cover
Contact Name
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil)
Contact Email
jproteksi@upr.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jproteksi@upr.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil)
ISSN : 24604305     EISSN : 24604410     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil), ISSN 2460-4305 (online), ISSN 2460-4410 (print), yang diterbitkan dua kali dalam satu Tahun (Bulan Januari dan Bulan Juli).
Arjuna Subject : -
Articles 92 Documents
PERENCANAAN TEKNIS SALURAN DRAINASE TERTUTUP PADA CENTRE LINE JALAN (STUDI KASUS KAWASAN PERMUKIMAN AMACO JALAN TAURUS KOTA PALANGKA RAYA) Saputra, Borneo; Ariati, Ariati; Kamiana, I Made
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 1: Edisi Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Banjir adalah peristiwa atau keadaan di mana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat. Faktor utama penyebab banjir adalah hujan deras yang berkepanjangan atau hujan dengan debit yang besar. Banjir yang terjadi secara tiba-tiba dapat disebabkan kurang cepatnya air meresap atau kurang maksimalnya saluran drainase yang dibuat sehingga mengakibatkan banjir pada suatu daerah. Pada perencanaan ini lokasi yang dipilih berada di Kota Palangka Raya yaitu di Jalan Taurus. Pemilihan lokasi penelitian tersebut diambil dikarenakan kondisi drainase yang tidak berfungsi dengan baik pada musim penghujan, limbah perumahan grey water serta penyalahgunaan bahu jalan. Maka perlu solusi untuk mengatasi hal tersebut. Dalam hal ini perencana mencoba melakukan perencanaan teknis saluran drainase tertutup pada center line jalan pada kawasan permukiman padat penduduk yang ada di Jalan Taurus guna mengatasi permasalahan banjir yang ada di kawasan tersebut.Secara umum perencanaan drainase dilakukan secara bertahap, yaitu pengumpulan data meliputi: (a) data primer (b) data sekunder, analisis data meliputi: (a) penggambaran eksisting, (b) menganalisis data hidrologi, (c) menganalisis saluran eksisting, evaluasi kapasitas pengaliran drainase (qs) meliputi: (a) melakukan perbandingan nilai dari besar beban drainase (qr) dan kapasitas pengaliran drainase (qs); (b) jika nilai perbandingan qr > qs, akan dilakukan perencanaan ulang kembali terhadap sistem dan dimensi saluran, Perencanaan teknis meliputi: (a) analisis tata jaringan drainase, (b) perhitungan dimensi saluran dan bangunan pelengkap, (c) perhitungan struktur saluran drainase tertutup (desain dimensi tulangan), (d) perhitungan rencana anggaran biaya (RAB), (e) penggambaran lay out jaringan saluran drainase, dimensi saluran, dan inlet, dan penyusunan laporanPada perencanaan teknis saluran drainase tertutup pada center line jalan pada kawasan permukiman padat penduduk yang ada di Jalan Taurus Kota Palangka Raya diperoleh hasil yaitu debit saluran drainase eksisting memiliki nilai lebih kecil daripada debit kumulatif rencana maka dilakukan perencanaan teknis; ukuran dimensi drainase tertutup yaitu lebar 0,6 m dan kedalaman 0,78 m; bangunan pelengkap  ada 3 yaitu inlet grill dengan ukuran 0,25m x 0,25 m, Pipa buangan limbah domestik ø3”, dan manhole dengan ukuran lebar 0,9 m, panjang 0,5 m, dan tebal 0,15 m; dimensi penulangan dengan tulangan pokok ø10-125 tulangan bagi ø8-140; total rencana anggaran baya sebesar Rp999.874.475,37,-.Kata kunci : Drainase Tertutup, Inlet, Rencana Anggaran Biaya
STUDI PENGENDALIAN MUTU (QUALITY CONTROL) CAMPURAN ASPAL PANAS JENIS HRS-BASE (STUDI KASUS PAKET KEGIATAN PENINGKATAN JALAN HAMPALIT–PETAK BAHANDANG STA. 26+500 s.d. STA. 29+500) Reynaldo, Prima; Murniati, Murniati; Salonten, Salonten
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 1, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Prasarana jalan merupakan suatu prasarana transportasi darat yang mempunyai peranan penting dalam pengembangan wilayah. Sebagai sarana utama, jalan raya harus memenuhi syarat-syarat teknis khususnya mutu dan kualitas. Faktor-faktor mulai dari pemeriksaan laboratorium, peralatan yang sesuai dan terkalibrasi serta pelaksanaan pengendalian kualitas (Quality Control) disetiap pelaksanaan merupakan aspek penting dalam menghasilkan perkerasan jalan yang kuat, awet dan tahan lama. Oleh karena itu perlu dilakukan Studi Pengendalian Mutu (Quality Control) terhadap berbagai aspek, salah satunya adalah Campuran Aspal Panas Jenis HRS-Base. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah uji laboratorium. Pada  pengujian di laboratorium diperlukan benda uji (Core Sample) yang didapatkan dari hasil Core Drill pada Jalan Hampalit–Petak Bahandang STA. 26+500 s.d. STA. 29+500, kemudian dilakukan pengujian meliputi pengujian sifat campuran aspal dan agregat pada Core Sample dengan alat Marshall serta pengujian kadar aspal yang dilakukan dengan metode ekstraksi dengan alat Centrifuge Ekstraktor. Dari hasil pengujian diperoleh data mengenai mutu perkerasan jalan yang digambarkan melalui nilai karakteristik Marshall dan uji ekstraksi. Data yang dihasilkan selanjutnya digunakan untuk dasar analisis sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan dari mutu perkerasan lapis permukaan di lokasi. Pengujian di laboratorium memberikan hasil sebagai berikut: (1) Nilai stabilitas rata-rata sebesar 1441,656 kg, mengalami penurunan 2,23% dari nilai stabilitas pada Job Mix Formula sebesar 1474,6 kg. (2) nilai flow rata-rata sebesar 3,367 mm, mengalami penurunan 0.97% dari nilai flow pada Job Mix Formula sebesar 3,40 mm. (3) nilai Marshall Quotient rata-rata sebesar 426,189 kg/mm, mengalami penurunan 1,89% dari nilai Marshall Quotient pada Job Mix Formula sebesar 434,4 kg/mm. (4) nilai VIM (Void In Mixture) rata-rata dan nilai VFB (Void Filled Bitument) rata-rata didapatkan masing-masing sebesar 4,99% dan 74,563%. (5) Nilai kadar aspal rata-rata pada core sample didapatkan sebesar 6,54%, terjadi peningkatan 12,84% dari nilai kadar aspal pada Job Mix Formula sebesar 5,7%. Secara umum nilai-nilai parameter Marshall dan uji ekstraksi dari core sample lapis permukaan jenis HRS-Base Jalan Hampalit–Petak Bahandang STA. 26+500 s.d. STA. 29+500 masih memenuhi syarat dari spesifikasi teknis Bina Marga. Kata kunci: HRS-Base, Pengendalian Mutu, Benda Uji, Uji Marshall, Uji Ekstraksi
ANALISIS PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI KONTRAKTUAL DENGAN PROYEK KONSTRUKSI BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Angguna, Rissa; Lendra, Lendra; Happy, Veronika
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Pembangunan diberbagai bidang yang berada di Indonesia semakin berkembang. Umumnya dari berbagai jenis pembangunan konstruksi yang berada di Indonesia dilaksanakan secara kontraktual. Hubungan kontraktual adalah suatu hubungan kerja sama antara pengguna jasa (pemilik proyek) dan penyedia jasa (kontraktor) dan pemilihan kontraktor dilakukan dengan cara lelang, dengan kata lain kontraktor sebagai pelaksana suatu proyek yang dipilih sebagai pelaksana suatu proyek sesuai dengan keahliannya. Pada Tahun 1999 pemerintah menggagasan bahwa pembangunan yang ada harus melibatkan partisipasi masyarakat atau yang biasa disebut pemberdayaan masyarakat. Proyek konstruksi berbasis pemberdayaan masyarakat ini menitik beratkan pada pekerjaan konstruksi sesuai kebutuhan masyarakat dan dilaksanakan oleh masyarakat itu sendiri. Proyek konstruksi kontraktual maupun pemberdayaan masyarakat memiliki penilaian masing-masing yang membuat mengapa sebuah proyek konstruksi tidak hanya dikerjakan secara kontraktual melainkan juga secara pemberdayaan masyarakat. Antara kontraktual dan pemberdayaan masyarakat memiliki perbedaan yang membuat sebuah proyek konstruksi berbeda dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penting dalam pelaksanaan proyek dan mengetahui faktor dominan bagi pelaksanaan proyek bagi kontraktor dan kelompok swadaya masyarakat. Metode penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada kontraktor dan kelompok swadaya masyarakat, selanjutnya dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui faktor penting untuk proyek konstruksi secara kontraktual dan pemberdayaan masyarakat, serta mengetahui faktor dominan bagi proyek konstruksi secara kontraktual dan pemberdayaan masyarakat. Hasil analisis berdasarkan pendapat kontraktor menunjukkan faktor penting bagi proyek konstruksi secara kontraktual berdasarkan peringkat adalah mutu, administrasi, waktu, volume, ruang lingkup, biaya, risiko dan sumber daya. Selanjutnya untuk faktor dominan bagi pelaksanaan proyek kontraktual berdasarkan peringkat dan nilai mean tertinggi menunjukkan bahwa mutu dengan nilai mean 4,41, varian 0,37 dan standar deviasi 0,60. Berdasarkan pendapat kelompok swadaya masyarakat faktor penting berdasarkan peringkatnya adalah biaya, administrasi, volume, mutu, ruang lingkup, waktu, risiko, dan sumber daya. Dan faktor dominan bagi pelaksanaan proyek konstruksi secara pemberdayaan masyarakat berdasarkan peringkat dan nilai mean tertinggi adalah biaya dengan nilai mean 4,59, varian 0,23 dan standar deviasi 0,48.Kata kunci: Proyek Konstruksi, Kontraktual, Pemberdayaan Masyarakat, Faktor Penting, Faktor Dominan, Palangka Raya
STUDI PERENCANAAN JARINGAN DRAINASE PADA AREA TRANSMIGRASI SP.1 (SATUAN PERMUKIMAN) DESA HIYANG BANA KABUPATEN KATINGAN Sari, Ita Abyta; Nindito, Dwi Anung; Saputra, Raden Haryo
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 2: Edisi Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Siklus keberadaan air di suatu lokasi di mana manusia bermukim, pada masa tertentu akan mengalami keadaan berlebih (banjir) sehingga dapat mengganggu kehidupan manusia. Banjir atau genangan di suatu kawasan terjadi apabila sistem yang berfungsi untuk menampung genangan itu tidak mampu menampung debit yang mengalir, dikarenakan oleh berbagai sebab antara lain, curah hujan yang tinggi di luar kebiasaan, perubahan tata guna lahan, dan kerusakan lingkungan pada Daerah Aliran Sungai (DAS). Maka dari itu diperlukan sistem yang baik untuk menanggulangi kelebihan air (banjir). Salah satu sistem tersebut yaitu sistem jaringan drainase. Untuk merencanakan sistem drainase, yang harus dilakukan adalah mengumpulkan semua data atau informasi. Setelah mendapatkan data yang diperlukan, langkah selanjutnya adalah mengolah data tersebut dengan cara menganalisi untuk mendapatkan besar beban drainase (Qr) dan besaran kapasitas pengaliran drainase (Qs). Kemudian dilakukan perbandingan nilai Qr dan Qs untuk mengetahui kapasitas pengaliran. Jika Qr>Qs, maka akan dilakukan perencanaan ulang terhadap sistem dan dimensi saluran.Kata Kunci: Banjir, Drainase
PERUBAHAN FUNGSI JALAN MENJADI SALURAN MERUPAKAN SALAH SATU PENYEBAB BANJIR DAN KERUSAKAN JALAN DI KOTA PALANGKA RAYA Suyanto, Hendro; Jaya, Allan Restu
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 4, No 2: Edisi Juli 2012
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Kita tahu bahwa masalah banjir banyak terjadi dikota-kota besar, seperti Jakarta, Semarang dan lain-lain. Demikian pula dengan kota Palangka Raya, yang merupakan kota yang sedang berkembang, masalah banjir sudah mulai terjadi, walaupun intensitas banjir masih relatif kecil. Namun demikian, sebagai warga kota Palangka Raya, kita wajib untuk menjaga, mengantisipasi, jangan sampai kedepan sesudah Palangka Raya menjadi kota yang besar, menjadi langganan banjir. Pada umummya banjir disebabkan oleh karena drainase yang buruk, misalnya saluran tersumbat sampah, endapan lumpur, atau akibat kurangnya saluran primer, sehingga air tergenang cukup lama. Nah, kami akan menyoroti salah satu penyebab banjir di jalan-jalan kota Palangkaraya adalah perilaku masyarakat yang merubah fungsi jalan menjadi saluran.  Sebagai pemerhati dari akademisi, keadaan banjir yang terjadi di kota Palangka Raya, akan menjadi pembelajaran baik bagi pemerhati lingkungan, maupun bagi mahasiswa, sehingga dapat menjadi masukan bagi Dinas Tata Kota atau Dinas terkait untuk menertibkan bangunan, agar tidak menutup penuh saluran yang menyebabkan air dari permukaan jalan tidak dapat mengalir ke saluran pembuang. Kata Kunci : Jalan, Saluran dan Banjir.
ANALISIS ALAT ANGKUTAN (TRUK) SAMPAH TERHADAP MUNCULNYA PERMASALAHAN PENUMPUKAN SAMPAH DI JALAN R.T.A. MILONO KOTA PALANGKA RAYA Nopendi, Nopendi; Desriantomy, Desriantomy; Murniati, Murniati
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Dalam perkembangannya, sistem angkutan sampah (truk) yang menuju tempat pembuangan akhir (TPA) masih menggunakan dump truk bak terbuka. Moda angkutan sampah kota merupakan sarana yang sangat penting untuk menunjang kelancaran masyarakat sekarang ini. Maka diperlukan sarana transportasi untuk mengangkut sampah dari hulu (sumber sampah) sampai ke hilir (tempat pembuangan akhir) yaitu TPA KM 14 Tjilik Riwut yang terletak di Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan merencanakan jumlah tempat pembuangan sampah sementara (TPS) berdasarkan proyeksi jumlah penduduk pada Tahun 2015 s.d 2019. Merencanakan jumlah armada yang dibutuhkan untuk mengangkut timbulan sampah berdasarkan proyeksi jumlah penduduk pada Tahun 2015 s.d 2019. Berdasarkan analisis faktor–faktor yang menjadi karakteristik Proyeksi jumlah TPS yang dibutuhkan di Rute I dan Rute II pada Tahun 2019 adalah sebanyak 17 buah TPS dan 11 buah TPS  yang berkapasitas 3,46 m³, dan armada pengangkut sampah berupa dump truck berkapasitas 8 m³ sebanyak 3 unit. Sistem TPS di rute I dan rute II direncanakan menggunakan sistem  dump truck  yang ditutup menggunakan terpal saja dengan pola pengumpulan menggunakan pola pengumpulan individual tak langsung atau pembuangan ke TPS. Sedangkan pola pengangkutan menggunakan dump truck tetap dengan wadah pengumpulan yang tidak dibawa berpindah pindah. Kata kunci: Truk, TPS, Jalur/rute, TPA
KAJIAN TEKNIS GEOMETRIK JALAN PADA RUAS JALAN KASONGAN-KERENG PANGI (KILOMETER 14 S.D. KILOMETER 15) KABUPATEN KATINGAN Saputra, Hendy Jaya; Murniati, Murniati; Salonten, Salonten
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 2: Edisi Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Perencanaan geometrik jalan merupakan bagian dari perencanaan jalan yang dititik beratkan pada perencanaan bentuk fisik sehingga dapat memenuhi fungsi dasar dari jalan yaitu memberikan pelayanan yang optimum pada arus lalu lintas dan sebagai akses ke rumah-rumah. Dasar dari perencanaan geometrik adalah sifat gerakan, dan ukuran kendaraan, dan karakteristik lalu lintas. Hal-hal tersebut haruslah menjadi bahan pertimbangan perencanaan sehingga dihasilkan bentuk dan ukuran jalan, serta ruang gerak kendaraan yang memenuhi tingkat kenyamanan dan keamanan yang diharapkan. Dalam pelaksanaan geometrik jalan ada beberapa segmen yang tidak memenuhi standar perencanaan seperti halnya ruas Jalan Kasongan-Kereng Pangi Kilometer 14-Kilometer 15 Kabupaten Katingan, masih sering terjadi kecelakaan. Karena itulah perlu dilakukan peninjauan jika terdapat kesalahan dalam geometrik jalan pada ruas jalan tersebut, untuk memenuhi tingkat kenyamanan dan keamanan sesuai dengan spesifikasi jalan luar kota.Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kelayakan ruas Jalan Kasongan-Kereng Pangi Kilometer 14-Kilometer 15 Kabupaten Katingan, dengan cara mengetahui kondisi eksisting jalan, mengkaji serta menangani apa yang dapat dilakukan pada ruas jalan tersebut, dengan cara menganalisis data lalu lintas, perhitungan waktu tempuh kendaraan serta  mengetahui jenis tikungan yang ada dilokasi penelitian dan parameter-parameter yang digunakan.Dari hasil perhitungan ruas jalan yang dikaji secara umum pada kondisi eksisting ada beberapa tikungan yang telah memenuhi syarat, diketahui bahwa berdasarkan Standar Bina Marga 5 radius tikungan memenuhi syarat terhadap kecepatan eksisting, Kecepatan eksisting pengguna jalan masih di bawah kecepatan klasifikasi fungsi dan medan, ditinjau dari syarat tikungan gabungan I-II, II-III, IV-V tidak memenuhi syarat sebagai tikungan gabungan sehingga ruas jalan tidak sesuai dengan standar geometrik alinyemen horizontal jalan. Hal inilah yang menyebabkan kecelakaan pada ruas jalan tersebut.Kata kunci: Geometrik, Tikungan
ANALISIS LIFE CYCLE COST PADA BAGIAN KONSTRUKSI JALAN (STUDI KASUS PADA PROYEK PENINGKATAN JALAN RAJAWALI KOTA PALANGKA RAYA) Pianto, Tri; Aditama, Subrata; Happy, Veronika
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 4, No 1: Edisi Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Tinggal disebuah wilayah yang memiliki akses jalan yang baik, tentu memiliki dampak positif baik bagi kenyamanan serta kehidupan masyarakat di sekitar. Tentu hal tersebut juga memiliki pengaruh penting bagi akses perusahaan maupun industri serta kelancaran arus lalu lintas di daerah tersebut. Dengan demikian, tentu sudah tidak dipungkiri lagi bahwa hidup dalam kehidupan masyarakat dan kenyamanan dalam sebuah sektor industri, akses jalan yang baik akan meningkatkan taraf hidup yang lebih baik. Berikut beberapa manfaat kinerja perkerasan jalan yang baik bagi kehidupan masyarakat dan bisnis: berkurangnya biaya perawatan kendaraan, efektifitas waktu perjalanan, mempercepat roda ekonomi, serta mengurangi jumlah kecelakaan.Penelitian dilaksanakan dalam 5 tahapan yaitu: melakukan perhitungan, pengamatan, dan survey indentifikasi kondisi jalan di lapangan, membuat rekapitulasi rencana anggaran biaya berdasarkan dari data primer dan sekunder, membuat chart life cycle cost, analisis dan pembahasan, saran dan penutup.Dari hasil analisis life cycle cost maka dapat ditarik kesimpulan total biaya pembangunan jalan pada jalan Rajawali Kota Palangka Raya adalah sebesar Rp529.660.805,00 (Lima Ratus Dua Puluh Sembilan Juta Enam Ratus Enam Puluh Ribu Delapan Ratus Lima Rupiah), pemeliharaan rutin jalan sebesar Rp1.276.528.119,00 (Satu Milyar Dua Ratus Tujuh Puluh Enam Juta Lima Ratus Dua Puluh Delapan Ribu Seratus Sembilan Belas Rupiah), pemeliharaan berkala sebesar Rp600.263.250,00 (Enam Ratus Juta Dua Ratus Enam Puluh Tiga Ribu Dua Ratus Lima Puluh Rupiah), peningkatan jalan sebesar Rp12.664.230.000,00 (Dua Belas Milyar Enam Ratus Enam Puluh Empat Juta Dua Ratus Tiga Puluh Ribu Rupiah), penghematan biaya operasional kendaraan (BOK) sebesar Rp146.656.757.794,00 (Seratus Empat Puluh Enam Milyar Enam Ratus Lima Puluh Enam Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Tujuh Ribu Tujuh Ratus Sembilan Puluh Empat Rupiah), penghematan biaya nilai waktu perjalanan sebesar Rp43.045.224.834,00 (Empat Puluh Tiga Milyar Empat Puluh Lima Juta Dua Ratus Dua Puluh Empat Ribu Delapan Ratus Tiga Puluh Empat Rupiah), dan total seluruh biaya life cycle cost jalan Rajawali sebesar Rp204.772.664.802,00 (Dua Ratus Empat Milyar Tujuh Ratus Tujuh Puluh Dua Enam Ratus Enam Puluh Empat Delapan Ratus Dua Rupiah).Kata Kunci: Perkerasan Lentur, International Roughness Index, Life Cycle Cost
ANALISIS DAERAH RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI KABUPATEN KATINGAN (STUDI KASUS JL. CILIK RIWUT KASONGAN–PERBATASAN KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR) Silalahi, Resdina; Robby, Robby; Supiyan, Supiyan
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 1: Edisi Januari 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Ruas jalan trans Kalimantan wilayah Katingan terutama ruas jalan   Kasongan–Kereng Pangi sepanjang kurang lebih 15 kilometer dinilai membahayakan pengguna jalan karena banyaknya lubang di tengah badan jalan dan  jalan yang tidak rata di tikungan. Sehingga banyak pengguna jalan khawatir akan mengalami kecelakaan saat melewati ruas jalan ini. Keadaan ini diperparah oleh banyaknya aspal rusak. Sehingga saat berpapasan dengan kendaraan lain para pengguna jalan harus ekstra hati-hati dan mengurangi kecepatan.Untuk mengatasi hal tersebut, maka studi analisis daerah rawan kecelakaan diruas jalan tersebut perlu dilakukan, kemudian dicari pemecahannya untuk mengurangi jumlah dan tingkat kecelakaan yang ada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada dua metode  yaitu metode Z-Score untuk menganalisis daerah rawan kecelakaan dan metode Cumulative Summary (cusum) untuk menganalisis titik rawan kecelakaan. Metode Z-Score digunakan lebih dahulu untuk mengetahui daerah rawan kecelakaannya atau Black Site kemudian dianalisis titik rawan kecelakaannya atau Black Spot dengan menggunakan metode Cumulative Summary (cusum). Berdasarkan hasil analisis data didapat ruas jalan yang merupakan daerah rawan kecelakaan  (black site) adalah ruas jalan Cilik Riwut (Sta 12+000–Sta 16+000) dan stasioning yang teridentifikasi sebagai lokasi titik rawan kecelakaan atau black spot adalah pada  Sta 14+000–Sta 15+000 yang terletak di daerah sunyi dengan sedikit permukiman bukan daerah pasar  dengan nilai cusum terbesar adalah 2,75. Sebagai saran untuk mengurangi tingkat kecelakaan pada black spot tersebut, hal yang dapat dilakukan adalah dengan memasang rambu peringatan daerah berbahaya, bahwa pada ruas jalan tersebut sering terjadi kecelakaan lalu lintas yang ditempatkan sekurang-kurangnya 50 meter atau pada jarak tertentu sebelum memasuki ruas jalan yang dianggap berbahaya dengan memperhatikan kondisi lalu lintas dan geometrik jalan yang ada. Kata Kunci: Angka Kecelakaan, Black Site, Black Spot
PENGGUNAAN PASIR PUTIH KELURAHAN PETUK BARUNAI KECAMATAN RAKUMPIT PROVINSI KALIMANTAN TENGAH SEBAGAI AGREGAT UNTUK CAMPURAN HOT ROLLED SAND SHEET (HRSS) Rirung, Yodo Fadloly; Salonten, Salonten; Yani, Muhammad Ikhwan
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 1: Edisi Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.172 KB)

Abstract

Kebutuhan akan material semakin meningkat seiring dengan banyaknya pembangunan jalan di Kalimantan. Selanjutnya, diharapkan pula adanya material yang memenuhi standar mutu yang ditetapkan Bina Marga serta memenuhi pertimbangan dari segi ekonomis, kontinuitas suplai dan kelancaran distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pasir Kelurahan Petuk Barunai Kecamatan Rakumpit Provinsi Kalimantan Tengah dapat memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan dan dapat digunakan sebagai agregat pada campuran pembentuk Lapis Tipis Aspal Pasir (Hot Rolled Sand Sheet). Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa berdasarkan sifat-sifat fisik agregat pasir Kelurahan Petuk Barunai Kecamatan Rakumpit Provinsi Kalimantan Tengah dapat digunakan sebagai agregat pada campuran Lapis Tipis Aspal Pasir (Hot Rolled Sand Sheet). Untuk mengetahui pengaruh pasir, dibuat 3 (tiga) komposisi campuran dengan masing-masing 5 (lima) variasi kadar aspal. Komposisi A (pasir kasar 40%, pasir sedang 30%, pasir halus 30%), komposisi B (pasir kasar 45%, pasir sedang 25%, pasir halus 30%) dan komposisi C (pasir kasar 50%, pasir sedang 25%, pasir halus 25%) Berdasarkan hasil tes Marshall  untuk komposisi A diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 8,4%, komposisi B diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 8,25% dan komposisi  C diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 8,15%.Kata kunci: lapis tipis aspal pasir, tes Marshall, kadar aspal optimum.

Page 7 of 10 | Total Record : 92