cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalprasiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Jend. A. Yani 67, Singaraja 81116, Telp. 0362-21541, Faks. 0362-27561
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
PRASI: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya
ISSN : 16936124     EISSN : 26141116     DOI : -
Core Subject : Education,
PRASI: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya is a scientific open-access, peer-reviewed bilingual journal published by the Faculty of Language and Art, Universitas Pendidikan Ganesha. PRASI is a fully refereed academic research journal that aims to spread original, theoretical and practical progress in multidisciplinary research findings related to Language and Art. PRASI creates a bridge between research and development for researchers and practitioners nationally and globally.
Arjuna Subject : -
Articles 370 Documents
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA FANTASI DENGAN PENGGUNAAN VIDEO CERITA Sri Indriani, Made
Prasi: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Vol 14, No 02 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.7 KB) | DOI: 10.23887/prasi.v14i02.22506

Abstract

This Classroom Action Research (PTK) aims (1) to find out the steps to improve the ability to write fantasy stories by using video stories for Grade VII 3 students of Undiksha Middle School, (2) knowing the increase in students' ability to write fantasy stories through video stories for grade VII students 3 Undiksha Laboratory Middle School, and (3) know students' responses to the use of video stories in improving fantasy story writing skills in class VII 3 Undiksha Laboratory Middle School. The subjects in this study were students of class VII 3 Middle Undiksha Laboratory. The objects of this study are steps to improve the ability to write fantasy stories using story videos in Grade VII 3 students of Undiksha Laboratory Middle School, increase students 'ability to write fantasy stories through video stories in Grade VII 3 students of Undiksha Laboratory Middle School, and students' responses to the use of video stories in improving fantasy story writing skills in class VII 3 Undiksha Laboratory Middle School. Data collection methods used in this study were observation, tests, questionnaires and interviews. Data were analyzed with descriptive-qualitative and descriptive-quantitative techniques. The results of this study indicate that, (1) based on the results of observations made, it can be said that the steps of implementing learning by the teacher are already classified as good / good. This can be seen from the assessments given by researchers or observers when observing the teaching teacher. (2) the use of video stories can improve students' ability to write fantasy stories. This can be seen in the comparison of classical average scores, namely in the pre-action classical average score of 68.14 (sufficient), the first cycle obtained a classical average score of 76.66 (good), whereas in the second cycle the classical average value of students to 82.95 (good); (3) students give very positive and positive responses to the use of video stories in learning to write fantasy stories.Keywords : writing skills, fantasy stories, the use of story video mediaABSTRAKPenelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan (1) mengetahui langkah-langkah meningkatkan kemampuan menulis cerita fantasi dengan menggunakan video cerita pada siswa kelas VII 3 SMP Laboratorium Undiksha, (2) mengetahui peningkatan kemampuan siswa menulis cerita fantasi melalui video cerita pada siswa kelas VII 3 SMP Laboratorium Undiksha, dan (3) mengetahui respons siswa terhadap penggunaan video cerita dalam meningkatkan keterampilan menulis cerita fantasi  di kelas VII 3 SMP Laboratorium Undiksha. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII 3 SMP Laboratorium Undiksha. Objek penelitian ini adalah langkah-langkah meningkatkan kemampuan menulis cerita fantasi dengan menggunakan video cerita pada siswa kelas VII 3 SMP Laboratorium Undiksha, peningkatan kemampuan siswa menulis cerita fantasi melalui video cerita pada siswa kelas VII 3 SMP Laboratorium Undiksha, dan respons siswa terhadap penggunaan video cerita dalam meningkatkan keterampilan menulis cerita fantasi  di kelas VII 3 SMP Laboratorium Undiksha. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, kuesioner dan wawancara. Data dianalisis dengan teknik deskriptif-kualitatif dan deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, dapat dikatakan bahwa langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru sudah tergolong baik/bagus. Hal ini dapat dilihat dari penilaian yang diberikan peneliti atau observer saat mengamati guru mengajar. (2) penggunaan video cerita dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita fantasi siswa. Hal ini dapat dilihat dalam perbandingan skor rata-rata klasikal, yakni pada pratindakan skor rata-rata klasikal 68.14 (cukup), siklus I memperoleh skor rata-rata klasikal 76,66 (baik), sedangkan pada siklus II nilai rata-rata klasikal siswa menjadi 82,95 (baik); (3) siswa memberikan respons sangat positif dan positif terhadap penggunaan video cerita dalam pembelajaran menulis cerita fantasi.Katakunci: kemampuan menulis, cerita fantasi, penggunaan media video cerita
COMPARISON OF VERB PHRASES IN ENGLISH AND ANAKALANG LANGUAGE BASIC SENTENCES Budasi, I Gede
Prasi: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Vol 8, No 14 (2012): Periode Juli-Desember 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.515 KB) | DOI: 10.23887/prasi.v8i14.445

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan persamaan dan perbedaan konstruksi frase verbal Bahasa Inggris danBahasa Anakalang dalam kalimat-kalimat sederhana (basic sentences). Data utama Bahasa Anakalang dalambentuk kalimat sederhana dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan para informan yang telah ditentukandalam penelitian ini. Sedangkan data dalam Bahasa Ingris dikumpulkan dari buku-buku teks yangmewakili pernutur asli Bahasa Inggris. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dengan menggunakananalisis konstrastif. Studi ini menunjukan bahwa konstruksi frase verbal pada kedua bahasa tersebut tidaksama. Namun demikian, dalam kalimat positif pada kedua bahasa dimana konstruksi frase verbal muncul padakedua bahasa menunjukan kesaamaan. Apabila dalam kalimat bahasa Inggris terdapat konstruksi frase verbaldimana kata kerja bantu muncul, dalam bahasa Russia bentuk tersebut tidak ada. Konstruksi frase verbaldalam bentuk kalimat positif dan negatif dalam Bahasa Inggris yang merupakan transformasi bentuk kalimatdeklaratif positif ditemukan berbeda dalam kontruksi Bahasa Anakalang. Konstruksi interogatif dalam bahasaRusia hanya mengubah intonasi bentuk kalimat deklaratif ke intonasi tanya.Kata-kata kunci: Analisis kontrastif, konstruksi frase verbal
AN ANALYSIS OF CLASSROOM MANAGEMENT APPROACHES BASED ON THE SPEECH ACTS USED BY CLASS THREE TEACHERS IN DYATMIKA PRIMARY SCHOOL Arisena, Putu Pratiwi
Prasi: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Vol 6, No 12 (2010): Periode Juli-Desember 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.256 KB) | DOI: 10.23887/prasi.v6i12.6829

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada sebuah masalah yang diungkapkan oleh Kizlik bahwa masalah utamapara guru baru adalah kemampuan mereka mengelola kelas. (Kizlik: 2008, versi internet). Oleh karenaitu, penelitian ini diadakan untuk memfasilitasi kesulitan-kesulitan mereka dalam mengelola kelas yang difokuskandalam pendekatan-pendekatan dalam managemen kelas. Tujuan utama penelitian ini adalah untukmenganalisa pendekatan-pendekatan dalam managemen kelas berdasarkan tindak tutur yang dipakai olehpara guru di Sekolah Dyatmika. Weber (1994) menyebutkan ada delapan jenis pendekatan dalam managemenkelas, tetapi hanya tiga jenis yang bisa dianalisa berdasarkan tindak tutur, yaitu Pendekatan Intimidasi,Pendekatan Authoritarian, dan Pendekatan Permisif. Pendekatan-pendekatan tersebut dianalisa berdasarkanteori tindak tutur oleh Searle (1979) dan kemudian dianalisa dengan teori managemen kelas oleh Weber (1994).Dalam mengumpulkan data, penulis menerapkan metode observasi dan metode perekaman dimana penulismerekam ucapan-ucapan guru selama proses belajar mengajar. Selain itu, penulis juga menggunakan bukucatatan dalam observasi tersebut untuk mencatat interaksi non-verbal yang tidak bisa direkam oleh alatperekam. Data yang diperoleh kemudian dianalisa menggunakan model analisa oleh Miles & Huberman dimanapenulis harus mentranskrip, mengklasifikasi, menampilkan, dan menganalisa data yang sudah terkumpul.Sebagai data pembanding, penulis juga menyertakan pendekatan dalam managemen kelas yang paling disukaioleh siswa. Data ini diperoleh dengan cara menyebar quesioner untuk siswa kelas tiga di Sekolah Dyatmika.Hasil analisa menunjukkan bahwa guru-guru kelas tiga menerapkan pendekatan authoritarian sebanyak92,96%. Pendekatan permisif ada di posisi kedua dengan persentase 5,84%. Sedangkan pendekatan intimidasihanya diterapkan sebanyak 1,20%. Jenis pendekatan ini diterapkan untuk menangani kenakalansiswa, mendisiplinkan siswa dan mengajak siswa agar mandiri. Sementara itu, pendekatan permissive diterapkanketika guru dan siswa bertukar pendapat (diskusi) dan menetapkan jarak antara guru-siswa. Pendekatanyang paling sering dipakai oleh guru-guru kelas tiga, pendekatan authoritarian, diterapkan ketikaguru mengatur dan mendisiplinkan siswa, menangani kenakalan siswa yang masih dalam kategori kenakalanringan, memberikan pujian serta semangat dan mengadakan perjanjian dengan siswa. Sementara itu,questioner menunjukkan bahwa 45,78% siswa kelas tiga suka ketika guru-guru mereka mengajar denganmenerapkan pendekatan authoritarian. Pendekatan permisif adalah pilihan kedua mereka dengan persentase41,55%. Sedangkan pendekatan intimidasi hanya dipilih sebanyak 12,67%. Hasil-hasil di atas menunjukkanbahwa pendekatan yang paling sering diterapkan oleh guru-guru kelas tiga di Sekolah Dyatmika,yaitu pendekatan authoritarian, disukai oleh para siswanya. Kondisi ini mencerminkan sebuah kondisibelajar yang efektif dimana para siswa tidak merasa terbebani dengan sesuatu yang tidak mereka senangi.Kata kunci: pendekatan intimidasi, pendekatan authoritarian,pendekatan permisif.
NOMINA DERIVASIONAL BAHASA JEPANG : SEBUAH KAJIAN MORFOLOGI GENERATIF Antartika, I Kadek
Prasi: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Vol 10, No 20 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.839 KB) | DOI: 10.23887/prasi.v10i20.8915

Abstract

Affixation is one of word formations found in most languages including in Japanese. Word formation which changes lexical identity and resulted a new lexicon is called derivation. This study was conducted to determine the process of derivational noun formation in Japanese. The results of this study show that (1) the process of the formation of Japanese noun derivational is done by embedding derivational affixes to the root of verbs, nouns, and adjectives, such as prefix{su-, ma-} suffixes {-mamire, -darake, -sei,-te, -tate, -gachi-Gimi,-sa, -mi, -Me, sei} (2) there are forms which are appropriate according to word formation rules but are not used in Japanese due to blocking of other forms representing the word.e.g *utaite, *nomitate. Afixation process in the formation of noun derivational resulted morphophonemic. Phonological processes that take place between them are the assimilation of consonant and vowel insertion / i / at the root of verbs that end in a consonant.Keywords : derivation, blocking, word formation
NILAI KEARIFAN LOKAL BALI DALAM MATERI PEMBELAJARAN BAHASA BALI DI SMA KELAS X SE-KOTA SINGARAJA Sukma Wirani, Ida Ayu; Purnami, Ida Ayu Putu
Prasi: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Vol 9, No 18 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.675 KB) | DOI: 10.23887/prasi.v9i18.8946

Abstract

This study was conducted to determine the language learning materials Bali containing the values of local wisdom and to know the types of local wisdom contained in Balinese language learning material in high school Class X in Singaraja. This study used a qualitative descriptive analysis, the results of this study indicate that the material in the book that is used in Bali to discuss learning in high school Class X in Singaraja basically about four language skills. The fourth aspect of the language skills developed in the collection of material that is as discourse, basic vocabulary, and Crete bases. Of whole language learning material in Bali, local moral values exist in the material discourse. Through discourse material that contains the values of local wisdom will provide extensive knowledge, imparting of knowledge, broaden your horizons, and transform values in students, so it can be said that the values of local wisdom in Balinese language learning materials related to values education character in Balinese language discourse material. Key words: local moral values, character education, language learning materials Bali.
POSISI DAN PENCAPAIAN UMBU LANDU PARANGGI DALAM ARENA SASTRA NASIONAL (TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA PIERRE BOURDIEU) Astika, I Made
Prasi: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Vol 8, No 16 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.233 KB) | DOI: 10.23887/prasi.v8i16.8999

Abstract

This research aimed to describe Paranggi’s in the national literary field. Data sets in this research involved texts and propositions of artists, man of letters, or journalists related to Paranggi. The data sets were collected through the use of documentation and interview techniques. Data were analyzed by describing, comparing, associating, sorting or combining them with the Bourdieu’s theories including arena, habitus, capital, strategy, and other concepts discussing cultural production field. In the national literature, Paranggi has occupied objective position as a consecrated and legitimated poet in his field. Such consecration and legitimacy have been based on the principle of specific legitimacy, i.e. recognition provided by a group of other poets that actually serve as his competitors. In other words, the recognition has positioned him in the art edge as an autonomous artist and not positioned based on the principle of dominant and popular legitimacy. Paranggi has been consistently involved in the field of limited production or the so called high level art. In such a competition, he prefers symbolic capitals, prestige involvement, charisma, authority, consecration, or artistic celebration in poetry. Poetry becomes ideology in Paranggi’s life.Keywords: Paranggi, position, and national literary field.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DAN SELF-EFFICACY TERHADAP KOMPETENSI MENULIS SISWA Sintya Dewi, Kadek -
Prasi: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Vol 11, No 02 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.828 KB) | DOI: 10.23887/prasi.v11i02.11137

Abstract

This research aimed at investigating the effect of project based learning method and self-efficacy on students’ writing competency. It was an experimental study of posttest-only control group with 2x2 factorial design in which there were twelve treatments lasted from February 2012 until the end of March 2016. For the accomplishment of the study, 84 of the seventh grade students of SMP Negeri 1 Denpasar in the academic year 2015/2016 were selected to be the sample. The data of this study were collected through self-efficacy questionnaire and writing competency test which were analyzed using Two-way ANOVA and Tukey test. The findings of the research are: (1) students who were taught by using project based learning method can significantly achieve better in writing than thosewho were taught by using conventional method, (2) there is a significant interactional effect of  project based learning method and self-efficacy toward students’ writing competency, (3) for high self-efficacy students who were taught by using project based learning method achieved significantly better than those who were taught using conventional method, (4) for low self-efficacy students, there is no significant difference between those who were taught by using project based learning method and those who were taught by using conventional method. The results of the study imply that the implementation of project in writing with the consideration of students’ self-efficacy is worth to be considered for developing students’ writing competency. Keywords: project based learning, self-efficacy, writing competency   ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh metode pembelajaran berbasis projek dan self-efficacy terhadap kompetensi menulis siswa. Ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian posttest-only control group design dengan faktorial 2x2. Dalam penyelesaian penelitian ini, 84 siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Denpasar pada tahun pembelajaran 2015/2016 dipilih sebagai sampel. Data penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner self-efficacy dan tes kompetensi menulis yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan ANAVA dua jalur dan tes Tukey. Temuan-temuan penelitian ini meliputi (1) siswa yang belajar dengan metode pembelajaran berbasis projek mampu meraih hasil yang lebih baik secara signifikan dalam menulis daripada siswa yang belajar dengan strategi konvensional, (2) terdapat efek interaksi yang signifikan antara metode pembelajaran yang digunakan dan self-efficacy, (3) untuk siswa yang memiliki self-efficacy tinggi, mereka yang belajar dengan menggunakan metode pembelajaran berbasis projek mampu mencapai hasil yang lebih baik secara signifikan dalam menulis dibandingkan dengan mereka yang belajar dengan menggunakan metode konvensional, (4) untuk siswa yang memiliki self-efficacy rendah, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kompetensi  menulis antara mereka yang  belajar  dengan  menggunakan  metode  pembelajaran berbasis projek dan metode konvensional. Temuan-temuan penelitian ini menyiratkan bahwa pengimplementasian metode menulis dengan menggunakan metode pembelajaran berbasis projek dan juga mempertimbangan self-efficacy siswa patut untuk dipertimbangkan untuk mengembangkan kompetensi siswa dalam menulis. Kata kunci: pembelajaran berbasis projek, self-efficacy, kompetensi menulis
PRASI (KOMIK TRADISIONAL BALI) DI ERA DIGITAL, TANTANGAN DAN PELUANG Rai, ida Bagus
Prasi: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Vol 12, No 02 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.41 KB) | DOI: 10.23887/prasi.v12i02.13921

Abstract

Prasi (traditional Balinese comics) is one aspect of Balinese culture that supports the noble  values and influences for the people of Bali. Prasi is a combination of two types of skills, namely the skills to write and draw on palm leaves. Prasi-shaped prose that accompanied the image using palm leaves as media. The types of stories written on prasi usually come from the epics of Ramayana and Bharatayudha. But there are also written from the story of Tantri. Prasi has function as entertainment media. The meaning contained in prasi is the values of religion and culture of Bali. The challenge of pration in the digital era, the community of the prasi  is  diminishing. The  interest  of  the  younger  generation of Bali to write a few more prasi. Opportunities in the present era as a medium for preserving culture and religion in Bali. Prasi until now still favored by foreign tourists used as a cendramata
ACCELERATED LEARNING BERBASIS DISCOVERY (ALID) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PEWARNAAN BATIK SISWA KELAS XI KRIYA KREATIF BATIK DAN TEKSTIL SMK NEGERI 1 SUKASADA TAHUN PELAJARAN 2017-2018 Murni, Ni Made
Prasi: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Vol 14, No 01 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.956 KB) | DOI: 10.23887/prasi.v14i1.17890

Abstract

Penelitian ini dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pewarnaan batik melalui penerapan model pembelajaran accelerated learningberbasis discovery. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus, pada siswa kelas XI Kriya Kreatif Batik dan Tekstil Semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan metode tes untuk mengetahui hasil belajar. Data dianalisis untuk menentukan rata-rata kelas (Mean) dan prosentase ketuntasan klasikal. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar pewarnaan batik pada siswa kelas XI Kriya Kreatif Batik dan Tekstil melalui penerapan model pembelajaran accelerated learningberbasis discovery.Hasil penelitian menunnjukkan bahwa pada siklus I nilai rata-rata siswa 78,50 dengan ketuntasan klasi-kal 75,00% berada pada kriteria tidak tuntas. Setelah dilaksanakan perbaikan tindakan pada siklus II, nilai rata-rata siswa menjadi 84,63 dengan ketuntasan klasikal 93,75 %.dan berada pada kriteria tuntas.
GAYA POP ART PADA KARYA DESAIN GRAFIS DI INDONESIA Wardana, Ketut Nala Hari
Prasi: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Vol 8, No 14 (2012): Periode Juli-Desember 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.833 KB) | DOI: 10.23887/prasi.v8i14.440

Abstract

Popular Art, or often abbreviated to Pop Art is an art movement whose presence is heavily influencedby popular culture phenomena that occur in society. Pop Art looks at popular culture for commercial purposesas a raw material that can be used as a source of ideas in the creation of work of art. Pop Art developed inthe years around 1960’s in America and England. Although the style of Pop Art has a long presence in the artworld, until now it seems the style of Pop Art is still one interesting source of inspiration for creative being,including graphic designers in Indonesia. This article tries to trace the presence of the Pop Art style in someform of graphic design work in Indonesia.Keywords : Pop Art, graphic design

Page 7 of 37 | Total Record : 370