cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
Analisis Vegetasi Pohon di Kawasan Wisata Curug Gondoriyo Kota Semarang, Jawa Tengah Siti Nur Jannah; Lilih Khotimperwati; Sri Utami; Artiningsih Artiningsih; Mada Sophianingrum
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 4 (2024): July 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.4.972-980

Abstract

Curug Gondoriyo merupakan salah satu sub DAS Beringin bagian hulu dengan destinasi wisata alam baru berupa air terjun yang berada ditengah perkampungan warga. Sebagai kawasan wisata, curug Gondoriyo perlu dijaga kelestarian vegetasinya dengan memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan pariwisata alam yaitu: konservasi, edukasi, ekonomi, rekreasi dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman jenis dan struktur vegetasi pohon di kawasan curug Gondoriyo Semarang. Metode penelitian menggunakan plot kuadrat dengan peletakan plot secara acak. Pengambilan sampel vegetasi dilakukan pada 3 stasiun dengan 3 kali ulangan tiap stasiun yang meliputi strata semai (2m x 2m), strata pancang (5m x 5m), strata tiang (10m x 10m) dan strata pohon (20m x 20m). Hasil penelitian struktur vegetasi pohon didapatkan 39 jenis pohon dalam 17 famili. Pada area wisata terdapat 19 jenis, area perkebunan terdapat 18 jenis dan area mata air terdapat 21 jenis. Kawasan curug Gondoriyo memiliki struktur vegetasi dengan kerapatan yang bervariasi pada setiap strata di masing-masing stasiun. Nilai indeks keanekaragaman (H’) Shannon Wienner di curug Gondoriyo termasuk kategori rendah sampai sedang. Nilai INP tertinggi strata semai terdapat pada area wisata yaitu Pucuk merah (Syzygium paniculatum) 130% dan area mata air terdapat beberapa nilai INP tertinggi diantaranya strata pancang yaitu Awar-awar (Ficus septica) 120%, strata tiang yaitu Bambu apus (Gigantochloa apus) 151,59% dan strata pohon yaitu Pisang batu (Musa balbisiana) 109,33%. Indeks kesamaan di kawasan curug Gondoriyo Semarang berkisar antara 28,07-35,29% yang tergolong tidak mirip diantara ke tiga stasiun yang diperbandingkan.
Waste Recycling Processing in Indonesian Tourist Attractions: Problems and Challenges of Implementing Legal Policies Restricting Plastic Use I Wayan Koko Suryawan; Sapta Suhardono; Mega Mutiara Sari; Iva Yenis Septiariva
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 4 (2024): July 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.4.1067-1077

Abstract

Efficient waste management remains a pivotal challenge at Indonesian tourist sites. This study conducts a literature review to dissect the prevalent issues and necessary policy interventions in recycling waste within these locales. Results reveal that current policies on plastic usage are inadequately enforced, largely due to insufficient awareness and stakeholder engagement. Key barriers include a lack of infrastructure, minimal community participation in recycling initiatives, and limited regulatory oversight. To address these issues, the study suggests amplified enforcement of existing plastic regulations, enhancement of waste management infrastructure, and a boost in community involvement. The study advocates for a cohesive approach involving government authorities, tourism businesses, waste management entities, and local communities to heighten accountability and environmental stewardship. It is posited that with collective effort, waste management in Indonesian tourist spots can be significantly improved, thus yielding environmental and social dividends.
Model Biokinetika Sistem Kontak Stabilisasi Lumpur Air Lindi Berdasarkan Pengaruh Fosfor dan Variasi Waktu Detensi Unit Kontak Muhammad Faiz Kahendran; Owen Jacob Notonugroho; Chusnul Arif; Ariani Dwi Astuti; Allen Kurniawan
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 1 (2024): January 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.1.28-42

Abstract

ABSTRAK Tempat pemrosesan akhir sampah menghasilkan air lindi dalam kuantitas besar sehingga membutuhkan alternatif unit pengolahan biologis, seperti kontak stabilisasi untuk mereduksi kontaminan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja unit kontak berdasarkan variasi waktu detensi (HRT) pada kondisi aliran tidak tunak serta menentukan estimasi parameter biokinetika di dalam persamaan model pertumbuhan mikroorganisme. Penelitian diawali dengan mengkonfigurasi unit kontak stabilisasi, menganalisis parameter kualitas air limbah, dan memprediksi parameter biokinetika untuk memperkirakan kualitas air limbah. Validasi nilai biokinetika dilakukan dengan menggunakan metode matematis dan jaringan saraf tiruan (JST). Fungsi penggunaan JST dalam estimasi chemical oxygen demand (COD) efluen tangki kontak dapat dilakukan dengan cepat, memperkecil kesalahan perhitungan estimasi dengan metode matematis, serta bebas digunakan pada kondisi apapun. Berdasarkan hasil penelitian, persentase efisiensi COD pada masing-masing HRT unit kontak 2, 3, dan 4 jam berturut-turut sebesar 26,9%; 35,1%; dan 46,5%. Pengaruh biokinetika terhadap unit pengolahan unit kontak tidak hanya untuk memprediksi pengolahan air limbah, tetapi juga untuk merancang, mengoperasikan, dan mengontrol sistem pengolahan. Berdasarkan metode statistika, model estimasi konsentrasi COD efluen tangki kontak terbaik adalah model dari model JST. Akan tetapi, model ini hanya mengestimasi konsentrasi efluen tanpa memperhitungkan nilai biokinetika. Model Jerusalimski menjadi pilihan terbaik dibandingkan Model Ming untuk mengestimasi nilai biokinetika Ke, Y, μmax, dan Ks berturut-turut sebesar 0,025 hari-1; 28,25 mgMLVSS/mg COD; 3,4 hari-1; dan 21,46 mg/L berdasarkan pengaruh fossfor dan waktu detensi pada kondisi tidak tunak. Peningkatan konsentrasi fosfor di dalam proses pengolahan akan memengaruhi dekomposisi mikroorganisme di dalam biomassa untuk mengambil oksigen terlarut dalam jumlah besar sehingga pertumbuhan mikroorganisme terhambat.Kata kunci: biokinetika, fosfor, jaringan saraf tiruan, kontak stabilisasi, lindi, waktu detensi.ABSTRACT Landfills produce large quantities of leachate that pollutes the water system water pollution, requiring a contact stabilization treatment unit to reduce the high contaminant in the leachate. This study aims to evaluate the performance of the contact unit based on the variation of hydraulic retention time (HRT) under an unsteady state and to estimate the biokinetic parameters by using the microorganism growth model equation. The research was started by configurating the contact stabilization tank, analyzing the wastewater quality parameters, and predicting biokinetics parameters to estimate water quality effluent and design engineering. Biokinetic values were validated using mathematical methods and artificial neural networks (ANN). The function of using ANN in estimating of contact tank effluent chemical oxygen demand (COD) can be done quickly, minimizes estimation errors using mathematical methods and can be used in any condition. Based on research results, the percent removal of COD efficiency in each HRT contact tank of 2, 3, and 4 hours, were 26.9%; 35.1%; and 46.5%, respectively. The effect of biokinetics on contact tank treatment units is not only to predict wastewater treatment, but also to design, operate and control treatment systems. Based on the statistical analysis, the ANN model was the best model for estimating the contact tank effluent concentration. However, the ANN model provided the estimated effluent concentration without considering biokinetic values in detail. The Jerusalimski model is the best fit model compared to the Ming model to estimate the biokinetic values of Ke, Y, μmax, and Ks of 0.025 day-1, 28.25 mgMLVSS/mg COD, 3.4 day-1, and 21.46 mg/L; respectively, based on the effect of phosphorus and detention time in unsteady state. Increasing the phosphorus concentration in the treatment processing will affect the decomposition of microorganisms in the biomass to take up large amounts of dissolved oxygen until the growth of microorganisms is inhibited.Keywords: artificial neural network, biokinetic, contact stabilization, hydraulic retention time, leachate, phosporus
Tinjauan Strategi Pengemasan Buah dan Sayur dalam Memerangi Food Loss dalam Rantai Pasokan Pascapanen di Indonesia Taufiq Ihsan; Vioni Derosya
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 4 (2024): July 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.4.1078-1087

Abstract

Buah-buahan dan sayur-sayuran segar memiliki umur simpan yang pendek, terutama jika diangkut secara global, sehingga menimbulkan risiko kehilangan pangan/ food loss yang tinggi, terutama di Indonesia. Pentingnya mengatasi kerugian pangan pascapanen memerlukan optimalisasi rantai pasok, sebuah tugas yang rumit mengingat beragamnya faktor penyebab antar produk dan rantai pasok. Tinjauan ini menawarkan strategi pengemasan untuk meningkatkan umur simpan produk segar di seluruh rantai pasokan. Melalui kajian literatur yang sistematis, 57 artikel yang dipublikasikan dari tahun 2014 hingga 2023 di beberapa negara, dipelajari faktor-faktor utama yang berkontribusi terhadap kehilangan pangan. Ini meliputi suhu udara, kelembaban relatif, dan gas pematangan, yang dipengaruhi oleh fisiologi pascapanen, yang menyebabkan perubahan kualitas, matang berlebihan, dan pembusukan mikroba. Tidak adanya rantai dingin, pemantauan kualitas yang tidak memadai, dan manajemen inventaris yang kurang optimal dalam rantai pasokan memperburuk tantangan ini. Identifikasi penyebab kehilangan pangan higrotermal memungkinkan dilakukannya mitigasi terhadap inefisiensi dalam penyimpanan dan pengemasan. Solusi praktisnya mencakup penyesuaian suhu penyimpanan, meningkatkan ventilasi kemasan untuk pendinginan optimal, menjaga kondisi kelembapan yang sesuai, dan menyesuaikan komposisi gas berdasarkan fisiologi unik komoditas. Langkah-langkah pemantauan rantai pasokan juga dirinci guna membantu dalam memahami beragam tindakan, mempercepat pengambilan keputusan, dan mendorong upaya kolaboratif untuk memerangi kerugian pascapanen.
Tumbuhan Air Invasif Berpotensi sebagai Fitoremediator Bahan Organik Total (BOT) di Waduk Darma Kuningan Nurdin Nurdin; Agus Yadi Ismail; Dede Kosasih; Deni Deni; Nina Herlina
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 1 (2024): January 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.1.175-183

Abstract

ABSTRAKTumbuhan air merupakan bagian penting dari ekosistem perairan yang terbentuk dari adapatasi morfologi dan fisiologi sehingga tercipta pola hidup yang muncul di permukaan air, terendam dan mengapung bebas. Selain berfungsi secara ekologis organisme ini mampu menjadi fitoremediator untuk menjaga kualitas perairan. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk menginventarisasi tumbuhan air yang berpotensi sebagai fitoremediator di Waduk Darma Kuningan. Hasil penelitian ini dapat dipergunakan untuk pengelolaan waduk yang berkelanjutan, sehingga pemanfaatan waduk dapat sesuai dengan fungsinya. Penelitian ini juga terkait dengan komitmen United Nations Environment Programme (UNEP) terhadap keberlanjutan lingkungan hidup secara komprehensif. Tumbuhan air yang dimanfaatakan sebagai fitoremediator harus memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi, investasi bniomassa yang besar dan mampu beradaftasi dengan kondisi lingkungan yang esktrim. Eceng gondok (Eichhornia crasspes) merupakan tumbuhan air yang paling tepat dipergunakan sebagai fitoremediator di perairan Waduk Darma.Kata kunci: tumbuhan air, invasif,  fitoremedias, waduk
Environmental Quality Analysis of Settlement Around the Electric Steam Power Plant (PLTU) Palabuhanratu, Sukabumi, West Java Yulia Indri Astuty; Hafid Setiadi; Masita Dwi Mandini Manessa
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 2 (2024): March 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.2.326-333

Abstract

According to the Central Statistics Agency, Indonesia's population growth rate will reach 1.17% in 2022 and will continue to increase exponentially annually. Moreover, the increasing number of population growth leads to several issues, including environmental quality of settlement. This study examined the quality of the environmental settlement around the Electric Steam Power Plant (PLTU) Palabuhanratu. The data used in this study is a combination of open-source data and field survey data. The method used is an interpretation technique (satellite imagery) assisted by geographic information system (GIS) technology with six-parameters, there are settlement density, settlement layout, settlement location, road conditions, building conditions and availability of health facilities. The results of this study are information including settlement quality and recommendations related to the quality of the environmental settlement around the PLTU Palabuhanratu which can be used as input in spatial planning in the Palabuhanratu area for sustainable regional development. Overall, this research shows that the environmental quality of settlements around PLTU Palabuhanratu is dominated by good category. However, it is possible that the quality of settlements will deteriorate in the future because the percentage of population density which almost close to 40%.
Tata Kelola Industri Gula untuk Pangan Berkelanjutan: Ulasan Perbandingan antara Brazil dan Indonesia Jamaludin Jamaludin; Raldi Hendro Toro Seputro Koestoer; Kosuke Mizuno; Reda Rizal
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 2 (2024): March 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.2.472-483

Abstract

Indonesia memiliki potensi mengembangkan industri gula berkelanjutan. Dalam menuju industri berkelanjutan dibutuhkan tata kelola dalam industri gula sehingga dapat mendorong produktivitas dan meningkatkan daya saing tinggi serta mendukung keberlanjutan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengulas dan membandingkan tata kelola industri gula antara Brazil dan Indonesia, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi yang tepat dalam tata kelola Industri gula. Pendekatan penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan studi literatur penelitian di Brazil dan literatur lainnya. Industri gula di Brazil berkembang melalui penetapan kebijakan melalui undang-undang Renovabio dalam mengembangkan biofuel. Pemerintah Brazil memberikan insentif untuk mendorong pelaku industri gula di Brazil dalam menerapkan industri gula berkelanjutan. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi efek gas rumah kaca (GRK). Hal tersebut mendorong industri gula di Brazil memiliki produktivitas dan daya saing tinggi secara global. Produktivitas Industri gula di Indonesia dibandingkan Brazil sangat rendah. Pada periode tahun 2010 hingga 2020, hasil produksi gula di Indonesia hanya sekitar 5 ton per hektar dengan rata-rata yield 68,85-ton tebu per hektar. Sedangkan, yield perkebunan tebu di Brazil rata-rata di atas 70 ton per hektar. Dalam tata kelola, Brazil juga menggunakan teknologi pertanian pada industri hulu, dan didukung dengan kebijakan energi terbarukan tersebut.
New Media in Environmental Communication: A Study on CIFOR (The Center for International Forestry Research) Pradipta Dirgantara; Abdul Fadli Kalaloi; Indria Angga Dianita
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.632-640

Abstract

Nowadays new media is widely used not only for entertainment purposes, but also to raise public awareness about major environmental issues which is critical for presenting topics like climate change, global warming, and deforestation, as well as encouraging public debate and information exchange. This research aims to seek the utilization of new media in environmental communication. Environmental communication extends beyond campaign-related activities which also affects how people see themselves and the natural world around them. This research uses CIFOR (The Center for International Forestry Research) as a study case because it is recognized as an internationally non-profit scientific organization that carries out research on the most important issues in global forest and landscape management. This research benefits from Ecological Model of the Communication Process which employs qualitative research method with single instrumental case study approach. Data is gathered through direct observation, semi-structured interviews, and extensive literary study. The result demonstrates that CIFOR has been developing multiple digital channels including podcasts, videos, datasets, presentations, and datasets. This is in accordance with the Ecological Model of the Communication Process to communicate their findings. Additionally, it has been found that new media in CIFOR combines and blurs the lines between interpersonal communication and mass media communication.
Environmental Services on the Public Green Open Space using Dpsir Approach: Study Case at Mataram City Agum Muladi; Joni Safaat Adiansyah; Harry Irawan Johari
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.771-780

Abstract

The existence of public green open spaces provides a number of benefits for the community and the surrounding environment. This study aims to assess the environmental service function of public green spaces in Mataram City using several environmental analysis approaches. The research method used a quantitative descriptive approach with the research sample being Pagutan green space and Udayana green space. The research time was conducted from June to July 2023 with research instruments namely interviews, and observations. Some of the methods used are spatial analysis, ecosystem service analysis, and DPSIR analysis. Based on the DPSIR approach, the service function in public green spaces is triggered (Drivers) by the existence of several regulations that require urban areas to have 30% of their area used as green spaces. Pressures faced by public green spaces include an increase in the number of vehicles and population every year. Existing conditions (States) show differences in the value of the measurement of noise, temperature and air quality parameters in RTH Udayana and RTH Pagutan. The impact felt by the presence of RTH shows that some environmental parameters for noise range from 12.42-20.08 dB, temperature ranges from 0.83-1.07oC and air quality (TSP, PM10, SO2, CO, O3, Humidity) show a difference between RTH and non-RTH. Response to (drivers), (pressure), (states), and (impact) variables that have been formulated using SWOT analysis is to coordinate and cooperate all parties both government, private, and community related to planning, structuring and utilization of public green spaces, as well as regular monitoring to ensure the sustainability of environmental services produced by public green spaces.
Pemodelan Polusi Udara Akibat Pengalihan Lalu Lintas Dari Pembangunan Fly Over Aloha Sidoarjo Maritha Kusuma
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 4 (2024): July 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.4.923-932

Abstract

Pemerintah berupaya menangani kemacetan di Kabupaten Sidoarjo dengan membangun Fly Over Aloha. Pengalihan lalu lintas akibat pembangunan tersebut menyebabkan kenaikan paparan emisi gas buang kendaraan bermotor di beberapa titik tertentu sehingga berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan sekitar. Kecamatan Gedangan termasuk pusat industri di Provinsi jawa Timur dengan aktivitas lalu lintas yang padat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa korelasi volume kendaraan terhadap kualitas udara menggunakan variabel hari kerja dan hari libur terhadap konsentrasi parameter pencemar CO, PM10 & PM2,5 di sekitar Jalan Ahmad Yani dan melakukan analisa pemodelan menggunakan Software AERMOD. Metode yang digunakan adalah metode monitoring dengan dilakukan pemantauan secara berkala dalam rentang waktu tertentu. Hasil menunjukkan bahwa jumlah kendaraan terbanyak yang melintas di Jalan Ahmad Yani terdapat pada selasa pagi (09/05/2023) sebesar 5.990 unit/jam dengan konsentrasi PM10 147,85 μg/m3 dan PM2,5 72,85 μg/m3. Volume kendaraan berkorelasi dengan nilai konsentrasi pencemar. Berdasarkan uji statistik One Way Anova konsentrasi rata-rata Karbon Monoksida tidak berbeda signifikan antara hari kerja dan hari libur sedangkan parameter PM10 dan PM2,5 memiliki beda signifikan antara hari kerja dan hari libur. Konsentrasi CO berkisar antara 5.471 μg/m3 - 6.489 μg/m3, PM10 berkisar antara 35,23 μg/m3 - 101,79 μg/m3, PM2,5 berkisar antara 9,43 μg/m3 - 46,1 μg/m3.

Filter by Year

2011 2025