cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 26,400 Documents
Analisis Etika Profesi terhadap Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Konsumen Pada SPBU Pipih Julisha; Lisa Iskia; Shophie Febrianti; Shevani Dwinov Sarwanti; Sherina Septiana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan etika profesi oleh petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), mengkaji bentuk kualitas pelayanan yang diberikan, serta mengidentifikasi hubungan antara etika profesi dengan tingkat kepuasan konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara daring (online) menggunakan instrumen kuesioner esai melalui Google Form pada tanggal 1 hingga 5 Juni 2026 dengan melibatkan 23 responden pengguna layanan SPBU di Indonesia. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif melalui identifikasi tema-tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (69,57%) menilai petugas SPBU telah menerapkan etika profesi dengan baik, terutama pada aspek keramahan dan kesopanan. Kualitas pelayanan secara umum dinilai memuaskan oleh sebagian besar konsumen (78,26%), di mana kecepatan, kesigapan, dan kesesuaian operasional terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) menjadi keunggulan utama pelayanan. Selain itu, ditemukan hubungan erat antara penerapan etika profesi dan kepuasan konsumen, yang dibuktikan dengan 65,22% responden melaporkan pengalaman positif saat berinteraksi langsung dengan petugas. Meski demikian, penelitian ini mengidentifikasi beberapa kekurangan operasional, seperti masalah antrean panjang, fasilitas toilet yang kurang bersih, serta inkonsistensi sikap petugas pada kondisi tertentu. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan bagi pihak manajemen SPBU untuk menyelenggarakan pelatihan etika profesi secara berkala, melakukan penambahan petugas pada jam sibuk, serta meningkatkan pemeliharaan fasilitas pendukung demi mengoptimalkan kepuasan konsumen secara berkelanjutan.
Penerapan Kaidah Sinematografi dalam Pengambilan Gambar untuk Meningkatkan Kualitas Visual Produksi Audio Visual: Studi Literatur Winda Kustiawan; Afriana Alawiah AR; Ana Pertiwi Harahap; Lutfyah Azzahra; Wardatul Azmi Hasibuan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40998

Abstract

Sinematografi merupakan elemen penting dalam produksi audio visual yang berfungsi tidak hanya sebagai teknik pengambilan gambar, tetapi juga sebagai bahasa visual yang mampu menyampaikan pesan, emosi, dan makna kepada audiens. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan kaidah-kaidah sinematografi dalam pengambilan gambar serta kontribusinya terhadap kualitas visual produksi audio visual. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui kajian berbagai buku, artikel ilmiah, dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi, pencahayaan, sudut kamera, ukuran gambar, pergerakan kamera, kontinuitas, dan editing memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas visual dan efektivitas penyampaian pesan. Kaidah sinematografi juga tetap relevan pada era digital, terutama bagi praktisi perfilman, penyiaran, dan kreator konten digital. Kata kunci: sinematografi, pengambilan gambar, komunikasi visual, produksi audio visual.
Tujuan Format Program dan Kreatif Program Televisi Winda Kustiawan; Tri Maulidina; Alya Dwi Kinanti; Dila Fitria; M Naufal Dzakwan Purba; M Hafidh Akbar; Shadrina Asya Putri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40999

Abstract

Artikel ini membahas tujuan format program dan kreativitas program televisi sebagai dasar dalam perencanaan, produksi, serta pengemasan tayangan. Pembahasan diarahkan pada pemahaman bahwa format program bukan hanya susunan teknis acara, melainkan juga strategi komunikasi yang menentukan cara pesan disampaikan kepada audiens. Melalui studi literatur, artikel ini menelaah konsep program televisi, jenis format program, kebutuhan produksi, peran tim kreatif, serta pentingnya riset audiens dalam menjaga daya tarik tayangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa program televisi yang berkualitas memerlukan kesesuaian antara ide, format, segmentasi penonton, etika penyiaran, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan media digital.
Transformasi Teknik Jurnalistik Televisi dalam Era Penyiaran Digital: Adaptasi Sistem Transmisi Digital dan Produksi Multi-Camera Winda Kustiawan; Shendy Sanjaya; M. Abrar Haq Salam; M. Farhan Aulia; Rafly Surya Dharma; Aprillian Valentiyo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41000

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam industri penyiaran televisi, termasuk dalam praktik jurnalistik televisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi teknik jurnalistik televisi dalam era penyiaran digital melalui adaptasi sistem transmisi digital dan penerapan produksi multi-camera. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif, menggunakan data sekunder dari buku, artikel jurnal, dan publikasi ilmiah yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) dengan tahapan reduksi data, pengelompokan tema, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem transmisi digital meningkatkan efisiensi dan kecepatan distribusi berita melalui integrasi proses peliputan dan penyiaran secara real time. Selain itu, produksi multi-camera berkontribusi dalam meningkatkan kualitas visual dan dinamika penyajian berita televisi. Transformasi ini juga mendorong perubahan kompetensi jurnalis televisi yang dituntut untuk memiliki kemampuan teknis dan digital yang lebih luas. Namun, di sisi lain, transformasi digital juga menghadirkan tantangan berupa tekanan kecepatan produksi, kompetisi media, serta kebutuhan verifikasi informasi yang ketat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adaptasi jurnalistik televisi di era digital merupakan proses yang kompleks yang mencakup aspek teknologi, produksi, dan kompetensi sumber daya manusia.
Hubungan Karakteristik Siswa dengan Kemampuan Berpikir Kritis dalam Proses Pembelajaran pada Siswa Kelas V di SD Negeri 124398 Pematangsiantar Nadia Anastasia Simatupang; Elena Gultom; Maria Virginia Sinaga; Zenni Harianja; Christopta Purba; Imelda Sabrina Sibarani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41001

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi esensial abad ke-21 yang harus ditanamkan sejak jenjang sekolah dasar. Namun, perkembangannya sangat dipengaruhi oleh bagaimana guru mengelola karakteristik personal peserta didik di dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik siswa kelas V (aspek keaktifan dan kedisiplinan) dengan kemampuan berpikir kritis dalam proses pembelajaran di SD Negeri 124398 Pematangsiantar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam bersama guru kelas V, sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui observasi fasilitas sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik keaktifan siswa berhasil dioptimalkan melalui strategi integratif berupa penggunaan ice breaking dan media pembelajaran interaktif yang memicu rasa ingin tahu (curiosity). Selain itu, pengelolaan karakteristik kedisiplinan menggunakan pendekatan humanis-persuasif (nasihat tanpa kekerasan) terbukti menciptakan iklim kelas yang aman secara psikologis, sehingga menumbuhkan rasa percaya diri siswa untuk berani berargumen dan bernalar kritis.
Pengaruh Flash Card terhadap Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini Siti Rahmah; Nurhidayu Nurhidayu; Mufaro’ah Mufaro’ah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41002

Abstract

Kemampuan berbahasa menjadi salah satu elemen penting dalam perkembangan anak di usia dini, karena berkontribusi terhadap kemampuan komunikasi, pemahaman informasi, dan interaksi dengan lingkungan. Salah satu alat pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak adalah kartu flash. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak dari penggunaan kartu flash terhadap kemampuan berbahasa pada anak usia dini. Metodologi yang digunakan adalah kajian pustaka, dengan fokus pada analisis berbagai jurnal, buku, dan penelitian yang relevan terkait penggunaan kartu flash dalam pendidikan anak usia dini. Temuan dari kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan kartu flash memiliki dampak positif pada perkembangan kemampuan berbahasa anak, khususnya dalam memperluas kosakata, kemampuan berbicara, pengenalan huruf, menyebutkan objek, serta memahami arti kata. Selain itu, kartu flash berhasil meningkatkan minat dan motivasi anak berkat cara penyajiannya yang menarik, sederhana, dan sesuai dengan karakteristik anak di usia dini. Dengan demikian, pemakaian kartu flash dapat dianggap sebagai salah satu pilihan alat pembelajaran yang efektif untuk mendukung pengembangan kemampuan berbahasa anak usia dini.
Pengembangan Materi Ajar Berbasis Problem-Based Learning dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Siswa Frida Avrilia Lovianti; Abdul Khobir; Dia Oktaviana; Zahra Khoirunnisa; Fatimatuz Zahro
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41003

Abstract

Pengembangan materi ajar berbasis Problem Based Learning (PBL) menjadi salah satu inovasi pembelajaran yang relevan dalam pendidikan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan bahan ajar berbasis PBL dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji 15 artikel ilmiah terkait modul, LKPD, e-modul, dan multimedia interaktif berbasis PBL. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan PBL mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui aktivitas pemecahan masalah, diskusi, analisis, dan pembelajaran kontekstual. Selain itu, bahan ajar berbasis PBL juga meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan siswa, serta kemampuan kolaborasi. Integrasi teknologi dalam bentuk e-modul dan multimedia interaktif memberikan dampak positif terhadap efektivitas pembelajaran. Dengan demikian, pengembangan materi ajar berbasis PBL dapat menjadi strategi pembelajaran inovatif, aktif, dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan modern.
Analisis Efektivitas Peran Pengadilan Agama dan KUA dalam Pencegahan Perkawinan di Bawah Umur Akibat Media Sosial Revita Putri Sadewi; Marwa Fadhila Hasna; Fawwaz Hilalilhaq Fikrie; Muhammad Fazel Pasha; Rosdiana Rosdiana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41004

Abstract

Perkawinan di bawah umur di Indonesia masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan, bahkan menunjukkan kecenderungan meningkat seiring dengan perkembangan media sosial yang memengaruhi cara pandang dan perilaku remaja. Konten digital yang menampilkan romantisasi pernikahan usia muda tanpa diimbangi pemahaman atas risiko dan tanggung jawab seringkali mendorong keputusan menikah secara prematur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas peran Pengadilan Agama dan Kantor Urusan Agama (KUA) dalam mencegah perkawinan dini yang dipengaruhi oleh media sosial. Permasalahan yang diangkat meliputi bagaimana konstruksi hukum dan sosial terkait fenomena tersebut serta sejauh mana kedua lembaga menjalankan fungsi preventifnya. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan historis, melalui analisis terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun KUA telah berperan melalui fungsi administratif dan pembinaan, serta Pengadilan Agama melalui mekanisme dispensasi nikah, pelaksanaan fungsi pencegahan belum berjalan secara optimal. Tingginya angka pemberian dispensasi yang lebih didasarkan pada pertimbangan sosial daripada ketentuan normatif menjadi salah satu indikatornya. Oleh karena itu, diperlukan penguatan peran kelembagaan serta sinergi yang lebih terarah agar upaya pencegahan perkawinan di bawah umur dapat berjalan lebih efektif.
Analisis Yuridis Pengaturan Pencemaran Udara berdasarkan Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Sarah Nisma Cahyani Nasution; Nia Rahmadani Batubara; Fajar Siregar; M.faisal Rahendra lubis
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41005

Abstract

Pencemaran udara merupakan salah satu permasalahan lingkungan hidup yang memberikan dampak besar terhadap kesehatan manusia, kelestarian lingkungan, serta keberlangsungan ekosistem. Meningkatnya aktivitas industri, transportasi, dan pembakaran bahan bakar fosil menyebabkan kualitas udara mengalami penurunan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum mengenai pencemaran udara, pengaturan baku mutu udara dalam Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta bentuk pertanggungjawaban negara terhadap pencemaran udara lintas batas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual yang didukung oleh bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan mengenai pencemaran udara di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, serta Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Pengaturan baku mutu udara berfungsi sebagai instrumen preventif dalam pengendalian pencemaran udara dan menjadi dasar penegakan hukum lingkungan. Selain itu, negara memiliki tanggung jawab untuk mencegah terjadinya pencemaran udara lintas batas berdasarkan prinsip hukum internasional, seperti sic utere tuo ut alienum non laedas, Stockholm Declaration 1972, dan Rio Declaration 1992. Bentuk pertanggungjawaban negara meliputi upaya pencegahan, pengawasan, penghentian pencemaran, pemulihan lingkungan, serta kerja sama internasional dalam pengendalian pencemaran udara. Dengan demikian, diperlukan penegakan hukum yang tegas dan kerja sama antarnegara guna menciptakan lingkungan hidup yang baik, sehat, dan berkelanjutan.
Analisis Yuridis tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang Sarah Nisma Cahyani Nasution; Nia Rahmadani Batubara; Frenclinton Samosir; Talia Ramadhani Harahap
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41006

Abstract

Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) merupakan salah satu bentuk kejahatan yang melanggar hak asasi manusia dan mengancam harkat serta martabat manusia. Perkembangan globalisasi dan kemajuan teknologi informasi telah menyebabkan meningkatnya berbagai modus perdagangan orang yang menyasar kelompok rentan, seperti perempuan, anak-anak, dan pekerja migran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian tindak pidana perdagangan orang, unsur-unsur yang membentuk tindak pidana perdagangan orang, serta berbagai jenis tindak pidana perdagangan orang yang berkembang dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, dan sumber hukum lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak pidana perdagangan orang merupakan bentuk perbudakan modern yang dilakukan melalui tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan menggunakan ancaman, kekerasan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan, atau cara lainnya untuk tujuan eksploitasi. Unsur-unsur TPPO terdiri atas unsur tindakan, unsur cara atau sarana, dan unsur tujuan eksploitasi. Selain itu, TPPO memiliki berbagai bentuk, antara lain eksploitasi pekerja migran, perdagangan anak, prostitusi, adopsi ilegal, pernikahan pesanan, serta perdagangan organ tubuh. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan dan penegakan hukum yang lebih efektif melalui kerja sama antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat guna menekan angka perdagangan orang serta memberikan perlindungan yang optimal bagi korban.