cover
Contact Name
Benny Hidayat, PhD
Contact Email
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
Published by Universitas Andalas
ISSN : 18582133     EISSN : 24773484     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Rekayasa Sipil' translated as Civil Engineering Journal, is a scholarly periodical that published by Civil Engineering Departement, Faculty of Engineering, Andalas University (Unand), Padang, West Sumatra, Indonesia. The journal, abbreviated as JRS-Unand, covers recent topics in civil engineering as stated in its focus and scope. JRS-Unand publishes 6-10 articles in each edition with 8-14 pages long for each article. One volume of JRS-Unand divided into two editions, which published in February and October each year. Articles are written in Bahasa Indonesia (Indonesian language) or can be in English.
Arjuna Subject : -
Articles 342 Documents
Aplikasi Metode Eksperimen Response Surface Untuk Mengoptimalkan Kuat Tekan Bata Non Bakar Jauhar Fajrin; Hariyadi Hariyadi; Nadella Marchelina
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.989 KB) | DOI: 10.25077/jrs.13.2.79-90.2017

Abstract

Sebagai bahan bangunan yang relatif masih baru, komposisi bahan penyusun bata non-bakar masih menjadi topik yang menarik untuk diteliti. Pada beberapa studi sebelumnya upaya mencari komposisi optimum campuran bata non bakar menggunakan metode eksperimen yang mengevaluasi pengaruh sebuah faktor dalam satu kali eksperimen atau yang dikenal dengan istilah single factor experiment. Kelemahan dari metode eksperimen ini adalah kesimpulan yang dihasilkan hanya terkait dengan satu faktor yang diamati itu saja. Sementara dalam kenyataannya, hasil dari sebuah proses tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor saja melainkan dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk interaksinya. Studi ini dilakukan untuk mencari komposisi optimum bahan penyusun bata non bakar dengan menerapkan metode respon permukaan (Response Surface Method). Proses analisa data dilakukan dengan menggunakan software Minitab 17. Hasil penelitian menunjukan bahwa proporsi bahan yang menghasilkan kuat tekan paling optimal adalah semen (21,034%), pasir (28,9651%) dan tanah liat (50%), yang mampu menghasilkan bata non bakar dengan kuat tekan rata-rata sebesar 50.22 kg/cm2. Hasil penelitian ini juga merekomendasikan sebuah persamaan umum untuk memprediksi kuat tekan bata non bakar apabila menggunakan ketiga komposisi bahan tersebut, yaitu: y=-5,56x1+0,141x2+0,541x3+0,214x1 x2+0,0473x1 x_x-0,307x2  dengan x1, x2 dan x3 masing-masing adalah proporsi semen, pasir dan tanah liat.
KINERJA PERKUATAN TEBING SALURAN DENGAN BRONJONG DI BELOKAN 120O AKIBAT BANJIR BANDANG (UJI EKSPERIMENTAL DI LABORATORIUM) Darwizal Daoed; Sunaryo Sunaryo; Bambang Istijono; Wahyu Putra Utama
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1460.972 KB) | DOI: 10.25077/jrs.11.1.11-22.2015

Abstract

Kawasan perbukitan yang mana kemiringan lerengnya sangat tajam dan tajam, yakni lebih dari 30o sangat sering terjadi keruntuhan tebing. Akibat keruntuhan tebing ini akan menyebabkan lembah tertimbun oleh material tanah, batuan dan pohon. Ketika curah hujan besar dan intensitas tinggi lembah akan terisi air, sedangkan debit air yang mengalir relatif kecil. Hal ini disebabkan oleh adanya tumpukan material runtuhan yang berada di lembah yang secara tidak langsung berfungsi sebagai bendung alamiah. Suatu ketika bendung ini akan jebol dan terjadilah banjir bandang (flashflood). Banjir bandang dapat merubah geometri saluran, terutama pada daerah belokan. Trase belokan akan berubah menjadi lurus akibat hantaman banjir. Disamping merubah alur aliran dapat juga memperlebar dasar saluran. Untuk mempertahankan agar saluran tidak berubah secara geometrik, maka dilakukan pembuatan dinding bronjong sebagai perkuatan. Tetapi dari sekian banyak dinding bronjong yang dibuat ada beberapa yang tidak berfungsi dengan baik. Dimana kelihatan dalam jangka waktu kurang dari dua tahun dinding dari bronjong sudah runtuh. Ketidakstabilan bronjong disebabkan oleh daya rusak air yang membentur tebing saluran. Benturan air ke sisi luar dan kembali ke sisi dalam membentuk gerakan spiral menuju ke hilir tikungan. Pada penelitian terdahulu sisi luar tikungan pada bagian hilir dominan tergerus dan pada sisi dalam terjadi penumpukan sedimen (Daoed, Februarman,2008). Untuk itu perlu dilakukan perkuatan pada sisi luar belokan dan dilakukan pengujian terhadap kinerja bronjong pada ujung hilir tikungan dan awal tikungan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa, keruntuhan bronjong tejadi pada awal dan akhir tikungan, dan setelah diperkuat dengan perkuatan gabungan arah horizontal dan vertikal (menjadikan elemen struktur lebih kompak), dan kemiringan dasar saluran ekstrim yakni hingga 7%, terlihat hanya bagian hilir tikungan saja yang mengalami keruntuhan. Sebaliknya untuk kemiringan lebih terjal, maka keruntuhan semakin cepat. Ini menunjukan, bahwa bagian hilir tikungan perlu didesain dengan perkutan yang lebih stabil.
FLOATING RAFT-PILE FOUNDATIONS ANALYSIS USING NUMERICAL SIMULATION Helmy Darjanto
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.994 KB) | DOI: 10.25077/jrs.7.2.40-46.2011

Abstract

The numerical simulation of raft-pile foundations subjected to vertical load is presented in this paper. For comparison study, numerical models of single raft and pile groups are completed. The numerical models are adopting the elastic constitutive law for the materials. The stresses and vertical displacement of the models are observed. The behaviour of the raft-pile foundation compared to the pile-group is then investigated. The results using the same external load show that the raft-pile foundation has smallest displacement compared to the others. In terms of stresses, the raft shows contribution of the load transfer to the underneath soil as well as the piles. Moreover, the behaviour of the raft-pile system appears to be a combination of the pile-group and the single raft. In order to estimate the bearing capacity of the raft-pile system, it is suggested that the contribution of the raft should be included in addition of the piles’. Keywords: raft-pile foundation, soil-structure interaction, floating foundation
JENIS DAN RAGAM KERUSAKAN SALURAN PRIMER DAERAH IRIGASI BANDAR LAWEH KABUPATEN SOLOK Februarman Februarman
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.453 KB) | DOI: 10.25077/jrs.5.1.57-66.2009

Abstract

Untuk mengalirkan air dari sumbernya (intake) ke areal persawahan diperlukan saluran irigasi. Saluran irigasi akan melewati medan dengan berbagai kondisi topografi. Untuk dapat mengairi areal seluas mungkin, maka saluran primer dipilih sebagai saluran yang mengikuti garis kontur yang disebut juga saluran garis tinggi. Saluran primer pada Daerah Irigasi Bandar Laweh Kabupaten Solok melintasi medan dengan topografi yang curam, menyebabkan banyaknya kerusakan sepanjang saluran, mulai dari kebocoran saluran, kerusakan tanggul, sampai kelongsoran badan saluran, sehingga suplai air untuk areal persawahan tidak terpenuhi sesuai kebutuhan. Usaha rehabilitasi yang dilakukan selama ini hanya bersifat parsial, sehingga masalah utama yaitu kekurangan suplai air tidak dapat ditanggulangi. Diperlukan penataan dan perencanaan ulangsistem jaringan irigasi Bandar Laweh, agar daerah sasaran irigasi dapat terairi dengan baik.Kata Kunci : irigasi, saluran garis tinggi, kebocoran, kelongsoran.
Perencanaan Integrasi Layanan Operasional Antar Moda Railbus dan Angkutan Umum di Kota Padang Maiyozzi Chairi; Yossyafra Yossyafra; Elsa Eka Putri
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.823 KB) | DOI: 10.25077/jrs.13.1.1-12.2017

Abstract

Semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat menyebabkan akses jalan untuk menunjang kelancaran perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan skenario perencanaan secara operasional dalam menyesuaikan moda transportasi Railbus yang terintegrasi dengan moda angkutan umum sehingga diharapkan pemanfaatan dan pelayanannya bisa berjalan dengan baik, diterima oleh semua masyarakat, dan tercipta transportasi multimoda yang efektif dan efisien. Penelitian ini juga didukung oleh parameter analisis perencanaan yaitu waktu tempuh perjalanan dan biaya perjalanan. Di dalam perencanaan menggunakan identifikasi daerah tangkapan (Catchment Area) pada 5 Stasiun/Halte Railbus dengan asumsi radius +2000 m dan daerah tangkapan (Catchment Area) untuk rute angkot dengan asumsi +500 m ke daerah sekitar. Secara metodologis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, deskriptif dan perencanaan yang merujuk pada hasil survey pengamatan operasional kombinasi multimoda dalam kondisi angkot eksisting maupun setelah multimoda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 39 zona yang telah ditetapkan batasannya dan sudah diidentifikasi, maka didapatkan sekitar 18 zona asal tujuan perjalanan yang berpeluang untuk multimoda dan terbagi menjadi 180 kombinasi asal tujuan perjalanan dengan persentase sekitar 11,83 % dari O-D Matrix secara keseluruhan. Pada analisis variabel waktu perjalanan didapatkan sebanyak 15 zona asal dan 18 zona tujuan yang berpeluang multimoda terdiri dari 77 kombinasi asal tujuan perjalanan atau sekitar 42,77% dari keseluruhan kombinasi asal tujuan perjalanan dan 5,06% dari O-D Matrix secara keseluruhan. Sedangkan pada analisis variabel biaya perjalanan didapatkan sebanyak 15 zona asal dan 14 zona tujuan yang berpeluang multimoda terdiri dari 78 kombinasi asal tujuan perjalanan atau sekitar 43,33% dari keseluruhan kombinasi asal tujuan perjalanan dan 5,13% dari O-D Matrix secara keseluruhan. Tahap akhir dilakukan berupa perencanaan terintegrasi dari semua skenario yang sudah ditetapkan yaitu berupa perencanaan yang diharapkan terintegrasi secara waktu, rute, biaya, dan fasilitas penunjang.Kata kunci : Integrasi, Transportasi, Railbus, Kombinasi perjalanan, Multimoda
ANALISA STABILITAS LERENG PADA CAMPURAN PASIR DAN TANAH LEMPUNG DENGAN MENGGUNAKAN PERMODELAN DI LABORATORIUM Anissa Maria Hidayati
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1136.345 KB) | DOI: 10.25077/jrs.8.1.1-10.2012

Abstract

Tanah longsor merupakan potensi bencana geologis berupa pergerakan tanah yang terjadi karena perubahan keseimbangan daya dukung tanah dan akan berhenti setelah mencapai keseimbangan baru. Selain itu tanah longsor merupakan salah satu fenomena alam yang tidak terkontrol yang menarik perhatian manusia karena berpotensi membahayakan keselamatan manusia. Analisa stabilitas lereng dilakukan untuk mengevaluasi kondisi kestabilan lereng dan ditujukan untuk mendapatkan angka faktor keamanan dari suatu bentuk lereng tertentu. Dengan diketahuinya faktor keamanan memudahkan pekerjaan pembentukan atau perkuatan lereng untuk memastikan apakah lereng yang telah dibentuk mempunyai resiko longsor atau cukup stabil.Pengujian dilakukan di laboratorium dengan membuat pemodelan lereng dengan ukuran 13x0,2x0,6 meter. Pemodelan lereng diletakkan di atas meja getar yang di dalamnya telah diberi campuran tanah lempung dan pasir dengan persentase 90% pasir dan 10 % tanah lempung.Selanjutnya sebagai getaran gempa, shaking-table digetarkan, dan pencatatan terhadap getaran gempa ini dilakukan dengan menggunakan accelogram. Bentuk output dari accelogram ini dicatat dengan accelegraf dengan menggunakan program G-Trace. Keywords: tanah longsor, stabilitas lereng, tanah lempung dan pasir, G-Trace
PENINGKATAN KEKUATAN GESER TANAH DENGAN MENGGUNAKAN CERUCUK Hendri Gusti Putra; Abdul Hakam; Nova Yusri
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.791 KB) | DOI: 10.25077/jrs.5.2.27-38.2009

Abstract

Tanah lempung merupakan jenis tanah yang memiliki kuat geser yang rendah sehingga akan menghadapi masalah apabila tanah lempung ini menerima beban yang cukup besar. Hal ini menyebabkan tanah lempung tidak bisa diberi beban yang besar. Cara untuk mengatasi masalah ini bisa dilakukan dengan memberi urugan di atas tanah lempung itu. Tapi cara ini memerlukan biaya yang besar. Salah satu alternatif lain untuk meningkatkan kekuatan geser tanah lempung adalah dengan memberikan cerucuk yang ditusukkan ke dalamnya. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan cerucuk terhadap kekuatan geser tanah lempung. Metode yang digunakan yaitu dengan membandingkan berbagai kombinasi cerucuk yang ditusukan ke dalam tanah lempung dan tanpa cerucuk. Percobaan di laboratorium dengan menggunakan alat compression machine untuk menentukan kekokohan tanah atau daya dukung dari tanah lempung itu. Cerucuk dipasang dengan berbagai variasi dimulai dari panjang cerucuk, penempatan cerucuk (vertikal maupun horizontal) dan jarak antar cerucuk. Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa penggunaan cerucuk dapat meningkatkan kekuatan geser pada tanah lempung. Semakin panjang cerucuk dan semakin dekat jarak antar cerucuk, semakin dapat meningkatkan kekuatan geser tanah lempung. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan guna mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan cerucuk untuk meningkatkan kekuatan geser tanah lempung. Keywords: tanah lempung, kekuatan geser, cerucuk.
Cover for Vol.12(1) JRS-Unand Editors
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.258 KB)

Abstract

Ini adalah halaman muka (cover) dan halaman dalam untuk Jurnal JRS Unand edisi volume 12(1) Februari 2016
IMPROVING CONCEPTUAL COST ESTIMATING PERFORMANCE PADA PERHITUNGAN HARGA SATUAN TERTINGGI BANGUNAN GEDUNG DI SUMATERA BARAT Nasril Nasril; Dwifitria Y. Jumas
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.805 KB) | DOI: 10.25077/jrs.10.1.32-42.2014

Abstract

Harga Satuan Tertinggi Bangunan Negara (HST-BGN) yang diatur dalam Peraturan Pemerintah PU 45/PRT/M/2007 merupakan suatu contoh pengunaan metode conceptual estimasi dalam acuan penentuan anggaran. Pedoman tersebut secara teknis berisi bagaimana menghitung estimasi biaya awal konstruksi bangunan gedung serta rumah negara melalui parameter-parameter seperti lokasi, kelas bangunan, luas lantai dan jumlah lantai. Kenyataannya, setiap Pemerintah Daerah Tingkat II menggunakan formula yang seragam dalam bentuk aplikasi spreedsheet untuk mengestimasi biaya konstruksi bangunan gedung di wilayah masing-masing. Kelemahan dari formula ini adalah tidak diakomodasinya perbedaan yang timbul dari parameter-parameter tersebut. Dalam penelitian tahap I, telah ditunjukan bahwa lokasi dan waktu mempengaruhi biaya konstruksi bangunan negara tersebut, terutama yang terkait dengan komponen sumber daya berupa material dan tenaga kerja. Selanjutnya dalam penelitian ini juga perlu ditunjukan suatu conceptual estimasi model yang melibat dua factor lain tersebut yaitu luas lantai dan jumlah lantai yang nantinya akan meningkatkan efisiensi atau performance dari proses biaya conceptual estimasi. Keywords: harga satuan, conceptual cost estimating, bangunan gedung.
EVALUASI PENERAPAN ZONA SELAMAT SEKOLAH DI KOTA PADANG Titi Kurniati; Hendra Gunawan; Dony Zulputra
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.344 KB) | DOI: 10.25077/jrs.6.2.55-64.2010

Abstract

Pembangunan di bidang angkutan jalan saat ini mengutamakan peningkatan keselamatan dan penertiban lalu lintas dan angkutan jalan, dengan sasaran menurunkan angka kecelakaan lalu lintas, baik yang dipengaruhi oleh faktor teknik (sarana dan prasarana) maupun oleh pemakai jalan (pengemudi dan pejalan kaki). Seperti program Zona Selamat Sekolah (ZoSS) yang diterapkan di Kota Padang, bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki (khusus siswa sekolah) dalam menyeberangi jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan ZoSS dimana untuk kota Padang diberlakukan tanpa ada uji coba program atau studi awal. Metode yang digunakan mengacu pada Peraturan No.: SK 3236/AJ 403/DRJD/2006 tentang UJI COBA PENERAPAN ZONA SELAMAT SEKOLAH. Analisa data dilakukan dengan statistik distribusi normal (uji Z), dengan membandingkan nilai Zhitung dengan nilai Ztabel dengan tingkat kesalahan 5% untuk perilaku penyeberang, perilaku pengantar dan kecepatan kendaraan. Hasil studi menunjukkan bahwa setelah diterapkan ZoSS, siswa sekolah belum selamat, kecuali dibantu petugas polisi. Sehingga disimpulkan penerapan ZoSS di Kota Padang belum memenuhi sasaran perencanaan. Keywords: Zona Selamat Sekolah, distribusi normal.

Page 2 of 35 | Total Record : 342