cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 26,400 Documents
Fenomena Bahasa Walikan sebagai Identitas Sosial di Kalangan Gen-Z Syahrina Rahmah; Azzahra Qodrunada; Putri Filani; Irham Syahri Hasibuan; Whilson Lumban Gaol; Lasenna Sialagan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena penggunaan bahasa walikan sebagai identitas sosial di kalangan Gen-Z serta mengetahui dampaknya terhadap penggunaan bahasa Indonesia baku di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan kuesioner terhadap 30 siswa kelas XI SMA Yayasan Pendidikan Gema Buwana. Hasil penelitian menunjukkan fenomena bahasa walikan telah terinternalisasi kuat, dengan tingkat pengetahuan siswa mencapai 93,3% dan pengalaman penggunaan nyata sebesar 80%. Faktor utama penggunaan meliputi motivasi internal mengikuti tren pergaulan serta dorongan eksternal pengaruh teman sebaya demi membangun komunikasi yang santai. Secara struktural, kosakata yang digunakan mencakup pembalikan huruf total (agit, utas), pembalikan silabel dengan pemotongan (sabi, kuy), dan asimilasi slang digital. Terkait dampak, mayoritas siswa (66,7%) menilai tidak berdampak negatif karena kemampuan code-switching yang adaptif, namun sepertiga responden (33,3%) mengindikasikan adanya potensi interferensi terhadap bahasa formal. Penelitian ini menyimpulkan perlunya kontrol dari lembaga pendidikan untuk menjaga keseimbangan pemakaian bahasa formal siswa di lingkungan akademik.
Analisis Penggunaan Bahasa Persuasif dalam Iklan Produk Lokal di Media Sosial Jose Alberto Sinambela; Andini Sahfitri; Astriani Astriani; Denada Claudia Tarigan; Elsa Manora Simanjuntak; Lasenna Siallagan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39998

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan bahasa persuasif dalam iklan produk skincare dan kecantikan lokal di media sosial. Fokus penelitian diarahkan pada caption, slogan, dan kalimat promosi dalam akun resmi TikTok dan Instagram Somethinc, Scarlett, Avoskin, Whitelab, Emina, Wardah, Implora, NPURE, The Aubree, dan Azarine. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik dokumentasi melalui pengamatan, pemilihan, dan pencatatan teks promosi yang mengandung unsur persuasif. Data dianalisis berdasarkan teori teknik persuasi Keraf, meliputi rasionalisasi, sugesti, kompensasi, identifikasi, proyeksi, penggantian, dan ajakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasionalisasi menjadi teknik paling dominan melalui klaim manfaat, kandungan, cara penggunaan, dan hasil produk. Teknik lain digunakan untuk membangun kedekatan emosional, menawarkan solusi masalah kulit, dan membentuk citra kulit sehat. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa persuasif berperan penting dalam wacana iklan digital.
Studi Literatur: Efektivitas Pembelajaran Berdiferensiasi terhadap Hasil Belajar Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar Ratna Dewita Syaputri; Siti Fadilah; Nur Azmi Alwi; Ari Suriani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39999

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan memperhatikan keberagaman kesiapan belajar, minat, dan profil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pembelajaran berdiferensiasi terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui pengkajian dan sintesis berbagai artikel ilmiah yang relevan dan dipublikasikan pada jurnal terakreditasi. Data dikumpulkan menggunakan teknik dokumentasi dan dianalisis melalui analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila. Penerapan diferensiasi konten, proses, dan produk mampu meningkatkan pemahaman konsep, motivasi belajar, serta keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Selain itu, pembelajaran berdiferensiasi mendukung implementasi Kurikulum Merdeka karena memungkinkan guru memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Pancasila sekaligus mendukung penguatan Profil Pelajar Pancasila di sekolah dasar.
Penguatan Nilai-Nilai Etika Kerja Islami dalam Meningkatkan Profesionalisme Tenaga Kependidikan Fany Febriantin; Putri Khalifatunnisa; Rumi Rumi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40000

Abstract

Etika kerja Islami menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas kinerja tenaga kependidikan di lembaga pendidikan. Namun, masih ditemukan berbagai permasalahan seperti rendahnya disiplin, tanggung jawab, dan profesionalisme yang menunjukkan belum optimalnya penerapan nilai-nilai etika Islami. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penerapan etika kerja Islami, perannya terhadap kinerja tenaga kependidikan, serta upaya penguatannya dalam lingkungan pendidikan. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengumpulan dan analisis berbagai sumber pustaka yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa etika kerja Islami yang diwujudkan melalui sikap amanah, jujur, disiplin, tanggung jawab, dan profesionalisme berperan dalam meningkatkan kualitas kinerja, pelayanan, serta hubungan kerja yang harmonis. Penguatan etika kerja Islami dapat dilakukan melalui penanaman nilai keimanan, pembentukan karakter, pembangunan budaya kerja Islami, kepemimpinan yang teladan, serta pelatihan berkelanjutan. Dengan demikian, etika kerja Islami berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas tenaga kependidikan dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan.
Implementasi Nilai Demokrasi dalam Pendidikan Islam: Konsep, Bentuk, dan Relevansinya bagi Pembentukan Karakter Peserta Didik Tri Cahyaning Utami; Barikatul Hikmah; Khairunnisa Islami; Ajahari Ajahari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40001

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu hidup bermasyarakat secara adil. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep nilai demokrasi dalam pendidikan Islam, bentuk-bentuk implementasinya, serta relevansinya bagi pembentukan karakter peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui analisis terhadap berbagai sumber literatur relevan tahun 2021–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai demokrasi seperti keadilan, kebebasan, persamaan, musyawarah, kemajemukan, dan toleransi sejalan dengan ajaran Islam dan dapat diintegrasikan dalam proses pendidikan. Implementasinya dapat diwujudkan melalui pendekatan integralistik, humanistik, pragmatik, dan berbasis budaya. Penerapan nilai demokrasi dalam pendidikan Islam mampu membentuk peserta didik yang kritis, toleran, partisipatif, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, demokratisasi pendidikan Islam tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam, melainkan merupakan manifestasi dari prinsip syūrā, al-'adl, dan musāwah yang menjadi inti ajaran Islam.
Mental Inlander dan Krisis Place Identity: Analisis Fenomenologis terhadap Praktik Ragebait Figur Publik Digital di Medan M Zulfikar Triadi Sucipto; Meutia Nauly; Filia Dina Anggraeni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40002

Abstract

Penelitian kualitatif ini mengkaji fenomena stigmatisasi Kota Medan yang direproduksi secara persisten oleh kreator konten lokal melalui taktik rage-baiting (umpan amarah). Fokus utama kajian ini adalah membongkar dampak destruktif dari paparan narasi toksik tersebut terhadap identitas tempat (place identity), yang secara langsung mematikan modal sosial dan menyuburkan patologi "gengsi memuji" di tengah masyarakat. Melalui pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), data digali dari pengalaman subjektif tiga partisipan yang terdiri dari warga sipil dan penggerak komunitas lokal. Hasil analisis memunculkan tiga tema esensial: (1) Eksploitasi Masalah Urban sebagai Umpan Amarah (Ragebait), (2) Persekusi Minoritas Rasional dan Adiksi Ruang Gema, serta (3) Peluruhan Kebanggaan Ruang dan Suburnya Apatisme Kolektif. Temuan menegaskan bahwa membingkai problem struktural (seperti kriminalitas dan pungli) sebagai aib eksklusif kultural bukanlah bentuk kritik sosial, melainkan manifestasi mental inlander (inferioritas regional) yang dimanipulasi demi algoritma. Praktik perundungan digital (dogpiling) yang diorkestrasikan oleh kreator ini secara sistematis menghancurkan kebanggaan komunal, menciptakan iklim kewarasan yang pesimis, dan membunuh apresiasi organik masyarakat.
Peran Kedekatan Emosional Guru dan Siswa dalam Meningkatkan Motivasi Belajar di SMA Negeri 3 Cilegon Ida Dwi Lestari Br Purba; Serly Putri Hidayat; Nida Musyarofah; Agung Fauzi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kedekatan emosional guru dan siswa dalam meningkatkan motivasi belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara kepada guru dan siswa di SMA Negeri 3 Cilegon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedekatan emosional terbentuk melalui perhatian sederhana tetapi konsisten, seperti menyapa siswa, menanyakan kabar, memperhatikan kondisi siswa, membangun komunikasi yang ramah, serta menciptakan suasana kelas yang nyaman. Strategi guru dilakukan melalui pendekatan personal, humor yang wajar, pemberian kesempatan berbicara, apresiasi, dan teguran yang tidak mempermalukan siswa. Kedekatan emosional membuat siswa merasa dihargai, nyaman, lebih percaya diri, dan lebih termotivasi dalam belajar. Namun, hubungan tersebut dapat terhambat oleh sikap guru yang kaku, komunikasi yang kurang efektif, sikap pilih kasih, suasana kelas yang tegang, serta karakter siswa yang tertutup. Dengan demikian, kedekatan emosional guru dan siswa menjadi faktor penting dalam membangun pengalaman belajar yang positif dan mendukung motivasi belajar siswa. Kedekatan emosional antara guru dan siswa terbukti berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar di SMA Negeri 3 Cilegon. Kedekatan ini terbentuk melalui perhatian konsisten, komunikasi ramah, humor yang wajar, pemberian kesempatan berbicara, apresiasi, dan teguran yang tidak mempermalukan. Hubungan ini membuat siswa merasa dihargai, nyaman, percaya diri, dan lebih termotivasi. Faktor penghambat, seperti sikap guru yang kaku, komunikasi kurang efektif, pilih kasih, suasana kelas tegang, dan karakter siswa tertutup, menekankan perlunya strategi personal dan lingkungan belajar yang mendukung interaksi positif.
Sistem Rekrutmen, Seleksi, dan Penempatan Sumber Daya Manusia pada Lembaga Pendidikan: Studi Kasus di Sekolah Alam Cefa Islamic School: Rekrutmen Sonia Rusyanti; Ardi Ansah Rambe; Afriza Afriza
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40005

Abstract

Kualitas sumber daya manusia merupakan faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas lembaga pendidikan, namun kajian empiris mengenai implementasi sistem rekrutmen, seleksi, dan penempatan pada sekolah alternatif masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem rekrutmen, seleksi, dan penempatan sumber daya manusia di Sekolah Alam Cefa Islamic School. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekrutmen menekankan kesesuaian nilai dan karakter selain kualifikasi akademik; seleksi dilakukan secara bertahap melalui seleksi berkas, wawancara, talent mapping, dan masa uji coba; serta penempatan bersifat fleksibel berdasarkan latar belakang, potensi, dan kinerja aktual selama masa uji coba. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian manajemen sumber daya manusia pendidikan dengan menegaskan pentingnya value-based alignment sebagai dimensi kunci, serta memberikan implikasi praktis bagi pengelola sekolah dalam merancang sistem pengelolaan tenaga pendidik yang lebih holistik dan adaptif.
Pengaruh Media Pembelajaran Educandy terhadap Minat Belajar Sejarah Siswa Kelas XI SMA Negeri 5 Padangsidimpuan Nur Jannah; Susi Susanti Harahap; Ulfah Nury Batubara; Erwin Siregar; Amliansyah Amliansyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40006

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui penggunaan media Educandy, tingkat minat belajar, serta pengaruh media tersebut terhadap minat belajar sejarah siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan One Group Sebelum Perlakuan dan Setelah Perlakuan (One Group Pre-test Post-test Design). Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 5 Padangsidimpuan, dengan sampel kelas XI-4 yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen data terdiri dari lembar observasi keterlaksanaan media Educandy, angket minat belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan implementasi media oleh guru sangat efektif dengan persentase keterlaksanaan mencapai 96,00%. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan pada minat belajar siswa, di mana rata-rata melonjak dari 56,2 (kategori rendah) sebelum perlakuan menjadi 88,7 (kategori sangat tinggi) setelah perlakuan. Berdasarkan uji Paired Sample T-Test, diperoleh nilai t hitung sebesar 17,350 yang jauh lebih besar dari t tabel sebesar 2,045. Hasil ini membuktikan penggunaan media Educandy berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan minat belajar sejarah siswa.
Pengambangan Bahan Ajar Berbasis Culturally Responsive Teaching pada Mata Pelajaran IPAS di Kelas IV SD Negeri 24 Pontianak Tenggara Ibnu Haritsyah; Hairida Hairida; Siti Halidjah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40007

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh bahan ajar yang dikembangkan tidak sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa bahan ajar berbasis culturally responsive teaching (CRT) mata pelajaran IPAS kelas VI sebagai bahan ajar yang membantu dalam proses pembelajaran di SDN 24 Pontianak Tenggara. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu R&D (Research and Development) dengan pendekatan metode campuran (mixed methode) dan menggunakan model ADDIE dengan lima tahapan, yaitu analisis (analyze), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Data yang diperoleh pada penelitian ini bersumber dari wali kelas dan tiga orang ahli. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara dan angket. Hasil validasi oleh validator I terhadap produk bahan ajar memperoleh rata-rata 4,87(Sangat Layak), oleh validator II terhadap produk bahan ajar memperoleh rata-rata 4,60(Sangat Layak) dan Validator ke III memperoleh rata-rata 4,60 (Sangat Layak).