cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 26,294 Documents
Tingkat Keterampilan Servis Pendek Backhand Bulutangkis Pada Siswa Kelas IV MI Ma'arif Petir Tahun 2025 Irawan, Yogi Ferdy; Junedi, Junedi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan servis pendek backhand bulutangkis pada siswa kelas IV MI Ma'arif Petir tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IV MI Ma'arif Petir yang berjumlah 48 siswa, terdiri dari 26 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Instrumen yang digunakan adalah tes keterampilan servis pendek backhand bulutangkis yang dikembangkan oleh Poole (2019) dengan validitas 0,85 dan reliabilitas 0,90. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase yang disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterampilan servis pendek backhand bulutangkis pada siswa kelas IV MI Ma'arif Petir tahun 2025 berada pada kategori "sangat baik" sebesar 8,33% (4 siswa), kategori "baik" sebesar 16,67% (8 siswa), kategori "cukup" sebesar 45,83% (22 siswa), kategori "kurang" sebesar 20,83% (10 siswa), dan kategori "sangat kurang" sebesar 8,33% (4 siswa). Berdasarkan nilai rata-rata skor, keterampilan servis pendek backhand siswa secara keseluruhan masuk dalam kategori "cukup" dengan persentase terbesar pada kategori tersebut. Perbedaan signifikan ditemukan antara keterampilan siswa laki-laki dan perempuan, dengan siswa laki-laki menunjukkan performa yang lebih baik. Hasil ini menunjukkan perlunya peningkatan pembelajaran teknik dasar bulutangkis terutama servis pendek backhand melalui metode yang lebih efektif dan latihan yang konsisten.
Analisis Keterampilan Passing Atas Atlet Klub Bola Voli Khanas Jaya Tahun 2025 Irawan, Yogi Ferdy; Solih, Ari Waladun
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keterampilan passing atas pada atlet klub bola voli Khanas Jaya tahun 2025. Keterampilan passing atas merupakan teknik fundamental dalam permainan bola voli yang mempengaruhi kualitas serangan tim. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui tes keterampilan passing atas AAHPER. Subjek penelitian adalah 20 atlet putra klub bola voli Khanas Jaya dengan rentang usia 18-24 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterampilan passing atas atlet klub Khanas Jaya berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 30,75 dari nilai maksimal 50. Dari 20 atlet, 5 atlet (25%) berada pada kategori sangat baik, 9 atlet (45%) kategori baik, 4 atlet (20%) kategori cukup, dan 2 atlet (10%) kategori kurang. Faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan passing atas adalah pengalaman bertanding, frekuensi latihan, dan teknik dasar yang dimiliki. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mayoritas atlet Khanas Jaya memiliki keterampilan passing atas yang memadai, namun masih memerlukan program latihan yang lebih intensif untuk meningkatkan keterampilan atlet pada kategori cukup dan kurang.
Motivasi Siswa Peserta dalam Mengikuti Ekstrakurikuler Futsal di SMP Negeri Sukodono Royyan, Moh.; Bawono, Mokhamad Nur
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26305

Abstract

Motivasi adalah keinginan dari seseorang, yang mendorong untuk mengerahkan kemampuan maksimal untuk mencapai tujuannya. Bagi seorang peserta futsal motivasi berperan penting dalam mencapai prestasi. Motivasi bisa dipengaruhi oleh faktor ekstrinsik dan intrinsik yang dapat menambah motivasi atlet optimal mencapai prestasinya. Motivasi ini juga mempengaruhi keaktifan peserta dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler futsal. Namun pada sekolah SMPN 1 Sukodono, ditemukan bahwa ekstrakurikuler futsal mengalami penurunan partisipasi peserta pada setiap pertemuan, ini menandai kurang optimalnya kegiatan untuk mencapai tujuan latihan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat motivasi peserta dan factor yang mempengaruhi tingkat motivasi siswa ekstrakurikuler futsal SMPN 1 Sukodono. Penelitian ini berjenis kuantitatif non eksperimen, dengan total populasi 53 siswa yang semuanya menjadi sampel penelitian. Hasil penelitian menyatakan bahwa tingkat motivasi siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler futsal SMPN 1 Sukodono berkategori “sedang”, diperoleh dari frekuensi terbesar 25 peserta (47%). Faktor intrinsik dan ekstrinsik saling mempengaruhi tingkat motivasi, namun yang dominan adalah faktor intrinsik.
Motivasi Atlet MAN 4 Madiun dalam Mengikuti Latihan untuk Menunjang Prestasi Cabang Olahraga Atletik Rohmah’, Diah Dani Nur; Sholikhah, Anindya Mar’atus
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26306

Abstract

Motivasi berperan penting bagi atlet, karena merupakan salah satu pendorong atlet dalam berprestasi. Atlet yang tidak memiliki motivasi berprestasi sama halnya dengan bergerak tanpa tujuan. Motivasi atlet dipengaruhi oleh faktor ekstrinsik dan intrinsik yang bisa menambah motivasi atlet lebih optimal mencapai prestasi. Namun motivasi di MAN 4 Madiun termasuk kurang, dilihat dari absensi kehadiran jadwal latihan dan performa latihan yang menurun, dimana hal tersebut seharusnya tidak terjadi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tingkat motivasi atlet atletik MAN 4 Madiun ketika berlatih. Dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif, serta populasi berjumah 55 atlet, dan sampel berjumlah 15 atlet. Hasil penelitian menyatakan bahwa secara garis besar tingkat motivasi atlet atletik dalam berlatih untuk prestasi di MAN 4 Madiun masuk dalam kategori sedang, yang diambil dari nilai rata-rata terbesar (53%). Belum maksimalnya tingkat motivasi atlet dikarenakan belum optimalnya faktor ekstrinsik dan intrinsik untuk memperkuat motivasi secara keseluruhan.
Hubungan Pengetahuan Personal Hygiene saat Menstruasi dengan Sikap Pencegahan Pruritus Vulvae Pada Remaja Putri di SMKN 5 Palu Sumo, Gita Olviani; Hidayat, Elin; Suaib, Suaib
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26307

Abstract

Menstruasi adalah perubahan fisiologi tubuh perempuan yang terjadi secara rutin dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Personal Hygiene saat menstruasi adalah salah satu aspek yang sangat berhubungan dengan sikap pencegahan pruritus vulvae, karena remaja putri yang mengalami pruritus vulvae merupakan remaja yang sikap personal hygiene-nya saat menstruasi kurang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan personal hygiene saat menstruasi dengan sikap pencegahan pruritus vulvae pada remaja putri di SMK Negeri 5 Palu Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan menggunakan metode analitik dengan pendekatan Cross-Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas X, XI, XII, yaitu sebanyak 141 siswi. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dengan jumlah sampel 59, menggunakan kuesioner. Dari 59 responden berpengetahuan baik memiliki kategori sikap pencegahan baik 12 (20,3%), sikap pencegahan cukup 5 (8,5%), sikap pencegahan kurang 5 (8,5%). Responden dengan pengetahuan personal hygiene cukup memiliki kategori sikap pencegahan baik sebanyak 6 (10,2%), responden dengan sikap pencegahan cukup sebanyak 8 (13,6%), responden dengan sikap pencegahan kurang sebanyak 4 (6,8%). Dan responden dengan pengetahuan kurang memiliki kategori sikap pencegahan baik sebanyak 3 (5,1%), responden dengan sikap pencegahan cukup sebanyak 5 (8,5%), dan responden yang memiliki sikap pencegahan kurang sebanyak 11 (18,6%) Teknik Analisis Pada Penelitian Ini Menggunakan Uji Chi Square dengan perolehan nilai 0,029 < 0.05, menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan. Terdapat Hubungan Pengetahuan Personal Hygiene Saat Menstruasi Dengan Sikap Pencegahan Pruritus Vulvae Pada Remaja Putri Di SMKN 5 Palu
Pendidikan Islam Berbasis Masyarakat dalam Membangun Harmoni Social di Desa Pelang-Kembangbahu-Lamongan Hardiyanti, Nurjannatin Laila; Maftuh, Maftuh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26308

Abstract

Pendidikan adalah bagian terpenting dari kehidupan manusia, karena pendidikan dapat menjadikan manusia menjadi baik atau buruk, tergantung pada prosesnya. Oleh karena itu untuk mencetak manusia yang baik maka diperlukan pendidikan yang baik pula. Pendidikan berbasis masyarakat merupakan salah satu jenis pendidikan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. adapun rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pelaksanaan pendidikan islam berbasis masyarakat dalam membangun harmoni sosial di desa Pelang-Kembangbahu-Lamongan? (2) Apa saja factor pendukung dan penghambat pendidikan islam berbasis masyarakat di desa Pelang-Kembangbahu-Lamongan? Jenis penelitian ini dalam karya ilmiah ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus atau penelitian lapangan atau Field Research. Pengumpulan Data melalui Wawancara, Observasi dan Dokumentasi., Analisis Data dengan melalui Reduksi Data, Penyajian Data dan Penarikan Kesimpulan. Temuan dalam penelitian karya ilmiah ini (1) pendidikan islam berbasis masyarakat di desa pelang-kembangbahu-lamongan tercermin dari kegiatan-kegiatan yang meliputi kegiatan harian seperti TPQ da madrasah diniyah, kegiatan mingguan seperti pembacaan tahlil, yasin dan diba’, juga jama’ah nariyah, adajuga kegiatan dua pekan sekali yaitu pengajian jum’at legi dan jum’at kliwon. Adapun bentuk harmoni sosial yang ada di desa pelang meliputi kerukunan antar umat beragama, kerja bakti, lomba dan pentas seni, juga sosialisasi. (2) kesadaran,partisipassi aktif masyarakat, dan dialog antar agama merupakan factor yang mendukung dalam membangun harmoni sosial di desa Pelang-kembangbahu-lamongan. Selain itu ditemukan juga factor penghambat, yaitu perbedaan budaya dan adat juga kurangnya kesadaran masyarakat.
Kontribusi Pendidikan Islam Moderat terhadap Keberagamaan Komunitas PITI di Surabaya Safitri, Anis; Rofiq, Muhammad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26309

Abstract

Penelitian ini membahas kontribusi pendidikan Islam moderat terhadap keberagamaan komunitas Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) di Surabaya. PITI menerapkan prinsip Islam rahmatan lil ‘alamin tanpa diskriminasi, dengan fokus pada pendidikan Islam yang moderat, inklusif, seimbang, serta mempromosikan toleransi dan kesetaraan. Selain itu, PITI juga menghargai keragaman budaya, termasuk warisan budaya Tionghoa, sebagai upaya membangun persatuan antara komunitas Islam Tionghoa dan Muslim lainnya di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian meliputi ketua komunitas, ketua bidang dakwah, takmir Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya, dan anggota PITI Surabaya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sementara analisis data melibatkan proses pengkodean, deskripsi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan Islam moderat di komunitas PITI Surabaya berhasil meningkatkan pemahaman inklusif terhadap nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin sambil mempertahankan identitas budaya Tionghoa. Namun, terdapat tantangan seperti ketidakaktifan anggota, kesulitan para muallaf dalam mengakui identitas keislamannya, dan tekanan dari keluarga. Solusi yang diterapkan meliputi pemberitahuan kegiatan rutin secara langsung dan melalui media sosial, pelaksanaan kegiatan tepat waktu, serta pembinaan muallaf secara berkala. Penelitian ini merekomendasikan eksplorasi lebih lanjut terhadap faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan pendidikan Islam moderat pada komunitas PITI untuk meningkatkan dampaknya secara efektif.
Pengaruh Implementasi Kurikulum Merdeka terhadap Minat Belajar Matematika Siswa di SMA N 05 Bukittingi Musnaini, Musnaini; Kamal, Muhiddinur
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26310

Abstract

Beberapa permasalahan yang penulis temukan di kelas XI F6 dan F7 SMA N 05 Bukittinggi menjadi pendorong dilakukannya penelitian ini. Minat yang muncul pada diri siswa saat belajar berkaitan langsung dengan Kurikulum Mandiri yang diterapkan pada diri mereka. Salah satu indikator pengaruh Kurikulum Mandiri terhadap minat belajar adalah Kurikulum Mandiri. Perilaku yang diamati di lapangan menunjukkan bahwa siswa memiliki keterbatasan dalam menerapkan kurikulum mandiri agar dapat belajar dengan minat, kurang memahami materi yang dipelajari, kurang memperhatikan guru saat menjelaskan materi, dan tidak semua siswa SMA 05 Bukittinggi mampu menerapkan kurikulum mandiri secara efektif sehingga menyebabkan kurangnya minat belajar. Kegagalan dalam mengatasi permasalahan ini akan berdampak pada hasil belajar siswa. Siswa mengaku sering merasa bosan saat belajar sehingga menghambat pemahaman mereka terhadap konten yang diajarkan instruktur kepada mereka di kelas. Mereka juga mengaku kurang percaya diri dengan kemampuan belajarnya karena ragu-ragu dalam menyampaikan ide di depan kelas. Oleh karena itu, daripada berpartisipasi aktif dalam diskusi kelas, siswa lebih suka tetap diam. Koefisien konstan sebesar 27,356 menunjukkan bahwa jika X bernilai nol (0), menurut temuan uji regresi sederhana. Ini menunjukkan bahwa 27.356 anak tertarik untuk belajar jika kurikulum otonom adalah (0). Variabel kurikuler independen memiliki koefisien regresi sebesar 0,860. Menurut temuan uji f, F hitung adalah 77,343 dan F tabel adalah 3,99, menunjukkan bahwa 77,343 > 3,99. Berdasarkan hasil uji determinasi, ditetapkan bahwa penerapan kurikulum Independen memiliki dampak yang cukup kuat/sedang terhadap minat belajar siswa. Secara khusus, 54% siswa kelas XI di SMA N 05 Bukittinggi melaporkan bahwa kurikulum memiliki dampak pada minat belajar mereka, dengan 46% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Penggunaan kurikulum otonomi berpengaruh terhadap minat siswa dalam mempelajari matematika di SMA N 05 Bukittinggi, hal ini terlihat dari hasil Berdasarkan perhitungan kriteria tersebut di atas, Ha diterima dan H0 ditolak.
Kebijakan Standar Pembiayaan di SD Negeri 4 Dobo, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Maluku Victory, Bintang Lony Vera
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i2.7100

Abstract

Standar pembiayaan adalah salah satu bagian dari standar nasional pendidikan. Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besar biaya operasional satuan pendidikan selama satu tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan standar pembiayaan di SD Negeri 4 Dobo, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Maluku. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah SD Negeri 4 Dobo telah melakukan upaya penerapan sistem pembiayaan dengan baik. Sekolah menrapkan sistem subsidi silang untuk membantu siswa yang kurang mampu. Sekolah menyalurkan beban biaya operasional sesuai ketentuan. Sekolah memiliki data latar belakang ekonomi siswa secara jelas, Sekolah juga mengatur alokasi dana yang berasal dari APBD dan APBN. Selain itu, laporan keuangan yang dibuat oleh sekolah juga dapat diakses oleh pemangku kepentingan.
Peranan Bimbingan Guru dalam Meningkatkan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun di TK Aisyiyah 14 Ampang Kota Padang Sukandar, Warlan; Ruhaniah, Ruhaniah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i2.7891

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi keinginan ingin untuk mengetahui peranan guru dalam meningkatkan kecerdasan emosioanal anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu mendeskripsikan apa yang ada sesuai dengan data dilapangan. Penelitian ini dilaksanakan di TK Aisyiyah 14 Kota Padang.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Peranan Guru dalam meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun, melibatkan orang tua, dan guru. Berperan guru sebagai pembimbing dalam perannya sebagai pembimbing guru memberi nasehat melalui pembiasaan yang dilakukan secara terus menerus membiasakan anak menggunakan sepatu sendiri, mengambil makanan sendiri, dan mengambil minuman sendiri serta guru memfasilitasi anak yaitu selalu membiasakan anak mengambil peralatan sendiri dan selalu membiasakan anak untuk menyelesaikan tugas sendiri dan guru memberi contoh kepada peserta didik dalam hal membiasakan diri untuk mandiri.