Articles
5,428 Documents
Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Arab melalui Penggunaan Media Power Point
Nurul Afifah;
Akmal Walad Ahkas
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3665
Media pembelajaran Power Point merupakan salah dari sekian banyak media dalam pembelajaran. Power Point dapat menjadi salah satu pilihan guru untuk menyampaikan pembelajaran bahasa arab agar lebih maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa secara kognitif pada pembelajaran bahasa arab melalui penggunaan media power point pada siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 1 Deli Serdang. Penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil evaluasi siswa dalam pembelajaran bahasa arab, berdasarkan hipotesis peneliti salah satu penyebabnya adalah kuranng mampunya guru memilih media pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Data penelitian diperoleh dengan metode observasi, dan tes yang diberikan oleh siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan, dapat dilihat dari rata-rata kelas yang diperoleh pada siklus I yaitu sebesar 76.4 dengan ketuntasan 62.5%, kemudian pada siklus II rata-rata kelas yang diperoleh sebesar 89.3 dengan ketuntasan sebesar 91%. Berdasarkan perbandingan kedua siklus dapat dilihat terjadi peningkatan sebesar 28.5%. Sehingga dapat dikatakan bahwa dengan menggunakan media power point dalam pembelajaran bahasa arab mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Keagamaan Madrasah Aliyah.
Pengaruh Program Literasi terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Sekolah Dasar
Nadiya Putri Utami;
Prima Gusti Yanti
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3825
Literasi adalah salah satu kemampuan terpenting dalam suksesnya pembelajaran. Penelitian ini berfungsi untuk mengetahui pengaruh dari penerapan program literasi terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IV SDN Bambu Apus 04 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan pre-Experimental Design dengan sampel yang digunakan merupakan siswa kelas IV SDN Bambu Apus 04 yang berjumlah 32 siswa. Teknik analisis data yaitu teknik statistik deskriptif dan inferensial. Penelitian ini menghasilkan nilai rata-rata pelajaran Bahasa Indonesia terjadi peningkatan yaitu semula 55 menjadi 82,6. Selain itu dihasilkan tingkat kemampuan dan pengasaan materi siswa dalam Bahasa Indonesia mengalami peningkatan sesudah diterapkan Program Literasi. Setelah dilakukan program literasi pada pembelajaran Bahasa Indonesia juga dihasilkan bahwa siswa yang mencapai batas KKM meningkatyaitu semula yang mencapai KKM 6 anak (18%) menjadi 29 anak (90,625%). Penerapan Program Literasi disimpulkan memiliki pengaruh terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas IV SDN Bambu Apus 04 Jakarta.
Pengaruh Metode Pembelajaran Inside-Outside Circle Berbasis Media Video terhadap Hasil Belajar IPA Kelas V
Fani Yantik;
Heru Subrata
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3513
Pendidikan melambangkan suatu jalan yang memakai beberapa cara-cara khusus maka dari itu seseorang dapat memperoleh pemahaman, pengetahuan, serta cara berperilaku sewajarnya. Pendidikan yang mampu membawa sebuah perubahan dimasa depan yaitu mampu mengembangkan potensi dalam diri peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan metode pembelajaran dengan mengaplikasikan sistem Pembelajaran Inside-Outside Circle Berbasis Media Video Terahadap. Riset yang dipakai yakni Riset Tindak kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas (PTK) di kelas V MI Internasional Sabilillah Sampang. Sebagai materi penelitian adalah siswa kelas V yang berjumlah 21 orang peserta didik terdiri dari 10 orang peserta didik laki-laki serta 11 orang peserta didik perempuan. Peserta didik kelas V pada umumnya berusia 10-11 tahun. Anak-anak ini mempunyai sifat serta gaya belajar berbeda. Hasil Belajar IPA Kelas V terbukti pada penelitian siklus pertama nilai peserta didik pada umumnya ialah 64,5 lalu di siklus kedua dengan nilai pada umumnya 72,6 dan pada siklus ke 3 dengan nilai pada umumnya 81. Selain itu peserta didik juga lebih interaktif ketika proses pembelajaran.
Penguatan Karakter Cinta Tanah Air melalui Tari Narantika Rarangganis
Jajang Hendar Hendrawan;
Lili Halimah;
Kokom Kokom
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3716
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan Pembelajaran Seni Budaya berbasis kearifan lokal Tari Narantika Rarangganis dalam pembelajaran nilai cinta tanah air di SMAN 2 Kota Cimahi. Penelitian ini menggunakan metodologi studi kasus dan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proses Pembelajaran Seni Budaya berbasis kearifan lokal dengan menampilkan tari Narantika Rarangganis sebagai tarian daerah Jawa Barat yang berwatak cinta damai, menjaga tanah air, kekeluargaan, atau silaturrahmi, serta memelihara dan mengembangkan nilai kearifan lokal. Upaya penanaman rasa cinta tanah air melalui Pembelajaran Seni Budaya, meliputi pertunjukan budaya, bulan bahasa, pendidikan karakter, pengenalan budaya daerah, dan pelaksanaan prakarsa perbaikan sekolah yang mencakup pelestarian budaya daerah.
Keterampilan Proses Sains Siswa Sekolah Dasar dalam Pembelajaran IPA Menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri
Yuni Angelia;
Supeno Supeno;
Suparti Suparti
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3692
proses sains yang baik akan mampu menguasai materi pelajaran dan memiliki pola pikir yang ilmiah dan sistematis, baik saat proses pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun penting bagi siswa namun beberapa fakta menunjukkan siswa masih memiliki kesulitan dalam melakukan proses sains. Dalam melaksanakan proses sains, siswa masih kesulitan dalam merumuskan hipotesis, mengidentifikasi variabel, dan merancang penyelidikan. Untuk itu dicobakan pembelajaran IPA dengan menerapkan model inkuiri untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa di sekolah dasar. Pembelajaran dilakukan selama tiga kali pertemuan pada tiga sekolah yang berbeda. Tahapan pelaksanaan penelitian dimulai dari pemberian pre-test. Selanjutnya guru melakukan kegiatan pembelajaran IPA dengan menerapkan model inkuiri dan diakhir dengan memberikan soal post-test untuk mengukur ketercapaian keterampilan proses sains siswa. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan sintaks pembelajaran model inkuiri. Pada setiap pembelajaran, siswa melakukan penyelidikan ilmiah pada materi pelajaran sifat-sifat wujud benda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains siswa setelah mengikuti pembelajaran mengalami peningkatan. Siswa mampu memberikan gagasan berdasarkan hasil pengamatan dan penyelidikan ilmiah. Siswa mampu membuat hipotesis dan melakukan pembuktian dengan melakukan penyelidikan ilmiah dan mempresentasikan pengetahuan sains.
Persepsi Guru terhadap Model PjBL pada Kurikulum Prototipe
Adit Trinaldi;
Mefliza Afriani;
Herman Budiyono;
Rustam Rustam;
Priyanto Priyanto
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3526
Tujuan penelitian ini ialah melihat persepsi guru terhadap model PjBL pada kurikulum prototipe. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah kualitatif, peneliti akan menjabarkan data hasil kusioner dan wawancara. Pendekatan yang dilakukan peneliti fenomenologi. Data penelitia ini adalah hasil kusioner dan wawancara terhadap guru. Sumber data penelitian ini adalah guru di provinsi Jambi yang bersedia mengisi kusioner dan melakukan wawancara. Validitas yang dilakukan peneliti ialah menggunakan triangulasi data. Data dianalisis menggunakan teori Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dapat melaksanakan pembelajaran menggunakan model PjBL. Namun persepsi ini harus disesuaikan dengan karakteristik pembelajaran pada kurikulum prototipe. Oleh karena itu, peran pemerintah memberikan pelatihan dan peran guru meningkatkan kemampuannya dengan cara berpikir lebih kritis sangat dibutuhkan.
Desain Eksperimen Fotosintesis Pengaruh Suhu Bermuatan Literasi Kuantitatif
Nova Vivi Clara Saputri;
Donna Karolina Br Surbakti;
Arfiyana Destaria Tarmizi;
Bambang Supriatno;
Sri Anggraeni
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3482
Pembelajaran fotosintesis dengan percobaan Ingenhousz sering dilakukan dengan praktikum untuk mengembangkan penguasaan konsep, namun untuk kemampuan literasi kuantitatif jarang dikembangkan sehingga sejauh ini hanya dapat menghasilkan data yang bersifat kualitatif. Tujuan penelitian adalah rekontruksi percobaan Ingenhousz untuk menganalisis pengaruh suhu serta faktor ekternal yang mempengaruhi laju fotosintesis menggunakan kit fotosintesis bermuatan literasi kuantitatif. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu merupakan salah satu faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi fotosintesis, hal ini disebabkan karena adanya aktivitas fotosintesis sensitif terhadap tekanan yang disebabkan oleh suhu. Suhu 40-50℃ merupakan suhu optimum tanaman atau tumbuhan dapat melakukan fotosintesis ketika cahaya matahari yang diterimanya kurang, sehingga tanaman tetap dapat melakukan proses fotosintesis maksimal. Selain itu, suhu juga sangat berpengaruh terhadap jumlah oksigen terlarut di dalam air. Semakin tinggi suhu, kandungan oksigen dalam air semakin berkurang, sedangkan kebutuhan organisme akan oksigen semakin besar.
Pengembangan E-Modul Interaktif Materi Penampakan Alam Indonesia di Sekolah Dasar
Shafira Putri Salsabila;
Moh Balya Ali Syaban
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3649
Ilmu.Pengetahuan.Sosial.(IPS).merupakan salah.satu.mata.pelajaran penting di jenjang sekolah dasar dan karena masih banyak siswa yang mendapatkan nilai tidak tuntas karena siswa cenderung tidak memahami jika guru menjelaskan berbagai jenis penampakan alam dengan Bahasa yang berbeda-beda. Dan tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah dengan membuatkan media pembelajaran berbentuk e-moduliiinteraktif dalam utama materi penampakan alam Indonesia pada sekolah dasar & uji kelayakan modul yang dihasilkan digunakan untuk pembelajaran dikelas. Metode penelitian yang dipakai merupakan research and development (R&D) menggunakan menerapkan contoh pengembangan ADDIE. Instrument dilakukan dengan kuesioner atau angket validasi untuk beberapa professional materi,mmedia, pakar pendidikanddan jawaban kuesioner. Hasil dari penelitian produk modul elektronik interaktif yang dikembangkan berdasarkan penilaian professional di bidang media dengankkategori nilai sangat baik dengan presentase skor rata-rata 83,86%, hasil penilaian dari professional di bidang materi mendapatkan kategori sangat baik dengan rata-rata skor presentase 84,43%. untuk hasil dari respons siswa mendapat skor presentase sebesar 94,5% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan dari hasilpperolehan data, maka dapat disimpulkan e-modul interaktif ini layak digunakan sebagai media pembelajaran dan sumber belajar bagi siswa kelas 5 sekolah dasar. Implikasi e-moduliiinteraktif ini dapat meningkatkan produktivitas kegiatan belajar mengajar dengan minimnya tenaga.
Hubungan Self Regulated Learning dengan Kejenuhan Belajar Online
Anisa Aprilina;
Rahmiwati Marsinun
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3778
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self regulated learning dengan kejenuhan belajar online di SMAN 28 Tangerang. Jenis penelitian yang digunakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik SMAN 28 Tangerang kelas X MIPA dan X IIS. Sampel penelitian ini kelas X MIPA 1,2,3 dan X IIS 1,2,3. Instrumen yang digunakan adalah skala dengan model skala likert 1-4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self regulated learning pada siswa kelas X rendah dengan nilai frequency 131 atau 65,8%. Sedangkan hubungan antara self regulated learning dengan kejenuhan belajar online memiliki nilai sig sebesar 0.06 < 0.05 maka terdapat korelasi yang signifikan antara self regulated learning dengan kejenuhan belajar online. Berdasarkan nilai r hitung (pearson correlation) memiliki nilai sebesar – 0.193 > 0.138 maka dapat disimpulkan terdapat hubungan anatra self regulated learning dengan kejenuhan belajar online. Karena nilai r correlation bernilai negatif maka semakin tinggi self regulated learning akan semakin rendah kejenuhan belajar online, begitupun sebaliknya semakin rendah self regulated learning maka semakin tinggi kejenuhan belajar online.
Keterampilan Berbicara Siswa Sekolah Dasar pada Pembelajaran Bahasa Indonesia
Nadya Anjelina;
Wini Tarmini
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3495
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan keterampilan berbicara siswa kelas V pada pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data penelitian didapatkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di SDI Annajah Jakarta Barat. Subyek penelitian yaitu guru kelas V dan siswa kelas V yang berjumlah 26 orang. Tahapan analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian keterampilan berbicara siswa kelas V SDI Annajah Jakarta Barat menunjukkan bahwa sebanyak 8 siswa masuk dalam kategori baik, sebanyak 12 siswa masuk dalam kategori cukup, dan sebanyak 6 siswa masuk dalam kategori kurang. Dari hasil penelitian tersebut, keterampilan berbicara siswa kelas V masuk dalam kategori cukup yaitu sebanyak 12 siswa dari 26 siswa