cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,241 Documents
AFIKSASI DALAM TEKS ARGUMENTASI MAHASISWA MKU BAHASA INDONESIA: ANALISIS LINGUISTIK KORPUS DENGAN ANTCONC Salsa Alia Manda Safitri; Setia Naka Andrian; Icuk Prayogi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v16i1.109028

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai penggunaan afiksasi pada teks argumentasi karangan mahasiswa yang mengikuti Mata Kuliah Umum (MKU) Bahasa Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis afiksasi, dan frekuensi penggunaan afiksasi pada teks argumentasi. Jenis dari penelitian ini adalah penelitian ini penelitian kualitatif yang menggunakan metode analisis deskriptif. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan linguistik korpus. Sumber data pada penelitian berupa berupa data korpus digital teks argumentasi karangan mahasiswa pada MKU Bahasa Indonesia di Universitas PGRI Semarang. Hasil yang ditemukan pada penelitian ini adalah terdapat 300 data yang melalui proses afiksasi, yang terdiri dari afiksasi prefiks sejumlah 157 data, yang mana terdapat prefiks yang dominan, yaitu ber- 55 data, diikuti meN- 42 data, ter- 18 data, dan di- 14 data. Sufiks berjumlah 32 data, dengan sufiks -an yang terbanyak digunakan, yaitu 23 data. Terakhir konfiks ditemukan sebanyak 111 data, yang penggunaan terbanyaknya adalah konfiks ke-an 22 data, meng-i 20 data, dan per-an 19 data. Tidak ditemukan infiks pada penelitian ini. Terdapat penggunaan prefiks yang mendominasi pada teks argumentasi bertujuan untuk membentuk kalimat aktif, sehingga dapat meningkatkan kelancaran argumentasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kajian afiksasi pada bidang morfologi, serta meningkatkan ketepatan penggunaan afiksasi saat menulis teks argumentasi.
REPRESENTASI KELAS SOSIAL DAN FUNGSI SOSIAL SASTRA DALAM NOVEL DAN BIDADARI SURGA PUN CEMBURU KARYA KH. ADRIAN MAFATIHULLAH KARIEM: REPRESENTATION OF SOCIAL CLASS AND SOCIAL FUNCTION OF LITERATURE IN THE NOVEL DAN BIDADARI SURGA PUN CEMBERU BY KH. ADRIAN MAFATIHULLAH KARIEM Neneng Nuraeni; David Setiadi; Asep Firdaus
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 15 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v15i4.110196

Abstract

Artikel ini membahas representasi dan pengaruh kelas sosial dalam novel dan Bidadari Surga pun Cemburu karya KH. Adrian Mafatihullah Kariem melalui pendekatan sosiologi sastra. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis deskriptif, dengan data berupa kutipan narasi dan dialog yang merepresentasikan relasi sosial antartokoh serta latar cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang sosial pengarang sebagai ulama dan pimpinan pesantren berpengaruh signifikan terhadap penggambaran nilai-nilai sosial dan religius dalam novel. Representasi kelas sosial ditampilkam melalui tokoh dan latar yang mencakup kelompok masyarakat kelas bawah hingga kelas atas, namun perbedaan tersebut tidak melahirkan konflik sosial. Sebaliknya, novel menekankan nilai kesetaraan, empati, solidaritas, kemandirian, dan kesederhanaan. Kelas sosial dimaknai bukan berdasarkan kepemilikan materi, melainkan kualitas moral dan akhlak. Dengan demikian, novel ini tidak hanya mencerminkan realitas sosial masyarakat pesantren dan perkotaan, tetapi juga menjalankan fungsi sosial sastra sebagai media edukatif dan refeleksi nilai-nilai kemanusiaan yang relevan dalam kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.
GAYA RETORIKA BERTANYA GRACE TAHIR DALAM PODCAST YOUTUBE “ISO-LATE SHOW”: GRACE TAHIR'S RHETORICAL STYLE OF QUESTIONING IN THE YOUTUBE PODCAST “ISO-LATE SHOW” Ni Nyoman Tryana Dewi; I Gede Nurjaya; I Dewa Gede Budi Utama
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v16i1.110844

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis pertanyaan dan gaya bahasa yang digunakan Grace Tahir dalam podcast YouTube Iso-Late Show. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menganalisis lima episode podcast yang diunggah pada tahun 2025. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan analisis konten kualitatif berdasarkan teori jenis pertanyaan Hendrikus (2015) dan teori gaya bahasa Keraf (2007).,Hasil penelitian menunjukkan bahwa Grace Tahir menggunakan 12 jenis pertanyaan dari 14 jenis yang dikemukakan Hendrikus. Jenis pertanyaan yang paling dominan adalah pertanyaan informatif (49 data), diikuti pertanyaan mengaktifkan (10 data) dan pertanyaan alternatif (8 data). Sementara itu, ditemukan empat gaya bahasa, dengan gaya repetisi sebagai yang paling sering digunakan (29 data), diikuti gaya klimaks (21 data) dan antitesis (20 data). Temuan ini mengindikasikan bahwa Grace Tahir cenderung menggunakan strategi bertanya yang informatif, interaktif, dan persuasif untuk menggali informasi mendalam sekaligus menjaga keterlibatan narasumber dan audiens. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian retorika dialogika dalam media digital, khususnya podcast YouTube.
KEEFEKTIFAN MODEL PROJECT-BASED LEARNING DENGAN TEKNIK SWASUNTING DAN PEER EDITING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI BERMUATAN KEARIFAN LOKAL: THE EFFECTIVENESS OF THE PROJECT-BASED LEARNING MODEL WITH SELF-EDIT AND PEER EDITING TECHNIQUES IN LEARNING TO WRITE OBSERVATION REPORT TEXTS CONTAINING LOCAL WISDOM Diva Fajria Rahma; Santi Pratiwi Tri Utami
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v16i1.111224

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji keefektifan model Project Based Learning (PjBL) dengan teknik swasunting dan teknik peer editing dalam pembelajaran menulis teks Laporan Hasil Observasi (LHO) bermuatan kearifan lokal. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan dua kelompok eksperimen yang melibatkan 52 siswa kelas X SMA Kesatrian 2 Semarang. Data dikumpulkan melalui tes menulis pretes dan postes, kemudian dianalisis menggunakan paired sample t-test, independent sample t-test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua teknik efektif meningkatkan kemampuan menulis teks LHO (Sig. < 0,05). Teknik swasunting menghasilkan N-Gain sebesar 0,59 (sedang), sedangkan peer editing sebesar 0,45 (sedang). Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua teknik (Sig. = 0,146 > 0,05), meskipun swasunting cenderung lebih unggul. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model PjBL yang dikombinasikan dengan teknik swasunting maupun peer editing dapat menjadi strategi alternatif yang efektif untuk meningkatkan kualitas menulis teks LHO bermuatan kearifan lokal.
ESTETIKA HIPERBOLA SEBAGAI STRATEGI REPRESENTASI DUKA DIGITAL: ANALISIS STILISTIKA PRAGMATIK PADA UNGGAHAN INSTAGRAM @derusunyi: HYPERBOLA AESTHETICS AS A DIGITAL GRIEF REPRESENTATION STRATEGY: A PRAGMATIC STYLISTIC ANALYSIS OF @derusunyi'S INSTAGRAM POST Riffani Humaira; Cecep Dudung Julianto; Lina Siti Nurwahidah
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v16i1.111480

Abstract

Penelitian ini mengkaji gaya bahasa hiperbola yang terdapat pada unggahan akun Instagram @derusunyi. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan estetika gaya bahasa hiperbola yang digunakan dalam ungkapan duka pada akun instagram @derusunyi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data dan data berupa kata-kata atau ungkapan yang mengandung gaya bahasa hiperbola pada akun Instagram @derusunyi periode Agustus-November 2025. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian berdasarkan analisis data ditemukan sebanyak 23 data hiperbola yang terbagi ke dalam tiga bentuk gaya bahasa, yaitu: 9 data menurut teori Keraf dengan persentase 39,13%, 8 data menurut teori Sitompul dengan persentase 34,78%, dan 6 data menurut teori Sucipto dengan persentase 26,08%. Temuan ini menunjukkan bahwa hiperbola berfungsi sebagai perangkat estetika yang kuat untuk mendramatisasi rasa kehilangan, menciptakan efek empati, dan membangun rasa keterwakilan emosional bagi pembaca yang mengalami duka serupa. Melalui hiperbola, akun @derusunyi berhasil mengubah pengalaman duka yang privat menjadi narasi kolektif yang menyentuh di media sosial. Penelitian ini berkontribusi pada kajian stilistika digital dan pemahaman mengenai representasi duka di platform media sosial. Penggunaan hiperbola terbukti tidak hanya memperkaya nilai sastra unggahan, tetapi juga memperkuat fungsi terapeutik dan komunal narasi duka digital.
MENAFSIRKAN LUKA DALAM NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN: KAJIAN HERMENEUTIKA GADAMER: INTERPRETING WOUNDS IN THE NOVEL CANTIK Itu Luka BY EKA KURNIAWAN: A STUDY OF GADAMER'S HERMENEUTICS Yusniar Yusniar; Andi Karman; Aslan Abidin; Usman Usman
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v16i1.111911

Abstract

Artikel ini menafsirkan bagaimana kecantikan berfungsi sebagai ruang terjadinya luka dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan dengan menggunakan hermeneutika filosofis Hans-Georg Gadamer. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis teks hermeneutik, novel dijadikan sumber data utama, sementara satuan naratif yang merepresentasikan kecantikan, tubuh perempuan, dan kekerasan dianalisis melalui tiga kategori utama: prasangka, historisitas, dan fusion of horizons. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecantikan dalam Cantik Itu Luka secara konsisten dihadirkan sebagai kutukan yang melegitimasi objektifikasi dan komodifikasi tubuh perempuan; bahwa luka yang melekat pada kecantikan tidak dapat dipisahkan dari rezim kolonial, militer, dan pascakolonial yang menorehkan trauma lintas generasi; serta bahwa pertemuan antara horizon teks dan horizon pembaca masa kini mengganggu cara pandang mapan tentang standar kecantikan dan kekerasan berbasis gender. Studi ini memperkaya penerapan hermeneutika Gadamer dalam kajian sastra Indonesia dan menawarkan implikasi pedagogis bagi pembelajaran sastra yang lebih peka terhadap isu gender, kuasa, dan memori sejarah
INTEGRASI MODEL PEMBELAJARAN MULTIMODAL DALAM PEMBELAJARAN TEKS EKSPOSISI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS: INTEGRATION OF MULTIMODAL LEARNING MODELS IN LEARNING EXPOSITION TEXTS IN HIGH SCHOOL Nur Hidayah Rusli
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v16i1.112230

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas integrasi model pembelajaran multimodal berbasis pedagogi genre dalam meningkatkan kompetensi menulis teks eksposisi siswa SMA di wilayah kepulauan. Masalah utama yang dihadapi adalah dominannya pendekatan monomodal dalam pembelajaran teks eksposisi sehingga siswa kesulitan menyusun argumen yang koheren dan didukung bukti faktual. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan mixed-methods explanatory sequential. Partisipan penelitian adalah 60 siswa kelas XI SMAN 1 Kepulauan Selayar yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=29) dan kelompok kontrol (n=31). Intervensi pembelajaran dilakukan selama lima pertemuan. Data kuantitatif dikumpulkan melalui pretest dan posttest menulis teks eksposisi menggunakan rubrik analitik, kemudian dianalisis dengan N-gain dan uji Mann-Whitney. Data kualitatif diperoleh melalui observasi kelas dan angket respons siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kelompok eksperimen dengan rata-rata N-gain sebesar 0,62 (kategori sedang-tinggi), sedangkan kelompok kontrol hanya 0,34 (kategori rendah-sedang). Perbedaan antar kelompok bersifat signifikan (p < 0,05). Peningkatan paling tinggi terjadi pada aspek organisasi struktur teks dan pengembangan argumen. Selain itu, siswa memberikan respons sangat positif terhadap pembelajaran multimodal (rata-rata skor 4,24). Penelitian ini menegaskan bahwa model pembelajaran multimodal efektif meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi dan keterlibatan siswa di daerah kepulauan.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS PROSEDUR MELALUI INTEGRASI TEKS MULTIMODAL DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA: IMPROVING PROCEDURE TEXT WRITING SKILLS THROUGH MULTIMODAL TEXT INTEGRATION IN JUNIOR HIGH SCHOOLS I Putu Redi Kayowana; Ni Made Rai Wisudariani; Ade Asih Susiari Tantri
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v16i1.113291

Abstract

Rendahnya kemampuan peserta didik dalam mengorganisasikan langkah-langkah teks prosedur secara sistematis menunjukkan perlunya inovasi dalam pembelajaran. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan, hasil pencapaian, serta respons peserta didik terhadap integrasi teks multimodal dalam pembelajaran menulis teks prosedur. Subjek penelitian ini adalah guru Bahasa Indonesia dan peserta didik kelas VII E SMP Negeri 2 Melaya yang berjumlah 32 orang pada tahun ajaran 2025/2026 Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, tes, dan angket. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teks multimodal berupa teks, video, dan infografis dapat diterapkan dengan baik serta mampu meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur peserta didik. Nilai rata rata siswa meningkat dan 77,28 pada siklus I menjadi 81,78 pada siklus II. Ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan dan 87.5% (28 siswa tuntas) pada siklus I menjadi 93.75% (30 siswa tuntas) pada siklus II Selain itu, respons peserta didik terhadap pembelajaran menunjukkan kategori sangat positif dengan skor rata-rata 94.93 Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teks multimodal efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur
TEKS MULTIMODAL DALAM PEMBELAJARAN TEKS NARATIF: ANALISIS KOGNITIF DAN AFEKTIF SISWA MENENGAH PERTAMA: MULTIMODAL TEXT IN NARRATIVE TEXT LEARNING: COGNITIVE AND AFFECTIVE ANALYSIS OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Margareta Tri Cahyaningtyas; Ni Made Rai Wisudariani; Ade Asih Susiari Tantri; Gde Artawan
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v16i1.113430

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar membaca teks naratif fiksi siswa kelas VII.5 SMPN 2 Singaraja dengan rata-rata pra-siklus sebesar 73 (di bawah KKM 75). Pembelajaran yang berpusat pada teks monomodal menyebabkan siswa kurang aktif dan kesulitan memahami unsur intrinsik serta makna tersirat cerita. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar kognitif dan afektif siswa melalui pemanfaatan teks multimodal yang terintegrasi. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan dalam dua siklus pada 36 siswa. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi, dan kuesioner respons siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pada Siklus I, rata-rata nilai mencapai 92,43 dengan ketuntasan 97,22%. Pada Siklus II, dilakukan perbaikan berupa penerapan soal berbasis HOTS dan scaffolding yang lebih terarah. Hasilnya, ketuntasan meningkat menjadi 100% dengan rata-rata 89,90. Respons siswa terhadap pembelajaran tergolong sangat positif. Teks multimodal terbukti efektif mengaktivasi skemata siswa, mengurangi beban kognitif, serta mendukung pemahaman inferensial dan evaluatif melalui integrasi moda teks tulis, visual, dan audiovisual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan teks multimodal yang dipadukan dengan strategi HOTS dan scaffolding secara terstruktur dapat meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan siswa dalam membaca teks naratif fiksi
EFEKTIVITAS METODE CHAIN WRITING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS BERITA PADA SISWA SMP: KAJIAN KUASI EKSPERIMEN: THE EFFECTIVENESS OF THE CHAIN WRITING METHOD IN TEACHING NEWS TEXT WRITING TO JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS: A QUASI-EXPERIMENTAL STUDY Zahra Khairunisa; Dewi Herlina Sugiarti; Muhammad Rizqi Romadlon
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 16 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v16i2.117037

Abstract

Kemampuan menulis teks berita merupakan kompetensi dasar yang wajib dikuasai siswa SMP. Secara umum, penguasaan kemampuan ini masih menjadi tantangan, dimana siswa sering mengalami kesulitan menyusun teks sesuai jenis berita, struktur piramida terbalik, kelengkapan unsur, kesesuaian judul, serta kaidah kebahasaan yang tepat. Kondisi ini diperparah oleh pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru dan kurang melibatkan partisipasi aktif siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode chain writing terhadap kemampuan menulis teks berita siswa kelas VII SMPN 20 Tangerang Selatan. Kebaharuan penelitian ini terletak pada penerapan metode chain writing yang diterapkan pada materi teks berita, berbeda dengan penelitian sebelumnya yang lebih banyak menerapkan metode ini untuk jenis pada teks eksplanasi, pidato, maupun teks persuasi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen semu dengan desain penelitian non-equivalent control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Terdapat dua kelompok yang menjadi sampel dalam penelitian ini, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang masing-masing berjumlah 36 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes pretest dan posttest serta dokumentasi. Hasil uji prasyarat menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen karena nilai signifikansi > 0,05. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai t hitung sebesar 7,84 dengan tingkat signifikansi 0,000 (< 0,05). Diperoleh pula rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen sebesar 72,14 dengan skor N-Gain 0,51 (kategori sedang), sedangkan kelompok kontrol sebesar 58,47 dengan skor N-Gain 0,22 (kategori rendah). Selain itu, diperoleh nilai effect size sebesar 0,89 yang berkategori besar. Hal ini berarti Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan metode chain writing efektif dan berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan menulis teks berita siswa.