Articles
5,428 Documents
Karakteristik dan Asesmen Pembelajaran Abad 21
Rosnaeni Rosnaeni
Jurnal Basicedu Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1548
Pembelajaran abad 21 merupakan pembelajaran berbasis teknologi yang kinisemakin berkembang pesat. Perkembangan teknologi tersebut mendorong adanya berbagai pengembangan, termasuk juga dalam bidang penilaian atau assessment. Penelitian ini penelitian ini adalah studi kepustakaan (Library Research) dimana studi kepustakaan adalah kegiatan mengumpulkan bahan-bahan yang berkaitan dengan penelitian yang berasal dari buku dan jurnal-jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran abad 21 sendiri memiliki ciri dan keunikannya sendiri, dimana pembelajaran yang dilakukan di lembaga pendidikan harus berfokus pada keterampilan abad 21. Pembelajaran harus didesain sesuai dengan keterampilan 4C yang meliputi, 1) critical thinking skill (keterampilan berpikir kritis), 2) creative and innovative thinking skill (keterampilan berpikir kreatif dan inovatif), 3) communication skill (keterampilan komunikasi), dan 4) collaboration skill (keterampilan berkolaborasi. Adapun Asesmen atau penilaian pembelajaran pada abad 21 yaitu penilaian autentik. Penilaian autentik merupakan pembelajaran penilaian yang melibatkan peserta didik untuk berperan dalam aktivitas pembelajaran secara nyata, selanjutnya peserta didik dapat melakukan penyelidikan, menuntut peserta didik berperan aktif membangun pengetahuan dari lingkungan sekitarnya.
Peran Pembelajaran Pkn SD dalam Membentuk Karakter Moral Siswa untuk Mempersiapkan Masa Depan Bangsa
Dinie Anggraeni Dewi;
Noviani Arum Sari Nur Hidayat;
Ratih Novi Septian;
Silviana Lilis Apriliani;
Yayang Furi Purnamasari
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1621
Dalam era modernisasi saat ini, bangsa Indonesia perlahan tapi pasti mengalami kriris karakter bangsa, di mana krisis ini didominasi oleh generasi muda, yang akan menjadi masa depan bangsa. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui peran dari pembelajaran PKn pada tingkatan SD dalam membentuk karakter moral siswa dalam mempersiapkan masa depan bangsa. Penelitan ini berbasis kualitatif yatu dengan studi literatur atau kajian pustaka dari berbagai buku dan artikel berkaitan dengan materi yang hendak dibahas. Studi literatur dalam penelitian ini dilakukan penulis melalui proses membaca, menyimpulkan, kemudian memproses dan mengembangkan data yang didapatkan sebagai bahan dari penelitian yang dilakukan. PKn sangat esensial dalam pembentukan karakter bangsa. PKn mengedukasi warga negara menjadi good citizen dan smart citizen untuk bersaing pada perkembangan dunia dalam era kompetitif untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan sosial pada kehidupan berbangsa dan bernegara. PKn memiliki tujuan untuk mengembangkan karakter warga negara yang berkesesuaian dengan nilai-nilai yang ada dalam Pancasila, karena sejatinya tujuan dari PKn sendiri adalah mengembangkan peserta didik menjadi generasi muda yang berakhlak mulia, menjadi warga negara yang aktif dalam mengungkapkan aspirasinya dan memiliki karakter yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
Analisis Kebutuhan Multimedia Interaktif Perkuliahan E-Learning pada Mata Kuliah Landasan Kependidikan
Fadhilah Khairani;
Ika Wulandari Utami Ningtias;
Frida Destini
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1582
Pembelajaran daring dianggap sebagai alternatif di masa pandemi Covid-19 dan sebuah terobosan dalam kegiatan pembelajaran. Proses pembelajaran secara daring dinilai lebih fleksibel, efisien, dan praktis dalam hal menyebarkan konten pembelajaran, serta dalam segi waktu. Namun dalam pelaksanaannya, pembelajaran daring tidak mudah dilakukan. Berbagai kendala dialami oleh mahasiswa dan dosen. Salah satu cara yang dapat dilakukan dosen agar pelaksanan pembelajaran daring optimal adalah dengan melakukan inovasi pada konten perkuliahan e-learning, contohnya dengan mengembangkan multimedia interaktif. Sebelum melakukan pengembangan, diperlukan analisis kebutuhan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan berupa angket (kuesioner). Angket diberikan kepada 150 mahasiswa dan 4 Dosen. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan pengembangan media pembelajaran berupa multimedia interaktif yang dapat diakses melalui perangkat handphone dan laptop/komputer. Format media pembelajaran interaktif yang diinginkan berupa penggabungan antara teks, grafik, video, animasi dan suara, serta memungkinkan pemakai melakukan navigasi dan adanya simulasi atau latihan soal yang tampilannya menarik
Pengaruh Pembelajaran Daring terhadap Karakter Tanggung Jawab Siswa Sekolah Dasar
Fajar Nugraha;
Riga Zahara Nurani
Jurnal Basicedu Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1487
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya kebijakan dari pemerintah yang mengharuskan pembelajaran dilakukan secara daring selama masa pandemi Covid-19. Hal ini karena pembelajaran tatap muka di sekolah dasar masih belum memungkinkan dilakukan karena semakin merebaknya pandemi Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari pembelajaran daring yang dilakukan di sekolah dasar dengan karakter tanggung jawab siswa khususnya dalam pembuatan tugas yang diberikan oleh guru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket tentang pembelajaran daring dan karakter tanggung jawab siswa. Adapun subjek dari penelitian ini adalah orang tua siswa yang melihat dan marasakan langsung krakter tanggung jawab yang ditunjukan oleh anaknya selama proses pembelajaran daring. Berdasarkan hasil penelitian, maka hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pembelajaran daring (dalam jaringan) terhadap karakter tanggung jawab siswa sekolah dasar sebesar 0,427 yang lebih kecil < dari 0,05. Hal ini menunjukan bahwa tingkat pengaruhnya sebesar 42,7% dan sisanya 57.3% dipengaruhi oleh variabel lain. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa “ada pengaruh pembelajaran daring (dalam jaringan) terhadap karakter tanggung jawab siswa sekolah dasar”.
Pedagogical Competence: Effective Communication of Students of Primary School Teacher Education of Universitas Terbuka in Palembang
Alpin Herman Saputra;
Steven Anthony
Jurnal Basicedu Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1481
Teacher is the party who is responsible for continuity of effective communication in learning so the teacher is urged to have a good communicative competence with students in order to obtain effective learning process. In this study teacher is students of primary school teacher education who has worked as a teacher (in-service training) or educator. This study is aimed to know how the competence of teacher in communicating effectively to the students. The research method used is mix research method (Survey and Thematic Qualitative). As a result, the level of effective communicative competence of students of primary school teacher education of UT who are also as teacher of primary school in Palembang is under the standard determined by The Ministry of Education and Culture (Kemendikbud). Hence, some ideas are formulated in Forum Group Discussion (FGD) namely the need of comprehensive training program and are continuously from the related institution, need of teacher’s supplementary book, and need of more action research on effective communication of teacher. Some indicators agreed for effective communication for teacher are (1) the importance of communication with students. (2) Competence and performance of teacher in communicating with the students. (3) Communication with the students in education. (4) Effective communication with the students. (5) Effective communication with students. (6) Obstacles in communication among the students in education. (7) Learning strategy that can build communication and cooperation among the students. (8) Communication with students in learning as educative interaction. The indicator will further be a reference in developing module for improvement of learning program in Universitas Terbuka.
Isu-Isu Kontenporer dalam Pendidikan Islam di Madrasah Ibtidaiyah Bellu Kabupaten Bone
Sedya Santosa;
Rosnaeni Rosnaeni
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1578
Pendidikan Islam sebagai proses pengarahan perkembangan manusia pada sisi jasmani, akal, bahasa, tingkah laku,kehidupan social dan keagamaan yang diharapkan pada kebaikan menuju kesempurnaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Isu-Isu Kontenporer dalam Pendidikan Islam di Madrsah Ibtidaiyah Bellu Kabupaten Bone. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan studi kasus MI Bellu Kabupaten Bone. Sumber data didapatkan melalui observasi dan wawancara. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Islam Kontemporer adalah kegiatan yang dilaksanakan secara terencana dan sistematis untuk mengembangkan potensi anak didik berdasarkan pada kaidah-kaidah agama Islam pada masa sekarang. Perkembangan diera globslisasi menjadi tantangan atau isu dalam dunia pendidikan islam sehingga muncul problem-problem dalam dunia pendidikan baik dari dalam maupun luar. isu-isu kontenporer dalam islam yaitu berasal dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi relasi kekuasaan dan orientasi pendidikan islam, pendekatan metode pembelajaran, profesionalitas dan kualitas SDM, biaya pendidikan. sedangkan faktor eksternal yaitu dichotomic dan certificate oriente.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Media 21st VIDOKI Berbasis Modalitas Belajar pada Materi Fungsi Pencernaan pada Manusia
Sekar Mustika Arum;
Anatri Desstya
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1559
Era kamajuan teknologi saat ini hampir semua kebutuhan manusia dapat dipenuhi dengan bantuan teknologi. Tidak terkecuali didunia pendidikan. Pendidik perlu mengadopsi perkembangan zaman kedalam pembelajaran, salah satunya menggunakan media pembelajaran bebasis ICT yang mampu memfasilitasi modalitas belajar. Namun kenyataannya banyak pendidik yang belum paham dan belum menggunakan media ICT dengan baik, akibatnya pembelajaran bersifat biasa dengan metode ceramah mutlak, dan juga media yang sudah ada belum memenuhi fasilitas modalitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan media pembelajaran yang digunakan pendidik saat ini dan mendeskripsikan dari media pembelajaran berbasis ICT yang dibutuhkan oleh pendidik saat ini yaitu mampu memfasilitasi modalitas belajar. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yaitu Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi dan Evaluasi. Pada penelitian ini terbatas pada tahap pertama ADDIE yaitu tahap analisis kebutuhan. Hasil dari penelitian ini 75% media pembelajaran yang memfasilitasi gaya belajar visual saja dan 25% hanya menekankan pada visual dan auditorial saja serta belum ada media yang memfasilitasi gaya belajar kinestetik. Hasil desain pengembangan media yang dibutuhkan yaitu media pembelajaran berbasis ICT serta mampu memfasilitasi modalitas belajar, media ini mampu menyajikan fitur gambar, suara dan sentuhan yang mampu memfasilitasi gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik
Pengembangan Media Pembelajaran Pop Up Book Berbasis Kearifan Lokal pada Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar
Shella Nabila;
Idul Adha;
Riduan Febriandi
Jurnal Basicedu Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1475
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk media ajar berupa media pop up book berbasis kearifan lokal. Pada pembelajaran tematik kelas V SD N Mandi Angin yang valid dan praktis untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yakni R&D (Research and development), dengan model pengembangan ADDIE yang digunakan analisa, perancangan, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Berdasarkan hasil analisis penilaian yang diperoleh dari ahli validasi bahasa, media dan materi memperoleh rata- rata skor yang memenuhi kriteria valid. Kemudian hasil analisis kepraktisan siswa dan guru memperoleh rata- rata skor yang memenuhi kriteria sangat praktis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pop up book berbasis kearifan lokal pada pembelajaran tematik valid dan praktis digunakan dalam proses pembelajaran
Pengaruh Breakout Room Aplikasi Zoom terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa PGSD pada Perkuliahan dalam Jaringan
Eko Febri Syahputra Siregar;
Suci Perwita Sari;
Baihaqi Siddik Lubis;
Ismail Hanif Batubara
Jurnal Basicedu Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1479
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Breakout Room Aplikasi Zoom terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa PGSD pada mata kuliah Strategi Belajar Mengajar tahun akademik 2020/2021. Jenis penelitian yang digunakan yaitu pre-experimental design dengan desain penelitian the one shoot case study. Populasi penelitian yaitu mahasiswa Semester dua Program studi PGSD sebanyak 45 orang. Teknik penentuan sampel menggunakan simple random sampling dan pengumpulan data menggunakan tes dan non tes. Teknik analisa data yaitu teknik statistik deskriptif dan inferensial untuk menguji hipotesis penelitian melalui anava dua jalur, taraf signifikan 0,05. Uji persyaratan yang dilakukan adalah uji normalitas menggunakan liliefors sedangkan uji homogenitas menggunakan uji F Bartlett dengan kriteria jika Fhitung < Ftabel pada taraf signifikan 5 % maka data hasil penelitian homogen. Pengujian hipotesis yaitu Fhitung > Ftabel pada taraf signifikan 5 % maka hipotesis diterima. Hasil uji one sample t test menunjukkan nilai sig. (2-tailed) 0,00
Analisis Deskriptif Nilai Human Security Siswa Sekolah Dasar
Husna Farhana;
Idrus Affandi;
Nana Supriatna;
Siti Nurbayani
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1588
Banyak ancaman yang mengancam kelangsungan hidup dan martabat manusia serta memperkuat upaya untuk menghadapi ancaman, salah satunya adalah dengan menanamkan nilai Human Security sedini mungkin, ada 3 Asas utama yang diharapkan dalam penanaman Nilai Human Security yaitu Freedom from fear, Freedom from want, dan Freedom to live in dignity,Tujuan setelah dilakukan penelitian ini, adalah Untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan siswa dalam penanaman karakter Human Security di lingkungan sekolah dasar, tempat penelitian adalah Sekolah Dasar yang berasrama di daerah tangerang. metode yang digunakan adalah Kualitatif ekploratif yang datanya dikumpulkan dengan cara wawancara nonformal dengan Siswa sekolah dan para guru, penyebaran angket. dari hasil penelitian menjelaskan bahwa penanaman human security di sekolah SD Ummu Habibah masih terbatas pada penerapan kurikulum sekolah dan kegiatan nonkurikuler saja, pengintegrasian Human Security pada Pembelajaran di kelas hanya ditemukan dasar -dasar pengenalan human security belum semua kegiatan mendorong nilai penanaman karakter Human Security, keterlaksanaan program Adiwiyata dan ESD juga belum maksimal perlu adanya pendukung sekolah yaitu lembaga lain dalam mengarahkan kegiatan tersebut sehingga kegiatan ini mencapai tujuan yang di harapkan dan dapat dikembangkan menjadi program dalam mendorong terciptanya keamanan manusia, serta terimplikasi pada kegiatan siswa dilingkungan sekolah Maupun lingkungan luar sekolah. dst