cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 25,715 Documents
Fungsi Pengawasan Masyarakat dalam Pembangunan Desa Perspektif Siyasah Tanfidziah (Studi di Desa Poncokresno, Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran) Suryadi Nuzul; Yasir Fauzi; Ahmad Fauzan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39707

Abstract

Pengawasan masyarakat merupakan salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan pembangunan desa guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif. Keterlibatan masyarakat dalam mengawasi proses pembangunan desa diperlukan untuk memastikan bahwa program pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan, kebutuhan masyarakat, serta ketentuan yang berlaku. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya fungsi pengawasan masyarakat dalam pembangunan desa di Desa Poncokresno Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana fungsi pengawasan masyarakat dalam pembangunan desa serta menganalisisnya berdasarkan perspektif Siyasah Tanfidziah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan kepala desa, perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, dan masyarakat Desa Poncokresno. Data sekunder diperoleh dari dokumen desa, peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, dan sumber lain yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi pengawasan masyarakat dalam pembangunan desa di Desa Poncokresno telah dilaksanakan melalui partisipasi dalam musyawarah desa, pemantauan pelaksanaan pembangunan, penyampaian kritik dan saran, serta pelaporan apabila ditemukan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pembangunan. Kehadiran masyarakat dalam proses pengawasan memberikan kontribusi positif terhadap transparansi dan efektivitas pembangunan desa. Namun, pelaksanaan fungsi pengawasan tersebut masih menghadapi beberapa kendala, seperti rendahnya partisipasi sebagian masyarakat, keterbatasan pemahaman mengenai mekanisme pengawasan, dan kurangnya akses informasi terkait program pembangunan desa. Dalam perspektif Siyasah Tanfidziah, fungsi pengawasan masyarakat merupakan bagian dari pelaksanaan prinsip amanah, tanggung jawab, keadilan, dan pengawasan terhadap penyelenggara pemerintahan guna mewujudkan kemaslahatan umum (maslahah ‘ammah). Dengan demikian, pengawasan masyarakat dalam pembangunan desa sejalan dengan nilai-nilai pemerintahan Islam yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan kesejahteraan masyarakat.
Peran Pemerintah Desa dalam Mengendalikan Aktivitas Hiburan Malam Perspektif Fikih Siyasah (Studi di Desa Trirahayu Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran) Syahri Yusuf; Hervin Yoki Pradikta; Ahmad Fauzi Furqon
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39708

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya aktivitas hiburan malam yang berkembang di Desa Trirahayu Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran dan berpotensi menimbulkan berbagai dampak sosial di tengah masyarakat. Dalam kondisi tersebut, pemerintah desa memiliki peran penting dalam melakukan pengendalian dan pengawasan guna menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah desa dalam mengendalikan aktivitas hiburan malam di Desa Trirahayu Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran serta menganalisisnya dalam perspektif fikih siyasah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan masyarakat setempat, serta data sekunder yang diperoleh dari dokumen, peraturan, dan literatur yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Desa Trirahayu telah menjalankan perannya dalam mengendalikan aktivitas hiburan malam melalui penyusunan aturan desa, pemberian imbauan kepada pemilik usaha dan masyarakat, pelaksanaan pengawasan secara berkala, serta koordinasi dengan aparat keamanan dan tokoh masyarakat. Namun, pelaksanaan pengendalian tersebut masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan pengawasan, rendahnya kesadaran sebagian masyarakat, dan faktor ekonomi yang melatarbelakangi keberadaan hiburan malam. Dalam perspektif fikih siyasah, peran pemerintah desa dalam mengendalikan aktivitas hiburan malam telah sesuai dengan prinsip siyasah syar’iyyah, yaitu mewujudkan kemaslahatan umum (maslahah ‘ammah), menjaga ketertiban masyarakat, serta mencegah terjadinya kemudaratan (dar’ al-mafasid).
Peran Lingkungan Sosial Budaya Toleransi Beragama terhadap Pemahaman Nilai-Nilai Pancasila Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Christin Angelina; Nabilla Nur Qolbi; Natali Rotuani Siregar; Rahel Smith Panggabean; Tamara Sesi Sihaloho; Nadra Amalia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39709

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya toleransi beragama dalam membentuk pemahaman nilai-nilai Pancasila di tengah keberagaman sosial budaya masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran lingkungan sosial budaya toleransi beragama terhadap pemahaman nilai-nilai Pancasila pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui angket terbuka kepada mahasiswa yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan keluarga, kampus, dan pergaulan memiliki pengaruh besar dalam membentuk sikap toleransi, menghargai perbedaan, serta memperkuat penerapan nilai Ketuhanan, kemanusiaan, dan persatuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lingkungan sosial budaya yang toleran berperan penting dalam meningkatkan pemahaman serta implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Patung Pangulubalang sebagai Warisan Seni Rupa Tradisional Batak di Museum Negeri Sumatera Utara Romarito Putranisa Sitorus; Syaiful Akhyar; Alfia Rahma; Wahyu Tri Atmojo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39710

Abstract

Patung Pangulubalang merupakan salah satu karya seni rupa tradisional masyarakat Batak yang memiliki nilai estetika dan fungsi sakral. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wujud visual, menganalisis nilai estetika, dan mengkaji fungsi sakral Patung Pangulubalang di Museum Negeri Sumatera Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, dokumentasi visual, dan studi pustaka. Analisis nilai estetika menggunakan teori Dharsono (2007) dan Feldman (1967), sementara fungsi sakral dikaji dalam kerangka sistem kepercayaan tradisional Batak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Patung Pangulubalang memiliki bentuk figuratif yang mengalami stilisasi dengan ciri khas berupa dominasi ukuran kepala, ekspresi wajah yang tegas, serta lubang pada bagian kepala dan badan yang berkaitan langsung dengan prosesi ritual. Nilai estetika patung terletak pada perpaduan unsur garis, bentuk, tekstur, dan proporsi yang bersifat simbolik dan relasional, lahir dari hubungan antara bentuk visual dan sistem nilai budaya Batak. Fungsi sakral patung sebagai media perlindungan kampung melalui ritual yang dipimpin datu kini telah bertransformasi menjadi fungsi edukatif dan pelestarian budaya dalam konteks museum. Penelitian ini mengisi celah kajian yang belum disentuh penelitian sebelumnya, yaitu analisis estetika berbasis teori seni rupa dan kajian fungsi sakral yang dikaitkan langsung dengan elemen fisik patung dan prosesi ritualnya.
Penguatan Wawasan Kebangsaan melalui Pendidikan berbasis Budaya: Studi Kasus di Sekolah Menengah Atas Roro Wilis; Winda Pitriani Parhamah; Pina Dhea Tafana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39711

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi program pendidikan berbasis budaya di SMA Negeri 9 Yogyakarta dan menganalisis implikasinya terhadap kesadaran nasional siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus, dan didasarkan pada teori sosiokultural Vygotsky. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel digunakan dengan mempertimbangkan kriteria eksklusi dan inklusi untuk beberapa subjek, termasuk Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Kemahasiswaan, guru sejarah, dan perwakilan siswa. Validitas data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik serta dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan berbasis budaya di SMA Negeri 9 Yogyakarta dicapai melalui program intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan kokurikuler, serta kebiasaan memasukkan ornamen dekoratif ke dalam sekolah. Upaya penguatan kesadaran nasional dilakukan dalam tiga tahap: meningkatkan pemahaman nasional, menumbuhkan kebanggaan nasional, dan mempromosikan tindakan nasional di kalangan siswa.
Pengaruh Inflasi dan Upah Minimum Regional (UMR) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten Kampar Ridwan Ocuhito; Hendra Riofita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi dan Upah Minimum Regional (UMR) terhadap tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Kampar. Permasalahan pengangguran masih menjadi tantangan dalam pembangunan ekonomi daerah karena peningkatan jumlah angkatan kerja belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Kampar dan sumber resmi lainnya. Data yang digunakan meliputi tingkat inflasi, UMR, dan tingkat pengangguran terbuka pada periode terbaru hingga tahun 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi dan kenaikan UMR memiliki pengaruh terhadap tingkat pengangguran, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Guru sebagai Agen Perubahan dalam Manajemen Pendidikan Modern Teachers as Agents of Change in Modern Educational Management Nurul Latifah Magfiroh; Eva Barokah; Nurlelawati Nurlelawati; Oman Farhurohman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39713

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru sebagai agen perubahan dalam kerangka manajemen pendidikan modern dengan menyoroti aspek peran, kompetensi, inovasi pembelajaran, serta tantangan yang dihadapi dalam praktik pendidikan. Metode yang digunakan berupa studi deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai sumber literatur yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa manajemen pendidikan modern berorientasi pada pengelolaan yang efektif, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan peserta didik. Dalam konteks ini, guru memiliki fungsi penting tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pengelola pembelajaran yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Keberhasilan peran tersebut. sangat dipengaruhi oleh penguasaan kompetensi guru yang meliputi aspek pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Di sisi lain, penerapan inovasi pembelajaran berbasis teknologi dan berpusat pada peserta didik mampu mendorong peningkatan kualitas pembelajaran. Meskipun demikian, berbagai kendala seperti keterbatasan fasilitas, rendahnya kemampuan teknologi, serta sikap resistif terhadap perubahan masih menjadi hambatan dalam implementasinya. Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis berupa peningkatan kapasitas guru secara berkelanjutan, dukungan kebijakan yang memadai, serta penciptaan budaya sekolah yang inovatif. Dengan demikian, guru sebagai agen perubahan memiliki peran krusial dalam menciptakan sistem pendidikan yang adaptif dan bermutu.
Hubungan antara Dukungan Orang Tua dengan Kecemasan Karir pada Dewasa Awal yang Sedang Mencari Kerja di Kabupaten Bekasi Siti Aisyah; Sandra Adetya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan orang tua dengan kecemasan karir pada dewasa awal yang sedang mencari kerja di Kabupaten Bekasi. Sampel penelitian berjumlah 122 responden yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara online menggunakan Google Form sesuai dengan kriteria penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan orang tua dengan kecemasan karir pada dewasa awal yang sedang mencari kerja di Kabupaten Bekasi, dengan nilai signifikansi sebesar 0,62 (p > 0,05) dan nilai Pearson Correlation sebesar 0,196. Hasil tersebut menunjukkan hubungan yang sangat lemah dan berarah positif. Temuan ini mengindikasikan bahwa dukungan orang tua bukan merupakan faktor yang berkaitan dengan meningkatnya kecemasan karir. Kecemasan karir pada dewasa awal dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti rendahnya keyakinan diri dan pandangan negatif terhadap kemampuan diri selama proses mencari kerja.
Analysis of Code-Mixing Among Z Generation Users on TikTok: A Sociolinguistic Study Rahmatilah Ainy Habeahan; Sholihatul Hamidah Daulay
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena campur kode yang digunakan oleh generasi Z pada konten di media sosial TikTok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk campur kode serta faktor yang memengaruhi penggunaannya dalam komunikasi sehari-hari di TikTok. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengambil beberapa video dan komentar TikTok sebagai sumber data. Data dianalisis melalui proses pengamatan, pencatatan, dan pengelompokan jenis campur kode yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi Z sering mencampurkan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam percakapan maupun pembuatan konten. Penggunaan campur kode dipengaruhi oleh tren media sosial, kebiasaan berkomunikasi, ekspresi diri, dan keinginan untuk terlihat lebih modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa campur kode menjadi bagian dari gaya komunikasi generasi Z di era digital.
Strategi Semiotika terhadap Penamaan Jajanan di Pasar Lama Kota Tangerang Ahmad Suiman; Widya Gusvita; Novi Irwansyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penamaan jajanan di Pasar Lama Kota Tangerang yang menunjukkan penggunaan berbagai unsur bahasa, budaya, dan simbol sosial sebagai strategi untuk membangun identitas produk serta menarik perhatian konsumen. Penamaan jajanan tidak hanya berfungsi sebagai label produk, tetapi juga sebagai tanda yang mengandung makna tertentu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna denotatif dan makna konotatif yang terkandung dalam penamaan jajanan di Pasar Lama Kota Tangerang berdasarkan kajian semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan kerangka analisis semiotika Roland Barthes yang difokuskan pada makna denotatif dan konotatif. Data penelitian berupa nama-nama jajanan yang diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan pencatatan data di kawasan Pasar Lama Kota Tangerang. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi penanda, petanda, makna denotatif, dan makna konotatif yang terkandung dalam setiap nama jajanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 16 nama jajanan yang layak dianalisis setelah melalui proses validasi ahli. Penamaan jajanan tersebut membentuk lima pola utama, yaitu penamaan berbasis identitas lokal, penamaan berbasis bahasa daerah, penamaan berbasis bahasa populer dan media sosial, penamaan berbasis prestise dan bahasa asing, serta penamaan berbasis sensasi atau hiperbola. Secara denotatif, nama-nama jajanan berfungsi sebagai identitas yang menjelaskan jenis, bahan, atau karakteristik produk. Secara konotatif, nama-nama tersebut mengandung makna yang berkaitan dengan lokalitas, keakraban, kemewahan, keunikan, kreativitas, serta daya tarik emosional yang ditujukan kepada konsumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penamaan jajanan di Pasar Lama Kota Tangerang merupakan praktik semiotik yang memanfaatkan tanda-tanda budaya sebagai strategi komunikasi simbolik dalam budaya konsumsi urban. Nama jajanan tidak hanya berfungsi sebagai penanda produk, tetapi juga sebagai sarana pembentukan citra, identitas, dan persepsi konsumen terhadap produk yang ditawarkan.