cover
Contact Name
Hari Anggit Cahyo Wibowo
Contact Email
anggitpm2013@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jipfi.pend.fisika@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Integrasinya
ISSN : 26227711     EISSN : 26227576     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Integrasinya (JIPFI), merupakan terbitan ilmiah berupa hasil penelitian pendidikan, studi pustaka, analisis kritis pada bidang pendidikan fisika, miskonsepsi, penilaian, aplikasi konsep dan teori dalam pembelajaran Fisika, Integrasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran Fisika.
Arjuna Subject : -
Articles 48 Documents
Pengembangan Buku Ajar Fisika Matematika Berbasis Kajian Kritis Materi Fisika Sekolah dan Integrasi NilaiNilai Karakter Wilujeng, Indrawati; Permatasari, Indhah
Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Integrasinya Vol. 2 No. 2 (2019): JURNAL INOVASI PENDIDIKAN FISIKA VOL 2 NO. 2 2019
Publisher : STKIP AL HIKMAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62426/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku ajar fisika matematika berbasis kajian kritis materi fisika sekolah dan nilai-nilai karakter. Rancangan penelitian ini yaitu penelitian pengembangan dengan menggunakan model 4D (four-D model) yang terdiri dari empat tahap, yaitu define, design, develop, dan disseminate. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu telaah dan validasi dari para ahli, serta penilaian dari mahasiswa. Validasi buku ajar melibatkan tiga ahli, yaitu ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa. Sedangkan uji coba terbatas terhadap buku ajar melibatkan 14 mahasiswa prodi Pendidikan Fisika STKIP Al Hikmah. Selanjutnya, data yang telah diperoleh akan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis tersebut, didapatkan hasil kelayakan dari aspek materi sebesar 83,33%, aspek media sebesar 94,35%, dan aspek bahasa sebesar 80%. Sedangkan hasil penilaian mahasiswa terhadap buku ajar yang dikembangkan menyatakan bahwa buku ajar terbaca dengan jelas dan mudah dipahami. Dari hasil analisis tersebut, maka buku ajar yang telah dikembangkan dapat dikatakan layak digunakan. 
Pengembangan dan Validitas Instrumen Tes Diagnostik Kemampuan Matematika pada Materi Listrik Magnet Wibowo, Hari Anggit Cahyo; Hasyim, Faiz; majid, ahmad iqbal; ma'ruf, firman
Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Integrasinya Vol. 2 No. 2 (2019): JURNAL INOVASI PENDIDIKAN FISIKA VOL 2 NO. 2 2019
Publisher : STKIP AL HIKMAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62426/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen tes diagnostik matematika yang valid dan reliabel untuk mengukur kemampuan matematika calon guru fisika. Hal ini penting karena untuk memahami konsep fisika, mahasiswa memerlukan kemampuan matematika sebagai bahasa dalam menterjemahkan permasalahan fisika. Instrumen tes diagnostik ini dikembangkan menggunakan metode pengembangan four-D. Ada empat langkah penelitian ini: (1) define, (2) design, (3) develop, dan (4) disseminate. Proses validasi instrumen ada dua yaitu validasi ahli (ahli matematika, ahli fisika, dan ahli evaluasi) dan validasi empiris. Tiga validator ahli merekomendasikan ada 68% soal tes yang valid tanpa revisi, dan 32% harus direvisi. Berdasarkan hasil validasi empiris, sebesar 70% instrumen tes diagnostik matematika valid dan reliabel yang ditunjukkan dengan nilai alpha sebesar 0,729. 
Pengaruh Motivasi Berprestasi Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika syahbrudin, Johan
Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Integrasinya Vol. 2 No. 2 (2019): JURNAL INOVASI PENDIDIKAN FISIKA VOL 2 NO. 2 2019
Publisher : STKIP AL HIKMAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62426/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar pengaruh motivasi berprestasi terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang berupa penelitian eks-pos-fakto. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah studi dokumentasi, pengisisan angket, dan tes. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif mengggunakan statistik inferensial (uji regresi sederhana), dilanjutkan dengan uji effect size jika terbukti motivasi berprestasi berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika. Berdasarkan analisis data hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pada taraf signifikansi 5% ada pengaruh motivasi berprestasi terhadap kemampuan pemecahan masalah fisik sebesar 9,9% (masuk kategori lemah). Berdasarkan perhitungan koefisien regresi didapat model regresi sederhananya yang berarti bahwa setiap penambahan 1% motivasi berprestasi maka kemampuan pemecahan masalah peserta didik akan meningkat sebesar 0,634. 
Pemahaman konsep mahasiswa dalam menentukan posisi, jarak tempuh, dan perpindahan Handayani, Indah Dwi; Lailiyah, Shofiatul; taqwa, muhammad reyza arief
Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Integrasinya Vol. 2 No. 2 (2019): JURNAL INOVASI PENDIDIKAN FISIKA VOL 2 NO. 2 2019
Publisher : STKIP AL HIKMAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62426/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman konsep dan mengungkap kesalahan konsep mahasiswa dalam menentukan posisi, jarak tempuh, dan perpindahan pada gerak dua dimensi. Penelitian ini merupakan penelitian survei. Subjek penelitian ini terdiri atas 50 mahasiswa baru S1 Pendidikan Fisika dan S1 Fisika Univeristas Negeri Malang. Instrumen penelitian terdiri atas 8 soal pilihan ganda. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pemahaman konsep mahasiswa terkait posisi, jarak tempuh, dan perpindahan masih tergolong relatif rendah ditunjukkan dengan rata-rata perolehan skor yang hanya mencapai 43,48. Terdapat beberapa kekeliruan mahasiswa dalam menjawab soal, diantaranya: (1) posisi merupakan besaran skalar, (2) perpindahan merupakan besaran skalar, (3) perpindahan merupakan jumlah posisi () setiap waktu, (4) tidak memperhatikan tanda + dan – pada konsep posisi dan perpindahan, dan (5) kesulitan dalam menafsirkan grafik hubungan antara posisi dan waktu .
Pemahaman Konsep Mahasiswa Calon Guru pada Topik Usaha dan Energi melalui Representasi Grafik darmawan, alif; hadi, zaza ramadhana putri; suyudi`, agus
Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Integrasinya Vol. 2 No. 2 (2019): JURNAL INOVASI PENDIDIKAN FISIKA VOL 2 NO. 2 2019
Publisher : STKIP AL HIKMAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62426/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemahaman konsep mahasiswa pendidikan fisika pada topik usaha dan energi melalui representasi grafik. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan metode survey dengan menjawab empat butir soal pilihan ganda beralasan. Penelitian dilakukan pada 23 mahasiswa tahun ketiga S1 Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang. Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa masih mengalami kekeliruan dalam memahami beberapa konsep, diantaranya (1) keliru dalam memahami konsep dari daya, dan (2) menganggap energi kinetik benda terus berkurang selama gaya yang dialami benda terus berkurang 
Penerapan model means end analysis (mea) untuk meningkatkan hasil belajar siswa materi fluida muklason, akhmad
Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Integrasinya Vol. 2 No. 2 (2019): JURNAL INOVASI PENDIDIKAN FISIKA VOL 2 NO. 2 2019
Publisher : STKIP AL HIKMAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62426/

Abstract

Pembelajaran yang berkualitas sangat dipengaruhi oleh kualitas pendidik menerapkan model, metode, dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa, karakteristis materi pelajaran dan dukungan sarana dan prasarana yang ada. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa guru lebih dominan dalam menerapkan model pembelajaran konvensioanl sehingga ketuntasan secara klasikal pada materi fluida belum tercapai. Oleh karenanya, perlu dilakukan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa melalui penerapan model Means ends analysis pada materi fluida. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 dengan melibatkan 34 siswa kelas X KA 1 SMK Negeri 1 Mojoanyar. Penelitian dilaksanakan selama dua siklus, masing-masing siklus terdirid dari 4 tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Peningkatan tersebut berdasarkan indikator sebagai berikut: (1) peningkatan performa guru dalam pembelajaran. Berdasarkan data keterlaksanaan RPP diketahui terdapat peningkatan keterlaksanaan RPP dari 3.08 (baik) menjadi 3.5 (baik) dan prosentase keterlaksanaan mencapai 100% pada kedua siklus, (2) aktivitas siswa menunjukkan pembelajaran berpusat pada siswa dengan prosentase aktivitas mencapai 85.11% pada siklus pertama naik menjadi 95.56% pada siklus kedua, (3) respon siswa pada kedua siklus adalah positif. (4) hasil belajar menunjukkan peningkatan dari 67.65% pada pra siklus menjadi 79.41% pada siklus pertama dan menjadi 91.18% pada siklus kedua. Hal ini menunjukkan ketuntasan hasil belajar secara klasikal tercapai pada siklus kedua. 
Penerapan model probing prompting berpendekatan saintifik untuk meningkatkan hasil belajar materi gelombang Kusumarini, Dyah Para
Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Integrasinya Vol. 2 No. 2 (2019): JURNAL INOVASI PENDIDIKAN FISIKA VOL 2 NO. 2 2019
Publisher : STKIP AL HIKMAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62426/

Abstract

 Secara umum pembelajaran di lapangan hanya berjalan satu arah, yaitu dari guru ke siswa sehingga siswa terbiasa bersikap pasif dalam pembelajaran. Selain itu, model pembelajan yang digunakan cenderung bersifat individual, dan sistem pembelajaran kerja kelompok yang ada hanya sekedar belajar bersama dalam satu tim. Hal tersebut menjadikan kualitas pembelajaran menjadi rendah sehingga ketuntasan secara klasikal belum tercapai. Oleh karenanya dilakukan penelitian tindkaan kelas dengan menerapkan model probing prompting yang bertujuan untuk mengetahui suasana kelas dan peningkatan hasil belajar siswa materi gelombang melalui penerapan pembelajaran kooperatif model probing- prompting berpendekatan saintifik. Penelitian ini terdiri dari dua siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X DG 1 SMK Negeri 1 Mojoanyar pada tanggal bulan Agustus 2019 semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 dengan melibatkan 34 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif berbasis saintifik tipe probingprompting memberikan kemudahan guru untuk melaksanakan pembelajaran sehingga menjadikan kelas menjadi aktif dan pembelajaran kooperatif berbasis saintifik tipe probing- prompting memberikan kemudahan kepada siswa untuk menguasai kompetensi. Hal ini dibuktikan adanya peningkatan hasil belajar pada kedua siklus, yaitu dari 75% pada siklus pertama menjadi 86.11% pada siklus kedua. 
Peningkatan hasil belajar melalui implementasi model meaningful instructional design (mid) materi usaha dan pesawat sederhana Sunarti, S.
Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Integrasinya Vol. 2 No. 2 (2019): JURNAL INOVASI PENDIDIKAN FISIKA VOL 2 NO. 2 2019
Publisher : STKIP AL HIKMAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62426/

Abstract

Berdasarkan analisis awal, diketahui bahwa dari 8 kelas yang diampu peneliti terdapat 3 kelas dengan kategori rendah, salah satunya adalah kelas VIII - B. Hasil ulangan sangat rendah, yaitu ketuntasan ulangan harian materi sebelumnya hanya di bawah 60%. Selain itu, antusias siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran juga rendah, hal ini ditandai dengan banyaknya siswa yang cuek dengan pelajaran IPA, sering bergurau bahkan mengobrol sindiri dengan teman. Temuan lain di kelas VIII - B, yaitu minimnya siswa yang berani menjawab pertanyaan atau bersedia bertanya dengan suka rela, umumnya siswa harus dipaksa untuk bertanya atau menjawab pertanyaan. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan upaya perbaikan pembelajaran, salah satunya dengan menerapkan model Meaningful instructional design (MID). Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan mengimplementasikan model Meaningful instructional design (MID) pada materi usaha dan pesawat sederhana. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII - B SMP Negeri 2 Gedeg dengan melibatkan 32 siswa dan peneliti dibantu oleh dua orang kolaborator/observer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan mengimplementasikan model Meaningful instructional design (MID) dapatmeningkatkan hasil belajar siswa, pembelajaran berjalan lebih efektif yang ditandaidengan meningkatnya antusias siswa, dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, hal ini dibuktikan dengan meningkatnya skor rata-rata keterlaksanaan pembelajaran 
Peningkatan hasil belajar siswa materi kalor melalui penerapan model problem solving Wasiati, Titik
Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Integrasinya Vol. 2 No. 2 (2019): JURNAL INOVASI PENDIDIKAN FISIKA VOL 2 NO. 2 2019
Publisher : STKIP AL HIKMAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62426/

Abstract

 Pelajaran IPA materi kalor merupakan materi yang sangat penting, hal ini dapat dilihat dari aplikasi yang luas dalam kehidupan. Namun, berdasarkan pengalaman peneliti mengajar di SMP Negeri 2 Gondang Kabupaten Mojokerto dapat diketahui bahwa umumnya siswa kurang menyukai terhadap materi tersebut, siswa cenderung bosan terhadap materi tersebut, dan ketuntasan hasil belajar secara klasikal tidak tercapai. Oleh karenanya, perlu dilakukan inovasi pembelajaran dengan penerapan model problem solving. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada materi kalor melalui penerapan model pembelajaran problem solving. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Gondang Kabupaten Mojokerto kelas VII - A semester 2 tahun pelajaran 2018/2019 pada bulan Februari 2019 sampai Maret 2019 dengan melibatkan 34 siswa. Penelitian dilaksanakan melalui 2 siklus dengan masingmasing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan (observasi), dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran problem solving dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari meningkatnya ketuntasan hasil belajar dari 80.59% pada siklus pertama menjadi 86.18%. Selain itu penerapan model pembelajaran problem solving juga dapat meningkatkan aktivitas siswa, keterlaksanaan RPP dan perilaku ilmiah siswa 
Penilaian Keterampilan Proses Sains Siswa Menggunakan Tes Integrated Science Process Skill (ISPS). Anggraeni, Anggian; Yuliana, Aulia Siska; yuliana, ina; kusairi, sentot
Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Integrasinya Vol. 3 No. 1 (2020): JURNAL INOVASI PENDIDIKAN FISIKA VOL 3 NO. 1 2020
Publisher : STKIP AL HIKMAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62426/

Abstract

Keterampilan proses sains merupakan suatu proses yang dilakukan siswa unutk menganalisis, Menyusun hipotesis, mengidentifikasi variable, dan mengiterpretasikan data. Sehingga siswa dapat menambah pengalaman dalam berpikir dan memahami materi yang sedang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penilaian tes tes Integrated Science Process Skill (ISPS) untuk mengukur keterampilan proses sains pada materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Data penelitian diperoleh dari pemberian Tes ISPS kepada siswa dalam bentuk tes pilhan ganda beralasan. Data hasil analisis berdasarkan skor hasil penilaian siswa diperoleh 60% siswa yang memilki kemampuan proses sains dan 40% siswa masih mengalami kesulitan dalam kemampuan proses sains. Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka dapat diketahui bahwa tes ISPS dapat digunakan untuk menilai keterampilan proses sains