cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
Estimasi Kualitas Efluen Air Lindi Unit Stabilisasi Berdasarkan Parameter Biokinetika pada Sistem Konfigurasi Kontak Stabilisasi Oktavian Wahyu Pratama Ajie; Owen Jacob Notonugroho; Fatihaturrizky Amelia; Ariani Dwi Astuti; Allen Kurniawan
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 2 (2024): March 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.2.528-542

Abstract

Pengolahan air lindi dibutuhkan untuk mereduksi kontaminan material organik, anorganik, dan mikroorganisme patogen. Pengolahan air lindi secara biologis melalui unit kontak stabilisasi adalah unit yang sangat efektif dipilih terkait kinerja dan faktor nilai ekonomi untuk menyisihkan kandungan polutan organik air lindi. Akan tetapi, kinerja dan pemodelan proses stabilisasi pada unit ini belum dianalisis secara detail untuk implementasi skala lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja proses stabilisasi berdasarkan variasi waktu detensi (HRT), mengestimasi nilai parameter biokinetika terbaik, dan memprediksi konsentrasi substrat efluen hasil pemodelan. Penelitian ini dilakukan pada skala laboratorium menggunakan tiga variasi HRT, sebesar 4, 5, dan 6 jam dan disimulasikan di dalam model pertumbuhan mikroorganisme Monod, Contois, Blackman, dan Chen-Hashimoto pada kondisi aliran tidak tunak. Penyisihan kontaminan terbaik pada unit stabilisasi berdasarkan hasil analisis kinerja sebesar 82% nitrit, 42% amonia, dan 38% chemical oxygen demand (COD) diperoleh dari HRT 6 jam. Parameter biokinetika terbaik berdasarkan analisis numerik dan uji validasi untuk nilai Ke, Y, μmax, dan Ks dihasilkan berturutturut sebesar 2,05 hari-1; 32,88 mgMLVSS/mgCOD; 0,57 hari-1; dan 24,38 mg/L dari model Monod. Konsentrasi efluen COD rata-rata dari model Monod diestimasi sebesar 206,28 ± 27,39 mg/L untuk HRT 4 jam; 159,25 ± 72,06 mg/L untuk HRT 5 jam; serta 126,32 ± 38,44 mg/L untuk HRT 6 jam. Nilai parameter biokinetika tersebut dapat diimplementasikan untuk perencanaan unit stabilisasi pada konfigurasi kontak stabilisasi air lindi skala lapangan.
Analisis Kandungan Timbal (Pb) pada Daun Pterocarpus indicus dan Mimusops elengi di Jalan Protokol Kabupaten Banyuwangi Febri Arif Cahyo Wibowo; Amir Syarifuddin; Andy Danang Pratama
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.687-692

Abstract

Pencemaran udara merupakan isu lingkungan yang penting pada kawasan perkotaan khususnya senyawa timbal (Pb) yang berasal dari aktivitas kendaraan bermotor yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Besarnya pengaruh negatif Pb sehingga dibutuhkan upaya dalam menanggulanginya yaitu menggunakan tanaman peneduh jalan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kandungan timbal (Pb) yang terserap di daun angsana dan tanjung serta melihat posisi daun yang efektif dalam menyerap timbal (Pb). Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2023 yang bertempat di Jalan Letjen S Parman Kabupaten Banyuwangi untuk pengambilan sampel daun dan Laboratorium Kimia Universitas Negeri Malang untuk analisis kandungan Pb. Metode penelitian ini menggunakan purposive random sampling dengan tiga kali ulangan pada setiap jenis tanaman. analisis kandungan timbal (Pb) pada daun menggunakan alat Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Analisis data yang digunakan yaitu dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu kandungan timbal (Pb) tertinggi terletak di tanaman angsana sebanyak 0,1029 ppm dan terendah di tanaman tanjung sebesar 0,0704 ppm. Berdasarkan letak posisi daun di tanaman angsana pada tajuk bawah bagian tengah memiliki kandungan Pb lebih tinggi dibandingkan bagian depan dan belakang, sedangkan di tanaman tanjung pada tajuk bawah bagian depan memiliki kandungan Pb lebih tinggi dibandingkan bagian tengah dan belakang. Perbedaan kandungan timbal (Pb) pada kedua tanaman tersebut dapat disebabkan oleh faktor internal tanaman (fisiologis dan morfologis) serta faktor eksternal (intensitas kendaraan, suhu, kelembapan, dan kecepatan angin).
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan dengan Total Suspended Particulate Sebagai Risk Agent di Area Produksi Industri Manufaktur (Studi Kasus PT X Sukoharjo Jawa Tengah) Daniel Surya Wijaya; Sunarto Sunarto; Siti Rachmawati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.678-686

Abstract

Proses produksi waterglass yang berlangsung di PT X, Sukoharjo menghasilkan sejumlah polutan atau emisi yang salah satunya berupa partikulat debu tersuspensi total atau Total Suspended Particulate (TSP). Kontaminasi debu TSP dalam udara ambien ini dikhawatirkan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan lingkungan dan juga karyawan pabrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi dan tingkat risiko dari pajanan debu TSP di area produksi PT X. Penelitian dilakukan di area produksi PT X dengan metode pengambilan sampel TSP berdasarkan SNI 7119-3-2017 tentang cara uji partikel tersuspensi total menggunakan peralatan High Volume Air Sampler (HVAS) dan analisis risiko berdasarkan model Analisis Resiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) yang dilakukan terhadap 35 orang pekerja berdasarkan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi debu TSP di area produksi PT X sebesar 287.02 μg/Nm3 dengan kategori tingkat risiko aman bagi 12 pekerja dengan kriteria berat badan 65.4 kg hingga 72.35 kg dan tidak aman bagi 23 pekerja dengan kriteria berat badan 52.8 kg hingga 63.8 kg.
Kapasitas Adsorpsi Lempung Alam Teraktivasi HCl dalam Mengadsorpsi Logam Berat (Pb) Penyebab Pencemaran Lingkungan Maria Magdalena Kolo; Matius Stefanus Batu; Maria Rosanti Bani; Gradiana Yosefa Nana; Yohana Ivana Kedang
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 4 (2024): July 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.4.981-986

Abstract

Logam Timbal (Pb) merupakan salah satu jenis logam yang terakumulasi di lingkungan serta sukar terurai secara hayati. Pada Penelitian ini dilakukan adsorpsi logam timbal (Pb) menggunakan lempung alam yang berasal dari Kabupatan Timor Tengah Utara. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yakni preparasi lempung, aktivasi lempung, pengujian kapasitas adsorpsi lempung dan karakterisasi lempung menggunakan Xrf, Xrd dan BET dan SSA. Berdasarkan hasil karakterisasi menggunakan XRF, lempung alam Desa Letmafo memiliki komposisi utama SiO2 dengan persentasi 57,158% sebelum diaktivasi dan meningkat menjadi 73,161% setelah diaktivasi. Karakterisasi lempung alam menggunakan XRD diperoleh bahwa mineral yang terkandung dalam lempung alam terdiri dari Kuarsa (SiO2), Kalsit (CaCO3) dan Gibsit Al(OH)3. Luas permukaan dari lempung alam sebelum diaktivasi yaitu sebesar 39, 442 m2/g dan setelah diaktivasi sebesar 69, 444 m2/g. Hasil pengujian kapasitas adsorpsi maksimum lempung alam terhadap Pb yaitu menggunakan variasi konsentrasi HCl 1,5 M dengan kapasitas adsorpsi sebesar 3,99 mg/g. Selanjutnya didapatkan massa adsorben optimum yaitu sebanyak 2,0gram dengan efisiensi adsorpsi sebesar 99, 648 % dan waktu kontak optimum terjadi pada waktu 90 menit dengan efisiensi adsorpsi sebesar 99, 636 %.
Willingness To Pay (WTP) Wisatawan dalam Pelestarian Lingkungan Paska Perubahan Cagar Alam Kamojang ke Taman Wisata Alam Kamojang Purna Hindayani; Alnidi Safarach Bratanegara; Armandha Redo Pratama
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 1 (2024): January 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.1.43-49

Abstract

The research was conducted in the area of the change of the Kamojang Nature Reserve (CA) to the Kamojang Nature Tourism Park (TWA) so that there was an increase in the area of the Kamojang Natural Tourism Park which was previously 535.01 Ha to 2,391 Ha. The goal of this study was to identify willingness to pay for environmental conservation in TWA after changes in land area. The method used willingness to pay (WTP) for environmental conservation in tourist areas in TWA Kamojang and the factors that influence the WTP value by using logit regression. The results showed that the average willingness to pay by visitors (WTP) is Rp. IDR 51,887 per visit with the option of improving facilities and infrastructure, adding tourist activities such as adequate camping grounds and hot springs and educational tourism of natural and environmental knowledge at TWA Kamojang. The total WTP is estimated to reach IDR 680,339,623 per year. All of  the independent variables such as gender, age, income, education, travel costs during the tour affected the willingness to pay (WTP). The most significant factors influencing the willingness to pay for environmental conservation in the TWA Kamojang was age. The management of TWA Kamojang is expected to develop nature tourism that takes into account the principles of environmental conservation
Toleransi Berbagai Tanaman Hias terhadap Polutan Karbon Monoksida (CO) di Kecamatan Tembalang dan Banyumanik Kota Semarang Latifata Nuril Badi'ah; Sri Darmanti; Erma Prihastanti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 4 (2024): July 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.4.1088-1099

Abstract

Emisi kendaraan bermotor yang didominasi gas karbon monoksida (CO) berbahaya bagi makhluk hidup, karen adapat merubah karakter fisiologi dan komponen bioimia pada tanaman. Paparan gas CO dapat merubah karakter fisiologi dan komponen biokimia tanaman. Tiap tanaman merespon masuknya polutan dengan cara berbeda, toleran atau sensitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan toleransi tanaman hias terhadap gas CO pada kadar berbeda. Tanaman hias diberi perlakuan selama dua bulan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu kadar gas CO dan spesies tanaman. Parameter yang diamati adalah parameter biologi, sosio-ekonomi, dan biokimia. Tingkat toleransi tanaman dihitung menggunakan metode Air Polution Tolerance Index (APTI) dan Anticipated Performance Index (API). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjukan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara kadar gas CO dan spesies tanaman terhadap kemampuan toleransi tanaman. R. discolor termasuk tolerant menurut APTI dan good menurut API. C. comosum dan T. corymbosa termasuk moderate menurut APTI dan API. C. variegatum termasuk moderate menurut APTI dan poor menurut API. I. paludosa termasuk intermediate menurut APTI dan poor menurut API. S. oleana termasuk sensitive menurut APTI dan moderate menurut API.
Penilaian Status Kualitas Air Sungai Kapuas Kecil Kalimantan Barat Menggunakan Biota Bentik Junardi Junardi; Riyandi Riyandi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 1 (2024): January 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.1.184-192

Abstract

Sungai Kapuas Kecil merupakan percabangan Sungai Kapuas di bagian hilir yang mengalami berbagai tekanan lingkungan akibat aktivitas di daratan sehingga dapat mengubah kualitas airnya. Kualitas air sungai ini lebih banyak ditentukan dengan menggunakan parameter fisika dan kimia, sementara itu parameter biota bentik masih jarang digunakan. Tujuan penelitian ini untuk menentukan status kualitas air sungai Kapuas Kecil menggunakan biota bentik makrozoobentos dan perifiton. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menetapkan stasiun sampling berdasarkan rona lingkungan dan kondisi riparian. Data struktur komunitas biota dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitianberdasarkan indeks komunitas makrozoobentos dan perifiton menunjukkan kualitas air sungai Kapuas Kecil memiliki status cemar ringan sampai sedang dengan kandungan fosfat tinggi.
Analisis Karakteristik Air Tanah Berdasarkan Data Isotop Stabil 18O dan 2H serta Kimia Air di Dataran Aluvial Kota Semarang Umi Cahyani Rahayuningtyas; Thomas Triadi Putranto; Narulita Santi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 2 (2024): March 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.2.334-346

Abstract

Kota Semarang merupakan salah satu kota metropolitan yang berada di utara Pulau Jawa dengan jumlah penduduk mencapai 1,6 juta jiwa. Perkembangan kepadatan penduduk cenderung berdampak pada kebutuhan air bersih yang semakin meningkat. Saat ini hampir 80% kebutuhan air bersih di Kota Semarang diperoleh dari air tanah. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakteristik air tanah di Kota Semarang. Metode penelitian menggunakan analisis data isotop stabil 18O dan 2H dan kimia air melalui perhitungan nilai Chlorite Bicarbonate Ratio (CBR) dan analisis diagram Piper. Sampel air tanah yang digunakan mencapai 30 sampel. Litologi daerah penelitian berupa aluvium dan batupasir. Hasil penelitian diperoleh tipe air tanah di daerah penelitian terdiri dari tipe air NaHCO3, NaCl, CaHCO3, Na2SO4, dan MgHCO3 dengan tingkat pengaruh air laut dibedakan dalam 3 kelompok yang mencakup air tanah terintrusi sedikit-sedang, air tanah terintrusi agak tinggi, dan air tanah terintrusi tinggi. Analisis isotop 18O dan 2H menunjukkan bahwa air tanah di daerah penelitian dibagi menjadi 3 kelompok yaitu Kelompok I (18O -4, 585‰), Kelompok II (18O -5,070 ‰) dan Kelompok III (18O -5,451 - -6,044‰) serta memiliki nilai d-excess positif yang sebagian besar nilainya >10.
Perbandingan Pencemaran Pestisida dan Logam Berat di Beberapa Negara ASEAN: Systematic Review Eryna Elfasari Rangkuti; Syaiful Anwar; Abdul Munif; Iskandar Zulkarnaen Siregar
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 2 (2024): March 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.2.484-490

Abstract

Usahatani padi sawah merupakan hal yang penting dalam menjamin ketahanan pangan dan pendapatan petani lokal. Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi dan metode dalam meningkatkan produktivitas dan produksi tanaman pangan, hampir semua petani menggunakan pestisida berbahan kimia dengan berbagai dosis dan tindakan, namun tidak semua memahami aturan dan dosis yang sesuai untuk setiap jenis tanaman pangan khususnya tanaman padi sawah. Pestisida dalam kaitannya dengan lingkungan adalah salah satu elemen yang dapat mencemari tanah untuk waktu yang lama baik biotik dan abiotik. Makalah ini mengulas dan mensintesis 1025 jurnal dan disaring kembali berdasarkan negara ASEAN diperoleh 52 jurnal, dan disaring kembali berdasarkan komoditi padi sawah yang tercemar pestisida diperoleh 9 jurnal dari database Scopus yang diterbitkan antara tahun 2014 – 2022. Artikel jurnal yang diulas dikategorikan ke dalam tema pencemaran pestisida dan logam berat pada tanaman padi sawah pada beberapa negara yang mencakup ke dalam ASEAN (Indonesia, Thailand, Malaysia, Vietnam). Pengaruh pencemaran pestisida ini sudah banyak dilaporkan dalam beberapa kasus pencemaran dalam skala ringan sampai berat. Pencemaran ini dapat berpengaruh pada sifat fisik dan kimia tanah, populasi mikrob total, emisi GRK, bahkan tidak hanya berpengaruh pada kesehatan lahan namun sampai berpengaruh terhadap kesehatan petani dan hewan di sekitar lahan. Topik dominan yang kami temukan dalam literatur adalah pencemaran pestisida dan logam berat dengan metode analisis kromatografi gas (GC) yang mencakup hanya pada tanaman padi sawah. Kontribusi dari makalah ini adalah menghasilkan kerangka kerja komprehensif dan informasi yang perlu dilakukan dalam mengidentifikasi dan memberikan pengetahuan awal mengenai pencemaran tanah dan lingkungan akibat penggunaan pestisida.
Studi Etnobotani Pemanfaatan Tumbuhan Pakan Lebah Madu (Apis mellifera) di Kuluakma, Wamena Arnold Halitopo; Lukas Yowel Sonbait; Agustina Yohana Setyarini Arobaya; Freddy Pattiselanno
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.641-647

Abstract

Peternakan lebah madu di Distrik Walelaga khususnya di kampung Kuluakma sudah berkembang cukup lama, namun jenis pakan dan ketersediaannya belum diketahui dengan baik. Metode deskriptif melalui wawancara dan pengamatan langsung untuk melihat keadaan usaha peternakan dilakukan dalam penelitian ini. Semua peternak di Kampung Kuluakma disensus dan diwawancarai. Data yang diperoleh dianalisis secara tabulasi, kemudian dibandingkan dengan standar-standar umum usaha peternakan lebah madu berdasarkan pustaka yang ada. Analisis situasi dilakukan dengan menggunakan pendekatan kontekstual untuk menjelaskan temuan di lapangan sehingga memperoleh gambaran yang lengkap tentang kondisi dan keadaan di sekitar lokasi penelitian. Sebanyak 43 (empat puluh tiga) jenis tanaman pakan lebah di Kuluakma, Wamena tersebar di sekitar areal peternakan, perkebunan masyarakat bahkan sampai sekitar 2 (dua) kilometer dari lokasi peternakan. Penyebaran tanaman pakan ini sangat membantu ketersediaan pakan lebah setiap saat, tetapi juga memelihara ekosistem tanaman berguna baik bagi lebah dan masyarakat secara berkelanjutan. Perlu pengamatan dampak penyebaran tanaman pakan terhadap keberlanjutan koloni lebah yang ada. Penelitian yang kami lakukan selama bulan kering, sehingga diperlukan kajian yang sama selama musim penghujan. Tanaman yang tergolong kelompok tanaman buah-buahan dan sayuran juga menjadi sumber pangan masyarakat. Tanaman pakan seperti Paraserianthes falcatria, Gravillea papuana, dan Casuarina equisetifolia adalah jenis pohon khas di Wamena yang juga dimanfaatkan sebagai kayu bakar.

Filter by Year

2011 2025