Articles
63 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 7 No. 5 (2023)"
:
63 Documents
clear
Penerapan Fun Literacy untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman pada Siswa SDN Sawahlega
Nurahmah, Siti Salwa;
Barkah, Barkah;
Adela, Dhea
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i5.5956
Membaca adalah kegiatan setiap hari yang bertujuan untuk memperoleh informasi, pengetahuan, menambah wawasan, dan mengembangkan keterampilan berpikir untuk inspirasi dan penemuan ide-ide baru. Rendahnya kemampuan membaca menjadi bukti bahwa proses pembelajaran yang dilakukan siswa dalam bidang pendidikan tidak mengembangkan minat baca siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca pemahaman siswa kelas II SDN Sawahlega sebelum dan sesudah menerapkan fun literacy. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan naturalistik dan tidak dilakukan untuk menguji hipotesis. Desain penelitian menggunakan model Model Kurt Lewin, setiap langkah terdiri atas empat tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Kemampuan membaca pemahaman siswa melalui penerapan fun literacy ditandai dengan meningkatnya keaktifan belajar siswa dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa melalui penerapan fun literacy maka kemampuan membaca pemahaman siswa kelas II SDN Sawahlega mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat pada skor rata-rata yang diperoleh siswa setelah menyelesaikan tes akhir dari Siklus I ke Siklus II meningkat dari 79,6 pada Siklus I menjadi 90 pada Siklus II
Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Menggunakan CORE (Connecting Organizing Reflecting Extending)
Simanjuntak, Ruth M.;
Hutauruk, Agusmanto J. B.;
Butar Butar, Christine Meily D;
Gultom, Sanggam P.
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i5.5987
Akibat dari meluasnya pandemi virus Covid-19 sampai pada tingkat dunia, menyebabkan dampak pada pendidikan khususnya pendidikan di Indonesia dimana siswa sulit memahami materi yang diajarkan guru. Model-model pembelajaran yang inovatif telah dilakukan, pada hal ini sebagai contoh adalah model pembelajaran CORE (Connecting Organizing Reflecting Extending). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan mengetahui dampak atau pengaruh dari model pembelajaran CORE dalam peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik pada pokok bahasan atau materi statistika di kelas VIII. Jenis penelitian ini merupakan quasi experiment research dengan sampel penelitian digunakan teknik Simple Random Sampling dan dipilih 2 kelas masing-masing sebanyak 29 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan diperoleh nilai rata-rata post test 72,76 pada kelas eksperimen dan nilai 43,9 pada kelas eksperimen dan ditunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan peserta didik dalam kelas eksperimen yang diberikan perlakuan model CORE dengan peserta didik dengan perlakuan pembelajaran konvensional. Perhitungan persentase N-Gain menunjukkan model CORE cukup efektif meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik pada pokok bahasan Statistika dengan nilai 66%. Sehingga ditarik sebuah kesimpulan menggunakan model pembelajaran CORE dapat berpengaruh yang signifikan dan meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik serta bisa digunakan sebagai alternatif model pembelajaran.
Dampak Film Pendek di Aplikasi Youtube terhadap Pemerolehan Bahasa Kedua pada Anak Sekolah Dasar Usia 11 Tahun
Serlinika, Cipi;
Tarmini, Wini
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i5.6038
Film youtube berbahasa asing disimak dan ditiru dalam kehidupan sehari-hari mendorong pemerolehan bahasa kedua pada anak. Penelitian ini sebuah studi kasus yang memiliki tujuan untuk menjelaskan bagaimana dampak dari film pendek berbahasa Jerman di youtube terhadap pemerolehan bahasa kedua pada anak SD umur 11 tahun. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan observasi. Teknik pengumpulan data berupa pengamatan dan wawancara dengan penjelasan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan anak memperoleh kosakata berupa ungkapan dasar sederhana dan kalimat ujaran perkenalan dalam bahasa Jerman sebagai bahasa kedua. Ini terlihat dari pemahaman anak tentang film yang dia tonton dan kemampuan anak dalam menyebutkannya. Kalimat ujaran perkenalan yang diperoleh adalah Ich bin Holli dan Hallo wie gehts. Kosakata berupa ungkapan dasar sederhana yang diperoleh adalah Danke, Guten Morgen, Aufwiedersehen, gut, guten Tag, bitte dan nein. Kegiatan menonton film pendek di aplikasi youtube yang dilakukan secara berulang-ulang memberikan dampak pemerolehan bahasa kedua. Tentu saja hasil pemerolehan bahasa kedua akan lebih maksimal dengan mengikuti pembelajaran bahasa dan ikut nya peran serta guru dibandingkan menonton youtube saja.
Tantangan Guru Dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka
Monalisa, Monalisa;
Irfan, Ade
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i5.6055
Merdeka belajar merupakan salah satu bentuk implementasi nilai-nilai pembentuk karakter bangsa dimulai dari pembenahan sistem pendidikan dan metode belajar. Tantangan seorang guru matematika untuk membuat pembelajaran menyenangkan dan siswa tidak takut serta rajin belajar matematika, guru harus mampu mewujudkan pembelajaran yang nyaman, menyenangkan, dan menarik, yang menjadi ciri dari era merdeka belajar. Tantangan guru dalam menerapkan kurikulum merdeka. Guru adalah seorang pendidik yangmemiliki peran penting dalam proses mengajar dan harus mampu mengaplikasikan suatu kurikulum di sekolah, sedanglan kurikulum adalah suatu system rencana dan pengaturan mengenai bahan pembelajaran yang diterapkan dakam aktivitas belajar mengajar. Adapun yang melatar belakangi penulis tertarik membuat jurnal dimana penulis menemukan indikasi peran guru yang belum efektif dan belum mampu mengaplikasikan kurikulum merdeka. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru dalam pengembangan kurikulum merdeka. Artikel ini menggunakan studi pustaka atau library research dari berbagai buku, artikel dan hasil penelitian untuk mendapatkan informasi yang sedang diteliti. Hasil yang didapat oleh penulis menunjukkan adanya peran penting perkembangan kurikulum dalam suatu lembaga dan seorang guru yang harus memiliki kemampuan menyampaikan pembelajaran agar suatu kurikulum terwujud. Berdasarkan hasil anaisis dan kesimpulan pada bab pembahasan maka penulis mengajukan saran-saran sebagai berikut guru harus mampu mengetahui perkembangan teknologi, guru harus mampu mengimplementasikan kurikulum yang selalu berubah, guru harus membuat skala prioritas pekerjaan yang harus segera diselesaikan
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Canva for Education, bagi Guru Paud di Kecamatan Pulo Gadung
Martini, R Sri;
Gunarti, Winda;
Satrio, Muhammad Galih;
Maryam, Maryam;
Khulqi A S, Hasna;
Zahra, Callista Alya
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i5.6067
Pembelajaran anak usia dini guru diharuskan dapat menciptakan kegiatan pembelajaran yang dapat menstimulasi anak tetapi tidak dengan paksaan. Anak usia dini yang berada dalam kondisi tumbuh kembang tentunya membutuhkan kegiatan pembelajaran yang dapat menarik minat anak, fokus dan menyenangkan. Terkait dengan kondisi tersebut tentunya dibutuhkan kreativitas guru dalam menciptakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan. Saat ini banyak aplikasi berbasis IT yang dapat dipelajari oleh guru guna membantu menampilkan media pembelajaran yang dapat menstimulasi minat belajar anak yang cukup menyenangkan. Salah satu aplikasi yang cukup mudah dipelajari oleh guru dalam rangka menyiapkan media pembelajaran yang lebih menarik adalah aplikasi Canva. Pengoperasionalan aplikasi Canva ini tidak harus menggunakan laptop, dapat juga menggunakan smartphone, dan tahapan-tahapan kerjanya sangat mudah dipahami oleh guru. Tujuan diadakannya pengembangan penggunaan aplikasi Canva for Education, agar guru memiliki kemampuan profesional dalam menyiapkan media pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan inovatif. Metode pengembangan yang dilakukan dengan membuat sebuah media pembelajaran berupa buku anak digital dengan melalui tahapan-tahapan, seperti perencanaan, pembuatan, dan penggunaanya. Hasil pengembangan ini menjadikan guru-guru PAUD di kecamatan Pulogadung wilayah DKI Jakarta memiliki keterampilan dalam memanfaatkan aplikasi Canva untuk membuat media pembelajaran yang inovatif dan mudah digunakan dalam smartphone.
Pengaruh Media Digital Terhadap Keterampilan Proses Sains dan Bernalar Kritis di Sekolah Dasar
Maisarah, Maisarah;
Prasetya, Cyndi
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i5.6097
Keterampilan proses sains sangat penting bagi siswa, khususnya pada tingkat sekolah dasar karena siswa perlu dibiasakan bertindak dan bersikap ilmiah untuk memperoleh pengetahuan. Capaian IPAS dalam Kurikulum Merdeka juga menyarankan pembelajaran yang berbasis ilmiah, dan menyokong Profil Pelajar Pancasila, salah satunya elemen bernalar kritis. Namun observasi awal di SD Negeri 5 Langsa ditemukan bahwa keterampilan proses sains dan bernalar kritis siswa tergologn rendah, dan fasilitas teknologi yang tersedia tidak digunkaan secara optimal. Sehingga dilakukan penelitian dengan tujuan untuk memecahkan masalah, dan menganalisis pengaruh media digital terhadap keterampilan proses sains dan bernalar kritis siswa. Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif desain one group pretest-postest, sehingga sampel pada penelitian ini hanya satu kelas yaitu: siswa kelas IV-D yang berjumlah 28 orang. Instrumen pada penelitian ini yaitu: tes dan lembar observasi. Analisis data mengunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media digital terhadap keterampilan proses sains dan bernalar kritis siswa. Pada hasil analisis juga ditemukan bahwa penggunaan media digital memberikan pengaruh sebesar 90,90% terhadap keterampilan proses sains dan 97,50% terhadap bernalar kritis siswa. Sehingga penelitian ini merekomendasikan guru untuk menggunakan dan/ atau mengembangkan media digital untuk meningkatkan hasil belajar, mendukung digitalisasi, dan menyokong pencapaian profil pelajar Pancasila, khususnya bernalar kritis.
Analisis Strategi Guru dalam Meningkatkan Partisipasi Menyampaikan Pendapat Peserta Didik Kelas VIII pada Mata Pelajaran IPS
Franitya, Nita;
Aminuyati, Aminuyati;
Wiyono, Hadi;
Buwono, Sri;
Barella, Yusawinur
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i5.6104
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui: strategi, hambatan dan upaya guru menghadapai hambatan dalam meningkatkan partisipasi menyampaikan pendapat peserta didik kelas VIII pada mata pelajaran IPS. Bentuk penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dan data didapatkan dari hasil observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik interaktif dan pengujian keabsahan data yaitu triangulasi teknik dan sumber. penelitian ini menunjukkan hasil bahwa strategi guru meningkatkan partisipasi menyampaikan pendapat peserta didik, yaitu: pemberian pujian, membentuk kelompok kecil, pemberian nilai/poin tambahan dan persaingan. Sedangkan hambatan guru adalah kondisi kesehatan guru, peserta didik, situasi kelas tidak kondusif dan media pembelajaran yang kurang bervariasi. Kemudian untuk upaya guru mengatasi hambatan, yaitu: penerapan pembelajaran berpusat pada peserta didik (student centered), memberikan waktu tunggu kepada peserta didik dan pendekatan individu
Pengembangan Media Pembelajaran KARGAMCA Digital Interakif pada Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar
Saullila, Aridevi;
Lutfi, Lutfi;
Rahmatunnisa, Sriyanti
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i5.6109
Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya kemampuan membaca peserta didik karena banyaknya peserta didik yang tidak bersekolah di jenjang playgroup/TK karena orang tua kurang mampu dalam ekonomi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran kargamca (kartu gambar membaca) digital interaktif. Penelitian ini menggunakan penelitian Research and Development (R&D) dan menggunakan medel ADDIE dengan tahapan analiysis (analisis), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi), dan evaluation (evaluasi. Subjek pada penelitian ini yaitu peserta didik kelas 1 SDN Marga Jaya II. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian dari ahli materi mendapatkan rata-rata 93%. termasuk kategori sangat valid. Penilaian ahli bahasa mendapatkan rata-rata 80% termasuk kategori valid. Penelitian ahli media 1 mendapatkan rata-rata 96% termasuk kategori sangat valid dan ahli media 2 mendapatkan rata-rata 78% termasuk kategori valid. Pada uji coba kelompok kecil mendapatkan persentase skor 92% termasuk kedalam kriteria tinggi. Pada uji coba kelompok besar mendapatkan persentase skor 96% termasuk kedalam kriteria tinggi. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran kargamca digital interaktif pada kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 SDN Marga Jaya II valid atau layak untuk digunakan.
Pengembangan Media Digital Crossword Puzzle pada Pelajaran Bahasa Indonesia Materi Cerita Fiksi Siswa Sekolah Dasar
Barokah, Rizky Aulia;
Lutfi, Lutfi;
Rahmatunnisa, Sriyanti
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i5.6110
Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya variasi pada media pembelajaran di kelas dalam pelajaran Bahasa Indonesia materi cerita fiksi. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis digital berupa Crossword Puzzle. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Research and Development (R&D) menggunakan model ADDIE dengan lima tahapan pengembangan yaitu analysis (analisa), design (perancangan), develompent (pengembangan), implementation (implementasi), evaluation (evaluasi). Subjek pada penelitian ini yaitu peserta didik dikelas IV SDN Bintara Jaya V. Teknik analisa data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan penilaian antara lain 1) validasi ahli materi mendapat 95% dengan kategori sangat valid 2) validasi ahli bahasa 80% kategori valid 3) validasi ahli media 1 97% kategori sangat valid dan validasi ahli media 2 75% kategori valid. Penilaian respon peserta didik 1) uji coba kelompok kecil mendapatkan 94% dengan kriteria tinggi 2) uji coba kelompok besar mendapatkan 97% dengan kriteria tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka media digital Crossoword Puzzle pada pelajaran Bahasa Indonesia materi cerita fiksi siswa kelas IV valid atau layak digunakan.
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas IV dengan Model TGT Pada Materi Nilai Tempat Bilangan
Ega, Septi;
Rahayu, Fanny Septiany;
Nurarafah, Widya
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i5.6119
Adanya penelitian ini melihat dari rendahnya hasil belajar peserta didik kelas IV pada materi nilai tempat bilangan. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan melihat peningkatan hasil belajar peserta didik kelas IV pada materi nilai tempat bilangan dengan model TGT melalui metode PTK untuk menganalisis hasil pembelajaran pra siklus kemudian menerapkan perlakuan menggunakan model pembelajaran TGT pada siklus 1 dan 2 dengan menganalisis data hasil penelitian setiap siklusnya. Subjek penelitian ini yakni peserta didik kelas IV A SDN 1 Bayalangu Lor sebanyak 50 orang. Dalam kegiatan pembelajarannya menggunakan lesson study mencakup tahapan plan, do dan see. Sedangkan penerapannya menggunakan pengelompokkan peserta didik, media dan LKPD yang beragam. Hasil penelitian ini menunjukkan keberhasilan penerapan model TGT yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi nilai tempat bilangan dibuktikan dengan nilai peserta didik yang melebihi KKM dan peningkatan dari kondisi pra siklus ke setiap siklusnya. Maka implikasinya guru harus mengeksplore penggunaan model pembelajaran yang menyenangkan dan memudahkan peserta didik dalam menangkap materi pembelajaran.