Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika
Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika is a journal on mathematics Education. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika (JC) is under the auspices of the Faculty of Education, Mathematics Education Program of the Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. The journal is registered with E-ISSN: 2579-9258 and P-ISSN: 2614-3038. JC is published twice a year in May and November. JC receives 40 articles per year The journal publishes articles in mathematics education including teaching and learning, instruction, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, educational developments, from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Articles
1,419 Documents
Pengembangan Media Pembelajaran "KELAS BANGTAR" untuk Meningkatkan Hasil BelajarMatematika Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Melinda Safitri;
Henny Dewi Koeswanti
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika: Volume 5 Nomor 2, In press
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i2.580
Media pembelajaran merupakan suatu perangkat pembelajaran yang digunakan oleh seseorang untuk mempermudah dalam penyampaian materi ketika proses belajar mengajar. Media pembelajaran yang dibutuhkan pada era ini yaitu media pembelajaran berbasis digital. Media pembelajaran yang digunakan di SD N Kupang 1 masih konvensional, sehingga dibutuhkan media pembelajaran yang interaktif dan menarik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat validasi dari ahli materi dan ahli media. Jenis penelitian dan pengembangan media pembelajaran menggunakan metode Research and Development atau (R&D). Penelitian ini dilaksanakan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Namun pada penelitian ini tidak semua tahap dapat dilaksanakan dikarenakan adanya pandemi covid-19yang mengharuskan siswa belajar secara daring / online. Penelitian ini hanya sampai pada tahap pengembangan prosuk kemudian dilakukan uji validitas. Hasil validitas yang diperoleh dari ahli materi memperoleh persentase sebesar 67% dengan kriteria tinggi, sedangkan hasil validitas yang diperoleh dari ahli media memperoleh presentase sebesar 93% dengan kriteria tinggi. Berdasarkan presentase yang diperoleh Media Pembelajaran “KELAS BANGTAR” berbasis Adobe Flash untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika kelas IV Sekolah Dasar dapat dikatakan layak unruk digunakan.
Development of Mathematics Teaching Materials Based on Metacognition Approaches to Improve Students' Mathematical Reasoning Ability
Silvia Yanti;
Amin Fauzi;
Mulyono Mulyono
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika: Volume 5 Nomor 2, In press
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i2.582
This study aims to describe: (1) the validity, practicality, and effectiveness of the teaching materials developed based on expert validators. practitioners, as well as based on the implementation of teaching materials; 2) To describe the improvement of students' mathematical reasoning abilities by using teaching materials with a metacognition approach; This research is a development research conducted in two stages, namely the first stage of developing learning tools through the metacognition approach using the Dick & Carey development model and the second stage of testing teaching materials based on the metacognition approach developed in classes VIII-1 and VIII-4 MTs Hifzhil Qur. 'an Medan. (1) the developed teaching materials meet the valid and effective criteria based on the expert validator and practitioner assessment; and effective based on classical completeness, student responses, and the ability of teachers to manage learning; (2) in the first trial there was an increase in mathematical reasoning abilities using the teaching materials developed in the low category, namely 0.24 and in the second trial there was an increase in mathematical reasoning abilities using the teaching materials developed in the medium category, which was 0.52.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Solving Dan Problem Posing di Tinjau Dari Cara Berfikir Kreatif Matematika Di Sekolah Dasar
Teguh Adi Nugroho;
Indri Anugraheni
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika: Volume 5 Nomor 2, In press
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i2.583
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran model problem solving dan problem posing di tinjau dari cara berfikir kreatif matematika sekolah dasar. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimen. Teknik Pengumpulan data yaitu dengan observasi dan dilakukan uji soal tes pretest dan uji soal tes posttest. Teknik analisis data dengan uji normalitas dan uji homogenitas. Dari data yang telah di sajikan pada tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai rata-rata pretest kelas eksperimen adalah 66,40 dengan standar deviation 8,562 dengan menggunakan model problem posing nilai rata-rata meningkat menjadi 75,03 dengan standar deviation 5,988. Pada kelas kontrol di ketahui bahwa nilai rata-rata pretes kelas kontrol adalah 68,83 dengan standar deviation 7.614. kemudian diberikan dengan menggunakan problem solving nilai meningkat menjadi 80.25 dengan standar deviation 7.085. Hal ini dapat di simpulkan bahwa model pembelajaran problem posing lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan berfikir kreatif matematika siswa dibandingkan dengan model pembelajaran problem solving.
Pengaruh Kecerdasan Emosional Aspek Kesadaran Diri Terhadap Prestasi Belajar Matematika
Dinny Handayani;
Silvia Septhiani
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika: Volume 5 Nomor 2, In press
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i2.585
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Aspek Kesadaran Diri terhadap Prestasi Belajar Matematika. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis korelasi-regresi (dengan menguji data melalui beberapa uji analisis, baik uji normalitas maupun uji linieritas). Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP At-Tawwabiin Kota Depok Tahun ajran 2019/2020. Penelitian ini memiliki dua variabel. Aspek kesadaran diri dari kecerdasan emosional sebagai variabel bebas dan prestasi belajar matematika siswa sebagai variabel terikat. Pengambilan sample dilakukan secara random sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar dan angket. Berdasarkan persamaan regresi berganda sebesar 32,96 + 0,415X dilanjutkan dengan hasil uji regresi sederhana (10,20)> t tabel (1,6667) yang berarti Ho ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kecerdasan emosional aspek kesadaran diri terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP At-Tawwabiin.
Tingkat Berpikir Siswa dalam Memecahkan Masalah Geometri Bangun Datar Ditinjau dari Kemampuan Matematika dan Gender
Finsensius Yesekiel Naja;
Sofia Sa'o;
Agutina Mei
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika: Volume 5 Nomor 2, In press
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i2.586
Matematika adalah pelajaran eksak yang diajarkan di sekolah dan geometri merupakan materi yang cukup memprihatinkan. Adapun tingkat berpikir vanHiele yaitu: tingkat berpikir Visualisasi, Analysis, Abstraksi, Deduksi dan Rigor. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui tingkat berpikir siswa laki-laki yang berkemampaun tinggi, sedang dan rendah yang berada pada level visualisasi, (2) untuk mengetahui tingkat berpikir siswa perempuan yang berkemampuan tinggi, sedang dan rendah yang berada pada level Analysis. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini siswa kelas VII SMP, peneitian dilaksanakan pada bulan Januari 2021. Instrumen dalam peneitian ini yaitu instrumen utama peneliti sendiri dan instrumen pendukung Tes Pemecahan Masalah. Hasil penelitian ini, diperoleh tiga subjek laki-laki yang memiliki kemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah dan satu subjek perempuan yang memiliki matematika tinggi berada pada tingkat berpikir analysis sedangkan dua subjek perempuan yang memiliki kemampuan matematika sedang dan rendah berada pada tingkat berpikir visualisasi. Subjek memiliki kelemahan dalam hal menggunakan sifat-sifat yang tidak tepat untuk membedakan, mengidentifikasi, dan memilih bangun-bangun geometri.
Perbandingan Model Pembelajaran Problem Solving dan Problem Posing Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematika Siswa Kelas V Sekolah Dasar
Prita Tiya Pramesti;
Eunice Widyanti Setyaningtyas
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika: Volume 5 Nomor 2, In press
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i2.587
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat efektivitas model pembelajaran Problem Solving dan Problem Posing dilihat dari kemampuan berpikir kritis siswa kelas 5 SD. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas 5 di SD Negeri Legoksari dengan jumlah 30 siswa dan SD Negeri 02 Pagersari dengan jumlah 24 siswa. Teknik yang digunakan untuk mengumpulakan data ialah menggunakan observasi dan tes. Penelitian ini mengggunakan instrumen RPP Problem Solving dan Problem Posing serta menggunakan instrumen kemampuan berpikir kritis siswa. Analisis data yang digunakan adalah analisis deksripsi kuantitatif sebagai uji persyarat, uji T, dan N-Gain. Hasil pengujian hipotesis, dengan uji t-sig (2-tailed) diperoleh 0,000 < 0,05 dengan thitung 5,081> ttabel 2,002 maka H0 ditolak yang memiliki arti bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematika. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan meningkatnya kemampuan berpikir kritis siswa kelas 5 di SD Negeri Legoksari menggunakan model Problem Posing dengan rata-rata perolehan skor awal 72,73 meningkat menjadi 80,67. Selain itu, meningkatnya kemampuan berpikir kritis siswa kelas 5 di SD Negeri 02 Pagersari menggunakan model Problem Solving rata-rata perolehan skor awal yaitu 67,96 meningkat menjadi 74,75. Hal ini menunjukan bahwa model Problem Posing lebih efektif dibandingkan dengan model Problem Solving dilihat dari kemampuan berpikir kritis matematika.
Analisis Motivasi Belajar Matematika Siswa dalam Penerapan Edmodo di Masa Pandemi COVID-19
Zulia Alifia;
Trisna Roy Pradipta
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika: Volume 5 Nomor 2, In press
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i2.591
Wabah virus COVID-19 telah menyerang seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kebijakan untuk melakukan kegiatan dirumah pun dikeluarkan termasuk pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi belajar matematika siswa dalam penerapan Edmodo di masa pandemi COVID-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Subjek yang digunakan dalam penelitina ini adalah siswa kelas IX-F di SMP Dharma Pertiwi Depok sebanyak 33 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu angket motivasi belajar matematika dengan 18 pernyataan. Pernyataan tersebut digunakan untuk mengetahui tanggapan dari responden terkait motivasi belajar matematika dalam penerapan Edmodo dimasa pandemi COVID-19. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa siswa kelas IX-F memiliki motivasi baik dalam pembelajaran matematika menggunakan aplikasi Edmodo dengan perolehan rata-rata presentase dari semua indikator sebesar 76,244%. Didukung juga oleh hasil wawancara kepada wali kelas sekaligus guru matematika kelas IX-F. Kesimpulan dari penelitian ini adalah siswa memiliki motivasi baik dalam pembelajaran matematika berbasis Edmodo di masa pandemi COVID-19.
Meta Analisis Pengaruh Model Pembelajaran Numbered Head Together terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas V Tematik Muatan Pembelajaran Matematika
Pangestu Bagas Surya putra;
Theresia Sri Rahayu
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika: Volume 5 Nomor 2, In press
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i2.592
Pembelajaraan tematik lebih cenderung melibatkan siswa secara mental dan fisik dalam kegiatan pembelajaraan di kelas. Sesuai dengan hakikat matematika, salah satu keterampilan yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah di sekolah dan kehidupan sehari-hari dalam proses pembelajaran matematika adalah keterampilan kerja sama. Menggunakan model atau metode pembelajaran yang benar dapat memberikan siswa ketrampilan kerjasama yang baik dan antusias. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara model pembelajaran NHT dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif pada siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian meta analisis, Teknik yang telah digunakan adalah analisis teknik Effect Size dengan rumus effect size.Dari hasil penelitian ini menunjukan hasil model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dengan rata-rata 13.185. Dilihat dari hasil uji-T memperlihatkan bahwa model pembelajaran NHT dengan nilai sebesar 66.1160 meningkat menjadi 79.3010. Dari hasil penghitungan hipotesis penggunaan uji-T dengan menggunakan SPSS menunjukan nilai signitifikan sebesar 0,003 yang berarti lebih kecil dari 0,005 (0,003<0,005) uji SPSS membuktikan Thitung>T table sebesar 4.134 dan T table sebesar 3.189 menunjukan bahwa 4.234>3.289 dan signitifikasinya 0,003<0,005 menunjukan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dari model tersebut bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa sekolah dasar.
Analisis Berpikir Pseudo pada Anak Autis dalam Memecahkan Soal Matematika (Kasus di SLBN Prof. Dr. Sri Soedewi MS SH Jambi)
Rahmat Septria;
Kamid Kamid;
Saharudin Saharudin
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika: Volume 5 Nomor 2, In press
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i2.593
Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan bagaimana berpikir pseudo pada siswa autis ringan-sedang dalam memecahkan masalah perkalian matematika, dan (2) mendeskripsikan bagaimana berpikir pseudo pada siswa autis berat dalam memecahkan masalah perkalian matematika. Subjek pada penelitian kualitatif ini adalah 4 siswa autis SLBN Prof. Dr. Sri Soedewi MS SH Jambi, dipilih menggunakan teknik purposive sampling, menggunakan instrumen DSM-IV dan CARS sehingga mendapatkan 2 siswa autis kategori rendah-sedang dan 2 siswa kategori berat. Penelitian ini menggunakan instrumen lembar observasi awal, dokumentasi, soal tes tertulis materi perkalian, dan lembar wawancara. Hasil penelitian ini adalah: (1) Siswa autis ringan-sedang terkadang mampu mengungkapkan apa yang diketahui dan ditanyakan secara tertulis. Mereka dapat menyebutkan langkah pengerjaan sesuai dengan yang guru ajarkan, namun mereka tidak benar-benar dapat menjelaskan dan menjustifikasi hasil yang diperoleh. Sehingga disimpulkan saat memecahkan masalah perkalian, siswa autis ringan-sedang seringkali mengalami berpikir pseudo benar. (2) Siswa autis berat terkadang mengungkapkan apa yang diketahui dan ditanyakan tanpa memilih informasi penting pada soal. Mereka tidak dapat menyebutkan langkah pengerjaan sesuai dengan apa yang guru ajarkan sehingga langkah dan jawaban mereka salah. Mereka juga tidak dapat memperbaiki jawaban yang diperoleh. Sehingga disimpulkan bahwa saat memecahkan masalah perkalian, siswa autis berat seringkali mengalami berpikir pseudo salah.
Analisis Kesalahan Siswa SMA dalam Menyelesaikan Soal Cerita Materi Matriks
Alifiana Mareta;
Cholis Sa'dijah;
Tjang Daniel Chandra
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika: Volume 5 Nomor 2, In press
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i2.595
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik kesalahan siswa dalam menyesaikan soal cerita materi matriks sehingga dapat dilakukan tindakan yang tepat agar kesalahan yang sama tidak terjadi lagi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif karena bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan oleh siswa siswa dalam menyelesaikan masalah. Pada 24 Maret 2021 sebanyak 36 siswa dari kelas XI IPA 6 di SMAN 1 Sampang terlibat dalam penelitian ini, namun dipilih 2 siswa yang akan dianalisis mendalam berdasarkan banyaknya kesalahanan yang dilakukan dalam menyelesaikan instrumen pelacak. Analisis kesalahan dilakukan berdasarkan 1 soal cerita materi matriks. Siswa 1 dan Siswa 2 melakukan kesalahan dalam tiga tahapan, yakni dalam memahami masalah, kesalahan dalam merencanakan penyelesaian masalah dan kesalahan dalam melaksanakan penyelesaian masalah. Berdasarkan dari penelitian tersebut dapat diketahui bahwa siswa yang memiliki banyak kesalahpahaman dalam materi prasyarat akan lebih sering melakukan kesalahan dalam tahapan penyelesaian masalah soal cerita.