Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika
Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika is a journal on mathematics Education. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika (JC) is under the auspices of the Faculty of Education, Mathematics Education Program of the Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. The journal is registered with E-ISSN: 2579-9258 and P-ISSN: 2614-3038. JC is published twice a year in May and November. JC receives 40 articles per year The journal publishes articles in mathematics education including teaching and learning, instruction, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, educational developments, from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Articles
1,419 Documents
Profil Pemahaman Konsep Siswa dalam Menyelesaikan Soal Integral Tak Tentu Fungsi Aljabar Ditinjau dari Jenis Kelamin
Nurviani Alamanda;
Rita Lefrida;
I Nyoman Murdiana;
Bakri M Bakri M
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v7i2.2362
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi pemahaman konsep kelas XII IPA 1 MAN 2 Kota Palu dalam menyelesaikan soal integral tak tentu fungsi aljabar ditinjau dari jenis kelamin. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpul melalui tugas tertulis dan wawancara. Subjek terdiri dari satu siswa laki-laki berkemampuan tinggi dan satu siswa perempuan berkemampuan tinggi. Teknik analisis digunakan dalam penelitian ini adalah data condensation, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep pada materi integral tak tentu fungsi aljabar siswa perempuan sangat baik. siswa perempuan mampu memenuhi 4 indikator pemahaman konsep yaitu: (1) menyatakan ulang konsep yang; (2) mengidentifikasi contoh dan bukan contoh; (3) mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep; (4) menerapkan atau mengaplikasikan konsep secara algoritma. Siswa laki-laki baik dalam 3 indiktor pemahaman konsep yaitu: (1) menyatakan ulang konsep yang; (2) mengidentifikasi contoh dan bukan contoh; (3) mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep. Namun, siswa laki-laki kurang pada indikator keempat yaitu, menerapkan atau mengaplikasikan konsep secara algoritma. Siswa laki-laki Pada langkah-langkah penyelesaian soal indikator keempat tidak menghilangkan tanda integral dan tidak menambahkan konstanta C pada hasil integrasi serta melakukan kesalahan dalam perhitungan akhir.
Kemampuan Numerasi Siswa dalam Menyelesaikan Soal Geometri pada Asesmen Kompetensi Minimum
Risma Kurnia Wati;
Adi Nurcahyo
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v7i2.2380
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dimaksudkan menilai kemampuan kognitif siswa, salah satunya kemampuan numerasi. Sementara berdasarkan hasil PISA 2018 tingkat kemampuan numerasi di Indonesia masih tergolong cukup rendah. Metode kualitatif deskriptif diterapkan pada penelitian ini yang memiliki tujuan menganalisis kemampuan numerasi siswa dalam menyelesaikan soal geometri pada asesmen kompetensi minimum. Subjek penelitian ini ialah 21 siswa kelas XI IPA 2 di SMAN 1 Karangjati. Tes, wawancara, dan dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang diterapkan pada penelitian ini. Data dianalisis berdasarkan tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini adalah tingkat kemampuan numerasi siswa mengerjakan soal-soal geometri pada AKM memiliki tingkat kemampuan numerasi dasar yakni mendapat presentase sebanyak 81%. Berdasarkan hasil tes soal geometri AKM numerasi pada 21 siswa di SMA Negeri 1 Karangjati didapatkan sebanyak 2 siswa menduduki tingkat kemampuan numerasi perlu Intervensi khusus (PIK), 17 siswa menduduki tingkat kemampuan numerasi dasar, 1 siswa menduduki tingkat kemampuan numerasi cakap, dan 1 siswa menduduki tingkat kemampuan numerasi mahir. Kemampuan numerasi siswa pada tingkat perlu intervensi khusus (PIK), dasar, cakap dan mahir memiliki ketercapaian proses numerasi yang berbeda dalam mengerjakan soal geometri pada asesmen kompetensi minimum (AKM).
Profil Kemampuan Literasi Matematika dalam Menyelesaikan Soal Berorientasi PISA Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa
Fahrizal Anom Saputra;
Rita Pramujiyanti Khotimah
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v7i2.2413
Kemampuan literasi siswa masih buruk terutama ketika menyelesaikan soal berorientasi PISA. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan literasi matematika dalam menyelesaikan soal matematika berorientasi PISA ditinjau dari gaya kognitif siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek berjumlah 5 siswa kelas VIII. Untuk pengumpulan data teknik yang digunakan yaitu tes GEFT, tes literasi matematika, dan wawancara. Proses analisis data penelitian dengan teknik reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi teknik digunakan sebagai uji keabsahan data. Hasil penelitian mendeskripsikan untuk siswa FD yang mempunyai kemampuan literasi matematika tinggi dapat memenuhi indikator komunikasi, matematisasi, serta merancang strategi untuk soal nomor satu. Sedangkan pada kemampuan literasi matematika sedang siswa tidak memenuhi seluruh indikator untuk soal nomor tiga. Pada kemampuan literasi matematika rendah siswa tidak memenuhi seluruh indikator untuk soal nomor tiga. Namun, pada soal nomor empat memenuhi indikator komunikasi dan pada soal nomor satu memenuhi indikator matematisasi, merancang strategi, serta penggunaan operasi matematika dan bahasa matematis. Siswa FI yang mempunyai kemampuan literasi matematika tinggi dapat memenuhi indikator komunikasi, matematisasi, dan penalaran. Sedangkan pada kemampuan literasi matematika sedang mencakup indikator komunikasi pada soal nomor tiga.
Kontribusi Kemampuan Berpikir Kritis, Komunikasi Matematika, Narasi Matematika dan Spasial Terhadap Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa
Mega Sari Lingga;
Edi Syahputra;
Mulyono Mulyono
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v7i2.2420
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Kontribusi kemampuan berpikir kritis, komunikasi matematika, narasi matematika, dan kemampuan spasial terhadap IP Kumulatif; dan (2) Besarnya kontribusi variabel bebas tersebut terhadap IP Kumulatif. Penelitian ini termasuk penelitian ex-post facto dengan menggunakan pendekatan analisis kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa dikmat UNIMED tahun ajaran 2022/2023. Adapun jumlah sampel penelitian ini adalah seluruh jumlah populasi yaitu sebanyak 34 mahasiswa. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah berbentuk tes uraian dan tes objektif. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat kontribusi kemampuan berpikir kritis terhadap IP Kumulatif secara parsial (2) terdapat kontribusi kemampuan komunikasi matematika terhadap IP Kumulatif secara parsial; (3) terdapat kontribusi kemampuan narasi matematika terhadap IP Kumulatif secara parsial ditunjukkan oleh nilai thitung 2,507 > ttabel 2,03 dan nilai signifikansi 0,04 < 0,05; (4) terdapat kontribusi kemampuan spasial terhadap IP Kumulatif secara parsial; dan (5) secara simultan, seluruh variabel bebas berkontribusi terhadap IP Kumulatif. Besaran kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat dalam penelitian ini adalah 40,8%. Besaran kontribusi kemampuan berpikir tingkat tinggi, kemampuan komunikasi matematika, kemampuan narasi matematika dan kemampuan spasial terhadap Indeks Prestasi Kumulatif berada pada kategori sedang. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan untuk membekali diri dengan kemampuan-kemampuan lain yang dapat memberikan sumbangsih terhadap pencapaian prestasi akademik di perkuliahan.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kooperatif Type Course Review Horay dan Media Geogebra untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Spasial dan Resiliensi Matematika Siswa Kelas VIII
Putri Mayang Sari;
Hermawan Syahputra;
Kms. Amin Fauzi
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v7i2.2426
Penelitian ini bertujuan: untuk menganalisis peningkatan dan mengembangkan kemampuan berpikir spasial serta kemampuan resiliensi matematis siswa dengan menggunakan perangkat pembelajaran kooperatif type Course Review Horay dan Media Geogebra yang dikembangkan, untuk menganalisis validitas, kepraktisan dan keefektifan perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan kooperatif type Course Review Horay dan Media Geogebra dalam meningkatkan kemampuan berfikir spasial dan resiliensinya. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model ADDIE. Penelitian dilaksanakan di MTs. Al-Washliyah Tembung sebanyak 33 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 33 orang peserta didik sebanyak 32 mengalami peningkatan kemampuan berpikir spasial atau setara dengan 97%. Sedangkan peningkatan kemampuan resiliensi matematis peserta didik hanya mengalami peningkatan sebesar 19 dari 33 orang peserta didik atau setara dengan 58%. Dari hasil penelitian juga menunjukkan bahwa model pengembangan ini lebih efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir spasial dan kemampuan resiliensi matematis daripada model pembelajaran yang biasa digunakan didalam kelas, perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan kooperatif type Course Review Horay dan Media Geogebra dinyatakan valid, praktis dan efektif dalam proses pembelajaran.
Pengembangan Buku Saku Digital Berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics pada Materi Perbandingan Siswa SMP
Ifroh Wulandari;
Marah Doly Nasution;
Zulfi Amri
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v7i2.2446
Penelitian ini membahas tentang Pengembangan buku saku digital berbasis STEM pada materi Perbandingan Siswa/i SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran prosedur pengembangan buku saku digital berbasis STEM pada materi perbandingan serta mengetahui hasil pengembangan buku saku digital berbasis STEM memenuhi kriteria valid. Jenis penelitian ini adalah research and development (R&D). Untuk menghasilkan produk buku saku digital berbasis STEM, peneliti menggunakan model ADDIE dengan singkatan lima tahap pengembangan yaitu: (1) Tahap analisis (analyze), (2) Tahap perencanaan (design), (3) Tahap pengembangan (development), (4) Tahap implementasi (implementation), (5) Tahap evaluasi (evaluation). Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 5 Tanjungbalai dengan subjek penelitian siswa kelas VII. Untuk mengetahui kelayakan produk, peneliti menyebar angket kepada tiga validator yang terdiri dari Satu dosen matematika Politehnik Tanjungbalai dan satu Dosen Matematika UMSU dan satu guru mata pelajaran matematika di SMP Negeri 5 Tanjungbalai yang dimana inti dari angket validasi tersebut berisi tentang penilaian isi/materi, media dan desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku saku digital berbasis STEM pada materi perbandingan memenuhi kriteria valid untuk digunakan dalam pembelajaran matematika, dilihat dari hasil penilaian tiga validator ahli isi/ materi (90%) dengan kategori sangat valid dan ahli media dan design (91%) dengan kategori sangat valid.
Desain didaktis Penjumlahan Pecahan Campuran untuk Kelas V Sekolah Dasar
Anna Nurkhasanah;
Nyiayu Fahriza Fuadiah;
Henni Riyanti
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v7i2.2218
Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain didaktis pada materi penjumlahan pecahan campuran, untuk mengatasi learning obstacle yang dialami siswa kelas V SDN 91 Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian didactical Design Research (DDR). Subjek penelitian ini yaitu 24 orang siswa kelas V, 24 orang siswa kelas VI, dan 1 orang guru kelas V. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara kepada guru, pemberian tes berupa tes identifikasi akhir, catatan lapangan dan rekaman video. Berdasarkan hasil penelitian, melalui implementasi desain didaktis yang telah dilakukan dapat membantu mengatasi atau mengurangi learning obstacle yang dialami siswa pada materi penjumlahan pecahan campuran karena adanya perubahan signifikan dilihat dari hasil tes identifikasi akhir siswa yang diberikan setelah penerapan desaian didaktis. Selain itu, desain didaktis mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Hasil penelitian ini berupa desain pembelajran yang dapat digunakan oleh guru untuk menerapkan pembelajaran pada materi penjumlahan pecahan agar dapat mengatasi learning obstacle yang di alami siswa.
Perbedaan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Komunikasi Matematis Siswa Model Pembelajaran TPS dan STAD
Bayu Arga Putra;
Abil Mansyur;
Pargaulan Siagian
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v7i2.2353
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dengan siswa yang diajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Students Teams Achievement Division, (2) perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dengan siswa yang diajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Students Teams Achievement Division, (3) interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis siswa. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI jurusan TBSM dan sampel dalam penelitian ini dipilih secara acak, kelas yang terpilih adalah kelas XI TBSM 1 dan XI TBSM 2 sebagai kelas eksperimen masing-masing berjumlah 26 siswa. Analisis data dilakukan dengan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dengan siswa yang diajar melalui model pembelajaran tipe Students Teams Achievement Division, (2) terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dengan siswa yang diajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Students Teams Achievement Division, (3) tidak terdapat interaksi antara pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis siswa.
Pembelajaran Matematika: Potret Kompetensi Pemodelan Matematika Siswa Kelas IX pada Materi Luas Permukaan dan Volume Tabung
Dwi Febianti;
Darmawijoyo Darmawijoyo
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v7i2.2379
Kompetensi pemodelan matematika membantu siswa dalam menghadapi tantangan di kehidupan sehari-hari dan mempelajari konsep matematika. Namun, rata-rata persepsi siswa mengenai matematika sangat dangkal. Siswa beranggapan bahwa matematika hanyalah sekumpulan rumus yang tidak memiliki hubungan dengan kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan kompetensi pemodelan matematika siswa kelas IX menggunakan LKS praktikum berbasis pemodelan matematika pada materi luas permukaan dan volume tabung. Adapun jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yang terdiri dari 19 siswa kelas IX. Teknik pengumpulan data yang digunakan diantaranya soal tes kompetensi pemodelan matematika dalam bentuk uraian dan wawancara semi-struktur. Berdasarkan temuan penelitian diperoleh potret kompetensi pemodelan matematika siswa kelas IX menggunakan LKS praktikum berbasis pemodelan matematika pada pada materi luas permukaan dan volume tabung terkategori baik dengan rata-rata 65,48. Proses pembelajaran menggunakan LKS praktikum berbasis pemodelan matematika membantu siswa untuk melakukan tahapan pemodelan matematika secara tepat serta melakukan pengaplikasiannya ke dalam situasi dunia nyata.
Peningkatan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa dengan Penerapan Pendekatan RME
Ulfa Fadhilatul Mufidah;
Isnaeni Umi Machromah
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v7i2.2388
Penelitian ini menggunakan Mix Methods desain Sequential Explanatory yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) terhadap kemampuan koneksi matematis. Penelitian dilaksanakan terhadap kelas VIII di SMP Negeri 1 Sambi. Adapun sampel hanya kelas VIII B dengan jumlah 20 siswa. Metode pengumpulan data berupa tes, wawancara, dan juga dokumentasi. Pada data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan Sign Test, sementara itu analisis data kualitatif melibatkan tiga langkah yakni reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil uji Sign Test diperoleh 0,004 < 0,05 yang artinya pendekatan RME berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan terhadap koneksi matematis siswa. Selanjutnya, berdasarkan analisis data kualitatif: 1) Siswa berkoneksi matematis kategori tinggi terjadi peningkatan ketercapaian indikator dan menyelesaikan dengan tepat; 2) Siswa berkoneksi matematis kategori sedang terjadi peningkatan ketercapaian indikator, namun tidak menyelesaikan dengan tepat; 3) Siswa dengan kategori rendah, kemampuan koneksi matematisnya tidak terjadi peningkatan ketercapaian indikator. Dari penelitian ini, diperoleh kesimpulan pendekatan RME berpengaruh terhadap kemampuan koneksi matematis siswa.