cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
The Composition, Structure, and Standing Carbon Stock of Teak Based Agroforestry Systems in Gundih, Grobogan Regency, Central Java Santhyami Santhyami; Annisa Katleya Isnaini
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 1 (2024): January 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.1.93-99

Abstract

The teak-based agroforestry system in Gundih, Grobogan Regency, Central Java Province is potentially equivalent to a secondary forest, based on the biodiversity, carbon stock, and utility. This study is prompted by the lack of research on tree vegetation analysis in teak-based agroforestry systems. The aim of this study is to determine the composition and structure of tree vegetation in agroforestry systems within the Gundih area. The research method used plots measuring 20 x 20 m2, in a sampling area of 1 ha and with plot placement using the Purposive Sampling method. The results show that there are 12 tree species from 9 families with a total population of 341 trees/ha. The two tree species with the highest Important Value (IV) are Tectona grandis L.f (93,48) and Swietenia mahagoni (L.) Jacq (66,78). The tree diversity of teak-based agroforestry systems is classified as moderate with an H’ value of 1,81. The carbon stock of tree stands in the agroforestry system is 64,43 MgC/ha. It can be concluded that teak-based agroforestry has the potential to be an option for environmental conservation.
Jaringan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga sebagai Bentuk Transisi Ekonomi Sirkular di Kota Surabaya Aida Fitri Larasati; Eko Budi Santoso
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 1 (2024): January 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.1.248-257

Abstract

Waste management in Surabaya City is part of a circular economy, various types of waste are processed into something that has a higher selling value and can drive the community's economy, both at the producer and consumer levels. This study explores how the flow of waste management takes place, both informally and formally. Through qualitative analysis in the form of social networks. The analysis visualizes the pattern of relations between actors and measures the centrality of each key actor. This analysis also helps researchers reveal that the criteria for social networks in waste management in the study area have the characteristics of transactional relationships and collaborative relationships with different patterns. In addition, the relational network looks different for the types of organic and inorganic waste, the highest complexity is found in the transactional network relationships for inorganic waste. Key actors, such as waste banks and scrap dealers, can connect massive collection points and waste management. In addition, researchers found that various parties have contributed significantly to realizing the circular economy transition. In collaboration relations, the Environmental Service has the main role as a regulator bridging the private sector, waste banks, and Non-Governmental Organizations (NGOs). The Main Waste Bank and the Nol Sampah Community have a role in encouraging changes in the community's paradigm to sort and manage waste with a different approach. In addition, the MSMEs and the informal sector have a significant role in transactional relations, forced by economic factors that can increase the recycling business field. The study findings also answer that household waste has been processed using the 3R concept (Reduce, Reuse, Recycle), part of the circular economy process. The potential for a circular economy transition can also be increased through various social approaches to increase cooperation and create more up-to-date innovations in waste management.
Pengolahan Air Menggunakan Proses Demineralisasi dengan Memanfaatkan Resin Penukar Ion: Studi Pengaruh Laju Alir dan Tinggi Resin Nuryoto Nuryoto; Rudi Hartono; Rahmayetty Rahmayetty
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 2 (2024): March 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.2.393-400

Abstract

Air tanpa dilakukan proses demineralisasi untuk keperluan proses (seperti untuk keperluan reaksi kimia, umpan air boiler, dan separasi) akan memicu munculnya kerak dan berpotensi meningkatkan laju korosi, serta meningkatnya produk samping jika digunakan pada proses reaksi. Produk samping pada proses reaksi, dapat berpotensi menjadi limbah jika nilai keekonomian dari produk tersebut rendah. Kerak yang muncul pada peralatan perpindahan panas seperti boiler akan berakibat pada nilai efisiensi boiler turun, yang dapat mempengaruhi emisi gas buang dari boiler tersebut, dan semuanya akan mempengaruhi kualitas lingkungan sekitar. Pengolahan air sebelum digunakan untuk unit proses merupakan langkah pencegahan terhadap pencemaran lingkungan yang nanti akan timbul pada prosesproses selanjutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa pengaruh laju alir dan tinggi resin di dalam unggun terhadap jalannya proses pertukaran ion pada proses dimeralisasi air berbasis penurunan kesadahan air dan TDS (Total Dissolved Solid) serta efisiensi yang dihasilkan. Harapannya diperoleh kondisi operasi yang efektif , efisien serta tetap ekonomis, dalam hal pengolahan air. Penelitian dilakukan pada laju alir 2,90- 4,33ml/s (10,44 – 15,59 liter/jam) dan ketinggian resin 14 dan 17 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada rentang laju air umpan 2,90 - 4,33 ml/s dan tinggi unggun 14 dan 17 cm dihasilkan kondisi terbaik pada laju air umpan 4, 33 ml/s pada tinggi unggun 14 cm, dengan efisiensi penurunan kesadahan mencapai 93, 56%.
Kondisi Eksisting Green Campus pada Dimensi Ekologi di Kampus Bina Widya Universitas Riau Pekanbaru Darmawati Darmawati; Irda Sayuti; Zulfarina Zulfarina; Nursal Nursal
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 2 (2024): March 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.2.543-550

Abstract

Pelaksanaan program Green Campus Universitas Riau diimplementasikan dalam bentuk partisipasi dalam “UI GreenMetric World University Rankings“ yang beberapa tahun terakhir mengalami penurunan peringkat Oleh karena nya perlu diketahui kondisi eksisting Green Campus pada dimensi ekologi di kampus Bina Widya Universitas Riau Pekanbaru. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, pengukuran atau penghitungan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting Green Campus pada aspek indeks keanekaragaman spesies vegetasi pohon 1.09 kriteria sedang, yang berarti stabilitas ekosistem di Kampus Bina Widya dalam keadaan sedang atau cukup. Sedangkan untuk vegetasi tiang 0.60, pancang 0.46 dan semai 0.36 masing-masing dalam kategori rendah. Kampus perlu melakukan revegetasi kembali agar spesies vegetasi dapat berlanjut. Vegetasi didominasi oleh Swietenia macrophylla King. Untuk aspek energi, limbah, air, transportasi dan pendidikan juga perlu pengelolaan yang lebih baik lagi. Oleh karenanya kampus perlu memperhatikan pengelolaan Green Campus lebih optimal lagi agar Green Campus di kampus Bina Widya Universitas Riau tetap berkelanjutan.
Pengembangan Rotary Algae Biofilm Reactor (RABR) Sistem Semikontinu untuk Produksi Biomassa dan Kadar Lipid, serta Penyisihan Polutan Organik Konsentrasi Tinggi Shinta Elystia; David Andrio; Dewi Fitria; Aryo Sasmita; Rahmadini Setianingsih
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.693-703

Abstract

Penggunaan energi sebagian besar masih berasal dari sumber energi tidak terbarukan yang jumlahnya semakin berkurang. Produksi biofuel dari mikroalga dapat menjadi salah satu energi alternatif dalam menghasilkan energi terbarukan. Kadar lipid dalam biomassa mikroalga dapat dikonversi menjadi bahan baku biodiesel. Teknologi Rotary Alga Biofilm Reaktor (RABR) salah satu teknologi kultivasi mikroalga dan pengolahan limbah. RABR adalah pengembangan dari Rotating Biological Contactor, RABR adalah sistem pengolahan biologi dengan sistem attached growth dan suspended growth. Limbah cair tahu mengandung senyawa organic konsentrasi tinggi yang dapat dimanfaatkan oleh mikroalga sebagai nutrisi pertumbuhan untuk memproduksi biomassa dan menghasilkan lipid. Pada penelitian ini dilakukan pengolahan limbah cair tahu oleh mikroalga Chlorella sp. menggunakan teknologi Rotary Algae Biofilm Reactor (RABR) dengan metode penambahan nutrien secara semikontinu melalui variasi periode pergantian air limbah setiap 3 hari, setiap 4 hari dan setiap 6 hari selama total 12 hari pengolahan, hal ini bertujuan untuk mengetahui jumlah produksi biomassa dan kadar lipid dalam sel mikroalga Chlorella sp. tersuspensi dan biofilm serta penyisihan COD limbah cair tahu. Hasil terbaik didapatkan pada variasi periode pergantian air limbah setiap 4 hari karena nutrisi yang dibutuhkan oleh mikroalga terpenuhi dengan baik, selain itu juga diperoleh jumlah maksimum kepadatan sel tersuspensi dan biofilm di hari ke-12 yaitu 5,2x106 sel/ml dan 4,1x106 sel/ml, kadar lipid selama pengolahan sebesar 25-52% dan efisiensi penyisihan COD limbah cair tahu mencapai 90,24% dengan konsentrasi akhir COD adalah 64 mg/L.
Analysis the Effect of Flux and Water Characteristics on Polyethersulfone Ultrafiltration Membrane Performance as Pre-Treatment of SWRO Sucipta Laksono; Irwan Irwan; Sandyanto Adityosulindro
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 4 (2024): July 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.4.836-844

Abstract

Increasing human population resulted in higher demand for potable freshwater, while freshwater sources were limited. As an alternative solution, seawater was necessarily to be employed as a main source of water supply and necessarily treated with Seawater Reverse Osmosis (SWRO). However, membrane fouling of SWRO was occurred. Therefore, implementation of ultrafiltration membranes as pre-treatment were necessary. In this study, identification of removal efficiency seawater characteristics of TDS, COD, conductivity, and UV-Vis parameters at different flux and investigation of the fouling rate at variations filtration performance of the 50 kDa MWCO pore size PES ultrafiltration membrane was performed. Filtration of laboratory scale experiment with constant flux of 120 L/m²⋅h and 180 L/m²⋅h at dead-end operation was performed. Filtration of 50 kDa PES ultrafiltration membrane was able to remove effectively turbidity, TDS, UV-Vis, conductivity, and COD with 63±6%; 37±19%; 7±4%; 33±33%; dan 97.86%, respectively. Furthermore, related to membrane performance, filtration at 120 L/m²·h flux operation was found as the common fouling mechanisms, while flux operation at 180 L/m²·h resulted different behavior resulted for severe membrane performance.  The suitable operation of fluxes 120 L/m²·h was recommended to increase the performance and membrane lifespan as well as to decrease the load of SWRO unit.
Perencanaan Sistem Drainase Berwawasan Lingkungan (Eko-Drainase) di Kecamatan Banjarbaru Utara Rony Riduan; Cleodora Heraningtyas; Chairul Abdi; Gusti Ihda Mazaya
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 4 (2024): July 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.4.987-995

Abstract

Pertumbuhan penduduk Banjarbaru Utara yang kian hari semakin pesat akan menyebabkan pembangunan permukiman dan fasilitas lainnya semakin meningkat. Menurunnya lahan yang awalnya berfungsi sebagai resapan, mengakibatkan meningkatnya limpasan permukaan. Kecamatan Banjarbaru Utara dikategorikan sebagai wilayah prioritas utama untuk penanganan banjir ataupun genangan, melalui penataan sistem drainase, sempadan sungai, ataupun kawasan permukiman. Di wilayah Banjarbaru Utara masih menerapkan konsep drainase konvensional, namun hal ini kurang memberikan konstribusi berarti dalam penanganan genangan maupun banjir, oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan dengan menerapkan eko-drainase. Eko-drainase yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan sumur resapan, karena pengunaan sumur resapan merupakan konsep yang paling cocok untuk Kecamatan Banjarbaru Utara dan berdasarkan penelitian terdahulu sumur resapan efektif dalam mereduksi nilai runoff. Tujuan dari perencanaan ini, yaitu mengidentifikasi kondisi sistem drainase di Kecamatan Banjarbaru Utara, mengevaluasi kemampuan saluran drainase yang ada dalam menampung debit limpasan, serta merekomendasikan sistem drainase dengan pendekatan eko-drainase melalui pemodelan hidrologi dan hidrolika. Analisis hidrologi dan hidrolika menggunakan data curah hujan harian maksimum selama 10 tahun (2012-2021) terakhir dan dibantu menggunakan software Storm Water Management Model (SWMM). Berdasarkan survei lapangan, kondisi drainase di Kecamatan Banjarbaru Utara, ada yang mengalami sedimentasi, tersumbat, terhalang oleh bangunan; sampah; dedaunan dan tumbuhan, serta ada juga saluran drainase yang berfungsi dengan baik. Sebagian saluran pada beberapa Daerah Pengaliran Saluran (DPSal) di Kecamatan Banjarbaru Utara tidak mampu menampung debit limpasan hujan. Hasil analisis menggunakan SWMM, eko-drainase menggunakan sumur resapan mampu mengurangi debit runoff dengan nilai rata-rata 1,25% dan nilai rata-rata infiltrasi, yaitu 2,11 mm, sehingga perlu dilakukan penambahan sumur resapan sebanyak 101 sumur resapan. Diperlukan 7, 47, 25, dan 22 sumur resapan untuk masing-masing DPSal 14, 23, 28, dan 30.
Pemurnian Minyak Goreng Bekas Menggunakan Bioadsorben dari Limbah Fiber Stasiun Press Pabrik Kelapa Sawit Muhammad Indra Darmawan; Adzani Ghani Ilmannafian; Mariatul Kiptiah; Novita Sari
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1269-1275

Abstract

Minyak goreng bekas adalah limbah minyak goreng yang telah digunakan oleh masyarakat di dalam rumah tangga atau industri. Metode yang efisien dan sederhana pada pemurnian minyak goreng bekas adalah secara adsorpsi dengan menggunakan bioadsorben. Limbah fiber stasiun press kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai bioadsorben untuk proses pemurnian minyak goreng bekas. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk menganalisis kualitas bioadsorben dari limbah fiber kelapa sawit dan menganalisis hasil pemurnian minyak goreng bekas menggunakan bioadsorben dari limbah fiber kelapa sawit. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimental dengan tahapan preparasi limbah fiber menjadi bioadsorben, pemurniaan minyak goreng bekas menggunakan bioadsorben dan analisis minyak goreng bekas. Minyak goreng bekas 200 ml ditambahkan adsorben 1, 3 dan 5 gram dengan variasi waktu pengadukan 30, 60 dan 90 menit. Hasil kualitas bioadsorben dari limbah fiber kelapa sawit pada parameter kadar air, kadar abu, bagian yang hilang pada pemanasan 950 ˚C dan karbon aktif murni sudah memenuhi SNI 06-3730-1995. Proses analisa minyak goreng bekas terbaik pada kadar air, bilangan asam, asam lemak bebas dan bilangan peroksida terdapat pada waktu pengadukan 90 menit, nilai yang diperoleh mengalami penurunan tetapi belum memenuhi standar mutu minyak goreng menurut SNI-7709:2019.
Systematic Literature Review: The Evolution of Adaptive Governance and Practice in the Context of the Environmental Crisis Herizal Herizal; Saddam Rassanjani; Afrijal Afrijal; Muhkrijal Muhkrijal; Marno Wance
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1326-1337

Abstract

This paper aims to clarify the understanding of the conceptual evolution of the adaptive governance framework, followed by an examination of implementation actions in the environmental setting. Since three approaches are recognized to be essential in navigating complex socio-ecological systems, namely adaptive management, adaptive co-management, and adaptive governance. This might lead to confusion and misunderstandings in adaptive concepts and practice. In this study, a systematic literature review was conducted using the Scopus database. A literature search was conducted in Mei 2023 using the keyword "Adaptive Governance" as the search term. As a result, despite sharing the same purpose and philosophy, each approach's work process has distinct features and scales. Adaptive governance emerges as a response to the need for holistic solutions to overcome uncertainty within the framework of complex socio-ecological systems. This is similar to adaptive co-management, although on a larger scale and context. While adaptive management is the conceptual foundation for other approaches.
Potensi Spirulina platensis sebagai Agen Remediasi Air Limbah Laundry Abdul Jabbar; Andin Vita Amalia; Amnan Haris; Novi Ratna Dewi; Falasifah Falasifah; Mukhlis Abdullatif
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1224-1231

Abstract

Pertumbuhan populasi dan ekonomi telah meningkatkan jumlah bisnis laundry yang dapat memiliki dampak negatif terhadap lingkungan karena penggunaan deterjen sebagai bahan aktif dalam proses pencucian. Penelitian ini bertujuan mengkaji kemampuan Spirulina platensis sebagai agen remediasi limbah laundry. Tahapan penelitian meliputi penyiapan kultur Spirulina platensis, sampling limbah laundry, inokulasi limbah dengan Spirulina platensis, analisis karakteristik limbah remediasi, analisis mikroskopik dan pengukuran biomassa spirulina, dan identifikasi produk intermediet degradasi air limbah laundry. Penelitian dirancang dengan membuat perbandingan kultur spirulina: air limbah laundry (v/v) yaitu kultur A (5:1), B (1:1), dan C (1:5), dengan kultur kontrol adalah spirulina tanpa air limbah. Hasil menunjukkan kinerja terbaik remediasi pada kultur C dengan reduksi COD, BOD, dan TSS masing-masing 59,2; 69,5 dan 72,1%. Morfologi spirulina setelah meremediasi lebih pendek dengan bentuk yang abnormal, terpecah, kasar, dan adanya tempelan agregat sebagai adaptasi spirulina terhadap kondisi lingkungan. Biomassa bobot basah tertinggi dihasilkan oleh kultur A (6,3768 g), kemudian C (5,5423 g), dan B (4,9914 g) dengan reduksi berat berkisar 89-91%. Uji FTIR menunjukkan terjadi perubahan senyawa kimia di dalam spirulina. Hal ini membuktikan bahwa spirulina memiliki potensi menjanjikan dalam meremediasi limbah laundry.

Filter by Year

2011 2025