cover
Contact Name
Dr. Asep Supianudin, M.Ag.
Contact Email
asepsupianudin@uinsgd.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
altsaqafa@uinsgd.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
ISSN : 02165937     EISSN : 26544598     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
TRADISI ZIARAH SABTUAN DI KOMPLEK PEMAKAMAN SYEKH QURO Jaelani Husni
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 16, No 1 (2019): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v16i1.4243

Abstract

ABSTRAKJaelani Husni: Tradisi Ziarah Sabtuan di Komplek Pemakaman Syekh Quro.Tradisi ziarah sabtuan merupakan akumulasi dari jejak peninggalan sosok penyebar agama Islam di Karawang, yakni Syekh Quro. Sejak ditemukannya makam Syekh Quro oleh Raden Soemaredja tahun 1859, maka sejak saat itulah tradisi ziarah menjadi rutinitas yang berkembang secara berkala, berkesinambungan dan semakin ramai oleh karena dilakukan secara berjamaah. Adapun tradisi sabtuan baru dikenal pada tahun 1992 oleh adanya keinginan untuk melembagakan tradisi agar dapat membuat ramai, nyaman dan aman bagi para jamaah yang akan melaksanakan ziarah.Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan tradisi ziarah sabtuan, bagaimana tahapan – tahapan ziarah sabtuan dan dampak apa yang dirasakan setelah dilaksanakannya tradisi ziarah sabtuan.Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang meliputi tahap heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Melalui pendekatan ilmu bantu antropologis sebagai pisau analisis untuk membedah fenomena sejarah diatas, sangatlah berguna dan membantu dalam memahami objek penelitian sejarah bersangkutan.Tradisi adalah anasir budaya tentang pola tingkah laku umat manusia yang diwariskan dari generasi ke generasi dalam melingkupi lingkungannya tertentu. Tradisi juga merupakan bagian dari realigi sebagai bagian dari unsur kebudayaan. Adapun kebudayaan merupakan hasil karya, karsa cipta manusia yang dimulai dari ide, tindakan yang mewujud dalam kehidupan sehari-hari.Sebagai bagian dari unsur kebudayaan yang berbentuk religi, praktek tradisi ziarah sabtuan tidak bisa lepas dari adanya suatu getaran jiwa, yang biasanya disebut emosi keagamaan, atau religious emotion. Emosi keagamaan ini biasanya pernah dialami oleh setiap manusia, walaupun getaran emosi itu mungkin hanya berlangsung untuk beberapa detik saja, untuk kemudian menghilang lagi. Diluar dari dalam rangka ibadah, emosi keagamaan itulah yang mendorong orang melakukan tindakan – tindakan yang bersifat religi, tak terkecuali pada tradisi ziarah sabtuan di Komplek Pemakaman Syekh Quro.Oleh karena itu, lahirnya tradisi ziarah sabtuan adalah berawal dari gagasan, tindakan dan diimplementasikan dalam bentuk doa’ – do’a yang diturunkan dari generasi ke generasi hingga dewasa kini. Adapun kurun 1992 – 2012 merupakan tahun lahirnya tradisi haulan dan sabtuan sekaligus kemajuan secara kualitas dan kuantitas karena semua tradisi keagamaan itu telah dilembagakan dan diformal-institusionalisasikan semata-mata atas dasar tasyakur bi nikmat dan fastabikul khoirot.Kata Kunci : Tradisi; Ziarah; Sabtuan; Syekh Quro.
SASTRA SEBELAH: PERLAKUKAN FILM SEBAGAI FILM! Yoga Sudarisman
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 13, No 02 (2016): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v13i02.1975

Abstract

Akademisi sastra kadang banyak yang melihat film dengan sebelah mata. Maksud saya, perlakukan film layaknya film. Memang seperti halnya puisi, film disampaikan melalui pesan simbolis, majasi atau bahasa figuratif lainnya. Seperti halnya drama, film disampaikan melalui bahasa visual dan verbal. Seperti prosa, film juga sarat dengan elemen naratif. Namun tidak seperti genre sastra tersebut, film memiliki bahasa yang khas, yakni bahasa visual. Selain elemen naratif dan figuratif, film memiliki elemen sinematik atau bahasa visual yang menjadikannya perlu diperlakukan lebih dari pada genre sastra tertulis lainnya. Pada penelitian ini, Peneliti akan menyelisik keterkaitan naratif dan sinematik dalam film Sebelah (2011) karya Reza Rahadian melalui pendekatan tekstual dan genre. Bagaimana sisi naratif dan sisi sinematik secara bersama-sama mampu  menyampaikan sebuah pesan dan membentuk tema genre
Filosofi Hidup Komunitas Masyarakat Adat Sunda Kampung Naga Ditinjau dari Pranata Keagamaan Tenny Sudjatnika
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 15, No 1 (2018): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v15i1.3042

Abstract

Komunitas adat di Indonesia merupakan kelompok masyarakat yang menempati wilayah tertentu yang dicirikan oleh ketaatan dalam menjalankan adat istiadat warisan leluhur. Di Indonesai bagian Jawa barat terdapat 14 komunitas adat yang mempertahankan nilai-nilai adat dan tradisinya di tengah-tengah lingkungan modern saat ini. Penelitian menggunakan jenis kualitatif melalui analisis deskriptif melalui dokumen dan survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas Adat di Jawa Barat, agama tidak dijadikan suatu sistem yang mengatur tata keimanan dan peribadatan, tetapi difungsikan sebagai edukasi, penyelamatan, pengawasan sosial, pembentuk persaudaraan dan transformatif dengan konsep mengikat diri dengan Tuhannya. Pranata keagamaan terselenggara berdasarkan filosofi kehidupan “Berusaha mencari kesempurnaan” dengan maksud untuk mengetahui asal mula dan akhir. Orientasinya adalah kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan harapan memperoleh suatu ketentraman. Sumber ajaran difusikan dari ajaran agama terdahulu dengan ajaran Islam yang diinternalisasi pada nilai-nilai tradisi budaya leluhur. Nilai Instrumennya berpangkal dari nilai achieving seseorang yang diinginkan warga pada masa hidupnya. Sistem nilai dibangun berdasarkan hirarki nilai individu ke dalam term kesadaran yang mengkolektif. Sistem sosial dibangun atas situasi keseimbangan antara sosial dan agama yang datang dikonstruk pada situasi normal melalui reorganisasi. Rekomendasinya, perlu pelestarian prinsip budaya kesundaan yang diadaptasi pada situasi modern agar tidak tergerus jaman dengan cara dukungan moril, ilmu pengetahuan, toleransi.
NASKAH HIKAYAT ABDUL SAMAD (Suntingan Teks dan Kajian Struktur) Supriadia Azis Febriana; Asep Supianudin; Ajang Jamjam
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 15, No 2 (2018): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v15i2.3878

Abstract

Naskah Hikayat Abdul Samad merupakan Naskah dari K.FHotle menceritakan tentang tokoh Amirulmu’minin (Umar Bin Khatab)menjalankan syariat Nabi sesuai dengan Qur’an dan Hadist yang kenakan kepadaanaknya Abdul Samad. Amirulmu’minin merupakan keluarga yang kaya, iadiangkat menjadi khalifah setelah wafat Abu Bakar. Dalam Naskah HikayatAbdul Samad terdapat suntingan teks dan kajian struktur formal didalamnya olehkarena itu, penelitian ini membahas 3 permasalahan (1) bagaimana deskripsiNaskah Hikayat Abdul Samad, (2) bagaimana suntingan teks Naskah HikayatAbdul Samad, (3) bagaimana Struktur formal Naskah Hikayat Abdul Samad.Berdasarkan batasan masalah tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui deskripsi Naskah Hikayat Abdul Samad. Untuk mengetahuisuntingan teks yang terdapat dalam Naskah Hikayat Abdul Samad danmengetahui struktur formal dalam Naskah Hikayat Abdul Samad. Untukmencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode standar kemudiandalam teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan kerjalapangan. Selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif dan mengelompokandeskripsi naskah, dan mengelompokan struktur formal dengan menggunakanpendekatan sastra teori struktur formalism. Dengan menggunakan metodetersebut, hasil penelitian yang terdapat dalam Naskah Hikayat Abdul Samad,adanya suntingan teks berupa (substitusif), omisi, Adisi,transposisi,terjemahan,transliterasi teks. Bentuk omisi menjadi 38.81%. selain itu,adanya struktur formal yang terdapat dalam Naskah Hikayat Abdul Samad seperti,tema, tokoh, latar, dan amanat. Tema menjadi temuan yang mendominasi karenamerupakan gagasan pokok dan inti cerita yang terdapat didalamnya
TINJAUAN KOGNISI SOSIAL TERHADAP SOSIAL BUDAYA Tenny Sudjatnika
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 13, No 01 (2016): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v13i01.1839

Abstract

Hasil prilaku manusia sering dipengaruhi oleh orang lain dan kondisi stimulus dengan mekanisme dari proses pembiasaan merespon dan peniruan model. Teori ini arahnya pada peran sosial model manusia pada motivasi, pikiran dan tindakan berdasarkan pembelajaran observasional sebagai hasil determinasi resiprokal antara kognitif, prilaku dan lingkungan. Prosedur belajar sosial diatas sama halnya dengan prosedur belajar dalam presfektif Studi Islam. Hanya saja dalam presfektif Islam, dipengaruhi oleh bawaan (fitrah) yang dilakukan melalui belajar keteladanan Islami, belajar nilai (keyakinan, kebajikan, kebenaran dan kesabaran), belajar pola asuh (koersif, permisif dan dialogis melalui bahasa petunjuk, bahasa keterampilan, bahasa ilmiah dan bahasa lifeskills), belajar nalar dan belajar naturalis. Segala sesuatu yang diindrakannya akan mempengaruhi pembentukan mental. Sementara itu di masyarakat religius Islam, religi berfungsi sebagai etos dan motivasi, sebab di dalamnya mempengaruhi potensi fitrah yang dipertimbangkan secara kognisi berdasarkan pertimbangan daya akal, daya kalbu dan daya nafsu sehingga menghasilkan asy-syakhshiyat (kepribadian) yang terkategori pada kepribadian yang mendapat hidayah dan kepribadian yang tidak mendapat hidayah. Islam dengan landasan ajaran spiritual, etika dan moral yang khas atas kewahyuan dan suri tauladan yang sami’na wa atha’na harus menjadi penyeimbang, penserasi, penyelaras antara dunia dan akhirat dan menjadi inspirasi dan stimulus  nilai-nilia moral yang berperadaban. Oleh karena itu, umat Islam dengan penuh kejujuran harus mampu bekerja keras meningkatkan civilitasi ilmu pengetahuan yang bermutu pendidikan, penguasaan teknologi yang aksiologis berfondasi kepribadian yang mantap, cerdas, berkualitas berdasarkan Islam. Ekspresinya ijtihad menjadi dinamika peradaban Islam yang penting dalam memecahkan persoalan sosial budaya masa kini dan ke depan.
Deskripsi Sosial Masyarakat terhadap Gambar dan Tulisan yang Terdapat dalam Gerobak Truk Asih Prihandini; Ahmad Fauzan
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 15, No 1 (2018): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v15i1.3031

Abstract

 ABSTRACT This journal discusses the description of the lives of truck drivers represented in image and text message on the back of the truck. The image and text message become interesting since some readers feel it as a mere entertainment. However, to see the interpretation is through the perspective of linguistics. The theory of semiotics used analyze the point of view and meaning of images and writings that are represented.  By using the connotation and denotation meaning contained in semiotics, the language used is analyzed. The method used in this research is qualitative to describe the statement or the existing picture. The purpose of this study is to get understanding about image and text message illustrated on the back of the truck. The conclusion is that every writing and illustration illustrated in the truck has its own purpose which leads to the attention and criticism of the society towards the development of the era so that the meaning becomes part of the representation of some people who live on the streets.
THE BEAUTY OF JINAS IN THE BOOK OF MIRQAT AL-MAHABBAH Deuis Sugaryamah; Edi Komarudin
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 16, No 1 (2019): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v16i1.4305

Abstract

Mirqat al-Mahabbah is a monumental work of a great scholar, KH. Aon Abdul Majid who was well-known as Ajengan Aon from Singaparna – Tasikmalaya  and lived during the Indonesian independence struggle (1890-1934). This book is presented in Arabic language, laden with the beauty of the sentences. Using Ilmu Badi’, the beauty of a sentence can be derived either from the “words” which is called al-Muhassinat al-Lafzhiyyah, and/ or the beauty that derived from the “meaning” known as al-Muhassinat al-Maknawiyah. Among the types of beauty referencing the words are jinas, iqtibas and saja'. This study focuses on discussing the beauty of the phrases/ sentences in Mirqat al-Mahabbah only from jinas. The results indicate the varieties of jinas diverse in the book, thus symbolizing the aesthetic of such literary work.
Hyperbolic Expressions in One Direction’s Love Song Lyrics Ruminda Ruminda; Nida Kharimah
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 14, No 1 (2017): al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v14i1.1795

Abstract

Hyperbole is an exaggerate expression which is often used in literary works such as poem, novel and song lyric. This research will analyze how the hyperbolic expressions are shown in One Direction’s love song lyrics by using Claridge’s theory of hyperbole. The objects taken for this research are from love song lyrics of One Direction which are taken from 3 albums. The finding shows that from the analyzed data, the hyperbolic expressions are shown from their gradability and intensification, context, and problem of literal meaning.
GENRE BASED APPROACH TO TEACHING NARRATIVE WRITING Zurdianto Zurdianto
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 13, No 01 (2016): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v13i01.1834

Abstract

This study aims at investigating the process of writing narrative text at lower secondary level of education (SMPN 4 Pekanbaru, Riau Province). The researcher, assisted by an English teacher as his collaborator, employed classroom action research to observe teaching and learning process. The study was conducted within two Cycles in which each Cycle comprised modeling, joint construction, and independent construction. Four instruments consisting of observation sheet, field notes, interview, and test were used to collect the data in Cycle 1. Five instruments consisting of observation sheet, field notes, interview, test, and questionnaire were used to collect the data in Cycle 2.  The finding shows that three steps of writing narrative text to enhance the students’ learning atmosphere and improve the students’ writing achievement included (1) the students determined the important information from the text; (2) the students shared their ideas about their works with their friends; and (3) the students presented the texts in the class and discussed them with their classmates.  Genre-based approach has been proved to enhance joyful learning atmosphere and improve the students’ learning writing achievement in classification text.  Another finding is all participants customarily went through the basic phases of the writing process of narrative text: prewriting, drafting, revising and most of the them only know the terms like generic structure of the text. Besides, Interview in Cycle 1 revealed that the students felt comfortable, happy, and enjoyed learning writing using genre-based approach. Interview in Cycle 2 revealed that genre-based approach was comfortable, helpful to get outline of information, and an easy way to comprehend the text. Questionnaire indicated out of 35 students, 20 students’ responses were “strongly agree” and 15 responses were “agree” for the benefit of genre-based approach implementation. The finding of the students’ writing achievement showed that out of 35 students, 19 students got the score above 60 in Cycle 1; meanwhile, all students got the score above 60 in Cycle 2.  
Improvement of the Elementary School Students’ Reading Comprehension through Generative Learning Model (A Quasi-Experimental Study on Reading Learning Model of the Elementary School Students at Subdistrict South Sumedang, Sumedang Regency) Asep Saepurokhman
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 13, No 02 (2016): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v13i02.1981

Abstract

This study reports an application of learning model—the so-called generative model considered to be capable of exploring students’ potency, developing their creative thinking, and enhancing their reading comprehension competency.  Based on the result of data analysis, it is known that the process of reading-comprehension learning runs well in full activity of students. The students’ tendency to the learning of reading comprehension using such a model is positive in the means of 75.10%. The generative learning model succeeds in enhancing the students’ competence of reading comprehension. The means of score before the treatment is only 53.80%, whereas after the treatment it gets 72% in which the index gain is 0.41 and it is categorized into mediocre. There is difference of reading-comprehension competence between the use of generative learning model and conventional model. It is proven by t-test, indicating that t-observed is higher than t-table. Therefore, the generative learning model is effective and reasonable to use for the teachers in the improvement of stduents’ reading-comprehension competence.

Page 6 of 22 | Total Record : 214