cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
Fluktuasi Muka Air Tanah Lahan Pertanian Skala Kecil di Desa Penerima Program Restorasi Gambut Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat Evi Gusmayanti; Rossie Wiedya Nusantara; Jajat Sudrajat
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 1 (2024): January 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.1.20-27

Abstract

Muka air tanah merupakan salah satu indikator penting degradasi lahan gambut.  Sesuai aturan pemerintah, pemanfaatan lahan gambut yang memiliki fungsi budidaya disyaratkan untuk menjaga muka air tanah maksimal 40 cm di bawah permukaan tanah.  Dalam upaya untuk mengendalikan degradasi gambut, pemerintah melakukan program restorasi gambut yang salah satunya bertujuan untuk pembasahan gambut dengan membangun sekat-sekat kanal pada lokasi prioritas, termasuk di Kabupaten Kubu Raya.  Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran muka air tanah di dua lahan pertanian skala kecil milik masyarakat di Desa Madusari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat.  Desa ini merupakan salah satu desa penerima program restorasi gambut berupa pembangunan sekat kanal.  Terdapat dua plot pengukuran yang memiliki tipe sekat kanal yang berbeda, yaitu sekat kanal yang dibagun Dinas Pekerjaan Umum dan sekat kanal yang dibangun Badan Restorasi Gambut.  Masing-masing plot terdiri dari enam titik pengukuran muka air tanah, yang mulai diukur sejak bulan Februari sampai Mei 2022.  Muka air tanah diukur melalui sumur pantau (piezometer) yang terbuat dari pipa PVC berdiameter sebesar 5 cm yang dibenamkan ke dalam tanah.  Selain muka air tanah, sifat fisik gambut yang diukur dalam kegiatan penelitian ini meliputi kedalaman gambut, bobot isi, berat jenis partikel, porositas, permeabilitas serta kadar air gravimetrik dan volumetrik.  Data curah hujan diperoleh dari stasiun BMKG terdekat, yaitu Stasiun Supadio, Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan muka air tanah di sekitar sekat kanal bervariasi berdasarkan lokasi terhadap sekat kanal dan jarak dari kanal.  Sampai jarak tertentu, sekat kanal dapat meningkatkan muka air tanah sehingga terbukti efektif dalam program pembasahan gambut
Application of Compost and Manure in the Biopore Infiltration Hole to Improve Saturated Hydraulic Conductivity (Shc) of Soil in the Coffee Root Zone Lailatul Fitria; Kurniawan Sigit Wicaksono; Soemarno Soemarno
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 1 (2024): January 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.1.163-174

Abstract

Coffee is one of the primary sources of foreign exchange in Indonesia. The factors causing fluctuations in coffee production are climate change, high soil density, less organic material, which causes coffee roots to be unable to absorb water and nutrients optimally. The soil water movement measured by saturated hydraulic conductivity which represents the soil ability to transmit water. The application of compost and manure in the biopore infiltration hole (BIH) is an effective technology in reducing surface-runoff and organic wastes management, as well as soil characteristics improvement. This study was conducted using a Randomized Block Design with four treatments and four replications. The treatments were P1 as control (without BIH), P2 (BIH without compost), P3 (BIH+compost), and P4 (BIH+goat manure). Data analysis was carried out using the Ftest (ANOVA), and continued with Least Significant Difference (LSD) test at 5% level, when there was a significant difference. Observations of soil characteristics were carried out every two months in three depth of root zone, 0-20 cm, 20-40 cm, and 40-60 cm. While the observation of the Auger hole at a depth of 0-30 cm and 0-60 cm. Research variables include soil texture, soil bulk density, Saturated Hydraulic Conductivity of soil by Auger-Hole, Soil Organic Matter (SOC), pH, Cation Exchange Capasity (CEC), and coffee yield. Results showed that treatment of BIH+goat manure gave the best results, measured by improving soil hydraulic conductivity up to 40%. The highest coffee yield was found in the BIH+manure treatment to 3.29 t ha-1.
Pemodelan Ensemble Prediksi Distribusi Ekologis Padi (Oryza sativa) di Provinsi Kalimatan Utara Patria Kusumadiya; Omo Rusdiana; Sri Mulatsih
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 2 (2024): March 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.2.313-325

Abstract

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara berusaha mencapai ketahanan pangan dengan prinsip kemandirian pangan melalui perluasan lahan pertanian. Penilaian kesesuaian lahan pertanian, terutama untuk padi, dilakukan menggunakan pendekatan pemodelan ensemble yang melibatkan lima algoritma pembelajaran mesin. Model-model ini dibangun menggunakan paket species distribution modeling (SDM) di RStudio dengan pembagian data pelatihan dan pengujian 70:30 serta pengaturan parameter termasuk bootstrapping dan tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan variasi dalam respons variabel prediktor antara algoritma. Variabel NDVI memiliki pengaruh tertinggi pada SVM dan BRT (masing-masing 48,1% dan 36,6%), sementara variabel jarak dari jalan paling berpengaruh pada GLM, MARS, dan RF (masing-masing 44,6%, 27,6%, dan 26,5%). Distribusi padi (sawah) bervariasi antara model, dengan RF memiliki persentase tertinggi (6,34%). Evaluasi kinerja model-model ini menunjukkan bahwa model RF memiliki akurasi terbaik, sementara GLM memiliki akurasi buruk dalam nilai Kappa Cohen. Model ensemble memperoleh akurasi yang dapat diterima dengan nilai masing-masing 0,96; 0,70; dan 0,71 untuk AUC, TSS, dan Kappa. Dengan demikian, pendekatan pemodelan multi-algoritma dengan model ensemble memungkinkan penilaian yang lebih baik terhadap variabilitas dalam kinerja algoritma dan menghasilkan peta kesesuaian distribusi padi yang lebih baik daripada algoritma tunggal.
Partisipasi Rumah Tangga dalam Program Bank Sampah: Studi Kasus di Kota Depok Muhammad Hafiz Wahfiuddin; Riyanto Riyanto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 2 (2024): March 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.2.464-471

Abstract

Bank sampah merupakan sebuah bentuk rekayasa sosial untuk mengajak masyarakat peduli akan sampah sekaligus dapat menambah pendapatan rumah tangga. Keberadaannya dapat menjadi solusi menangani sampah rumah tangga. Salah satu faktor penentu keberhasilan bank sampah adalah tingkat partisipasi rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi rumah tangga dalam program bank sampah di Kota Depok serta faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi rumah tangga dalam program bank sampah tersebut. Survei terhadap 182 rumah tangga di Kecamatan Cimanggis, Kecamatan Cinere serta Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok dilakukan untuk mengestimasi tingkat partisipasi rumah tangga dalam program bank sampah. Selanjutnya, data survei tersebut dianalisis dengan model regressi logistik (Model Logit) untuk menelaah faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi rumah tangga dalam program bank sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65,38% responden menyatakan telah berpartisipasi dalam bank sampah. Tingkat Partisipasi rumah tangga yang paling tinggi dalam program bank sampah ada di Kecamatan Cimanggis, diikuti oleh Kecamatan Pancoran Mas dan partisipasi paling rendah ada di Kecamatan Cinere. Lebih lanjut, faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi rumah tangga dalam program bank sampah di Kota Depok adalah faktor jarak dari rumah menuju bank sampah, faktor informasi mengenai bank sampah, serta faktor jenis sampah (organik atau non-organik) yang paling banyak dihasilkan oleh rumah tangga.
Identifikasi Logam Berat Kromium di Tiga Sungai yang Melintasi Kota Yogyakarta dan Potensi Fitoremediasinya Tien Aminatun; Anna Rakhmawati; Kun Sri Budiasih; Marfuatun Marfuatun; Baso Samsu Rijal; Abdullah Nashih Amin; David Meilana Nur Arifin; Ajeng Septiana Putri
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.620-631

Abstract

Winongo, Gajah Wong, dan Code adalah tiga sungai yang melintasi Yogyakarta. Banyak industri yang membuang limbah ke ketiga sungai ini, sedangkan Cr adalah logam berat yang banyak terdapat pada limbah industri. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk melihat potensi fitoremediasi Cr, tetapi umumnya pada limbah cair industri, bukan pada perairan langsung. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi logam berat Kromium (Cr) di ketiga sungai serta potensi fitoremediasinya. Sampel air dan sedimen diambil dari hulu, tengah dan hilir, kemudian kandungan Cr dianalisis dengan Spektrofotometri UV-Vis di Laboratorium Kimia Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Untuk melihat potensi fitoremediasinya dilakukan eksperimen dengan eceng gondok (Eichornia crassipes) dan kayu apu (Pistia stratiotes) di greenhouse FMIPA UNY. Pengukuran kualitas air diujikan ke Laboratorium BBTKL-PP. Hasil penelitian menunjukkan ketiga sungai teridentifikasi cemaran Cr tetapi masih di bawah ambang baku mutu menurut Peraturan Gubernur DIY Nomor 20 Tahun 2008 tentang Baku Mutu Air di Provinsi DIY Kelas 1. Potensi eceng gondok dan kayu apu sebagai fitoremediator air sungai yang tercemar Cr tidak tampak jelas karena konsentrasi Cr pada ketiga sungai masih rendah di bawah ambang baku mutu (<0.05 mg/L), akan tetapi dilihat dari performa tanaman maka kedua gulma ini berpotensi untuk menjadi fitoremediator di sungai yang tercemar Cr.
Karakteristik Habitat Ikan Endemik (Betta cf raja) di Pulau Sumatra Khairul Khairul; Rivo Hasper Dimenta; Rusdi Machrizal
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.766-770

Abstract

Betta cf raja termasuk cupang liar (wild Betta) endemik dari Pulau Sumatera. Betta cf raja menjadi target buruan untuk dijadikan ikan hias dikarenakan di pasaran harga cukup mahal. Produksi masih mengandalkan hasil tangkapan, sehingga populasi di alam mulai sulit ditemukan. Belum lagi dampak konversi lahan dan masalah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik habitat Betta cf raja berdasarkan parameter fisika kimia perairan di Pulau Sumatra. Penelitian ini bersifat eksploratif yakni dengan langkah mencari wilayah yang menjadi habitat alami berdasarkan informasi kunci (pengangkap cupang liar). Analisis data menggunakan uji Krusskal Wallis dan Mann Whitney dengan software Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) dan Principal Component Analytical (PCA) dan Unweighted Pair Group Method with Aritmhmetic Averange (UPGMA) dengan software Multi Variate Statistical Package (MVSP). Hasil uji Kruskall Wallis seluruh parameter uji menunjukan hasil signifikan. Selanjutnya dilakukan uji Mann Withney yang menunjukkan pada Stasiun 1 dan 2 parameter yang nilainya signifikan adalah suhu, nitrat, dan phospat. Pada stasiun 1 dan 3 yang signifikan adalah nitrat dan Stasiun 2 dan 3 juga nitrat. Berdasarkan hasil uji PCA menunjukkan bahwa BOD, COD, kekeruhan, konduktivitas, dan TDS sebagai penciri utama habitat Betta cf raja di Pulau Sumatra. Hasil uji UPGMA antar lokasi pengamatan menunjukan nilai similaritas Jambi (75%) dan Riau dan Sumatra Utara (88%).
Marine Debris Collection Model with Intermediate Transition Station (ITS) Systems Planning in Jakarta Mega Mutiara Sari; Takanobu Inoue; Regil Kentaurus Harryes; Iva Yenis Septiariva; Kuriko Yokota; Suprihanto Notodarmodjo; Shigeru Kato; Kevin Foggy Delu; Wisnu Prayogo; I Wayan Koko Suryawan
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 4 (2024): July 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.4.914-922

Abstract

Marine debris in Jakarta is a complex problem because the amount is too large every day. Addressing this critical gap, this study proposes a model for efficient waste transportation through the development of an Intermediate Transition Station (ITS) system. This system not only facilitates the effective movement of waste but also incorporates a recovery process to reduce the volume of debris before it reaches the landfill. The ITS serves as a pivotal node in the waste management network, ensuring the continuity of waste flow from accumulation points to processing facilities. With the ITS, the total marine debris managed amounts to 39.96 tons/day, of which 9.33 tons/day is recovered, leaving a significantly reduced residue of 25.63 tons/day or 1.134 m3/day for landfill disposal. Implementing the Haul Container System (HCS) within this framework, the study demonstrates that waste transportation from the ITS to Jakarta's Bantar Gebang Integrated Waste Processing Site can be streamlined to just 3 trips/day. By providing a structured and strategic approach to marine debris transportation, the ITS model aims to prevent the re-pollution of Jakarta's water bodies and significantly reduce the carbon footprint by 67.2% from current conditions, thereby offering a sustainable solution to this pressing urban environmental challenge.
Analisis Kualitas Pantai Berdasarkan Keberadaan Sampah di Pantai Wisata Bahak, Probolinggo Sisylia Eka Narriyah Putri; Defri Yona; Fahreza Okta Setyawan; Edriana Pangestuti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 4 (2024): July 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.4.1009-1016

Abstract

Sampah Laut merupakan benda padat yang ditinggalkan di lingkungan laut, berpotensi mempengaruhi kebersihan pantai salah satunya yaitu Pantai Bahak yang terletak di Kota Probolinggo. Pantai Bahak merupakan pantai wisata, dimana kegiatan pariwisata tersebut berdampak besar bagi kualitas kebersihan pantai. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kelimpahan sampah laut berdasarkan Beach Quality Index (BQI) di Pantai Bahak. Indeks kualitas pantai terdiri dari tiga yaitu Clean Coast Index (CCI), Hazardous Items Index (HII), dan Beach Grade Index (BGI) yang ditentukan dengan menghitung berbagai jenis sampah di setiap lokasi. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan plot dengan ukuran sesuai garis pantai dan ditarik ke arah vegetasi. Sampah yang terkumpul dikelompokkan ke dalam delapan kategori (kertas, kayu, plastik, kaca, karet, kain, logam, B3). Pada penelitian ini ditemukan sebanyak 76% sampah plastik dengan volume total sampah mencapai 990 item. Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa Pantai Bahak memiliki nilai CCI extremely dirty dan HII berada di kategori II, sementara BGI menunjukkan keberadaan berbagai jenis sampah termasuk sampah umum (C) tanpa sampah berbahaya (A). Hal tersebut dapat disampaikan bahwa volume sampah di Pantai Bahak telah melebihi ambang batas yang sudah tetapkan oleh BQI sehingga Pantai Bahak tergolong ke dalam zona merah dan perlu dilakukan tindakan pemulihan terkait pengelolaan sampah.
Adsorpsi Minyak dan Timbal (Pb) pada Air Limbah Bengkel Mobil Menggunakan Bentonit dan Cangkang Telur Ayam (Gallus domesticus) sebagai Adsorben Aldila Tirta Pratiwi; Bambang Rahadi Widiatmono; Ruslan Wirosoedarmo
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 1 (2024): January 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.1.125-131

Abstract

Minyak yang terkandung dalam oli yang digunakan termasuk komponen organik yang bersifat tetap dan sukar diuraikan bakteri, sedangkan timbal (Pb) memiliki sifat tidak dapat terurai secara hayati dan konsentrasinya tinggi terakumulasi di lingkungan. Pada penelitian dilakukan pengolahan air limbah bengkel dengan cara adsorpsi menggunakan adsorben bentonit dan cangkang telur ayam (Gallus domesticus) yang memiliki sifat ramah lingkungan dan keberadaannya selalu ada sepanjang tahun. Proses adsorpsi yaitu memanfaatkan kemampuan zat padat untuk menjerap suatu bahan atau zat pada permukaannya. Penelitian ini menggunakan variasi jenis dan dosis adsorben dengan lama waktu pengadukan selama 60 menit dengan kecepatan 150 rpm. Jenis adsorben yang digunakan yaitu clay jenis bentonit yang telah diaktivasi dengan larutan asam HCl 1 M dan cangkang telur ayam (Gallus domesticus). Faktor yang digunakan merupakan dosis bentonit dan cangkang telur ayam (Gallus domesticus) yang masing-masing terdiri dari 4 (empat) perlakuan yaitu 0 gram, 5 gram, 10 gram dan 15 gram. Penelitian bertujuan untuk mengetahui, menganalisis dan mengevaluasi efisiensi penurunan kadar minyak dan timbal (Pb). Adsorben bentonit dan cangkang telur ayam (Gallus domesticus) memberikan pengaruh terhadap efisiensi penurunan minyak secara signifikan namun tidak pada efisiensi penurunan timbal (Pb). Perlakuan adsorben bentonit sebesar 15 gram dengan cangkang telur ayam sebesar 15 gram (B3C3) menunjukkan kadar minyak paling sedikit yaitu 3,00 mg/L dengan efisiensi penurunan minyak paling besar yaitu 88,22%. Perlakuan adsorben bentonit sebesar 15 gram dengan cangkang telur ayam sebesar 10 gram (B3C2) menunjukkan timbal (Pb) paling sedikit yaitu 1,66 mg/L dengan efisiensi penurunan timbal (Pb) paling besar yaitu 52,25%.
Identifying Interesting Sceneries and Objects in A Tropic Forest Through Visitors Employed Photography Akhmad Arifin Hadi; Andi Gunawan; Tsuyoshi Honjo; Katsunori Furuya
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 1 (2024): January 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.1.270-278

Abstract

Tropical Forest is a unique forest landscape character composed of vegetation with various altitude strata combined with other biotic and abiotic landscape elements. The combination of landscape objects produces a landscape character that is visually attractive to visitors. There are few references to forest sceneries and objects of interest to forest visitors, even though this information is important for forest tourism. This study identified tropical forest sceneries and objects of interest to forest visitors through photographs taken by visitors. The method used is Visitors' Employed Photography (VEP) combined with GPS tracking and artificial intelligence Google Clouds Vision API. In this VEP method, we invited 41 respondents to walk in the "Situ Gede Forest " and directly photograph interesting objects in the field. We obtained 1,206 photos from respondents containing the scenery and objects of the "Situ Gede Forest" and the location of the photo-taking points. The photos were labeled via Google Cloud's Vision API and clustered based on the Photo's label into 15 photo clusters using R Statistics software. The grouping results identified three sceneries and objects that interested the respondents: "View to the standing of trees inside the forest, woodland, or jungle," "Forest scenery with recreational activities and zoo," and "Body of water, edge of the body of water, waterway, and trees." Information on the three characteristics of tropical forest landscapes is beneficial in tropical forest management activities, where landscapes with these three types must be conserved and preserved in the interest of sustainable tourism forest.

Filter by Year

2011 2025