cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 26,294 Documents
Analisis Menejemen TB Resisten Obat di Wilayah Kerja Puskesmas Siunggam Padang Lawas Utara Seri Rahmadani Hasibuan; Fitriani Pramita Gurning
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40015

Abstract

Tuberkulosis Resisten Obat (TB-RO) merupakan tantangan besar dalam pengendalian TB di Indonesia, terutama di wilayah dengan prevalensi tinggi seperti Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen TB-RO di wilayah kerja Puskesmas Siunggam, mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, tantangan, serta kebutuhan program. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan informan dari tenaga kesehatan, pengelola program, dan pasien TB-RO. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, serta dianalisis menggunakan teknik analisis tematik berbantuan perangkat lunak Nvivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat peningkatan jumlah pasien yang sembuh dari TB-RO, masih ditemukan hambatan berupa rendahnya cakupan deteksi dini, kepatuhan pasien yang fluktuatif, keterbatasan sumber daya manusia, dan stok obat yang belum stabil. Strategi manajemen yang efektif di Puskesmas Siunggam meliputi pelaksanaan Program Pengawas Menelan Obat (PMO), edukasi masyarakat, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan rujukan ke fasilitas kesehatan rujukan TB-RO. Namun, tantangan seperti stigma sosial, keterbatasan sarana diagnostik, dan kendala geografis masih menjadi penghalang keberhasilan program. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, optimalisasi skrining berbasis komunitas, pemanfaatan teknologi untuk pemantauan kepatuhan, serta penguatan jejaring rujukan. Temuan ini diharapkan menjadi dasar perumusan kebijakan dan strategi intervensi yang lebih efektif dalam pengendalian TB-RO di tingkat puskesmas.
Literature Review : Menganalisis Hubungan Caregiver Burden, Resiliensi, Self Efficacy dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua Siswa SLB di Samarinda Ayu Putri Salsabila; Daysila Sri Mayuni; Muhammad Kemal Arrifqi; Milkhatun Milkhatun
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40016

Abstract

Orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus dan bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) sering menghadapi berbagai tuntutan fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan mental mereka, terutama tingkat kecemasan. Literature review ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara caregiver burden, resiliensi, dan self-efficacy dengan tingkat kecemasan pada orang tua siswa SLB. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur terhadap berbagai artikel ilmiah yang diperoleh dari basis data akademik nasional dan internasional dengan kata kunci yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa caregiver burden memiliki hubungan positif dengan tingkat kecemasan, di mana semakin tinggi beban pengasuhan yang dirasakan orang tua, semakin tinggi pula tingkat kecemasan yang dialami. Sebaliknya, resiliensi dan self-efficacy menunjukkan hubungan negatif dengan tingkat kecemasan. Orang tua yang memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap stres serta keyakinan yang tinggi terhadap kemampuan dirinya dalam mengasuh anak cenderung mengalami tingkat kecemasan yang lebih rendah. Selain itu, resiliensi dan self-efficacy berperan sebagai faktor protektif yang membantu orang tua menghadapi berbagai tantangan dalam pengasuhan anak berkebutuhan khusus. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa upaya untuk menurunkan kecemasan pada orang tua siswa SLB perlu difokuskan pada pengurangan beban pengasuhan serta peningkatan resiliensi dan self-efficacy melalui dukungan sosial, edukasi, dan intervensi psikologis yang tepat. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program pendampingan bagi orang tua anak berkebutuhan khusus.
Pengaruh Kompetensi Profesional Pendidik terhadap Motivasi Belajar Siswa di Era Kurikulum Merdeka Ana Safitri; Abdul Khobir; Nida Trisna Aeni; Alya Syifa; Atmim Nurona
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40017

Abstract

Kurikulum Merdeka menuntut pendidik bertransformasi dari penyampai materi menjadi fasilitator yang adaptif terhadap kebutuhan belajar siswa yang beragam, sehingga kompetensi profesional guru menjadi faktor penting dalam menjaga motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi profesional pendidik terhadap motivasi belajar siswa pada era Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui penelaahan jurnal ilmiah yang relevan dalam lima tahun terakhir. Data dikumpulkan menggunakan teknik dokumentasi dan dianalisis dengan analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguasaan materi, kemampuan pedagogis, literasi digital, dan penerapan pembelajaran berdiferensiasi berpengaruh positif terhadap partisipasi, keaktifan, serta semangat belajar siswa. Dengan demikian, penguatan kompetensi profesional guru menjadi prasyarat strategis bagi keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka dan terciptanya pembelajaran yang inspiratif dan bermakna bagi peserta didik.
Pengaruh Kemampuan Matematika terhadap Regulasi Emosi dengan Pembelajaran Diri sebagai Variabel Mediasi: Analisis Structural Equation Modeling (SEM) Wida Susanti; Rizqi Muji Prisnaini; Wanda Nugroho Yanuarto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemampuan matematika terhadap regulasi emosi dengan pembelajaran diri sebagai variabel mediasi. Kemampuan matematika dan regulasi emosi merupakan dua konstruk yang saling berkaitan dalam proses pembelajaran, namun hubungan keduanya sering kali dimediasi oleh kemampuan individu dalam mengelola dan memantau proses belajarnya sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan software AMOS. Sampel penelitian berjumlah [N] responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa model memenuhi kriteria goodness of fit dengan nilai GFI = 0,955 dan AGFI = 0,916 yang berada di atas ambang batas 0,90. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kemampuan matematika berpengaruh signifikan terhadap pembelajaran diri (koefisien = 3,79), pembelajaran diri berpengaruh signifikan terhadap regulasi emosi (koefisien = 0,51), sementara kemampuan matematika tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap regulasi emosi (koefisien = -0,05). Hasil ini mengindikasikan bahwa pengaruh kemampuan matematika terhadap regulasi emosi bersifat tidak langsung dan dimediasi sepenuhnya oleh variabel pembelajaran diri.
Peran Supervisor dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru BK di Sekolah Dasar Winda Muliani; Gusman Lesmana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran supervisor dalam meningkatkan kompetensi profesional guru Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari artikel jurnal nasional terakreditasi, buku ilmiah, prosiding seminar, peraturan perundang-undangan, dan berbagai dokumen akademik yang relevan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan kajian literatur, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisor memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kompetensi profesional guru BK melalui fungsi sebagai pembina, evaluator, konsultan, fasilitator, dan motivator. Pelaksanaan supervisi yang efektif mampu meningkatkan kemampuan guru BK dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi layanan bimbingan dan konseling sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Selain itu, supervisi juga berkontribusi dalam meningkatkan motivasi kerja, profesionalisme, serta pengembangan kompetensi guru BK secara berkelanjutan. Faktor pendukung keberhasilan supervisi meliputi kompetensi supervisor, dukungan kepala sekolah, dan komitmen guru BK, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, jumlah supervisor, dan kurang optimalnya pelaksanaan supervisi. Dengan demikian, supervisi pendidikan merupakan salah satu strategi yang efektif dalam meningkatkan kompetensi profesional guru BK di sekolah dasar.
Membedah Pesan Revolusi dalam Poster Teater “Gardu Revolusi Emak-Emak”: Studi Semiotika Peirce dan Saussure Husna Nabila Nasution; Lulu Maharani; Dona Astrianti Harahap; Kisfan Lijae; Muhammad Ismani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40068

Abstract

Penelitian ini membedah bagaimana pesan revolusi dikonstruksi secara visual dalam poster teater "Gardu Revolusi Emak-Emak". Dengan menggabungkan teori semiotika Ferdinand de Saussure dan Charles Sanders Peirce, penelitian kualitatif ini mengungkap makna di balik simbol-simbol sederhana yang ditampilkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan siluet perempuan bersanggul dan pondok bambu bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan simbol perlawanan domestik yang merakyat. Melalui permainan warna merah-jingga yang melambangkan situasi darurat serta tipografi yang tegas namun tidak formal, poster ini berhasil menggeser citra "Emak-emak" dari sosok rumahan menjadi simbol gerakan perubahan yang radikal. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa narasi revolusi dalam teater dapat disampaikan secara efektif melalui penguatan tanda-tanda visual yang dekat dengan realitas sosial masyarakat.
Analisis Gangguan Emosi dan Perilaku (Agresi, Tantrum dan Depresi) pada Anak Berkebutuhan Khusus Nurjannah Nurjannah; Hijriati Hijriati; Valira Syifa Zahra; Himayaturrahmah Himayaturrahmah; Intan Ramadhani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40069

Abstract

Gangguan emosi dan perilaku pada anak berkebutuhan khusus merupakan salah satu permasalahan yang sering ditemukan dalam proses pendidikan dan perkembangan sosial anak. Kondisi ini dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti perilaku agresi, tantrum, dan gejala depresi yang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk gangguan emosi dan perilaku yang ditunjukkan oleh seorang anak berkebutuhan khusus di TK Percontohan Raudhatul Jannah Kota Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru kelas sebagai informan utama yang secara langsung mendampingi dan mengamati perkembangan anak selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tidak memperlihatkan perilaku agresi yang berat, meskipun pernah menunjukkan perilaku melempar barang ketika mengalami ledakan emosi. Perilaku tantrum ditemukan sebagai gangguan yang paling dominan, terutama ketika keinginan anak tidak terpenuhi atau saat harus menghentikan aktivitas yang disukainya. Sementara itu, gejala depresi yang muncul ditandai dengan perasaan sedih sementara, kecenderungan menarik diri dari interaksi sosial, serta berkurangnya semangat dalam mengikuti aktivitas tertentu. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa dukungan guru melalui pendampingan yang konsisten serta kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua memiliki peran penting dalam membantu perkembangan kemampuan regulasi emosi dan perilaku anak berkebutuhan khusus.
Dari Kemandirian ke Ketergantungan: Artificial Intelligence dalam Penulisan Akademik Mahasiswa Ayu Nadira Wulandari; Dinda Rizky; Devita Syahputri; Fithrah Amalia Sirait; Firman Satria Tafonao; Siti Aisyah Lubis
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40070

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan tinggi, khususnya dalam penulisan akademik mahasiswa. AI memberikan berbagai kemudahan dalam pencarian informasi, penyusunan ide, perbaikan tata bahasa, dan penyelesaian tugas akademik. Namun, penggunaan AI yang semakin intensif juga menimbulkan kekhawatiran terhadap menurunnya kemandirian belajar serta meningkatnya ketergantungan mahasiswa terhadap teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Artificial Intelligence terhadap penulisan akademik mahasiswa serta mengidentifikasi kecenderungan perubahan perilaku dari kemandirian menuju ketergantungan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian terdiri atas 39 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Medan yang pernah menggunakan AI dalam kegiatan akademik. Data dikumpulkan melalui angket daring menggunakan skala Likert dan dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan AI berada pada kategori sangat tinggi (82,3%), manfaat penggunaan AI dalam kegiatan akademik sebesar 82,1% (sangat tinggi), pengaruh AI terhadap kemampuan berpikir mandiri sebesar 76,4% (tinggi), tingkat ketergantungan mahasiswa terhadap AI sebesar 69,7% (tinggi), serta efektivitas penggunaan AI dalam membantu penyelesaian tugas akademik sebesar 82% (sangat tinggi). Temuan penelitian menunjukkan bahwa AI memberikan kontribusi positif terhadap efektivitas dan kualitas penulisan akademik, namun penggunaan yang berlebihan berpotensi mengurangi kemandirian belajar dan meningkatkan ketergantungan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akademik. Oleh karena itu, AI perlu dimanfaatkan secara bijaksana sebagai alat bantu pembelajaran yang mendukung proses berpikir kritis dan kreativitas akademik, bukan sebagai pengganti proses tersebut.
Pengembangan Program Latihan Peregangan untuk Meningkatkan Fleksibilitas dan Mencegah Cedera pada Atlet Renang Samuel Alexandro; Nila Nila; Suni Zendrato; Andi Lahagu
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40071

Abstract

Fleksibilitas merupakan komponen kondisi fisik yang krusial bagi atlet renang, namun sering kali kurang mendapat perhatian dalam program latihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan program latihan peregangan yang sistematis guna meningkatkan fleksibilitas tubuh serta mengurangi risiko cedera pada atlet renang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain pre-post pada 10 atlet renang aktif usia 15–20 tahun. Program peregangan meliputi dynamic stretching, static stretching, dan PNF stretching yang difokuskan pada segmen bahu, punggung, pinggang, pinggul, paha, dan pergelangan kaki. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah Sit-and-Reach Test dan Shoulder Flexibility Test. Program dilaksanakan selama 6 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu. Hasil pengukuran menunjukkan peningkatan rerata fleksibilitas punggung-paha sebesar 7,40 cm (pre: 16,30 cm → post: 23,70 cm) dan fleksibilitas bahu meningkat sebesar 8,18 cm (pre: 34,15 cm → post: 42,33 cm). Selama program berlangsung, tidak ditemukan keluhan cedera baru pada peserta. Kesimpulan penelitian ini adalah program latihan peregangan yang terstruktur terbukti efektif meningkatkan fleksibilitas dan dapat menjadi strategi pencegahan cedera pada atlet renang.
Peran PKN sebagai Sistem Pendidikan Multikultural di Indonesia Putri Mas Intan Silalahi; Yacobus Ndona; Surya Dharma
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40072

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pendidikan yang multikultural di Indonesia, yang terkenal dengan keberagaman suku, budaya, dan agama. Dalam hal ini, PKn tidak hanya berperan untuk mengenalkan nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga sebagai sarana untuk menanamkan sikap toleransi, keadilan sosial, dan menghargai perbedaan. Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan cara studi pustaka untuk mengkaji bagaimana nilai-nilai multikultural dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural dapat membantu siswa memahami berbagai budaya dan membentuk individu yang inklusif serta terbuka. Strategi pembelajaran yang mengutamakan multikultural, seperti belajar bersama dan melakukan penyelidikan sosial, membantu siswa untuk menyerap nilai-nilai baik yang mendukung persatuan sosial. Dengan begitu, PKn membantu dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga dewasa dalam hal emosi dan sosial. Penelitian ini diharapkan bisa membantu dalam mengembangkan pendidikan karakter di masyarakat yang beragam budaya. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendorong penerapan nilai-nilai multikultural dalam kegiatan pendidikan di sekolah secara terus-menerus.