cover
Contact Name
Jasri
Contact Email
jasri.firdaus@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.hes@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
ISSN : 25494872     EISSN : 26544970     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah ISSN 2549-4872 (print), ISSN 2654-4970 (Online)adalah media publikasi ilmiah yang fokus menyebarluaskan hasil penellitian di bidang ilmu Hukum Ekonomi, Fiqh Muamalah, dan Ekonomi Syariah. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar bekerjasama dengan LP3M Unismuh Makassar dan terbit secara berkala dua kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 134 Documents
Analysis of Islamic Mutual Funds Development in Indonesia and Legal Protection Urgency for Its Unit Participation Holders Dosan Yudi Eka Pradana
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 6, No 02 (2022): JURNAL HUKUM EKONOMI SYARIAH (DESEMBER 2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-hes.v6i02.6657

Abstract

Reksadana syariah merupakan salah satu produk investasi yang paling diminati oleh masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan yang cukup menjanjikan dengan aset sebesar Rp39,71 triliun per Agustus 2021. Meski demikian, perkembangan reksadana syariah masih tertinggal jika dibandingkan dengan sektor keuangan konvensional. Selain itu, reksadana memiliki risiko tinggi dan imbal hasil tidak terjamin. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perkembangan reksadana syariah dibandingkan reksadana konvensional sejak tahun 2010 hingga Agustus 2020 serta urgensi perlindungan hukum bagi pemilik unit penyertaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan yang bersumber dari berbagai jurnal ilmiah, buku dan informasi yang bersumber dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Peraturan Bapepam terkait reksadana. Jumlah reksadana dan Nilai Aktiva Bersih (NAB) digunakan sebagai parameter pembanding dari kedua jenis reksadana. Berdasarkan data, jumlah reksadana syariah tumbuh cukup baik dari tahun 2010 hingga Agustus 2021. Begitu pula dengan NAB reksadana syariah yang cenderung meningkat dari tahun 2010 hingga Agustus 2021, meskipun pada Agustus 2021 NAB reksadana syariah turun menjadi 7,32% dari seluruh dana kelola reksadana. Beberapa faktor yang menjadi penyebab lambatnya perkembangan reksadana syariah di Indonesia antara lain rendahnya pengetahuan dan kepercayaan masyarakat terhadap reksadana syariah, serta kurangnya dukungan pemerintah dan regulasi investasi syariah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap reksadana syariah ialah adanya jaminan dan perlindungan hukum terhadap aset yang diinvestasikan. Perlindungan hukum dapat dicapai dengan memastikan bahwa setiap tahapan proses investasi, meliputi tahap pra kontrak, tahap kontrak, maupun tahap pasca kontrak, telah sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.AbstractSharia mutual funds are one of the most in-demand investment products for the public in Indonesia. This can be seen from the promising development with assets of 39.71 Rupiah trillion as of August 2021. However, the development of Islamic mutual funds is still lagging compared to the conventional financial sector. In addition, mutual funds carry high risk and unguaranteed returns. The purpose of this study is to analyze the development of sharia mutual funds compared to conventional mutual funds from 2010 to August 2020 and the urgency of legal protection for owners of investment units. This study is based on the literature study which originates from various scientific journals, books and information obtained from the Financial Services Authority (OJK) Regulations and Bapepam Regulations related to mutual funds. Based on data, the number of sharia mutual funds grew well from 2010 to August 2021. Likewise, the NAV of sharia mutual funds tends to increase from 2010 to August 2021. Several factors have contributed to the slow development of Islamic mutual funds in Indonesia, including low public knowledge and trust, as well as the lack of government support and regulation of Islamic investments. One of the efforts that can be made to increase public trust in sharia mutual funds is the guarantee and legal protection of the assets invested. Legal protection can be achieved by ensuring that every stage of the investment process, including the pre-contract stage, contract stage, and post-contract stage, complies with the regulations in force in Indonesia.
Analisis Metode Ijtihad Hukum Imam Al-Syafi’i: Dinamika Pengembangan Qiyas dan Implementasinya dalam Al-Sharf Kamil, Muh Ahsan; Muhajirin, Muhajirin; Malli, Rusli
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 7, No 01 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-hes.v7i01.9242

Abstract

Islam merupakan agama yang sempurna, kesempurnaannya tidak hanya dari aspek kepercayaan (aqidah) saja tetapi secara menyeluruh terkait hidup manusia yang sudah diatur dalam Alquran dan Al-Sunnah. Seiring perkembangan zaman, perilaku ekonomi manusia juga terus berkembang dan lebih kompleks, hal tersebut menuntut adanya hukum Islam yang universal dan mengikuti zaman, seperti madzhab al-Syafi’i yang terkenal dengan kitab Ar-Risalahnya dengan menetapkan sumber hukum berupa qiyas. Penelitian ini bertujuan menampilkan dinamika pengembangan qiyas dan implementasinya dalam bidang ekonomi khususnya pada transaksi al-Sharf. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dengan jenis data berupa data sekunder yang bersumber dari jurnal-jurnal dan buku-buku yang berkaitan dengan topik penelitian. Data-data yang telah diperoleh kemudian dianalisis. Teknik analisis data yang digunakan ada tiga tahap, yakni reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengembangan qiyas mulai dari Imam al-Syafi’i hingga ke pengikutnya yang terus mengalami perubahan, serta pengimplementasian qiyas dalam sarf dipersamakan dengan pertukaran gandum dengan sejenis pada masa Rasulullah SAW yang dilakukan secara tunai dan sesuai rukun dan syarat. Hukum membolehkan praktik sharf memang bukan suatu hukum yang ditetapkan oleh imam al-Syafi’i. Hukum tersebut lahir dari para ulama Syafi’iyah dan jumhur ulama yang mengakui qiyas sebagai sumber hukum Islam, namun Imam al-Syafi’i sangat berperan penting dalam hal ini karena telah mengkodifikasi sumber hukum Islam.
Penimbunan Barang Perspektif Filsafat Hukum Islam Musyahid, Achmad; Alamsyah, Alamsyah; Madjid, Sitti Saleha; Rufaida, Erty Rospyana
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 7, No 01 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-hes.v7i01.11201

Abstract

The Al-Qur'an provides freedom in trade which is marked by the concept of buying and selling. However, this buying and selling is sometimes tainted by the behaviors of individuals or groups who hoard goods which cause instability in the economy which results in crises and even inflation. This is none other than to get a big advantage. The seller of the goods deliberately keeps the goods and will sell them when the price of the goods rises. Therefore, in carrying out trading business activities or in all other forms of seeking sustenance, it must be carried out with a fair concept, not in a way that harms only one party or benefits only one party, but must be based on the way that Allah swt. pleased. This study aims to find out the basic concept of hoarding of goods (Ihtikâr), to know the concept of hoarding of goods from the perspective of Islamic legal philosophy, and to be able to find out the things that are a factor in the occurrence of hoarding of goods (Ihtikâr). The methodology used by researchers is descriptive qualitative method. With an approach to the philosophy of Islamic law. The results of the study show that hoarding of goods is basically prohibited or unlawful. Whereas in the perspective of Islamic legal philosophy with the concept of Mahasin al-ahkam or mazaya al-ahkam (the virtues of Islamic law) and Thawabi al-ahkam (characteristics of Islamic law) arising from the hoarding process, the law changes to be permissible with considerations for the benefit of the ummah, one one of them is the stockpiling of basic commodities carried out by Bulog by preparing food reserves when a staple food crisis occurs and maintaining market price stability.
Kesiapan Mahkamah Syariah Kota Lhokseumawe terhadap Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah Pasca Qanun Nomor 11 Tahun 2018 Kamal, Husni
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 7, No 01 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-hes.v7i01.11075

Abstract

Pemerintah Aceh sangat mendukung pelaksanaan ekonomi syariah di Aceh dibuktikan dengan adanya Qanun No. 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah yang mengharuskan setiap lembaga keuangan yang beroperasi di Aceh berprinsip syariah. Perkembangan ekonomi syariah melibatkan beberapa pihak terkait tentunya seperti Pemerintah, lembaga keuangan syariah, masyarakat dan Pengadilan Agama/Mahkamah Syariah terkait teknis mekanisme penyelesaian sengketa ekonomi Syariah serta kompetensi hakim yang mengadili sengketa tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisa kesiapan hakim Mahkamah Syariah Kota Lhokseumawe terkait penyelesaian sengketa ekonomi syariah pasca diterapkan Qanun Lembaga Keuangan Syariah Nomor 11 tahun 2018 di Aceh. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi lapangan, sedangkan data primer didapatkan dengan mewancarai pihak Mahkamah Syariah Kota Lhokseumawe. Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu saat ini semua lembaga keuangan yang berada di Aceh sudah berubah menjadi Lembaga Keuangan Syariah dan yang berhak mengadili sengketa ekonomi syairah hanya hakim yang sudah memiliki sertifikasi ekonomi syariah. Mahkamah Syariah Kota Lhokseumawe sudah menangani sengketa ekonomi syariah sebanyak 2 perkara dan hakim yang memiliki sertifikasi hanya 3 dari total 6 hakim. Secara aturan mereka harus siap menangani sengketa sedangkan dari sisi kompetensi hakim masih belum siap sepenuhnya dalam menyelesaikan sengketa ekonomi syariah karena belum semua hakim mempunyai sertifikasi hakim ekonomi syariah.
Analysis of the Return of Evidence 220 to 258 in Decision Number 1240/Pid.sus/2022/PN.Tng With the Defendant Indra Kusuma or Indra Kenz (Perspective of the Principles of Justice, Benefit, and Al-Maslahah) Adiyanto, Rahmad
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 7, No 01 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-hes.v7i01.11281

Abstract

On August 14, 2022 the judge at the Tangerang district court stated that the defendant Indra Kusuma or Indra Kenz had spread false news which resulted in consumer losses in electronic transactions and money laundering, sentenced the defendant Indra Kenz to 10 years imprisonment and a fine of 10 billion, provided that if the sentence is not paid, it will be replaced with confinement for 10 years 2 months, and so on. Interestingly, in this decision the judge disagreed with the public prosecutor regarding the return of evidence number 220-254 to the victim-witness through the United Indonesian Traders Association because the goods were the result of a crime. Therefore the purpose of this study is to analyze aspectsal-'is (justice) andal-maslahah(benefits) viewed from the side of the victim and the accused. This research is a normative research with a normative juridical approach. This research uses secondary legal materials in the form of decisions 1240/Pid.sus/2022/PN.Tng, related laws, legal theories, theoriesal-'is, and theoryproblem. The research results show The judge's decision regarding the refusal to return evidence number 220-258 violates the principles of certainty, expediency and benefit in Islamic law. The researcher's solution is that the judge should select which evidence belongs to the victim and should return it to the victim. 
Reksadana: Penyelesaian Sengeketa Di Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia (BAPMI) Nur, Fauzan; Mujib, Abdul
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 7, No 01 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-hes.v7i01.11019

Abstract

Reksadana merupakan wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi yang telah mendapatkan izin dari Bapepam-LK. Dalam interaksi antara konsumen dengan lembaga jasa keuangan (LJK) yang dinamis, ditambah dengan jumlah produk dan layanan jasa keuangan yang selalu berkembang, kemungkinan terjadinya sengketa tidak terhindarkan. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah perbedaan pemahaman antara konsumen dengan LJK mengenai suatu produk atau layanan jasa keuangan terkait. Sengketa juga dapat disebabkan kelalaian dari konsumen atau LJK dalam melaksanakan kewajiban perjanjian terkait produk atau layanan yang dimaksud. Dalam penulisan ini menggunakan metode normatif-deskriptif  bermotifkan data sekunder yang menunjukkan, terkait kasus persengketaan antara konsumen dengan pihak lembaga jasa keuangan, Penyelesaian sengketa harus dilakukan di LJK terlebih dahulu. Dalam Peraturan OJK tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan diatur bahwa setiap LJK wajib memiliki unit kerja dan atau fungsi serta mekanisme pelayanan dan penyelesaian pengaduan bagi konsumen. Jika penyelesaian sengketa di LJK tidak mencapai kesepakatan, konsumen dapat melakukan penyelesaian sengketa di luar pengadilan atau melalui pengadilan. Penyelesaian sengketa di luar pengadilan dilakukan melalui Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS).
Lembaga-Lembaga Penghimpun Zakat Secara Online: Kajian Yuridis Dan Hukum Islam Syaiful, Sharah Nur Alfia
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 7, No 01 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-hes.v7i01.11375

Abstract

Zakat online bermanfaat bagi masyarakat karena merampingkan transfer zakat dan menghilangkan kebutuhan orang untuk bertemu langsung atau membayarnya secara langsung. Masih banyak masyarakat tidak terdidik tanpa rekening yang tidak dapat menggunakan fasilitas Baznas. Keabsahan pembayaran zakat online dipertanyakan karena jika akadnya tidak jelas, sehingga masyarakat lebih memilih membayar secara langsung.Penelitian ini menggunakan pendekatan berbasis literatur dan menggunakan analisis deskriptif yaitu menganalisis pembayaran zakat online sesuai dengan hukum Islam dan hukum positif dengan mendeskripsikan, mencirikan, dan menjelaskannya.Pembayaran zakat online bermanfaat karena alasan berikut: 1) untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dengan menyederhanakan operasi pembayaran 2) untuk menghemat waktu. 3) Ketersediaan materi yang memberikan beberapa penjelasan, jawaban soal, dan petunjuk perhitungan zakat (kalkulator zakat), 4) Keamanan transaksi online sangat penting dan harus selalu terjamin. Keabsahan zakat online bergantung pada muzakki, harta yang dikeluarkan, dan mustahiq. Namun, hukum dan keadaan yang mengatur pembayaran dan distribusi zakat tetap berlaku. Transaksi zakat internet tidak bermasalah menurut hukum Islam. Metode pembayaran yang disediakan oleh muzakki untuk pembelian zakat yang dilakukan secara online sangatlah mudah. Legalitas penyaluran zakat online muzakki tidak terpengaruh
Pengaruh Digitalisasi, Literasi Keuangan Syariah, dan Gaya Hidup terhadap Perilaku Menabung Nasabah Generasi Z di Kota Mataram Safirah, Yul; Muslihun, Muslihun; Wijaya, Pongky Arie
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 8, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-hes.v8i1.14473

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara Generasi Z di Kota Mataram mengatur keuangan mereka, cenderung menggunakan layanan online dan aplikasi keuangan. Namun pemahaman mereka tentang konsep keuangan dasar masih perlu ditingkatkan. Gaya hidup yang dipengaruhi tren dan media sosial juga mendorong perilaku konsumtif, menghambat kebiasaan menabung dan perencanaan keuangan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak digitalisasi, literasi keuangan, dan gaya hidup terhadap perilaku menabung nasabah generasi Z di Kota Mataram. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif yang menerapkan metode analisis pengaruh dengan mengukur indikator menggunakan teknik survei terhadap responden. Kuisioner disebarkan untuk mengumpulkan data dari nasabah generasi Z yang tinggal di Kota Mataram, yang dianggap sebagai populasi tak terbatas, dengan penerapan teori Lemeshow untuk menentukan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi (X1) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku menabung, literasi keuangan syariah (X2) memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku menabung, dan gaya hidup (X3) tidak memiliki pengaruh signifikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pentingnya peningkatan literasi keuangan syariah di kalangan generasi Z dalam konteks menabung. Kesimpulan ini memberikan arahan bagi lembaga keuangan dan pendidikan untuk fokus pada upaya meningkatkan pemahaman keuangan nasabah generasi Z sebagai strategi efektif dalam mendorong kebiasaan menabung. Dengan demikian, literasi keuangan dapat dianggap sebagai kunci utama dalam membentuk perilaku keuangan yang positif pada generasi Z
Analisis Komparatif Terkait Nilai-Nilai Etika Bisnis dalam Berbagai Perspektif Lintas Agama di Indonesia Alawiyah, Imroatul Latifa
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 7, No 02 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-hes.v7i02.10935

Abstract

Etika bisnis dalam berbagai perspektif lintas agama melibatkan pengakuan bahwa agama memainkan peran penting dalam membentuk pandangan tentang etika dan moralitas dalam konteks bisnis. Setiap agama memiliki ajaran, nilai-nilai, dan prinsip-prinsip berbeda yang membimbing perilaku dan keputusan bisnis umatnya. Tujuan penulisan ini adalah untuk memaparkan tentang etika bisnis dalam berbagai perspektif lintas agama. Metode penelitian ini menggunakan studi kepustakaan (library research). Studi kepustakaan ini dilakukan dengan mengumpulkan data dari sumber-sumber kepustakaan seperti jurnal, artikel, dan sejenisnya. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah dalam perspektif Islam etika bisnis didasarkan pada dua sumber utama yaitu Al-Qur’an dan Hadits yang mana dalam Al-Qur’an, bisnis disebut sebagai suatu aktivitas manusia yang bersifat material dan immaterial. Etika bisnis dalam perspektif Kristen sebagaimana yang dikatakan oleh Alexander Hill bahwa etika bisnis Kristen tidak menerima pemisahan antara pekerjaan dan kehidupan. Etika bisnis dalam perspektif Hindu kegiatan usahanya didasarkan pada konsep kemuliaan manusia sebagai ciptaan Ilahi, maksudnya adalah seorang pengusaha dianggap sebagai mitra Tuhan yang turut menciptakan nilai dan kesejahteraan dalam masyarakat. Etika bisnis dalam perspektif Buddha adalah panduan moral dan prinsip yang mengatur perilaku dan praktik bisnis berdasarkan ajaran Buddha, dan analisis komparatif etika bisnis dalam berbagai perspektif lintas agama, sebagaimana di dalam etika bisnis Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha terdapat persamaan yang mana sama-sama menekankan keadilan, kejujuran, tanggung jawab sosial, keseimbangan, dan hak asasi manusia
Etika Bisnis Islam: Implementasi dalam Bisnis Perhotelan di Banten Soleh, Soleh; Budiman, Budiman; Samudi, Samudi
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 7, No 02 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-hes.v7i02.12675

Abstract

Etika bisnis Islam merupakan penerapan prinsip-prinsip nilai Islam dari Al-Qur'an dan Hadits dalam kegiatan bisnis atau komersial. Etika bisnis Islam merupakan faktor yang sangat penting dalam menjalankan proses bisnis atau kegiatan komersial berdasarkan hukum Islam, agar bisnis atau kegiatan komersial tersebut dapat sukses di dunia dengan ridho Allah. Saat ini etika bisnis Islam banyak diterapkan diberbagai perusahaan dalam menjalankan operasionalnya, salah satunya adalah perusahaan perhotelan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis penerapan etika bisnis Islam pada sektor perhotelan Banten. Metode penelitian menggunakan kualitatif fenomenologi, sedangkan pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Penelitian ini telah menghasilkan penemuan-penemuan khusus sebagai berikut: Nilai-nilai etika bisnis Islam yang dapat diterapkan dalam pengelolaan bisnis, termasuk pengelolaan hotel, antara lain: nilai tauhid, nilai keadilan, nilai kehendak bebas, nilai tanggung jawab dan nilai ihsan. Sedangkan nilai-nilai etika bisnis Islami yang telah diterapkan selama pengelolaan hotel Wijaya Kusuma Rangkasbitung Lebak Banten antara lain: tersedianya sarana dan prasarana sholat yang dilengkapi dengan beberapa fasilitas, label sertifikasi halal pada kemasan setiap produk makanan dan minuman yang disediakan hotel, pemberian biaya sewa kepada pengunjung berdasarkan fasilitas, pemilihan tamu atau pengunjung hotel, mendistribusikan materi promosi dengan tulisan atau gambar  tidak melanggar norma dan etika, mengumandangkan adzan melalui pengeras suara untuk mengingatkan waktu salat, memperhatikan dan menyikapi keluh kesah tamu terhadap hotel, serta selalu menyapa tamu hotel dan staf hotel lainnya sangat sopan dan ramah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah etika bisnis Islam telah diterapkan pada perusahaan perhotelan di wilayah Banten.

Page 9 of 14 | Total Record : 134