cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
JPSCR : Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research
ISSN : -     EISSN : 2503331x     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Pharmaceutical Science And Clinical Research (e-ISSN 2503-331x) offers a forum for publishing the original research articles, review articles from contributors, and the novel technology news related to pharmaceutical science and clinical research. Scientific articles dealing with natural products, pharmaceutical science-industry and clinical research, etc. are particularly welcome. The journal encompasses research articles, original research report, reviews, short communications and scientific commentaries pharmaceutical science and clinical research including: bioactive products, chemotaxonomy, chemistry, ecological biochemistry, metabolism, pharmacy management, pharmacoeconomics, pharmacoepidemiology, clinical pharmacy, community pharmacy, pharmaceutical social and pharmaceutical industry.
Arjuna Subject : -
Articles 105 Documents
Kajian Literatur: Study Design Dalam Farmakoepidemiologi Untuk Mengetahui Resistensi Bakteri Terhadap Antibiotik Herleeyana Meriyani; Dwi Arymbhi Sanjaya; Rr Asih Juanita; Nyoman Budiartha Siada
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i1.61651

Abstract

Penelitian terkait resistensi bakteri terhadap antibiotik dapat dilakukan dengan berbagai study design. Study design merupakan salah satu titik kritis dalam penelitian resistensi bakteri terhadap antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kelebihan dan kekurangan dari study design yang digunakan dalam penelitian farmakoepidemiologi tentang resistensi bakteri terhadap antibiotik. Pencarian literatur dilakukan secara elektronik untuk artikel yang dipublikasikan tahun 2011 hingga 30 Juni 2021 pada basis data EBSCO, Plos One, Proquest, PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Kriteria inklusi meliputi original article dengan desain cohort (prospective dan retrospective), case control, cross-sectional dan ecological study; memiliki Digital Object Identifier (DOI); dipublikasi 10 tahun terakhir; serta mengunakan Bahasa Inggris. Artikel dalam bentuk review, tidak merupakan full text, dan artikel dengan jumlah sampel penelitian yang tidak jelas tidak disertakan dalam kajian ini. Artikel yang terkumpul dari 6 database sejumlah 209 artikel (EBSCO 45 artikel, Plos One 42 artikel, ProQuest 32 artikel, PubMed 68 artikel, ScienceDirect 19 artikel dan Google Scholar 3 artikel). Duplikasi artikel dieksklusi (29 artikel). Artikel tidak memenuhi kriteria inklusi (86 artikel), 64 artikel tidak relavan dengan tujuan penelitian, sehingga diperoleh 30 artikel dalam studi ini. Rancangan penelitian pada penelitian ini yaitu case-control (2 artikel), cohort-prospective (14 artikel), cohort-retrospective (5 artikel), cross-sectional (8 artikel) dan ecological study (1 artikel). Masing-masing rancangan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pemilihan desain studi dalam penelitian resistensi bakteri terhadap antibiotik dilakukan sesuai dengan tujuan penelitian, jenis paparan yang diamati, jenis outcome serta tipe penelitian (comparative, correlative study) serta ketersediaan sumber daya dalam melakukan penelitian resistensi bakteri terhadap antibiotik.
Uji Antioksidan dan Karakterisasi Minyak Atsiri dari Kulit Jeruk Purut (Citrus hystrix D. C) Fadzil Latifah; Hudan Taufiq; Nur Maulida Fitriyana
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i1.67396

Abstract

Minyak atsiri banyak digunakan sebagai bahan baku kosmetik, salah satunya minyak atsiri kulit jeruk purut sebagai antioksidan. Berkembangnya pasar minyak atsiri menjadi faktor pendorong pemalsuan karena hasil produksi rendah, tidak adanya standar kualitas minyak atsiri yang diproduksi ditandai dengan sulitnya dalam mengidentifikasi produk yang dipalsukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan (nilai IC50) dan karakteristik minyak atsiri kulit jeruk purut sebagai acuan standar kualitas. Kulit buah jeruk purut disuling menggunakan metode penyulingan uap dan air. Aktivitas antioksidan sampel minyak atsiri kulit jeruk purut dan trolox diuji menggunakan metode CUPRAC. Persen rendemen, total minyak, kecerahan, berat jenis, indeks bias, rotasi optik, bilangan asam, kelarutan dalam alkohol, bilangan ester, dan analisis senyawa dengan GC-MS. Hasil aktivitas antioksidan minyak atsiri kulit jeruk purut dan kontrol positif trolox terdapat perbedaan signifikan (p≤0,05), dengan nilai IC50 23,4182 ppm dan 53,8605 ppm. Minyak atsiri kulit jeruk purut memiliki persen rendemen 1,86045%, tidak berwarna, berat jenis 0,84028 g/ml pada suhu 25°C, nilai indeks bias 1,4710, rotasi optik +12,70, bilangan asam 0,8415, larut dalam 1:6 bagian alkohol 90%, bilangan ester 19,635 serta mengandung 25 senyawa dengan tiga senyawa tertinggi β-pinene, limonene, sabinene. Aktivitas antioksidan minyak atsiri kulit jeruk purut tergolong sangat kuat dan karakteristik sesuai standar. 
Narrative Review: Herbal Nanocosmetics for Anti Aging Prilyano Garcella; Triyadi Hendra Wijaya; Dhadhang Wahyu Kurniawan
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i1.57675

Abstract

Skin aging is a complex biological process caused by intrinsic and extrinsic factors. There are various approaches to preventing skin aging, one of which is using herbal nanocosmetics. This narrative review aims to determine the natural ingredients, type of nanoformulations, and its effects of herbal nanocosmetics to prevent skin aging. The method used in this study was searching for articles related to herbal nanocosmetics to avoid aging skin through Google Scholar, PubMed, and Science Direct with the keywords herbal plants, anti-aging, herbal cosmetics, cosmetics, nanocosmetics, nanoformulations, nanoparticles, nanomaterials, and topical delivery. The inclusion criteria were research articles or review articles about herbal plants made into herbal nanocosmetics to prevent skin aging with the topical route of administration published between 2010-2021 in full text. The articles that have been obtained are then selected, reviewed, and analyzed. Herbal plants made into herbal nanocosmetics contain phenolic compounds for nanoformulations used, namely silver nanoparticles, solid lipid nanoparticles (SLN), nanostructured lipid carriers (NLC), nanoemulsions, liposomes, niosomes, ethosomes, and transfersomes. These nanocosmetics herbs affect skin aging, including UV protection, preventing wrinkles and dark spots, moisturizing and brightening the skin. The herbal nanocosmetics prevent the effects of skin aging through some mechanisms such as anti-oxidant, photoprotective agents, modulators of collagen or elastin synthesis, and inhibitors of melanin synthesis.
Formulasi dan Pengujian Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Hand Sanitizer Berbahan Aktif Kitooligosakarida Diah Ayu Wardhani; Ari Susilowati; Artini Pangastuti
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i1.64231

Abstract

Kitooligosakarida merupakan derivat dari kitosan yang memiliki sifat antimikroba dan dijadikan bahan aktif dalam cairan hand sanitizer. Hand sanitizer bebas alkohol dapat menghindari terjadinya toleransi bakteri terhadap bahan kimia seperti alkohol dan mengurangi efek buruk alkohol bagi kulit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik sediaan hand sanitizer kitooligosakarida dan efektivitasnya dalam membunuh mikroba. Serbuk kitooligosakarida ditambahkan dalam formulasi hand sanitizer dengan variasi berat 1 g (formula 1), 1,5 g (formula 2), dan 2 g (formula 3) menggunakan basis NaCMC, propilenglikol, essens, dan metil paraben. Evaluasi stabilitas fisik hand sanitizer berdasarkan warna, tekstur, aroma, pH, homogenitas, dan daya sebar. Uji daya hambat hand sanitizer diuji melalui metode disc diffusion dilanjutkan dengan perbandingan daya hambat melalui pengukuran diameter zona penghambatan dan uji one-way ANOVA. Uji penurunan angka koloni mikroba dengan metode swabbing dan dilanjutkan perbandingan rerata penurunan koloni mikroba melalui uji T berpasangan. Hasil evaluasi stabilitas fisik hand sanitizer memenuhi kriteria gel yang baik. Hasil uji formula 1 memiliki kriteria angka diameter zona hambat yang lemah pada S. aureus (14,33 cm) dan daya hambat sedang pada E. coli (17,33 cm), Formula 2 memiliki angka diameter zona hambat kuat sebesar 21,33 cm pada S. aureus dan 20,33 cm pada E. coli. Formula 3 menghasilkan zona hambat kuat, yaitu 20,67 cm pada S. aureus dan 22,33 cm pada E. coli. Hasil penurunan angka koloni mikroba sediaan hand sanitizer paling besar yaitu formula 3 sebesar 80,22%. Hand sanitizer kitooligosakarida menunjukkan kemampuan penurunan angka koloni mikroba dan dapat digunakan sebagai formulasi alternatif hand sanitizer.
Uji Aktivitas Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Terstandar Daun Salam (Syzigium polyanthum Walp.) dan Daun Ganitri (Elaeocarpus ganitri Roxb.) Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Streptozotosin Tri Cahyani Widiastuti; Titi Pudji Rahayu; Apriani Lestari; Ayu Pratama Kinanti
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i1.64765

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit yang ditandai dengan keadaan kadar gula darah melebihi normal. Pengobatan antidiabetikum oral dalam jangka waktu yang panjang dapat mengakibatkan resistensi dan menimbulkan efek samping. Penggunaan obat tradisional dari tanaman dapat dijadikan salah satu alternatif pengobatan dari bahan alam yang memiliki efek samping rendah. Tanaman yang dapat berkhasiat sebagai antiabetes yaitu daun ganitri dan daun salam. Tujuan penelitian ini adalah mendapakan variasi dosis yang paling efektif pada kombinasi dua bahan alam yang berpontensi sebagai kandidat obat antidiabetes yang lebih aman dan efek lebih baik sehingga dapat dijadikan alternatif pengobatan. Metode penelitian ini berisfat eksperimental dengan menggunakan hewan uji berjumlah 36 ekor tikus (Rattus norvegicus) dibagi menjadi 9 kelompok uji kontrol sehat, kontrol +, kontrol -, K1 dosis 100 mg, K2 dosis 62,5 mg, K3 dosis 100 mg:62,5 mg, K4 dosis 50 mg:31,2mg, K5 dosis 100 mg:31,2mg, K6 dosis 50mg:62,5 mg. Hewan uji dibuat diabetes diabetes melitus dengan diinduksi streptozotosin 40 mg/kgBB secara ip, pengukuran glukosa darah dilakukan tiap 7 hari selama 14 hari perlakuan menggunakan alat glukometer. Hasil penelitian kombinasi EADG dosis 100 mg/kgBB dan EEDS 62,5 mg/kgBB (kelompok kontrol 3) setelah 14 hari menunjukan penurunan glukosa darah yang signifikan. Kesimpulan kombinasi ekstrak akuades daun ganitri dan ekstrak etanol daun salam memiliki efek menurunkan kadar glukosa darah lebih baik dibandingkan dengan glimepiride (Amaryl 0,036 mg/kgBB).
Systemic Lupus Erythematosus Outpatients Medication Knowledge and Quality of Life Maria Caecilia Nanny Setiawati; Nyoman Kertia; Ika Puspitaningrum
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i1.65344

Abstract

According to the Indonesian Lupus Foundation (YLI) in the last decade, the number of people with SLE (Systemic Lupus Erythematosus) has continued to increase every year. This research was undertaken to assess the medication knowledge and quality of life among SLE outpatients who had been counselled by pharmacist. A cross-sectional, non-experimental, descriptive study design was used in this research. A total of 121 respondents from Semarang and Yogyakarta met the criteria. Seventy (57,85%) respondents had previous counseling, while 51 (42,15%) respondents never. Their knowledge score was 32,17 ± 3,52 and the quality of life was 59,23 ± 17,04. There was any correlation between the knowledge score and their quality of life. *P 0,014. Their average age was 31,53 ± 7,77 years. It was positively related with their Quality of life *P 0,031 but not to their knowledge score. The participants’ education level and disease duration were not considerably related with QoL and knowledge. Previous counseling by the pharmacists was positively related to their knowledge score, but not to their quality of life (*P 0,034 and 0,793). The conclusion that can be drawn is the SLE outpatients had low knowledge and their quality of life is not good enough. Pharmacists’ counseling can improve SLE outpatients’ knowledge scores significantly but not their QoL.
Systematic Review: Skrining Aktivitas Anti Quorum sensing Tumbuhan Terhadap Pseudomonas aeruginosa Estu Retnaningtyas Nugraheni; Anindita Aulianisa W; Artini Pangastuti
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i1.64578

Abstract

Multi Drug Resistance (MDR) yang ditunjukkan Pseudomonas aeruginosa salah satunya dilatar belakangi oleh faktor virulensi seperti Las A, Las B dan formasi biofilm. Proses produksi ini dikontrol oleh sistem komunikasi quorum sensing (QS), sehingga penghambatan QS berpotensi mencegah resistansi lebih lanjut. Fitokomponen telah dilaporkan memiliki aktivitas anti QS, tetapi belum terdapat review yang merangkum laporan tersebut secara sistematis dan komprehensif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menyediakan rujukan berkualitas tentang aktivitas anti QS tumbuhan terhadap P. aeruginosa yang memenuhi parameter tertentu dalam bentuk Systematic Review. Systematic Review ini mengikuti permodelan PRISMA, analisis data menggunakan meta-sintesis-meta-agregasi, dan pencarian paper di 3 database (Pubmed, Sciencedirect, Scopus) menggunakan kata kunci Pseudomonas aeruginosa AND Quorum sensing AND Plants. Paper berjumlah 26 paper lolos saring yang memuat informasi terkait 18 famili (25 genus dan 28 spesies), 11 jenis organ tumbuhan, 3 jenis metode purifikasi, 4 jenis aktivitas anti QS dan 21 jenis fitokomponen yang dilaporkan menunjukkan aktivitas anti QS terhadap bakteri C. violaceum dan P. aeruginosa. Data yang tersedia dari 26 paper menunjukkan 9 laporan menyajikan data aktivitas anti QS relatif tinggi. Laporan tersebut terbagi menjadi 3 tingkat metode purifikasi yaitu isolat petroleum eter-etil asetat yang menghasilkan fitokomponen golongan phytosterol, fraksi etil asetat yang menghasilkan fitokomponen golongan flavonoid, dan ekstrak dengan pelarut metanol yang menghasilkan fitokomponen golongan terpenoid dan turunannya.
Analisis Efektivitas Biaya Jamu Saintifik Pada Pasien Osteoarthritis di Indonesia Vidya Atikasari; Didik Setiawan; Galar Sigit Prasuma; Ergia Adang Sugiantoro
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i1.59797

Abstract

Osteoarthritis merupakan penyakit dengan terapi jangka panjang dan memiliki beban biaya yang besar. Penelitian farmakoekonomi ini bertujuan untuk melihat efektivitas biaya dari jamu santifik dalam pengobatan osteoarthritis menggunakan perspektif pasien. Analisis efektivitas biaya dipresentasikan dalam bentuk Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER). Efektivitas terapi dileporkan berdasarkan nilai keberhasilan terapi dan dan Quality Adjusted Life Year (QALY). Komponen biaya yang diukur meliputi biaya langsung medis maupun non-medis. Analisis sensitivitas univariat dilakukan untuk melihat pengaruh dari variable penelitian terhadap nilai ICER. Pasien berjumlah 50 orang yang berpartisipasi dalam penelitian ini dimasukkan ke dalam terapi jamu saintifik (40%) dan terapi konvensional osteoarthritis (60%). Biaya pada kelompok yang menggunakan jamu saintifik lebih tinggi jika dibandingkan dengan terapi konvensional osteoarthritis (38.993±2.873 vs 31.511±1.833). Efektivitas terapi jamu saintifik lebih tinggi jika dibandingkan terapi konvensional osteoarthritis namun perbedaan tersebut tidak bermakna secara statistik (95,0% vs 93,3%; p value 0,808), begitu juga dengan utility index jamu saintifik yang lebih besar dibandingkan terapi konvensional osteoarthritis (0,88±0,07 vs 0,77±0,15; p value 0,093). Nilai ICER untuk 1 unit penambahan efektivitas terapi bernilai Rp 437.765, sedangkan ICER untuk penambahan 1 unit kualitas hidup bernilai Rp 67.654. Faktor yang paling mempengaruhi nilai ICER adalah biaya jamu. Terapi jamu saintifik osteoarthritis merupakan terapi yang cost-effective dibandingkan terapi konvensional osteoarthritis.
Uji Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Etanol Daun Ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) Pada Tikus Wistar Jantan (Rattus norvegicus) Yang Diinduksi Streptozotocin Ayu Pratama Kinanti; Apriani Lestari; Zukhrufina Muthiah Nabilah; Rizqina Maulida; Tri Cahyani Widiastuti; Naelaz Zukhruf Wakhidatul Kiromah
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i1.64771

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah tubuh atau hiperglikemia. Pemberian obat antidiabetes oral merupakan salah satu terapi farmakologi penyakit diabetes, namun penggunaan obat antidiabetes jangka panjang dapat menimbulkan efek samping dan membutuhkan biaya yang cukup mahal. Tanaman ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) merupakan salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengobatan diabetes melitus dengan efek samping minimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dan dosis efektif ekstrak etanol daun ganitri sebagai antidiabetes pada tikus yang diinduksi streptozotocin. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium menggunakan tanaman ekstrak etanol daun ganitri dengan subjek penelitian tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus). Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (Amaryl 0,036 mg/kgBB), kelompok ekstrak etanol daun ganitri dosis 50, 100 dan 200 mg/kgBB. Penelitian ini menggunakan model tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin 40 mg/kgBB secara intra peritoneal. Perlakuan diberikan secara peroral selama 21 hari dan dilakukan pengukuran kadar gula darah tiap 7 hari menggunakan alat glukometer. Hasil pengukuran kadar glukosa darah dihitung % penurunan dan dianalisis menggunakan program statistik SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun ganitri dosis 200 mg/kgBB secara signifikan mampu menurunkan kadar glukosa darah tikus diabetes dibandingkan dengan kelompok kontrol positif dengan nilai Sig. 0,017 (r < 0,05). Ekstrak etanol daun ganitri secara signifikan memiliki efek antidiabetes terhadap tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin dengan dosis efektif 200 mg/kgBB (r < 0,05).
Formulasi Tablet Asam Fenofibrat dengan Sistem Likuisolid Menggunakan Pelarut Propilenglikol dan Beberapa Adsorben Yulias Ninik Windriyati; Ayu Shabrina; Uswatun Hasanah; Susiana Irmawati; Sri Febri Haryati; Surti Khayatul Fata
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i2.59094

Abstract

Asam fenofibrat adalah antihiperlipidemia yang termasuk dalam kelas II Sistem Klasifikasi Biofarmasetik dengan kelarutan yang rendah dan permeabilitas dalam gastrointestinal yang tinggi. Disolusi asam fenofibrat berjalan lambat dan membatasi absorpsinya sehingga bioavailabilitasnya sulit diprediksi. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan formulasi tablet asam fenofibrat untuk meningkatkan disolusinya dengan sistem likuisolid. Metode penelitian dilakukan dengan mendispersikan asam fenofibrat dalam pelarut propilenglikol kemudian diadsorpsi menggunakan beberapa adsorben seperti Avicel PH 101, Avicel PH 102, Neusilin dan Starch 1500 sehingga terbentuk serbuk. Sistem likuisolid yang terbentuk dikompresi menjadi tablet dan dievaluasi karakteristiknya termasuk analisis dengan FTIR dan XRD untuk mengetahui adanya interaksi antar partikel dalam sistem likuisolid. Hasil pengembangan formula menunjukkan bahwa tablet likuisolid asam fenofibrat dengan berbagai adsorben yang digunakan memenuhi kriteria tablet yang tercantum dalam kompendia. Disolusi asam fenofibrat dari tablet likuisolid meningkat dibandingkan tablet konvensional yang dibuat tanpa pembentukan sistem likuisolid. Karakterisasi dengan XRD dan FTIR menunjukkan tidak terjadi perubahan kimia asam fenofibrat pada sistem likuisolid yang terbentuk.

Page 2 of 11 | Total Record : 105