cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalprasiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Jend. A. Yani 67, Singaraja 81116, Telp. 0362-21541, Faks. 0362-27561
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
PRASI: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya
ISSN : 16936124     EISSN : 26141116     DOI : -
Core Subject : Education,
PRASI: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya is a scientific open-access, peer-reviewed bilingual journal published by the Faculty of Language and Art, Universitas Pendidikan Ganesha. PRASI is a fully refereed academic research journal that aims to spread original, theoretical and practical progress in multidisciplinary research findings related to Language and Art. PRASI creates a bridge between research and development for researchers and practitioners nationally and globally.
Arjuna Subject : -
Articles 390 Documents
MANFAAT APLIKASI PEMBELAJARAN CLC MEANING TERHADAP PENGUASAAN KOSAKATA DAN KEMAMPUAN MEMBACA TEKS BAHASA MANDARIN Natasha Yvonne Limianty; Septerianie Sutandi
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.89568

Abstract

Aplikasi pembelajaran dapat memberi manfaat bagi siswa, termasuk dalam mempelajari bahasa asing seperti bahasa Mandarin. Salah satu kendala umum dalam belajar bahasa Mandarin adalah penguasaan kosakata, yang mempengaruhi kemampuan membaca. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan aplikasi pembelajaran kosakata bahasa Mandarin bernama “CLC Meaning” terhadap perkembangan penguasaan kosakata dan kemampuan membaca siswa peserta kursus CLC kelas Foreign Chinese cabang Kebon Jeruk (Jakarta) yang berusia 12-15 tahun. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan analisis nilai siswa, yang kemudian dianalisis secara komparatif. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi CLC Meaning terbukti efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata dan kemampuan membaca bahasa Mandarin siswa. Penguasaan kosakata siswa secara otomatis terasa pengaruhnya saat proses membaca dan mengerjakan soal HSK. Setelah rutin menggunakan aplikasi CLC Meaning, siswa merasa dapat lebih lancar, cepat, dan mudah dalam mengerjakan soal HSK.
EKSPRESI BERMAIN VIDEO GIM DENGAN MUSIK LATAR KENA BRIDGE OF SPIRITS DJ Dimas Phetorant; Amra Reza; Ramzi Muzakky
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.90875

Abstract

Gim ini dibuat oleh pengembang Amerika, tetapi musiknya menggunakan musik Indonesia, yaitu musik Bali. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mendeskripsikan ragam ekspresi yang didapat saat bermain gim serta elemen musiknya. Menggunakan metode kualitatif dengan teori umpan balik wajah serta analisis musik dan ekspresi wajah. Data dikumpulkan dengan observasi dan studi literatur sebagai bahan acuan yang berkaitan dalam penelitian ini. Observasi dilakukan dengan mengamati pola ekspresi wajah para pemain gim dan mencatatnya. Studi kepustakaan dengan cara menjelajahi artikel-artikel ilmiah guna menambah wawasan tentang objek yang akan diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspresi yang didapatkan pada gim Kena Bridge of Spirits didominasi oleh ekspresi senang, marah, terkejut dan jijik. Serta dalam musik latar gim ini ditemukan menggunakan sepuluh alat musik tradisional, yaitu: rindik, jublag, kempur, suling, ceng-ceng kecek, reyong, gangsa, kendang, gong dan kempli.
TINDAK TUTUR KOMISIF PASANGAN CALON TERPILIH DALAM DEBAT CALON GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR BALI PILKADA 2024 Putu Sri Pratekawati; I Dewa Putu Wijana
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.103146

Abstract

Debat politik sebagai bagian dari tahapan pemilihan kepala daerah merupakan ruang strategis bagi pasangan calon untuk membangun citra, menyampaikan visi-misi, dan menegaskan komitmen program. Penggunaan bahasa dalam debat memiliki peran penting karena tuturan yang disampaikan oleh pasangan calon terpilih memiliki implikasi kebijakan yang nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan fungsi tindak tutur komisif yang digunakan oleh pasangan calon terpilih dalam Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Pilkada 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan teori tindak tutur dari Searle. Data penelitian dikumpulkan melalui metode simak dan catat. Data dianalisis berdasarkan jenis dan fungsi tindak tutur komisif yang digunakan oleh pasangan calon terpilih. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 8 data jenis tindak tutur komisif, yaitu berjanji (3 data), berkaul (2 data), menawarkan (2 data), dan bersumpah (1 data). Temuan juga mengungkap 6 fungsi tindak tutur komisif, yaitu menyatakan kesiapan, menutup pembicaraan, menjamin, meyakinkan, menunjukkan kesimpatian, dan menunjukkan kemampuan. Tindak tutur komisif berjanji dengan fungsi menyatakan kesiapan dan menutup pembicaraan serta tindak tutur komisif berkaul dengan fungsi menjamin dan meyakinkan merupakan bentuk yang paling dominan digunakan. Strategi tersebut menunjukkan upaya pasangan calon terpilih untuk memperkuat komitmen dan memperoleh kepercayaan publik melalui janji politik yang dianggap realistis dan dapat dipertanggungjawabkan. Penggunaan jenis dan fungsi tindak tutur komisif dalam debat politik berperan penting dalam membentuk persepsi publik terhadap pasangan calon terpilih. Penelitian ini menegaskan tindak tutur komisif berfungsi sebagai instrumen politik yang efektif untuk membangun citra kredibel, memengaruhi persepsi pemilih, dan menggambarkan komitmen politik dikonstruksi melalui bahasa dalam debat publik.
ANALISIS INTERLANGUAGE FONOLOGI PENUTUR KOREA DALAM PELAFALAN BAHASA INDONESIA PADA PEMBELAJAR BIPA LEVEL 2 I Putu Ari Putra Maulana; Ida Bagus Gede Dharma Putra
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.103551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena interlanguage fonologis pada penutur asli bahasa Korea yang mempelajari bahasa Indonesia. Masalah utama dalam penelitian ini adalah adanya hambatan fonotaktik dan transfer negatif bahasa ibu yang memicu kesalahan pelafalan sistematis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fonologi interlanguage. Data penelitian bersumber dari rekaman ujaran empat informan penutur asli bahasa Korea (tiga dialek Seoul dan satu dialek Gyeongsan) yang sedang menempuh pembelajaran BIPA Level 2 dengan menggunakan stimulus dari buku ajar Sahabatku Indonesia. Sebanyak 35 sampel tuturan yang mengandung deviasi pelafalan dianalisis menggunakan metode analisis kontrastif dan teori interlanguage Selinker (1972). Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) Substitusi fonem cair (/r/→/l/) merupakan kesalahan paling dominan dengan frekuensi 13 kejadian; (2) Munculnya epentesis vokal madya [ə] sebesar 20% pada kata berakhiran konsonan sebagai strategi adaptasi struktur suku kata; dan (3) Adanya pengaruh dialek asal informan terhadap intensitas tensifikasi konsonan letup. Temuan ini mengindikasikan adanya proses fosilisasi fonologis yang memerlukan intervensi pedagogis spesifik dalam pembelajaran BIPA untuk meminimalisir distorsi makna dalam komunikasi
CONVERSION STRATEGIES OF FINE ARTS GRADUATES' CAPITALS AMID DIGITAL CREATIVE INDUSTRY TRANSFORMATION Aditya Eko Adrianto; Thoriq Bidar Dardiri; Risco Herlambang Puruhita; Muhamad Naufal Gibran Nawwafi
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.103768

Abstract

The rapid growth of the digital creative economy, especially in art-centered cities such as Surakarta, has created both opportunities and challenges for art graduates. Many Fine Arts graduates are shifting their careers toward digital illustration and graphic design, highlighting a gap between formal art education and the needs of today’s creative industry. This study aims to examine the capital conversion strategies used by Fine Arts graduates to adapt to the digital creative industry in Surakarta. Using a qualitative approach and a case study method, this research involves six graduates of the Indonesian Institute of the Arts (ISI) Surakarta who work as illustrators or graphic designers. The study explores how they transform academic capital into industry-relevant capital through informal learning pathways. Data were collected through in-depth interviews, digital portfolio observations, and curriculum document analysis, and were analyzed thematically using Pierre Bourdieu’s theoretical framework. The findings show that the Fine Arts curriculum, which focuses mainly on conventional art practices, does not fully meet the demands of the digital market. As a result, graduates depend on self-directed learning, creative communities, and accessible technologies such as smartphones to build hybrid forms of capital. Creative communities play a key role in this process, while digital portfolios on platforms like Instagram and X have become new sources of legitimacy, gradually reducing the importance of academic credentials. This study recommends curriculum revitalization and stronger collaboration between educational institutions and creative communities to better support art graduates.
ANALISIS PENGGUNAAN JARGON DALAM KOMUNITAS FOODIES SEBAGAI REPRESENTASI IDENTITAS SOSIAL DI MEDIA SOSIAL Aziz Fauzi; Diardana Prima Sintasari; Ina Ina; Imamudin Imamudin; Widya Hamzah; Ai Nurhayati; Nafa Amandani Winata
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.104153

Abstract

Penelitian ini menyelidiki pemakaian jargon di kalangan komunitas Foodies di media sosial sebagai simbol identitas sosial. Dengan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan sosiolinguistik, kajian ini meneliti istilah-istilah untuk menggambarkan berbagai macam aktivitas dalam komunitas Foodies. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, dan kalimat yang termasuk ke dalam  jargon yang digunakan komunitas Foodies di media sosial, sedangkan sumber datanya berasal dari berbagai konten di TikTok, Instagram, dan YouTube. Data diperoleh melalui observasi partisipatif tidak langsung di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube, dengan fokus pada kolom komentar, konten video, dan keterangan pengguna. Hasil dari analisis ini mengidentifikasi 30 istilah jargon yang dikelompokan ke dalam enam kategori; (a) ciri terhadap rasa makanan terdapat 9 data; (b) aktivitas dalam konten kuliner terdapat 6 data; (c) resep masakan terdapat 5 data; (d) nilai estetika terdapat 4 data; (e) jenis makanan terdapat 3 data; dan (f) waktu makan terdapat 3 data. Setiap istilah mencerminkan makna sosial, nuansa emosional, dan pembangunan identitas di dalam ekosistem digital yang berkaitan dengan kuliner. Penelitian ini menunjukkan bahwa jargon bukan hanya berfungsi untuk mendeskripsikan makanan, melainkan juga memengaruhi cara orang menentukan posisi diri, berinteraksi, dan memengaruhi orang lain di dunia maya. Dengan demikian, jargon memiliki peranan penting dalam memperkuat solidaritas, eksklusivitas, dan nilai simbolis di antara para Foodies. Temuan ini memberikan kontribusi pada kajian sosiolinguistik dengan memberikan pemahaman bagaimana bahasa berfungsi tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana ekspresi diri dan pertunjukan budaya di komunitas digital
KONOTASI LIRIK LAGU BUKA HAGA PADA KESENIAN GAMBUS LAMPUNG: KAJIAN SEMIOLOGI ROLAND BARTHES Nofriyan Hidayatulloh; Ade Febri Yulfita
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.104693

Abstract

Di tengah narasi penguatan identitas dan nilai-nilai tradisi, kebudayaan tradisonal (nilai-nilai tradisi) sendiri justru semakin kehilangan grip. Perkembangan teknologi informasi pada era digital mengakibatkan nilai-nilai tradisi tidak lagi dijadikan sebagai landasan dalam berperilaku. Perilaku masyarakat lebih dituntun oleh tren media sosial. Mengakibatkan semakin pudarnya nilai-nilai tradisi pada sosial masyarakat. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan makna konotasi lirik lagu buka haga, yakni sastra lisan masyarakat Lampung (kias) yang dinyanyikan diiringi oleh gambus Lampung (seni tradisi). Sebagai upaya untuk mengungkapkan pengetahuan dan nilai dari kias pada kesenian gambus Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan etnografi sebagai metode pengumpulan data lapangan. Pengumpulan data terdiri dari observasi partisipan, wawancara, dan studi literatur. Penelitian ini menggunakan kerangka teori semiologi Roland Barthes, yakni menggunakan konsep denotasi dan konotasi dalam analisis data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa lirik lagu buka haga mengandung pengetahuan dan nilai berupa norma orang Lampung dalam menyampaikan maksud dan tujuan, norma pergaulan bujang gadis Lampung, dan konsep religi orang Lampung. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diungkapkan sebelumnya, kesenian gambus Lampung tidak dapat sekedar dimaknai sebagai seni hiburan semata. Lebih dari itu, di balik kemasan kesenian gambus Lampung yang bersifat hiburan, kesenian gambus Lampung berisi pengetahuan dan konsep nilai melalui kias. Lebih spesifik, kias pada kesenian gambus Lampung sebagai ekspresi simbolik masyarakat Lampung, berisi pengetahuan yang mengatur perilaku.
TUBUH DIGITAL DAN RUANG KOLABORATIF: TRANSFORMASI ESTETIKA DALAM PENCIPTAAN KARYA TARI KONTEMPORER Asti Nurmayanti; Trianti Nugraheni; Reni Haerani
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.104729

Abstract

Penelitian ini membahas transformasi estetika dalam proses penciptaan karya tari kontemporer di era digital melalui pemanfaatan media digital sebagai ruang kolaboratif. Fenomena kolaborasi virtual yang muncul akibat perkembangan teknologi telah mengubah cara seniman berinteraksi, berkreasi, dan merefleksikan tubuh dalam konteks artistik. Dengan menggunakan pendekatan Art-Based Research (ABR), penelitian ini menempatkan praktik seni sebagai metode utama untuk memahami relasi antara tubuh, ruang, dan media digital dalam penciptaan karya tari berjudul Ambang Batas. Proses penelitian dilakukan melalui observasi, dokumentasi interaksi digital, dan refleksi artistik atas praktik kolaboratif lintas wilayah menggunakan berbagai platform seperti Google Meet, WhatsApp Group, Google Drive, YouTube, Instagram, dan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital berfungsi tidak hanya sebagai sarana komunikasi dan dokumentasi, tetapi juga sebagai ruang epistemik yang memungkinkan pertukaran ide, refleksi estetika, serta penciptaan bentuk tubuh digital yang baru. Kolaborasi daring dalam penciptaan karya tari ini melahirkan bentuk estetika hibrid dengan menggabungkan kehadiran fisik dan virtual yang memperkaya dinamika kreatif serta memperluas ruang ekspresi seni pertunjukan kontemporer. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan media digital membuka peluang baru bagi kolaborasi lintas batas dalam seni pertunjukan, sekaligus memperkuat paradigma riset seni berbasis praktik yang bersifat reflektif dan partisipatif.
PENGEMBANGAN APLIKASI LATIHAN UKBI BAGI MAHASISWA PRODI TADRIS BAHASA INDONESIA UIN SUMATERA UTARA MEDAN Riris Nurkholidah Rambe; Andina Halimsyah Rambe
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.104786

Abstract

Kemampuan mahasiswa dalam menghadapi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) masih memerlukan dukungan media latihan yang efektif dan mudah diakses, sehingga diperlukan pengembangan aplikasi latihan yang terstandar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan serta menilai kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan Aplikasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) sebagai sarana latihan mandiri. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dari angket validasi, angket kepraktisan, dan tes hasil belajar, serta data kualitatif dari komentar dan masukan ahli. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi ahli bahasa dan ahli teknologi pendidikan, angket respon mahasiswa serta dosen, dan tes kemampuan UKBI. Penelitian melibatkan 45 mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia FITK UIN Sumatera Utara pada semester genap 2024/2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi berada pada kategori sangat layak, dengan tingkat validitas 93% dari ahli bahasa dan 87% dari ahli teknologi pendidikan. Kepraktisan juga dinilai sangat layak dengan persentase 90% dari mahasiswa dan 95% dari dosen. Efektivitas aplikasi terlihat dari peningkatan skor rata-rata mahasiswa dari 438,07 (Semenjana) menjadi 607,04 (Unggul). Secara keseluruhan, aplikasi UKBI terbukti layak digunakan sebagai media latihan dan evaluasi mandiri untuk meningkatkan kemahiran berbahasa Indonesia di perguruan tinggi
DIGITALIZATION AND DEEP LEARNING IN TEACHING INDONESIAN LITERATURE: STRATEGIES FOR BUILDING CRITICAL LITERACY Diky Saputra Hutabalian; Nensy Megawati Simanjuntak; Arumtyas Puspitaning Padmasari; Victor MTL Tobing; Imron Amrullah
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.105389

Abstract

Perkembangan pesat teknologi digital dan kecerdasan buatan, khususnya deep learning, telah memperkenalkan paradigma baru dalam pengajaran sastra Indonesia. Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan mendesak untuk mengintegrasikan pendekatan teknologi ke dalam pembelajaran sastra yang selama ini cenderung bersifat konvensional, agar peserta didik mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis sekaligus literasi digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi digitalisasi dan penerapan deep learning dalam meningkatkan efektivitas pengajaran sastra Indonesia, serta merumuskan strategi pembelajaran yang menumbuhkan literasi kritis pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), yang bersumber dari referensi primer dan sekunder terkait pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan bahasa dan sastra. Data dianalisis dengan teknik deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi pola integrasi teknologi, tantangan, serta peluang dalam konteks Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi dan deep learning dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sastra dengan menjadikannya lebih interaktif, personal, dan kontekstual. Melalui analisis teks otomatis, peserta didik dapat mengeksplorasi makna karya sastra secara lebih mendalam, sementara guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing proses interpretasi kritis. Pembahasan juga menyoroti isu-isu etis, kesiapan infrastruktur, serta perlunya peningkatan kompetensi literasi digital guru. Kesimpulannya, digitalisasi dan deep learning bukan sekadar alat teknologi, melainkan juga strategi pedagogis untuk menumbuhkan literasi kritis, yang pada akhirnya memperkuat relevansi pembelajaran sastra Indonesia di era digital