Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk memetakan sebaran banjir dan menganalisis dampaknya terhadap populasi penduduk dan infrastruktur (bangunan dan jalan) di wilayah studi. Citra diolah menggunakan metode Change Detection and Thresholding (CDAT) untuk menghasilkan peta sebaran banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peta sebaran banjir yang diperoleh memiliki tingkat akurasi yang cukup baik (0,67). Studi kasus pada kejadian banjir Oktober 2022 menunjukkan banjir berdampak signifikan terhadap jumlah penduduk (11.300 jiwa terdampak), bangunan (5.400 terendam), dan jaringan jalan (98 km tergenang). Hasil studi ini dapat digunakan oleh pemerintah setempat dalam merencanakan langkah-langkah mitigasi bencana banjir masa depan di lokasi studi.
Evaluation of Rural Urban Waste Management : Integrating Logic Model and GIS Approach in Pemalang, Central Java, Indonesia Mansur Hidayat; Maryono Maryono; Widjonarko Widjonarko; Muhammad Dzaky Taqyuddin; Padmagitaning Saraswati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.825-835

Abstract

To carry out the mandate of Presidential Regulation Number 97 of 2017 concerning Household Waste Management Policies and Strategies, the Pemalang Regency Government issued Regent Regulation Number 60 of 2018. This policy consists of 2 (two) main programs, namely the waste reduction program with a target of 30% and waste treatment, with a target 70%. This study aims to evaluate the program. The methods used are logic model and GIS. Logic models evaluate input process output and program outcomes, while GIS evaluates geospatial program achievements. Total of 8 indicators were evaluated, consisting of 3 (three) indicators for the reduction program and 5(five) indicators for the treatment program. For waste reduction program, 3 (three) indicators that are assessed, namely 1) Development of waste banks; 2) Development of compost houses and 3) development of TPS3R. In handling, 5 (five) indicators were analyzed, namely 1). Sorting; 2) Collection; 3) Transportation; 4) Itermediate Treatment; 5). Final treatment. Assessment for 2 years (2021-2023) shows 1). The number of waste banks increased by 32 units from 63 to 95 units; 2) Composting facilities increased by 2 units from 1 to 3) TPS3R facilities increased by 3 units from 3 to 6. GIS analysis showt that waste reduction programs are implemented mostly in urban areas. For treatment program, 84.92% of waste has been handled while 15.08% has not yet. The number of TPS for collection increased by 18 units from 116 units, to 134 units. There have been no significant changes regarding sorting and transportation and Intermediate treatment. In 2023, a landfill fire occurred, indicating that the final processing facilities were not yet optimal.

Filter by Year

2011 2025