Articles
5,428 Documents
Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematik dan Self-Efficacy Siswa dengan Menggunakan Pendekatan Matematika Realistik
Rabiatul Adawiyah Nasution;
Laili Habibah Pasaribu
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4606
Matematika merupakan salah satu perhatian utama, dan pada kenyataannya matematika tetap menjadi mata pelajaran yang sulit bahkan menakutkan bagi sebagian besar siswa. Maka dari itu peneliti akan meneliti dengan menggunakan matematika realistik, apakah kemampuan komunikasi siswa dan rasa efikasi diri dalam belajar matematika meningkat.Melalui pendekatan matematika realistik, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi dan efikasi diri matematis siswa. Pendekatan yang digunakan ialah metodologi penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik eksperimen semu. Sampel penelitian yang digunakan adalah 30 siswa di kelas pembanding dan 30 siswa di kelas eksperimen di MA Nur-Ibrahimy Rantauprapat. Hasil temuan menunjukkan bahwa siswa yang diberi pendekatan matematika realistik ternyata lebih mengembangkan kemampuan komunikasi matematis dan efikasi diri daripada siswa yang menerima pembelajaran biasa. Berdasarkan hasil uji one way anova yang dilakukan didapat nilai signifikansi adalah 0,000 .Nilai signifikan 0,000 < 0,05 artinya H0 ditolak maka bisa diartikan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dan self-efficacy dengan pendekatan matematika realistik lebih meningkat dari peserta didik yang diberikan pendekatan biasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan matematika realistic dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dan self-efficacay dalam pembelajaran matematika.
Pengaruh Kecanduan Game Online terhadap Prestasi Akademik Siswa Sekolah Dasar
Yohannes Marryono Jamun;
Zephisius Rudiyanto Eso Ntelok;
Fabianus Hadiman Bosco
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4239
Bermain game online secara berlebihan dapat menyebabkan kecanduan dan berkurangnya waktu anak untuk belajar dan bersosialisasi dengan anak-anak sebayanya secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecanduan game online terhadap prestasi akademik siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi korelasi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 51 orang siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Langke Rembong yang berusia 11 – 13 tahun (kelas 4 – kelas 6 SD) dan memiliki kebiasaan bermain game online yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen berupa angket serta dokumen nilai rapor siswa pada semester genap TA. 2021/2022. Data dianalisis menggunakan teknik analisis regeresi linear sederhana dan korelasi Pearsons Product Moment dengan taraf kesalahan (α) 5% (0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi negatif dan signifikan antara kecanduan game online dengan prestasi akademik siswa yang ditunjukkan oleh koefisien korelasi dan koefisien regresi . Hal ini berarti semakin tinggi tingkat kecanduan siswa terhadap game online maka akan semakin rendah prestasi akademik yang dicapai siswa. Dapat disimpulkan bahwa siswa dengan tingkat kecanduan game online yang tinggi cenderung mendapatkan prestasi akademik yang rendah. Oleh karena itu peran serta guru dan orang tua dalam melakukan pengawasan dan menemani siswa belajar sangat diperlukan. Orang tua harus menyediakan lebih banyak waktu menemani anak belajar dan tidak menyerahkan tanggung jawab pendidikan sepenuhnya kepada pihak sekolah.
The Effect of the Multimodal Learning Model Using Animation Video on Islamic Elementary School Students’ Learning Outcomes
Sarifah Hanum Gea;
Dewi Teti Setiawati;
M. Bagus Ridwan;
Elvi Sukriyah;
Mardianto Mardianto;
Haidir Haidir
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4699
This research is motivated by the lack of development of educators in teaching in the digital era which has an impact on the learning outcomes of elementary school students, especially PAI lessons. In line with this, the research aims to describe learning outcomes in multimodal models using animated videos and prove the effectiveness of learning on PAI learning outcomes. This research was carried out using two types of quantitative research, namely descriptive research and experimental research. This research was carried out in two classes that had different characteristics, both in terms of students' backgrounds and students' general academic abilities. Data was collected through observation sheets and tests. Data is processed using statistical regression tests (regression). Based on the results of the study, it was concluded that the multimodal learning model using video animation had an effect on the learning outcomes of PAI with the acquisition of a Significance Value of 0.001 <0.05. Based on this, the multimodal learning model using video animation can be used as an alternative to improve Islamic education learning outcomes that have a variety of backgrounds in learning styles (kinesthetic, audio and visual).
Minat Siswa terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP
Andri Rustandi;
Urip Sulistio;
Irma Suryani
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4749
Perkembangan IPTEK yang cepat di masyarakat mewajibkan pendidik untuk selalu mengikuti perkembangan baru di bidang keahlian. Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurang sarana daan prasarana, baik itupun faktor internal dan eksternal. Tujuan penelitian ini ialah melihat bagaimana minat belajarysiswa serta faktor-faktor apa yang mempengaruhiydalam Pembelajaran Bahasa Indonesia SMP 25 Merangin. Penelitian ini ialah penelitian kualitatif yang berlandaskan filsafat postpositivisme. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa di SMP Negeri Merangin sudahymemiliki kriteria minat belajar bahasa Indonesia berdasarkan Indikator MinatyBelajar. Dari hasil observasi siswa sangat senang mengikutiypembelajaran di kelas, kemudian siswa juga memperhatikan penjelasan yang disampaikanuoleh guru di kelas, sebagian besar siswautidak tertarik untuk mempelajariymata pelajaran Bahasa Indonesia karena materinya terlalu sulit dimengerti. Dari hasil penelitian ini dapatudisimpulkan bahwa dorongan pendidik dapat merangsang minat siswa dengan memberikan strategi dan metode yang menarik dalam kegiatan mengajar dan harus selalu memberikan motivasi dan semangat kepada setiap siswa khususnya pada mata pelajaranyBahasa Indonesia.
Pembelajaran Kooperatif Tipe Tutor Sebaya dalam Meningkatkan Karakter Bersahabat/ Komunikatif
Dewi Anjani;
Islamiani Safitri
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4833
Tutor Sebaya merupakan metode pembelajaran berbasis pembelajaran aktif yang memberi kesempatan dan dorongan kepada siswa untuk mempelajari sesuatu dengan baik, dengan menjadi sumber bagi orang lain. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatan pembelajaran kooperatif tipe tutor sebaya dalam meningkatkan karakter bersahabat/komunikatif siswa kelas X SMA Negeri 1 Rantau Utara. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan non-equivalent control group design dan teknik analisis data yang digunakan adalah statistik inferensial. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang berjumlah 317 siswa yang terdiri dari 9 kelas serta sampel yang digunakan yaitu kelas Xa sebagai kelas kontrol sebanyak 35 siswa dan kelas Xb sebagai kelas eksperimen sebanyak 36 siswa. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Rantau Utara tahun ajaran 2023/2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas yang mengunakan model pembelajaran kooperatif tipe tutor sebaya lebih baik dari pada kelas yang mengunakan model pembelajaran konvensional. Sehingga terdapat peningkatan karakter bersahabat/komunikatif dalam penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe tutor sebaya. Implikasi dari penelitian ini untuk guru sebagai acuan dalam meningkatkan karakter siswa.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa melalui Model Pembelajaran Missouri Mathematics Project
Adawiyah Dalimunthe;
Nurlina Ariani
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4812
Keterampilan berpikir kritis pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bilah Barat perlu dikembangkan melalui metode Missouri Mathematics Project (MMP) yang membantu siswa sekolah dasar memahami konsep matematika. Tujuan dari penelitian ini untuk meneliti penerapan metode tersebut dapat diterapkan pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bilah Barat untuk dapat meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa. Penelitian dilakukan dengan Metode desain quasi-eksperimental dengan sampel sebanyak 36 siswa di kelas eksperimen vii-b dan 36 siswa di kelas kontrol vii-a serta dilakukan dengan Langkah-langkah dari model pembelajaran Missouri Mathematics Project dengan mengarahkan peserta didik terpusat pada beberapa rangkaian terstruktur yaitu review, pengembangan, latihan terkontrol, seatwork dan penugasan. Penelitian ini menghasilkan terdapat perbedaan hasil test pada kelas eksperimen dan kelas control dimana T hitung sebesar 4,73 lebih besar dari T tabel yaitu 1,67 dengan nilai sig. 0,00 lebih kecil dari 0,005. Hasil ini menunjukan bahwa siswa mampu berpikir kritis dan berani mengungkapkan pikirannya saat belajar matematika. Siswa terlibat dalam menemukan konsep-konsep penting pelajaran yang dapat mempertahankan informasi yang disajikan secara jelas. Kesimpulannya ketika belajar matematika, siswa mampu berpikir kritis dan berani mengungkapkan pikirannya yang menciptakan partisipasi dalam proses pembelajaran.
Keefektifan Pembelajaran Al-Qur’an di Sekolah Dasar
Nurhasan Nurhasan;
Yayat Hidayat;
Hadiat Hadiat;
Ahmad Dini;
Rinda Fauzian
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4840
Permasalahan yang berkembang dalam pembelajaran Al-Qur’an sekarang pada lembaga formal khususnya tingkat SD (Sekolah Dasar) belum adanya pembelajaran al-Quran yang mudah dan menyenangkan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi keefektifan dan ketercapaian pelaksanaan dan hasil praktik membaca Al-Qqur’an. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian campuran (mixed method) dengan concurred embedded sebagai teknik analisis datanya. Data yang dilibatkan ialah data-data kuantitatif dan kualitatif yang kemudian disimpulkan berbasis data kualitatif. SD Ibnu Sina Bandung mengalami ketercapaian kefefktifan yang baik, hal ini ditunjukan dengan hasil hasil ketercapaian sebanyak 85,45%. Sementara itu, SD Salman Al-Farisi Bandung mencapai kategori sangat baik, hal ini dikarenakan hasil capaian keefektifan dalam proses pembelajaran Al-Quran menghasilkan capaian 92,72%. Sedangkan dalam ketercapaian hasil pembelajaran, SD Ibnu Sina Bandung mencapai 83,2% berbeda dengan SD Salman Al-Farisi yang mencapai 83,6%. Terlihat dari kedus sekolah tersebut cukup signifikan perbedaannya. Implikasinya, terwujudnya kefektifan pembelajaran Al-Qur’an di Sekolah Dasar yang sifatnya menyenangkan bagi peserta didik.
Pola Asuh Orang Tua Milenial dalam Mendidik Anak Generasi Alpha di Era Transformasi Digital
Asrina M Saman;
Dian Hidayati
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4557
Penggunaan teknologi secara terus-menerus dapat menyebabkan anak-anak menjadi terisolasi secara sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pola asuh orang tua milenial dalam mendidik anak generasi alpha di era transformasi digital. Metodologi penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif untuk menemukan dan memahami makna dari berbagai orang dan kelompok dengan teknik pengumpulan data yaitu Wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa pola pengasuhan yang diberikan oleh orangtua yaitu dengan dua jenis pola pengasuhan. Pertama pola pengasuhan otoritatif yang mana didasarkan dengan karakter orang Maluku utara yakni berwatak keras dalam hal ini tidak bisa dengan didikan yang pelan atau memanjakan, sehingga pola pengasuhan otoritatif sangat efektif untuk diterapkan. Kemudian pola pengasuhan demokratis juga diterapkan oleh orang tua lainnya, karena latar belakang keluarga yang sudah mulai ada campuran suku sehingga otomatis pembawaan watak juga perlu diimbangi. Kesimpulanya orang tua milenial juga memberlakukan pengawasan dan pedoman yang ketat terhadap penggunaan teknologi agar anak-anak tidak terkena dampak negatif dari penggunaan teknologi yang tidak terkontrol atau tidak dibatasi.
Analisis Teks Visual pada Bahan Ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Sahabatku Indonesia Tingkat Mahir
Theya Wulan Primasari;
Harni Kartika Ningsih
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4813
Teks visual dalam buku pegangan bahasa Indonesia harusnya dapat mendukung pemahaman dalam materi yang akan diajarkan, bukan membuat tambah bingung karena keterbatasan pemahaman mereka dalam mengartikan teks visual tersebut. Teks visual dapat menciptakan suatu makna dalam pembelajaran bahasa. Penelitian tentang makna teks visual dalam bahan ajar BIPA sendiri belum banyak ditemukan. Tulisan ini bertujuan untuk meneliti makna representasi dari teks visual serta hubungan yang dibangun antara teks visual dengan teks membaca di bahan ajar BIPA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang diteliti yaitu buku Sahabatku Indonesia untuk Pelajar BIPA 7 (SIUPB7) yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan tahun 2019. Berdasarkan hasil analisis data dapat dinyatakan bahwa pemilihan dan penempatan teks visual di buku SIUPB7 sudah sesuai dengan topik teks membaca, makna representasi di buku SIUPB7 terdiri dari gambar foto dari kehidupan nyata yang lebih dominan direpresentasikan oleh citra naratif yang dinamis daripada bersifat konseptual atau statis. Selain itu, pemilihan teks visual juga sudah sesuai dengan tema bacaan dan mampu mengilustrasikan hal spesifik sehingga membuat teks membaca berpotensi menjadi lebih bermakna bagi pemelajar atau pembaca, sehingga dapat disimpulkan buku SIUPB7 dapat digunakan dalam proses pembelajaran dan pemelajaran BIPA.
Differentiated Instruction to Improve Learning Effectiveness in A Disruptive Era
Zakiyatul Nisa;
Almas Sharfina ‘Alaniah;
Dawi Farah Adibah;
Rokhmatul Khoiro Amin Putri;
Hanun Asrohah;
Husniyatus Salamah Zainiyati
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4645
In the era of the industrial revolution 4.0, there was the spread of information, communication and spontaneity tools, which is called the era of digital disruption. Learning innovations that are oriented towards the interests and potential talents of students can be done by developing a differentiated learning strategy. Differentiation puts forward the concept that each individual has different interests, potentials and talents, for that the teacher's role must be able to coordinate and collaborate these differences with the right strategy. This study aims to explain the important role of differentiation learning in the era of disruption. The method used is library research. Through differentiation learning in the era of disruption, teachers are given the freedom to teach material through different media. As a result, students have the ability to find, solve and follow up on the problems given. This ability exists because students are trained to study independently or in groups without coercion and dependence from educators. An educator makes variations of methods and media in the learning process by adjustingadjust students' learning styles.