cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalprasiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Jend. A. Yani 67, Singaraja 81116, Telp. 0362-21541, Faks. 0362-27561
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
PRASI: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya
ISSN : 16936124     EISSN : 26141116     DOI : -
Core Subject : Education,
PRASI: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya is a scientific open-access, peer-reviewed bilingual journal published by the Faculty of Language and Art, Universitas Pendidikan Ganesha. PRASI is a fully refereed academic research journal that aims to spread original, theoretical and practical progress in multidisciplinary research findings related to Language and Art. PRASI creates a bridge between research and development for researchers and practitioners nationally and globally.
Arjuna Subject : -
Articles 390 Documents
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN LITERASI AKSARA JAWA BERBASIS MULTIMODAL: STUDI EKSPERIMEN PADA PESERTA DIDIK SMP NEGERI 24 SEMARANG Cofishta Dian Santosa; Nur Hanifah Insani; Mujimin Mujimin
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.105931

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran literasi aksara Jawa berbasis multimodal terhadap keterampilan membaca aksara Jawa pada peserta didik kelas 7D SMP Negeri 24 Semarang. Model ini dikembangkan sebagai inovasi pembelajaran yang berorientasi pada pelestarian aksara Jawa di era digital serta menyesuaikan pendekatan belajar dengan karakteristik Generasi Z yang akrab dengan teknologi. Melalui penerapan pendekatan multimodal, proses pembelajaran diharapkan menjadi lebih menarik, interaktif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini, sehingga mampu memperkuat literasi budaya lokal di tengah arus globalisasi digital. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian berjumlah 257 peserta didik kelas VII, dan sampel sebanyak 32 peserta didik kelas 7D dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test dan N-gain yang didahului oleh uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 30,985 menjadi 64,378 dengan signifikansi <0,000 <0,05 serta nilai N-gain sebesar 0,488 kategori sedang. Peningkatan juga tampak pada aspek intonasi, pelafalan, dan kelancaran membaca. Peserta didik yang semula belum mampu membaca tanda koma  dan titik dengan tepat menjadi lebih baik dalam melafalkannya dengan intonasi sesuai, mampu membedakan bunyi aksara mirip seperti da–dha dan ta–tha, serta lebih lancar membaca meskipun beberapa masih tampak ragu. Dengan demikian, model pembelajaran literasi aksara Jawa berbasis multimodal terbukti efektif dan relevan sebagai inovasi pembelajaran berbasis budaya yang dapat meningkatkan keterampilan membaca aksara Jawa di era modern.
KONSTRUKSI TINDAK TUTUR LAKI-LAKI TERHADAP ISU GENDER DALAM PODCAST “SUSAHNYA JADI PEREMPUAN” Erinda Nur Melati Jannah; Nina Queena Hadi Putri; Nia Novita Putri; Alfian Rokhmansyah
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.106172

Abstract

Pada era digital bahasa yang digunakan dalam media seperti podcast tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga mencerminkan cara pandang masyarakat terhadap berbagai isu, termasuk kesetaraan gender. Penelitian ini membahas bentuk dan makna tindak tutur yang digunakan oleh narasumber laki-laki dalam podcast “Susahnya Jadi Perempuan” bagian 1 dan bagian 2 yang dipandu oleh Najwa Shihab. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur yang digunakan oleh narasumber laki-laki serta memahami bagaimana tuturan mereka merepresentasikan pandangan terhadap perempuan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa transkripsi, seleksi, dan klasifikasi tuturan yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur asertif, direktif, dan ekspresif paling dominan digunakan untuk menyatakan pandangan, memberi saran, dan mengekspresikan empati terhadap perempuan. Tuturan-tuturan tersebut memperlihatkan adanya kesadaran sosial dan perubahan cara pandang laki-laki terhadap isu kesetaraan gender di ruang publik digital.
TRILOGI KI HAJAR DEWANTARA SEBAGAI KERANGKA PEMAKNAAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA GONG SI BOLONG DAN TARI TAYUB Uci Rahmawati; Uus Karwati; Reni Haerani
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.106252

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara Gong Si bolong dan Tari tayub dengan Trilogi Ki Hajar Dewantara, sebagai dasar penguatan pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Gong Si Bolong merupakan instrumen gamelan khas Depok yang memiliki bentuk unik berlubang di bagian pencon, sedangkan Tari Tayub adalah tradisi Jawa yang tumbuh di masyarakat agraris dan sering dipentaskan pada upacara panen atau sedekah bumi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur dan analisis video dokumenter. Fokus penelitian ini diarahkan pada aspek musikalitas, koreografis, serta nilai filosofis yang terkandung dalam kesenian tradisional ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gong Si Bolong berperan penting sebagai penanda siklus dan pusat harmoni dalam struktur laras pelog, sedangkan Tari Tayub menampilkan gerak improvisatif yang menyatu dengan irama gamelan. Keduanya tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai seperti gotong-royong, spiritualitas, estetika, perjuangan budaya, dan pendidikan karakter. Nilai tersebut sejalan dengan prinsip Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan pembelajaran seni berbasis budaya lokal serta pelestarian warisan budaya sebagai media pembentukan karakter bangsa. 
HARMONI ALAM DAN MANUSIA: ANALISIS NILAI EKOLOGIS DALAM MITOS NUSANTARA JAGAPATI BUMI I Nyoman Yasa; I Gede Nurjaya; I Wayan Artika; Ade Asih Susiari Tantri; I Putu Mas Dewantara; Ida Bagus Putrayasa
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.107946

Abstract

Isu lingkungan hidup menjadi salah satu perhatian utama dunia dewasa ini. Hal ini karena kondisi bumi yang semakin mengkhawatirkan. Pemahaman dan kesadaran peserta didik mejaga lingkungan dan alam perlu ditingkatkan.  Banyak strategi yang bisa dilakukan, misalnya melalui mitos nusantara berjudul Jagapati Bumi—tokoh mitologis yang diyakini sebagai penjaga keseimbangan alam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai ekologis dalam mitos Jagapati Bumi yang nantinya dapat dijadikan sebagai sumber belajar untuk siswa kelas V dalam pembelajaran dengan tema Sayangi Bumi. Jenis deskriptif kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan nilai-nilai ekologis dalam mitos nusantara berjudul Jagapati Bumi. Teknik pengumpulan data untuk analisis nilai-nilai ekologis mitos berjudul Jagapati Bumi dilakukan dengan pembacaan yang intensif, mencatat nilai-nilai ekologis yang terkandung dalam mitos, kemudian melakukan analisis. Tahapan dalam teknik analisis untuk nilai-nilai ekologis, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara kualitatif. Hasil penelitian ini, yaitu (1) mitos nusatara Jagapati Bumi kaya akan nilai-nilai ekologis; (2) nilai-nilai ekologis yang terkandung dalam mitos nusantara Jagapati Bumi, yaitu nilai keseimbangan alam, nilai pelestarian dan keberlanjutan, nilai etika dan tanggung jawab, nilai spiritual dan sakralitas alam, nilai kearifan lokal, dan nilai keanekaragaman hayati. Nilai-nilai ekologis dalam mitos Jagapati Bumi sangat relevan sebagai sumber belajar pada tema Sayangi Bumi di kelas V SD.
ASESMEN BERDIFERENSIASI DALAM MODUL AJAR BAHASA INDONESIA PADA PLATFORM RUMAH PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH (KEMDIKDASMEN) Ni Putu Ayu Trisiwi; Putu Widi Ciptaningsih; Ida Ayu Putu Sri Parmini Wati; I Made Dio Oktariadi; Ida Bagus Putrayasa
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.109434

Abstract

Transformasi kebijakan pendidikan melalui Kurikulum Merdeka menempatkan evaluasi sebagai bagian penting dari proses belajar yang berfokus pada siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan evaluasi diagnostik, formatif, dan sumatif serta diferensiasi evaluasi dalam modul pembelajaran Bahasa Indonesia Fase D di Platform Rumah Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis dokumen. Data dikumpulkan melalui penelaahan sistematis terhadap elemen evaluasi dalam modul pembelajaran dan dianalisis melalui tahapan reduksi data, kategorisasi jenis evaluasi dan bentuk diferensiasi, serta penyajian dan interpretasi data secara deskriptif berdasarkan kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Temuan penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran telah mengintegrasikan ketiga jenis evaluasi secara berkelanjutan dan menggunakan hasilnya sebagai dasar untuk pengambilan keputusan pedagogik. Evaluasi diagnostik berfungsi untuk memetakan kemampuan awal, evaluasi formatif untuk memantau kemajuan belajar melalui umpan balik yang terus-menerus, dan evaluasi sumatif untuk menilai pencapaian tujuan pembelajaran. Penerapan evaluasi yang berbeda terlihat melalui variasi dalam konten, proses, dan produk, meskipun tingkat pelaksanaannya masih bervariasi. Secara keseluruhan, modul pembelajaran mencerminkan paradigma evaluasi Kurikulum Merdeka yang menyeluruh dan inklusif.
PENERAPAN DAN PELANGGARAN KESANTUNAN BERBAHASA WARGANET INSTAGRAM @brilionet PADA KASUS PERNIKAHAN BEDA AGAMA MAHALINI RIZKY FEBIAN Komang Danda Widya Anugrah; I Wayan Dede Putra Wiguna; Ni Made Paramita Widanti; Ni Nyoman Diaz Tripramesti; Ida Bagus Putrayasa
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.109464

Abstract

Pernikahan beda agama sering kali menjadi isu sensitif di media sosial yang memicu perdebatan dan berpotensi melahirkan pelanggaran kesantunan berbahasa di kalangan warganet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan dan pelanggaran kesantunan berbahasa warganet dalam menanggapi kasus pernikahan beda agama antara Mahalini Raharja dan Rizky Febian pada akun Instagram @brilionet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa komentar warganet pada lima unggahan terkait pernikahan tersebut yang dipublikasikan pada periode 30 April hingga 11 Mei 2024. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi berdasarkan prinsip kesantunan berbahasa menurut teori Leech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 60 data komentar yang dianalisis, sebanyak 40 komentar menerapkan prinsip kesantunan berbahasa dan 20 komentar melanggar prinsip kesantunan berbahasa. Penerapan kesantunan berbahasa didominasi oleh maksim pujian dan maksim simpati, sedangkan pelanggaran kesantunan berbahasa paling banyak ditemukan pada maksim simpati dan maksim kerendahan hati. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun isu pernikahan beda agama bersifat sensitif, warganet cenderung masih mempertahankan kesantunan berbahasa dalam berinteraksi di ruang publik digital. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam kajian pragmatik, khususnya terkait kesantunan berbahasa di media sosial pada konteks isu keagamaan.
IMPLIKATUR PERCAKAPAN PADA ACARA HOTROOM SEGMEN NATURALISASI TIMNAS PIALA ASIA U-23 Ni Komang Sri Krisna Dewi; Ni Made Silvia Putrinawa Listiana; Putu Ayu Paramitha Wijaya; Ursula Ajeng Silvata; Ida Bagus Putrayasa
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.109466

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui, (1) jenis implikatur percakapan pada video Hotroom segmen Naturalisasi Timnas Piala Asia U-23 dan (2) fungsi implikatur percakapan yang ditemukan pada pada video Hotroom segmen Naturalisasi Timnas Piala Asia U-23. Data penelitian berupa tuturan yang  mengandung implikatur percakapan  yang diperoleh dari video Hotroom segmen Naturalisasi Timnas Piala Asia U-23 yang berjudul “Naturalisasi untuk Prestasi?” Video tersebut berdurasi 49 menit 9 detik yang diunggah pada kanal You Tube Metro TV. Data penelitian dikumpulkan dengan metode simak catat yang kemudian dianalisis melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Berdasarkan analisis yang dilakukan, hasil penelitian ini menunjukkan, (1) terdapat 19 tuturan yang mengandung implikatur percakapan yang terbagi menjadi, 3 implikatur percakapan umum (IPU), 11 implikatur percakapan khusus (IPK), dan 3 implikatur percakapan berskala (IPS). (2) Dari ketujuh belas implikatur tersebut, ditemukan 4 implikatur dengan fungsi asertif, 12 implikatur dengan fungsi ekspresif, 1 implikatur dengan fungsi direktif, dan tidak ditemukan implikatur dengan fungsi komisif. Diantara fungsi tersebut, terdapat fungsi yang lebih dominan yaitu fungsi ekspresif yang mengandung makna menyindir dan memuji.
DAYA PEMBEDA BUTIR SOAL DALAM ASESMEN BERBASIS PROYEK: STUDI ANALISIS NON-TES DAN TES TERPADU Ni Nyoman Diaz Tripramesti; Ni Made Paramita Widanti; I Wayan Dede Putra Wiguna; Komang Danda Widya Anugrah; Ida Bagus Putrayasa
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.109479

Abstract

Asesmen berbasis proyek belum sepenuhnya didukung oleh instrumen penilaian yang mampu membedakan capaian belajar peserta didik secara optimal, khususnya dari segi daya pembeda pada instrumen tes dan non-tes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya pembeda butir soal dalam asesmen berbasis proyek yang terintegrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan rubrik penilaian proyek. Analisis data dilakukan dengan menghitung indeks daya pembeda berdasarkan perbedaan kelompok kemampuan tinggi dan rendah serta membandingkannya dengan hasil penilaian non-tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar butir soal memiliki daya pembeda pada kategori cukup hingga baik, sedangkan beberapa indikator non-tes memiliki daya pembeda rendah karena kriteria yang kurang operasional. Simpulan penelitian ini adalah bahwa instrumen tes memiliki kemampuan diskriminatif yang lebih baik dibandingkan instrumen non-tes. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan rubrik penilaian yang lebih rinci dan terukur untuk meningkatkan kualitas asesmen berbasis proyek.
CAMPUR KODE DALAM BUKU TEKS BAHASA INDONESIA JENJANG SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) Putu Widi Ciptaningsih; Ni Putu Ayu Trisiwi; Ida Ayu Putu Sri Parmini Wati; I Made Dio Oktariadi; Ida Bagus Putrayasa; Ketut Paramarta
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.109518

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis dan fungsi campur kode dalam buku teks Bahasa Indonesia jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas VII, VIII, dan IX. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap buku teks Bahasa Indonesia yang direkomendasikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Data penelitian berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang mengandung campur kode pada teks bacaan, dialog, instruksi tugas, dan rubrik pendukung. Analisis jenis campur kode mengacu pada klasifikasi Muysken, sedangkan analisis fungsi merujuk pada Pokhrel dan Nisak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis campur kode yang dominan adalah penyisipan (insertion) berupa kata dan frasa, sementara peralihan (alternation) ditemukan secara terbatas. Dari segi fungsi, campur kode paling banyak digunakan untuk mencerminkan realitas kebahasaan masyarakat, diikuti fungsi pedagogis, penjelasan konsep yang tidak memiliki padanan dalam bahasa Indonesia, serta penyampaian konsep budaya lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa campur kode dimanfaatkan secara fungsional sebagai strategi pembelajaran yang kontekstual dan adaptif.
INOVASI KERTAS RAMAH LINGKUNGAN DARI LIMBAH SERAT AMPAS SAGU UNTUK APLIKASI ECO PAINTING: INNOVATION OF ENVIRONMENTALLY FRIENDLY PAPER FROM SAGO FIBER WASTE FOR ECO PAINTING APPLICATIONS Bayu Aji Suseno; Putri Prabu Utami; Retnoning Adji Widi Astuti; Ahmad Prasetya Hady; Yanuar Ikhsan Pamuji
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.112157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kertas seni berbasis limbah serat ampas sagu sebagai alternatif substitusi terhadap serat kayu dalam proses pembuatan kertas konvensional. Residu seluler berupa empulur sagu berserat (ampas) yang dihasilkan sebagai limbah dari proses ekstraksi pati sagu memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kertas seni. Pemanfaatan limbah biomassa dari hasil pengolahan pati sagu dilakukan melalui beberapa tahapan pengolahan, meliputi pencucian, pengayakan, serta perendaman dalam larutan kimia seperti Natrium Hidroksida (NaOH), Kalsium Karbonat (CaCO₃), Polyvinyl Acetate (PVAc), serta pencetakan kertas menggunakan media kerangka kayu yang terbuat dari kain monyl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kertas seni berbasis limbah serat ampas sagu memiliki ketahanan yang cukup baik, daya serap yang optimal, serta kompatibilitas yang tinggi dengan jenis cat berbasis minyak sebagai bahan alternatif ramah lingkungan untuk media lukis. Uji kuat sobek kertas berbahan limbah ampas sagu mengindikasikan bahwa struktur serat yang relatif tebal dan panjang memberikan ketahanan yang cukup baik terhadap propagasi retakan, sedangkan ketahanan lipat menunjukkan tingkat fleksibilitas yang memadai meskipun terjadi penurunan performa setelah beberapa siklus pelipatan yang berkaitan dengan kerapuhan struktur akibat distribusi serat yang tidak merata. Potensi material kertas limbah serat ampas sagu sebagai bahan baku tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi jumlah limbah, tetapi juga mendukung upaya konservasi lingkungan dalam perkembangan industri kerajinan lokal berbasis seni lukis.