cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 26,400 Documents
Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) sebagai Media Pendukung Pembelajaran Mahasiswa Veni Nadia; Nabila Tarigan; Sri Indah Ayu; Safinatul Hasanah Harahap
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41065

Abstract

Transformasi digital yang berlangsung secara masif telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor pendidikan tinggi. Salah satu inovasi teknologi yang berkembang pesat adalah Artificial Intelligence (AI) yang menawarkan berbagai kemudahan dalam proses pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran AI sebagai media pendukung pembelajaran mahasiswa melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menganalisis berbagai artikel ilmiah yang relevan mengenai implementasi AI dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI dimanfaatkan dalam berbagai bentuk, seperti chatbot edukatif, sistem pembelajaran adaptif, platform microlearning, perangkat desain berbasis AI, serta sistem evaluasi otomatis. Kehadiran AI memberikan dampak positif berupa peningkatan akses terhadap sumber belajar, pembelajaran yang lebih personal, efisiensi proses akademik, penguatan kemandirian belajar, serta peningkatan motivasi dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Meskipun demikian, implementasi AI masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan infrastruktur, biaya pengembangan yang relatif tinggi, kesenjangan akses teknologi, serta isu etika dan keamanan data. Oleh karena itu, pemanfaatan AI perlu diiringi dengan peningkatan literasi digital dan kebijakan pendidikan yang mendukung penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.
An Analysis of Word Stress Among Indonesian EFL Students Foza Lubnayya Nabiqa; Saniyah Rizky; Yani Lubis; Akhwan Fauzi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41067

Abstract

Tekanan kata merupakan salah satu aspek penting dalam pengucapan bahasa Inggris yang memengaruhi kejelasan dan pemahaman komunikasi. Namun, banyak pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) di Indonesia masih mengalami kesulitan dalam menempatkan tekanan kata dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan siswa EFL Indonesia dalam mengucapkan tekanan kata dalam kata-kata bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui tes pengucapan yang melibatkan 10 responden. Responden diminta untuk mengucapkan 10 kata bahasa Inggris yang memiliki pola tekanan kata yang berbeda, kemudian pengucapan mereka dianalisis berdasarkan akurasi penempatan tekanan kata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 total pengucapan yang dianalisis, hanya 21 pengucapan (21%) yang sesuai dengan pola tekanan kata yang benar, sedangkan 79 pengucapan (79%) menunjukkan penempatan tekanan kata yang salah. Kata "information" memiliki tingkat akurasi tertinggi dengan 60% pengucapan yang benar, sedangkan kata "economic" menunjukkan tingkat kesalahan tertinggi karena semua responden gagal menempatkan tekanan kata dengan benar. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden masih mengalami kesulitan dalam menerapkan pola tekanan kata bahasa Inggris. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran pengucapan yang lebih terarah dan intensif, terutama pada aspek suprasegmental, untuk meningkatkan kemampuan pengucapan siswa EFL Indonesia.
Penerapan Model Free Discovery Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran IPA Kelas IV di SDN 101927 Sekip Meike Lucia Lumban Raja; Emy Hariati; Nizmi Putri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41068

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas IV SDN 101927 Sekip. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan model Free Discovery Learning pada pembelajaran IPA. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 101927 Sekip yang berjumlah 30 siswa, terdiri atas 10 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tes kemampuan berpikir kritis, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Free Discovery Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPA. Pada Siklus I, persentase ketuntasan kemampuan berpikir kritis siswa mencapai 63% dengan kategori cukup. Setelah dilakukan perbaikan tindakan pada Siklus II, persentase ketuntasan meningkat menjadi 87% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Free Discovery Learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPA kelas IV SDN 101927 Sekip.
Pencegahan Bullying Melalui Pendidikan Karakter Siswa Kelas V SD Tri Dharma Sei Semayang Yunita Anggreini Br Ginting; Leni Malinda; Emy Hariati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41069

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan jenis-jenis perilaku bullying, im-plementasi pendidikan karakter, serta fungsi pendidikan karakter dalam menghindari bul-lying pada siswa kelas V di SD Swasta Tri Dharma Sei Semayang. Latar belakang penelitian ini adalah karena masih banyak perilaku bullying yang dapat menghambat perkembangan sosial dan emosional para siswa. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan bentuk penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas V, dan siswa kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk An-alisis data digunakan model yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bullying yang terjadi adalah bullying verbal dan bullying sosial. Bullying verbal berupa mengejek dan memberi julukan yang tidak pantas, sedangkan bullying sosial berupa mengucilkan teman. Pendidikan karakter diterapkan me-lalui penanaman nilai-nilai disiplin, rasa tanggung jawab, kerja sama, empati, toleransi, serta saling menghargai. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter memiliki peranan yang signifikan dalam menghindari tindakan bullying. Dengan cara menanamkan nilai-nilai karakter dan memberikan dukungan dari guru dan menciptakan suasana sekolah yang baik, tindakan bullying dapat dikurangi dan interaksi sosial antar siswa dapat diting-katkan menjadi lebih baik.
Analisis Penerapan Kebijakan Gerakan 7 Kaih (Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat) dalam Pembentukan Karakter Disiplin di Era Digital Kelas III SD IT Khoirul Ilmi Bangun Purba Indri Sundari; Leni Malinda; Syarifah Ainun Harahap
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam penerapan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) dalam pembentukan karakter disiplin siswa kelas III di SD IT Khoirul Ilmi Bangun Purba pada era digital. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena menurunnya kedisiplinan dan konsentrasi belajar siswa akibat penggunaan teknologi digital yang kurang terkontrol. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihak sekolah menerapkan kebijakan Gerakan 7KAIH melalui berbagai kegiatan pembiasaan positif yang dilaksanakan secara rutin dan terprogram. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas III, dan siswa kelas III. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Gerakan 7KAIH telah dilaksanakan dengan baik melalui kegiatan pembiasaan seperti datang tepat waktu, apel pagi, menjaga kerapian, melaksanakan tugas kelas, membaca di pojok baca, mengikuti kegiatan olahraga, serta mematuhi tata tertib sekolah. Program ini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap karakter disiplin siswa yang terlihat dari meningkatnya tanggung jawab, ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, dan keteraturan dalam kegiatan belajar. Meskipun demikian, penggunaan gawai yang berlebihan masih menjadi tantangan utama karena dapat memengaruhi pola tidur, konsentrasi belajar, dan kedisiplinan siswa.
Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa melalui Model Discovery Learning Materi Sistem Pernapasan Kelas 5 SD Tri Dharma Sei Semayang Elza Angraini; Syarifah Ainun Harahap; Nuri Ramadhan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41071

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS materi Sistem Pernapasan Manusia siswa kelas 5 SD Tri Dharma Sei Semayang. Kondisi awal menunjukkan proses pembelajaran masih konvensional, dengan rata-rata nilai siswa 67 dan ketuntasan klasikal hanya 25,71% (9 dari 35 siswa) di bawah KKM (75). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart ini bertujuan meningkatkan aktivitas guru, siswa, serta hasil belajar melalui model Discovery Learning dalam dua siklus. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dokumentasi, dan wawancara, lalu dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran yang signifikan. Aktivitas guru meningkat dari kategori "Kurang" (43,33%) pada pra-tindakan, menjadi "Baik" (70%) pada Siklus I, dan "Sangat Baik" (93,33%) pada Siklus II. Sejalan dengan itu, rata-rata nilai kognitif siswa meningkat bertahap dari 67 (pra-tindakan) menjadi 74,28 (Siklus I), dan mencapai 83,42 (Siklus II). Ketuntasan klasikal juga melonjak dari 25,71% menjadi 65,71% pada Siklus I, hingga mencapai 88,57% (31 siswa) pada Siklus II. Hasil wawancara mengonfirmasi bahwa perbaikan manajemen kelompok dan bimbingan intensif membuat siswa lebih proaktif dan mandiri memahami konsep. Disimpulkan bahwa model Discovery Learning efektif meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPAS siswa.
Pengaruh Program Tabungan Utsman terhadap Peningkatan Pendapatan Bagi Pelaku UMKM di Kota Bukittinggi: Studi Kasus Najla Trisna Yanti; Zulhelmi Zulhelmi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41072

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian, namun masih menghadapi kendala keterbatasan modal dan akses pembiayaan. Untuk mendukung pengembangan UMKM, Pemerintah Kota Bukittinggi bersama BPRS Jam Gadang meluncurkan Program Tabungan Utsman berbasis akad murabahah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Program Tabungan Utsman terhadap peningkatan pendapatan pelaku UMKM di Kecamatan Guguak Panjang Kota Bukittinggi. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan sampel 94 responden yang dipilih dari populasi 1.502 pelaku UMKM. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana, uji t parsial, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan persamaan regresi Y = 16,440 + 0,422X. Uji t menghasilkan nilai signifikansi 0,000 dengan t hitung 10,921 > t tabel 1,986, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan Program Tabungan Utsman terhadap pendapatan UMKM. Nilai R² sebesar 0,565 menunjukkan bahwa 56,5% variasi pendapatan UMKM dijelaskan oleh program tersebut. Disimpulkan bahwa Program Tabungan Utsman berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan pendapatan pelaku UMKM.
Pemanfaatan Strategi Pembelajaran STAD untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila di UPT SMPN 2 Tuban Dymas Wahyu Utomo; Djoko Apriono; Agus Suyoso
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41073

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila murid kelas VIII H UPT SMP Negeri 2 Tuban melalui penerapan strategi pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD). Berdasarkan data awal, nilai rata-rata murid hanya berkisar antara 70-80 sehingga memerlukan pembinaan lebih lanjut. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan kerangka kerja DDAER (Diagnosis, Design, Action and Observation, Evaluation, Reflection) dengan subjek 31 murid (17 laki-laki dan 14 perempuan). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen yang digunakan meliputi tes pilihan ganda 20 butir per siklus, lembar observasi guru dan murid, serta lembar wawancara. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan: nilai rata-rata kelas meningkat dari 70,2 pada pra siklus menjadi 78,5 pada Siklus I, dan 86,3 pada Siklus II, dengan ketuntasan klasikal meningkat dari 45,2% menjadi 67,7% dan akhirnya 90,3%, melampaui indikator keberhasilan sebesar 75%. Disimpulkan bahwa penerapan strategi STAD dengan kerangka DDAER secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila murid kelas VIII. Disarankan kepada guru Pendidikan Pancasila untuk menggunakan strategi STAD sebagai alternatif model pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing untuk Meningkatkan Kerjasama Murid Kelas VIII-F pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di UPT SMP Negeri 2 Tuban Azila Nurul Fitria; Djoko Apriono; Agus Suyoso
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41074

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kerjasama murid kelas VIII-F UPT SMP Negeri 2 Tuban dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan kerjasama murid yang ditunjukkan melalui kurangnya partisipasi diskusi, kecenderungan belajar secara individu, dan terbatasnya interaksi positif antarmurid. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart dengan empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini melibatkan 32 murid dan dilaksanakan dalam tiga siklus selama dua bulan. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan kerjasama murid, yaitu dari 53,9% pada pra siklus menjadi 64,8% pada siklus I, 75% pada siklus II, dan 82,2% pada siklus III. Penerapan model Snowball Throwing mendorong keterlibatan aktif, komunikasi, dan interaksi positif antar murid dalam pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing efektif untuk meningkatkan kemampuan kerjasama murid pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila.
Pengenalan Konsep Uang Pada Pembelajaran Matematika SD Melalui Media Mini Market dengan Metode Role Playing Agnes Mutiara Situmorang; Nopita Sari Br Barus; Pinkan Laudia Wati; Siska Sriningsih Tamba; Mutiara Pandiangan; Yemima Elfidia Siboro
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41075

Abstract

Penggunaan media konvensional gambar miniatur dalam mengenalkan nilai uang kerap gagal menanamkan pemahaman utuh pada siswa sekolah dasar, sebab representasi yang ditampilkan jauh dari konteks transaksi sebenarnya. Bertolak dari kesenjangan itu, tim pelaksana merancang kegiatan pengabdian berbasis media mini market dengan metode role playing, ditujukan bagi guru kelas I hingga II di beberapa sekolah dasar Kecamatan Medan Kota. Persoalan mitra terletak pada minimnya media kontekstual serta kebiasaan mengajar konsep uang hanya lewat buku teks dan papan tulis. Tujuannya jelas, membekali guru agar mampu merancang pembelajaran matematika yang konkret, aktif, sekaligus bermakna sesuai semangat Kurikulum Merdeka. Pendekatan kualitatif dipilih, data digali lewat observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan angket berskala Likert terhadap 12 peserta. Tahapan pelaksanaan meliputi persiapan, penyampaian materi, demonstrasi, diskusi, hingga praktik simulasi jual beli secara langsung. Hasilnya cukup menggembirakan, 87,5% guru menyatakan siap mengimplementasikan metode ini di kelas masing-masing, sementara sisanya masih membutuhkan pendampingan lanjutan. Antusiasme tinggi, keterlibatan aktif, dan kemampuan menyusun skenario pembelajaran sistematis menjadi penanda keberhasilan kegiatan. Singkatnya, media mini market terbukti menjembatani konsep abstrak nilai uang menuju pengalaman belajar yang nyata bagi anak usia operasional konkret.