cover
Contact Name
Uslan Hidayat
Contact Email
uzlandputra@gmail.com
Phone
+6282234306793
Journal Mail Official
samakia.aperiki16@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Sains & Teknologi Universitas Ibrahimy
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Published by Universitas Ibrahimy
ISSN : 20863861     EISSN : 25032283     DOI : https://doi.org/10.35316/jsapi
Core Subject : Science, Education,
Samakia Journal is one means of disseminating information on research results and science and technology advancement in fishery field managed by Faculty of Science and Technology University Ibrahimy. Since 2010, journal issuance is done 2 times a year, ie in February and August. Since 2016 the publication was conducted in April and October.
Articles 236 Documents
STATUS KONSERVASI BERBAGAI SPESIES PENYU LAUT DI INDONESIA: STUDI LITERATUR Rizha Bery Putriani; Ocvi Nurintan Lubis; Nabil Hafizhdin Fathan; Defina Diah Maharani; Nasywa Natasha Pambudi; Kinanti Widya Savira; Gelar Dhiya Murfid; Indra Gumay; Rara Diantari; Wanda Ramadhani Putri
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 16 No 1 (2025): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v16i1.4009

Abstract

Pelestarian penyu adalah bentuk usaha atau upaya dalam menjaga serta mengamankan komunitas penyu khususnya di Indonesia, sebab Indonesia menjadi tempat tinggal enam dari tujuh spesies penyu yang masih bertahan. Tujuan dari penelitian ini mengetahui ancaman atau permasalahan yang mengakibatkan kepunahan penyu dan bentuk konservasi, serta mengidentifikasi spesies penyu yang sudah mengalami kepunahan akibat eksploitasi penyu di perairan indonesia sebagai bahan informasi untuk para pembaca. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan mengkaji data dari sepuluh jurnal yang berkaitan dengan konservasi penyu laut. Penyu sangat krusial dalam melindungi kesehatan ekologi laut (perairan). Laut yang sesuai dapat menjadikannya rumah bagi jutaan biota laut yang dapat memenuhi kebutuhan protein bagi manusia. Beberapa jenis penyu berstatus rentan terhadap kepunahan, akan tetapi banyak dari manusia yang memburu atau menangkapnya terdapat juga predator yang yang memangsanya. Keberadaannya di dunia ditemukan tujuh jenis, enam jenis penyu ditemukan keberadaanya di Indonesia. Jenis yang ditemukan keberadaanya di indonesia diantaranya penyu pipih (Natator depressus), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu tempayan (Caretta caretta), penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Kegiatan konservasi dimulai dari pemantauan aktivitas peneluran penyu. Kegiatan bertelur penyu harus diawasi dengan baik karena penyu sangat sensitif saat bertelur. Ketika pemijahan selesai, pemantau memindahkan telur ke area bersarang semi alami.
STATUS DAN KONDISI TERUMBU KARANG MENGUNAKAN METODE LINE INTERCEPT TRANSECT (LIT) DI PULAU GILI LABAK SUMENEP Rizqi Arvia Putri; Firman Farid Muhsoni
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 16 No 1 (2025): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v16i1.4073

Abstract

Kabupaten Sumenep memiliki banyak pulau dengan keindahan alamnya masing-masing, salah satunya Pulau Gili Labak yang memiliki ekosistem terumbu karang. Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem yang rapuh sehingga tergolong ekosistem yang laju kepunahannya relatif cepat jika terganggu. Kondisi terumbu karang dapat dilihat dari kerusakan fisik dan kerusakan fisiologis. Kerusakan fisik terlihat dari hancurnya koloni karang, patahnya dahan dan juga koloni yang terangkat dari substratnya. Metode Line Intercept Transect (LIT) merupakan metode pengumpulan data karang dengan menggunakan roll meter yang dibentangkan horizontal sejajar garis pantai pada kedalaman perairan antara 3-7 m dengan panjang transek 100 meter. Sedangkan status terumbu karang mengacu pada Kriteria Baku Kerusakan Terumbu Karang (Keputusan Menteri LH No. 4 Tahun 2001). Hasil pengukuran yang dilakukan pada stasiun 1 menunjukkan persentase tutupan karang hidup sebesar 70,92% dengan status sangat baik, stasiun 2 sebesar 72,29% dengan status sangat baik, dan stasiun 3 sebesar 45,99% dengan status sedang.
Variasi Parameter Fisika dan Kimia di Perairan Laguna Kabori, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat Delph Farlin Mamori; Alianto Alianto; Vera Sabariah; Fitriyah Irmawati Ellyas Saleh; Selfanie Talakua; Fanny Fransina Carolina Simatauw
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 16 No 1 (2025): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v16i1.4738

Abstract

Hasil samping dari aktifitas pembangunan di daratan berupa limbah organik dan inorganik yang masuk ke perairan akan menpengaruhi parameter oseanografi terutama parameter fisika dan kimia perairan. Tujuan penelitian adalah mengetahui nilai parameter fisika dan kimia meliputi kedalaman perairan, kecepatan arus, suhu, salinitas, pH dan oksigen terlarut di perairan laguna Kabori, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat.   Pengukuran parameter fisika dan kimia dilakukan pada waktu pasang dan waktu surut pada 6 stasiun penelitian. Hasil diperoleh nilai kedalaman perairan pada waktu pasang berkisar dari 0,39 – 1,40 m dan waktu surut berkisar dari 0,28 – 0,49 m. Nilai kecepatan arus  pada waktu pasang berkisar dari 0,05 – 1,25 m/s dan waktu surut berkisar dari 0,03 – 0,47 m/s. Nilai suhu pada waktu pasang berkisar dari 26,6 – 33,7 ᵒC dan waktu surut berkisar dari 28,2 – 34,7 ᵒC. Nilai salinitas pada waktu pasang berkisar dari 0 – 33,3 ppt dan waktu surut berkisar dari 0 – 31 ppt. Nilai pH pada waktu pasang berkisar dari 5,8 – 8,2 dan waktu surut berkisar dari 5,8 – 6,2. Nilai oksigen terlarut pada waktu pasang berkisar dari 5,7 – 6,0 dan waktu surut berkisar dari 5,7 – 8,6 mg/l. Kedalaman perairan kategorinya dangkal dan kecepatan arus memiliki tiga kategori yaitu rendah atau lemah, sedang dan cepat.
PENGARUH METODE PEMASAKAN TERHADAP KANDUNGAN GIZI SAMBAL IKAN LAYANG (Decapterus sp.) Iin Susilawati Lantu; Nikmawatisusanti Yusuf; Wila Rumina Nento; Tri Tresya Hiola
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 16 No 1 (2025): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v16i1.5998

Abstract

  Ikan layang merupakan jenis ikan pelagis kecil yang melimpah hasil tangkapannya dibanding jenis ikan lain. Beberapa jenis ikan pelagis seperti tongkol, cakalang, bahkan tuna sering diolah menjadi produk sambel yang telah banyak dijual di pasaran. Lain halnya dengan ikan layang yang hanya diolah dengan cara digoreng, dikukus, ataupun ditumis. Sedangkan kandungan gizi ikan layang tidak jauh berbeda dengan kandungan gizi ikan pelagis lainnya. Sehingga perlu adanya diversifikasi produk sambel dari ikan layang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan nutrisi dari sambal ikan layang dan menilai pengaruh metode pengolahan (pengeringan dan pengasapan) terhadap kualitas nutrisi dan sensori sambal ikan layang. Penelitian ini menggunakan dua metode pengolahan yaitu, pengeringan (oven pada suhu 60 °C selama 24 jam) dan pengasapan (asap kayu pada suhu 70 °C selama 8 jam). Pengambilan sampel sebanyak 2 kali ulangan. Sedangkan analisis nutrisi dilakukan dengan metode proksimat untuk mengukur kadar protein dan lemak. Uji sensori melibatkan 30 panelis yang menilai rasa, aroma, tekstur, dan penampakan menggunakan skala hedonik. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji Tukey. Hasil organoleptik menunjukkan bahwa panelis lebih menyukai sambal ikan layang dikeringkan daripada ikan layang yang diasap. Adapun hasil pengujian kandungan protein dan lemak tidak memberikan pengaruh yang signifikan, dimana kandungan protein sambal ikan asap dan yang dikeringkan berturut-turut 9,99% dan 10,48%. Sedangkan kandungan lemak sambal ikan asap dan yang dikeringkan berturut-turut 13,47% dan 13,79%.
Kajian Cemaran Mikroplastik Terhadap Profil Darah Ikan Bandeng (Chanos chanos) di Perairan Utara Jawa Timur Uun Yanuhar; Andik Isdianto; Defa Rizqi Machfuda; Gilang Rusrita Aida; Lutfia Fahimatul Ilmi; Nezya Pramudya Wardani; Nico Rahman Caesar
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 16 No 1 (2025): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v16i1.6058

Abstract

Pencemaran mikroplastik di ekosistem perairan telah menjadi perhatian global karena dampaknya terhadap biota laut, termasuk ikan yang merupakan sumber pangan utama bagi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh cemaran mikroplastik terhadap profil darah ikan bandeng (Chanos chanos) di perairan utara Jawa Timur. Sampel ikan bandeng diambil dari beberapa lokasi lokasi yang memiliki tingkat pencemaran mikroplastik berbeda. Analisis mikroplastik dalam jaringan ikan dilakukan menggunakan metode mikroskopis dan spektroskopi, sementara analisis profil darah mencakup pemeriksaan parameter hematologis seperti jumlah eritrosit, leukosit, kadar hemoglobin, dan hematokrit. Hasil penelitian menunjukkan adanya akumulasi mikroplastik dalam jaringan ikan bandeng di seluruh lokasi pengambilan sampel, dengan konsentrasi tertinggi ditemukan di area dengan aktivitas industri dan pemukiman padat. Pengaruh mikroplastik terhadap profil darah ikan terlihat dari peningkatan jumlah leukosit dan penurunan kadar hemoglobin yang signifikan pada ikan yang terpapar mikroplastik dalam jumlah tinggi. Hal ini mengindikasikan adanya respon stres dan inflamasi akibat paparan mikroplastik, yang berpotensi memengaruhi kesehatan ikan dan kemampuan adaptasinya terhadap kondisi lingkungan. Penelitian ini menunjukkan bahwa cemaran mikroplastik dapat berdampak negatif pada sistem hematologi ikan bandeng, yang berimplikasi pada kesehatan ekosistem dan keamanan pangan bagi manusia. Temuan ini mendukung perlunya tindakan mitigasi pencemaran mikroplastik di perairan pesisir serta pengembangan kebijakan pengelolaan lingkungan yang lebih efektif.
Monitoring Kualitas Air pada Tambak Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di Perairan Pantai Utara Jawa Timur Nico Rahman Caesar; Uun Yanuhar; Andik Isdianto; Ekwan Nofa Wiratno; Lutfi Ni`'Matus Salamah; Zainal Abidin; Alfi Nur Rusydi; Umi Zakiyah; Hartati Kartikaningsih; Gilang Rusrita Aida; Lutfia Fahimatul Ilmi
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 16 No 1 (2025): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v16i1.6153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas perairan di Pantai Utara Jawa Timur berdasarkan parameter suhu, salinitas, pH, Total Dissolved Solids (TDS), Total Suspended Solids (TSS), oksigen terlarut (DO), amonia, nitrat, dan ortofosfat. Penentuan lokasi sampling dilakukan menggunakan metode purposive random sampling di tiga lokasi, yaitu Kabupaten Sidoarjo, Gresik, dan Lamongan. Hasil pengukuran menunjukkan suhu perairan berkisar antara 29,5–31,7 °C, sesuai dengan standar optimal untuk biota laut (28–32 °C). Salinitas dan pH (7,3–7,6) berada dalam batas wajar, mendukung kehidupan organisme akuatik. Nilai TDS di bawah 1000 ppm, sementara rata-rata TSS adalah 10,4 mg/L, jauh di bawah ambang batas 20–80 mg/L. Konsentrasi DO berkisar 4,7–6,97 mg/L, hampir memenuhi standar optimal > 5 mg/L. Kandungan amonia (0,007–0,088 mg/L) dan nitrat (0,051–0,095 mg/L) berada dalam batas aman. Konsentrasi ortofosfat (0,025–0,123 mg/L) melampaui ambang batas 0,015 mg/L di beberapa lokasi, kemungkinan disebabkan oleh limbah domestik. Hasil penelitian ini menunjukkan kondisi perairan Pantai Utara Jawa Timur mendukung ekosistem akuatik, meskipun potensi ancaman dari aktivitas manusia memerlukan pengelolaan lebih lanjut untuk menjaga keberlanjutan ekosistem
Pengawasan Mutu Bahan Baku Pengalengan Ikan Lemuru (Sardinella Longiceps) di PT. Sumber Mutiara Samudra, Muncar Banyuwangi Syirin Ishmah Syahdani; Ulfatul Mardiyah
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 16 No 1 (2025): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v16i1.6276

Abstract

Pengalengan ikan merupakan salah satu jenis pengolahan modern dengan cara mengemas ikan menggunakan kaleng dalam kondisi hermatis dan steril. Tujuan pengalengan ikan pada dasarnya untuk melindungi ikan dari kerusakan dan pembusukan. Dengan adanya proses pengolahan, aktivitas bakteri pembusuk dapat dihambat atau dihentikan. Pengolahan ikan kaleng tentu harus dilakuan dengan penuh pengawasan karena produk yang dihasilkan adalah produk yang akan dikonsumsi oleh masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan mutu bahan baku agar spesifikasi produk yang telah ditetapkan sebagai standar dapat tercermin dalam produk atau hasil akhir. Pengawasan mutu merupakan menejemen untuk memperbaiki kualitas produk bila diperlukan, mempertahankan kualitas yang sudah tinggi dan mengurangi jumlah bahan yang rusak. Penelitian ini bertujuan untuk pengetahui proses pengawasan bahan baku, proses penerimaan bahan baku dan beberapa kendala atau hambatan yang terjadi dalam penerimaan bahan baku di PT. Sumber Mutiara Samudra kecamatan Muncar Banyuwangi. Metode yang dilakukan pada penelitian ini meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pengawasan mutu bahan baku yang dilakukan di PT. Sumber Mutiara Samudra meliputi pengawasan pH bahan baku ikan, sifat organoleptik dan kandungan histamin. Syarat mutu pH bahan baku adalah pH-7. Sifat organoleptik bahan baku ikan sesuai dengan spesifikasi syarat mutu ikan segar. Sedangkan syarat mutu kandungan histamin bahan baku di PT. Sumber Mutiara Samudra maksimal 50 mg/kg.
Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) pada Pengolahan Ikan Lemuru (Sardinella longiceps) di PT. Sumber Mutiara Samudra, Muncar-Banyuwangi Putri Indah Mariyana; Ulfatul Mardiyah
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 16 No 1 (2025): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v16i1.6481

Abstract

Pengalengan merupakan suatu pengolahan pengawetan ikan secara modern dikemas yang secara hermetis. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) pada proses pengalengan ikan sarden (Sardinella longiceps). Implementasi GMP berfungsi untuk dapat menghasilkan produk ikan kaleng sesuai dengan persyaratan mutu dan keamanan pangan. Berdasarkan aturan Menteri Kesehatan RI Nomor 23/MEN.KES/SK/I/1978 terdapat 9 aspek GMP anatara lain lingkungan dan lokasi pabrik, bangunan dan fasilitas unit usaha, peralatan pengolahan, fasilitas dan kegiatan sanitasi, sistem pengendalian hama, hygiene karyawan, pengendalian proses, manajemen pengawasan, pencatatan dan dokumentasi. Penelitian ini dapat dilaksanakan di PT. Sumber Mutiara Samudra yang terletak di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, dan mengikuti serangkaian kegiatan proses pengolahan ikan sarden. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa PT. Sumber Mutiara Samudra sudah menerapkan prinsip GMP dengan baik di beberapa aspek seperti lingkungan dan lokasi pabrik, peralatan pengolahan, sistem pengendalian hama, hygiene karyawan, pengendalian proses, pencatatan dan dokumentasi. Namun masih terdapat penyimpangan dalam penerapan GMP pada aspek fasilitas unit usaha, manajemen pengawasan, dan kegiatan sanitasi.
Pengaruh Penambahan Tepung Daun Turi (Sesbania grandiflora) Terfermentasi dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) Kavinta Melanie; Miya Audina Putri; Said Ali Akbar
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 16 No 1 (2025): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v16i1.6604

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh penambahan tepung daun turi terfermentasi (Sesbania grandiflora) dalam pakan terhadap pertumbuhan benih ikan nilem (Osteochilus hasselti). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan persentase tepung daun turi terfermentasi (0%, 8%, 10%, 12%, 14%, dan 16%) dan tiga kali ulangan. Kandungan protein tertinggi pada pakan ditemukan pada perlakuan 16% (33,61%), sedangkan penambahan 14% menghasilkan pertumbuhan paling optimal, termasuk berat mutlak (0,33 ± 0,03 g), panjang mutlak (1,12 ± 0,07 cm), laju pertumbuhan spesifik (1,29 ± 0,07%/hari), dan rasio konversi pakan (1,87 ± 0,26). Parameter kualitas air (suhu 28,6–29,8°C, pH 7,2–7,9, oksigen terlarut 5,5–5,9 mg/L) berada dalam kisaran optimal untuk budidaya ikan nilem. Temuan ini menunjukkan bahwa penambahan 14% tepung daun turi terfermentasi merupakan bahan pakan alternatif yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan benih ikan nilem, serta menyediakan opsi yang berkelanjutan dan ekonomis untuk budidaya perikanan.
Teknis Budidaya Ikan Corydoras Venezuela (Corydoras aeneus) di Pembudidaya Ikan Hias Sukabumi, Jawa Barat Andri Iskandar; Rini Andriani Hasibuan; Ima Kusumanti; Andri Hendriana; Imam Tri Wahyudi; Sheny Permatasari; Cecilia Eny Indriastuti; Wiyoto Wiyoto; Budi Dermawan
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 16 No 2 (2025): Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v16i2.6803

Abstract

The diversity of endemic fish in Indonesia has great potential to be developed into export commodities that can increase the country's foreign exchange earnings. This is supported by the increasing fish farming industry in Indonesia, both for consumption of fish and ornamental fish. In 2018, Indonesia's ornamental fish export volume increased to 257,862,207 fish, with export destinations including China, Japan, Singapore, Thailand, Taiwan, Germany, South Korea, and several other countries. Corydoras venezuela Corydoras aeneus is one of the ornamental fish species with great potential to be cultivated as an aquaculture commodity while also meeting the export market demand, in addition to being marketed domestically. Currently, the aquaculture technology for Corydoras venezuela has not been widely disseminated to the public, making the information limited to a small group of ornamental fish farmers. Therefore, studies are needed to widely distribute technical information on its cultivation so that it can serve as a reference for aquaculture business operators and ornamental fish hobbyists in managing fish farming effectively. The natural and mass spawning of Corydoras venezuela follows a sex ratio of 2 males to 1 female. The eggs of Corydoras venezuela are sticky and cling to surfaces. They typically hatch on the third day after incubation, with a success rate of around 70% to 75%. The cultivation of Corydoras venezuela occurs in two phases: the initial and secondary nursery stages. During these periods, the fry were fed natural diets such as Artemia and tubifex worms, offered freely. The study recorded an average fry survival rate of 85% to 90%. Once grown, the fish are sold, with Bandung, West Java, serving as the main market.