Articles
5,428 Documents
Pemahaman Guru Terhadap Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis HOTS di Sekolah Dasar
Lestari Lestari;
Muhroji Muhroji
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3293
Pemahaman Guru Terhadap Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis HOTS di Sekolah Dasar. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman guru terhadap Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis High Order Thinking Skills (HOTS) yang diterapkan di SD Muhammadiyah PK Kottabarat. Pada pembelajaran yang menerapkan kurikulum 2013 meminta peserta didik untuk memiliki keterampilan berpikir secara kritis, maka perlu adanya pembelajaran yang melibatkan LKPD berbasis HOTS. Lembar Kerja Peseta Didik berbasis HOTS akan melatih pemikiran siswa untuk berpikir kritis karena siswa tidak hanya dilatih untuk mengingat, memahami dan mengaplikasikan, melainkan siswa diminta juga mampu menganalisis, mengevaluasi dan mengkreasikan. Untuk mendukung pembelajaran yang melatih siswanya berpikir kritis, perlu didukung dengan kompetensi guru yang memadai tentang pemahamannya pada High Order Thinking Skills (HOTS). Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Dengan metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman guru terhadap lembar kerja peserta didik berbasis HOTS di SD Muhammadiyah PK Kottabarat sudah baik dan dalam pelaksaannya sudah terlaksana dan katagori cukup baik, serta tingkat keberhasilan bagi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran yang melibatkan LKPD berbasis HOTS juga berada dalam kategori baik.
Membangun Guru yang Profesional melalui Pengembangan Profesionalisme Guru dalam Penerapan Profesinya
Delfi Eliza;
Regil Sriandila;
Dwi Anisak Nurul Fitri;
Syahreni Yenti
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2878
Guru adalah suatu profesi yang menuntut kompetensi khusus dan tidak bisa dilaksanakan jika orang tersebut tidak terlatih dalam bidang pendidikan. Guru yang professional menjadi elemen penting dalam menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan siswa yang lebih baik. Pendidikan di abad 21 menekankan kualitas guru yang professional yang bertujuan melahirkan kualitas pendidikan yang lebih baik dan siswa yang unggul. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan langkah-langkah strategis dalam membangun guru yang profesional. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kepustakaan dan dilakukan pengumpulan data dengani studi literatur terhadap penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 keterampilan yang harus dimiliki guru yang profesional yaitu memiliki pengetahuan yang tinggi, memiliki kemampuan mentransmisikan pengetahuan, memahami perkembangan peserta didik, dan memiliki inovasi dan selera humor yang tinggi. Selain itu, guru profesional juga harus memiliki 4 kompetensi yaitu pedagogic, sosial, kepribadian, dan profesional. Untuk mencapai keempat kompetensi tersebut diperlukan empat langkah diantaranya pelatihan yang berkesinambungan, senantiasa melakukan inovasi baru, membentuk kelompok diskusi, dan mempunyai dukungan
Pengembangan Instrumen Penilaian Kognitif Berbasis Student Active Learning untuk Meningkatkan Critical Thinking Peserta Didik Sekolah Dasar
Alhafidz Riandeni;
Dwi Yulianti;
I Wayan Distrik
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2868
Masalah dalam penelitian dan pengembangan ini yaitu pendidik belum mengembangkan instrumen penilaian berfikir kritis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrument penilaian kognitif berbasis student active learning untuk meningkatkan critical thinking peserta didik Sekolah Dasar yang mengacu pada pembelajaran kurikulum 2013. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (research and development). Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas lima di Rayon 3 Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Sampel dalam penelitian ini ditentukan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 25 peserta didik kelas V SD Negeri 29 Way Lima Data dikumpulkan melalui lembar angket dan soal tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen penilaian yang dikembangkan layak secara teori dan empirik. Kelayakan secara teori instrument penilaian berdasarkan penilaian dari 3 ahli termasuk dalam kategori sangat baik, relevan, representatif, praktis, diskriminatif, spesifik, dan proporsional. Kelayakan secara empirik instrumen penilaian berdasarkan analisis butir soal adalah seluruh soal telah valid dan memiliki reliabilitas tinggi.
The Urgency of English Teaching in Private Primary School: Stakeholders’ Perceptions
Nida Husna;
Genta Genta;
Rifdatul Habibah;
Farida Hamid;
Didin Nuruddin Hidayat;
Hesty Widiastuty
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3094
This research is aimed to find out the stakeholders’ perception regarding the urgency of English teaching in primary school, although English is not included as mandatory in the national curriculum of primary education level. A qualitative approach was applied to the design of this descriptive study. The data were collected through questionnaires and semi-constructed interviews. The sample of this research consists of 12 teachers and 12 parents from 4 primary schools with different demographic areas. The findings were drawn out from depth analysis of data and a review of relevant pieces of literature on the research. It showed that the stakeholders have the same perception that English should be taught since primary school because it was their golden age to learn many things. It was also in agreement that English subject was needed to be taught in primary school since there are numerous advantages to learning English at early age.
Implementasi Media Articulate Storyline dalam Pembelajaran sebagai Penunjang Pelaksanaan Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar
Rizka Widya Anitasari;
Ratnasari Dyah Utami
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3167
Penerapan media articulate storyline di SD Negeri 1 Simo dilatarbelakangi oleh penggunaan media pembelajaran yang masih minim terutama di sekolah dasar. Maka dari itu, dibutuhkan media pembelajaran interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media articulate storyline dalam proses pembelajaran, manfaat penggunaan media articulate storyline, dan hambatan serta solusi yang dihadapi guru. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi serta validitas data menggunakan triangulasi sumber. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di SD Negeri 1 Simo memperoleh hasil bahwa media articulate storyline digunakan setiap minggunya saat kegiatan pembelajaran di kelas atas. Hal ini dilakukan untuk mempertimbangkan kesiapan siswa. Melalui penggunaan media ini motivasi belajar siswa menjadi meningkat dibandingkan dengan proses pembelajaran secara konvensional tanpa menggunakan media. Selain itu, siswa dapat lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru. Dalam pelaksanaan guru mengalami hambatan antara lain rendahnya kemampuan teknologi dan keterbatasan waktu.
Strategi Bertutur dalam Tindak Tutur Ekspresif Siswa pada Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia
Wita Oktavia;
Ngusman Abdul Manaf
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2783
Ketertarikan peneliti untuk melakukan penelitian ini didasari alasan adanya tindak tutur ekspresif yang berpotensi menjatuhkan muka sehingga tindak tutur tersebut perlu dilengkapi dengan penggunaan strategi bertutur yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan penggunaan strategi bertutur dalam tindak tutur mengucapkan terima kasih dan mengkritik. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini adalah tuturan yang digunakan siswa yang menunjukkan adanya strategi bertutur dalam tindak tutur mengucapkan terima kasih dan mengkritik pada saat proses pembelajaran bahasa Indonesia berlangsung. Instrumen penelitian berupa gawai, alat tulis, dan lembar pengamatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah teknik simak bebas libat cakap, rekam, dan catat. Hasil penelitian diperoleh data bahwa frekuensi penggunaan strategi bertutur paling banyak, yaitu (1) bertutur terus terang tanpa basa-basi, (2) bertutur terus terang dengan kesantunan positif, (3) bertutur terus terang dengan kesantunan negatif, dan (4) bertutur samar-samar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi bertutur yang paling banyak adalah staretgi bertutur terus terang tanpa basa-basi dengan konteks penutur memiliki kedudukan yang lebih rendah dari mitra tutur dan penutur memiliki kedudukan yang sama dengan mitra tutur, serta topik yang dibahas tidak sensitif.
Pengembangan Media Tiktok pada Mata Pelajaran IPS Perubahan Sosial Budaya Sebagai Modernisasi Bangsa di Sekolah Dasar
Meylani Anisa;
Reyna Nadya Putri;
Yonika Regina;
Dadan Nugraha
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.2982
Media pembelajaran video berbasis Tiktok merupakan sebuah video yang berada dalam aplikasi Tiktok berdurasi pendek untuk membantu peserta didik memahami materi perubahan sosial budaya sebagai modernisasi bangsa pada mata pelajaran IPS di SD. Tujuan pengembangan penelitian ini yaitu untuk menghasilkan sebuah kebaharuan di bidang pendidikan yakni produk berupa media pembelajaran khususnya pada mata pelajaran IPS kelas IV di SD. Dalam pembelajaran peserta didik memerlukan berbagai media digital, namun dari berbagai media digital yang ada video pembelajaran merupakan media yang paling diminati. Dengan mengunakan metode Design Based Research (DBR) dikembangakanlah media video tiktok berdasarkan dari analisi ketertarikan media digital. Pengembangan media meliputi tahap analisis hingga validasi media. Analisis dilakukan mulai dari permasalahan atau kebutuhan di lapangan dan validasi dilakukan kepada mahasiswa PGSD UPI Kampus Sumedang. Hasilnya dapat disimpukan bahwa media digital yang dikembangan yaitu video tiktok layak digunakan sebagai media digital yang dapat dipilih guru dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.
Pengaruh Fasilitas Belajar dan Pengelolaan Kelas Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar
Hartanto Hartanto;
Sukartono Sukartono
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3201
Tujuan penelitian mencari tahu pengaruh fasilitas belajar dan pengelolaan kelas terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV di SD Negeri Kaliwungu 02 tahun ajaran 2021/2022. Jenis penelitian kuantitatif desain ex post facto. Pengumpulan data memakai teknik dokumentasi dan instrumen angket. Uji instrumen menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Uji prasyarat memakai uji normalitas dan linieritas. Uji hipotesis regresi linier sederhana memakai uji t, regresi ganda memakai Uji F. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Fasilitas belajar terbukti berpengaruh signifikan sebesar 22,46% terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV di SD Negeri Kaliwungu 02 tahun ajaran 2021/2022. (2) Pengelolaan kelas terbukti berpengaruh signifikan sebesar 13,80% terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV di SD Negeri Kaliwungu 02 tahun ajaran 2021/2022. (3) Fasilitas belajar dan pengelolaan kelas terbukti bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV di SD Negeri Kaliwungu 02 tahun ajaran 2021/2022 dengan tingkat sumbangan efektif sebesar 33,26% dan 66,74% diberikan oleh variabel yang belum diteliti dari studi ini.
Analisis Pengaruh Disiplin Belajar Serta Rasa Ingin Tahu Terhadap Hasil Belajar Siswa di Sekolah Dasar
Mellia Dwi Kusumaningrum;
Sukartono Sukartono
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.3013
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh disiplin belajar sertarasa ingin tahu terhadap hasil belajar pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV dan V di SD Negeri 01 Plesungan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 anak kelas kelas IV dan V SD Negeri 01 Plesungan tahun ajaran 2021/2022. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket) dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan uji prasyarat dan uji hipotesis. Analisis hipotesis dengan analisis regresi linear berganda. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara disiplin belajar dan rasa ingin tahu terhadap hasil belajar mata pelajaran IPA siswa kelas IV dan V SD Negeri 01 Plesungan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Dari hasil uji-t (parsial) menunjukkan: 1) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara disiplin belajar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV dan V (sig. 0,000 < 0,05), 2) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara rasa ingin tahu terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV dan V (sig. 0,021 < 0,05)
Pemanfaatan Google Apps for Education (GAFE) sebagai Media Pembelajaran Sekolah Dasar
Ignasius Putera Setiahati;
Ria Triayomi;
Sukarman Sukarman;
Stefanus Setyo Wibagso
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2751
Memilih media pembelajaran online perlu cermat dan tepat sesuai dengan kemampuan pendidik dan kebutuhan serta karakter peserta didik. Aplikasi Google untuk pendidikan adalah salah satu media online yang banyak pakai para pengajar dalam melakukan pembelajaran online termasuk guru Sekolah Dasar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana penggunaan GAFE (google apps for education) bagi para guru di SD Xaverius 9 Palembang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan 24 guru sekolah dasar sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang diggunakan adalah reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapat adalah aplikasi Google sangat membantu dalam proses pembelajaran online. Aplikasi google yang paling sering digunakan adalah google meet, google classroom, google forms di mana sebanyak 24 guru menggunakan atau sebasar 100% responden. Aplikasi google yang jarang digunakan oleh guru SD Xaverius 9 adalah google slide, google calender, google doc. Alasannya beberapa guru tidak mengerti fungsi aplikasi itu dan sudah terbiasa dengan aplikasi lainnya pada Microsoft.